obat batuk berdahak

Batuk

Ramuan 1

buah kapulaga dikunyah

 

Ramuan 2

5 g serbuk buah adas
½ cangkir air mendidih
1 sendok teh madu

Seduh serbuk buah adas dengan  ½ cangkir air mendidih.

Setelah dingin, saring, tambahkan 1 sendok teh madu.

Aduk sampai rata, minum sekaligus.

Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.

 

Ramuan 3

¼ genggam daun saga
2 kuntum bunga kembang sepatu
? genggam daun poko
10 kuntum bunga tembelekan
2 butir bawang merah
1 sendok teh adas
1 ruas jari pulosari
1 ruas jari jahe
3 jari gula merah

Rebus semua bahan dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya.

Setelah dingin, saring, minum.

Lakukan 3 kali sehari masing-masing ½ gelas.

 

Resep 4

15-30 gr stepanot jingga, digodok atau digiling halus menjadi bubuk

Setiap kali pemakaian 3 gr diminum dengan air hangat.


Resep 5

60 gr rumput jukut pendul segar, cuci bersih,

Godok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
Setelah dingin disaring. dibagi untuk 2 kali minum.


Resep 6

Buah senggugu dikunyah dengan sirih, airnya ditelan.

Atau buahnya sebanyak 2 buah dicuci bersih lalu dikunyah perlahan-lahan, dan telan.

Setelah itu, minumlah air hangat.

Batuk | Cough

Ramuan 1

5 g serbuk buah adas
½ cangkir air mendidih
1 sendok teh madu

Seduh serbuk buah adas dengan ½ cangkir air mendidih. Setelah dingin, saring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk sampai rata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.

Ramuan 2

¼ genggam daun saga
2 kuntum bunga kembang sepatu
⅕ genggam daun poko
10 kuntum bunga tembelekan
2 butir bawang merah
1 sendok teh adas
1 ruas jari pulosari
1 ruas jari jahe
3 jari gula merah

Rebus semua bahan dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring, minum. Lakukan 3 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Suji | Pleomele angustifolia N.E.Brown

suji

suji

SUJI atau Pleomele angustifolia N.E.Brown mempunyai beberapa nama daerah antara lain Jejuang bukit atau Pendusta utan (Ambon); Ngase kolotide (Ternate); Jingkang, Hanjuwang merak atau Suji (Jawa Barat); Semar (Jawa Tengah dan Jawa Timur); Kopoi (Ponos), Popopok im bolai, Rereindeng im bolai, Tawaang im bolai (Minahasa) (Heyne, 1987). Tanaman suji dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian sampai 1.200 m dpi. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6-8 m tersebar dari India, Birma (Myanmar), Indo-Cina, Cina bagian selatan, Thailand, Jawa, Filipina, Sulawesi, Maluku, New Guinea dan Australia bagian utara. Habitat daun suji, yaitu berada dalam daerah yang memiliki kelembaban tinggi dengan intensitas cahaya matahari yang sedang dan sangat cocok hidup di taman dan tanah belakang rumah.

Daun tanaman suji berbentuk lancet-garis, agak kaku, berwarna hijau gelap, meruncing atau sangat runcing dengan panjang 10 sampai 25 cm dan lebar 0,9 sampai 1,5 cm. Jenis bunga termasuk bunga majemuk, berbentuk malai dengan banyak bunga yang panjangnya 8 sampai 30 cm. Pada tiap kelopak terdapat 1-4 bunga, tangkai bunga pendek (2,5-2,7 cm). Mahkota bunga berwarna putih kekuningan, dan kalau malam hari berbau harum. Buah yang matang berwarna jingga dengan diameter 1-2 cm. Kandungan kimia dari daun suji di antaranya adalah adalah saponin dan flavonoid, klorofil. Mengenai efek farmakologis dari daun yang memiliki rasa pahit, berbau harum, dan bersifat dingin.

