sedative

Waru Landak | Hibiscus mutabilis

waru-landak

waru-landak

Kandungan
a. anthocyanin
b. isoquercitrin
c. hyperin
d. hyperoside
e. rutin
f. spiraeoside
g. quercimeritrin
h. quercetin-4-glucoside
i. cyanidin 3-rutinoside-5-glucoside
j. 3,5-diglucoside
k. cyanidin 3-rutinoside-5-glucoside
l. tannin
m. phenol
n. asam amino
o. zat gula

Manfaat
a. meningkatkan kekebalan tubuh
b. membersihkan panas dan racun dalam tubuh
c. mendinginkan darah
d. menghilangkan bengkak
e. menghentikan perdarahan
f. membantu pengeluaran nanah
g. menyembuhkan bisul

Ramuan tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit
Untuk mendapatkan manfaat dari pengobatan waru landa ini, ada dua cara pengobatan, yaitu pengobatan dari dalam dan pengobatan dari luar. Untuk pengobatan dari dalam, ambillah daun, bunga, atau kulit waru landak secukupnya.

Kemudian cuci bersih, dan rebus dengan air hingga mendidih, saring, dan dinginkan. Air rebusan inilah yang diminum setiap hari secara rutin.

Biasanyanya untuk pengobatan penambahan daya tahan tubuh, membersihkan racun dan mendinginkan darah, mengeluarkan nanah, dan lain-lain, sendangkan untuk pengobatan dari luar, cukup ambil bahan yang diperlukan, cuci bersih, kemudian tumbuk halus dan tempelkan pada bagian yang sakit. Ini untuk mengobati bisul dan bengkak.

Pule Pandak | Rauvolfia serpentina

pule-pandak

pule-pandak

PULE PANDAK (Rauvolfia serpentina (L.) Benth) adalah tanaman bunga dari famili Apocynaceae yang telah banyak digunakan dalam industri obat. Tanaman ini tersebar di India, Myanmar, Thailand, dan Indonesia (terutama Jawa). Perdu tegak, tahunan, tinggi mencapai 1 m, bergetah, batang silindris, percabangan warna cokelat abu-abu, mengeluarkan cairan jernih bila dipatahkan. Daun tunggal, bertangkai pendek, duduk berkarang atau berhadapan bersilang, bentuk taji atau bulat telur memanjang, ujung ruining, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 3-20 cm, lebar 2-9 cm, permukaan atas hijau, permukaan bawah warnanya lebih muda. Perbungaan majemuk, bentuk payung yang keluar dari ujung tangkai, mahkota bunga warnanya merah. Buahnya buah batu, bulat telur, masih muda hijau bila masak warnanya hitam, berbiji satu. Akar panjang dan besar. Akar keringnya disebut Rau wolfia Serpentina. Bagian yang digunakan akar, batang, dan daun. Sebelum digunakan akar dicuci dan dipotong kecil-kecil lalu dijemur untuk penyimpanan.

Akar mengandung 3 grup alkaloid, yang jenis dan jumlahnya tergantung dari daerah asal tumbuhnya. Grup 1 termasuk alkaline kuat (quarterary ammonium compound): serpentine, serpentinine, sarpagine, dan samatine. Grup II (tertiary amine derivate): yohimbine, ajmaline, ajnntlicine. tetraphylline, dan tetraphyllicine. Grup III termasuk alkaline lemah (secondary amities): reserpine, rescinnamine, deserpidine, raunesine, dan canescine. Reserpine berkhasiat hipotensif, ajmaline, serpentine, dan rescinnamine berkhasiat penenang, yohimbine merangsang pembentukan testosteron yang dapat membangkitkan gairah seks.

CARA MENDAPATKAN PULE PANDAK
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama, gulma, pemupukan, dan penyiraman air yang cukup. Pule pandak kadang ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman hias, namun lebih sering tumbuh liar di ladang, hutan jati, atau tempat lainnya sampai ketinggian 1.000 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar dan daun

KHASIAT PULE LANDAK
Tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit kepala, vertigo, diare, Sakit tenggorokan, sakil pinggang, sakit perut pada disentri, muniah, malaria, influenza, radang kandung empedu, bisul, hepatitis akut, susah tidur (insomnia), gangguan jiwa (mania), kuranj napsu makan, hiperfungsi kelenjar gondok (hipertiroid), kudis (skabies), bidurai (urtikaria), gigitan ular/kalajengking, luka terpukul atau terbentur (memar), hernia.

