memperbanyak ASI

Cara Memperbanyak ASI

Ramuan 1

Bahan:
1 genggam daun katuk
1 genggam daun pegagan
2 jari rimpang temu lawak
2 jari rimpang kunyit

Khasiat:
Daun katuk yang mengandung zat saponin, flavonida, dan tanin diketahui dapat membantu memperlancar keluarnya ASI, apalagi ditambah dengan temu lawak dan kunyit yang inengaridung minyak atsiri, membantu produksi ASI. Pegagan berkhasiat menambah nafsu makan dan ini berakibar bertambahnya produksi ASI.

Cara membuat:
Kupas kulit temu lawak dan kunyit lalu cuci bersih semua bahan. Tumbuk semua bahan Sambil diberi air matang sedikit-sedikit, kira- kira 1 gelas. Aduk, saring. Saat hendak diminum, berikan madu atau guia aren dan sedikit air perasan jeruk nipis. Minum ramuan ini 1x sehari.

Ramuan 2

Bahan:
1-2 umbi bidara upas

Khasiat:
Getah dari bidara upas mengandung oxydase, baik untuk peradangan dan menghilangkan pembengkakan.

Cara membuat:
Kupas bidara upas, lalu parut dan peras airnya. Oleskan airnya ke payudara 1x sehari.

Ramuan 3 (Param Uyup)

Bahan:
2 jari rimpang kencur
3 jari rimpang kunyit
1 jari kayu manis jangan
seujung sendok teh ketumbar
seujung sendok teh mungsi
seujung sendok teh adas

Khasiat:
Minyak atsiri yang terkandung pada bahan-hahan seperti adas; mungsi, kencur, kunyit, dan ketumbar berkhasiat merangsang produksi ASI.

Cara membuat:
Kupas kencur dan kunyit lalu cuci bersih. Setelah itu semua bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Saring dan beri gula aren serta air asam jawa. Minum ramuan ini 1x sehari, pada sore hari.

Ramuan 4 (Param ASI)

Bahan:
6 helai daun lembayung/daun kacang panjang

Khasiat:
Daun lembayung/kacang panjang yang mengandung protein, kalsium yang tinggi, fosfor, besi, magnesium, belerang, dan vitamin B,, B, dan C diketahui berkhasiat juga untuk melancarkan keluarnya ASI dan antikuman.

Cara membuat:
Cuci bersih semua bahan lalu tumbuk hingga halus. Peras dan saring. Air tersebut lalu dioleskan ke payudara ibu yang baru.

Jamu untuk Melancarkan ASI

Bahan:
4 g daun katuk
100 g daging buah semangka
100 g papaya
10 g (1 ruas jari) temulawak

Cara membuat:

  • Bersihkan semua bahan dan potong kecil-kecil.
  • Rendam dengan 100 ml air mendidih, temulawak selama 15 menit. Saring dan ambil airnya.
  • Masukkan semua bahan yang sudah dipotong ke dalam blender. Proses.
  • Tempatkan dalam gelas dan siap disajikan.

Sarang Semut

sarang-semut

sarang-semut

Kandungan
a. flavonoid
b. antioksidan

Manfaat
a. menjaga kesehatan tubuh
b. meningkatkan daya tahan tubuh
c. menyembuhkan AIDS
d. mencegah kanker dan tumor
e. meningkatkan daya tahan tubuh
f. memulihkan stamina tubuh
g. memulihkan gairan seksual
h. melancarkan dan meningkatkan keluaran ASI
i. menyembuhkan maag
j. menyembuhkan alergi hidung, mimisan, bersin-bersin
k. menyembuhkan rematik
l. mengatasi penyakit paru-paru dan TBC
m. menyembuhkan migrain
n. menyembuhkan nyeri haid
o. mengatasi keputihan
p. menyembuhkan gangguan fungsi ginjal dan prostat
q. menyembuhkan penyakit ambeien
r. menyembuhkan penyakit stroke

Manfaat sarang semut
Untuk mendapatkan manfaat sarang semut yang luar biasa, kita dapat mengonsumsi sarang semut setiap hari dalam jumlah secukupnya. Bila tidak mau ribet, cukup beli ekstraknya di toko-toko herbal dan dapat dikonsumsi sesuai aturan. Cara mengolahnya, siapkan sarang semut secukupnya. Potong kecil-kecil. Masukkan ke blender. Setelah itu, seduh dengan air panas. Saring dan tambahkan madu asli secukupnya.

