obat bisul

Karet Kebo | Ficus elastica

karet-kebo

karet-kebo

Kandungan
a. rasa pedas
b. getah lateks

Manfaat
a. melancarkan peredaran darah
b. menghilangkan rasa sakit
c. mengatasi bisul
d. mengembalikan siklus haid yang berhenti saat usia subur
e. menyembuhkan maag
f. menyembuhkan rematik dan sendi

Senggani | Melastoma candidum

senggani

senggani

TANAMAN Senggani (Melastoma candidum D. Don) memiliki sinonim nama Latin M. sqjtemnervium Lour. = M.ajfitie D. Don. = M. malabathricum Auct. non. Linn. = M. polyanthum Bl. Tanaman ini termasuk dalam famili Melastomataccae. Nama lokal Senggani yaitu Harendong (Sunda); Kluruk, Senggani (Jawa); Senduduk (Sumatera); Kemanden (Madura); Yeh mu tan (China); Singapore Rhododendron (Inggris). Tanaman Senggani merupakan tanaman perdu, tegak, tinggi tanaman bisa mencapai 0,5 -4 m, memiliki banyak bercabang, bersisik dan berambut. Tanaman ini memiliki daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan bersilang, helai daun bundar telur memanjang sampai lonjong, ujung lancip, pangkal membulat, tepi rata, permukaan berambut pendek yang jarang dan kaku sehingga teraba kasar dengan 3 tulang daun yang melengkung dengan panjang 2-20 cm dan lebar 0,75 – 8,5 cm, berwarna hijau. Perbungaan majemuk keluar di ujung cabang berupa malai rata dengan jumlah bunga tiap malai 4-18, mahkota 5, warnanya ungu kemerahan. Buah masak akan merekah dan berbagi dalam beberapa bagian, warnanya ungu tua kemerahan. Biji kecil-kecil, berwarna cokelat. Buah Senggani dapat dimakan, sedangkan daun muda bisa dimakan sebagai lalap atau disayur. Daun Senggani memiliki rasa yang pahit, mengandung senyawa golongan saponin, flavonoida, dan tanin.

CARA MENDAPATKAN SENGGANI
Senggani tumbuh liar pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari, seperti di lereng gunung, semak belukar, lapangan yang tidak terlalu gersang, atau di daerah obyek wisata sebagai tanaman hias. Tanaman ini bisa ditemukan sampai ketinggian 1.650 m dpi. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji dan stek batang. Perawatannya cukup mudah yaitu dengan penyiraman yang teratur, menjaga kelembaban ta dan pemberian pupuk kandang atau urea. lanaman ini juga tersebar di Cina Selatan, Taiwan, Jepang, dan Filipina.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, akar, bu.ih dan biji

KHASIAT SENGGANI
Secara tradisional, tanaman Senggani berkhasiat untuk mengatasi gangguan pencernaan makanan (dispepsi), disentri basiler, diare, hepatitis, keputihan (leukorea), sariawan, darah haid berlebihan, perdarahan rahim diluar waktu haid, mimisan, berak darah (melena), wasir berdarah, radang dinding, pembuluh darah disertai pembekuan darah di dalam salurannya (tromboangitis), air susu ibu (ASI) tidak lancar, keracunan singkong, mabuk minuman keras, busung air dan bisul. Di Taiwan, tanamaan ini digunakan jntuk menghilangkan stasis, membersihkan serum dari racun, cedera traumatik dan disentri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Senggani memiliki potensi sebagai penurun tekanan darah melalui penurunan simpatik dan menyebabkan pelebaran diameter pembuluh darah langsung dengan senyawa bioaktif utama yaitu kastalagin, prosianidin B-2 dan helichrisosida.

Ekstrak aseton dan ekstrak etanol Senggani memiliki aktivitas antibakteri yang cukup kuat, baik terhadap bakteri gram negatif maupun bakteri gram positif. Ekstrak aseton Senggani tersebut memiliki stabilitas yang baik terhadap panas dan rentang pH yang luas sehingga berpotensi sebagai pengawet makanan alami. Penelitian lain menunjukkan bahwa ekstrak Senggani memiliki potensi sebagai penurun tekanan.

