obat demam

Demam

Bahan:
30 g batang kapulaga
600 cc air

Cara membuat:
Rebus batang kapulaga dalam 600 cc air hingga tersisa setengahnya. Saring dan minum selagi hangat.

Nona Makan Sirih | Clerodendrum thomsonoe

nona-makan-sirih-putih

nona-makan-sirih-putih

Kandungan
a. zat antipanas
b. zat antiradang

Manfaat
a. menyembuhkan radang telinga
b. menyembuhkan demam

Ares Pisang | Musa paradisiaca

ares-pisang

ares-pisang

Kandungan
a. antiseptik
b. zat saponin
c. vitamin A
d. vitamin B
e. vitamin C
f. zat gula
g. air
h. tepung

Manfaat
a. menyembuhkan luka
b. mengatasi gigitan serangga
c. mencegah demam setelah melahirkan
d. mengatasi cacar air
e. mengatasi radang tenggorokan
f. mengatasi disentri
g. mengatasi radang ginjal
h. menyuburkan rambut

Rincik Bumi | Quamoclit pennata

rincik-bumi

rincik-bumi

RINCIK BUMI dengan nama botani Quamoclit pennata, merupakan terna yang berasa dari benua Amerika bagian tropis yang dapat membelit dan panjangnya dapat mencapa 4 m. Tanaman ini berbatang basah, daun bentuk jorong yang terbagi sangat dalam panjang 4-7 cm. Bunga keluar dari ketiak daun, bertangkai panjang dan berwarna merah.

CARA MENDAPATKAN RINCIK BUMI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT RINCIK BUMI
Selama ini bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah daunnya. Daunnya berkhasiat untuk mencegah ataupun mengobati berbagai penyakit seperti obat demam, infeksi saluran kemih, kemih berdarah, bisul, perasaan gelisah, dan penghilang rasa haus, dan ambeien.

RESEP
Menurunkan panas dan mengatasi pendarahan pada wasir.
Sebanyak 6-9 g daun direbus dan kemudian diminum sarinya.

Untuk pemakaian luar, yaitu dengan melumatkan daun, diperas ambil airnya atau direbus, air.

Inggu | Ruta angustifolia [L.] Pers

NAMA Lokal adalah Inggu (Sunda), godong minggu (Jawa). aruda (Sumatera). Anruda busu (Makasar), Raute (Jerman), ruta (Italia), wijnruit (Belanda), Common rue herb, rue, herb of grace (Inggris). Di Eropa dikenal sebagai tumbuhan obat penolak guna-guna. Minyak esensialnya digunakan untuk pembuatan parfum dan kosmetik. Perbanyakan dengan setek batang. Sifat kimiawi dan efek farmakologis antara lain herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak asirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter. Tanaman ini termasuk tanaman langka.

Tanaman ini termasuk terna (tumbuhan yang batangnya lunak karena tidak membentuk kayu), tumbuh tegak, tinggi mencapai 1,5 m, batang berkayu, silindris, ramping. Percabangan banyak, lemah, seluruh bagian bila diremas berbau tidak sedap. Daun majemuk menyirip ganda, letaknya berseling, dengan anak daun lanset atau bulat telur sungsang, pangkal menyempit, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan tidak jelas, panjang 8-20 mm, lebar 2-6 mm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk dalam malai rata, keluar di ujung ranting, dengan mahkota berbentuk rnangkok warna kuning terang. Buah kecil, lonjong, terbagi menjadi 4-5 kotak, warnanya cokelat. Biji kecil berbentuk ginjal, warnanya hitam.

Inggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara. Di Jawa, sering ditanam di kebun pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1000 m dpl.Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herba ini rasanya memualkan.