CARA MENDAPATKAN SUJI
Cara mengembangkannya cukup dengan okulasi, selain akan menghasilkan bibit yang baik juga mudah cara pembibitnya.

KHASIAT SUJI
Senyawa klorofil di dalam daun suji berfungsi sebagai antioksidan, serta memiliki daya hipokolesterolemik (kemampuan menurunkan kadar kolesterol darah) secara in vivo (pengujian menggunaan hewan uji). Kedua aktivitas kimiawi ini sangat baik untuk menekan penyakit Aterosklerosis. Bagian dari batang, akar dan daun juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit di antaranya; kencing nanah, disentri dan beri-beri, nyeri lambung, nyeri haid dan penawar racun. Selain itu daun suji dimanfatkan sebagai Pewama hijau pada makanan, memberikan aroma yang khas pada makanan. Buahnya dapat digunakan untuk mengobati orang yang kurang nafsu makan, dan monurunkan tekanan darah tinggi. Daunnya berkhasiat untuk mengobati sakit kepala, obat luar untuk mengatasi beri-beri. Getah daunnya dapat digunakan untuk menebalkan rambut, dan daunnya digunakan sebagai zat warna untuk mengecat, pucuk tanamannya dapat dimakan sebagai sayuran, tanaman hias dan tanaman pagar.

RESEP
Untuk mengobati batuk berlendir dan berdarah
20 lembar daun suji dicuci sampai bersih, tumbuk sampai lumat, dan tambah air sebanyak Vi gelas. Setelah itu peras dan minum 2 kali sehari pagi dan malam.

Penyakit kencing nanah, disentri, beri-beri
Daun suji direbus hingga airnya setengah bagian. Lalu diminum hanya untuk kencing nanah 2 x sehari.

Nyeri saat haid
Daun suji direbus hingga airnya setengah bagian. Lalu diminum hanya untuk kencing nanah 1 x sehari.

Tagetes | Tagetes Erecta L.

tagetes

tagetes

TANAMAN Tagetes merupakan tanaman hias. Tanaman ini menyukai tempat terbuka yang terkena matahari langsung dan udara lembap. Tanaman tagetes atau lebih kenal tanaman tahi kotok ini merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh tegak, memiliki tinggi 1,5-1,3 m, bercabang, dan berbau tidak enak. Daun tunggal, menyirip berbagi sangat dalam sehingga menyerupai daun majemuk menyirip gasal. Taju anak daun pada kedua sisi 5-9, bentuknya memanjang hingga lanset menyempit, dengan bintik kelenjar bulat dekat tepinya, warnanya hijau. Bunga tunggal, berbentuk bongkol, warnanya kuning atau oranye. Buah keras, bentuk garis, dan berwarna hitam.

CARA MENDAPAT TAGETES
Perbanyakan tanaman sangat mudah hanya dengan meyebar bibitnya. Tanaman ini dapat tumbuh hampir di semua jenis tanaman dan dengan sinar matahari yang cukup. Perawatannya hanya dengan memberi air yang cukup dan berada di tempat sinar matahari yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga

KHASIAT TAGETES
Tanaman tagetes mempunyai khasiat yang banyak dengan bagian bunganya yang dipakai. Bunganya memiliki rasa pahit dan berbau khas. Tanaman tagetes berkhasiat sebagai antiradang, mengencerkan dahak, obat batuk, peluruh kencing (diuretic), dan memperbaiki gangguan pencernaan. Hal ini dikarenakan pada bagian bunga mengandung sebesar 0,1% terthienyl, dan 0,74% flavoxanthin. Cara penyimpanan bunga ini sangat mudah, setelah dipetik langsung dikeringkan dan disimpan pada tempat kering.

RESEP
1. Batuk rejan
Rebus bunga tahi kotok yang kering (15 g) dan gula (secukupnya) dengan dua gelas air sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

2. Sakit gigi
Rebus bunga tahi kotok kering (15 g) dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali. Masing-masing setengah gelas.

