sakit perut

Lempuyang Gajah | Zingiber zerumbet

lempuyang-gajah

lempuyang-gajah

TUMBUHAN lempuyang gajah merupakan habitus semak, semusim yang tingginya ± 1 m. Lempuyang gajah tumbuh mencapai ketinggian sekitar 1 m. Memiliki bentuk batang tegak, semu dan berimpang. Daun berwarna hijau, kecil memanjang, berukuran panjang rata-rata 17,8 cm dan lebar 5,60 cm. jumlah daun mencapai 14 helai. Di dataran rendah setiap rumpun dapat menghasilkan sekitar 14 anakan, sedangkan di dataran tinggi hanya 5 anakan. Tangkai bunga tumbuh tegak, berambut dan bersisik yang berbentuk lanset. Kuntum bunga berwarna kuning terang, kuning gelap, sampai putih kekuning-kuningan. Rimpang muda maupun rimpang tua berwarna kuning muda dengan warna daging kuning. Rimpang berasa pahit getir dan berbau wangi.

CARA MENDAPATKAN LEMPUYANG GAJAH
Budidaya atau perbanyakan tanaman ini sangat mudah. Tanaman ini diperbanyak dengan menggunakan rimpangnya. Perawatannya ialah dengan menyiram dan memberikan pupuk kandang. Penyiraman jangan dilakukan terlalu banyak dan pastikan air yang berlebih dapat mengalir ke tempat lain. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada  tempat dengan tanah yang gembur dan dapat tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang

KHASIAT LEMPUYANG GAJAH
Rimpang Lempuyang gajah berkhasiat sebagai obat gatal, obat nyeri perut, obat borok, obat disentri, obat sesak nafas, obat wasir, obat cacing dan penambah nafsu makan. Penelitian melaporkan aktivitas rimpang lempuyang gajah sebagai anti-inflamasi, antioksidan, penurun panas, dan antimikroba. Komponen utama minyak atsirinya yaitu zerumbone diketahui memiliki khasiat sebagai antiinflamasi pada usus juga mampu menekanan pertumbuhan tumor kulit, serta kanker colon, dan servik. Zerumbone juga dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri serta baik untuk osteoartitis dan hepatitis.

Landep | Barleria prionitis

landep

landep

TANAMAN Landep (Barleria prionitis L.) memiliki sinonim nama Latin Prionitis hystrix Miq., termasuk ke dalam famili Acanthacea.Tanaman ini memiliki nama lokal yaitu] Jarong, Kembang Landep (Sunda); Landep (Jawa); Bunga Landak (Sumatera); Landhep (Madura); Katshare’ya, Kurantak (India, Pakistan); Percufine Flower (Inggris). Tanaman ini merupakan tanaman perdu dengan tinggi tanaman mencapai 1,5 – 2 m. Batang tanaman berkayu, segi empat, berbuku- buku, berambut, berduri kuat yang terdapat pada ketiak- ketiak daun. Daun Landep merupakan daun tunggal, daun mudanya berambut, letak berhadapan, panjang tangkai daun sekitar 4-8 mm. Helai daun jorong sampai lanset atau bundar telur memanjang dengan ujung meruncing, pangkal meruncing menyempit sepanjang tangkai, tepi rata agak berombak dan memiliki panjang 2-18 cm serta lebar 2- 6,5 cm. Pertulangan daun menyirip, daunnya berwama hijau. Bunga Landep merupakan bunga tunggal, simetris dua sisi, berbentuk elips memanjang dan berwarna kuning.

Buah Landep berwarna hijau, sedangkan bijinya berwarna cokelat. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang. Daun memiliki bau yang lemah, rasa agak kelat. Daun Landep mengandung saponin, flavonoida, tanin, garam kalium, dan silikat. Sedangkan akar mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol. Ekstrak etanol tanaman Landep (daun & batang) mengandung senyawa feniletanoid glikosida.

