sakit gigi

Jamu Kesehatan Gigi dan Sakit Tenggorokan

Bahan:
3 lembar daun sirih
5 biji cengkih kering

Cara membuat:

  • Cuci bersih bahan.
  • Potong kasar daun sirih.
  • Masukkan daun sirih dan cengkih ke dalam gelas.
  • Rendam dengan air panas selama 15 menit dan saring.
  • Pakai airnya untuk berkumur.
  • Untuk sakit tenggorokan, berkumur sampai daerah tenggorokan sembuh.
  • Lakukan setiap hari.

Ajeran | Bidens pilosa

ajeran

ajeran

NAMA DAERAH:
Hereuga. jaringan, ketul, ketul kebo. ketul sapi, ketulan. lancituwa.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Akar. daun, seluruh tanaman

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Rasa pahit. agak dingin. penurun panas (antipiretik). antiradang (anti-inflamasi). menghentikan pcrdarahan. melancarkan peredaran darah, astringen.

URAIAN TANAMAN:

Tumbuhan liar, kadang-kadang di kebun sebagai tanaman hias. Tinggi 50-150 cm. tumbuh di pinggir jalan dan tanah kosong yang tidak terpelihara, ditempat panas atau agak teduh dan lembap. Batang 4 persegi. warna hijau, dan ujung batang kadang-kadang berbulu kasar. Daun bertiga atau terbagi tiga bentuk bulat telur, pinggir bergerigi, warna hijau mempunyai tangkai daun. Pada pangkal tangkai daun tcrdapat daun kecil-kecil. Bunga bcrtangkai, mahkota bunga berwarna putih. dengan putik bulat bcrwarna kuning.

KANDUNGAN KIMIA:
Phytosterin B

KEGUNAAN:
1. Influenza, demam. sakit tenggorok (penyebab virus).
2. Radang usus buntu (Acute appendixitis).
3. Acute infectious hepatitis.
4. Gastroenteritis (berak-berak/mencret).
5. Rheumatik sendi.
6. Radang selaput otak 7. Wasir (haemorrhoids), gatal-gatal (pruritus).
8. Sakit gigi.

PEMAKAIAN:
15 – 120 gr. direbus.

PEMAKAIAN LUAR:
Radang kulit bernanah (Pyodermi), gigitan ular, memar terpukul. wasir. gatal-gatal, lumatkan bahan segar untuk dipakai ditempat yang sakit, atau rebus dengan air untuk cuci. Untuk koreng, daun dilayukan diatas api, ditempelkan pada tempat kelainan.

CARA PEMAKAIAN:
Appendixitis : * Bidens pilosa 60-120 gr., Allium sativum (bawang putih) 30-60 gr, direbus, dibagi dalam 4 dosis.
Encephalitis epidemica: Bidens pilosa 15-30 gr.
* Murraya paniculata (kemuning) 30-90 gr, rebus dengan 4 gelas air menjadi 1½ gelas, untuk 2 kali minum. Untuk yang berat, untuk 1 kali minum, sehari 2 kali.
Sakit gigi: Daun dikunyah

OBAT PATEN:
Ganmaoching.

Mondokaki | Ervatamia divaricata

mondokaki

mondokaki

NAMA DAERAH:
Jawa: mondokaki, bunga wari Nusatenggara: bunga nyingin Mr ku: kembang mantega, kembang susu, bunga manila, bunga susong

NAMA ASING:
Wax flower plant, east mdian rose-bay, nero’s crown, ceylon jasmine, rosa de nielo.

NAMA SIMPLISIA:
Tabernaemontanae radix (akar mondokaki).
Tabernaemontanae cortex (kulit mondokaki).