3 Sakit mata
Cuci bunga tahi kotok segar (satu kuntum), lalu rebus. Setelah dingin, saring dan gunakan untuk mencuci mata yang sakit dengan gelas mata.

Bangle | Zingiber purpureum

bangle

bangle

BANGLE mempunyai nama latin Zingiber purpureum roxb dari suku temu-temuan (Zingiberaceae). Tumbuhan ini dikenal di berbagai tempat dengan nama yang bervariasi: mungle (Aceh), bungle (Tapanuli), kunik bolai (Rana Minang), banglee’iy (Rejang), panglai (Pasundan/Sunda), pandhiyang (Madura), bale (Makassar), panini (Bugis), unin makei (Ambon). Tanaman ini tumbuh sekitar 1.5-2 m dari tanah. Ciri-ciri umum dari bangle termasuk herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm.

CARA MENDAPAT BANGLE
Cara budidaya: Menggunakan rimpang, pemeliharaan mudah dan menghendaki sedikit naungan. Perbanyakan dengan stek rimpang. Panen rimpang dilakukan setelah tanaman berumur 1 tahun. Produksi rimpang segar 10-30 ton/ha.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang dan daun.

KHASIAT BANGLE
Bangle dapat mengobati demam, sakit kepala, sakit perut, batuk, masuk angin, rematik, cacingan, sembelit, dan ramuannya ampuh untuk mengecilkan perut setelah melahirkan. Menurunkan panas (antipiretik), meluruhkan kentut (karminatif), mcluruhkan dahak (ekspektoran), efek mukolitik (mengencerkan secret saluran napas), membersihkan darah, pencahar (laksatif), dan r»eluruhkan cacing dan usus (vermifuge). Bagian yang dipakai sebagai obat adalah rimpang dan daunnya.

Rimpang:
1. Sakit kuning
2. Demam, sakit kepala
3. Batuk berdahak
4. Perut nyeri, masuk angin
5. Sembelit
6. Sakit Kuning
7. Cacingan
8. Reumatik
9. Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan
10. Mengecilkan perut
11. Kegemukan

Daun:
1. Kurang nafsu makan
2. Perut terasa penuh

RESEP
1. Cacingan
Cuci dan iris tipis-tipis 20 g rimpang bangle, 15 g temu hitam, serta 3 lembar daun sirih. Tambahkan 5 biji ketumbar yang telah dicuci lalu tumbuk semua bahan ramuan tersebut sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air masak, aduk sampai rata, lalu diperas. Saring air perasannya lalu minum sekaligus 1 kali sehari sekali.

2. Demam dan masuk angin
Cuci bersih 15 g rimpang bangle segar, 15 g lempuyang wangi, 15 g jahe, dan 15 g kencur. Parut semua bahan, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

3. Gangguan mata
Cuci 15 g rimpang bangle lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus 1 kali sehari.

4. Kegemukan atau untuk mengurangi lemak tubuh
Cuci bersih 15 g rimpang bangle, 7 helai daun jati belanda, dan 10 g daun kemuning. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari di pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas.

5. Kepala pusing karena demam dan nyeri sendi
Cuci bersih 2 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Jika pusing, piliskan adonan pada dahi dan di bagian nyeri sendi.

6. Mengecilkan perut setelah melahirkan
Cuci bersih 4 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Oleskan adonan pada bagian perut.

7. Perut mulas
Cuci bersih 10 g rimpang bangle segar, 10 g lempuyang wangi, 10 g jahe, dan 10 g kencur. Parut semua bahan lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus seh sekaligus k id-hari di saat mulas.

8. Sakit kuning
Cuci rimpang Cuci rimpang jari tangan sampai bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan m masak dan mil parutan masing-masing 1 sendok makan. Peras hasil Parutan lalu saring. Minum air yang tersaring sekaligus dan lakukan 2 kali sehari.

