obat sakit kepala

Kasingsat | Cassia occidentalis

kasingsat

kasingsat

Kandungan
a. dimericanthrone glikosida
b. 1,8-dihedroxy-anthraquinone
c.alpha-hydroxy-anthraquinone
d. emodin
e. quercetin
f. heterodianthrone
g. chrysophanol

Manfaat
a. menyembuhkan sakit kepala yang berulang
b. mengatasi keputihan
c. menyembuhkan gigitan binatang berbisa
d. menyembuhkan sesak napas
e. mengatasi sembelit

Lenglengan | Leucas lavandulifolia

lenglengan

lenglengan

LENGLENGAN memiliki nama latin Leucas lavandulifolia Smith atau sinonimnya Leucas -linifolia, Spreng. Di beberapa tempat di Indonesia dikenal dengan nama paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura), daun setan, lingko-lingkongan, nienglengan, plengan (Jawa), gofu hairan (Ternate), dan laranga (Tidore). Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran cndah sampai ketinggian kurang dari 1.500 m dpi. Terna semusim, tegak, tinggi 20-60 cm. Batang berkayu, berbuku-buku, bentuknya segi empat, bercabang, berambut halus, warnanya hijau. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai. Helaian daun bcntuknya lanset, ujung dan pangkainya runcing, tepi bergerigi, panjang 1,5-10 cm, lebar 2-10 mm, warnanya hijau muda. Bunga kecil-kecil, warnanya putih berbcntuk lidah, tumbuh tersusun dalam karangan semu yang padat. Buahnya buah batu, warnanya cokelat. Biji bulat, kecil, warnanya hitam. Lenglengan tumbuh liar di tanah kering sepanjang tepi jalan atau tanah telantar.

Senyawa kimia yang terkandung di dalam lenglengan di antaranya adalah citral, citronelal linalool, linail asetat, borneol, dan p-sitosterol. Senyawa (β-sitosterol bermanfaat membantu menjaga kesehatan prostat dan kandung kemih.

CARA MENDAPATKAN LENGLENGAN
Perbanyakan tanaman ini dengan biji. Perawatannya dengan cara penyiraman yang cukup, pemupukan terutama pupukdasar, dan pengendalian gulma. Tanaman ini dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian kurang dari 1.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, batang, akar

KHASIAT LENGLENGAN
Lenglengan diketahui dapat mengobati insomnia, sakit kepala, influenza, batuk, batuk rejan, difteri, jantung berdebar, melancarkan datang bulan, gangguan pencernaan, cacingan, diabetes, kejang, ayan (epilepsi). Berdasarkan penelitian diketahui lenglengan berpotensi sebagai antioksidan, melindungi lambung, dan memiliki aktivitas hipoglikemia (menurunkan kadar gula darah) sehingga dapat dimanfaatkan pada pengobatan diabetes.

RESEP
Sukar tidur
15 g daun segar dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore.

Sukar tidur, rasa gelisah
Bantal kepala untuk tidur diisi dengan daun yang telah dikeringkan.

Epilepsi
¾ genggam daun segar dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula secukupnya. Sehari 3 x ½ gelas.

Kejang panas pada anak
1 genggam daun segar dicuci lalu digiling halus, tambahkan air garam secukupnya. Aduk sampai menjadi adonan seperti bubur, lalu digunakan untuk menggosok dan melamur badan anak yang sedang kejang.

Sakit kepala
1 genggam daun segar dicuci lalu digiling halus, tambahkan 1 cangkir air bersih. Dipakai untuk mengompres kepala dengan handuk kecil yang dibasahi dengan ramuan tadi, lakukan 3 kali sehari.

Batuk rejan
1 batang tana man berikut akamya dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari 3x½ gelas.

Difteri
½ genggam daun berikut bunga lenglengan, ⅓ genggam daun jinten, 1 jari asam trengguli, 1 sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, dipakai untuk berkumur dalam mulut dan tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang.

Cacing kremi
3/5 genggam daun segar dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x ¾ gelas.

Jantung berdebar
3 genggam daun dicuci lalu direbus dengan 15 liter air bersih sampai mendidih selama 15 menit, Hangat-hangat dipakai untuk mandi berendam. Lakukan 2 kali sehari.

Luka, koreng, kudis
1 batang tanaman segar dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Dipakai untuk mencuci luka, koreng atau kudis.

