malaria

Jukut Pendul | Kyllinga brevifolia

jukut-pendul

jukut-pendul

NAMA DAERAH: Jukut pendul, teki (Sunda)

URAIAN TANAMAN:
Terna menahun, tinggi 7-20 cm, wangi. Tumbuh pada tanah lembab di sisi jalan, tanah terlantar. padang rumput. 0ari dataran rendah sampai 2.600 m di atas permukaan laut.

Tumbuh berkumpul, dengan rimpang yang pendek dan merayap, letaknya sedikit dibawah permukaan tanah, mengeluarkan batang tegak bersegi tiga, pejal, berdaun hanya didekat pangkalnya.

Daun pangkal batang, 2-4, bangun garis, panjang menyempit dengan ujung runcing, pujjjdiig 3-10 cm, lebar 1,3-4 mm, warnanya hijau tua, agak kasap.
Bunga bentuknya bundar memanjang mirip bongfcol, warnanya hijau muda panjang 4-8 mm. Buah bulat memanjang; sedikit gepeng, warnanya coklat muda.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :
Rasa pedas, netral. Penurun panas (anti piretik), anti radang, peluruh kemih (diuretik), menghilangkan batuk (antitusif), mengencerkan dahak.

KANDUNGAN KIMIA:
Minyak terbang

BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tanaman

KEGUNAAN :
Selesma, radang saluran napas (bronchitis), batuk rejan (pertusis).
Malaria, disentri basiler.
Sakit kuning (icteric hepatitis)
Kencing berlemak (chyluria).
Rematik, luka terpukul, luka berdarah
Pemakaian luar untuk: Gigitan ular, gatal-gatal (pruritus), koreng, bisul

PEMAKAIAN :
Untuk minum:
30-60 gr rumput segar digodok. atau ditumbuk halus lalu diperas, airnya diminum.

Pemakaian luar:
Rumput segar dilumatkan, dibubuhkan ketempat yang sakit atau digodok dan air godokan- nya dipakai untuk cuci.

CARA PEMAKAIAN :
Batuk rejan, bronchitis, batuk : 60 gr rumput segar dicuci bersih, lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. dibagi untuk 2 kali minum.

Malaria : 60 gr rumput segar digodok. diminum 4 jam sebelum gejala/serangan timbul.

Air kemih berlemak (chyluria): 60 gr jukut pendul ditambah 60 gr buah Euphoria longan (lengkeng), digodok, minum.

Disentri: 30-45 gr rumput segar setelah dicuci bersih ditambah air dan gula secukup- nya, lalu ditim selama 1 jam, minum.

Gatal-gatal di kulit : Tumbuhan segar digodok, airnya untuk cuci.

Radang mulut pada anak-anak : 30 gr akar dan batang jukut pendul digodok dengan air. Airnya dipakai untuk menyeduh madu secukupnya lalu diminum.

Rematik : 30-60*gr rumput segar digodok, minum.

Tulang patah, luka berdarah : Rumput segar setelah dicuci bersih ditumbuk sampai halus dan dibalur ketempat yang sakit lalu dibalut. Sehari diganti 2 kali.

Sakit kuning : 30-60 gr rumput segar dicuci bersih, lalu digodok , minum.

Sakit perut karena peredaran darah tidak lancar: 30 gr jukut pendul dicuci bersih lalu digodok, minum.

Buah Makasar | Brucea javanica

buah-makassar

buah-makassar

BUAH MAKASAR tumbuh liar di hutan, kadang-kadang ditanam sebagai tanaman pagar: Buah makasar tumbuh pada ketinggian 1-500 m dpl. Perdu tegak, menahun, tinggi 1-2,5 m, berambut halus warna kuning. Daunnya berupa daun majemuk menyirip ganjil, jumlah anak daun 5-13, bertangkai, letak berhadapan. Helaian anak daun berbentuk lanset memanjang, ujung meruncing, pangkal berbentuk baji, tepi bergerigi kasar, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna hijau muda, panjang 5-10 cm, lebar 2-4 cm. Bunga majemuk berkumpul lalam rangkaian berupa malai padat yang keluar dari ketiak daun, warna ungu kehijauan. Buahnya buah batu berbentuk bulat telur, panjang sekitar 8 mm, jika sudah masak berwarna hitam. Bijinya bulat, berwarna putih. Di Indonesia, buahnya disebut biji makasar. Buah makasar dapat diperbanyak dengan biji. slama lokal buah makasar: Sumatera: dadih-dadih, tambar sipago, t. sipogu, t. bui, malur, sikalur, belur. Jawa: kendung peucang, ki padesa, kuwalot, trawalot, walot (Sunda), kwalot (Jawa). Sulawesi: tambara marica (Makasar). Maluku: nagas (Ambon). Nama asing: Ya dan zi (C), false sumac, java brucea fruit (I). Nama simplisia: Bruceae Fructus (buah makasar). Rasanya pahit, sifatnya dingin, beracun (toksik), masuk meridian usus besar. Khasiat buah makasar dapat membersihkan panas dan racun, menghentikan perdarahan (hemostatis), membunuh parasit (parasiticic), antidisentri, dan antimalaria.