CARA MENDAPATKAN LANDEP
Tanaman Landep banyak tersebar di Afrika, India, Sri Lanka dan daerah tropik Asia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia ditemukan di daerah yang beriklim kering, tumbuh liar atau ditanam untuk pagar, mulai dari dataran rendah sampai 400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT LANDEP
Secara tradisional, tanaman ini banyak digunakan si berbagai penyakit. Di India, digunakan untuk mengobati pembengkakan, gout, arthritis dan rheumatik, untuk penenang dan penyakit kulit, sebagai immunorestoratif, batuk rejan dan asma pada bayi & anak-anak. Di Indonesia, tanaman ini biasanya digunakan untuk mengatasi rematik, sakit pinggang, demam, sakit perut, perut busung air, buang air seni kurang lancar, kudis, gusi nyeri, cacingan dan spermatorea (beser mani).

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun landep dan daun kumis kucing berpotensi sebagai diuretik. Infus daun Landep juga berpotensi meningkatkan kelarutan batu ginjal kalsium dan kalium secara in vitro (pengujian di laboratorium). Menurut penelitian tanaman ini memiliki memiliki aktivitas antioksidan, berpotensi sebagai ekspektoran ( pengencer dahak), anti virus pada pernafasan, anti rematik, anti bakteri terhadap Bacillus cereus dan P. aeruginosa, berpotensi sebagai fungistatik (dapat membunuh jamur) dan fungisidal (dapat menghambat pertumbuhan jamur), memiliki aktivitas anti peradangan dan berpotensi sebagai imunostimulan (perangsang kekebalan) dan sebagai penurun gula darah/anti diabetes. Ekstrak akar tanaman Landep berpotensi mengurangi kesuburan laki-laki. Daun dan batang landep memiliki potensi sebagai hepatoprotektif (penjaga fungsi hati).

RESEP
Sakit Gigi
Daun Landep segar dicuci bersih dan dikunyah dengan gigi yang sakit.

Bisul dan Pembengkakan
Akar tanaman dilumatkan menjadi pasta kemudian ditapalkan pada bagian yang sakit.

Demam akibat virus
Daun dan bunga Landep direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Luka
Sebanyak 15 g akar Landep dicuci bersih. Tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih. Tumbuk sampai lumat, kemudian tempelkan pada luka.

Kurap, Panu
Akar secukupnya digiling halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis, lalu diaduk merata sampai seperti bubur. Balurkan pada kurap, lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik, Sakit Pinggang, Sakit Kepala
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk merata sampai menjadi seperti bubur kental. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit. Bila sakit kepala, balurkan di kening.

Gusi nyeri dan berdarah
Daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Air perasannya ditambahkan sedikit madu. Gunakan untuk memoles gusi yang sakit.

Demam, Sakit Perut, Melancarkan Buang Air Seni
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Lempuyang Wangi | Zingiber aromaticum Val.

lempuyang-wangi

lempuyang-wangi

TANAMAN lempuyang wangi berupa herba (tanaman obat) tahunan, tegak, berbatang semu yang terdiri dari pelepah dan gulu, tinggi dapat mencapai 1,5 m, susunan daun menyirip berseling, daun entuk lanset dengan ujung dan pangkal daun meruncing, warna daun hijau tua, bunga berbentuk mayang dengan warna merah dan tangkainya memiliki sisik berwarna hijau kemerahan.

Tanaman lempuyang wangi memiliki rimpang berukuran besar dengan permukaan licin tidak berserat dan berwarna kuning keputihan. Lempuyang wangi memiliki bau yang sangat aromatik khas lempuyang wangi, rasanya agak pahit dan pedas.

CARA MENDAPATKAN LEMPUYANG WANGI
Perbanyakan tanaman menggunakan rimpang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembapan tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar berupa kompos atau pupuk organik. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang

KHASIAT LEMPUYANG WANGI
Rimpang: biasanya digunakan dalam bentuk seduhan rimpang untuk obat asma, merangsang nafsu makan, merangsang membran mukosa lambung, mengurangi rasa nyeri, pembersih darah, penambah nafsu makan, menurunkan kesuburan pada wanita, pencegah kehamilan, pereda kejang; di samping itu sering digunakan juga untuk mengobati penyakit empedu, penyakit kuning, radang sendi, batuk rejan, kolera, anemia, malaria, penyakit syaraf, nyeri perut, mengatasi kecacingan, masuk angin. Pada pemakaian luar digunakan untuk mengurangi rasa nyeri.

