haid tidak teratur

Haid Tidak Teratur

Ramuan 1

Bahan:
1 genggam daun pegagan
1 genggam daun sinom/daun asam muda
2 jari rimpang kunyit
1 jari rimpang kunyit putih/temu mangga/temu lalap

Khasiat:
Daun sinom dan daun pegagan yang berfungsi sebagai tonik berkhasiat menyegarkan tubuh sehingga haid pun akan lancar. Selain itu pegagan juga berkhasiat menambah nafsu makan. Kunyit diketahui membantu kelancaran haid dan memiliki khasiat menyembuhkan peradangan dan keputihan.

Cara membuat:
Cuci bersih semua bahan, iris kunyit putih tipis-tipis. Rebus semua ini dengan 3 gelas air hingga air tinggal 2 gelas. Tambahkan gula aren dan asam secukupnya. Minum ramuan ini 2x sehari.

Ramuan 2

Bahan:
1 buah mengkudu
1 genggam daun sirih

Khasiat:
Buah mengkudu diketahui berkhasiat melancarkan haid. Sedangkan sirih diketahui berkhasiat menyembuhkan peradangan.

Cara membuat:
Cuci bersih kedua bahan lalu ditumbuk sambil, diberi 1 gelas air matang. Peras dan saring. Minum ramuan ini 2x sehari, pagi dan sore, setelah makan.

Terlambat Haid

Bahan:
2 cabai jawa
10 merica putih
1 ruas jari rimpang bangle
1 jari rimpang temulawak
1 jari rimpang kunyit
5 biji cengkih
seujung sendok teh pulosari
1 jari kayu manis jangan
seujung sendok teh adas

Khasiat:
Ramuan di atas bersifat menghangatkan sehingga peredaran darah akan berjalan lancar dan berdampak melancarkan haid.

Cara membuat:
Kupas temulawak dan kunyit lalu cuci bersih. Setelah itu, semua bahan ditumbuk hingga halus sambil diberi 1 gelas air (air diberikan sedikit demi sedikit). Beri gula aren dan air asam secukupnya. Saring. Minum ramuan ini 1x sehari, pada sore hari.

Gangguan Haid

Bahan:
buah kapulaga

Cara membuat:
Buah direbus dan dimakan.

Mengatasi Masalah Haid

Bahan:

150 g nanas yang sudah dikupas
50 g mangga yang sudah dikupas
3 ruas jari kunyit
2 ruas jari jahe
1 sdt air jeruk nipis

Cara membuat:

  • Bersihkan semua bahan dan potong kecil-kecil.
  • Rendam kunyit dan jahe dengan 50 ml air mendidih selama 15 menit. Saring dan ambil airnya.
  • Selain jeruk nipis, masukkan semua bahan yang sudah dipotong bersama air kunyit dan jahe ke dalam blender.
  • Proses hingga menjadi jus.
  • Tambahkan perasan air jeruk nipis. Aduk, siap disajikan.
  • Untuk menambah rasa manis, dapat ditambahkan madu atau gula merah secukupnya.

Haid Tidak Lancar

Bahan:
1 sdt biji jintan putih
2 biji cengkih kering
½ potong biji pala
1 rimpang kunyit
1 buah kapulaga
1 potong gula aren
1 sdm gula pasir
2 lembar daun srigading

Cara membuat:
Campur semua bahan. Rebus dengan 2½ gelas air sampai mendidih, kemudian saring. Diminum lima hari sebelum tanggal haid.