Ramuan herbal yang diminum
Bahan:
• 5-7 lembar daun jati belanda
• 1 jempol umbi bangle
• 1,5 gelas air

Cara meramu:
Rebus semua bahan dengan air bersih hingga airnya tinggal 1 gelas, saring, dinginkan. Minum 2 x sehari pagi dan sore sebelum makan.

9. Kegemukan/mengurangi lemak tubuh Resep 1
Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1½ gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.

Resep 2
½ jari rimpang bangle, ½ jari rimpang temu giring, ¾ jari rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, ¼ genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4½ gelas air bersih sampai tersisa ½-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3x ¾ gelas.

Resep 3
Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing ½ jari tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-remas. Peras dan saring, kemudian diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Pear | Pyrus amygdaliformis

pear

pear

Kandungan
a. air
b. vitamin C
c. Provitamin A
d. antioksidan

Manfaat
a. menurunkan demam
b. mengatasi batuk berdahak
c. mengurangi kelebihan asam di perut
d. mengendalikan hipertensi
e. mengatasi gangguan lambung
f. mencegah kanker

Putri Malu | Mimosa pudica

putri-malu

putri-malu

PUTRI MALU memiliki nama latin Mimosa pudica, termasuk dalam keluarga Fabaceae. Di negara lain beragam nama diketahui untuk tanaman ini. Yang umum seperti sensitive plant, humble plant, shameful plant, sleeping grass, touch-me-not, chuimui, dan ant-plant. Selain itu di Asia Tenggara dikenal dengan makahiya (Filipina), pokok semalu (Malaysia), dan hti ka yoan. Tanaman putri malu merupakan tanaman anual atau perinal, beberapa berkayu pada batang dan membentuk belukar hingga setinggi 1 m. Daun merupakan daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5-26 pasang. Anak daun memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah halus, berukuran 6- 16×1-3 mm, berwana hijau dengan tepi berwarna ungu. Jika disentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap, sirip terkumpul rapat sepanjang 4 – 5,5 cm.Batang putri malu berbentuk bulat, berambut dan berduri halus. Mempunyai akar pena yang sangat kuat, bunganya berbentuk bulat seperti bola dan tidak mempunya mahkota dengan kelopak bunga kecil, tabung mahkota kecil berwarna putih. Buah berbetuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil 1-2 cm, dengan biji berbentuk pipih berukuran 2,5 mm, berwarna cokelat pucat.

Habitat asal tumbuhan putri malu adalah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, namun sekarang sudah tersebar sampai ke Asia dan Australia. Di beberapa negara, putri malu dikelompokan sebagai gulma yang menganggu tanaman seperti jagung, kelapa, tomat, kapas, kopi, pisang, kedelai, pepaya, dan tebu. Beberapa senyawa kimia vang dikandung tanaman putri malu di antaranya alkaloid mimosina, flavonoid, tanin, terpenoid, glikosida, kalsium oksalat. asam jasmonat, noradrenaline, turgorina, dan mimopudina.

CARA MENDAPATKAN PUTRI MALU
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatan dengan pemupukan, pengendal hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sekitar 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman.

KHASIAT PUTRI MALU
Secara tradisional, di India, putri malu digunakan sebagai penyembuh luka, air rebusa: akar jika diminum dapat digunakan sebagai obat sakit gigi dan penurun deman pada penyakit malaria. Jus daun putri malu diketahui digunakan untuk mengatas pendarahan, disentri, dan diare, serta untuk pengobatan bronkitis. Manfaat yang lainny; adalah untuk mengatasi insomnia, batuk, cacingan, rematik, dan diuretik. Selain iti berdasarkan penelitian, tanaman putri malu juga berpotensi sebagai antikonvulsan antikejang, antibakteri, dan anti racun ular (antiophidian).

