obat asma tradisional

Asma | Asthma

Ramuan 1

3 siung bawang putih, tumbuk halus
1 sendok makan madu
gula batu

Minum setiap pagi sampai sembuh.

Tampal Besi | Phyllanthus reticulates

tampal-besi

tampal-besi

Kandungan
a. triterpenoids
b. flavonoid
c. tannin
d. alkaloid
e. asam fenol
f. friedelan
g. betulinic acids
h. glochidonol
i. astringent

Manfaat
a. menyembuhkan rematik
b. menyembuhkan bengkak akibat pukulan
c. menyembuhkan disentri
d. menyembuhkan radang usus
e. menyembuhkan radang lever
f. menyembuhkan radang ginjal
g. menyembuhkan cacingan
h. menyembuhkan asma
i. menyembuhkan radang pangkal tenggorok

Amis-amisan | Houttuynia cordata

amis-amisan

amis-amisan

AMIS-AMISAN (Houttuynia cordata thunb) dalam pengobatan tradisional Tiongkok digunakan sebagai bahan jamu. Sedangkan tunas yang muda dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Sesuai namanya, tumbuhan ini memiliki ciri khas berbau amis. Tanaman ini tersebar di Asia Tenggara, Asia Timur dan sebagian wilayah Asia Selatan. Amis-amisan merupakan tumbuhan liar di tepi-tepi rawa, hutan-hutan basah atau di tepi sungai, pada ketinggian 100 m sampai 9(X) m dpl. Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah mulai dari tanah borpasir yang ringan sampai tanah berat berliat. Berbunga pada bulan Juni sampai September. Waktu panen yang tepat bulan September sampai November. Bagian yang digunakan adalah daun atau seluruh tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan. Daun dan batang amis-amisan mengandung saponin, kardenolin dan polifenol.

CARA MENDAPATKAN AMIS-AMISAN
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan, serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT AMIS-AMISAN
Antiasma, anti-bakteri, mengobati influenza dan anti-radang. Memiliki potensi untuk anti-HIV.

RESEP
Asma: seluruh bagian tanaman amis-amisan segar sebanyak 30 g, dicuci dan direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, lalu disaring dan setelah dingin, diminum sekaligus. Hal tersebut dilakukan sehari sebanyak 2-3 kali.

Obat pilek: daun amis-amisan segar sebanyak 30 g, dicuci dan direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, lalu disaring dan setelah dingin, diminum sekaligus. Hal tersebut dilakukan sehari sebanyak 2-3 kali pagi dan sore.

Senggugu | Clerodendron serratum

senggugu

senggugu

TANAMAN ini termasuk familia Verbenceae. Tumbuh liar pada tempat-tempat terbuki atau agak terlindung, bisa ditemukan di hutan sekunder, padang alang-alang, pinggi. kampung, tepi jalan atau dekat air yang tanahnya agak lembap dari dataran rendab sampai 1.700 m dpl. Senggugu diduga tumbuhan asli Asia tropik. Perdu tegak, tinggi 1-3 m, batang berongga, berbongkol besar, akar warnanya abu kehitaman. Daun tunggal, tebal dan kaku, bertangkai pendek, letak berhadapan, bentuk bundar telur sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi tajam, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut halus, panjang 8-30 cm, lebar 4 -14 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk bentuk malai yang panjangnya 6-40 cm, warnanya putih keunguan, keluar dari ujung-ujung tangkai. Buah buni, bulat telur, masih muda hijau, setelah tua hitam. Perbanyakan dengan biji.

KHASIAT SENGGUGU
Menjernihkan suara, batuk, sesak napas (asma), memar, rematik, radang saluran napas (bronkhitis), tulang patah (faktur), bisul, perut busung, cacingan, malaria, tenaga setelah melahirkan, digigit ular, anti bakteri dan antiinflamasi.

