obat sakit telinga

Pohon Sigsag | Euphorbia tithymaloides

pohon-sigsag

pohon-sigsag

POHON SIGSAG merupakan tanaman dari famili Euphorbiaceae yang memiliki nama latin Euphorbia tithymaloides. Tanaman ini memiliki nama lain penawar lilin. Sigsag pada umumnya dipelihara di taman atau dijadikan sebagai tanaman pagar. Tempat teduh yang tidak terkena matahari secara langsung adalah lingkungan yang paling sesuai untuk menanam tanaman ini. Selain itu sigsag dapat tumbuh baik di tanah yang berlapis pasir dan memiliki pengairan yang cukup.

Karakteristik tanaman sigsag adalah dapat tumbuh tegak dengan tinggi 60-100 cm. Bagian batang berpenampang bulat dengan daging kayu berwarna hijau tua. Batang ini memiliki diameter 6-12 mm. Cabang muda yang menepel pada batang, akan berbelok secara sig-sag. Karakteristik daun pohon sigsag adalah bertipe tunggal dengan bentuk bulat telur. Daun ini tumbuh berseling pada cabang yang ada. Setiap helai daun memiliki panjang 3,5-7 cm, dan lebar 2,5-5cm. Permukaan daun licin seperti dilapisi oleh lilin. Selain itu tepi daun bergelombang. Kandungan yang ada dalam pohon sigsag adalah epifriedelanol acetate dan betasitosterol.

KHASIAT POHON SIGSAG
Kandungan yang ada dalam pohon sigsag dapat digunakan untuk menghilangkan bengkak, menghentikan pendarahan, menyembuhkan luka borok, abses, dan gigitan lipan. Selain itu pohon sigsag juga dapat mengobati mata merah bengkak dan sakit telinga. Beberapa literatur juga menyebutkan bahwa pohon sigsag memiliki efek sebagai antiinflamasi.

RESEP
Untuk mengobati luka, bengkak, pendarahan dan kelainan pada kulit lainnya, serta mengobati sakit telinga, daun sigsag yang masih segar dilayukan, kemudian diaplikasikan secara lokal di daerah yang sakit sebagai obat luar.

Bidani | Quisqualis indica

bidani

bidani

NAMA LATIN bidani ialah Quisqualis indica L. Tanaman tersebut dikenal dengan nama daerah yaitu Dani, Udani, Wudani, Kacekluk, Bidani, Cekluk, Wedani, Saradengan, Tikao dan Ceguk. Nama simplisia tanaman tersebut ialah Quisqualidis indicae semen. Efek farmakologis tumbuhan ini bersifat manis, hangat, beracun(toksik), masuk meridian limpa dan lambung, sebagai obat cacing, membantu pencernaan dan memperkuat limpa. Deskripsi tanaman ini termasuk perdu merambat, panjang – batang sampai 5 m. Batang berkayu, bercabang-cabang, cabang muda berwarna hijau, berduri. Daun tunggal, bulat telur. Perbungaan bentuk bulir, terdapat di ketiak daun dan di ujung cabang. Kelopak berwarna hijau kekuningan. Putik berwarna putih sampai merah tua. Buah tergolong buah batu, biji kecil, pipih berwarna hitam. Akar tunggang. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah dalam semak belukar dan sebagai tanaman pagar. Bagian yang digunakan adalah biji, buah masak kering, akar dan daun. Kandungan kimianya antara lain Trigonelina, Minyak lemak, Com dan Resin Buah matang: Potassium quisqualata, lemak jenuh, trigonelline dan puridine. Kulit buah dan  daun: Potassium quisqualata. Bunga: Cyanidinemonoglycoside. Daun dan tangkai: Tanin, saponin, sulfur, calsium oksalat, lemak, peroksidase, protein.

CARA MENDAPATKAN BIDANI
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Tanaman ini dapat tumbuh dari 250-1.200 m dpl. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Biji, daun, akar, daun

KHASIAT BIDANI
Antelmintik (obat yang digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh), tonik, mengobati cacingan, sakit kepala, sakit telinga,
gangguan pencernaan, dan berat badan kurang.

RESEP
Axyuriasis (cacing kremi). Biji digongseng sampai matang, dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji/hari, dewasa 15-30 biji/hari, untuk 3 kali makan selama 15 hari.

Ascariasis (cacing gelang). Untuk anak-anak gerus 3-5 biji, makan. Akar 2 jari direbus dengan cangkir air, tambahkan scdikit gula jawa, sampai tersisa satu cangkir. Minum pagi hari sebelum makan.

Ankylostomiasis (cacing tambang). Biji ceguk dicuci bersih, lalu digiling halus. Seduh dengan air panas ½ cangkir dan 1 sendok makan madu, hangat-hangat diminum malam hari sebelum tidur.

Sakit kepala. Daun dilumatkan, dan dipakai sebagai tapal pada pelipis.

Sakit telinga. Daun bersih ditumbuk dan diperas, air perasannya untuk tetes telinga.

Penyakit jamur di kulit. Buah digiling halus, tambahkan minyak kelapa, balurkan di tempat sakit.

Untuk penyakit-penyakit: Berat badan kurang dan gangguan pencernaan pada anak. Becek pada wanita. Perut kembung pada disentri. Radang ginjal. Gunakan 30-60 g daun, direbus, saring, minum

Obat cacing: Biji ceguk 5 butir; air 1 cangkir, Biji ceguk ditumbuk; kemudian direbus hingga ½ cangkir. Diminum 2 kali sehari.