Sosor Bebek | Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.

sosor-bebek

sosor-bebek

TANAMAN Sosor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.) memiliki sinonim nama Latin Bryophyllum pinnatum (L.f.) Oken. = B. genninans Blanco. = B.pinna turn. (Lamk.). Kurz. – Cotyledon paniculata Blanco. = C. pinnata Lamk. = C. rhizophylla Roxb. Tanaman ini termasuk dalam famili Crassnlaceae. Nama lokal tanaman Sosor Bebek yiatu Buntiris, Jampe, Jukut Kawasa, Tere, Ceker Itik (Sunda); Suru Bebek, Sosor Bebek, Teres, Tuju Dengen (Jawa); Didingin Beueu (Aceh), Mamala (Halmahera), Rau Kufiri (Ternate); Kabi-Kabi (Tidore), Dau Ancar Bebek, Daun Ghemet (Madura); Lou di sheng gen (China).

Sosor Bebek merupakan terna tahunan yang berasal dari Madagaskar, tersebar di daerah tropik. Tinggi tanaman dapat mencapai ± 1 m. Tanaman ini memiliki berbatang basah, daun tebal dengan pinggir daun beringgit, banyak mengandung air, bentuk daunnya lonjong atau bundar panjang, panjang 5-20 cm, lebar 2,5-15 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membundar, permukaan daun gundul, warna hijau sampai hijau .;eabu-abuan. Tanaman ini dapat dikembangbiakkan melalui daun. Tanaman memiliki sifat kimia agak asam, bau lemah dan dingin, memiliki kandungan senyawa kimia alkana, sterol, triterpen, alkanol, zat asam lemon, zat asam a pel, vitamin C, quercetin-3- diarabinoside, kaempferol-3-glucoside, flavonoid, bufadienolides, terpenoid, polifenol.

CARA MENDAPATKAN SOSOR BEBEK
Tanaman Sosor Bebek banyak terdapat di pekarangan rumah sebagai tanaman hias peliharaan atau tumbuh liar di tepi jurang, pinggir jalan dan tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu, daerah panas dan kering. Perbanyakan tanaman ini pada umumnya dilakukan dengan stek daun. Daun distek kemudian ditanam pada media tanah, dalam beberapa hari akan tumbuh tunas baru. Perawatan tanaman ini cukup mudah, hanya dengan penyiraman yang teratur serta dapat juga diberi pupuk kandang atau urea. Tanaman ini perlu air yang cukup tetapi tidak boleh terlalu berlebih karena akan menyebabkan kebusukan tanaman. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sampai ± 1.000 m dpl dan cukup sinar matahari.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT SOSOR BEBEK
Tanaman Sosor Bebek memiliki khasiat sebagai antiradang, menghentikan pendarahan, mengurangi pembengkakan, mempercepat penyembuhan. Secara tradisional biasanya digunakan untuk mengobati penyakit sakit panas, sakit kepala, batuk, melancarkan air seni, bisul, koreng, pembengkakan payudara (mastitis), memar, tulang patah, rheumatik, wasir, datang haid tidak teratur, diare, bengkak-bengkak, peluruh dahak, radang amandel (tonsilitis), radang telinga tengah (otitis media acuta), batuk darah, muntah darah, luka berdarah, terbakar, tersiram air panas serta penyakit inflamasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman berpotensi sebagai mencegah penyakit kulit dan selaput lendir yang disebabkan oleh protozoa dengan senyawa bioaktif yaitu quersetin dan quersitrin

RESEP
Bagian tanaman Sosor Bebek yang dapat digunakan yaitu seluruh tanaman dengan pemakaian segar. Pada umumnya untuk pemakaian secara oral adalah dengan merebus tanaman segar sebanyak 30-60 g, sedangkan untuk pemakaian luar dengan cara melumatkan daunnya dan dipakai ditempat yang sakit sebagai tapal.

Disentri, diare dan menurunkan demam
Tapalkan daun sosor bebek yang sudah dilumatkan di perut, sehari diganti 2 kali.

Bisul, koreng, mastitis, memar
30 – 60 g daun Sosor Bebek dilumatkan, kemudian diperas dan diambil airnya. Air perasan ditambah madu, kemudian diminum. Sisa perasan daun, ditempelkan pada tempat kelainan sebagai tapal.

Radang amandel
5-10 lembar daun Sosor Bebek segar dilumatkan, kemudian diperas dan diambil airnya untuk kumur-kumur (gargle).
4. Radang telinga luar (Otitis externa)
Air perasan daun sosor bebek dipakai untuk obat tetes telinga.

Nyeri lambung (Gastritis)
Air perasan dari 5 lembar daun Sosor Bebek ditambah sedikit garam, krmudian diminum.

