dysentery

Disentri dan Berak Darah

Bahan:
20 g kulit batang kemiri
400 cc air

Cara membuat:
Rebus kulit batang kemiri dengan 400 cc air hingga air berkurang setengahnya. Minum hangat-hangat.

Jukut Pendul | Kyllinga brevifolia

jukut-pendul

jukut-pendul

NAMA DAERAH: Jukut pendul, teki (Sunda)

URAIAN TANAMAN:
Terna menahun, tinggi 7-20 cm, wangi. Tumbuh pada tanah lembab di sisi jalan, tanah terlantar. padang rumput. 0ari dataran rendah sampai 2.600 m di atas permukaan laut.

Tumbuh berkumpul, dengan rimpang yang pendek dan merayap, letaknya sedikit dibawah permukaan tanah, mengeluarkan batang tegak bersegi tiga, pejal, berdaun hanya didekat pangkalnya.

Daun pangkal batang, 2-4, bangun garis, panjang menyempit dengan ujung runcing, pujjjdiig 3-10 cm, lebar 1,3-4 mm, warnanya hijau tua, agak kasap.
Bunga bentuknya bundar memanjang mirip bongfcol, warnanya hijau muda panjang 4-8 mm. Buah bulat memanjang; sedikit gepeng, warnanya coklat muda.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :
Rasa pedas, netral. Penurun panas (anti piretik), anti radang, peluruh kemih (diuretik), menghilangkan batuk (antitusif), mengencerkan dahak.

KANDUNGAN KIMIA:
Minyak terbang

BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tanaman

KEGUNAAN :
Selesma, radang saluran napas (bronchitis), batuk rejan (pertusis).
Malaria, disentri basiler.
Sakit kuning (icteric hepatitis)
Kencing berlemak (chyluria).
Rematik, luka terpukul, luka berdarah
Pemakaian luar untuk: Gigitan ular, gatal-gatal (pruritus), koreng, bisul

PEMAKAIAN :
Untuk minum:
30-60 gr rumput segar digodok. atau ditumbuk halus lalu diperas, airnya diminum.

Pemakaian luar:
Rumput segar dilumatkan, dibubuhkan ketempat yang sakit atau digodok dan air godokan- nya dipakai untuk cuci.

CARA PEMAKAIAN :
Batuk rejan, bronchitis, batuk : 60 gr rumput segar dicuci bersih, lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. dibagi untuk 2 kali minum.

Malaria : 60 gr rumput segar digodok. diminum 4 jam sebelum gejala/serangan timbul.

Air kemih berlemak (chyluria): 60 gr jukut pendul ditambah 60 gr buah Euphoria longan (lengkeng), digodok, minum.

Disentri: 30-45 gr rumput segar setelah dicuci bersih ditambah air dan gula secukup- nya, lalu ditim selama 1 jam, minum.

Gatal-gatal di kulit : Tumbuhan segar digodok, airnya untuk cuci.

Radang mulut pada anak-anak : 30 gr akar dan batang jukut pendul digodok dengan air. Airnya dipakai untuk menyeduh madu secukupnya lalu diminum.

Rematik : 30-60*gr rumput segar digodok, minum.

Tulang patah, luka berdarah : Rumput segar setelah dicuci bersih ditumbuk sampai halus dan dibalur ketempat yang sakit lalu dibalut. Sehari diganti 2 kali.

Sakit kuning : 30-60 gr rumput segar dicuci bersih, lalu digodok , minum.

Sakit perut karena peredaran darah tidak lancar: 30 gr jukut pendul dicuci bersih lalu digodok, minum.

Paria Gunung | Cardiospermum halicacabum

paria-gunung

paria-gunung

NAMA DAERAH: Cenet areuy, paria gunung (Sunda) ketipes, parenan, pulungan (Jawa), pepare kurung (Jakarta), bondot, plentangan, lung genje.

NAMA ASING: Coeur des indes, pois de coeur, herzsame, kerstmisbloem, balloon vine, heart pea.

URAIAN TANAMAN:
Terna setahun, tumbuh liar di lapangan rumput, tepi jalan. di hutan dan di ladang, pada tempat-tempat keri’ng yang terkena sinar matahari dari 1 – 700 m di atas permukaan laut.