RESEP
Keputihan
Daun senggani segar sebanyak 2 genggam ditambah jahe dan bangle masing-masing seukuran ibu jari dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Masukkan 3 gelas air dan 1 sendok makan cuka, kemudian direbus sampai airnya tersisa menjadi 2 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Jika tidak ada jahe & bangle, dapat juga diganti dengan 3 kuncup bunga cempaka dan 3 buah biji pinang yang tua.

Disentri basiler
Daun senggani dan aseman (Polygonum chinense), masing-masing bahan dalam bentuk segar sebanyak 60 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus.

Sariawan, Diare
Daun senggani muda sebanyak 2 Iembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun tersebut kemudian dikunyah dengan sedikit garam, lalu airnya ditelan.

Diare
Daun senggani muda sebanyak 1 genggam, 5 g kulit buah manggis dan 3 lembar daun sembung, semua bahan dalam bentuk segar, setelah dicuci lalu direbus dengan 1½ gelas air bersih sampai tersisa menjadi 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan sore.

Bisul
Daun senggani segar sebanyak 50 g direbus. Air rebusannya diminum, ampasnya dilumatkan dan dibubuhkan pada bisul, lalu dibalut.

Menetralkan racun
Singkong akar atau daun senggani sebanyak 60 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum sekaligus.

Perdarahan rahim
Biji senggani sebanyak 15 g disangrai sampai hitam lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa menjadi 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Sawi Tanah | Nasturtium montanum

sawi-tanah

sawi-tanah

Kandungan
a. zat antiracun
b. rorifone
c. rorifamide

Manfaat
a. mengatasi radang saluran napas
b. mengatasi batuk dan TBC
c. menyembuhkan panas
d. menyembuhkan penyakit campak
e. mengatasi rematik
f. mengatasi sakit tenggorokan
g. menyembuhkan hepatitis
h. menyembuhkan penyakit bisul
i. menyembuhkan memar dan luka
j. mengatasi gigitan serangga

Ramuan tradisional mengobati berbagai penyakit

sawi tanah secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih, rebus sampai mendidih. Saring dan dinginkan. Minum dengan takaran 2 gelas (500 cc) setiap hari hingga sembuh. Dapat juga sawi tanah dijemur sampai kering, kemudian ditumbuk halus dan bila mau digunakan tinggal diseduh dengan air panas seperti menyeduh teh.

Sedangkan untuk pengobatan luar seperti untuk menyembuhkan gigitan serangga, mengatasi luka dan memar, cukup ambil daun sawi tanah secukupnya dan tumbuk halus, setelah itu tempelkan pada bagian yang terkena gigitan serangga atau luka.

Som Jawa | Talinum puniculatum

som-jawa

som-jawa

SOM JAWA (Talinum paniculatum/acq Gaertn) memiliki nama lain, yaitu ginseng jawa (Melayu) dan nama Lokal gelang porslen. Tanaman ini bisa mencapai 60 cm, berbatang tegak dan Sebagian rebah ke samping, bercabang warna kecokelatan. Daun tunggal, bentuk bulat bundar sedikit oval, tepi rata, bagian pangkal tumpul, warna hijau cerah, licin. Bunga majemuk berwarna merah keunguan. Buah bulat kecil berwarna merah kecokelatan, bijinya sangat kecil, bulat berwarna hitam, bila beterbangan akan tumbuh menjadi tanaman baru. Akarnya berdaging tebal, biasa digunakan sebagai pengganti kolesom. Tanaman ini tumbuh pada ketinggian 5-1.250 m dpl dan merupakan terna tahunan, tegak, tinggi 30-60 cm, batang bercabang di bagian bawah dan pangkalnya mengeras. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan zat yang terdapat pada tanaman som jawa dan telah dikctahui adalah tanin, saponin dan flavonoida.

CARA MENDAPATKAN SOM JAWA
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yangcukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 5-1.250 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DiGUNAKAN
Akar, daun

KHASIAT SOW JAWA
Akar berkhasiat mengatasi kondisi badan lemah, banyak berkeringat, pusing, lemah syahwat, batuk, TB paru, paru-paru lemah, nyeri lambung, diare, ngompol (enuresis), datang haid tidak teratur, keputihan, dan air susu ibu (ASI) sedikit. Daun berkhasiat untuk melancarkan pengeluaran ASI, bisul, dan kurang nafsu makan.