RESEP
Tekanan darah tinggi
Akar pule pandak sebanyak 50 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas Setelah dingin disaring. Minumlah pagi dan sore hari masing-maoing 1/2 gelas.

Sakit pinggang
Akar pule pandak sebanyak 50 g direndam dalam 1 gelas arak selama 1 malam. Keesokan harinya diminum sekaligus, setelah makan.

Sakit tenggorokan
Akar pule pandak secukupnya setelah dicuci bersih lalu diiris tipis-tipis. Bahan tersebut lalu diisap-isap dalam mulut.

Sakit kepala, susah tidur, pusing, demam, radang kandung empedu, memar, digigit ular berbisa, kurang nafsu makan, dan sakit perut
Gunakan akar pule pandak sebanyak 10 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sam tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali, pagi dan sore, masing masing 1/2 gelas.

Nyeri perut
Akar pule pandak dan pinang secukupnya dikunyah, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.

Demam, muntah-muntah
Akar pule pandak kering sebanyak 15 g dipotong kecil-kecil lalu diremas-remas dalam 1 gelas air masak. Airnya ini diminum sekaligus.

Influenza
Daun pule pandak segar sebanyak 25 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus.

Digigit ular, memar
Daun pule pandak segar dicuci bersih lalu digiling halus. Bubuhkan pada tempat yang sakit, lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.

Luka berdarah
Daun muda pule pandak segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus. Bubuhkan pada luka lalu dibalut.

Diare
Akar pule pandak segar sebanyak 2 g diiris tipis-tipis. Tambahkan ¼ sendok teh garam, sambil diaduk merata. Akar ini kemudian dikunyah dan airnya ditelan

Rosella | Hisbiscus sabdariffa

rosella

rosella

ROSELLA atau dikenal dengan asam paya, asam kumbang dan asam susur memiliki nama ilmiah Hisbiscus sabdariffa. Bunga ini berasal dari benua Afrika. Tanaman ini mengandung antosianin, riboflavin, niasin, protein, kalsium, magnesim, kalium, besi, asam askorbat, beta carotene, Omega 3, gossy, peptin , asam protosatekuat, asam askorbat, ekstrak saliks, glikosida cardiac, flavonoid, saponin, alkaloid,sardenoleda, anthocyanins delphinidin-3-O-sambubioside, cyanidin-3-O-sambubioside, Rosella kering mengandung flavonoid gossypetin, hibiscetine dan sabdaretine.

Pigmen utama yang sebelumnya dilaporkan sebagai hibiscin telah diidentiflkasi sebagai daphniphylline. Sejumlah kecil myrtillin (delphinidin 3-monoglucoside), Chrysanthenin (cyanidin 3- monoglucoside), dan delphinidin juga terdapat pada tanaman ini. Kelopak bunga tersebut diketahui mengandung zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh, seperti vitamin C, vitamin A, protein esensial, kalsium, dan 18 jenis asam amino, termasuk arginina dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh serta kandungan antioksidan yang terdiri atas senyawa gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin.

Rosela diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan sebanyak 23,10 mg dalam setiap gram bobot kering kelopak rosela. Produk Rosella banyak dikembangkan di Cina, Thailand, Sudan, di Meksiko, Mesir, Senegal, Tanzania, Mali dan Jamaika, dan India. Negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia ikut mengembangkan.

CARA MENDAPAT ROSELLA
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama da gulma serta penyiraman air yang cukup Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat denpan ketinggian dari 200-500 m dpl.

KHASIAT ROSELLA
Afrika menjadikan rosella sebagai selai atau jeli, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminun dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, menjad minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman ini juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi.