CARA MENDAPATKAN BUAH MAKASAR
Perbanyakan tanaman dengan biji ini dapat dilakukan dengan cara menyemai biji pada media semai. Perawatannya pemupukan, pengendalian gulma dan hama penyakit dan penyiraman. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 1- 1.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, daun

KHASIAT BUAH MAKASAR
Metabolit sekunder yang dihasilkan pada buah B. javanica, di antaranya brusatol dan bruceantin, mampu memacu diferensiasi sel dan apoptosis sel leukemia, sedangkan quassinoid dan turunannya dapat berperan seba umor.

Ekstrak buah dan kulit batang B. Javanica mempunyai aktivitas menurunkan parasitemia pada tikus yang diinfeksi P. berghei.

Minyak biji buah makasar berfungsi sebagai antileukemia baik secara in vitro (pengujian dilakukan di laboratorium) maupun invivo (pengujian pada hewan coba).

Buah makasar mempunyai aktivitas tertinggi untuk mengendalikan instar hama kubis (instar adalah pergantian kulit antara dua masa pada serangga) (Crocidolomia pavonana (F.)

RESEP
Untuk obat yang diminum, giling 1,5-2 g isi buah Makasar (kira-kira 10-15 biji) sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Ramuan ini diminum setelah makan. Lakukan 2-3 kali sehari.

Pemakaian luar digunakan untuk menyembuhkan penyakit kutil (warts) dan mata ikan (corns) di kaki. Pemakaian ramuan ini harus hati-hati supaya tidak mengenai kulit normal di sekitarnya. Daun buah Makasar yang digiling halus dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang bengkak, akibat terbentur atau terpukul (memar) benda keras. Selain dapat menyembuhkan penyakit, ramuan ini dapat digunakan untuk mengusir belatung.

Contoh pemakaian di masyarakat:
Disentri amuba
Giling 10-15 buah Makasar sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus setelah makan. Lakukan sehari 3 kali, selama 7-10 hari.

Disentri, air kemih dan tinja berdarah karena panas
Giling 25 buah Makasar (maksimal 50 buah) sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus dengan larutan air gula batu.

Malaria
Ambil isi buah Makasar, kira-kira 10 buah, lalu giling sampai halus. Masukkan ke dalam kapsul, lalu minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari selama 3 hari. Selanjutnya, dosis dikurangi setengahnya (5 buah) dan minum selama 5 hari.

Cuci 15-20 g akar buah Makasar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya siap untuk diminum. Lakukan sehari dua kali, masing-masing ½ gelas.

Jarong | Achyranthes aspera

jarong

jarong

Nama daerah:
Jarongan, jarong lalaki, daun sangketan, nyarang (Jawa); Sui in sui, sangko hidung (Sulawesi), Rai rai, dodinga (Maluku)

Terna 1 atau 2 tahunan, tegak, tinggi mencapai 1 m. Batang bersegi empat, warna hijau atau sedikit merah muda, bercabang banyak. Daun tunggal, duduk berhadapan, bertangkai, warna hijau, bentuk bulat telur sungsang sampai jorong memanjang. Panjang daun 1,5-10 cm. Kedua permukaan daun berambut. Ujung daun tumpul atau memudar, pangkal daun menyempit, pinggir rata atau agak bergelombang, tulang daun menyirip. Bunga tumbuh di ujung tangkai/antaran percabangan berbentuk tandan (seperti tangkai pdi), kuntum bunga hijau, bulir bulat keras dan tajam.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa agak pahit, sejuk. Melancarkan darah, peluruh haid, memperkuat hati dan ginjal, memperkuat otot, urat dan tulang, antiinflamasi, antitoksin, peluruh air seni, menormalkan menstruasi, hemostatik, mempermudah persalinanan.

