eksim

Susu Kuda

susu-kuda

susu-kuda

Kandungan
a. vitamin A
b. vitamin B2
c. vitamin B6
d. vitamin B12
e. vitamin C
f. vitamin E
g. zat besi
h. kalsium
i. kalium
j. magnesium

Manfaat
a. menambah kekebalan tubuh
b. menyembuhkan radang usus
c. meningkatkan gairah seksual bagi laki-laki
d. pengganti susu sapi yang baik
e. menyembuhkan eksem

Bungur Kecil | Lagerstroemia indica

bungur-kecil

bungur-kecil

NAMA latinnya adalah Lagerstroemia indica, sedangkan nama daerah sunda, yaitu bungur, di Madura: Bhungor. Deskripsi Tanaman ini termasuk tanaman perdu atau pohon kecil, tinggi 2-7 m, percabangan melengkung, pohon berwarna cokelat, halus dan agak mengilap. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling. Helaian daun bentuknya elips atau memanjang, ujung tumpul, pangkal membaji, tepi rata, berwarna hijau tua, panjang 2-7 cm, lebar 1-4 cm. Bunga majemuk bentuk malai, panjang 10-50 cm, tepi mahkota bunga bergelombang, berwarna merah, putih, atau ungu, keluar dari ujung tangkai atau ketiak daun. Buahnya agak bulat, panjang 9-13 mm, lebar 8-11 mm. Bungur kecil dapat diperbanyak dengan biji.

CARA MENDAPATKAN BUNGUR KECIL
Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Perawatannya dengan cara diberi air dan pupuk secara berkala. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan tinggi kurang dari 800 m dengan tanah yang tidak terlalu basah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit kayu, daun, akar

KHASIAT BUNGUR KECIL
Antikoagulasi (antipengendapan darah), nephroprotective (penjaga kesehatan ginjal), antioksidan (daun, buah), anti-inflamasi (daun), antimikroba (daun), antidiare (kayu)

RESEP
Seduhan dingin kulit kayu ditumbuk, diminum untuk menghentikan murus (diare). Tumbukan daunnya digunakan untuk menyembuhkan luka bakar dan pendarahan. Untuk obat yang diminum: Rebus 15-30 g akar, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar: Rebus bahan segar secukupnya, lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang sakit. Selain itu, giling bahan kering sampai membentuk serbuk. Selanjutnya, bubuhkan serbuk tersebut ke tempat yang sakit, seperti patah tulang (fraktur), bisul, koreng, abses, eksim, dan radang payudara (mastitis).

Disentri
Rebus 20 g daun atau akar dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya diminum, sehari tiga kali, masing-masing ½ gelas.

Disentri akut, hepatitis menular
Cuci 15 g akar dan 15 g daun bungur kecil, lalu rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, dan bagi menjadi dua bagian untuk dua kali minum, pagi, dan sore hari. Setiap kali minum 1/2 gelas, dapat ditambah madu secukupnya.

Bisul, koreng
Keringkan akar atau bunga bungur kecil secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan arak putih secukupnya sampai berbentuk bubur kental, kemudian oleskan ke bagian tubuh yang sakit dan balut dengan perban. Untuk obat yang diminum, rebus 30 g akar dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing ½ gelas.

Eksim
Cuci akar atau daun secukupnya sampai bersih, lalu rebus dalam air sampai mendidih (selama 15 menit). Dalam keadaan hangat, ramuan ini dapat dipakai untuk mencuci bagian tubuh yang terkena eksim.

Catatan: Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini karena dapat mengganggu perkembangan janin.

Patikan Cina | Euphorbia thymifolia

patikan-cina

patikan-cina

Nama daerah: Jawa: Gelang pasir, ki mules, nanangkaan gede, useup nana, krokot cina, patikan cina; Maluku: jalu-jalu tona

Uraian tanaman:
Terna kecil merayap, kadang-kadang setengah tegak, berambut, terdapat di mana-mana di antara rumput di halaman, sekeliling tegalan, pinggir jalan pada tempat-tempat yang agak basah sampai ketinggian 1.400 m dari permukaan laut. Batang dan daunnya agak kemerah-merahan, bila dipatahkan mengeluarkan getah. Daunnya bersirip genap, kecil-kecil, bulat telur, berhadapan, baunya wangi. Bunga berwarna merah muda.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa agak asam, astringent, sedikit sejuk, antiinflamasi, peluruh air seni, menghilangkan gatal.