URAIAN TANAMAN:
Mondokaki biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan dan di taman-taman. Asalnya dari India, tersebar di kawasan Asia Tenggara serta kawasan tropik lainnya, dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 400 m dpi.
Perdu tegak yang banyak bercabang, tinggi 0,5-3 m, batang bulat berkayu, mengandung getah seperti susu. Daun tunggal, tebal seperti kulit, letak berhadapan, bertangkai pendek. Helaian daun bentuknya bulat telur memanjang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan atas licin mengkilap, tulang daun menyirip, panjang 6-15 cm, lebar 2-4 cm, warnanya hijau. Tangkai bunga keluar dari ketiak daun, 1 atau sepasang, pendek dengan beberapa bunga. Bunga biasanya double, warnanya putih dengan bagian tengah berwarna kuning, diameter 5 cm, wangi. Buahnya buah kotak, bulat panjang, berbulu. Biji berdaging, berselaput, warnanya merah. Tanaman ini mempunyai akar tunggang, bentuknya silindrik, diameter 1-5 cm, warnanya kuning, permukaan luar bergabus tipis dan tidak mudah terkelupas.
Perbanyakan dengan stek atau cangkok.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Asam, sejuk. Membersihkan panas dan racun (toksin), menghilangkan sakit (analgetik), menurunkan tekanan darah, peluruh dahak, obat cacing (anthelmintic).

KANDUNGAN KIMIA:
Kulit batang dan akar: Tabernaemontanin, koronarin, koronandin, dregamin, vobasin, korin, kortin, lupeol, tanin.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Akar, daun, bunga dan kulit batang.

KEGUNAAN:
Daun:
Bisul.
Batuk berdahak.
Radang kelenjar payudara.
Digigit anjing gila.
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Terkilir.

Getah daun:
Radang mata, kekeruhan kornea
Mencegah timbulnya radang pada luka

Akar:
Tenggorok bengkak dan sakit, batuk.
Tulang patah (fraktur), sakit gigi.
Cacing keremi.
Diare.
Gigitan binatang berbisa seperti kalajengking.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 15-25 g, direbus
Pemakaian luar: Daun secukupnya dilumatkan, dipakai untuk menurap radang kulit, radang payudara, luka, dan bisul.

CARA PEMAKAIAN:
Diare:
10-15 g akar dicuci lalu dipotong tipis-tipis, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sedikit-sedikit.
Sakit gigi:
Akar secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah dengan gigi yang sakit.
Sakit mata. radang kulit dan luka:
Daun secukupnya dicuci bersih, bilas dengan air matang lalu ditumbuk halus. Air perasannya dapat menyejukkan bila diteteskan pada mata yang sakit atau dioleskan pada radang kulit dan luka.
Cacing keremi:
4 jari akar mondokaki dicuci dan dipotong-potong seperlunya. rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, habis dalam sehari.
Trachoma (radang mata kronis): ¾
 jari akar mondokaki, ⅓ genggam daun saga, daun sena dan daun tempuh wiyang masing-masing ¼ genggam, ½ jari kayu secang, ¾ jari kulit mesoyi, ¾ jari kulit kayu seriawan, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, airnya untuk merambang mata yang sakit. Lakukan 3 kali sehari.
Batuk:
15 lembar daun dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas Setelah dingin disaring, tambahkan air gula seperlunya. Bagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari.
Radang payudara:
20 lembar daun dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan 2 sendok makan air garam. Ramuan ini dipakai untuk menurap payudara yang sakit, lalu dibebat. Lakukan 2 kali sehari.
Radang kulit bernanah:
Bunga segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, aduk sampai merata. Ramuan ini dipakai untuk menurap kulit yang meradang

Sidaguri | Sida rhombifolia

sidaguri

sidaguri

SIDAGURI atau Sida rhombifolia (L.) termasuk tanaman semak dengan tinggi mencapa 2 m. Batangnya berkayu, berbentuk bulat, percabangan simpodial, dan berwama putil kehijauan. Daunnya tunggal, berseling, bentuk jantung, ujung bertoreh, pangkal tumpul tepi bergerigi, berbulu rapat, pertulangan menjari, dan berwarna hijau. Bunganya tunggal berbentuk bulat telur, terdapat di ketiak daun, berwarna hijau, mahkota bunga berwarna kuning, benang sari banyak dengan tangkai bersatu, dan kelopak berwarna hijau rnuda. Buah yang masih muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam. Bijinya bulat, kecil, dan berwarna hitam. Akarnya tunggang, dan berwarna putih. Kandungan kimiawi di tumbuhan Sidaguri, yaitu alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, minvak terbang, dan zat philegmatic. Daun mengandung alkoloid, calsium oksalat, tanin, saponin, phenol, asam amino, minyak terbang. Batangnya mengandung tanin dan kalsium oksalat. Akarnya mengandung kaloid, steroid dan efedrine.