Kandungan kimia
Akirantin, glokosa, galaktosa, reilosa, ramnosa, alkaloid,

Biji: Hentriakontan, sapogenin.
Akar: Betain ecdysterone, triterpenoid saponins

Bagian yang dipakai
Akar, seluruh bagian tanaman

Kegunaan
Demam, panas, malaria, enteritis
Radang amandel, radang paru, gondongan
Batu saluran kencing, bengkak pada infeksi ginjal
Nyeri menstruasi, mempermudah persalinan
Muntah darah, kencing darah

Pemakaian
9-15 g kering atau 30-60 g segar, rebus, minum

Pemakaian luar
Dilumatkan, tempel ke bagian yang sakit atau direbus, airnya untuk cuci. Dipakai untuk obat luka, gigitan ular/serangga, bisul.

Cara pemakaian:
Gondongan: rebus secukupnya akar jarong, minum akarnya dilumatkan untuk ditempelkan ke tempat yang sakit.
Kencing batu: seluruh tumbuhan 18-30 g atau 12-24 g (kering), rebus, minum sebelum makan, sehari satu kali.

Bisul besar di ketiak: 60 g tanaman segar (seluruhnya) ditambah air dan arak secukupnya, tim, minum. Ampas dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.

Perhatian: wanita hamil dilarang memakai tanaman obat ini.

Akar Kuning | Arcangelisia flava

akar-kuning

akar-kuning

AKAR KUNING merupakan tumbuhan liana yang tumbuh merambat pada pohon atau tumbuhan lain di sekitarnya. merupakan liana besar dengan kavu dan getah berwarna kuning. Berdasarkan koleksi herbariumnya di Herbarium Wanariset, jenis ini dapat mencapai tinggi 10-30 m. Tumbuhan akar kuning tumbuh merambat dan membentuk kelompok-kelompok pada beberapa pohon rambatan sehingga sulit untuk dibedakan antara individu satu dengan lainnya. Batang tumbuhan ini licin dengan warna abu-abu dan diameter terbesar yang ditemukan adalah + 4,6 cm. Kulit bagian dalam berwarn kuning. Memiliki daun yang peltate (bentuk daun yang paling primitif) berwarna abi abu di bagian bawah dan tidak berbulu. Anakan akar kuning juga tumbuh mengelompok. Tumbuhan ini memiliki batang dengan warna kuning di bagian dalamnya. Daur akar kuning keabu-abuan di bagian bawahnya. Dalam beberapa litelatur akar kuning disebut sebagai Arcangelisia flava namun literatur lainnya menyebut sebagai Coscinium fenestratum, kedua spesies tersebut memiliki kesamaan morfologi yang tinggi.

KHASIAT AKAR KUNING
Penelitian yang telah dilakukan melaporkan bahwa akar kuning memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor (penjaga fungsi hati), antimalaria, antijamur, antioksidan dan memiliki efek sitotoksik (senyawa yang dapat membunuh ataupun merusak sel-sel pengganda seperti sel tumor dan kanker). Secara empiris akar kuning dapat digunakan untuk mengobati kanker, malaria, dan penyakit liver atau hepatitis.

RESEP
Liver atau hepatitis: Satu potong akar kuning dibersihkan lalu direbus dengan satu gelas air hingga air rebusan berwarna kuning. Air rebusan diminum 2-3 kali sehari untuk pengobatan dan 1 kali sehari untuk perawatan. Akar kuning yang telah direbus dapat digunakan beberapa kali hingga warna kuning yang dihasilkannya hilang.

Bunga Merak | Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.

bunga-merak

bunga-merak

KEMBANG merak merupakan tanaman yang sering tumbuh di pekarangan maupun tumbuh liar disekitar kita, memiliki bunga cerah berwarna merah kekuningan. Habitus berupa perdu yang memiliki tinggi 2-4 m bercabang banyak dengan ranting berduri tempel, batang berwarna putih, padat dan Iiat. Daun majemuk menyiripgenap ganda dua berbentuk sungsang, ujung bulat, pangkal menyempit, berwarna hijau kebiruan. Buah bunga merak berbentuk polong, pipih, panjang, dapat dimakan serta berwarna hitam.