RESEP
Masuk Angin: 10 g rimpang segar lempuyang wangi; setelah dicuci, diparut, diperas dan disaring, kemudian hasil saringan ditambah 2 sendok makan madu dan ½ gelas air matang (panas), diaduk diminum dua kali sehari pagi dan sore sama banyak.

Sakit perut dan menambah nafsu makan: 2 jari lempuyang wangi, 3 umbi bawang merah kemudian dibuat dilarutkan dengan 110 ml air. Diambil airnya dan diminum.

Temu Mangga | Curcuma mangga

temu-mangga

temu-mangga

TEMU MANGGA (Curcuma mangga) merupakan tanaman semak. Ketinggian tumbuhnya mencapai 110 cm. Tanaman ini hanya memiliki batang semu, yang sebenarnya merupakan susunan pelepah daun. Daunnya berbentuk bulat lonjong dengan warna hijau. Panjangnya mencapai 45 cm dan lebarnya 12,5 cm. Sementara itu, bunganya bertandan dan berwarna dominan putih. Tanaman ini memiliki rimpang. Bentuknya bulat telur. Warnanya kuning pucat. Sifatnya renyah dan mudah patah. Aromanya mirip wortel, serta rasanya seperti gabungan mangga dan wortel.

Temu mangga mengandung senyawa kimia di antaranya alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin tetapi tidak mengandung steroid, triterpenoid maupun kuinon.

CARA MENDAPATKAN TEMUMANGGA
Perbanyakan tanaman dengan rimpang. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 100-600 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang

KHASIAT TEMUMANGGA
Sebagai penurun panas (antipiretik), penangkal racun (antitoksik), pencahar (laksatif), dan antioksidan. mengatasi kanker, sakit perut, mengecilkan rahim setelah melahirkan, mengurangi lemak perut, menambah nafsu makan, menguatkan syahwat, gatal-gatal pada vagina, gatal- gatal (pruiritis), luka, sesak nafas (asma), radang saluran nafas (bronkitis), demam, kembung, dan masuk angin. Selain itu itu memiliki efek farmakologi sebagai antiinflamasi, dan analgesik.

RESEP
Pengecil rahim: cuci bersih 100 g rimpang temu mangga segar, kemudian diparut. Peras hasil parutan, lalu saring airnya. Minum air hasil saringan sekaligus.

Penambah nafsu makan: cuci bersih 25 g rimpang temu mangga. Tumbuk rimpang hingga halus, lalu ditambahkan 2 gelas air matang. Saring ramuan. Minum air hasil saringan sehari 2 kali.

Pencegah kanker: cuci bersih 100 g rimpang temu mangga segar, lalu parut. Peras hasil parutan, lalu saring airnya. Minum air hasil saringan sekaligus.

Suruhan | Peperomia pellucida

suruhan

suruhan

SURUHAN atau tumpangan air dengan nama botani Peperomia pellucida banyak tumbuh liar secara bergerombol di daerah yang lembap. Tumbuhan ini berasal dari benua Amerika yang beriklim tropis dan saat ini banyak tersebar di Asia. Deskripsi tumbuhan ini untuk akarnya berupa serabut halus. Batangnya memiliki tinggi 20-40 cm, berair, bercabang, bulat, tebalnya sekitar 5 cm dengan warna hijau pucat. Untuk daunnya tunggal dengan letak berseling, bentuk bundar telur melebar dengan ujung meruncing, pangkalnya membentuk jantung, tepi rata, panjang antara 1-3 cm, permukaan atas hijau pucat mengkilap, permukaan bawahnya lebih muda dan agak kelabu. Bunga tersusun dalam rangkaian berbentuk bulir yang panjangnya 1-6 cm, warnanya hijau, di ujung tangkai dan ketiak daun. Buahnya bulat, ujung runcing, sangat kecil dengan diameter kurang dari 1 mm tersusun seperti buah lada. berbentuk bujur dan berwarna hijau ketika muda dan cokelat apabila matang mempunyai minyak sari apabila dimasak.