Sendi-sendi sakit (Rheumatik)
Selurun tanaman sosor bebek seberat 30 g direbus, kemudian air rebusan diminum, atau 4 lembar daun sosor bebek dicampur dengan 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 2 jari gula enau, dan 3 gelas air. Semua bahan direbus sampai airnya tersisa menjadi 3/4-nya, sesudah dingin disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Wasir
Daun sosor bebek dicuci bersih, diangin-anginkan sampai kering, ditumbuk atau digiling menjadi serbuk. 1 sendok makan serbuk kering Sosor Bebek diseduh dengan air panas sebanyak ¾ cangkir, kemudian ditambah madu 1 sendok makan, dan diminum hangat-hangat, sehari 3 kali.

Pada pemakaian tanaman Sosor Bebek ini, perlu diperhatikan bahwa tanaman ini dilarang dimakan bila ada kegagalan fungsi pencernaan (kelenjar pankreas menurun, dingin).

Bidani | Quisqualis indica

bidani

bidani

NAMA LATIN bidani ialah Quisqualis indica L. Tanaman tersebut dikenal dengan nama daerah yaitu Dani, Udani, Wudani, Kacekluk, Bidani, Cekluk, Wedani, Saradengan, Tikao dan Ceguk. Nama simplisia tanaman tersebut ialah Quisqualidis indicae semen. Efek farmakologis tumbuhan ini bersifat manis, hangat, beracun(toksik), masuk meridian limpa dan lambung, sebagai obat cacing, membantu pencernaan dan memperkuat limpa. Deskripsi tanaman ini termasuk perdu merambat, panjang – batang sampai 5 m. Batang berkayu, bercabang-cabang, cabang muda berwarna hijau, berduri. Daun tunggal, bulat telur. Perbungaan bentuk bulir, terdapat di ketiak daun dan di ujung cabang. Kelopak berwarna hijau kekuningan. Putik berwarna putih sampai merah tua. Buah tergolong buah batu, biji kecil, pipih berwarna hitam. Akar tunggang. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah dalam semak belukar dan sebagai tanaman pagar. Bagian yang digunakan adalah biji, buah masak kering, akar dan daun. Kandungan kimianya antara lain Trigonelina, Minyak lemak, Com dan Resin Buah matang: Potassium quisqualata, lemak jenuh, trigonelline dan puridine. Kulit buah dan  daun: Potassium quisqualata. Bunga: Cyanidinemonoglycoside. Daun dan tangkai: Tanin, saponin, sulfur, calsium oksalat, lemak, peroksidase, protein.

CARA MENDAPATKAN BIDANI
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Tanaman ini dapat tumbuh dari 250-1.200 m dpl. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Biji, daun, akar, daun

KHASIAT BIDANI
Antelmintik (obat yang digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh), tonik, mengobati cacingan, sakit kepala, sakit telinga,
gangguan pencernaan, dan berat badan kurang.

RESEP
Axyuriasis (cacing kremi). Biji digongseng sampai matang, dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji/hari, dewasa 15-30 biji/hari, untuk 3 kali makan selama 15 hari.

Ascariasis (cacing gelang). Untuk anak-anak gerus 3-5 biji, makan. Akar 2 jari direbus dengan cangkir air, tambahkan scdikit gula jawa, sampai tersisa satu cangkir. Minum pagi hari sebelum makan.

Ankylostomiasis (cacing tambang). Biji ceguk dicuci bersih, lalu digiling halus. Seduh dengan air panas ½ cangkir dan 1 sendok makan madu, hangat-hangat diminum malam hari sebelum tidur.

Sakit kepala. Daun dilumatkan, dan dipakai sebagai tapal pada pelipis.

Sakit telinga. Daun bersih ditumbuk dan diperas, air perasannya untuk tetes telinga.

Penyakit jamur di kulit. Buah digiling halus, tambahkan minyak kelapa, balurkan di tempat sakit.

Untuk penyakit-penyakit: Berat badan kurang dan gangguan pencernaan pada anak. Becek pada wanita. Perut kembung pada disentri. Radang ginjal. Gunakan 30-60 g daun, direbus, saring, minum

Obat cacing: Biji ceguk 5 butir; air 1 cangkir, Biji ceguk ditumbuk; kemudian direbus hingga ½ cangkir. Diminum 2 kali sehari.

