yeast infection

Sarang Semut

sarang-semut

sarang-semut

Kandungan
a. flavonoid
b. antioksidan

Manfaat
a. menjaga kesehatan tubuh
b. meningkatkan daya tahan tubuh
c. menyembuhkan AIDS
d. mencegah kanker dan tumor
e. meningkatkan daya tahan tubuh
f. memulihkan stamina tubuh
g. memulihkan gairan seksual
h. melancarkan dan meningkatkan keluaran ASI
i. menyembuhkan maag
j. menyembuhkan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin
k. menyembuhkan rematik
l. mengatasi penyakit paru-paru dan TBC
m. menyembuhkan migrain
n. menyembuhkan nyeri haid
o. mengatasi keputihan
p. menyembuhkan gangguan fungsi ginjal dan prostat
q. menyembuhkan penyakit ambeien
r. menyembuhkan penyakit stroke

Manfaat sarang semut
Untuk mendapatkan manfaat sarang semut yang luar biasa, kita dapat mengonsumsi sarang semut setiap hari dalam jumlah secukupnya. Bila tidak mau ribet, cukup beli ekstraknya di toko-toko herbal dan dapat dikonsumsi sesuai aturan. Cara mengolahnya, siapkan sarang semut secukupnya. Potong kecil-kecil. Masukkan ke blender. Setelah itu, seduh dengan air panas. Saring dan tambahkan madu asli secukupnya.

Kitajam | Clinacanthus nutans

kitajam

kitajam

Kandungan
a. minyak atsiri
b. asam valerianat
c. butirat
d. asetat
e. formiat
f. terpen
g. dipenten
h. terpineol
i. bonilalkohol
j. alkaloida
k. valerianina
l. zat penyamak
m. lemak
n. zat abu

Manfaat
a. menyembuhkan keputihan
b. menyembuhkna perasaan gelisah dan cemas berlebihan

Paku Simpai | Cibotium barometz

paku-simpai

paku-simpai

Nama daerah
Bar jambe, bulu jambe, penawar jambe, jampi

Nama asing
Lamb of tartary, golden moss, scythian lamb

Uraian tanaman
Paku menahun, tinggi 2,5-3 m, tumbuh liar di tepi tebing, jurang, dan tempat-tempat rindang lainnya atau ditanam sebagai tanaman hias di daerah wisata.

Batangnya kuat, pada batang dan tangkai daun ditumbuhi rambut berwarna kuning emas yang disebut pili cibotii. Tumbuhan paku ini mempunyai rimpang yang tebal dan berdaging.

Daun seperti kulit berkumpul di ujung batang, letak berseling, bertangkai panjang, pangkal berwarna kuning, helaian daunnya besar berupa daun majemuk menyirip ganda tiga, dengan anak daun kecil-kecil, permukaan atas berwarna hijau tua, permukaan bawah abu-abu muda. Andak daun ujungnya runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Pahit, manis, hangat. Masuk meridian hati dan ginjal. Antirematik, menguatkan tulang punggung dan lutut.

Kandungan kimia
Alkaloid, essential oil, vitamin E, aspidinol, kanji dan tanin

Bagian yang dipakai
Rimpang dan rambut kuning yang melapisi batangnya. Akar dan rambut-rambut yang melapisi rimpangnya dibersihkan, kemudian rimpang dipotong tipis-tipis lalu dikukus, jemur samapi kering untuk disimpan. Rambut batang yang berwarna kuning dibersihkan lalu dijemur. Setelah kering, digiling menjadi bubuk.

Kegunaan
Rimpang
Sakit pinggang, tulang nyeri akibat flu, rematik, keseleo, kaki tangan lemah dan sakit, lumpuh setengah lemah dan sakit,
lumpuh setengah badan, baal tangan dan kaki, banyak kencing, keluar sperma malam hari, keputihan

Rambut batang yang berwarna kuning
Perdarahan pada bisul dan luka

Pemakaian
Untuk minum: 5-15 g digodok, rendam dalam anggur, minum
Pemakaian luar: digodok, airnya untuk cuci, atau digiling menjadi bubuk dan dibubuhi ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian
Tangan dan tungkai lemah dan kit, lumpuh setengah badan: 15 g Cibotium barometz, Achyranthes bidentata, Piper kadsura, Chaenomeles legenaria masing-masing 12 g, ranting Morus alba, Dipsagcus asper, Eucommia ulmoides, Angelica sinensis, Gentiana, macrophylla, ranting Cinnamomum cassia masing-masing 10 g.