CARA MENDAPATKAN BUNGA MERAK
Perbanyakan tanaman biji. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman iar yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga, daun

KHASIAT BUNGA MERAK
Bunga merak memiliki khasiat melancarkan peredaran darah, abortivum (obat yang digunakan untuk menggugurkan kehamilan) dan peluruh haid. Daun bunga merak dapat digunakan sebagai pencahar, batu ginjal, demam malaria, tumor, asma, penyakit kulit, bronchitis dan anti peradangan. (Wanita hamil dilarang meminum rebusan bunga ini).

Tali Putri | Cassytha filiformis

tali-putri

tali-putri

Nama daerah
Sumatra: akar pengalasan, rumput putri, tali putri; Sunda: sangga langit; Madura: mas semasan; Ternate: gumi guraci

Terna parasit yang merambat dan membelit pada bagian atas dari tanaman lain tumbuh tidak teratur dan dapat menutup tanaman induk hingga tidak kelihatan sama sekali. Tersebar di daerah tropis, ditemukan di beberapa tumbuhan perd dan pohon-pohon yang rendah di semak belukar dan lapangan terbuka, terutama di daerah pantai dan kadang tempat-tempat yang jauh dari pantai.

Batang bulat halus seperti benang, lemas, bercabang, panjang 3-8 m, dengan diameter kurang dari 0,5 mm, berwarna hijau atau cokelat muda kekuningan, melekat pada tanaman lain dengan alat pengisap.

Daun berupa sisik kecil, bunga kecil berwarna putih kekuningan dan berkumpul berbentuk bulir dengan panjang 2-5 cm. Buah bulat berdaging dengan diameter 7 mm. Alat pengisap (akar pengisap) dapat digunakan untuk pengobatan kanker.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Manis, agak pahit, sejuk dan beracun. Penurun panas (antipiretik), antiradang, peluruh kencing, membersihkan darah, menghentikan perdarahan (hemostatik). Herba ini masuk meridian hati dan ginjal.

Kandungan kimia
Cassyfiline, cassythine, larotetanine, galactitol

Bagian yang dipakai
seluruh herba, potong-potong, cuci, keringkan dengan menjemur di bawah naungan

Kegunaan
Demam, malaria, influenza
Radang, ginjal, infeksi, dan batu saluran kencing
bengkak (edema)
sakit kuning
batuk darah, mimisan, kencing darah, disentri
menjadi kurus karena lever panas
batuk karena paru-paru panas
mempermudah persalinan
obat cacing
kanker
penyubur rambut

Pemakaian
Untuk diminum: 1-=15 g (yang segar 30-50 g) digodok, minum
Pemakaian luar: dipakai untuk luka bakar eksem, bisul. Caranya, herba segar setelah dicuci bersih, dilumatkan atau yang kering digiling menjadi bubuk dan ditempelkan ke tempat yang sakit. Dapat juga herba segar digodok, airnya untuk cuci bagian luka.
Anak panas lever dan kurus: setiap hari 60 g herba segar dan air secukupnya digodok sampai tersisa ½ mangkuk. Dibagi untuk 2 kali minum.
Disentri: 30 g herba segar digodok, minum
Kencing darah: 90-120 g herba segar (yang kering 15 g) digodok dan diseduh gula merah secukupnya, minum.
Sakit kuning, batuk darah, susah buang air besar: 15-30 g herba kering digodok, minum
Eksem, borok: Herba segar digodok, airnya untuk cuci bagian yang sakit
Penyubur rambut. Lendir dari cairannya digunakan untuk membasahi kepala, air perasannya diminum.

Pinang | Areca catechu

pinang

pinang

PINANG adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Nama ilmiah dari tanaman ini adalah Areca catechu, famili Arecaceae. Sebutani pinang di beberapa daerah antara lain adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Madura), jambe (Sunda dan Jawa), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku). Batang pinang lurus dan dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter 15 cm. Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi.

Buah pinang berbentuk bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5-7 cm, dengan dinding buah yang berserabut. Biji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala. Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3-0,6%, alkaloid, seperti arekolin (C8HnN02), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid dibandingkan biji yang telah mengalami perlakuan.

KHASIAT PINANG
Biji pinang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), diare dan disentri oleh masyarakat Desa Semayang Kutai-Kalimatan Timur. Selain itu digunakan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memperkecil pupil mata.

Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat. Pinang muda dapat digunakan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Umbut pinang muda dapat digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang. Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan. Sabut pinang digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.

RESEP
1. Untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), diare dan disentri, biji pinang direbus. Air hasil rebusannya kemudian diminum

2.Pinang muda dapat dikunyah dengan sirih untuk menguatkan gigi.

Keterangan: Mengingat kandungan kimia tanaman pinang yakni alkaloid arekolin mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam jumlah besar.

Kenanga | Cananga odorata

kenanga

kenanga

Kandungan
a. asam benzoat
b. farnesol
c. geraniol
d. minyak atsiri

Manfaat
a. mengatasi asma
b. menyembuhkan malaria
c. menyembuhkan bronkitis
d. jamu sehat setelah melahirkan

Ramuan tradisional menyembuhkan berbagai penyakit
Bahan:
bunga kenanga yang telah dikeringkan secukupnya
250 cc air mendidih

Cara membuat:
Masukkan bunga kenanga dalam air mendidih, tutup rapat dan diamkan selama 30 menit. Setelah itu, saring dan minum secara teratur setiap hari. Lakukan sampai sembuh. Cara ini juga yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakit asma, bronkitis, dan sebagai jamu sehat setelah melahirkan.

Jeruk Nipis | Citrus Aurantifolia

jeruk-nipis

jeruk-nipis

JERUK NIPIS merupakan tumbuhan perdu yang memiliki banyak dahan dan ranting. Bahan pohonnya berkayu dan keras dengan warna kusam. jeruk nipis tumbuh baik di tempat yang mendapat sinar matahari langsung dengan penyinaran sedang pada ketinggian 200-1.300 m dpi. Tanah yang digunakan memiliki kelembapan sedang hingga tinggi dengan tekstur lempung berpasir dan lempung liat. Daun jeruk nipis bagian atas berwarna hijau tua mengilap sementara permukaan daun bagian bawah berwarna ihijau muda. Helai daun berbentuk bulat telur dengan ujung tumpul dengan panjang 2,5 – 9 cm dan lebar 2,5 cm. Bunga tanaman jeruk nipis berukuran kecil berwarna putih dengan bentuk bintang. Buah jeruk nipis berbentuk bulat sebesar bola pingpong atau berbentuk bulat telur. Ukuran diameternya sekitar 2,5-5 cm dengan warna kulit luar hijau atau kekuningan dan berasa asam. Jeruk nipis dapat dikembangbiakkan dengan cangkok dan okulasi. Tanaman ini akan mulai berbuah setelah berusia 2,5 tahun. Nama latin dari jeruk nipis ialah Citrus aurantifolia.

CARA MENDAPAT TANAMAN JERUK NIPIS
Perbanyakan tanaman jeruk dilakukan melalui cangkok dan okulasi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, akar, rimpang

KHASIAT JERUK NIPIS
Penelitian yang telah dilakukan melaporkan bahwa minyak volatil jeruk nipis dapat mencegah terjadinya kanker kolon dengan menginduksi apoptosis dan berfungsi sebagai antiproliferasi sel kanker kolon. Juga menghambat atau mencegah kanker pankreas. Ekstrak jeruk nipis kental juga mencegah tumor karena memiliki efek antiproliferasi terhadap sel tumor. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa ekstrak daun jeruk nipis memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumonia, Pseudomonas sp, Staphylococcus aureus dan aktivitas antifungi terhadap Aspergillus niger, A. fumigates, serta spesies Mucor.
Secara empiris jeruk nipis digunakan untuk mengobati amandel, malaria, ambeien, sesak napas, influenza, batuk, sakit panas, sembelit, disentri, sakit perut, masalah datang bulan, bau badan, dan menangani keriput pada wajah.

RESEP
1. Amandel
Diobati dengan perasan air jeruk nipis yang dicampur dengan air parutan 1,5 rimpang kunyit, 2 sendok madu, dan 0,5 gelas air putih. Diminum secara teratur 2 kali sehari.

2. Malaria
Air perasan 1 buah jeruk nipis dicampur dengan 1 sendok kecap dan garam secukupnya lalu diminum setiap pagi.

3. Ambeien
Rebus 2-4 potong akar jeruk nipis menggunakan 1,5 L air. Dibiarkan mendidih hingga sisa air tinggal 1 L lalu disaring. Air rebusan diminum setiap sore secara teratur.