CARA MENDAPATKAN INGGU
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama  dan gulma, pemupukan, dan penviraman yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

KHASIAT TANAMAN INGGU
Demam, influenza, batuk, radang paru, ayan (epilepsi), hepatitis; kejang pada anak, colik, cacingan, histeri (hysteria), nyeri ulu hati, nyeri dada dan hernia, bisul, haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrrhea), radang kulit bernanah, memar akibat benturan benda keras, gigitan ular berbisa dan serangga, keracunan obat atau racun, pelebaran tembuluh darah balik (vena varikosa), radang vena (flebitis), dan sakit gigi.

RESEP
Kejang-kejang
Kompres, cuci muka atau mandi dengan rebusan daun inggu (sebagai obat penenang). Atau dengan resep lain: Daun inggu secukupnya; Cuka encer secukupnya, Diremas- emas, Untuk kompres di kepala: diperbaharui bila kepala sudah kering.

Kudis
Zuci luka dengan air rebusan daun inggu.

Sakit gigi
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, pakai untuk kumur beberapa tali.

Demam, masuk angin
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, minum. Atau dengan cara lain: )emam, Daun inggu 3-5 helai; Bunga sruni 1 buah; Air hangat secukupnya, Diremas- emas, Dipakai untuk mengusap badan dengan handuk kecil

Pegal-pegal
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, minum.

Sakit Lever
Daun inggu 25 g direbus bersama 15 g brotowali dan 10 g kunyit hingga airnya menjadi ?paronya. Minum secara rutin 3 kali sehari untuk menyembuhkan gangguan lever (sakit kuning) atau, sepertiga genggam daun inggu, direbus, 3 gelas jadi 1,5 gelas. Tambahkan gula batu. Minum sehari 2 x 3/4 gelas.

Ketombe
Daun inggu 3-5 helai; Rimpang kunyit 1 ruas jari; Air sedikit, Dipipis hingga berbentuk pasta, Rambut dibasahi dengan air; kemudian dilumuri dengan pasta dan garuklah ketombe dengan bantuan ujung jari tangan; atau dengan sisir; jika sudah terkelupas; rambut dikeramasi dengan sampo biasa; ulangi selama 4 hari.

Bandotan | Ageratum conyzoides

bandotan

bandotan

BANDOTAN dengan nama latin Ageratum conyzoides merupakan tanaman yang tergolong sebagai gulma.Tumbuhan ini berbau khas seperti kambing. Batang bandotan tegak atau berbaring dengan cabang yang cukup banyak. Batang bandotan ini memiliki rambung yang jarang. Daun bandotan memiliki tangkai dengan panjang 0.5-5 cm dan terletak berselangselingatau berhadapan. Bentuk daun bandotan ialah bulat telur hingga mirip belah ketupat dengan bagian pangkal yang mirip seperti jantung, membulat atau meruncing dan ujung tumpul atau meruncing dengan tepi yang bergerigi. Permukaan atas dan bawah daun bandotan berambut. Bunga bandotan berkumpul dengan bongkol rata atas, yang selanjutnya 3 bongkol atau lebih terkumpul dalam malai rata terminal. Tiap bongkol berisi 60-70 individu bunga.

CARA MENDAPATKAN BANDOTAN
Tumbuhan bandotan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Tumbuhan ini tergolong gulma (tumbuhan pengganggu tanaman budidaya) dan mudah berkembang biak dari bunganya vang berjumlah banyak dan berbunga sepanjang tahun.

KHASIAT BANDOTAN
Secara tradisional, bandotan digunakan untuk mengobati luka, demam, dan sebagai insektisida. Penggunaan tradisional ini sebagian besar telah terbukti secara ilmiah seperti efeknya dalam menyembuhkan luka, memproteksi efek radiasi, antibakteri dan insektisida. Selain itu penelitian juga melaporkan bahwa tanaman ini bermanfaat untuk penderita diabetes, kanker, penyakit gastroinstestinal, analgesik, dan antiinflamasi.

RESEP
Luka: Seluruh bagian tumbuhan bandotan diremas dengan kapur lalu dioleskan pada luka yang masih segar. Akar bandotan ditumbuk dan dioleskan ke badan untuk obat demam.