Untuk pengobatan khasiat rosela antara lain untuk menurunkan asam urat, mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah, hipertensi, diabetes mellitus, mengurangi kadar kolesterol jahat yang disebut LDL, trigliserida dan lemak dalam tubuh. memperbaiki metabolisme tubuh, melangsingkan tubuh, menghambat sel kanker, mengurangi resiko jantung, mencegah sariawan dan panas dalam, menambah vitalitas, meredakan batuk, mengurangi pusing (migraine), mencegah flu, demam, antioksidan, antihipertensi, antikanker, antidepresi, antibiotik, aprodisiak, diuretik (peluruh kencing), sedatif, tonik, dan menurunkan absorpsi alkohol, aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), diuretik (melancarkan buang air kecil), pelarut, sedativ (penenang), dan tonik. Kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif (akibat proses penuaan) seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak serta untuk peremajaan kulit.

Berdasarkan penelitian ditemukan kandungan delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3-sambubioside, antosianin pada rosela yang ampuh mengatasi kanker darah alias leukeimia. Namun hati-hati untuk pender ltd lambung (maag) akan merugikan karena kadar keasaman (pH) seduhan rosela mencapai 3,14 yang akan membuat maag menjadi kambuh. Selain itu rosella memiliki efek farmakologis sebagai bahan antiseptik, antispasmodik (penahan kejang), antihelmintik (anticacing), antibakteri, mencegah penyakit organ hati, mencegah pembentukan batu ginjal, serta memperlambat pertumbuhan jamur, bakteri, dan parasit. Manfaat lainnya menyaring racun tubuh, mampu mengurangi derajat kepekatan/kekentalan darah, melancarkan peredaran darah, mencegah kram/kekejangan otot dan membantu pencernaan/melancarkan buang air besar.

RESEP
1. Sebagai Terapi Hipertensi:
Pemberian 10 g kelopak kering dan 0,52 liter air setiap hari selama 4 minggu.

2. Asam Urat dan Kesehatan Ginjal:
Mengonsumsi jus rosela sebanyak 16-24 g/dl/hari.

3. Minuman yang terbuat dari bunga rosela:
Untuk mendapatkan teh rosela, bunga yang sudah dipetik, dijemur di bawah terik matahari selama 1-2 hari agar memudahkan pemisahan lidah kelopak dengan bijinya. Kemudian cuci air bersih dan jemur kembali selama 3-5 hari. Remas kelopaknya, jika mudah menjadi bubuk artinya kadar air telah mencapai 4-5 %. Seduh 2-3 g teh rosela dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi kemerahan. Untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Atau setelah dipisahkan dari bijinya, bunga segar rosela yang telah dicuci dapat langsung diseduh dengan air panas.

Asparagus | Asparagus officinalis

asparagus

asparagus

ASPARAGUS (Asparagus officinalis) adalah tanaman yang berasal dari pantai barat Eropa, tersebar mulai dari bagian utara Spanyol, hingga ke Irlandia, Inggris Raya, dan barat laut Jerman. Di India, dikenal dengan nama shavatari, asparagus juga digunakan dalam pengobatan Ayuverdic. Asparagus juga dikenal di wilayah lain dengan nama Lu Sun atau Lo Sun (China), No Mai Farang (Thailand), dan Mang Tay (Vietnam).

Asparagus merupakan tanaman perenial (dapat tumbuh hingga lebih dari dua tahun). Keseluruhan tanaman berwarna hijau gelap dengan daun cladophyll seperti duri kecil. Batangnya dapat tumbuh hingga setinggi 0-1,5 m dengan banyak cabang samping yang tumbuh menyamping (horizontal) sehingga tanaman terlihat tumbuh berlapi-lapis. Batang-batang panjang yang melilit dapat dipotong untuk menjaganya tetap pendek, dan dapat membantu cabang samping tumbuh lebih banyak. Tanaman ini berbunga pada bulan Agustus dan pematangan biji mulai September hingga Oktober. Bunganya adalah bunga individu, dalam satu tanaman hanya terdapat satu jenis rujung, betina saja atau jantan saja (dioecious).