Daun Prasman | Eupatorium triplinerve

daun-prasman

daun-prasman

Kandungan
a. minyak atsiri
b. saponin
c. flavonoida
d. polifenol

Manfaat
a. mengatasi diare kronis
b. memperlancar buang air kecil
c. mengatasi sariawan
d. memperlancar haid

Inggu | Ruta angustifolia [L.] Pers

NAMA Lokal adalah Inggu (Sunda), godong minggu (Jawa). aruda (Sumatera). Anruda busu (Makasar), Raute (Jerman), ruta (Italia), wijnruit (Belanda), Common rue herb, rue, herb of grace (Inggris). Di Eropa dikenal sebagai tumbuhan obat penolak guna-guna. Minyak esensialnya digunakan untuk pembuatan parfum dan kosmetik. Perbanyakan dengan setek batang. Sifat kimiawi dan efek farmakologis antara lain herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak asirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter. Tanaman ini termasuk tanaman langka.

Tanaman ini termasuk terna (tumbuhan yang batangnya lunak karena tidak membentuk kayu), tumbuh tegak, tinggi mencapai 1,5 m, batang berkayu, silindris, ramping. Percabangan banyak, lemah, seluruh bagian bila diremas berbau tidak sedap. Daun majemuk menyirip ganda, letaknya berseling, dengan anak daun lanset atau bulat telur sungsang, pangkal menyempit, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan tidak jelas, panjang 8-20 mm, lebar 2-6 mm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk dalam malai rata, keluar di ujung ranting, dengan mahkota berbentuk rnangkok warna kuning terang. Buah kecil, lonjong, terbagi menjadi 4-5 kotak, warnanya cokelat. Biji kecil berbentuk ginjal, warnanya hitam.

Inggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara. Di Jawa, sering ditanam di kebun pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1000 m dpl.Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herba ini rasanya memualkan.

CARA MENDAPATKAN INGGU
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama  dan gulma, pemupukan, dan penviraman yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

KHASIAT TANAMAN INGGU
Demam, influenza, batuk, radang paru, ayan (epilepsi), hepatitis; kejang pada anak, colik, cacingan, histeri (hysteria), nyeri ulu hati, nyeri dada dan hernia, bisul, haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrrhea), radang kulit bernanah, memar akibat benturan benda keras, gigitan ular berbisa dan serangga, keracunan obat atau racun, pelebaran tembuluh darah balik (vena varikosa), radang vena (flebitis), dan sakit gigi.

RESEP
Kejang-kejang
Kompres, cuci muka atau mandi dengan rebusan daun inggu (sebagai obat penenang). Atau dengan resep lain: Daun inggu secukupnya; Cuka encer secukupnya, Diremas- emas, Untuk kompres di kepala: diperbaharui bila kepala sudah kering.

Kudis
Zuci luka dengan air rebusan daun inggu.

Sakit gigi
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, pakai untuk kumur beberapa tali.

Demam, masuk angin
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, minum. Atau dengan cara lain: )emam, Daun inggu 3-5 helai; Bunga sruni 1 buah; Air hangat secukupnya, Diremas- emas, Dipakai untuk mengusap badan dengan handuk kecil

Pegal-pegal
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, minum.

Sakit Lever
Daun inggu 25 g direbus bersama 15 g brotowali dan 10 g kunyit hingga airnya menjadi ?paronya. Minum secara rutin 3 kali sehari untuk menyembuhkan gangguan lever (sakit kuning) atau, sepertiga genggam daun inggu, direbus, 3 gelas jadi 1,5 gelas. Tambahkan gula batu. Minum sehari 2 x 3/4 gelas.

Ketombe
Daun inggu 3-5 helai; Rimpang kunyit 1 ruas jari; Air sedikit, Dipipis hingga berbentuk pasta, Rambut dibasahi dengan air; kemudian dilumuri dengan pasta dan garuklah ketombe dengan bantuan ujung jari tangan; atau dengan sisir; jika sudah terkelupas; rambut dikeramasi dengan sampo biasa; ulangi selama 4 hari.

