mengatasi keputihan

Keputihan | Yeast Infection

Ramuan 1

2 jari rimpang kunyit
½ buah kulit delima putih
½ jari kelembak
1 butir majakan
seujung sendok teh adas
1 ruas jari pulosari
seujung sendok teh mungsi
1 ruas jari kayu legi

Khasiat:
Kunyit, adas, pulosari, dan delima putih berkhasiat menyembuhkan peradangan yang dapat menyebabkan keputihan. Zat samak yang banyak dalam majakan juga diketahui bermanfaat untuk menyembuhkan keputihan.

Cara membuat:
Kunyit, pulosari dikupas kulitnya. Lalu, semua bahan dicuci bersih dan ditumbuk. Setelah itu, rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring, lalu tambahkan gula aren dan jeruk nipis. Minum ramuan ini 1x sehari.

Ramuan 2

100 g buah delima
15 g kulit buah delima
15 g (1 ruas) kunyit
5 g daun beluntas
5 g (1 ruas) jahe

Bersihkan semua bahan dan potong kecil-kecil.
Rebus kulit delima, kunyit, jahe, dengan 1½ gelas air hingga tinggal ½-nya. Saring, ambil airnya.
Masukkan bahan-bahan lain yang sudah dipotong dan air rebusan ke dalam blender. Proses.
Tempatkan dalam gelas dan siap disajikan.

Kisaat | Valeriana officinalis

kisaat

kisaat

Kandungan
a. minyak atsiri
b. asam valerianat
c. butirat
d. asetat
e. formiat
f. terpen
g. dipenten
h. terpinerol
i. bonilalkohol
j. alkaloida
k. valerianina
l. zat penyamak
m. lemak
n. zat abu

Manfaat
a. menyembuhkan keputihan
b. menyembuhkan perasaan gelisah dan cemas berlebihan

Pecut Kuda | Stacytharpheta jamaicensis

pecut-kuda

pecut-kuda

PECUT KUDA mempunyai nama latin Stacytharptieta jatnaicensis L. Vahl. Dan beberapa sinonim yaitu S. marginata Vahl., S. pilosiuscula H.B.K., S. villosa Turcz., S. urticifblia Dal/..

Pecut kuda merupakan tanaman tcrna tahunan, tegak, tinggi 20-90 cm. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur, pangkal menyempit, ujung runcing, tepi bergerigi, permukaan jelas berlekuk-lekuk, panjang 4-8 cm, lebar 3-6 cm, berwarna hijau tua. Bunga majemuk tersusun dalam poros bulir yang memanjang, seperti pecut, panjangnya 4-20 cm. Bunga mekar dalam waktu yang berbeda, ukurannya kecil, berwarna ungu, jarang berwarna putih. Pecut kuda tumbuh liar di tepi jalan, tanah lapang, dan tempat-tempat telantar lainnya. Tanaman yang berasal dari Amerika tropis ini dapat ditemukan di daerah cerah, sedang, terlindung dari sinar matahari, dan pada ketinggian 1-1.500 m dpl. Senyawa kimia yang dikandung antara lain adalah karbohidrat, glikosida, saponin, flavonoid, tanin, terpenoid dan alakaloid.

CARA MENDAPATKAN PECUT KUDA
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan dan penyiraman air yang cukup. Pecut kuda dapat tumbuh liar di tepi jalan, tanah lapang dan tempat terlantar lainnya. Tanaman ini juga ditemukan di daerah cerah, sedang, terlindung dari sinar matahari dan pada ketinggian 1-1.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, tangkai, akar

KHASIAT PECUT KUDA
Di masyarakat, tanaman pecut kuda dikenal bisa digunakan sebagai pembersih darah, anti radang dan diuretik. Juga bisa digunakan mengatasi penyakit wanita seperti haid tidak teratur dan keputihan. Selain itu juga dimanfaatkan untuk antihepatitis, antidiabetes, pengobatan masalah kulit, mengatasi ketegangan dan insomnia. Pecut kuda juga bisa digunakan untuk membersihkan luka. Penelitian menunjukkan tanaman ini bersifat toksik terhadap nyamuk Aedes aegyptii dan berpotensi dimanfaatkan sebagai larvasida atau adultisida untuk mencegah penyakit demam berdarah. Pecut kuda juga berkhasiat antioksidan.