CARA MENDAPATKAN SURUHAN
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT SURUHAN
Seluruh bagian dari suruhan dapat dimakan akan tetapi tumbuhan ini lebih dikenal dari manfaat pengobatannya. Dalam pengobatan tradisional, suruhan dikenal sebagai bagian dalam pengobatan sakit perut, bengkak, jerawat, kolik, pegal-pegal, sakit kepala, gangguan kemih, dan sakit sendi karena rematik. Beberapa penelitian ilmiah mcnunjukkan suruhan mcmiliki aktivitas sebagai antioksidan, antipiretik, antibakteri, analgesik, antiinflammasi, antikanker, antihiperurisemia (zat yang menghambat meningkatnya konsentrasi monosodium urat dalam plasma yang melebihi batas kelarutan yaitu Iebih), efek neurofarmakologi dan antihipertensi.

RESEP
Abses, bisul, jerawat, dan radang kulit
Dua pohon tanaman segar ukuran kecil (tinggi 7-10 cm) dicuci bersih. Rebus tanaman dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Minum airnya sekaligus 1 gelas selagi hangat. Lakukan pengobatan sehari 2 x dengan dosis yang sama. Sisa air ramuan sebaiknya dibuang. Buat ramuan segar lagi untuk setiap kali akan minum ramuan yang berikutnya.

Luka bakar dan terpukul
Ambil tanaman segar secukupnya. Cuci bersih, lalu lumatkan tanaman, Tempelkan ramuan dibagian tubuh yang sakit.

Penyakit ginjal
Cuci bersih tanaman segar berukuran kecil (tinggi 7-10 cm). Rebus tanaman dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Minum airnya sekaligus selagi hangat. Lakukan pengobatan sehari 2 x, masing – masing 1 gelas. Sisa air ramuan sebaiknya dibuang. Buat ramuan segar lagi untuk setiap kali akan minum ramuan yang berikutnya.

Sakit perut
Tumbuk halus herba segar yang telah dicuci bersih. Peras hasil tumbukan, lalu minum air perasan itu.

Asam urat
Sebanyak 30 g herba suruhan ditumbuk halus kemudian diperas dan air hasil perasan diminum sekaligus.

Sawo | Achras sapota

sawo

sawo

Kandungan
a. gula alami
b. lemak
c. protein
d. vitamin A
e. vitamin B
f. vitamin B6
g. vitamin C
h. vitamin E
i. besi
j. kalsium
k. fosfor
l. kalium
m. natrium
n. magnesium
o. selenium
p. seng
q. tembaga
r. asam folat
s. riboflavin
t. niasin

Manfaat
a. memperlancar proses metabolisme
b. menyembuhkan pegal-pegal karena kecapekan
c. mengatasi sakit perut
d. sebagai sumber energi alami yang cepat menggantikan energi yang hilang karena aktivitas.

Bangle | Zingiber purpureum

bangle

bangle

BANGLE mempunyai nama latin Zingiber purpureum roxb dari suku temu-temuan (Zingiberaceae). Tumbuhan ini dikenal di berbagai tempat dengan nama yang bervariasi: mungle (Aceh), bungle (Tapanuli), kunik bolai (Rana Minang), banglee’iy (Rejang), panglai (Pasundan/Sunda), pandhiyang (Madura), bale (Makassar), panini (Bugis), unin makei (Ambon). Tanaman ini tumbuh sekitar 1.5-2 m dari tanah. Ciri-ciri umum dari bangle termasuk herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm.