RESEP
Lemah syahwat
Akar som jawa sebanyak 50 g diiris tipis-tipis. Seduh dengan 3/4 cangkir air panas: Tambahkan sedikit brem, minum selagi hangat.

ASI sedikit, kurang nafsu makan
Daun som jawa segar secukupnya ditumis, lalu dimakan sebagai sayuran.

Bisul
Daun som jawa segar dicuci. Tambahkan gula merah secukupnya lalu digiling halus. Tempelkan pada bisul, lalu dibalut.

Catatan
Akar segar sebelum dipakai untuk pengobatan atau dikeringkan untuk penyimpanan, harus dikukus (diuapkan) terlebih dahulu. Pemakaian akar segar secara langsung bisa menyebabkan diare.

Akar, daun. Akar setelah dicuci lalu dikukus, baru dikeringkan untuk penyimpanan. Akar som jawa yang telah dikeringkan sebanyak 30 – 60 g direbus, minum. Untuk pemakaian luar, daun som jawa segar dicuci lalu dipipis. Tempelkan pada bagian tubuh yang sakit.

Daruju | Acanthus ilicifolius

daruju

daruju

DARUJU atau Acanthus ilicifolius L. Nama lainnya antara lain jeruju (Melayu), daruju lawa). Nama asing Lao shu le (C), sea holly (I). Nama simplisia Acanthi Radix (akar aruju). Daruju tumbuh liar di daerah pantai, tepi sungai, serta tempat-tempat lain yang inahnya berlumpur dan berair payau. Merupakan semak tahunan, berbatang basah, jmbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya; tinggi 0,5-2 m, berumpun banyak. atang bulat silindris, agak lemas, permukaan licin, berwarna kecokelatan, berduri anjang dan runcing. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang. helaian daun berbentuk memanjang atau lanset, pangkal dan ujung runcing, tepi ercangap menyirip dengan ujung-ujungnya berduri tempel, panjang 9-30 cm, lebar -12 cm. Bunga majemuk berkumpul dalam bulir yang panjangnya 6-30 cm, keluar ari ujung batang, mahkota bunga berwarna ungu kebiruan. Buahnya berupa buah otak, bulat telur, panjang ± 3 cm, berwarna cokelat kehitaman. Biji berbentuk ginjal, jumlahnya 2-4 buah. Akarnya berupa akar tunggang, berwarna putih kekuningan. Daruju dapat diperbanyak dengan biji. Akar mengandung flavone dan asam amino.

CARA MENDAPATKAN DARUJU
Perbanyakan tanaman dengan stek. Perawatannya dengan pengendalian hama dan ulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh engan baik pada tempat dengan ketinggian 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
akar dan biji

KHASIAT DARUJU
Akar digunakan untuk pengobatan radang hati (hepatitis) akut dan kronis, pembesaran hati dan limpa, pembesaran kelenjar limpa, termasuk pembesaran kelenjar limpa pada tuberkulosis (TBC) kulit, gondongan, sesak naas, cacingan, nyeri Iambung, sakit perut, kanker, kanker hati. Biji digunakan untuk peqobatan bisul dan cacingan. Tanaman ini
memiliki potensi antimikroba dan aktivitas enim.

RESEP
Kanker: Rebus 30 -120 g akar daruju ering dan 60 -120 g daging sapi tanpa lemak dalam 500 cc air dalam periuk tanah ;au panci email dengan api kecil selama 6 jam, sampaiairnya tersisasatu mangkuk. Juairnva mengeringsebelum6jam, tambahkan11 air panas secukupnya sambil terus direbusSSwl/ihWiiinguvvrirui^urtuir saringannya3 dibagi dua untuk dua kali minum, pagi dan sore hari (masing-masing 12 mangkuk):)- Setiap kali minum tambahkan madu secukupnya. Lakukan pengobafn jnj gefWP hari.