CARA MENDAPATKAN SIDAGURI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta menyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-1.000 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT SIDAGURI
Bagi masyarakat,Sidaguri jarangdigunakan karena masih merupakan tanaman liar. Tetapi berdasarkan pengetahuan turun temurun, Sidaguri digunakan untuk mengobati radang. Selain itu, herba sidaguri mempunyai aktivitas antioksidan dan dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, sebagai antimikrob, dan dapat memperbaiki kekurangan kalsium dalam tubuh. Selain itu, sidaguri juga berkhasiat sebagai antiinflamasi, antigout, obat mencret, disentri, sakit kuning, dan sakit gigi.

RESEP
Untuk menyembuhkan beberapa penyakit: radang, asam urat, sakit pinggang, obat mencret, disentri, sakit kuning dan sakit gigi.
Cara penggunaan: Ambil daun Sidaguri, dihaluskan kemudian oleskan pada bagia tubuh yang sedang radang, atau dapat direbus dan aimya diminum untuk mengobati radang, dan menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Sereh Dapur | Cymbopogon citrates

sereh-dapur

sereh-dapur

SEREH DAPUR (Cymbopogon citrates) merupakan tumbuhan yang masuk ke dalam famili rumput-rumputan atau Poaceae. Tanaman ini memiliki beberapa nama serai dapur (Indonesia), sereh (Sunda), bubu (Halmahera), serai, serai dan serai dapur (Malaysia), tanglad dan salai (Filipina), balioko (Bisaya), slek krey sabou (Kamboja), si khai/ shing khai (Laos), sabalin (Myanmar), cha khrai (Thailand). Penyebaran tanaman ini meliputi daerah Malesiana (Asia Tenggara hingga Papua). Tanaman ini dikenal dengan istilah Lemongrass karena memiliki bau yang kuat seperti lemon, sering ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis. Cymbopogon citratus tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50 – 2.700 m dpl. Tanam pada berbagai kondisi tanah di daerah tropika yang lembab, cukup sinar matahari dan dengan curah hujan yang relatif tinggi.

Kandungan utama dari sereh dapur adalah sitral, komposisi lengkap yang terdapat di dalam minyak atsiri dari tanamn ini antara lain sitronelal 32-45%, geraniol 12-18%, sitronelol 11-15%, geranil asetat 3-8%, sitronelil asetat 2-4%, sitral, kavikol, augenol, elemol, kadonon, kadinen, vanilin, limonen, kamfen. Minyak serai memiliki aroma khar lemon, karena roma tersebut adalah sebuah senyawa bergugus fungsi aldehid, yakni sitral sebagai senyawa utama minyak. Kandungan minyak paling tinggi dihasilkan pada daun dari tanaman yang masih muda. Rata-rata tanaman yang dihasilkan berkisar antara 30-50 ton/ha/thn dengan nilai rendemen sebesar 0,25-0,5%.

CARA MENDAPATKAN SEREH DAPUR
Perkembangbiakan Cymbopogon citratus dilakukan dengan sistem bonggol akar pada batang semu (stool). Batang semu yang telah dewasa (minimal terdiri 10 pelepah daun) digunakan sebagai bibit.

KHASIAT SEREH DAPUR
Sereh dapat digunakan untuk menghambat atau membunuh bakteri-bakteri patogen yang ada di dalam mulut khususnya bakteri pembentuk plak pada gigi, yaitu bakteri Jtreptococcus mulans. Minyak atsiri sereh bersifat sebagai anti jamur dan anti bakteri sehingga dapat digunakan juga sebagai obat kumur. Tanaman ini juga berpotensi sebagai zat antioksidan, analgesik (penahan sakit), dan aflatoksigenik (racun yang berpotensi sebagai anti kanker hati). Selain itu tanaman ini dapat mengobati gangguan pencernaan, radang, diabetes, gangguan saraf, demam, mencegah kanker, menurunkan tekanan darah, sakit gigi, gusi bengkak, digunakan sebagai detoksifikasi dan merawat kulit agar tetap indah.

RESEP
1. Mencegah kanker
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa setiap 100 g sereh mengandung antioksidan yang dapat mencegah kanker. Pada tahun 2006, sebuah tim peneliti dari University Gurion di Israel menemukan senyawa dalam tubuh sereh yang bisa mematikan sel kanker tanpa merusak sel sehat.