CARA MENDAPAT BANGLE
Cara budidaya: Menggunakan rimpang, pemeliharaan mudah dan menghendaki sedikit naungan. Perbanyakan dengan stek rimpang. Panen rimpang dilakukan setelah tanaman berumur 1 tahun. Produksi rimpang segar 10-30 ton/ha.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang dan daun.

KHASIAT BANGLE
Bangle dapat mengobati demam, sakit kepala, sakit perut, batuk, masuk angin, rematik, cacingan, sembelit, dan ramuannya ampuh untuk mengecilkan perut setelah melahirkan. Menurunkan panas (antipiretik), meluruhkan kentut (karminatif), mcluruhkan dahak (ekspektoran), efek mukolitik (mengencerkan secret saluran napas), membersihkan darah, pencahar (laksatif), dan r»eluruhkan cacing dan usus (vermifuge). Bagian yang dipakai sebagai obat adalah rimpang dan daunnya.

Rimpang:
1. Sakit kuning
2. Demam, sakit kepala
3. Batuk berdahak
4. Perut nyeri, masuk angin
5. Sembelit
6. Sakit Kuning
7. Cacingan
8. Reumatik
9. Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan
10. Mengecilkan perut
11. Kegemukan

Daun:
1. Kurang nafsu makan
2. Perut terasa penuh

RESEP
1. Cacingan
Cuci dan iris tipis-tipis 20 g rimpang bangle, 15 g temu hitam, serta 3 lembar daun sirih. Tambahkan 5 biji ketumbar yang telah dicuci lalu tumbuk semua bahan ramuan tersebut sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air masak, aduk sampai rata, lalu diperas. Saring air perasannya lalu minum sekaligus 1 kali sehari sekali.

2. Demam dan masuk angin
Cuci bersih 15 g rimpang bangle segar, 15 g lempuyang wangi, 15 g jahe, dan 15 g kencur. Parut semua bahan, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

3. Gangguan mata
Cuci 15 g rimpang bangle lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus 1 kali sehari.

4. Kegemukan atau untuk mengurangi lemak tubuh
Cuci bersih 15 g rimpang bangle, 7 helai daun jati belanda, dan 10 g daun kemuning. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari di pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas.

5. Kepala pusing karena demam dan nyeri sendi
Cuci bersih 2 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Jika pusing, piliskan adonan pada dahi dan di bagian nyeri sendi.

6. Mengecilkan perut setelah melahirkan
Cuci bersih 4 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Oleskan adonan pada bagian perut.

7. Perut mulas
Cuci bersih 10 g rimpang bangle segar, 10 g lempuyang wangi, 10 g jahe, dan 10 g kencur. Parut semua bahan lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus seh sekaligus k id-hari di saat mulas.

8. Sakit kuning
Cuci rimpang Cuci rimpang jari tangan sampai bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan m masak dan mil parutan masing-masing 1 sendok makan. Peras hasil Parutan lalu saring. Minum air yang tersaring sekaligus dan lakukan 2 kali sehari.

Ramuan herbal yang diminum
Bahan:
• 5-7 lembar daun jati belanda
• 1 jempol umbi bangle
• 1,5 gelas air

Cara meramu:
Rebus semua bahan dengan air bersih hingga airnya tinggal 1 gelas, saring, dinginkan. Minum 2 x sehari pagi dan sore sebelum makan.

9. Kegemukan/mengurangi lemak tubuh Resep 1
Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1½ gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.

Resep 2
½ jari rimpang bangle, ½ jari rimpang temu giring, ¾ jari rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, ¼ genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4½ gelas air bersih sampai tersisa ½-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3x ¾ gelas.

Resep 3
Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing ½ jari tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-remas. Peras dan saring, kemudian diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sisik Naga | Drymoglossum piloselloides

sisik-naga

sisik-naga

SISIK NAGA dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di adang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembap mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar impang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul atau berambut jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai hijau kecokelatan. Daunnya ada yang mandul dan ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau duduk, oval memanjang, panjang 1-5 cm, lebar 1-2 cm. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini dinamakan picisan. Sisik naga dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar.