Hepatitis akut dan kronis: Iris 60 g akar daruju yang telah dikeringkan tipis-tipis. Masukkan ke dalam panci email, lalu tuang 500 cc air bersih ke dalamnya. Rebus dengan api kecil sampai airnya tersisa 100 cc. Setelah dingin, saring dan airnya dibagi dua untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari. Setiap kali minum dapat ditambahkan madu secukupnya.

Luka terkena pisau beracun: Kunyah akar kering sampai halus, lalu bubuhkan pada luka dan balut dengan kain perban. Ganti 2-3 kali sehari.

Bisul: Giling empat butir biji daruju sampai menjadi bubuk. Seduh dengan air secukupnya, lalu diminum sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Cacingan: Giling 3-5 butir biji daruju sampai halus. Seduh dengan 1/2 cangkir air panas. Setelah dingin, minum sekaligus. Pengobatan ini dapat dilakukan selama 2 – 4 hari berturut-turut.

Blustru | Luffa aegyptica

blustru

blustru

Nama daerah
Sumatra: Blustru, hurung jawa, ketola, timpul; Jawa: Blustru, lopang, oyong, bestru, blestru; Maluku: Dodahala, petalo panjang, p. cina

Uraian tanaman
Terna semusim, banyak ditanam orang di ladang, pada pagar halaman sebagai tanaman sayur, atau tumbuh liar di semak, tepi sungai, dan pantai laut. Batangnya bisa mencapai 2-10 m, memanjat, dengan sulur-sulur pembelit yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, bulat telur melebar, berlekuk menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, tulang daun menojol di bawah, panjang 8-25 cm, lebar 15-25 cm, panjang tangkai daun 4-9 cm, letaknya berseling.

Warna daun permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Bunga berkelamin tunggal, terdapat dalam 1 pohon, mahkota bunga berwarna kuning.

Buah tergantung atau terletak di atas tanah, bentuknya silindris, bulat memanjang, panjang 10-50 cm, dengan garis tengah 5-10 cm, bila sudah tua berwarna cokelat. Bagian dalam dari buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Bijinya gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, hitam. Buah muda dapat disayur, daun muda dibuat gulai atau botok.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Buah: manis, sejuk, masuk meridian hati, lambung, dan ginjal. Membersihkan panas dan racun, peluruh dahak
Biji: pahit, dingin, beracun, peluruh kemih, menghilangkan panas
Daun: membersihkan darah
Bunga: manis, sedikit pahit, dingin
Sabut: manis, netral, melancarkan sirkulasi peredaran darah dan saraf, menghilangkan panas dan dahak
Akar: manis, netral, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bengkak
Batang: pahit, dingin, beracun, masuk meridian jantung, limpa, ginjal. Melancarkan peredaran darah, mematikan cacing

Kandungan kimia
Buah: saponin, luffein, citrulline, cucurbitacin
Getah: saponin, lendir, lemak, protein, xylan, vitamin C, B
Biji: minyak lemak, squalene, alpha-spinasterol, cucurbitacin B, protein
Daun: saponin
Bunga: glutamine, aspartic acid, arginine, lysine, alamine
Sabut: xylan, cellulose, galaktosa, manitosa
Batang: saponin

Bagian yang dipakai
Buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang, akar

Kegunaan
Buah: demam, haus, batuk sesak, perdarahan, keputihan, air kemih berdarah, ASI tidak lancar, bisul
Biji: muka dan tangan kaki bengkak (edema), batu saluran kemih, wasir
Daun: bisul, kurap, digigit ular, luka bakar
Kulit buah: luka, bisul, abses rektum
Bunga: batuk panas, tenggorokan sakit, bisul, wasir, sinusitis
Sabut: sakit dada, sakit perut, sakit pinggang, batuk berdahak, tidak datang haid, produksi ASI sedikit, bisul, wasir. Arang dari sabut dapat menghentikan perdarahan, air kemih berdarah, perdarahan pada wanita.
Akar: migrain, sakit pinggang, payudara bengkak, tenggorokan sakit
Batang: rasa baal, haid tidak teratur, hidung berlendir, edema
Tangkai buah: cacar air pada anak-anak