Habitat asli asparagus adalah pinggir pantai (habitat maritim), sehingga asparagus lebih dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan salinitas tinggi. Asparagus juga dapat tumbuh pada tanah dengan pH sangat asam atu sangat basa. Tekstur tanah yang sesuai adalah tanah berpasir atau tanah liat dan cukup kering, di tempat setengah teduh atau pun tanpa naungan.

Asparagus kaya akan nutrisi karbohidrat, lemak, protein dan vitamin, serta mineral yang terkandung antara lain kalsium, besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, dan seng. Sedangkan senyawaan lain yang dimiliki tanaman ini di antaranya karotenoid yang bermanfaat untuk kesehatan mata, polifenol yang memiliki banyak manfaat di antaranya antioksidan, antiradang, antikanker, dan melancarkan peredaran darah. Senyawaan polifenol yang terdapat pada tanaman asparagus diantaranya kaemferol glikosida, asam kafeat, asam klorogenat, asam sinamat dan rutin. Asparagus juga mengandung steroidal saponin yang memberikan rasa pahit pada batang muda tanaman ini, serta antosianin yang juga bermanfaat antioksidan.

CARA MENDAPAT ASPARAGUS
Daerah budidaya asparagus di antaranya terdapat di banjar Bukian, Desa Pelaga, daerah dataran tinggi bagian utara Bandung, Jawa Barat. Tempat ini juga mulai dikembangkan menjadi tempat agrowisata. Selain itu, terdapat juga pusat budidaya di daerah Teras dan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pusat budidaya di Teras-Boyolali merupakan kelompok tani di bawah CV. Aspakusa.

Jika ingin membudidayakan sendiri, asparagus dapat ditumbuhkan dalam rumah kaca, dan sangat mudah tumbuh pada tanah dengan tekstur berpasir kering. pH terbaik adalah 6,5 atau lebih tinggi, dengan toleransi antara 4,3-8,2. Posisi terbaik adalah di bawah sinar matahari yang cukup terang. Asparagus sangat baik ditanam bersama-sama dengan tomat. Ketika ditanam bersama-sama, tomat membantu melindungi asparagus dari kumbang asparagus, sedangkan asparagus diketahui dapat menolak nematoda yang dapat menginfeksi tomat. Propagasi tanaman ini bisa dilakukan dengan biji, dan dibutuhkan kedua jenis tanaman dengan rujung jantan dan betina. Proses penyerbukan dibantu oleh lebah (tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, batang muda, dan akar.

KHASIAT ASPARAGUS
Asparagus telah dibudidaya sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu sebagai sayuran dan medisinal herbal. Bagian yang berkhasiat adalah bagian akar dan batangnya. Kedua bagian ini diketahui memiliki efek menyegarkan dan membersihkan usus, ginjal, dan hati. Asparagus berkhasiat mencegah keram otot (antispasmodik), melancarkan pencernaan, penghilang rasa sakit, pengeluar keringat (diaforetik), diuretik, sebagai obat penenang (sedatif), dan penguat (tonik). Infusa akar asparagus berkhasiat mengobati penyakit kuning dan memperbaiki kinerja ginjal. Kinerja diuretik yang kuat dari akar asparagus sangat bermanfaat untuk pengobatan bermacam-macam masalah berurin termasuk sistitis. Selain itu juga dimanfaatkan pada pengobatan kanker dan menurunkan tekanan darah tinggi. Di samping akar dan batang, biji asparagus juga memiliki aktivitas antibiotik.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan saponin di asparagus memiliki aktivitas anti jamur. Selain itu, senyawa kimia yang terdapat pada ekstrak etil asetat asparagus diketahui dapat menghambat aktivitas en/.im siklooksigenase-2 (COX-2) dan berpotensi sebagai anti peradangan. Kandungan polifenol yang terdapat pada asparagus berkhasiat antioksidan. Penelitian lain juga membuktikan bahwa polisakarida yang terkandung dalam asparagus memiliki aktivitas antioksidan dan antitumor.

RESEP
Asparagus biasanya disajikan sebagai sayuran. Pengolahan yang terbaik adalah dengan merebusnya 3-4 menit kemudian dibuat sup.