RESEP
Insomnia
– Cuci 30 g seluruh bagian tanaman putri malu segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sebelum tidul
– Sediakan bahan segar heba putri malu dan sawi langit (masing-masing 15 g) dan 30 g calincing segar (oxalis corniculata L.). Cuci bahan-bahan lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sebelum tidur.

Chronic bronchitis
– Sediakan seluruh bagian tanaman segar putri malu dan pegagan (masing-masing 30 g) lalu cuci sampai bersih. Tambahkan 3 gelas air, lalu rebus sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 3 kali masing-j masing ½ gelas.
– Cuci 60 g putri malu segar, lalu potong-potong seperlunya. rebus dalam 3 gelas air dengan api kecil sampai tersisa 1 gelas. Stelah dingin saring dan air saringannya] diminum untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari. Ramuan ini diminum untuk 10 hari.

Batuk dengan dahak banyak
Cuci 15-30 g seluruh bagian tanaman putri malu, alu rebus dengan 3 gelas air samapil tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum malam haril sebelum tidur.

Cacingan/Ascariasis
15 g akar Mimosa pudica direndam dalam arak putih 500 cc selama 2 minggu. Gunakan arak putri malu ini untuk mengompres bagian sendi yang sakit.

Rheumatik
15 g akar Mimosa pudica direndam dalam arak putih 500 cc selama 2 minggu. Gunakan arak putri malu ini untuk mengompres bagian sendi yang sakit.

Batu saluran kencing
Cuci 20 g seluruh bagian tanaman putri malu segar, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Sebaiknya ramuan ini diminum pada malam hari.

Belimbing Wuluh | Averrhoa bilimbi

belimbing-wuluh

belimbing-wuluh

BELIMBING wuluh memiliki nama latin, yaitu Averrhoa bilimbi L. Tanaman ini juga memiliki beberapa nama lokal diantaranya limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo), Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores), Libi (Sawu), belerang (Sangi). Belimbing wuluh memiliki tinggi pohon 5- 10 m, batangnya tegak, bercabang-cabang, permukaan kasar, banyak tonjolan, berwarna hijau kotor, daunnya majemuk, menyirip, anak daun 25-45 helai, bulat telur, ujung meruncing, pangkal membulat, panjang 7-10 cm, lebar l-3 cm, bertangkai pendek, pertualangan menyirip, hijau muda, hijau. Bunganya majemuk, bentuk malai, pada tonjolan batangdancabang, menggantung, panjang 5-20 cm, kelopak ± 6 cm, merah, daun mahkota bergandengan, bentuk lanset, ungu. Buahnya Buni, bulat, panjang 406 cm, hijau kekuningan. Bijinya segitiga, ketika muda berwarna hijau, tetapi setelah tua kuningan kehijauan. Akarnya tunggang, berwarna cokelat kehitaman.

Ekstrak buah belimbing wuluh. mengandung flavonoida dan triterpene saponin. Daun, buah, dan batangnya mengandung saponin, tannin, flavonoid, sedangkan batangnya mengandung alkalosida dan polifenol. Susunan kimia yang terkandung dalam belimbing wuluh yaitu asam amino, asam sitrat, senyawa glukosida, fenolat, ion kalium, gula, serta vitamin dan mineral, juga terdiri dari serat, abu, dan air.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan tanaman buah asli Indonesia yang mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tanaman ini dapat tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia. Belimbing wuluh dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, ranting muda, bunga dan buah

KHASIAT BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untui obat antihipertensi. Taman in ini juga memiliki potensi dapat menurunkan glukosa darah. Secara farmakologi telah  terbukti bahwa rebusan daun belimbing wuluh dengan pemberian secara oral pada dosis 500 mg/kg tidak memberikan efek hipotermia tetapi memberikan efek antiptik dan in dapat mengurangi efek inflamasi.

Ekstrak khloroform belimbing wuluh sangat efektif membunuh pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus, bacillus cereus dan corney bacterium diphteria karena mengandung senyawa flavonoid tipe luteoin dan apigenin.