Pemakaian
Buah:
untuk minum: 10-15 g (segar 100-150 g), digodok atau dibakar menjadi bubuk
Pemakaian: dilumatkan lalu diperas airnya untuk dioleskan atau dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Biji:
untuk minum: 5-10 g digodok atau disangrai lalu digiling dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digiling menjadi bubuk dan dibubuhi
Daun:
untuk minum: 50-150 g daun segar digodok atau digiling dan diperas airnya, atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digodok dan airnya untuk cuci, atau dilumatkan, atau dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Kulit buah:
Pemakaian luar: dipanggang sampai kering, lalu digiling menjadi bubuk dan diaduk rata dengan arak, untuk dioleskan ke tempat yang sakit
Bunga:
untuk minum: 10-15 g digodok
Pemakaian luar: dilumatkan dan dibubuhi ke tempat yang sakit
Sabut:
untuk minum: 10-15 g digodok atau dipanggang lalu digiling menjadi bubuk
Pemakaian luar: dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Akar:
untuk minum 5-15 g (segar 50-150 g) digodok atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digodok airnya untuk cuci tempat yang sakit
Batang:
untuk minum: 50-100 g digodok, atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: dijadikan bubuk, dibubuhi pada tempat yang sakit

Cara pemakaian:
Tidak teratur datang haid. Daging buah blustru sebesar 4 jari dicuci bersih lalu diparut, diremas dengan ½ cangkir air masak dan sedikit garam, diperas dan disaring, minum sehari 3x.
Sakit pinggang: bijinya disangrai sampai hangus, lalu digiling sampai halus dan dicampur dengan arak, minum. Ampasnya dibubuhi ke tempat yang sakit.
Perdarahan pada wanita: daun disangrai hingga hitam, lalu digiling menjadi bubuk, setiap kali, 20 g diseduh dengan arak, minum.
Sesak napas: 5 lembar daun muda dicuci bersih lalu diasapkan sebentar, dimakan dengan nasi sebagai lalap. Sehari 2x.
Batuk disertai sesak: 10-15 g bunga digodok, tambahkan madu secukupnya, setelah dingin disaring, lalu diminum.
Migrain: 150 g akar segar ditmbah telur itik 2 butir, digosok, airnya diminum, telurnya dimakan.
Sakit pinggang: akar dibakar dengan alas genting, lalu digiling menjadi bubuk. Setiap kali 10 g diminum dengan arak hangat
Bisul yang tidak mau pecah: akar tua digodok, airnya untuk kompres bisul.

Catatan: wanita hamil dan fungsi limpa lemah dilarang makan

Landep | Barleria prionitis

landep

landep

TANAMAN Landep (Barleria prionitis L.) memiliki sinonim nama Latin Prionitis hystrix Miq., termasuk ke dalam famili Acanthacea.Tanaman ini memiliki nama lokal yaitu] Jarong, Kembang Landep (Sunda); Landep (Jawa); Bunga Landak (Sumatera); Landhep (Madura); Katshare’ya, Kurantak (India, Pakistan); Percufine Flower (Inggris). Tanaman ini merupakan tanaman perdu dengan tinggi tanaman mencapai 1,5 – 2 m. Batang tanaman berkayu, segi empat, berbuku- buku, berambut, berduri kuat yang terdapat pada ketiak- ketiak daun. Daun Landep merupakan daun tunggal, daun mudanya berambut, letak berhadapan, panjang tangkai daun sekitar 4-8 mm. Helai daun jorong sampai lanset atau bundar telur memanjang dengan ujung meruncing, pangkal meruncing menyempit sepanjang tangkai, tepi rata agak berombak dan memiliki panjang 2-18 cm serta lebar 2- 6,5 cm. Pertulangan daun menyirip, daunnya berwama hijau. Bunga Landep merupakan bunga tunggal, simetris dua sisi, berbentuk elips memanjang dan berwarna kuning.

Buah Landep berwarna hijau, sedangkan bijinya berwarna cokelat. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang. Daun memiliki bau yang lemah, rasa agak kelat. Daun Landep mengandung saponin, flavonoida, tanin, garam kalium, dan silikat. Sedangkan akar mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol. Ekstrak etanol tanaman Landep (daun & batang) mengandung senyawa feniletanoid glikosida.