Pohon Merah | Euphorbia pulcherrima

pohon-merah

pohon-merah

Nama daerah
Sumatra: denok, puring benggala; Jawa: kastuba, ki geulis (Sunda), godong racun, wit racun, racunan (Jawa), racun, kedapa (Bali)

Nama asing
Christmas flower, eastern flower, lobster flower, poinsettia

Uraian tanaman
Tanaman hias yang asalnya dari Mexico ini dapat ditemukan dari 1-1.400 m dpl, tetapi untuk mendapatkan warna daun yang cerah lebih cocok bila ditanam pada ketinggian sekitar 600 dpl.

Perdu tegak, tinggi 1,5-4 m, berkayu, bercabang, bergetah seperti susu. Daun tunggal, bertangkai, letak tersebar, bentuknya bulat telur sampai elips memanjang, yang terbesar kerapkali dengan 2-4 lekukan, ujung dan pangkal runcing, pertulangan menyirip, panjang 7-15 cm, lebar 2,5-6 cm, bagian bawah berambut halus, tangkai daun muda warnanya merah, setelah tua hijau. Bunga majemuk berbentuk cawan, dalam susunan yang khas disebut cyathium, keluar di ujung percabangan. Tiap cyathium berhadapan dengan daun pelindung yang besar, bentuk lanset, warnanya merah dan 1 kelenjar besar, pada sisi perut warnanya kuning oranye. Tangkai sari merah oranye. Buahnya buah kotak, panjang 1,5 cm, masih muda hijau, setelah tua cokelat. Biji bulat, cokelat.

Sekarang banyak varietasnya yang berasal dari Eropa, dan merupakan hasil pemuliaan. Tanaman lebih pendek, daun lebih lebar dengan warna daun pelindung bermacam-macam, seperti merah, putih, atau merah muda.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Pahit, sepat, sejuk, sedikit beracun. Perangsang muntah, melancarkan pengeluaran air susu ibu (galaktagog).

Kandungan kimia
Daun: alkaloid, saponin, lemak, amylodextrin
Batang: saponin, sulfur, lemak, amylodextrin, asam format, kanji

Bagian yang dipakai
Daun, bunga, atau seluruh tanaman

Kegunaan
Infeksi kulit, erysipelas
Melancarkan haid
ASI sedikit
Tulang patah
Bengkak karena terpukul
Luka luar

Pemakaian
Untuk minum: 10-15 g direbus
Pemakaian luar: secukupnya ditumbuk, ditempelkan ke bagian yang sakit

Cara pemakaian
Radang kulit, erysipelas: Daun secukupnya, dicuci bersih lalu ditumbuk sampai halus. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.
Melancarkan ASI: 10 g bunga dicuci lalu direbus, minum.

Labu Parang | Cucurbita moschata

labu-parang

Pumpkin Patch

Kandungan
a. cucurbitin
b. sterol
c. zat antiradang
d. selenium
e. molybdenum
f. mineral

Manfaat
a. membunuh cacing dalam usus
b. antiradang alami
c. antioksidan alami yang mencegah pertumbuhan kanker dan tumor.
d. meregenerasi sel hati dan ginjal
e. melancarkan buang air besar
f. mengatasi keracunan dalam tubuh
g. meningkatkan produksi ASI
h. mengatasi panas dalam pada anak
i. menguatkan hati dan ginjal
j. menyembuhkan panas dalam
k. menambah stamina dan daya tahan tubuh
l. membersihkan pencernaan
m. menurunkan kadar gula dalam darah

Katuk | Sauropus androgynus

daun-katuk

daun-katuk

TANAMAN KATUK (Sauropus androgynus (L,) Merr.) termasuk famili Euphorbiaceae. Tanaman ini merupakan tanaman perdu, tinggi 2-5 m. Batang berkayu, bulat, bekas daun tampak jelas, tegak, daun muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna cokelat kehijauan. Daun majemuk, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, panjang 1-6 cm, lebar 1-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk bentuk payung di ketiak daun, mahkota bulat telur, warna ungu. Buah buni, bulat, beruang tiga, diameter lebih kurang 1,5 mm, warna hijau keputih-putihan. Daun Katuk mengandung senyawa steroid, polifenol, quercetin dan kaempferol.