Sisik naga mengandung minyak asiri, sterol/triterpen, fenol, flavonoid, tanin, dan ru\a. Nama lokal adalah Sumatera: picisan, sisik naga (Semenanjung Melayu), sakat riburibu (Pantai Sumatera Barat). Jawa: paku duduwitan (Sunda), pakis duwitan (Jawa).

CARA MENDAPAT TANAMAN SISIK NAGA
Cara mendapatkan sisik naga cukup mudah karena tumbuhan ini merupakan umbuhan parasit yang biasa tumbuh menempel pada tanaman lain.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan seluruh herba segar atau yang telah dikeringkan.

KHASIAT SISIK NAGA
1. Anti jamur atau anti bakteri.
2. Sisik naga tidak mempunyai efek sitotoksik terhadap sel kanker.

RESEP
Daun digunakan untuk pengobatan: gondongan (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), sakit perut, disentri, kencing nanah (gonore), batuk, abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah, perdarahan seperti luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan, rematik.

Untuk obat yang diminum, rebus 15-60 g daun, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, Gunakan air rebusan herba segar untuk mencuci kudis, koreng, atau berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Cara lain, giling herba segar sampai halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit pada penyakit-penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Radang gusi (gingivitis)
Cuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang. Selanjutnya, buang ampasnya Lakukan 3-4 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.

Sakit kuning (jaundice)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing ½ gelas.

Belimbing Wuluh | Averrhoa bilimbi

belimbing-wuluh

belimbing-wuluh

BELIMBING wuluh memiliki nama latin, yaitu Averrhoa bilimbi L. Tanaman ini juga memiliki beberapa nama lokal diantaranya limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo), Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores), Libi (Sawu), belerang (Sangi). Belimbing wuluh memiliki tinggi pohon 5- 10 m, batangnya tegak, bercabang-cabang, permukaan kasar, banyak tonjolan, berwarna hijau kotor, daunnya majemuk, menyirip, anak daun 25-45 helai, bulat telur, ujung meruncing, pangkal membulat, panjang 7-10 cm, lebar l-3 cm, bertangkai pendek, pertualangan menyirip, hijau muda, hijau. Bunganya majemuk, bentuk malai, pada tonjolan batangdancabang, menggantung, panjang 5-20 cm, kelopak ± 6 cm, merah, daun mahkota bergandengan, bentuk lanset, ungu. Buahnya Buni, bulat, panjang 406 cm, hijau kekuningan. Bijinya segitiga, ketika muda berwarna hijau, tetapi setelah tua kuningan kehijauan. Akarnya tunggang, berwarna cokelat kehitaman.

Ekstrak buah belimbing wuluh. mengandung flavonoida dan triterpene saponin. Daun, buah, dan batangnya mengandung saponin, tannin, flavonoid, sedangkan batangnya mengandung alkalosida dan polifenol. Susunan kimia yang terkandung dalam belimbing wuluh yaitu asam amino, asam sitrat, senyawa glukosida, fenolat, ion kalium, gula, serta vitamin dan mineral, juga terdiri dari serat, abu, dan air.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan tanaman buah asli Indonesia yang mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tanaman ini dapat tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia. Belimbing wuluh dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, ranting muda, bunga dan buah

KHASIAT BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untui obat antihipertensi. Taman in ini juga memiliki potensi dapat menurunkan glukosa darah. Secara farmakologi telah  terbukti bahwa rebusan daun belimbing wuluh dengan pemberian secara oral pada dosis 500 mg/kg tidak memberikan efek hipotermia tetapi memberikan efek antiptik dan in dapat mengurangi efek inflamasi.

Ekstrak khloroform belimbing wuluh sangat efektif membunuh pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus, bacillus cereus dan corney bacterium diphteria karena mengandung senyawa flavonoid tipe luteoin dan apigenin.

Selain itu daun belimbing wuluh secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut, encok, demam gondok, buahnya untuk gejala darah tinggi, sariawan obat batuk, mengobati sakit perut, gondongan (parotitis), gusi berdarah, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, kelumpuhan, memperbaiki sistem pencernaan, dan radang rektum.