4. Sesak nafas
Perasan 1 buah jeruk nipis dicampur dengan parutan 2 siung bawang merah, 1 sendok teh kopi bubuk, dan 1 potong gula batu lalu diseduh dengan air panas dan disaring. Diminum setiap hari setelah sarapan.

5. Influenza
1 buah jeruk nipis, 0,5 sendok minyak kayu putih, dan kapur sirih secukupnya. Jeruk nipis dipanggang sejenak dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan bahan lain, dan diaduk sampai merata, kemudian disaring. Air saringan diminum 1 kali sehari secara teratur.

6. Batuk
1 buah jeruk nipis, 1,5 sendok kecap, dan garam secukupnya. Cara membuatnya: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, dan dicampur dengan kecap. Diminum secara teratur 1 kali sehari selama sakit.

7. Sakit panas
1 buah jeruk nipis, 0,5 sendok minyak kelapa, 1 sendok minyak kayu putih, dan 2-4 siung bawang merah, dihaluskan. Jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampurkan dengan bahan lain sampai merata. Ramuan digunakan untuk kompres, atau digosokkan pada dada dan punggung.

8. Terlambat datang bulan
1 buah jeruk nipis, rimpang kunyit sebesar ibu jari, kapur sirih dan garam secukupnya. Jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kunyit diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur merata, dan disaring. Ramuan diminum 1 kali sehari.

9. Perut mulas saat datang bulan
1 buah jeruk nipis, 1,5 rimpang jahe, asam, dan gula kelapa. Jeruk nipis diperas untitk diambil airnya, jahe diparut, kemudian semua bahan tersebut dicampur, dan dibeH 3/4 gelas air masak dan disaring. Ramuan diminum pada hari pertama haid.

10. Disentri
Air rebusan akar jeruk nipis. 2 potong akar jeruk nipis direbus dengan 2.5 L air lalu disaring dan airnya diminum sehari sekali.

Pare | Momordica charantia L

pare

pare

Pare banyak terdapat di daerah tropika, tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah telantar, tegalan, dibudidayakan atau ditanam di pekarangna dengan dirambatkan di pagar, untuk diambil buahnya. Tanaman ini tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh subur di temapt-tempat yang agka terlindung.

Tanaman setahun merambat atau memanjat dengan alat pembelit atau sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak. Batang berusuk lima, panjang 2-5 m, yang muda berambut rapat. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5,3 cm, letak berseling, bentuknya bulat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, warnanya hijau tua. Tajuk bergigi kasar sampai berlekuk menyirip. Bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, berwarna kuning. Buah bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit. Warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan 3 katup. Biji banyak, cokelat kekuningan, bentuknya pipih memanjang, keras.

Ada 3 jenis tanaman pare, yaitu pare gajih, pare kodok, dan pare hutan. Pare gajih berdaging tebal. Pare gajih berdaging tebal, warnanya hijau muda atau keputihan. Bentuknya besar dan panjang dan rasanya tidak begitu pahit. Pare kodok buahnya bulat pendek, rasanya pahit. Pare hutan adalah pare yang tumbuh liar, buahnya kecil-kecil dan rasanya pahit. Untuk memperoleh buah yang panjang dan lurus, biasanya pada ujung buah yang masih kecil digantungkan batu. Daun dari pare yang tumbuh liar, dinamakan daun tundung. Daun ini dikatakan lebih berkhasiat bila digunakan untuk pengobatan.

Daun dan buahnya yang masih muda dimakan sebagai lalap mentah atau setelah dikukus terlebih dulu, dimasak sebagai sayuran, tumis, sambal goreng, gado-gado, dan sebagainya. Tanamna ini juga dapat digunakan untuk membunuh serangga. Perbanyakan dengan biji.

Kegunaan:
Buah:
batuk, radang tenggorok
haus karena panas dalam
mata sakit dan merah
demam, malaria
pingsan karena kepanasan (heartstroke)
menambah nafsu makan
kencing manis
disentri
rematik
memperlancar ASI
nyeri haid
sariawan
infeksi cacing gelang

Bunga
pencernaan terganggu

Daun:
cacingan
luka, abses, bisul
erysipelas
terlambat haid
sembelit
sakit liver
demam
melancarkan ASI
sifilis, kencing nanah