Jati Mas | Tectona grandis

jati-mas

jati-mas

JATI EMAS (Tectotia grandis Lf.) disebut juga jati unggul atau jati super yang telah diteliti dan diseleksi secara berulang oleh para pemulia tanaman jati, sehingga menghasilkan produksi kayu berkualitas. Ciri-ciri dari jati emas adalah berbatang lurus, bentuk silindris dcngan batang yang relatif bebas percabangan, mengalami pertumbuhan yang cepat, tumbuh seragam, tahan hama penyakit dan cocok ditanam di daerah tropis terutama pada tanah yang banyak mengandung kapur. Tanah yang ideal adalah tanah jenis aluvial dengan kisaran pH 4,5 sampai 7. Dapat tumbuh dengan baik jika ditanam di daerah dataran rendah (50-80 m dpl) sampai dataran tinggi dengan ketinggian 800 m dpl. Tanaman ini sangat tidak tahan dengan kondisi tergenang air, sehingga area pertanaman jati emas mutlak membutuhkan sistem drainase yang baik.

Tanaman jati emas merupakan bibit unggul hasil budidaya sistem kultur jaringan dikembangkan pertama kali dalam laboratorium, yang tanaman induknya pada mulanya berasal dari negara Myanmar. Jati emas sudah sejak tahun 1980 ditanam secara luas di Myanmar dan Thailand. Sementara Malaysia menyusul penanaman jati emas secara meluas di tahun 1990. Di Indramayu, Jawa Barat sejak tahun 1999 telah dilakukan penanaman jati emas sampai satu juta pohon.Tanaman jati emas sudah bisa dipanen mulai umur 5, 10,15 tahun dan menghasilkan kualitas kayu yang tetap baik yang biasa diterima di pasaran nasional maupun internasional.

Tanaman jati emas termasuk ke dalam tanaman kelas Angiosermae. Kandungan kimia yang terdapat pada jati emas adalah senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, resin, glukosa, asam lemak, asam fenolik, lender (kandungan aktif utama yang berhubungan dengan aktivitas pelangsing tubuh), p-sitosterol, kaffein, friedelin-3a-asetat, friedelin- 3β- ol, terpens/sterol, karotenoid, dan karbohidrat.

CARA MENDAPATKAN JATI MAS
Untuk memperbanyak bibit tanaman jati digunakan cara okulasi (teknik perbanyakan anaman secara vegetatif dengan menempelkan mata tunas dari suatu tanaman kepada anaman lain yang dapat bergabung (kompatibel) dengan tujuan menggabungkan sifat-sifat yang baik dari setiap komponen sehingga diperoleh pertumbuhan dan produksi yang baik). Selain itu dilakukan juga teknik kultur jaringan (teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Dengan cara okulasi dan kultur jaringan, maka akan didapat sifat unggul yang sama dengan indukannya.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar dan daun

KHASIAT JATI MAS
Tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan biasa digunakan untuk rehabilitasi lahan kritis. Kulit jati dapat digunakan sebagai pewarna alami menghasilkan warna cokelat. Namun secara farmakologi tanaman ini memiliki potensi sebagai antioksidan dan mengurangi aktivitas radikal bebas karena memiliki kandungan senyawa flavonoid. Selain itu dapat mengobati radang tenggorokan dan nyeri perut (disentri).

Daun jati juga bisa digunakan untuk ramuan obat batuk darah, haid tidak teratur, kholera dan radang tenggorokan (obat luar). Tetapi kayu atau arang kayunya dapat digunakan sebagai obat demam, kholera, mencret, sakit perut, radang kulit bernanah (obat luar) dan sakit kulit (obat luar).

RESEP
Untuk pengobatan disentri dapat menggunakan beberapa campuran bahan di antaranya:
Bawang merah 3 butir, daun alam 5 lembar, arang kayu jati 1 jari, mesoyi 1 jari, rimpang jahe 1 jati, teh adas 1 sendok, pulosari 1 jari, jinten hitam 1 sendok, gula enau 3 jari, ganti 1 jari. Semua bahan ditumbuk halus, tambah garam sedikit, kemudian diperas, saring, lalu dapat diminum. Ampasnya dapat digunakan untuk menggosok dada, leher dan punggung.

