TBC

Sawi Tanah | Nasturtium montanum

sawi-tanah

sawi-tanah

Kandungan
a. zat antiracun
b. rorifone
c. rorifamide

Manfaat
a. mengatasi radang saluran napas
b. mengatasi batuk dan TBC
c. menyembuhkan panas
d. menyembuhkan penyakit campak
e. mengatasi rematik
f. mengatasi sakit tenggorokan
g. menyembuhkan hepatitis
h. menyembuhkan penyakit bisul
i. menyembuhkan memar dan luka
j. mengatasi gigitan serangga

Ramuan tradisional mengobati berbagai penyakit

sawi tanah secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih, rebus sampai mendidih. Saring dan dinginkan. Minum dengan takaran 2 gelas (500 cc) setiap hari hingga sembuh. Dapat juga sawi tanah dijemur sampai kering, kemudian ditumbuk halus dan bila mau digunakan tinggal diseduh dengan air panas seperti menyeduh teh.

Sedangkan untuk pengobatan luar seperti untuk menyembuhkan gigitan serangga, mengatasi luka dan memar, cukup ambil daun sawi tanah secukupnya dan tumbuk halus, setelah itu tempelkan pada bagian yang terkena gigitan serangga atau luka.

Nanas Kerang | Rhoeo discolor

nanas-kerang

nanas-kerang

Biasa ditanam orang sebagai tanaman hias, tumbuh subur di tanah yang lembap. Termasuk anggota suku gawar-gawaran, berasal dari Meksiko dan Hindia Barat. Tinggi pohon 40-60 cm, batang kasar, pendek, lurus, tidak bercabang. Daun lebar dan panjang, mudah patah, warna daun di permukaan atas hijau, di bagian bawah merah tengguli. Panjang daun ± 30 cm, lebar 2,5-6 cm. Bunga berwarna putih, berbentuk bunga kerang.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, sejuk, antiradang, memelihara paru, mencairkan dahak, antibatuk, antidiare, membersihkan darah.

Bagian yang dipakai
Bunga dan daun

Pemakaian
Segar atau kering

Kegunaan
Bronkitis akut dan kronis, batuk rejan
TBC
Mimisan
Disentri basiler, berak darah

Pemakaian
Daun: 15-30 g
Bunga 20-30 g, rebus

Pemakaian luar
Jatuh terkilir, terpukul (memar), kemudian dibalut

Cara pemakaian:
Batuk rejan, batuk berdahak, flu, disentri: 20-30 kuntum bunga direbus, minum
TBC kelenjar, mimisan: 15-30 g daun, rebus, minum
Bronkitis akut, muntah darah: 10 helai daun segar atau 20-30 kuntum bunga ditambah gula batu, ditim
Berak darah: 10-15 helai daun segar atau 20-50 kuntum bunga kering ditambah gula enau, direbus

Bambu Tali | Asparagus cochinchinensis

bambu-tali

bambu-tali

Nama daerah
Asparagus

Uraian tanaman
Terna merambat, menahun, banyak bercabang. Terdapat liar di hutan-hutan terbuka, semak belukar, kadang pada bukit yang berbatu-batu atau ditanam sebagai tanaman hias yang didapat dari dataran rendah sampai lebih kurang 1.150 m dpl.

Akar berumbi kecil, berbentuk kerucut dan berkelompok, panjang umbi sekitar 4-10 cm, berwarna kuning abu-abu. Batangnya kecil, panjang dapat mencapai 2 m. Daunnya pipih, berbentuk garis, panjang 1-2,5 cm, lebar 1 mm, ujung runcing, duduknya tersebar. Bunga berkelompok, keluar dari ketiak daun, warnanya putih atau putih kuning. Buahnya buah buni, diameter 6 mm, bila masak berwarna merah tua sampai hitam.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal. Menyuburkan yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh.

Bagian yang digunakan
Umbi yang dikeringkan

Kegunaan
Batuk, batuk darah, TBC paru, sakit kerongkongan
Muntah darah, rasa haus, berkeringat malam
Diabetes mellitus
Susah buang air besar
Demam disertai gaduh gelisah
Carsinoma, fibroadenoma, hyperplasia kelenjar payudara
lymphosarcoma, leukemia