CARA MENDAPATKAN KATUK
Tanaman Katuk banyak dibudidayakan oleh petani di kebun-kebun juga di pekarangan rumah. Tanaman ini sangat mudah diperoleh di pasar sayuran. Perbanyakan tanaman Katuk dapat dilakukan dengan stek batang. Perawatannya tanaman ini cukup mudah, umumnya dipupuk menggunakan pupuk kandang ditambah dengan pupuk urea dan pupuk SP. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga 1.300 m dpl dan dapat beradaptasi dengan curah hujan yang sangat tinggi serta tanah berat. Tanaman katuk produktif pada cuaca hangat dan cenderung dorman pada cuaca dingin, tetapi kualitas produksi tanaman katuk dapat meningkat bila tanaman ternaungi sebagian.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar.

KHASIAT KATUK
Tanaman Katuk memiliki sifat khas manis, mendinginkan, dan membersihkan darah. Daun Katuk berkhasiat sebagai antipiretik, laktagog, menurunkan demam, pelancar asi dan memperbaiki suara yang parau sedangkan akarnya berkhasiat sebagai penurun demam dan obat luar untuk penyakit Lepra. Daun katuk juga memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antimalaria, sitotoksik (membunuh sel kanker). Di Taiwan, konsumsi jus katuk segar sering digunakan untuk mengurangi berat badan, akan tetapi konsumsi juice tersebut selama 3 bulan berturut-turut dilaporkan dapat dapat menyebabkan obliterans bronchiolitis konstriktif atau penyakit pada saluran pernafasan dengan adanya luka dan peradangan.

RESEP
Demam dan kencing sedikit: akar katuk sebanyak 4 g ditambah air 110 ml, kemudian dibuat menjadi infus. Dimi-num 2 kali sehari, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan diulang selama 4 hari.

Pelancar ASI: daun katuk segar beberapa helai, dibuat sayuran. Makan harus teratur dan dipilih makanan yang bergizi.

Jombang | Taraxacum officinale

jombang

jombang

Deskripsi
Terna menahun, tinggi 10-25 cm, seluruh bagian tumbuhan mengandung cairan, seperti susu. Daun berkumpul membentuk roset akar, bagian pangkal rebah menutup tanah. Daun tunggal, berbentuk lanset sungsang, ujung runcing, pangkal menyempit menyerupai tangkai daun, tepi bergerigi tidak teratur, kadang berbagi sangt dalam, panjang 6-15 cm, lebar 2-3,5 cm, berwarna hijau, dilapisi rambut halus berwarna putih, berkelamin dua. Mahkota bunga berwarna kuning, diameter 2,5-3,5.Buahnya berbentuk tabung, berwarna putih. Akarnya panjang, tunggal, atau bercabang. Daun muda dapat dimakan sebagai lalap atau dibuat salad yang berkhasiat tonik.

Nama daerah
Randa taplak, jombang (Jawa)

Kandungan
Taraxol, taraxicin, taraxasterol, b-amyrin, stigmasterol, b-sitosterol, choline, levulin, pectin, inulin, kalsium, kalium, glukosa, fruktosa, β-sitoserol, 5a-stigmast 7-en-3 β-ol, asam folat dan vitamin C.

Khasiat
Antitoksik, peluruh kencing (diuretic), pereda panas (antipiretik), penguat lambung, meningkatkan nafsu makan (stomakik), melancarkan pengeluaran empedu ke usus (kolagoga), melancarkan pengeluaran ASI (laktagoga), laksatif ringan, dan menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).