RESEP
Seluruh tumbuhan sebanyak 10 – 15 g direbus atau digiling menjadi bubuk dan diseduh, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar ditumbuk sampai lumat lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau daun segar direbus, airnya untuk mencuci luka.

Menjernihkan suara: Akar senggugu sebanyak 10 g ditumbuk halus. Tambahkan ½ cangkir air masak sambil diremas morata. Peras dan saring, lalu minum sekaligus.

Asma, bronkitis, sukar kencing: Akar senggugu sebanyak 10 g diiris tipis-tipis lalu diseduh dengan secangkir air panas. Setelah dingin, diminum.

Borok berair: Daun segar secukupnya direbus. Setelah dingin airnya dipakai untuk mencuci borok.

Rematik: Daun senggugu segar ditumbuk dengan adas pulasari atau daun senggugu muda diremas halus dengan sedikit kapur. Baban tersebut lalu dibalurkan di tempat yang sakit.

Perut busung, cacingan: Daun senggugu, temulawak, dan sedikit garam diseduh dengan secangkir air panas. Setelah dingin disaring, lalu minum sekaligus.

Batuk: Buah senggugu dikunyah dengan sirih, airnya ditelan. Atau buahnya sebanyak 2 buah dicuci bersih lalu dikunyah perlahan-Iahan, dan telan. Setelah itu, minumlah air hangat.

Daun Jintan | Coleus amboiniscus

daun-jintan

daun-jintan

Kandungan
a. kalium
b. minyak atsiri

Manfaat
a. mengatasi sariawan
b. mengatasi demam
c. mengatasi asma
d. mengatasi batuk rejan
e. mengatasi sakit kepala
f. mengatasi rematik
g. menyembuhkan sakit ayan
h. mengatasi perut kembung

Ramuan tradisional mengatasi berbagai penyakit
daun jintan secukupnya
madu murni secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih daun jintan, rebus dengan air secukupnya hingga mendidih. Saring dan dinginkan. Minum selagi hangat. Tambahkan madu murini kalau tidak tahaun rasanya.

Bunga Kenop | Gomphrena globosa

bunga-kenop

bunga-kenop

Nama daerah
Indonesia: bunga kenop, kembang puter, ratnapakala; Jawa: adas-adasan, gundul; Gorontalo: taimantulu

Uraian tanaman
Herba tahunan tinggi 60 cm atau lebih, berambut. Ditanam di halaman sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari sampai setinggi lebih kurang 1.400 m dpl. Berasal dari Amerika dan Asia. Batang hijau kemerahan, berambut, membesar pada ruas percabangan. Daun duduk berhadapan, bertangkai, bentuk daun bulat telur sungsang sampai memanjang dengan panjang 5-10 cm, lebar 2-5 cm, ujung meruncing warna hijau berambut kasar di bagian atas dan halus di bagian bawah. Warna rambut putih. Bunga bentuk bonggol, warna merah tua keungu-unguan, speerti bola. Ada yang berwarna putih.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, netral, antibatuk, menghilangkan sesak napas, pengobatan radang mata.

Kandungan kimia
Gomphresin I, II, III, IV

Bagian yang dipakai: Bunga atau seluruh tanaman, segar, atau dikeringkan.

Kegunaan
asthma bronchial, radang saluran napas akut dan menahun
batuk rejan
radang mata, sakit kepala
panas pada anak, mimpi buruk
disentri

Pemakaian
9-15 g, rebus

Pemakaian luar
Tanaman segar dilumatkan, dipakai pada bagian tubuh yang sakit atau direbus, untuk cuci. Dipakai untuk luka terpukul atau koreng.

Cara pemakaian
Asthma bronchial
Buang air kecil tidak lancar 3-10 g bunga direbus, minum
Panas pada anak (karena gangguan lever) 7-14 kuntum mawar segar diminum
Disentri: 10 kuntum bunga segar ditambah arak kuning, rebus, minum
Bronkitis kronis: sudah dibuat obat suntik, dimasukkan pada titik akupunktur. 10% penderita timbul rasa kering di tenggorokan setelah mendapat suntikan, tetapi hanya sementara.