Selain itu daun belimbing wuluh secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut, encok, demam gondok, buahnya untuk gejala darah tinggi, sariawan obat batuk, mengobati sakit perut, gondongan (parotitis), gusi berdarah, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, kelumpuhan, memperbaiki sistem pencernaan, dan radang rektum.

RESEP
Pegel linu
Sebanyak 1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkih, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Gondongan
Sebanyak 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih, lalu ditumbuk halus. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Batuk pada anak
Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.

Batuk
Sebanyak 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Batuk rejan
Sebanyak 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum, lakukan 2 kali sehari. Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

Rematik
Sebanyak 100 g daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkih dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ke bagian yang sakit.

Sebanyak 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkih, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sariawan
Segenggam bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai uncuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
Sebanyak ⅔ genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum,
sehari 3 kali ¾ gelas.

Tiga buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, ¾ sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

Jerawat
Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

Sebanyak 6 buah belimbing wuluh dan ½ sendok teh bubuk belerang, digiling halus, lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Panu
Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Darah tinggi
Tiga buah belimbing wuluh dicuci, lalu dipotong potong

Cempaka Putih | Michelia alba

cempaka-putih

cempaka-putih

DIKENAL juga dengan kantil (Jawa), cempaka bodas (Sunda), campaka (Madura), jeumpa gadeng (Aceh) campaka putieh (Minangkabau), sampaka mopusi (Mongondow), bunga eja kebo (Makasar), bunga eja mapute (Bugis), capaka bobudo (Ternate), capaka bobulo (Tidore).

Pohon cempaka putih (Michelia alba Dc) mempunyai tinggi yang mampu mencapai 30 m dan mempunyai batang yang berkayu. Pada ranting-ranting pohon cempaka putih biasanya ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna keabu-abuan. Daunnya tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Tangkai daun lumayan panjang, mencapai hampir separuh panjang daunnya. Cempaka putih mempunyai bunga berwarna putih yang memiliki bau harum yang khas.

Tanaman yang dimitoskan sebagai rumah kuntilanak ini jarang ditemukan mempunyai buah karena itu perbanyakan dilakukan secara vegetatif.

CARA MENDAPATKAN CEMPAKA PUTIH
Tanaman yang dimitoskan sebagai rumah kuntilanak ini jarang ditemukan mempunyai buah karena itu perbanyakan dilakukan secara vegetatif dengan distek atau dicangkok.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga, daun, batang dan akar

KHASIAT CEMPAKA PUTIH
Cempaka putih memiliki sifat khas manis, pedas, dan menghangatkan. Tumbuhan ini sering digunakan pada pengobatan tradisional sebagai obat maag atau asam lambung, penghilang bau mulut, dan obat gatal yang ditimbulkan oleh mikroba. Bunga berkhasiat sebagai antimikroba , mengobati bronkhitis, batuk, demam prostat dan keputihan. Daun mengandung alkaloid mikelarbina dan liriodenina untuk mengobati bronkhitis, infeksi saluran kemih, diuretik dan sebagai antioksidan. Batangnya digunakan untuk mengobati demam, sipilis, gonorrhea dan malaria. Akar untuk infeksi saluran kemih, mengobati sinusitis, batuk rejan dan berdahak.

RESEP
Cara penyiapan bunga direbus dengan airnya dipakai untuk mandi, pemakaian dalam 15-30 g daun atau bunga kering, direbus lalu airnya diminum

Sinusitis
30 g bunga cempaka putih kering, 30 g daun mint/menthol, 2 batang daun bawang putih direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 o airnya diminum untuk 2 kali sehari masing-masing 200 cc.

Vertigo (kepala pusing)
5-7 kuntum bunga cempaka putih kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Perut kembung
5 kuntum bunga cempaka putih, 5 g kulit jeruk keprok atau jeruk mandarin kering, 3 butir kapulaga, 15 g jahe direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum selagi hangat.