Arbenan | Duchesnea indica

arbenan

arbenan

ARBENAN (Duchesnea Indica (Andr.) Focke) dikenal juga dengan Indian strawberry, Mock Strawberry, arben leuweung, Arbenan (Sunda) dan Seladren (jawa). Masuk dalam famili Rosaceae dengan ukuran tinggi tanaman sekitar 20-30 cm, batang melata atau merayap di atas tanah yang akan menumbuhkan tunas baru. Daun majemuk, berbagi 3 asimetris, anak daun bentuk oval, ujung dan pangkal runcing tepinya bergerigi, panjang 4-8 cm dan lebar 3-6 cm. Pertulangan daun menyirip tegas dan permukaan berbulu. Bunga majemuk berbentuk tandan terletak di ketiak daun. Buah berbentuk lanset, kecil keras dan berwama putih. Akar serabut, berwarna putih kotor. Buah dan daun mirip dengan tanaman stroberi namun dapat dibedakan dari bunganya yang berwarna kuning sedangkan tanaman buah stroberi memiliki bunga yang berwarna putih. Biji buah arbenan berwarna merah sedangkan biji buah stroberi berwarna emas.

CARA MENDAPAT ARBENAN
Perbanyakan tanaman arbenan dapat dilakukan dengan stek atau potong anakan yang berakar. Perawatannya dapat diberi pupuk standar . Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian datran rendah sampai dataran tinggi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT ARBENAN
Seluruh bagian tanaman arbenan mengandung saponin, flavonoida dan tanin. Bijinya mengandung asam linoleat, asam oleat, dan beta-sitosterol (lemak tumbuhan yang bermanfaat salah satunya untuk menurunkan kolesterol). Arbenan biasa digunakan sebagai obat tradisional di China. Berkhasiat sebagai penurun panas, anti bakteri, anti mutagenic (zat yang bersifat menghambat mutasi atau perubahan gen), antikanker, antiinflamasi, antibiotik, stimulant, untuk menghilangkan panas dan racun, menghentikan pendarahan, dan menghancurkan darah beku. Tumbuhan arbenan ini bersifat manis, pahit, dingin, dan sedikit beracun.
Daun dan seluruh bagian tanaman dapat digunakan baik dalam keadaan segar atau dikeringkan. Untuk pemakain luar seluruh bagian tanaman yang kering ditumbuk kemudian digiling menjadi bubuk.

Seluruh bagian tanaman arbenan mempunyai efek menghambat sarcoma 180 pada tikus. Ekstrak air arbenan pada dosis 5,10,15 mg/mL mempunyai efek menghambat pertumbuhan esophagus cancer strain 109.

RESEP
Obat demam
Seluruh bagian tanaman arbenan segar sebanyak 30 g, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring. setelah dingin diminum sekaligus.

Obat dipteri
Resep 1: daun arbenan segar sebanyak 10 g, dicuci bersih dan ditumbuk halus tambahkan sedikit madu kemudian diminum dengan 50 ml air matang yang hangat.
Resep 2: Seluruh bagian tanaman yang sudah kering sebanyak 15-30 g atau yang masih segar 30-60 g direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan diminum sekaligus atau dibagi 2-3 bagian hingga habis dalam sehari.
Resep 3: Arbenan, Scutellaria barbata, dan Livistona chinertsis masing-masing 30 g direbus dengan 5 gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum beberapa kali sehari sampai habis. Keesokan harinya ampasnya bisa direbus ulang satu kali lagi.

Untuk pemakaian luar
Seluruh bagian tanaman yang segar ditumbuk sampai lumat atau yang kering digiling menjadi bubuk. Lalu, dibubukan di tempat yang sakit.

Kanker Paru-paru
60 g rumput lidah ular (rumput mutiara kering), 30 g herba arbenan kering, 30 g herba cakar ayam kering, 30 g umbi bunga lili, 60 g bunga waru landak, semua dicuci bersih, rebus dengan 1.000 cc air hingga sisa 400 cc, lalu saring, minum 2 kali sehari

Kanker lambung
30 g arbenan kering, 30 g ban zhi lian (Scutellariae barbatae), 30 g rumput mutiara kering, cuci bersih semua bahan rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc 1 saring, minum 200 cc 2 kali sehari.