Kandungan kimia
Akar: Myricyl alkohol, taraxerol, tirucalol, kamzuiol, hentriacontane. Batang dan daun: Cosmosiin

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan

Kegunaan
1. disentri basiler, typhus abdominalis, enteritis, diare
2. wasir

Pemakaian
15-30 g kering atau 30-60 g segar, rebus, minum

Pemakaian luar
Eksem, allergic dermatitis (sakit kulit karena alergi), herpes zoster, gatal-gatal di kulit, abses payudara. Patikan cina segar secukupnya direbus untuk cuci. Getahnya diteteskan untuk bintik pada kornea mata (macula)
Abses payudara: herba segar dilumatkan, ditambah gula enau, ditempelkan di tempat yang bengkak.
Herpes zoster: 1 genggam herba segar + 1 buah bawang putih, dilumatkan kemudian ditambah air dingin, ditempelkan ke tempat yang sakit.
Eksem, dermatitis, kulit gatal, wasir: herba segar secukupnya, rebus, cuci

Pemakaian:
Disentri basiler, enteritis: 15-30 g patikan cina direbus, bagi 2 dosis, minum.
Wasir: ⅓ genggam patikan cina, ⅓ genggam patikan kebo, 1 jari rimpang kunyit, 3 jari gula enau, 3 gelas air, rebus menjadi 1½ gelas, saring, setelah dingin. Sehari 3 x ½ gelas.

Legundi | Vitex trifolia

legundi

legundi

TANAMAN Legundi (Vitex trifolia L.) memiliki sinonim nama Latin Vitex negundo atau Vitex rotundifolia L.f. termasuk dalam famili Verbanaceae. Legundi memiliki nama asing/simplisia Vitecis folium. Pohon Legundi merupakan pohon semak, tajuk tidak beraturan, aromatik, dengan tinggi mencapai 1-4 m. Batang pokok pohon jelas, kulit batang berwarna cokelat muda sampai cokelat tua, batang muda berbentuk segi empat dan banyak bercabang. Daun Legundi merupakan daun majemuk menjari. Bunganya merupakanan susunan majemuk malai, dengan struktur dasar menggarpu, rapat dan berjejal. Buah Legundi merupakan buah tipe drupa, berair atau kering dengan dinding keras. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji atau stek batang. Tumbuhan ini mudah tumbuh di segala jenis tanah, namun lebih menyukai tempat yang agak kering dan pada daerah yang terbuka dan dapat tumbuh dengan baik pada media tumbuh yang terdiri dari campuran pasir, pupuk kandang dan lempung.

Minyak biji Legundi mengandung senyawa-senyawa hidrokarbon, asam lemak. Buah Legundi mengandung vitetrifolin A, vitetrifolins B dan C, rotundifuran, dihidrosolidagenon dan abietatriene 3β-ol.

CARA MENDAPATKAN LEGUNDI
Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji atau stek batang, jika menggunakan stek batang seyogyanya diambil dari batang vang tidak terlalu muda. Stek batang tersebut mudah sekali tumbuh dan akan mulai bertunas setelah 4-5 hari terhitung dari sejak penanaman. Tumbuhan ini mudah tumbuh di segala jenis tanah, namun lebih menyukai tempat yang agak kering dan pada daerah yang terbuka. Tumbuh jengan baik pada media tumbuh yang terdiri dari campuran pasir, pupuk kandang dan lempung. Tanaman Legundi banyak terdapat di daerah Jawa, umumnya tumbuh di daerah dengan ketinggian 11.100 m dpl, tumbuh liar pada daerah hutan jati, hutan ekunder, di tepi jalan dan pematang sawah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar, batang, daun, buah