Kisaat | Valeriana officinalis

kisaat

kisaat

Kandungan
a. minyak atsiri
b. asam valerianat
c. butirat
d. asetat
e. formiat
f. terpen
g. dipenten
h. terpinerol
i. bonilalkohol
j. alkaloida
k. valerianina
l. zat penyamak
m. lemak
n. zat abu

Manfaat
a. menyembuhkan keputihan
b. menyembuhkan perasaan gelisah dan cemas berlebihan

Mindi Kecil

mindi-kecil

mindi-kecil

NAMA DAERAH:
Sumatera: Renceh, mindi kecil. Jawa: Gringging, mindi, cakra-cikri.

URAIAN TANAMAN:
Pohon meranggas, banyak bercabang, tinggi 10-20 m, kerapkali ditanam di sisi jalan sebagai pohon pelindung, kadang-kadang menjadi liar di daerah-daerah dekat pan- tai dan dapat ditemukan dari dalaran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.100 m di atas permukaan laut.
Kulit batang berwarna coklat tua, daunnya daun majemuk menyirip ganda yang tumbuh berseling dengan panjang 20-80 cm.

Anak daun berbentuk bundar telur sampai lanset. tepi bergerigi. ujung runcing, pangkal membulat atau tumpul, warna daun permukaan atas hijau tua dan permukaan bawah hi- jau muda dengan panjang 3-7 cm, lebar 1,5-3 cm.
Bunga majemuk dalam malai yang panjangnya 10-20 cm, keluar dari ketiak daun, dengan daun mahkota 5, panjangnya sekitar 1 cm, warnanya ungu pucat, baunya harum. Buahnya buah batu, bulat yang diameternya sekitar 1,5 cm, warna coklat kekuningan berbiji satu.

Biji sangat beracun dan biasa dipakai untuk meracun ikan atau serangga.
Daun yang dikeringkan didalam buku dapat menolak serangga atau kutu.
Perbanyakan dengan biji, tumbuhnya cepat, asalnya dari Cina.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Rasa pahit, dingin, sedikit beracun. Obat cacing (anthelmintic), membersihkan panas dan lembab, laxative, peluruh air kemih.

KANDUNGAN KIMIA:
Kulit batang dan kulit akarnya mengandung toosendanin C3OH30O11. dan komponen yang larut C30H40O12. Juga terdapat margoside, kaempferol, resin, tannin, n—triacontane. betha – silosterol, dan triterpene kulinone.
Biji mengandung resin yang sangat beracun.

BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit batang, kulit akar dan daun, pemakaian segar atau dikeringkan.

KEGUNAAN:
Penderita cacingan terutama ascariasis, oxyuriasis, taeniasis, dan trichuriasis.
Darah tinggi (hipertensi).

PEMAKAIAN:
Untuk minum : 5-10 gr (Yang segar : 30-60 gr), digodok, atau dijadikan bubuk, pil.

Pemakaian luar: Dipakai pada penyakit jamur (tinea capitis) scabies, eczema, koreng, urticaria (gatal-gatal), dan trichomonal vaginitis (dengan gejala gatal dan keputihan). Kulit batang atau kulit akar digodok, airnya untuk cuci atau dibakar/dipanggang lalu dijadikan bubuk, ditambahkan cuka atau minyak, untuk pemakaian setempat. Daun digodok, airnya untuk cuci dan daunnya dikompreskan ke koreng, bisul, eczeem, infestasi cacing pada kulit.

CARA PEMAKAIAN:
Cacingan:90-120 gr kulit batang atau kulit akar segar digodok, minum.

Scabies (dengan gejala gatal pada kulit): Bubuk dari kulit batang/akar, dicampur dengan cuka, setelah diaduk rata, diborehkan pada bagian badan yang gatal.

Kudis: Kulit batang atau kulit akar digodok, airnya untuk cuci bagian yang sakit.