Keputihan
30 g bunga cempaka putih kering, 60 g jali (direndam dahulu hingga lembut), 15 g kulit delima kering direbus dengan air secukupnya dan air rebusannya diminum selagi hangat sedangkan jalinya dimakan.

Radang saluran pernapasan
15 g daun cempaka putih, 15 g pahap (umbi bunga lili), 5 g kulit jeruk mandarin kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc lalu airnya diminum selagi hangat; atau 15 g bunga cempaka putih kering ditambahkan air secukupnya lalu ditim, kemudian airnya ditambahkan madu secukupnya dan diminum selagi hangat. Lakukan secara teratur.

Pembesaran prostat
30 g daun cempaka putih kering, 30 g daun kumis kucing segar, dan 30 g daun sendok segar direbus dengan air 700 cc hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum selagi hangat.

Batuk rejan, batuk berdahak
5-7 kuntum bunga cempaka putih, 10 g jahe, 10 g kulit jeruk mandarin kering direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc,tambahkan madu secukupnya dan diminum Lakukan dua kali sehari masing-masing 150 cc.

Jeruk Bali | Citrus maxima

jeruk-bali

jeruk-bali

JERUK BALI memiliki nama latin Citrus maxima dan nama daerah sebagai berikut, Aceh: Boh giri, Nias: Dima kasumba, Mentawai: Muntei, Minangkabau: Limau gadang, Lampung: Limau balak, Sunda: Jeruk dalima, Jawa: Jeruk adas, Jeruk bali, Jeruk dalima, Jeruk gulung, Jeruk macan, Bali: Jeruk muntis, Flores: Mundeh, Gorontalo: Limu bongo.

Tanaman ini memiliki ciri-ciri umum pohon berukuran besar, batangnya tidak menjadi tinggi tapi tumbuh melebar, kayunya pucat, padat, dan tidak mudah dibelah. Buahnya berbentuk seperti apel sebesar kepala manusia, dan agak gepeng kedua ujungnya.

Budidaya jeruk bali dengan menggunakan biji, cangkok ataupun stek. Namun cara cangkok dinilai lebih muda dilakukan sedangkan menggunakan biji tidak disarankan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, kulit buah, daun

KHASIAT JERUK BALI
Jeruk Bali dilaporkan mampu mengatasi masalah sirkulasi darah, kulit buahnya sebagai antiserangga terutama antinyamuk. Jus buahnya sebagai pengatur kadar gula darah. Daunnya untuk antidepresi dan antibakteri. Jeruk bali juga dilaporkan memiliki kandungan vitamin C, A, Bl, B2, likopen, asam folat, kalium dan kalsium sehingga baik untuk ibu hamil. Kandungan vitamin C dan juga golongan senyawa flavonoid pada jeruk bali membuat jeruk bali merupakan sumber antioksidan yang baik. Kandungan pectin dalam jeruk bali yang lebih tinggi dari jeruk manis dilaporkan mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Jeruk bali sering dicampurkan dalam beberapa penganan di Negara kita seperti dibuat menjadi manisan, rujak, ataupun campuran salad buah. Memakan jenis makanan yang didalamnya terkandung Jeruk Bali berarti menambahkan bahan antioksidan, antikolesterol, vitamin dan mineral di dalam tubuh. Penggunaan kulit buah jeruk bali sebagai antiserangga. Selain itu, kulitnya bermanfaat untuk mengusir dahak dan batuk serta dapat mengobati asma.

RESEP
Antiserangga atau nyamuk: Kulit buah jeruk bali disayat kulitnya hingga mengeluarkan bau khas jeruk. Bau yang dikeluarkan akan membuat nyamuk menjauh.

Mengobati dahak, batuk dan asma: Caranya ialah kulit jerus diiris lalu dicampur dengan madu kemudian dikukus selama 30 menit. Hasil kukusan dicampur dengan air atau anggur lalu dikonsumsi tiap pagi dan malam.