Terna berbatang lemas ini tumbuh memanjat dengan sulur/alat pembelit yang keluar dari karangan bunga, berambut halus, panjangnya dapat mencapai 2-3 m.

Daunnya berupa daun majemuk menjari beranak daun tiga ganda dua, letak berseling.dengan anak daun bertangkai, bulat telur memanjang, bercangap menyirip dalam, ujung runcing, tepi bergerigi, dengan panjang 5-9 cm.
Bunga kecil berwarna putih dengan sepasang alat pembelit untuk memanjat,
berkumpul dalam karangan bunga yang keluar dari ketiak daun.
Buah berupa selaput, melembung bersegi tiga, dengan 3 buah biji bentuknya bulat berwarna hitam, di tengahnya berwarna putih.

Di beberapa daerah paria gunung dimakan sebagai sayuran dan bijinya yang telah tua sering dibuat sebagai perhiasan oleh anak-anak.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Manis, pedas, dingin. Menghilangkan bekuan darah, menghilangkan bengkak, membersihkan darah, menetralkan panas dan racun, anti radang, melancarkan kencing. Herba ini masuk meridian lever dan ginjal.

KANDUNGAN KIMIA:
Biji: Zat lendir, saponin, lemak, calsium, nitrogen, organic phosphate compound. Minyak dari biji: 1 -eicosenoic acid 42%, palmitate acid 3%, linolenic acid 8%, linoleic acid 8%, oleic acid 22%, stearic acid 2%. arachidic acid 10%, dan asam lemak dengan berat molekul rendah 5%.
Batang dan daun: Saponin, tanin, calsium oksalat, sulfur.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:
Flu. demam, badan sakit-sakit (rheumatism).
Radang ginjal (nephritis), infeksi saluran kencing.
Kencing sedikit (Oliguria), bengkak (oedem).
Kencing manis (Diabetes mellitus).
Pertussis (batuk rejan).
Radang telinga tengah (Otitis media).
Sakit kuning.
Menormalkan siklus haid, merangsang haid (emmenagogue).
Diare, disentri.
Obat cacing (anthelmintic).
Merangsang muntah.
Susah buang air besar (sembelit)

PEMAKAIAN LUAR:
Terpukul, radang kulit bernanah, eczema, scabies, bisul, gigitan ular

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-15 gr (segar: 30-60 gr), godok.
Pemakaian luar:Herba segar dilumatkan. balurkan ke tempat yang sakit, atau digodok, airnya untuk cuci

CARA PEMAKAIAN:
Kencing sedikit (oliguria): 15 gr bahan kering digodok, airnya untuk menyeduh arak kuning, minum.
Kencing manis: 60 gr herba segar digodok, minum.
Terpukul: 10-15 gr bahan segar ditumbuk, air perasannya diminum dengan arak kumng. Bisul: Tumbuhan segar ditambah nasi dingin dan garam secukupnya, digiling halus. Tempelkan pada bisul.
Sakit kepala: Daun digiling halus, untuk tapel pada pelipis.
Merangsang haid: Herba segar setelah dicuci bersih ditumbuk, air perasannya diminum.
Diare, disentri:
Air godokan daun kering dipompakan melalui dubur.
Daun dan batang digodok, minum.

Sosor Bebek | Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.

sosor-bebek

sosor-bebek

TANAMAN Sosor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.) memiliki sinonim nama Latin Bryophyllum pinnatum (L.f.) Oken. = B. genninans Blanco. = B.pinna turn. (Lamk.). Kurz. – Cotyledon paniculata Blanco. = C. pinnata Lamk. = C. rhizophylla Roxb. Tanaman ini termasuk dalam famili Crassnlaceae. Nama lokal tanaman Sosor Bebek yiatu Buntiris, Jampe, Jukut Kawasa, Tere, Ceker Itik (Sunda); Suru Bebek, Sosor Bebek, Teres, Tuju Dengen (Jawa); Didingin Beueu (Aceh), Mamala (Halmahera), Rau Kufiri (Ternate); Kabi-Kabi (Tidore), Dau Ancar Bebek, Daun Ghemet (Madura); Lou di sheng gen (China).