Jamur Kuping Merah | Auricularia auricula judae

jamur-kuping-merah

jamur-kuping-merah

Kandungan
a. air
b. lemak rendah
c. asam lemak bebas
d. mono ditriglieserida
e. sterol
f. phospolipida
g. karbohidrat
h. zat besi
i. kalium

Manfaat
a. mencegah kanker dan tumor
b. mengatasi keracunan
c. menyembuhkan flu
d. menyembuhkan demam

Ramuan tradisional mencegah berbagai penyakit
Jamur kuping merah sangat terkenal sebagai bahan masakan yang enak. Untuk mendapatkan manfaatnya dalam mencegah berbagai penyakit, cukup konsumsi jamur secukupnya, baik sebagai bahan salad, sup, maupun digoreng bersama sayuran dan daging.

Rumput Bambu | Lophatherum gracile

rumput-bambu

rumput-bambu

Uraian tanaman
Terna menahun, tinggi 40-100 cm, tumbuh liar di tempat-tempat rindang, tidak terlalu kering atau basah, seperti di bawah pohon besar, pinggir jalan yang teduh, di lereng-lereng bukit dan tempat-tempat lainnya dari 200-1.500 m dpl.

Mempunyai rimpang yang menyerupai kayu, akar serabut menyebar dengan penebalan-penebalan yang menyerupai umbi kecil-kecil berbentuk kerucut.

Batang kecil, panjang dan naik ke atas warnanya kuning beralur memanjang, berongga. Daun berbentuk lanset atau lanset melebar yang tumbuh berseling, ujung runcing, tepi rata, pangkal menyempit menjadi tangkai yang memeluk batang, bertulang sejajar dengan tulang induk menonjol di permukaan bawah, kedua permukaan berambut putih, warnanya hijau. Panjang daun 5-20 cm, lebar 2-3,5 cm.

Bunga majemuk berbentuk malai yang bertangkai panjang, keluar dari ujung batang, panjang 10-30 cm, dengan bulir-bulir kecil berbentuk jali, panjang 7-12 mm, lebar 1,5-2,5 mm.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Batang dan daun: rasa manis, hambar, dingin. Membersihkan panas jantung, penurun panas (antipiretik), antiradang, peluruh air kemih. Masuk meridian jantung dan ginjal.
Akar: manis, dingin. Membersihkan panas, peluruh air kemih, abortivum dan mempermudah persalinan (uterotonik)

Kandungan kimia
Akar, batang, dan daun mengandung triterpenoid dan steroid arundoin, cylindrin, friedelin, beta-sitosterol, stigmasterol, campesterol dan taraxerol. Juga mengandung asam amino dan asam lemak.

Bagian yang dipakai
Batang dan daun muda, atau seluruh tanaman, sebelum berbunga. Dijemur untuk pemakaian kering.

Kegunaan:
Demam, rasa haus, mimisan
Sakit tenggorok, sariawan, gusi bengkak
Infeksi saluran kemih, air kemih sedikit dan berwarna kuning, air kemih berdarah
Antikanker: ehrlich carcinoma, sarcoma-180 (pada percobaan binatang)

Pemakaian
Untuk minum: 10-15 g, godok

Cara pemakaian
Air kemih berdarah: daun rumput bambu dan akar alang-alang, masing-masing 15 g dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.

Demam, gelisah, haus: 10-15 g daun atau akar dicuci bersih, lalu digodok. Minum setelah dingin.

Demam, haus, air kemih sedikit, termasuk infeksi akut pada saluran kemih: 3-9 g daun dan batang dicuci bersih lalu digodok dan diminum sebagai teh.