Seledri | Apium graveolens

seledri

seledri

 

SELEDRI dengan nama botani Apium graveolens L. merupakan jenis tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di daerah yang berhawa sejuk. Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Daerah yang banyak ditanami seledri di Pulau Jawa antara lain Cipanas, Pangalengan, Bandungan, Pujon, Batu dan di Pulau Sumatra seperti Brastagi. Ciri-ciri seledri yaitu batangnya tidak berkayu, pendek, bersegi, beralur membujur dan berwarna hijau pucat. Daun tersusun majemuk dengan tangkai panjang dan berwarna hijau mengkilat. Bunganya tersusun majemuk berkarang, berukuran kecil, dan berwarna putih kehijauan. Buahnya kecil-kecil berwarna cokelat gelap. Seledri diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu seledri daun (A. gravcolens L var. secalinum Alef.) yang batang dan daunnya relatif kecil, dipanen dengan cara dicabut bersama akarnya atau dipotong tangkainya, seledri potong (A. graveolens L. var sylvestre Alef.) yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen dengan cara memotong batangnya, dan seledri berumbi (A. graveolens L. var rapaceum Alef.), yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen hanya daunnya. Di Indonesia umumnya petani menanam seledri daun dan potongan.

CARA MENDAPAT SELEDRI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 1.000-1400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, tangkai, batang, akar

KHASIAT SELEDRI
Semua bagian dari tanaman seledri memiliki khasiat sebagai obat. Akar seledri khasiat sebagai stomakik dan diuretik, sedangkan buah dan bijinya berkhasiat sebagai antispasmodic menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, diuretik peluruh kencing), karminatif (peluruh kentut atau perut kembung), afrosidisiak (bahan yang bisa berfungsi meningkatkan libido atau seksualitas), dan sedatife (penenang). Herba seledri memiliki rasa manis, berbau aromatik, sedikit pedas, dan sifatnya sejuk berkhasiat sebagai tonik, stomakik (meningkatkan nafsu makan), hipotensif (penurui tekanan darah), penghenti pendarahan (hemostatis), diuretik, peluruh haid, karminatif mengeluarkan asam urat darah yang tinggi, pembersih darah, memperbaiki fungs hormon yang terganggu. Beberapa penelitian menunjukkan seledri memiliki aktivitas seperti hepatoprotektif (penjaga fungsi hati), antioksidan, menurunkan kolesterol. antijamur dsb

RESEP
Mengobati mata kering: daun seledri, daun bayam dan daun kelor disiapkan yanj masih segar, kira-kira ⅓ genggam dan dicuci bersih. Kesemua daun kemudiar ditumbuk sampai halus dengan ditambah sedikit garam dapur Tambahkan dengar sedikit air matang kira-kira ⅓ gelas dan kemudian aduk dan saring. Minum ail perasan tersebut 3 kali sehari.

Tekanan darah tinggi: sebanyak 100 g daun seledri yang masih segar yang masil lengkap dengan batang dan akarnya dicuci bersih. Tumbuk hingga halus lalu tambahkan 1 gelas air dan kemudian direbus. Setelah dingin, sari seledri tersebu dibagi dua untuk diminum pagi dan sore hari.

Obat batuk: daun seledri yang masih segar dan masih utuh lengkap dengan batang dan akarnya dipotong secukupnya. Rebus seledri dengan 3 gelas air hingga mendidib lalu disaring. Biarkan air rebusan hingga dingin dan setelahnya tambahkan madu lebah secukupnya. Bagi dua bagian rebusan tersebut untuk diminum pada pagi dan sore hari.

Menyuburkan Rambut: sebanyak 7-10 tangkai daun seledri yang bersih ditumbuk sampai halus. Setelah melakukan keramas, gosokkan tumbukan daun soledir ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Menurunkan Kolesterol: sebanyak 30 g akar seledri dicuci sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Mengatasi Alergi: sebanyak 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang, dan 1 buah umbi bit ukuran sedang dicuci bersih dan kemudian dibuat jus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan dua kali sehari.