Daun Jintan | Coleus amboiniscus

daun-jintan

daun-jintan

Kandungan
a. kalium
b. minyak atsiri

Manfaat
a. mengatasi sariawan
b. mengatasi demam
c. mengatasi asma
d. mengatasi batuk rejan
e. mengatasi sakit kepala
f. mengatasi rematik
g. menyembuhkan sakit ayan
h. mengatasi perut kembung

Ramuan tradisional mengatasi berbagai penyakit
daun jintan secukupnya
madu murni secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih daun jintan, rebus dengan air secukupnya hingga mendidih. Saring dan dinginkan. Minum selagi hangat. Tambahkan madu murini kalau tidak tahaun rasanya.

Daun Encok | Plumbago zeylanica

daun-encok

daun-encok

DAUN ENCOK merupakan tanaman perdu tahunan yang menaik, berbatang panjang, tinggi 0,6-2 m. Batang berkayu, bulat, licin, bercabang. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5-2,5 m, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk
batang. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5-11 cm , lebar 2-5 cm, ujung runcing, jangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunga majemuk lalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, sete;ah tua hitam. Biji kecil, cokelat.

CARA MENDAPATKAN DAUN ENCOK
Daun encok dapat diperbanyak dengan cara biji atau

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT DAUN ENCOK
Daun encok memiliki khasiat sebagai penghilang bengkak (antiinflamasi) dan penghilang nyeri (analgesik).

RESEP
Rematik
Siapkan segenggam daun encok segar, dicuci lalu ditumbuk halus. Tambahan air hangat seperlunya sampai adonan seperti bubur. Gunakan untuk melumas dan menggosok bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2 kali sehari.

Sakit kepala
Siapkan daun encok segar, lalu cuci bersih dan memarkan. Oleskan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan di belakang telinga. Jangan melebihi 30 menit supaya tidak terjadi melepuh.

Kapasan | Abelmoschus moschatus

kapasan

kapasan

Nama daerah
Sumatra: Gandapura, kapas sedeki ; Jawa: kakapasan, kaworo, kapasan, kasturi, regula, rewulow, waron, kastore, bukal; Maluku: kasturi

Uraian tanaman:
Semak berumur panjang, tegak, bercabang sedikit, tinggi ½-2½ m, batang bulat, berambut kasar.

Dapat ditemukan tumbuh liar di tempat-tempat terbuka, semak, tanah kosong atau dipelihara di kebun-kebun sampai ketinggian 650 m di atas permukaan laut.

Daun tunggal, bertangkai panjang, helaian daun berbagi 5 yang sangat dalam, panjang 6-22 cm, kedua permukaan berambut kasar, bertulang menjari, tepi bergerigi, ujung-ujungnya runcing, warnanya hijau.

Bunga besar, keluar dari ketiak daun, daun mahkota 5, warnanya kuning, panjang 3½-10 cm.

Buah lonjong, bersegi, panjang 5-8 cm, berambut seperti sikat, bila sudah masak membuka dengan 5 katup. Biji berbentuk ginjal, warna kelabu, bergaris dari pangkal sampai ujung. Baunya wangi. Bijinya menghasilkan minyak kasturi, yang dipakai sebagai campuran kosmetik, obat gosok rematik, campuran bedak untuk menghaluskan kulit, dan obat ruam kulit.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasanya agak manis, sejuk. Penurun panas (antipiretik), peluruh kemih (diuretik), antiradang, melancarkan pengeluaran nanah.

Kandungan kimia
Daun kering: betasitosterol, beta-D-glycoside
Bunga: betasitosterol, myricetin, glycoside
Biji: alphacephalin, phosphatidylserine, plasmalogen, phosphatidylcholine plasmalogen ambrettolid

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman
Daun dan akar: pemakaian segar
Bunga: direndam dalam minyak

Kegunaan:
Akar: panas tinggi, batuk, susah buang air besar, batu saluran kencing
Biji: sakit kepala
Daun: untuk pemakaian luar pada bisul, koreng, tulang patah
Bunga: luka bakar dan tersiram air panas
Daun, bunga, biji: untuk membasmi serangga

Pamakaian:
Untuk diminum 10-15 g akar digodok
Pemakaian luar: Daun digiling sampai seperti bubur, bunga direndam dalam minyak, untuk dipakaikan pada tempat yang sakit.

Gandarusa | Justicia gendarusa

gandarusa

gandarusa

GANDARUSA (Justicia gendamssa, Burm.f.) dikenal juga dengan nama Handarusa (Sunda), Gandarusa, tetean, trus (jawa),; Ghandharusa (Madura), Gandarisa (Bima), Puli (Ternate).; Besi-besi (Aceh), gandarusa (Melayu).; Bo gu dan (China). Tanaman ini berupa semak, pada umumnya ditanam sebagai pasar hidup atau tumbuh liar di hutan, tanggul sungai atau dipelihara sebagai tanaman obat. Di Jawa tumbuh pada ketinggian 1-500 m dpl. Tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 2 m. Tanaman ini batangnya mengandung sedikit racun alkaloid dan pahit.