2. Obat gangguan pencernaan
Teh yang mengandung sereh membantu mengatasi gangguan pencernaan, sakit perut, masuk angin, kram usus dan diare. Sereh juga membantu mengurangi gas dari usus sekaligus mencegah pembentukan gas lebih lanjut.

3. Detoksifikasi
Serai juga memiliki sifat detoksifikasi tubuh dengan meningkatkan jumlah dan frekuensi buang air kecil. Hal ini bisa membuat organ pencernaan, hati, pankreas, ginjal, dan kandung kemih bersih dan sehat karena zat beracun dan asam urat sudah disingkirkan.

Aren | Arenga pinnata

aren

aren

Kandungan:
a. kalori
b. serat
c. vitamin B1
d. vitamin B2
e. vitamin B3
f. vitamin B12
g. vitamin C
h. berbagai jenis asam amino penting

Manfaat
a. Nira aren dapat digunakan untuk mengatasi haid tidak teratur, menyembuhkan sembelit, sariawan, radang paru-paru, disentri, kepala pusing, dan mengatasi keletihan.
b. Gula aren bermanfaat untuk menghambat penyerapan kolesterol oleh tubuh karena memiliki kandungan kalori dan serat yang cukup tinggi.
c. Akar muda aren digunakan untuk obat kencing batu ginjal dan akar tuanya digunakan untuk obat sakit gigi.
d. Tangkai daun atau pelepah aren digunakan untuk menghaluskan kulit, menghilangkan jerawat, mengobati penyakit cacar, dan luka bakar. Kadang-kadang digunakan untuk bedak agar muka bersih bebas flek hitam.
e. Meningkatkan usia harapan hidup.

Malaka | Phyllanthus emblica

malaka

malaka

Pohon Malaka ini adalah pohon kecil, tumbuhnya lambat, tinggi mencapai 7 m, kadang-kadang bisa sampai 19 m. Tumbuh liar di hutan, padang rumput, belukar, pedesaan, dan tempat-tempat lain yang berhawa panas, pada ketinggian 20-1.200 di atas permukaan laut.

Daun tersusun menyirip, kecil-kecil berbentuk bulat panjang, panjang sekitar 1 cm, letak berseling.

Bunga kecil, berwarna kuning, berkelamin tunggal di satu pohon.

Buah berdaging, bulat sebesar kelereng, diameter sekitar 1,5 cm, warnanya kuning hijau, setelah matang warnanya merah kuning.

Buah dapat dimakan mentah atau dibuat manisan. Daun dan kulit pohon mengandung zat samak untuk menyamak kulit, di sampai dapat memberi warna biru pada kain dan anyaman bambu.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Buah: Pahit, manis, sedikit astringent, sejuk. Penurun panas (antipiretik), antiradang, menyejukkan tenggorokan, memelihara paru, obat batu. Herba ini masuk meridian limpa dan lambung.
Daun: pedas, netral, diuretik
Akar: tawar, netral, astringent, hypotensif, membersihkan panas dan racun.

Kandungan kimia:
Buah: vitamin C, tanin, glucogallin, gallic acid, ellagic acid, corilagin, terchebin, chebulagic acid. chebulinic acid, 3,6-digalloylglucose, mucic acid, phyllemblic acid, emblicol

Biji: linolenic, linoleic acid, oleic acid, stearic acid

Daun: Amlaic acid, lupeol, beta-sitosterol, ellagic acid, gallic acid, 3,-digalloyl-glucose, corilagin, chebulagic acid, chebulinic acid, glucogallin

Akar: lupeol, ellagic acid, beta-sitosterol

Bagian yang dipakai
Buah, akar, kulit pohon, daun, pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

Kegunaan:
Buah

Demam, flu, batuk
sakit tenggorok, sakit gigi
sariawan, gusi berdarah dan bernanah
kencing manis
kekurangan vitamin C
menghilangkan dahak dan haus
diphteria

Akar
hipertensi, radang saluran napas
sakit ulu hati, diare
sifilis, chancre, digigit lipan
TBC