Sosor Bebek merupakan terna tahunan yang berasal dari Madagaskar, tersebar di daerah tropik. Tinggi tanaman dapat mencapai ± 1 m. Tanaman ini memiliki berbatang basah, daun tebal dengan pinggir daun beringgit, banyak mengandung air, bentuk daunnya lonjong atau bundar panjang, panjang 5-20 cm, lebar 2,5-15 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membundar, permukaan daun gundul, warna hijau sampai hijau .;eabu-abuan. Tanaman ini dapat dikembangbiakkan melalui daun. Tanaman memiliki sifat kimia agak asam, bau lemah dan dingin, memiliki kandungan senyawa kimia alkana, sterol, triterpen, alkanol, zat asam lemon, zat asam a pel, vitamin C, quercetin-3- diarabinoside, kaempferol-3-glucoside, flavonoid, bufadienolides, terpenoid, polifenol.

CARA MENDAPATKAN SOSOR BEBEK
Tanaman Sosor Bebek banyak terdapat di pekarangan rumah sebagai tanaman hias peliharaan atau tumbuh liar di tepi jurang, pinggir jalan dan tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu, daerah panas dan kering. Perbanyakan tanaman ini pada umumnya dilakukan dengan stek daun. Daun distek kemudian ditanam pada media tanah, dalam beberapa hari akan tumbuh tunas baru. Perawatan tanaman ini cukup mudah, hanya dengan penyiraman yang teratur serta dapat juga diberi pupuk kandang atau urea. Tanaman ini perlu air yang cukup tetapi tidak boleh terlalu berlebih karena akan menyebabkan kebusukan tanaman. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sampai ± 1.000 m dpl dan cukup sinar matahari.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT SOSOR BEBEK
Tanaman Sosor Bebek memiliki khasiat sebagai antiradang, menghentikan pendarahan, mengurangi pembengkakan, mempercepat penyembuhan. Secara tradisional biasanya digunakan untuk mengobati penyakit sakit panas, sakit kepala, batuk, melancarkan air seni, bisul, koreng, pembengkakan payudara (mastitis), memar, tulang patah, rheumatik, wasir, datang haid tidak teratur, diare, bengkak-bengkak, peluruh dahak, radang amandel (tonsilitis), radang telinga tengah (otitis media acuta), batuk darah, muntah darah, luka berdarah, terbakar, tersiram air panas serta penyakit inflamasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman berpotensi sebagai mencegah penyakit kulit dan selaput lendir yang disebabkan oleh protozoa dengan senyawa bioaktif yaitu quersetin dan quersitrin

RESEP
Bagian tanaman Sosor Bebek yang dapat digunakan yaitu seluruh tanaman dengan pemakaian segar. Pada umumnya untuk pemakaian secara oral adalah dengan merebus tanaman segar sebanyak 30-60 g, sedangkan untuk pemakaian luar dengan cara melumatkan daunnya dan dipakai ditempat yang sakit sebagai tapal.

Disentri, diare dan menurunkan demam
Tapalkan daun sosor bebek yang sudah dilumatkan di perut, sehari diganti 2 kali.

Bisul, koreng, mastitis, memar
30 – 60 g daun Sosor Bebek dilumatkan, kemudian diperas dan diambil airnya. Air perasan ditambah madu, kemudian diminum. Sisa perasan daun, ditempelkan pada tempat kelainan sebagai tapal.

Radang amandel
5-10 lembar daun Sosor Bebek segar dilumatkan, kemudian diperas dan diambil airnya untuk kumur-kumur (gargle).
4. Radang telinga luar (Otitis externa)
Air perasan daun sosor bebek dipakai untuk obat tetes telinga.

Nyeri lambung (Gastritis)
Air perasan dari 5 lembar daun Sosor Bebek ditambah sedikit garam, krmudian diminum.

Sendi-sendi sakit (Rheumatik)
Selurun tanaman sosor bebek seberat 30 g direbus, kemudian air rebusan diminum, atau 4 lembar daun sosor bebek dicampur dengan 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 2 jari gula enau, dan 3 gelas air. Semua bahan direbus sampai airnya tersisa menjadi 3/4-nya, sesudah dingin disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Wasir
Daun sosor bebek dicuci bersih, diangin-anginkan sampai kering, ditumbuk atau digiling menjadi serbuk. 1 sendok makan serbuk kering Sosor Bebek diseduh dengan air panas sebanyak ¾ cangkir, kemudian ditambah madu 1 sendok makan, dan diminum hangat-hangat, sehari 3 kali.

