menstruasi tidak lancar

Pulai | Alstonia scholaris

diabetes

diabetes

PULAI atau Alstonia scholaris termasuk suku kamboja-kambojaan. Pulai kadang ditanam di pekarangan sebagai pohon hias seperti halnya tanaman kamboja. Tanaman ini tergolong pohon dengan tinggi 20-25 m dengan batang lurus berkayu dan percabangannya berbentuk seperti garpu. Kulit batangnya bergetah dan rasanya sangat pahit. Daunnya tunggal, berwarna hijau, tersusun melingkar 4-9 helai, berbentuk lonjong lanset, dengan panjang tangkai 7,5-15 mm, permukaan atas daun licin sedangkan permukaan bawahnya buram, tepi daun rata dan pertulangan daun menyirip. Bunga wangi berwarna hijau terang sampai putih kekuningan dan berambut halus rapat. Buahnya berbentuk pita dengan panjang 20-50 cm, menggantung. Bijinya kecil dengan panjang 1,5-2 cm, berambut pada bagian tepinya dan berjambul pada bagian ujungnya.

CARA MENDAPATKAN PULAI
Pulai yang kadang dikenal dengan nama pule, polay, kayu gabung, hanjalutung, dll biasanya diperbanyak dengan biji atau stek batang dan cabang. Tanaman ini tersebar di seluruh Indonesia.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit batang, daun

KHASIAT PULAI
Kulit kayu pulai yang pahit dikenal dapat mengobati demam, malaria, limfa yang membesar, batuk berdahak, diare, disentri, kurang nafsu makan, perut kembung, sakit perut, anemia, kencing manis, wasir, gangguan haid, bisul, tekanan darah tinggi, dan rematik. Bagian lain yang bermanfaat pada pulai ialah daunnya yang diketahui dapat mengobati borok, beri-beri, payudara yang bengkak karena ASI, dan kencing manis Daun tanaman ini pun dilaporkan memiliki efek sebagai antikanker.

RESEP
Demam
3 g kulit batang pulai dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air kurang lebih selama 20 menit. Setelah dingin, air rebusan disaring dan ditambahkan madu agar lebih mudah diminum. Minum sekaligus air rebusan dan madu ini.

Malaria
Kulit batang pulai dikeringkan lalu digiling hingga menjadi bubuk. Bubuk kulit batang pulai sebanyak 2 sendok makan direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Rebusan disaring setelah dingin lalu diminum.

Borok
Daun pulai digiling hingga halus lalu taburkan pada borok yang bernanah setelah borok dibersihkan terlebih dahulu.

Penawar Jambe | Cycas revoluta Thunb.

penawar-jambe

penawar-jambe

NAMA DAERAH: Sikas, vredepalm, cycas du Japon.
URAIAN TANAMAN:
Terna menahun, tinggi 2-3 m, berasal dari Jepang dan dipelihara sebagai tanaman hias. Daunnya banyak dipakai untuk karangan bunga makam. Tanaman ini menyerupai palma, batang tidak bercabang dan bentuknya bulat panjang dengan pangkal tangkai daun yang tetap tinggal. Daun tersusun dalam roset batang, yaitu berkumpul di ujung batang. Daun merupakan daun majemuk menyirip ganda dengan panjang 0,5-2 m. Anak daun sangat banyak berbangun garis dengan panjang sekitar 9-18 cm, warnanya hijau tua, tebal dan keras. Bunga berkelamin tunggal, bunga jantan tersusun dalam bentuk kerucut bulat panjang sekitar 30-70 cm dengan diameter 8 – 15 cm. berwarna kuning kecoklatan. Bunga betina berbentuk setengah bola. Bijinya bulat lonjong. gepeng, panjang 4 cm. keras, berwarna coklat merah.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Daun : Rasa manis, asam, agak hangat, agak toksik, masuk meridian hati dan lambung. Menghentikan perdarahan (hemostatik), anti radang, menghilangkan rasa sakit (analgetik), melancarkan sirkulasi darah.
Bunga Rasa manis, agak hangat, sedikit toksik. Analgetik, mencegah basah sperma/keluar sperma malam hari (spermatorrhoe), menghilangkan darah beku dan melancarkan sirkulasi darah.

Biji : Rasa pahit, nentral, astringent, toksik. Menurunkan tekanan darah (hipotensif).

Akar Antirheumatik, melancarkan sirkulasi.

KANDUNGAN KIMIA:
Daun Cycasin 0,027-0,061% (toksik dan berguna untuk anti kanker), sotet- sufiavone, zat tepung dibatang 44,50% yang mengandung protein, lemak, zat gula dan lain-lain.
Bunga : Protein, zat gula, dan Iain-Iain.
Buah Cycasin 0,086%.
Biji 0,2 – 0,3% neocycasin A,B,C,D,E,F,G, cryptoxanthine, zeaxanthine.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun, bunga. biji dan akar. Pemakaian segar atau dikeringkan..

KEGUNAAN:
Daun : Problem perdarahan.. sakit lambung (gastritis), tukak lambung (ulcus pepticum), darah tinggi (hipertensi), nyeri syaraf (neuralgia), tidak datang menstruasi (amenorrhea), kanker, kesulitan melahirkan, memar, luka berdarah.
Bunga : Nyeri lambung (epigastric pain), spermatorrhoe/nocturnal ejaculation.
keputihan (leucorrhea), menstruasi sakit (dysmenorrhea), darah beku (hae- matoma), batuk darah, sakit pinggang (lumbago).
Biji : Darah tinggi.
Akar : TBC paru dengan batuk darah, sakit gigi, sakit pinggang, memar.

PEMAKAIAN:
Daun : 9-15 gr.
Bunga : 15 – 30 gr.
Biji dan akar : 10 – 15 gr.
Digodok, atau dikeringkan dan dijadikan bubuk untuk diminum atau tempel untuk luka.

CARA PEMAKAIAN:
Sakit lambung: 15 gr daun kering digodok, minum.
Kesulitan melahirkan: 3 tangkai daun segar ditambah 3 mangkuk air, digodok sampai menjadi 1 mangkuk, minum.
Tidak datang menstruasi: Daun kering dibakar menjadi abu. 6 gr abu daun kering ditam¬bah arak merah secukupnya, minum, sehari 1 kali.
Muntah darah, batuk darah: 1-3 bunga diseduh air mendidih, kemudian ditambah gula batu secukupnya, ditim. Minum setelah dingin.
Perhatian: Biji dan bonggol bagian atas beracun (toksik) pemakaian harus sangat hati-hati.
Gejala keracunan Pusing. muntah-muntah. Cara mengatasi: Merangsang muntah, cuci lambung.