Daun:
bengkak (edema) eksem, bisul
digigit lipan, ular berbisa
fistula ani

Tarragon | Artemisia dracunculus

tarragon

tarragon

Kandungan
a. zat antinyeri
b. minyak tarragon

Manfaat
a. mengatasi sakit gigi
b. menyembuhkan nyeri
c. menambah semangat

Jintan Hitam | Nigella sativa

jintan-hitam

jintan-hitam

Kandungan
a. minyak eter
b. asam lemak tak jenuh
c. minyak alami jintan hitam
d. vitamin E
e. betakaroten
f. zat antioksidan

Manfaat
a. mengobati perih dan radang tenggorokan
b. mengobati rematik
c. mengobati sakit gigi dan migrain
d. memperlancar haid
e. mengatasi bau mulut
f. menurunkan demam
g. mengobati flu dan membantu mengatasi penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti tifus, demam berdarah, hepatitis, HIV atau AIDS, dan flu burung
h. mengobati jerawat dan eksem
i. mencegah batu ginjal
j. meningkatkan daya tahan tubuh
k. mengatasi mabuk perjalanan, diare, kejang, dan masalah empedu
l. membersihkan saluran pencernaan
m. mengobati sesak napas
n. mencegah penyakit jantung
o. membasmi penyakit jantung
p. sebagai antibakteri alami
q. mencegah pembentuk sel tumor dan kanker

Sukun | Artocarpus comunis

sukun

sukun

SUKUN dengan nama latih Artocarpus comunis merupakan tumbuhan besar berupa pohon yang ketinggiannya dapat mencapai 30 m. Dilaporkan terdapat dua jenis sukun yaitu sukun yang berbiji dan tanpa biji. Buah sukun berwarna hijau, bersudut, bergores dengan ukuran sebesar kepala anak kecil. Batang sukun besar dan lurus dengan tajuk renggang, bercabang mendatar. Daunnya besar (20-40 x 20-60 cm),tersusun berselang-seling, berbagi menyirip dalam, liat agak keras seperti kulit, hijau tua mengkilap pada bagian sisi atas serta kusam, kasar dan berbulu halus pada bagian bawah. Seluruh bagian tanaman sukun mengeluarkan getah putih bila dilukai. Bunga muncul di ketiak daun dekat ujung ranting. Bunga jantan dalam bulir berbentuk panjang yang menggantung berwarna hijau muda dan menguning bila masak, serbuk sari berwarna kuning dan mudah diterbangkan angin. Bunga majemuk betina berbentuk bulat atau agak silindris berwarna hijau.

CARA MENDAPAT SUKUN
Sukun dengan biji dapat diperbanyak dengan menggunakan bijinya dan setelah 6 tahun akan berbuah. Sukun tanpa biji diperbanyak tidak dari bijinya melainkan secara tanpa kawin misalnya dengan cara mengiris akarnya hingga muncul tunas baru, lalu tunas yang telah tumbuh dapat dipindahkan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit, daun, bunga

KHASIAT SUKUN
Kulit sukun tanpa biji digunakan sebagai bahan minuman untuk wanita nifas untuk mencairkan darah. Daun sukun digunakan untuk mengobati penyakit kulit, sakit pembesaran limfa, dan sakit kuning. Selain itu daun sukun dilaporkan memiliki efek anti-inflamasi (senyawa yang dilaporkan memiliki efek ini ialah arcommunol E, 5′-geranyl-3,4,2′,4′-tetrahydroxychalcone, dan S’-geranyl-3,4,2’,4’-tetrahydroxydihydrochalcone), menghambat iradiasi UV. Sedangkan bunganya digunakan untuk mengobati sakit gigi.

RESEP
Abu daun sukun yang dibakar dicampur dengan sedikit minyak kelapa dan kunyit untuk mengobati penyakit kulit yaitu dengan cara menempelkan pada bagian yang sakit.

Daun tua sukun dipanggang di atas api kemudian diremas dengan air untuk mengobati sakit pembesaran limfa.

Bunga sukun dibakar sampai menjadi arang lalu dioleskan pada gigi yang sakit.

Lima lembar daun sukun yang sudah tua dan segar dicuci lalu direbus dengan 3 gelas ari sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan berwarna merah tua. Setelah dingin air rebusan ini diminum 1 gelas sebanyak dua kali sehari untuk mengobati sakit kuning.

Buah yang masih muda dimasak sebagai sayur atau irisannya dapat digoreng atau dipanggang di atas api.

Biji sukun juga dimakan setelah dibenamkan dalam abu panas atau direbus.