CARA MENDAPATKAN GANDARUSA
Perbanyakan tanaman dengan stek. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT GANDARUSA
Tanaman gandarusa dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti luka terpukul (memar), tulang patah, rematik, bisul, penyakit mata, demam, bronchitis, borok, koreng dan sakit kepala. Tanaman ini juga digunakan sebagai bahan kontrasepsi pada pria di masyarakat Sentani Irian Jaya. Selain itu memiliki efek antioksidan, antiinflamator, analgesik, dan hepatoprotektife (penjaga fungsi hati).

RESEP
Pemakaian: 15-30 g, direbus atau ditumbuk kemudian diperas dan diminum airnya Kulit pohon dipakai untuk merangsang muntah, daun dapat digunakan untuk membunuh serangga.

Pemakaian luar: Tanaman segar dilumatkan, tempelkan ke tempat yang sakit. Tanaman segar direbus, airnya untuk cuci.

Jamur Kuping | Auricularia polythrica

jamur-kuping-hitam

jamur-kuping-hitam

Kandungan
a. air
b. lemak
c. asam lemak
d. mono ditriglieserida
e. sterol
f. phoshpolipida
g. karbohidrat
h. zat besi
i. kalium

Manfaat
a. mencegah kanker dan tumor
b. menyembuhkan sakit kepala
c. menyembuhkan demam
d. melancarkan peredaran darah
e. mencegah penyakit stroke
f. mencegah penyakit jantung

Ramuan tradisional untuk mencegah berbagai penyakit
Jamur kuping hitam sangat terkenal sebagai bahan masakan yang enak. Untuk mendapatkan manfaatnya dalam mencegah berbagai penyakit, cukup konsumsi jamur secukupnya, baik sebagai bahan salad, sup, maupun digoreng bersama sayuran dan daging.

Mencegah penyakit jantung
Bahan:
10 g jamur kuping hitam (cuci, potong-potong)
jahe, kupas, cuci, iris tipis
40 g daging sapi, cuci, iris tipis
1 sdt garam
500 cc air

Rebus semua bahan hingga mendidih dan air tersisa 2 gelas. Dinginkan dan saring. Minum air rebusan 2 kali sehari. Lakukan secara rutin selama 30 hari. Ramuan ini akan membersihkan sumbatan yang ada pada jantung akibat lemak dan kolesterol.

Sambiloto | Andrographis paniculata (Ness)

sambiloto

sambiloto

TANAMAN sambiloto (Andrographispaniculata (Ness) merupakan salah satu bahan obat tradisional yang telah dikenal sejak abad 18 dan banyak dijumpai hampir di seluru nusantara. Sambiloto dikenal dengan nama daerah, antara lain ki oray atau ki peura (Jawa Barat), bidara, takilo, sambiloto (Jawa Tengah dan Jawa Timur), atau pepaitan atau ampadu (Sumatera). Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12 didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Selain itu terdapat flavonoid, alka keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Zat ak’ andrografolid berkhasiat sebagai hepatoprotektbr (melindungi sel hati dari zat toksik

CARA MENDAPATKAN SAMBILOTO
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama d gulma, pemupukan serta menyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumb dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan batang.

KHASIAT SAMBILOTO Masyarakat memanfaatkan bagian tajuk (daun dan batang) tumbuhan sambiloto sebagai bahan obat tradisional untuk obat penguat, demam, kolera, diabetes, sakit, influensa dan bronchitis. Selain itu mengobati hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi, malaria, kencing nanah (gonore), IB paru, skrofuloderma, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi kusta, leptospirosis, keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut, kanker, penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.

RESEP
Tifoid
Daun sambiloto segar sebanyak 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
Herba kering sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Disentri
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan selama 3-4 menit, lalu ditumbuk dan diporas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

Influenza, sakit kepala, demam
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3-4 kali sehari.

Demam
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

TB paru
Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini lalu diminum dengan air matang. Sehari 2-3 kali, setiap kali minum 15 – 30 pil.

Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
Daun sambiloto segar sebanyak 5-7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

Radang paru, radang mulut, tonsilitis
Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 – 4,5 g diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

Faringitis
Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
Herba sambiloto segar sebanyak 9 -15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

Kencing manis
Daun sambiloto segar sebanyak ½ genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Kencing nanah
Sebanyak 3 tangkai sambilo, direbus, disaring, lalu diminum airnya.