Bisul pada kelopak mata dan luka pada selaput bening mata: Batang dan daun dicuci bersih, dibilas dengan air matang, ditumbuk halus lalu diperas. Air perasannya dipakai sebagai obat tetes. (Sekadar diketahui, tidak dianjurkan bila tersedia obat mata, karena tidak terjamin sterilitasnya).

Kesumba Keling | Bixa orellana

kesumba-keling

kesumba-keling

KESUMBA keling atau Bixa Orellana L biasnya tumbuh liar di hutan, di taman-tai bahkan di tepi jalan. Nama-nama daerah tanaman Kesumba Keling antara lain bunj parada (Bugis), kunyit jawa (Melayu), galinggem (Sunda), sumba keling (Jawa) kesumba (Minangkabau), taluka (Ambon). Tanaman ini selain dapat sebagai tanaman hias, fungsinya juga berguna sebagai tanaman obat tradisional dan kosmetik. Secara ekonomis tanaman ini juga merupakan bahan pewarna alami yang penting nomor 2 di dunia setelah karamel. Kesumba keling dikenal sebagai annatto di Amerika Serikat dan Inggris. Bagian rimpang digunakan sebagai bahan untuk pewarna alam.

Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam batang dan daun kesumba keling di antaranya tanin, kalsium, oksalat, saponin, dan lemak. Selain itu, daun, akar tumbuhan ini juga mengandung zat warna bixine, orelline, glukosida.

CARA MENDAPATKAN KESUMBA KELING
Perbanyakan tanaman biji dan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian gulma dan hama, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh , dengan baik pada tempat dengan ketinggian dari 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, kulit kayu/batang, akar, biji, dan rimpang

KHASIAT KESUMBA KELING
Tanaman ini digunakan sebagai pewarna alami untuk kain tenun, batik, dan sutera. Selain itu dapat juga digunakan untuk pewarna alam makanan yang aman dan tidak bersifat karsinogenik (suatu bahan yang dapat me- nyebabkan kanker karena gangguan pada proses metabolisme seluler). Bixin
yang terdapat pada tanaman memiliki sifat antioksidan, antigenotoksik (mpnKhambat mutasi DNA), antikarsinogenik, anti jamur, zat samak, dan damar. Efek farmakologis yang dimiiki oleh kesumba keling di antaranya peluruh kencing (diuretik), penurun panas (antipiretik), dan penetral racun.

RESEP
Demam
Cuci bersih 10 g daun kesumba keling, lalu rebus dalam 600 ml air sampai airnya tersisa 300 ml. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu tambahkan air gula seperlunya. Untuk air rebusan diminum dua kali sehari. Sementara untuk pemakaian luar, remas-remas daun kesumba keling dengan air. Glunakan air remasan untuk membasahi kepala.

Diare
Cuci bersih 10 g daun kesumba keling, lalu rebus dalam 400 ml air sampai tersisa 250 ml. Setelah dingin, saring air rebusan dan tambah madu secukupnya. Minum air rebusan 2 kali sehari.

Kurang nafsu makan
Cuci bersih 10 g daun kesumba keling, lalu rebus dalam 400 ml air sampai tersisa 250 ml. Setelah dingin, saring hasil rebusan, lalu minum dengan madu secukupnya.

Masuk angin
Cuci bersih 3-10 gdaun kesumba keling lalu rebus dalam 3 gelasair sampai tersisa 2 gelas. Saring air hasil rebusan lalu minum dua sampai tiga kali sehari. Cara lain, cuci bersih 10 g daun kesumba keling, 10 g daun poko, 3 buah cabe jawa, dan 3 jari gula enau. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin, saring air rebusan, lalu minum tiga kali sehari masing-masing ¾ gelas.

Oedem (beri-beri)

Cuci bersih 3-10 g daun kesumba keling, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air hasil rebusan, lalu minum 2-3 kali sehari.

Perdarahan
Rebus 3-10 g daun kesumba keling dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air hasil rebusan, lalu minum 2-3 kali sehari.

Perut kembung
Cuci bersih 3-10 g daun kesumba keling, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air basil rebusan lalu minum 2-3 kali sehari.