sore throat

Baru Cina | Artemisia vulgaris

baru-cina

baru-cina

TANAMAN Artemisia vulgaris termasuk dalam famili Compositeae. Tanaman ini memiliki nama lokal tanaman Baru Cina (Indonesia, Sumatera), Daun Manis, Brobos Krebo; Beunghar Kucicing, Jukut Lokot Mala, Suket Gajahan (Jawa), Kolo, Goro- Goro Cina (Maluku), Daun Sudamala, Cam Cao; Ai ye (China). Tanaman Baru Cina merupakan terna menahun, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan tanah yang kaya humus, tumbuh liar di hutan dan di ladang. Tanaman ini merupakan herba setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut. Daun berbentuk bulat-telur dengan tepi berbagi menjari ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus. Warna daun hijau, di bagian bawah warna lebih putih, duduk berseling. Bunga merupakan bunga majemuk, kecil- kecil, warna kuning muda berbentuk bonggol tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh menunduk, keluardari ketiak daun dan ujung tangkai. Perbanyakan dapat dengan stek atau biji. Tanaman Baru Cina mengandung minyak atsiri, senyawa- senyawa poli asetilen, asam eudesman, eudesman dialkohol, fernenol dan senyawa artemisinin.

Ekstrak tanaman Baru Cina juga dapat digunakan untuk penanganan penyakit liver/hepatitis karena memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektif. Manfaat lainnya yaitu ekstrak daun Baru Cina memiliki aktivitas sebagai anti-hipertensi tetapi tidak memiliki efek yang signifikan terhadap hemodinamik kardiovaskular dalam kondisi basal. Ekstrak tanaman Baru Cina juga memiliki potensi sebagai estrogenik, karena mengandung senyawa-senyawa golongan flavonoid terutama eriodictyol dan apigenin

CARA MENDAPATKAN TANAMAN BARU CINA
Tanaman Baru Cina merupakan tanaman yang berasal dari Cina, Eropa, Asia, Afrika Utara dan Alaska. Tanaman ini sering dianggap sebagai gulma. Di Indonesia, umumnya terdapat di daerah dataran tinggi seperti Lembang, Puncak, dan daerah lainnya sampai ketinggian 3.000 m dpl.

KHASIAT TANAMAN BARU CINA
Tanaman Baru Cina memiliki sifat kimiawi dan efek farmakologis rasa pahit, pedas, hangat, menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan perdarahan, melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi, mengobati asma, obat trichinellosis, antimalaria. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai sediaan pemakaian luar untuk mengobati gangguan lambung, nyeri persendian, eksim, gatal- gatal, bisul, kutil.

Minyak atsiri Artemisia dapat digunakan sebagai antimikroba karena mampu menghambatpertumbuhan bakteri (Escherichia coli, Staphylococcus an reus dan Staphylococcus epidermidis), khamir (Candida albicans, Cryptococcus neoformans), dan dermatofit (Trichophyton rubrum, Microsporutn canis dan Microsporutn gypseum), Fonsecaea pedrosoi dan Aspergillus niger. Ekstrak tanaman Baru Cina dapat digunakan sebagai obat malaria karena mengandung senyawa aktif artemisinin dan senyawa-senyawa turunannya.

RESEP
Cara pemakaian tanaman ini pada umumnya dengan merebus seluruh bagian tanaman sebanyak 10-30 g kemudian air rebusannya diminum, dapat juga dibuat dalam bentuk tablet, suntikan, minyak, aerosol (obat semprot mulut).

Memulihkah tenaga akibat perdarahan sehabis melahirkan
Sebanyak 4 buah pohon Baru Cina ditambah 6 gelas air, kemudian direbus sampai tersisa 2 gelas. Air rebusan diminum sehari 2×1 gelas sebelum makan.

Lemah syahwat
Sebanyak 15 – 45 g biji digiling sampai halus, kemudian dimakan.

Ayan (Epilepsi)
Sebanyak 1 genggam akar Baru Cina ditambah 1 ibu jari jahe, 1 ibu jari gula enau dan 4 gelas air, kemudian direbus sampai tersisa 2 gelas. Air rebusan diminum 2×1 gelas setiap hari.

Sakit tenggorokan
Herba tanaman Baru Cina segar ditumbuk halus, kemudian diperas. Air perasan diminum.

Disentri
Tanaman Baru Cina ditambah jahe segar, kemudian direbus sampai kental. Air rebusan diminum sebanyak 3 kali sehari.