KHASIAT LEGUNDI
Akar legundi biasanya digunakan untuk pencegah kehamilan dan penyembuhan pasca persalinan. Batang Legundi biasa digunakan untuk menyembuhkan bengkak dan eksim. Biji legundi digunakan sebagai pereda batuk, penyegar badan, perawatan rambut. Buah legundi umumnya digunakan sebagai obat cacing dan peluruh haid. Daun legundi biasa digunakan untuk mengurangi rasa nyeri, pusing, masuk angin, menurunkan panas, meredakan kejang, batuk, radang amandel, tuberkulosa, tifus, peluruh air seni, peluruh angin perut, peluruh keringat, melancarkan haid, membersihkan rahim, demam nifas, busting air, menyembuhkan luka, kudis dan untuk membunuh serangga.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun legundi mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, bakteri gram positif maupun bakteri gram negatif, dapat melindungi marmot dari gigitan nyamuk Aedes aegypti selama waktu tertentu. Senyawa metil-p-hidroksibenzoat yang terdapat pada daun legundi juga memiliki aktivitas sebagai anti nyamuk terhadap C. quinquefasciatus and A. Aegypti. Daun legundi berpotensi untuk mengatasi asma, penyakit alergi dan berpotensi sebagai antitubercular dengan menghambat Mycobacterium tuberculosis- Selain itu daun legundi juga memiliki aktivitas antioksidan dan anti peradangan. Bijinya berpotensi sebagai analgesik.

RESEP
Obat Cacing
Gunakan 15 g daun legundi segar direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit; setelah dingin, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Frambos | Hibiscus radiatus

frambos

frambos

TANAMAN Frambos atau Hibiscus radiatus cav termasuk ke dalam famili tumbul Malvaceae atau Rosaceae. Tanaman ini termasuk kelompok perdu dan memiU penampakan yang cantik. Seluruh bagian tanaman ini terlihat serba merah, mulai daun, batang sampai bunganya. Tanaman ini memiliki nama latin Hibiscus radial cav dan termasuk ke dalam famili tumbuhan Malvaceae atau Rosaceae. Memiliki bunga yang cukup besar mirip bunga sepatu, berwarna merah tua dengan serbuk sarinya berwarna kuning di bagian tengahnya. Di beberapa daerah frambos merah di kenal dengan nama Frambos merah dan Kasturi kokotu. Deskripsi Frambos memiliki Umtu daun oval pada saat muda dan berubah bentuk menjari saat daun mulai dewasa dengai pinggir bergerigi tumpul. Tanaman ini pada daun, bunga buah mengandung tartarat askorbat, asam sitrat, asam format, asam salisilat dan asam malat, kalium, mangan besi, sukrosa, glukosa dan fruktosa.

CARA MENDAPATKAN FRAMBOS
Dalam budidaya sebaiknya jangan memberkan tanaman ini pupuk kimia, gunakai pupuk organik seperti kompos dari daun atau kotoran kambing. Untuk mengatas serangan hama gunakan juga insektisida alami. Selain itu tanaman perdu ini juga membutuhkan cukup sinar matahari dan jenis tanah yang porus untuk pertumbuhaa optimal. Cara perbanyakan tanaman ini cukup mudah dengan menggunakan biji. Biji yang sudah tua disemai terlebih dahulu di tempat pembibitan. Sebaiknya tempaf pembibitan terhindar dari hempasan curah hujan secara langsung. Setelah bibit berdaun tiga atau empat bisa langsung dipindahkan ke tempat yang lebih luas atau terbuka. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 250-100 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah

KHASIAT FRAMBOS
Pengobatan dan pencegahan penyakit pencernaan(termasuk dengan diare), hipertensi, aterosklerosis, diabetes (tahap awal), anemia, eksim, dan nafsu makan yang buruk, dll

Pinang | Areca catechu

pinang

pinang

PINANG adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Nama ilmiah dari tanaman ini adalah Areca catechu, famili Arecaceae. Sebutani pinang di beberapa daerah antara lain adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Madura), jambe (Sunda dan Jawa), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku). Batang pinang lurus dan dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter 15 cm. Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi.

Buah pinang berbentuk bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5-7 cm, dengan dinding buah yang berserabut. Biji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala. Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3-0,6%, alkaloid, seperti arekolin (C8HnN02), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid dibandingkan biji yang telah mengalami perlakuan.

KHASIAT PINANG
Biji pinang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), diare dan disentri oleh masyarakat Desa Semayang Kutai-Kalimatan Timur. Selain itu digunakan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memperkecil pupil mata.

Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat. Pinang muda dapat digunakan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Umbut pinang muda dapat digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang. Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan. Sabut pinang digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.

RESEP
1. Untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), diare dan disentri, biji pinang direbus. Air hasil rebusannya kemudian diminum

2.Pinang muda dapat dikunyah dengan sirih untuk menguatkan gigi.

Keterangan: Mengingat kandungan kimia tanaman pinang yakni alkaloid arekolin mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam jumlah besar.