Legundi | Vitex trifolia

legundi

legundi

TANAMAN Legundi (Vitex trifolia L.) memiliki sinonim nama Latin Vitex negundo atau Vitex rotundifolia L.f. termasuk dalam famili Verbanaceae. Legundi memiliki nama asing/simplisia Vitecis folium. Pohon Legundi merupakan pohon semak, tajuk tidak beraturan, aromatik, dengan tinggi mencapai 1-4 m. Batang pokok pohon jelas, kulit batang berwarna cokelat muda sampai cokelat tua, batang muda berbentuk segi empat dan banyak bercabang. Daun Legundi merupakan daun majemuk menjari. Bunganya merupakanan susunan majemuk malai, dengan struktur dasar menggarpu, rapat dan berjejal. Buah Legundi merupakan buah tipe drupa, berair atau kering dengan dinding keras. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji atau stek batang. Tumbuhan ini mudah tumbuh di segala jenis tanah, namun lebih menyukai tempat yang agak kering dan pada daerah yang terbuka dan dapat tumbuh dengan baik pada media tumbuh yang terdiri dari campuran pasir, pupuk kandang dan lempung.

Minyak biji Legundi mengandung senyawa-senyawa hidrokarbon, asam lemak. Buah Legundi mengandung vitetrifolin A, vitetrifolins B dan C, rotundifuran, dihidrosolidagenon dan abietatriene 3β-ol.

CARA MENDAPATKAN LEGUNDI
Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji atau stek batang, jika menggunakan stek batang seyogyanya diambil dari batang vang tidak terlalu muda. Stek batang tersebut mudah sekali tumbuh dan akan mulai bertunas setelah 4-5 hari terhitung dari sejak penanaman. Tumbuhan ini mudah tumbuh di segala jenis tanah, namun lebih menyukai tempat yang agak kering dan pada daerah yang terbuka. Tumbuh jengan baik pada media tumbuh yang terdiri dari campuran pasir, pupuk kandang dan lempung. Tanaman Legundi banyak terdapat di daerah Jawa, umumnya tumbuh di daerah dengan ketinggian 11.100 m dpl, tumbuh liar pada daerah hutan jati, hutan ekunder, di tepi jalan dan pematang sawah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar, batang, daun, buah

KHASIAT LEGUNDI
Akar legundi biasanya digunakan untuk pencegah kehamilan dan penyembuhan pasca persalinan. Batang Legundi biasa digunakan untuk menyembuhkan bengkak dan eksim. Biji legundi digunakan sebagai pereda batuk, penyegar badan, perawatan rambut. Buah legundi umumnya digunakan sebagai obat cacing dan peluruh haid. Daun legundi biasa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri, pusing, masuk angin, menurunkan panas, meredakan kejang, batuk, radang amandel, tuberkulosa, tifus, peluruh air seni, peluruh angin perut, peluruh keringat, melancarkan haid, membersihkan rahim, demam nifas, busting air, menyembuhkan luka, kudis dan untuk membunuh serangga.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun legundi mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif, dapat melindungi marmot dari gigitan nyamuk Aedes aegypti selama waktu tertentu. Senyawa metil-p-hidroksibenzoat yang terdapat pada daun legundi juga memiliki aktivitas sebagai anti nyamuk terhadap C. quinquefasciatus and A. Aegypti. Daun legundi berpotensi untuk mengatasi asma, penyakit alergi dan berpotensi sebagai antitubercular dengan menghambat Mycobacterium tuberculosis- Selain itu daun legundi juga memiliki aktivitas antioksidan dan anti peradangan. Bijinya berpotensi sebagai analgesik.

RESEP
Obat Cacing
Gunakan 15 g daun legundi segar direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit; setelah dingin, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Siantan | Ixora stricta

siantan

siantan

Biasanya ditanam sebagai tanaman hias dan dipakai untuk bunga sembahyang agama Buddha. Tanaman perdu tegak ini tingginya sekitar 1 m-2,5 m, berbatang cokelat kehitaman, banyak bercabang, cabang muda berwarna cokelat kemerah-merahan. Daun tunggal, letak berhadapat-bersilang, tangkai daun sangat pendek, bulat telur sungsang sampai jorong, tepi rata, warna daun hijau tua, daun muda di ujung tangkai berwarna merah kecokelatan, permukaan daun mengkilat, bagian ujung dan pangkal daun runcing, panjang 6-13 cm, lebar 3-4 cm. Bunga berupa bunga majemuk berbentuk malai rata, warna oranye, tumbuh di ujung tangkai. Buah bulat, penampang 7-8 mm, merah ungu.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Manis, sejuk, hypotensive, mengecilkan bekuan darah, menghilangkan sakit

Bagian yang dipakai
Bunga, akar, tangkai dan daun

Kegunaan
Bunga: haid tidak teratur, tidak datang haid, hipertensi
Pemakaian: 10-15 g, rebus, minum

Akar: TBC Paru, batuk dan batuk darah
Pemakaian: 30-60 g, rebus, minum

Tangkai dan daun: Luka terpukul, badan ngilu-ngilu, terkilir, koreng
Pemakaian:
TBC Paru disertai batuk dan batuk darah: 30-60 g akar siantan + 10 g gancao direbus selama 3 jam, untuk 1x minum atau
30-60 g akar siantan ditambah 60 g daging sapi tanpa lemak dibuat sup.