Bagian yang digunakan
Herba dan akar segar maupun yang telah dikeringkan.

Pepaya | Carica papaya

pepaya

pepaya

Kandungan
a. air
b. protein
c. lemak
d. karbohidrat
e. serat
f. abu
g. kalsium
h. fosfor
i. besi
j. kalium
k. vitamin A
l. vitamin C
m. tiamin
n. niacin
o. riboflavin
p. sukrosa
q. glukosa
r. fruktosa
s. energi

Manfaat
a. mencegah gangguan jantung
b. melangsingkan tubuh
c. mempercantik kulit
d. menyembuhkan luka
e. mengeluarkan duri yang masuk ke dalam daging
f. memperlancar ASI

Kol | Brassica oleracea

kubis

kubis

Kandungan
a. sulforafan
b. histidine
c. asam amino

Manfaat
a. mengobati gatal akibat jamur candida
b. menurunkan kadar kolesterol dalam darah
c. mengatasi jamur di kulit kepala, kaki, dan tangan
d. mencegah radang otot
e. mengatasi nyeri sendi
f. melindungi tubuh dari radiasi
g. menghilangkan nyeri haid
h. melancarkan ASI
i. mencegah perkembangan tumor dan kanker
j. membersihkan saluran pencernaan
k. sebagai penetral saat mabuk akibat minuman keras

Turi | Sesbania grandiflora

turi

turi

Turi umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias, di tepi jalan sebagai pohon pelindung atau ditanam sebagai tanaman pembatas pekarangan. Tanaman ini dapat ditemukan di bawah 1.200 dpl.

Pohon “kurus” berumur pendek, tinggi 5-12 m, ranting kerapkali menggantung. Kulit luar berwarna kelabu hingga kecokelatan, tidak rata, dengan alur membujur dan melintang tidak beraturan, lapisan gabus mudah terkelupas. Di bagian dalam berair dan sedikit berlendir. Percabangan baru keluar setelah tinggi tanaman sekitar 5 m. Berdaun majemuk yang letaknya tersebar, dengan daun penumpu yang panjangnya 0,5-1 cm. Panjang daun 20-30 cm, menyirip genap, dengan 20-40 pasang anak daun yang bertangkai pendek. Helaian anak daun berbentuk jorong memanjang, tepi rata, panjang 3-4 cm, lebar 0,8-1,5 cm. Bunganya besar dalam tandan yang keluar dari ketiak daun, letaknya menggantung dengan 2-4 bunga yang bertangkai, kuncupnya berbentuk sabit, panjangnya 7-9 cm. Bila mekar, bunganya berbentuk kupu-kupu. Ada 2 varietas, yang berbunga putih dan berbunga merah. Buah bentuk polong yang menggantung, berbentuk pita dengan sekat antara, panjang 20-55 cm, lebar 7-8 mm. Biji 15-50, letak melintang di dalam polong. Akarnya berbintil-bintil, berisi bakteri yang dapat memanfaatkan nitrogen, sehingga bisa menyuburkan tanah.

Daun, bunga, dan polong muda dapat dimakan sebagai sayur atau dipecel. Daun muda setelah dikukus kadang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui, untuk menambah produksi ASI, walaupun baunya tidak enak dan berlendir. Bunganya gurih dan manis. Biasanya bunga berwarna putih yang dikukus dan dimakan sebagai pecel. Daun dan ranting muda juga merupakan makanan ternak yang kaya protein. Turi juga dipakai sebagai pupuk hijau.

Daunnya mengandung saponin sehingga dapat digunakan sebagai pengganti sabun setelah diremas-remas dalam air untuk mencuci pakaian. Sari kulit batang pohon turi digunakan untuk menguatkan dan mewarnai jala ikan. Kulit batang turi merah kadang dijual dengan nama kayu timor.

Turi berbunga merah lebih banyak dipakai dalam pengobatan, karena memang lebih berkhasiat. Mungkin kadar taninnya lebih tinggi, sehingga lebih manjur untuk pengobatan luka ataupun disentri. Perbanyakan dengan biji atau stek batang.