Tabat Barito | Ficus deltoidea

tabat-barito

tabat-barito

TABAT BARITO (Ficus deltoidea Jack) termasuk dalam famili Morales yang merupakar salah satu tumbuhan obat-obatan berpotensi di Kalimantan, jenis daun berbentuk telur. Tanaman tabat barito termasuk tumbuhan langka dan sejenis tanaman epifit yang hidup menumpang pada tumbuhan lain yang lebih besar hanya untuk mendapatkan cahaya matahari. Ciri-cirinya termasuk perdu dengan tinggi 0,5-3 m, batang bulat dan berlignin, batang cokelat abu-abu dan mengeluarkan eksudat.Tumbuhan ini banyak terdapat di kawasan belukar di tepi laut atau hutan di pergunungan. Tanaman ini tidak tumbuh di kawasan hutan bakau. Tanaman ini mengandung senyawa triterpenoid ( 38,24%), flavonoid (16%), steroid (2,33%), dan alkaloid (1,12%). Daunnya memiliki senyawa dari golongan saponin dan glikosida. Selain itu tanaman ini mengandung auron, luteiolin, anthocyanine, aglicon, dan tricyne.

KHASIAT TABAT BARITO
Tabat Barito (Emas Cotek) berkhasiat untuk mengecilkan rahim dan mengembalikan rahim pada keadaan semula setelah melahirkan, mengobati keputihan dan melancarkan haid. Serta dapat digunakan sebagai tonik untuk lelaki dan perempuan. Selain itu, tapat barito juga dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit-penyakit seperti paru- paru berair, kencing manis, darah tinggi, lemah jantung, diare, melancarkan peredaran darah dan menyembuhkan penyakit kulit, penyakit kelamin atau yang disebut raja singa (kencing nanah), mencegah atau menghambat pertumbuhan sel tumor. Di samping sebagai tanaman obat Ficus deltiodea termasuk species yang potensial penghasil hutan non kayu (karet, resin, minyak, tanin, bahan pewarna).

RESEP
Untuk ramuan obat, seluruh bagian tanaman direbus kemudian airnya diminum.

Siantan | Ixora stricta

siantan

siantan

Biasanya ditanam sebagai tanaman hias dan dipakai untuk bunga sembahyang agama Buddha. Tanaman perdu tegak ini tingginya sekitar 1 m-2,5 m, berbatang cokelat kehitaman, banyak bercabang, cabang muda berwarna cokelat kemerah-merahan. Daun tunggal, letak berhadapat-bersilang, tangkai daun sangat pendek, bulat telur sungsang sampai jorong, tepi rata, warna daun hijau tua, daun muda di ujung tangkai berwarna merah kecokelatan, permukaan daun mengkilat, bagian ujung dan pangkal daun runcing, panjang 6-13 cm, lebar 3-4 cm. Bunga berupa bunga majemuk berbentuk malai rata, warna oranye, tumbuh di ujung tangkai. Buah bulat, penampang 7-8 mm, merah ungu.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Manis, sejuk, hypotensive, mengecilkan bekuan darah, menghilangkan sakit

Bagian yang dipakai
Bunga, akar, tangkai dan daun

Kegunaan
Bunga: haid tidak teratur, tidak datang haid, hipertensi
Pemakaian: 10-15 g, rebus, minum

Akar: TBC Paru, batuk dan batuk darah
Pemakaian: 30-60 g, rebus, minum

Tangkai dan daun: Luka terpukul, badan ngilu-ngilu, terkilir, koreng
Pemakaian:
TBC Paru disertai batuk dan batuk darah: 30-60 g akar siantan + 10 g gancao direbus selama 3 jam, untuk 1x minum atau
30-60 g akar siantan ditambah 60 g daging sapi tanpa lemak dibuat sup.