Kolik dan Sakit Perut: sediakan 60 g seledri segar, 1 ruas jari tangan jahe merah, dan sepotong gula aren. Rebus dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa 1A gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Bronkitis: cuci 60 g seledri segar, 10 g kulit jeruk mandarin kering, dan 25 g gula aren hingga bersih. Setelah dipotong-potong, masukkan ke dalam panci email, tambahkan 3 gelas air bersih dan rebus hingga tersisa setengahnya. Setelah 1 dingin, saring dan airnya dibagi untuk dua kali minum, pagi dan sore.

Rematik: sejumlah 1 tangkai seledri dicuci, dilalap mentah setiap kali makan.

Wajah berminyak: sebanyak 3 batang seledri dicuci, diiris kecil-kecil. Seduh danl tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskanj sari seledri ke wajah yang sudah bersih. Setelah kering baru muka dibilas. lakukan dengan teratur.

Asma: sejumlah 3 tangkai seledri, 9 daun randu/kapuk dicuci, dilumatkan. Beri gula aren, sedikit garam dan ½ gelas air. Aduk rata, saring. Diminum sebelum sarapan 3 hari berturut-turut.

Bawang Putih | Allium sativum

bawang-putih

bawang-putih

Bawang putih dapat tumbuh dengan tinggi 30-75 cm mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang berjumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih dan berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 m di atas permukaan laut.

Bagian yang digunakan
umbi lapis

Khasiat
Mengobati hipertensi, asma, batuk, masuk angin, sakit kepala, sakit kuning, sesak napas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka benda tajam, digigit serangga, cacingan, insomnia.

Pacing | Costus speciosus

pacing

pacing

Nama ilmiah tanaman Pacing adalah Costus speciosus. Tanaman ini termasuk dalam famili Zingiberaceae (temu-temuan) dan dikenal dengan beberapa nama lain, yaitu tabar-tabar, kelacim, setawar, tubu-tubu (Sumatra), tepung tawar, poncang-pancing, bunto (Jawa), Lingkuwas, tapung tawara (Sulawesi) dan lainnya, sedangkan nama asingnya sering disebut dengan nama Spiral Ginger atau Wenteltrap Plant. Tanaman Pacing memiliki ciri-ciri tegak, tinggi sekitar 0,5-3 m, menyukai tempat-tempat yang lembap dan teduh, tumbuh liar di tepi parit, tepi jurang, tanah kosong yang telantar, atau ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Tumbuh pada taran 1-1.200 m dpl. Batangnya berwarna kuning kecokelatan, berdaun tunggal tersusun seperti spiral dan tangkainya pendek memeluk batang. Daunnya hijau memanjang sampai lanset, ujungnya runcing dan tepinya rata. Pada permukaan bawah daunnya berambut halus. Bunga duduk dalam bentuk bulir, berukuran besar dan warnanya putih. Buahnya kotak berbentuk telur, warnaya merah, berisikan banyak biji.

Pada bagian rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (Sapogeninsteroid), tigogenin, dioscin, gracillin, sitostrol, methyltriacontane, 8-hydroxutriacontan-25-one,5alfa-stimast-9(11)-en3beta,24 hydroxytriacontan-26-onedan24-hydroxyhentriacontan-27-one. Senyawa kimia tersebut digunakan sebagai bahan baku obat kontrasepsi (antihamil). Bagian yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Rimpang Pacing sifatnya sejuk, rasanya masam, pedas, dan sedikit beracun (toksik). Selain itu mengandung senyawa antioksidan seperti asam askorbat, betakaroten, alfatecopherol, glutathione, penol, dan flavonoids.

Cara mendapatkan pacing

Perbanyakan tanaman pacing dapat dilakukan dengan biji atau rimpang. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup.

Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang, batang, daun.