Tali Putri | Cassytha filiformis

tali-putri

tali-putri

Nama daerah
Sumatra: akar pengalasan, rumput putri, tali putri; Sunda: sangga langit; Madura: mas semasan; Ternate: gumi guraci

Terna parasit yang merambat dan membelit pada bagian atas dari tanaman lain tumbuh tidak teratur dan dapat menutup tanaman induk hingga tidak kelihatan sama sekali. Tersebar di daerah tropis, ditemukan di beberapa tumbuhan perd dan pohon-pohon yang rendah di semak belukar dan lapangan terbuka, terutama di daerah pantai dan kadang tempat-tempat yang jauh dari pantai.

Batang bulat halus seperti benang, lemas, bercabang, panjang 3-8 m, dengan diameter kurang dari 0,5 mm, berwarna hijau atau cokelat muda kekuningan, melekat pada tanaman lain dengan alat pengisap.

Daun berupa sisik kecil, bunga kecil berwarna putih kekuningan dan berkumpul berbentuk bulir dengan panjang 2-5 cm. Buah bulat berdaging dengan diameter 7 mm. Alat pengisap (akar pengisap) dapat digunakan untuk pengobatan kanker.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Manis, agak pahit, sejuk dan beracun. Penurun panas (antipiretik), antiradang, peluruh kencing, membersihkan darah, menghentikan perdarahan (hemostatik). Herba ini masuk meridian hati dan ginjal.

Kandungan kimia
Cassyfiline, cassythine, larotetanine, galactitol

Bagian yang dipakai
seluruh herba, potong-potong, cuci, keringkan dengan menjemur di bawah naungan

Kegunaan
Demam, malaria, influenza
Radang, ginjal, infeksi, dan batu saluran kencing
bengkak (edema)
sakit kuning
batuk darah, mimisan, kencing darah, disentri
menjadi kurus karena lever panas
batuk karena paru-paru panas
mempermudah persalinan
obat cacing
kanker
penyubur rambut

Pemakaian
Untuk diminum: 1-=15 g (yang segar 30-50 g) digodok, minum
Pemakaian luar: dipakai untuk luka bakar eksem, bisul. Caranya, herba segar setelah dicuci bersih, dilumatkan atau yang kering digiling menjadi bubuk dan ditempelkan ke tempat yang sakit. Dapat juga herba segar digodok, airnya untuk cuci bagian luka.
Anak panas lever dan kurus: setiap hari 60 g herba segar dan air secukupnya digodok sampai tersisa ½ mangkuk. Dibagi untuk 2 kali minum.
Disentri: 30 g herba segar digodok, minum
Kencing darah: 90-120 g herba segar (yang kering 15 g) digodok dan diseduh gula merah secukupnya, minum.
Sakit kuning, batuk darah, susah buang air besar: 15-30 g herba kering digodok, minum
Eksem, borok: Herba segar digodok, airnya untuk cuci bagian yang sakit
Penyubur rambut. Lendir dari cairannya digunakan untuk membasahi kepala, air perasannya diminum.

Bawang Merah | Allium cepa

bawang-merah

bawang-merah

BAWANG MERAH dengan nama latin Allium cepa merupakan tanaman yang dijadikan bumbu masakan. Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 bunga. Tangkai tandan bunganya sangat panjang bahkan lebih panjang dari daunnya. Buahnya berbentuk bulat dengan ujung tumpul. Bijinya berbentuk agak pipih.

CARA MENDAPATKAN BAWANG MERAH
Bawang merah diperbanyak dapat menggunakan biji.

KHASIAT BAWANG MERAH
Bawang merah dikenal sebagai obat antiseptik karena mengandung senyawa alliin yang oleh enzim alliinase diubah menjadi alliisin yang bersifat membunuh bakteri. Selain allisin, bawang banyak mengandung senyawa yang mengandung belerang seperti metil alil tiosulfinat dan alil metil tiosulfinat yang juga merupakan senyawa antibakteri. Senyawa mengandung sulfur lain pada bawang merah seperti S-metil sistein sulfoksida dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes dan juga penurun kadar lemak tubuh. Bawang merah banyak mengandung senyawa golongan flavonoid seperti kuersetin dan kuersetin glukosida. Bawang merah juga memiliki aktivitas antitrombotik, antitumor, dan antiartritic serta mengatasi kardiovaskular.