CARA MENDAPATKAN LANDEP
Tanaman Landep banyak tersebar di Afrika, India, Sri Lanka dan daerah tropik Asia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia ditemukan di daerah yang beriklim kering, tumbuh liar atau ditanam untuk pagar, mulai dari dataran rendah sampai 400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT LANDEP
Secara tradisional, tanaman ini banyak digunakan si berbagai penyakit. Di India, digunakan untuk mengobati pembengkakan, gout, arthritis dan rheumatik, untuk penenang dan penyakit kulit, sebagai immunorestoratif, batuk rejan dan asma pada bayi & anak-anak. Di Indonesia, tanaman ini biasanya digunakan untuk mengatasi rematik, sakit pinggang, demam, sakit perut, perut busung air, buang air seni kurang lancar, kudis, gusi nyeri, cacingan dan spermatorea (beser mani).

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun landep dan daun kumis kucing berpotensi sebagai diuretik. Infus daun Landep juga berpotensi meningkatkan kelarutan batu ginjal kalsium dan kalium secara in vitro (pengujian di laboratorium). Menurut penelitian tanaman ini memiliki memiliki aktivitas antioksidan, berpotensi sebagai ekspektoran ( pengencer dahak), anti virus pada pernafasan, anti rematik, anti bakteri terhadap Bacillus cereus dan P. aeruginosa, berpotensi sebagai fungistatik (dapat membunuh jamur) dan fungisidal (dapat menghambat pertumbuhan jamur), memiliki aktivitas anti peradangan dan berpotensi sebagai imunostimulan (perangsang kekebalan) dan sebagai penurun gula darah/anti diabetes. Ekstrak akar tanaman Landep berpotensi mengurangi kesuburan laki-laki. Daun dan batang landep memiliki potensi sebagai hepatoprotektif (penjaga fungsi hati).

RESEP
Sakit Gigi
Daun Landep segar dicuci bersih dan dikunyah dengan gigi yang sakit.

Bisul dan Pembengkakan
Akar tanaman dilumatkan menjadi pasta kemudian ditapalkan pada bagian yang sakit.

Demam akibat virus
Daun dan bunga Landep direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Luka
Sebanyak 15 g akar Landep dicuci bersih. Tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih. Tumbuk sampai lumat, kemudian tempelkan pada luka.

Kurap, Panu
Akar secukupnya digiling halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis, lalu diaduk merata sampai seperti bubur. Balurkan pada kurap, lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik, Sakit Pinggang, Sakit Kepala
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk merata sampai menjadi seperti bubur kental. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit. Bila sakit kepala, balurkan di kening.

Gusi nyeri dan berdarah
Daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Air perasannya ditambahkan sedikit madu. Gunakan untuk memoles gusi yang sakit.

Demam, Sakit Perut, Melancarkan Buang Air Seni
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Kunci Pepet | Kaempferia rotunda

kunci-pepet

kunci-pepet

KUNCI PEPET dengan nama latin Kaempferia rotunda merupakan tanaman terna rendah dengan daun yang berbentuk indah. Rimpangnya dari luar terlihat seperti temy kunci. Tanaman ini dapat mencapai tinggi 70 cm dengan tumbuh merumpun. Batang semu tumbuh dari rimpangnya. Daunnya tunggal dengan helaian daun berbentuk lanset yang panjangnya 20-30 cm dan lebar 7,5-10 cm. Ujung daunnya runcing dan pangkalnya berpelepah. Tepi daun rata dengan warna daun hijau muda dan bagian tengah bercorak cokelat. Bunga kunci pepet keluar dari rimpang dengan batang semu yang amat pendek. Bunganya dapat tumbuh bergerombol dengan warna ungu muda kemerahan. Akar kunci pepet berdaging membentuk rimpang yang tidak terlalu besar. Dari rimpang induk keluar akar-akar kasar yang ujungnya terdapat anakan rimpang yang berair dan tampak tumbuh menggerombol menutupi rimpang induknya.