RESEP
Pegel linu
Sebanyak 1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkih, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Gondongan
Sebanyak 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih, lalu ditumbuk halus. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Batuk pada anak
Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.

Batuk
Sebanyak 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Batuk rejan
Sebanyak 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum, lakukan 2 kali sehari. Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

Rematik
Sebanyak 100 g daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkih dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ke bagian yang sakit.

Sebanyak 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkih, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sariawan
Segenggam bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai uncuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
Sebanyak ⅔ genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum,
sehari 3 kali ¾ gelas.

Tiga buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, ¾ sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

Jerawat
Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

Sebanyak 6 buah belimbing wuluh dan ½ sendok teh bubuk belerang, digiling halus, lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Panu
Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Darah tinggi
Tiga buah belimbing wuluh dicuci, lalu dipotong potong

Cincau Hijau | Cyclea barbata

cincau-hijau

cincau-hijau

TANAMAN cincau hijau memiliki nama ilmiah Cyclea barbata Miers dan termasuk ke dalam famili Menispermaceae. Nama lain cincau hijau antara lain adalah camcauh (Sunda), kepleng, juju (Jawa)’ Daluman (Bali) tarawulu. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga 800 m dpl dan dapat dipanen setiap waktu sepanjang tahun. Batang cincau hijau berkayu, bulat, kulitnya hijau, bentuknva memanjang, berukuran kecil dcngan diameter 1 cm, berbulu halus keputih-putihan. Tanaman tumbuh merayap ke atas dan membelit ke kiri. Bunga tanaman cincau hijau biasanya terdapat di ketiak daun atau kadang-kadang dari batangnya. Bentuk bunga kecil dan berkelompok. Buah tanaman ini berukuran kecil, berbentuk bulat dan agak berbulu. Setiap buah mengandung 1-2 biji yang keras.

Daun cincau berbentuk perisai, bagian tengahnya melebar berbentuk bulat telur, bagian pangkalnya berlekuk dan bagian ujungnya meruncing sehingga keseluruhan bentuknya menyerupai jantung. Permukaan bawah daun berbulu halus dan permukaan atasnya berbulu kasar dan jarang. Panjang daun bervariasi antara 60-150 mm dan memiliki tulang daun menjaring. Daun cincau hijau banyak mengandung karbohidrat yang memiliki sifat menyerap air, sehingga ekstrak daun tersebut dapat membentuk gelatin. Selain itu, daun cincau hijau mengandung polifenol, saponin, flavonoida, kardioplegikum, tentradine, isotentradine, dimetil tentradine dan lemak. Unsur-unsur gizi juga dapat ditemukan, seperti kalsium, fosfor, vitamin A, dan vitamin B. Batang cincau hijau mengandung alkaloid quenine, dan akarnya mengandung bisbenzylisoquinoline.

CARA MENDAPATKAN CINCAU HIJAU
Untuk pengembangbiakannya karena jarang berbuah, tumbuhan ini biasanya diperbanyak dengan akarnya.

KHASIAT CINCAU HIJAU
Daun cincau hijau yang telah diolah menjadi gel dapat digunakan sebagai makanan diet rendah kalori. Selain itu dapat juga digunakan untuk pengobatan radang lambung, disentri, keracunan udang dan tekanan darah tinggi. Akarnya dapat digunakan untuk mengobati demam dan sakit perut, selain itu juga dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah kanker. Batang cincau daun yang mengandung quenine dapat menurunkan demam dan menghambat perkembangan Plasmodium falcifarum sebagai penyebab penyakit malaria.

RESEP
Demam: Rimpangnya diiris-iris halus kemudian direbus dengan air, perasannya diminum.

Sakit perut, tekanan darah tinggi, keracunan makan udang: Daun diremas-remas dengan air sampai air menjadi hijau, biarkan menjadi seperti agar-agar dan diminum bersama gula jawa.