RESEP
Sebagai antibakteri: Air dari umbi bawang merah diperas lalu dihirup untuk membunuh mikroba diptreria, disentri ataupun TBC. Bawang merah mentah dapat dimakan untuk mengatasi pembekuan darah

Jayanti | Sesbania sesban

jayanti

jayanti

Deskripsi
Janti atau Jayanti tergolong tumbuhan perdu. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang jelek dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai sekitar 800 m dpl. Pohon jayanti kecil, tinggi 2-6 m, banyak bercabang, tumbuhnya cepat. Daun berupa daun majemuk menyirip dengan 7-25 pasang anak daun. Anak daun berbentuk garis sampai memanjang, bertangkai pendek, ujung bulat, tepi rata. Bunga dalam tandan, warnanya kuning. Buahnya buah polong, tumbuh menggantung, berbentuk garis. Daunnya dapat dimasak dan dimakan sebagai sayur. Selain itu, daunnya juga dapat digunakan untuk pupuk hijau dan digunakan sebagai makanan ternak. Perbanyakan dengan biji.

Nama daerah
Jayanti (Sunda), janti, giyanti, kelor wana (Jawa)

Kandungan
Belum diketahui pasti

Khasiat
Mengobati TB Paru (Tuberculosa), kencing nanah, infeksi ginjal, demam

Bagian yang digunakan
Daun, akar, kulit, biji, dan minyak

Selasih | Ocimum basilicum

selasih

selasih

CIRI-CIRINYA adalah terna semusim, tegak, banyak bercabang di bagian atas, barbai harum, tinggi 50-80 cm. Menyukai tempat-tempat lembab dan teduh, tumbuh liar di tepi jalan, tepi ladang, sawah-sawah kering, hutan jati atau dipelihara di pekarangan dar disemai di kebun-kebun, dan dapat ditemukan dari data ran rendah sampai ketinggiai 450 m dpl, kadang ditanam sampai 1.000 m dpl. Batang berwarna kecokelatan, bersegj empat. Daun tunggal letak berhadapan, bertangkai yang panjangnva 0,5-2 cm, helai daul bulat telur sampai memanjang, ujung runcing, pangkal agak meruncing, permukaan daun berambut, halusdengan bintil-bintil kelenjar, tulangdaun menyirip, tepi bergerigi, panjang 3,5-7,5 cm, lebar 1.5-2,5 cm, warna hijau tua. Bunga berwarna putih atau lembavung, terusan dalam tandan yang panjangnya 5-30 cm, keluar di ujung percabangan. Biji keras warnanya cokelat tua, bila dimasukkan ke dalam air akan mengembang seperti selai. Kandungan kimia terdiri dari ocimene, alpha-pinene, 1,8-cineole, eucalyptole, linalool, geraniol, dll.

CARA MENDAPATKAN SELASIH
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatan dengn pemupukan, pengendalian gulma dan hama penyakit serta penyiraman yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sekitar 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Batang, biji, daun

KHASIAT SELASIH
l. Asam chicoric, mudah diperoleh secara mudah dari tanaman selasih segar atau kering.
2. Senyawa utama dalam minyak selasih menunjukkan aktivitas antioksidatif.
3. Ekstrak air selasih memiliki dampak yang bagus pada deltametrin yang diinduksi  nefrotoksisitas pada tikus albino yang disebabkan oleh pengaruh antioksidan.

RESEP
Demam, pencernaan terganggu, diare: 15 g seluruh bagian tanaman digodok, minum.
Mematangkan abses: daun segar dire mas dengan minyak, tempelkan ke tempat yang’ sakit, lalu di balut
Sering gugup: setiap hari minum 2 sendok teh biji selasih, yang direndam dalam air.
TBC: 3 batang selasih dicuci, digodok dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2.5 gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Temu Kunci | Boesenbergia pandurata

temu-kunci

temu-kunci

Kandungan
a. minyak atsiri
b. damar
c. pati
d. saponin
e. flavonoid pinostrolerin
f. alipinetin

Manfaat
a. mengatasi sariawan
b. mengatasi masuk angin
c. menyembuhkan perut kembung
d. melancarkan buang air besar
e. menyembuhkan gatal-gatal
f. mengatasi keputihan
g. mengatasi panas dalam
h. mencegah kanker
i. mengatasi TBC