CARA MENDAPAT KUNCI PEPET
Tanaman ini dapat tumbuh liar di Indonesia, sering ditanam sebagai tanaman pagar ataupun tanaman hias. Pembiakannya dilakukan dengan cara menyetek karena tanaman ini tidak pernah berbuah. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian dari 200-500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG D1GUNAKAN
Umbi muda, rimpang

KHASIAT KUNCI PEPET
Kunci pepet digunakan untuk obat sakit perut. Umbi kunci pepet juga digunakan untuk bedak karena memiliki efek menghambat kerja tirosinase yang terlibat dapat menghambat penghitaman kulit. Rimpang kunci pepet juga memiliki efek anti aggregasi, antioksidan, antibakteri dan antiproliferasi, Dalam jamu, kunci pepet digunakan untuk wanita nifas dan dicampur dengan genber, lada dan gula jawa untuk menambah nafsu makan.

RESEP
Umbi muda kunci pepet sering digunakan untuk lalap.
Untuk mengatasi bengkak, memar dan bisul, rimpang induk kunci pepet dicuci lalu ditumbuk hingga halus. Hasil tumbukan ini dibalutkan pada bagian yang sakit.

Awar-Awar | Ficus septica

awar-awar

awar-awar

Deskripsi
Merupakan jenis pohon semak, dengan ketinggian hingga mencapai 1-5 meter. Batang pokok bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, bergetah bening. Daun besar-besar. Helaian daun berbentuk bulat telur berwarna hijau tua mengkilat dengan banyak bintik pucat. Bunga majemuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkalnya dengan 3 daun pelindung, berwarna hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm. Buah berdaging, berwarna hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5-2 cm. Waktu berbunga Januari-Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura. Tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1.200 m dpl

Nama daerah
Sirih popar (Ambon, tagalolo, bei, loloyan (Minahasa); ki ciyat (Sunda), awar-awar (Jawa), bar-abar (Madura), awar-awar (Belitung), tobotobo (Makassar), dausalo (Bugis), bobulutu (Halmahera Utara), tagalolo (Ternate)

Kandungan
Hauptalkaloid, tiloforin, septisin, dan antofin, selain itu juga mengandung flavonoida

Khasiat
Antibakteri

Bagian yang digunakan
Akar, getah, dan batang

Cara pengobatan
Bisul
5 lembar daun dicuci dan digiling halus, ditambah garam secukupnya, kemudian digunakan sebagai kompres pada bisul (1-2 kali sehari).

Tunjung | Nymphaea lotus

tunjung

tunjung

Nama daerah
Terate kecil, tarate utan, tunjung putih (Indonesia), tunjung bodas, tunjung tutur (Sunda)

Nama asing
waterlelie, nenuphar, seerose, waterlily

Uraian tanaman
Tanaman air atau rawa, tumbuh liar pada genangan air yang dangkal atau dipelihara di kolam-kolam sebagai penghias kolam di taman. Asalnya dari Afrika.

Daun dan bunga keluar dari akar rimpang di dalam tanah yang tumbuh ke atas pada permukaan air. Daun mengapung pada permukaan air, sedang bunga pada air yang dangkal akan muncul di atas permukaan air. Helaian daun bangun perisai, bundar lonjong kadang melipat, tepi bergerigi, bagian pangkalnya bercangap sempit dan dalam, warnanya hijau, bagian bawah warnanya lebih muda dan berambut pendek yang rapat. Ukuran daun, panjang 15-50 cm, lebar 12-45 cm. bunga agak berbau busuk, mekar pada malam hari dan menutup pada siang hari. Daun mahkota 13-28, warnanya putih, kuning, atau merah keunguan. Buah masak di bawah air, berupa spons, membuka tidak beraturan.

Bunga warna putih lebih disukai untuk digunakan dalam pengobatan

Bagian yang dipakai
Bunga, akar, pemakaian segar atau yang telah dikeringkan

Kegunaan
Bunga:
Kejang pada anak, pingsan karena udara panas, mabuk alkohol, menekan fungsi seksual (anaphrodisiac), penyakit kulit seperti bisul radang, tumor, dan borok, kencing manis

Akar
TBC Paru

Pemakaian:
Untuk minum: Bunga 3-5 kuntum, akar 6-9 g direbus