obat bintitan

Rumput Bambu | Lophatherum gracile

rumput-bambu

rumput-bambu

Uraian tanaman
Terna menahun, tinggi 40-100 cm, tumbuh liar di tempat-tempat rindang, tidak terlalu kering atau basah, seperti di bawah pohon besar, pinggir jalan yang teduh, di lereng-lereng bukit dan tempat-tempat lainnya dari 200-1.500 m dpl.

Mempunyai rimpang yang menyerupai kayu, akar serabut menyebar dengan penebalan-penebalan yang menyerupai umbi kecil-kecil berbentuk kerucut.

Batang kecil, panjang dan naik ke atas warnanya kuning beralur memanjang, berongga. Daun berbentuk lanset atau lanset melebar yang tumbuh berseling, ujung runcing, tepi rata, pangkal menyempit menjadi tangkai yang memeluk batang, bertulang sejajar dengan tulang induk menonjol di permukaan bawah, kedua permukaan berambut putih, warnanya hijau. Panjang daun 5-20 cm, lebar 2-3,5 cm.

Bunga majemuk berbentuk malai yang bertangkai panjang, keluar dari ujung batang, panjang 10-30 cm, dengan bulir-bulir kecil berbentuk jali, panjang 7-12 mm, lebar 1,5-2,5 mm.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Batang dan daun: rasa manis, hambar, dingin. Membersihkan panas jantung, penurun panas (antipiretik), antiradang, peluruh air kemih. Masuk meridian jantung dan ginjal.
Akar: manis, dingin. Membersihkan panas, peluruh air kemih, abortivum dan mempermudah persalinan (uterotonik)

Kandungan kimia
Akar, batang, dan daun mengandung triterpenoid dan steroid arundoin, cylindrin, friedelin, beta-sitosterol, stigmasterol, campesterol dan taraxerol. Juga mengandung asam amino dan asam lemak.

Bagian yang dipakai
Batang dan daun muda, atau seluruh tanaman, sebelum berbunga. Dijemur untuk pemakaian kering.

Kegunaan:
Demam, rasa haus, mimisan
Sakit tenggorok, sariawan, gusi bengkak
Infeksi saluran kemih, air kemih sedikit dan berwarna kuning, air kemih berdarah
Antikanker: ehrlich carcinoma, sarcoma-180 (pada percobaan binatang)

Pemakaian
Untuk minum: 10-15 g, godok

Cara pemakaian
Air kemih berdarah: daun rumput bambu dan akar alang-alang, masing-masing 15 g dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.

Demam, gelisah, haus: 10-15 g daun atau akar dicuci bersih, lalu digodok. Minum setelah dingin.

Demam, haus, air kemih sedikit, termasuk infeksi akut pada saluran kemih: 3-9 g daun dan batang dicuci bersih lalu digodok dan diminum sebagai teh.

Bisul pada kelopak mata dan luka pada selaput bening mata: Batang dan daun dicuci bersih, dibilas dengan air matang, ditumbuk halus lalu diperas. Air perasannya dipakai sebagai obat tetes. (Sekadar diketahui, tidak dianjurkan bila tersedia obat mata, karena tidak terjamin sterilitasnya).