RESEP
Radang tenggorokan, batuk
Sediakan 50 g seluruh bagian tanaman pecut kuda segar, 2 buah kencur ukuran sedang, 2 siung bawang putih. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air gula sambil diaduk rata, lalu peras dan saring. Selanjutnya minum air yang terkumpul, lakukan 3 kali sehari selama 3-5 hari.

Keputihan
Cuci 50 g akar pecut kuda segar lalu iris-iris seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih, lalu rebusan sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk dua kali minum, pagi dan sore hari masing-masing ½ gelas.

Hepatitis A
Cuci 5-10 tangkai bunga pecut kuda sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan gula batu secukupnya, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1  gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Rematik
Cuci 10-60 g seluruh bagian tanaman pecut kuda segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingiin, saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.

Pinang | Areca catechu

pinang

pinang

PINANG adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Nama ilmiah dari tanaman ini adalah Areca catechu, famili Arecaceae. Sebutani pinang di beberapa daerah antara lain adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Madura), jambe (Sunda dan Jawa), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku). Batang pinang lurus dan dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter 15 cm. Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi.

Buah pinang berbentuk bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5-7 cm, dengan dinding buah yang berserabut. Biji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala. Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3-0,6%, alkaloid, seperti arekolin (C8HnN02), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid dibandingkan biji yang telah mengalami perlakuan.

KHASIAT PINANG
Biji pinang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), diare dan disentri oleh masyarakat Desa Semayang Kutai-Kalimatan Timur. Selain itu digunakan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memperkecil pupil mata.

Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat. Pinang muda dapat digunakan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Umbut pinang muda dapat digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang. Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan. Sabut pinang digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.

RESEP
1. Untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), diare dan disentri, biji pinang direbus. Air hasil rebusannya kemudian diminum

2.Pinang muda dapat dikunyah dengan sirih untuk menguatkan gigi.

Keterangan: Mengingat kandungan kimia tanaman pinang yakni alkaloid arekolin mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam jumlah besar.

Kunyit | Curcuma domestica

kunyit

kunyit

KUNYIT (Curcuma domestica) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakanj jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Nama daerah Kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura). Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat-zat manfaat lainnya. Kandungan zat: kurkumin, detoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, sisanya minyak asiri, lemak, karbohidrat, protein, pati, vitamin C, garam-garam, mineral (zat besi, fosfor, dan kalsium).

CARA MENDAPAT KUNYIT
Perbanyakan tanaman dengan rimpang ini dapat dilakukan dengan cara memilih rimpang indukan yang bermata tunas 2-3 mata tunas kemudian disemai pada media semai. Perawatannya meliputi pemupukan pengendalian gulma dan hama penyakit, pembumbunan tanaman. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-2.000 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang.

KHASIAT KUNYIT
Pemberian kunyit bermanfaat menghambat terjadinya degenerasi albuminosa pada ginjal mencit (tikus putih kecil) Balb/c yang diberi parasetamol, kurkumin pada kunyit berpotensi sebagai antifertilitas dan penolak nyamuk. Khasiat lain dari kunyit antara lain: Bagian rimpangnya untuk mengobati diabetes mellitus, tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan, haid tidak lancar, perut mulas saat haid, memperlancar ASI, penyakit cangkrang, amandel, berak lendir, dan morbili.

1. Diabetes mellitus
3 rimpang kunyit, ½ sendok teh garam. Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu ½ gelas.

2. Tifus
2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto. Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di saring. Cara menggunakan: Diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut.

3. Usus buntu
1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula kelapa/aren, garam secukupnya. Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring. Cara menggunakan: Diminum setiap pagi setelah makan, secara teratur.

4. Disentri
1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya. Cara membuat: Semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas keiiiudten disaring. Cara menggunakan: Diminum dan diulangi sampai sembuh.

5. Sakit Keputihan
2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam,l potong gula kelapa/aren. Cara membuat: Semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring. Cara menggunakan: Diminum 1 gelas sehari.

6. Haid tidak lancar
2 rimpang kunyit, ½ sendok teh ketumbar, ½ sendok teh biji pala, ½ genggam daun srigading. Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Cara menggunakan: Diminum 1 gelas sehari.

7. Perut mulas pada saat haid
1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesa 4 cm, 1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm. Cara membuat: Semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis, diseduh dengan ½ gelas air panas dan disaring. Cara menggunakan: Ditambah garam dan gula secukupnya, dan diminum pada hari pertama haid.