KHASIAT PACING
Rimpang Pacing dapat digunakan sebagai peluruh kencing (diuretik), antitoksik, menghilangkan gatal dan peluruh keringat (anti piretik), mencegah kehamilan, untuk pengobatan bengkak-bengkak karena sakit ginjal dan perut busung, pengobatan infeksi saluran kencing, nyeri sewaktu kencing, pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan, bisul dan abses. Selain itu mengobati rematik, gigitan ular, eczema, radang mata, mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut. Tanaman ini juga dapat mnegobati penyakit lepra, penyakit kulit, asma, anemia, perut kembung, afrodisiak. Berdasarkan penelitian tanaman ini memiliki efek farmakologi sebagai antihyperglysemic, aktivitas hypoepidemic, menurunkan kolesterol, trigliserida, antidiabetes, antioksidan, anti-inflammatory, memiliki aktivitas hepatoprotective dan antimicrobial melawan bakteri staphylococus aureus.

RESEP
Rimpang tanaman Pacing dapat digunakan apabila dicuci bersih dipotong tipis- tipis, lalu dikukus dan dikeringkan terlebih dahulu, karena rimpang mentah adalah beracun.
1. Untuk obat rematik: Akarnya digerus dicampur dengan mustard oil kemudian digosokkan kepada yang sakit.
2. Nephriticedema, air kemih sedikit: Pacing 30 g, cynanchumpaniculatum digodok, minum.
3. Mencegah kehamilan: Rimpang kering 10 g ditambah 1 buah pace digodok, minum setelah dingin. Minum setiap hari selama 10 hari setelah haid.
4. Digigit ular: Pacing 1 batang, dicuci bersih lalu ditumbuk halus, beri air garam 2 sendok makan. Air perasannya diminum, ampasnya untuk menurap luka bekas gigitan lalu dibalut, sehari 2 kali.
5. Bengkak karena penyakit ginjal akut: Pacing 15 g direbus, minum.
6. Eczema, gatal-gatal: Godok pacing secukupnya, untuk cuci.
7. Radang mata: Batang pacing 3 jari, dicuci bersih lalu ditumbuk halus kemudian dijHMrtn dan disaring. Airnya untuk diteteskan ke mata yang sakit, 3-4 kali per hari Rebanyak 2 tetes.
8. Mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut: Batang dan daun muda ditumbuk halus sampai menjadi bubur, satu malam diembunkan, pakai untuk mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut.
9. Perut busung (ascites) dan bengkak (edema): Umbi yang berwarna merah dilumatkan dan dibungkus dengan kain sutera, ikat di pusar. Penyakitnya akan keluar berikutair kemih.
10. Pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan (pertusis) dan infeksi saluran kencing:
Rimpang kering 3 -10 g digodok, minum.

Catatan: Wanita hamil dan pasien dengan pencernakan lemah dilarang mengonsumsi.

Jahe Merah | Amomum zingiber

jahe-merah

jahe-merah

Kandungan:

minyak gingerol
minyak terbang
limonene
cineole
dehydrogingerdione
gingerdione
arginine
Alpha linolenic acid
asphartic
Betha-sitosterol
Caprylic-acid
capsaicin
Chlorogenic acid
farnesal
farnesene
farnesol

Manfaat:
a. meningkatkan kebugaran tubuh
b. meningkatkan kemampuan ereksi bagi pria
c. mengatasi ejakulasi dini bagi laki-laki
d. membersihkan saluran pencernaan
e. mengobati influenza
f. merangsang keluarnya ASI pada ibu menyusui
g. mencegah kemandulan
h. mencegah proses penuaan
i. menghangatkan badan
j. mengobati batuk
k. mengatasi luka lama yang tak kunjung sembuh
l. mengatasi gigitan ular berbisa
m. menyembuhkan penyakit kolera
n. mengatasi rematik
o. mencegah osteoporosis
p. menyembuhkan stroke
q. menyembuhkan asma