8. Memperlancar ASI
1 rimpang kunyit. Cara membuat: Kunyit ditumbuk sampai halus. Cara menggunakan: Dioleskan sebagai kompres di seputar buah dada 1 kali setiap 2 hari.

9. Cangkrang (Waterproken)
2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng, Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus. Cara menggunakan: Dioleskan pada bagian yang kena cangkrang.

10. Amandel
1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu. Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan ½ gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring. Cara menggunakan: Diminum secara rutin 2 hari sekali.

11. Berak lendir
1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, ¼ sendok makan kapur sirih. Cara membuat: Semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring. Cara menggunakan: Diminum 2 kali sehari ½ gelas, pagi, dan sore.

12. Morbili
1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo, bangle. Cara membuat: Kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus. Cara menggunakan: Dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak.

Jali | Coix lachrima-jobi

jali

jali

Telah dibudidayakan atau tumbuh liar di hutan, sawah, ladang, dan tanah kosong yang telantar. Tumbuh pada tanah lembap dan terkena cahaya matahari, dari dataran rendah sampai 1.000 m di atas permukaan laut.

Rumput setahun atau menahun, berumpun banyak, batang tegak dan besar, tinggi 1-3 m, sukar dicabut, akarnya kasar. Daun letak berseling, helaian daun berbentuk pita, panjang 8-100 cm, lebar 1,5-5 cm, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi kasar dan kasap, tulang induk menonjol di punggung daun. Bunga keluar dari ketiak daun, berbentuk buli. Buahnya buah batu, bulat lonjong, bila tua berwarna putih atau biru-ungu, berkulit keras. Jenis yang dibudidayakan buahnya lunak dan dapat dibuat bubur, sedang jenis liar buahnya keras dan dapat dipakai sebagai anak kalung. Varietas yang terbaik untuk pengobatan adalah Coix lachrima-jobi.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Akar: manis, tawar, dan sedikit dingin, masuk meridian limpa. Menguatkan limpa peluruh kencing, antiradang, mematikan serangga.

Biji: manis, tawar, sedikit dingin, masuk meridian limpa, paru dan ginjal. Memperkuat limpa dan paru, menghilangkan lembap, peluruh kencing, antirdang, membantu penyerapan, mengeluarkan nanah, dan menyembuhkan bisul.

Kandungan kimia
Buah: protein, lemak, karbohidrat, vitamin B1
Biji: asam amino, coixol, coixenolide, coicin
Daun: alkaloid
Akar: Coixol asam palmitate, asam stearat, stigmasterol, betha dan gamma-sitosterol, potassium chlorida, glucose, asam amino, tajin, phytin, dan vitamin B1.

Bagian yang dipakai:
biji, akar, daun. Akar setelah dicuci, dijemur. Buah yg tua setelah dikumpulkan, kulitnya dibuang dan isinya dijemur. Bisa dipakai segar atau yang telah dikeringkan.

Kegunaan:
Akar:
infeksi dan batu saluran kencing, kencing sedikit, kencing bernanah
bengkak, beri-beri
tidak datang haid, keputihan
sakit kuning, abses paru, cacingan

Biji:
abses paru, sakit usus buntu
diare karena limpa lemah, radang usus kronis
bengkak, beri-beri
rematik, sakit tulang, sakit sendi
keputihan
tumor saluran pencernaan seperti kanker lambung, kanker paru, kanker mulut rahim, chorionic epithelioma
kutil, eczema

Daun:
meningkatkan kondisi tubuh

Rumput Teki | Cyperus rotundus

rumput-teki

rumput-teki

Terna menahun, tinggi 15-95 cm. Tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung dari sinar matahari pada lapangan rumput, pinggir jalan, tanah telantar, tegalan atau di lahan pertanian yang tumbuh sebagai gulma yang sukar diberantas. Terdapat dari 1-1.000 m di atas permukaan laut, pada bermacam-macam tanah. Batang tumpul segitiga, tajam.

Daun 4-10 helai berjejal pada pangkal batang membentuk rozet akar, dengan pelepah daun tertutup tanah.

Helaian daun berbangun pita, bertulang sejajar, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau mengkilap. dengan panjang 10-60 cm, lebar 2-6 mm. Rimpang (umbi) menjalar, berbentuk kerucut yang besar pada pangkalnya, kadang-kadang melekuk, warnanya cokelat, berambut halus berwarna cokelat atau cokelat hitam, keras, wangi, panjang 1,5-4,5 cm dengan diameter 5-10 mm. Bunga berbentuk bulir dengan 3-10 bulir kecil yang mempunyai 8-25 bunga yang berkumpul berbentuk payung, warnanya kuning atau cokelat kuning. Buahnya buah batu, kecil, bentuknya memanjang sampai bulat telur terbalik.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa pedas, sedikit pahit, manis, netral. Masuk meridian hati dan san ciao, Menormalkan siklus haid (regulated menses), melancarkan vital energi dan penyakit-penyakit pada wanita (gynecological diseases).

Kandungan kimia
Berisi 0,3-1% minyak menguap yang isinya bervariasi tergantung daerah asal tumbuhnya. Yang berasal dari Cina berisi cyperene dan patchoulenone. Yang berasal dari Jepang berisi cyperol, cyperene I & II, alfa-cyperene, cyperotundone dan cyperolone. Juga mengandung alkaloid, glikosida jantung dan flavonoid.

Bagian yang dipakai
Rimpang

Kegunaan
Sakit dada, sakit iga
Sakit sewaktu haid, datang haid tidak teratur
Luka terpukul, memar
Gatal-gatal di kulit, bisul
Perdarahan dan keputihan
Bengkak akibat retensi cairan (edema)
Gangguan fungsi pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri lambung dan perut.

Pemakaian
Untuk minum: 5-10 g umbi digodok atau dijadikan bubuk/pil.

Pemakaian luar: Digiling menjadi bubuk, lalu ditaburkan ke tempat sakit atau dijadikan salep, atau diiris tipis-tipis dan ditempelkan ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian
Bisul: Teki segar dicuci bersih lalu digiling halus, dan ditempelkan ke tempat yang sakit.
Busung/bengkak: 3 jari rimpang teki dicui bersih lalu digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir air panas, suam-suam kuku disaring, lalu diminum dengan madu. Sehari 2 kali.
Haid tidak teratur dan sakit: 6-9 g umbi digodok, minum. Akan menyebabkan haid menjadi teratur dan menghentikan perdarahan.

Kelengkeng | Euphoria longane

kelengkeng

kelengkeng

Kandungan
a. zat besi
b. magnesium
c. fosfor
d. potassium
e. thiamin
f. kalsium
g. serat
h. protein sukrosa
i. fruktosa
j. glukosa
k. protein
l. lemak
m. vitamin A
n. vitamin B
o. vitamin C
p. asam tartaric
q. senyawa fitokimia

Manfaat
a. dapat mengendurkan saraf sehingga memberi rasa tenang, mengatasi rasa gelisah, susah tidur, dan masalah sulit konsentrasi.
b. menyehatkan jantung
c. menambah nafsu makan
d. memulihkan stamina kesehatan setelah sakit
e. menyehatkan usus
f. mengobati mata
g. mengobati sakit kepala
h. mengobati keputihan
i. mengobati hernia
j. menghentikan perdarahan

Kucai | Allium schoenoprasum

kucai

kucai

Kandungan
a. vitamin B
b. vitamin C
c. betakaroten
d. belerang
e. antibakteri

Manfaat
a. sebagai antiseptik alami
b. mengatasi keputihan
c. menyembuhkan sembelit
d. perangsang perkembangan usus
e. melancarkan peredaran darah
f. mencegah pembekuan darah

Ramuan tradisional mencegah berbagai penyakit
Sebaiknya mengonsumsi kucai setiap hari yang dicampurkan di dalam sayur atau makanan. Akan lebih baik lagi kalau daun kucai ditumbuk sampai halus, kemudian diseduh dengan air panas secukupnya. Setelah didinginkan beberapa saat, diminum. Sebaiknya diminum pagi hari ketika perut masih dalam keadaan kosong.

Temu Kunci | Boesenbergia pandurata

temu-kunci

temu-kunci

Kandungan
a. minyak atsiri
b. damar
c. pati
d. saponin
e. flavonoid pinostrolerin
f. alipinetin

Manfaat
a. mengatasi sariawan
b. mengatasi masuk angin
c. menyembuhkan perut kembung
d. melancarkan buang air besar
e. menyembuhkan gatal-gatal
f. mengatasi keputihan
g. mengatasi panas dalam
h. mencegah kanker
i. mengatasi TBC