Pada pemakaian tanaman Sosor Bebek ini, perlu diperhatikan bahwa tanaman ini dilarang dimakan bila ada kegagalan fungsi pencernaan (kelenjar pankreas menurun, dingin).

Patikan Cina | Euphorbia thymifolia

patikan-cina

patikan-cina

Nama daerah: Jawa: Gelang pasir, ki mules, nanangkaan gede, useup nana, krokot cina, patikan cina; Maluku: jalu-jalu tona

Uraian tanaman:
Terna kecil merayap, kadang-kadang setengah tegak, berambut, terdapat di mana-mana di antara rumput di halaman, sekeliling tegalan, pinggir jalan pada tempat-tempat yang agak basah sampai ketinggian 1.400 m dari permukaan laut. Batang dan daunnya agak kemerah-merahan, bila dipatahkan mengeluarkan getah. Daunnya bersirip genap, kecil-kecil, bulat telur, berhadapan, baunya wangi. Bunga berwarna merah muda.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa agak asam, astringent, sedikit sejuk, antiinflamasi, peluruh air seni, menghilangkan gatal.

Kandungan kimia
Akar: Myricyl alkohol, taraxerol, tirucalol, kamzuiol, hentriacontane. Batang dan daun: Cosmosiin

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan

Kegunaan
1. disentri basiler, typhus abdominalis, enteritis, diare
2. wasir

Pemakaian
15-30 g kering atau 30-60 g segar, rebus, minum

Pemakaian luar
Eksem, allergic dermatitis (sakit kulit karena alergi), herpes zoster, gatal-gatal di kulit, abses payudara. Patikan cina segar secukupnya direbus untuk cuci. Getahnya diteteskan untuk bintik pada kornea mata (macula)
Abses payudara: herba segar dilumatkan, ditambah gula enau, ditempelkan di tempat yang bengkak.
Herpes zoster: 1 genggam herba segar + 1 buah bawang putih, dilumatkan kemudian ditambah air dingin, ditempelkan ke tempat yang sakit.
Eksem, dermatitis, kulit gatal, wasir: herba segar secukupnya, rebus, cuci

Pemakaian:
Disentri basiler, enteritis: 15-30 g patikan cina direbus, bagi 2 dosis, minum.
Wasir: ⅓ genggam patikan cina, ⅓ genggam patikan kebo, 1 jari rimpang kunyit, 3 jari gula enau, 3 gelas air, rebus menjadi 1½ gelas, saring, setelah dingin. Sehari 3 x ½ gelas.

Baru Cina | Artemisia vulgaris

baru-cina

baru-cina

TANAMAN Artemisia vulgaris termasuk dalam famili Compositeae. Tanaman ini memiliki nama lokal tanaman Baru Cina (Indonesia, Sumatera), Daun Manis, Brobos Krebo; Beunghar Kucicing, Jukut Lokot Mala, Suket Gajahan (Jawa), Kolo, Goro- Goro Cina (Maluku), Daun Sudamala, Cam Cao; Ai ye (China). Tanaman Baru Cina merupakan terna menahun, berambut halus, tegak, tinggi mencapai 1 m, berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan tanah yang kaya humus, tumbuh liar di hutan dan di ladang. Tanaman ini merupakan herba setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut. Daun berbentuk bulat-telur dengan tepi berbagi menjari ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus. Warna daun hijau, di bagian bawah warna lebih putih, duduk berseling. Bunga merupakan bunga majemuk, kecil- kecil, warna kuning muda berbentuk bonggol tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh menunduk, keluardari ketiak daun dan ujung tangkai. Perbanyakan dapat dengan stek atau biji. Tanaman Baru Cina mengandung minyak atsiri, senyawa- senyawa poli asetilen, asam eudesman, eudesman dialkohol, fernenol dan senyawa artemisinin.

Ekstrak tanaman Baru Cina juga dapat digunakan untuk penanganan penyakit liver/hepatitis karena memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektif. Manfaat lainnya yaitu ekstrak daun Baru Cina memiliki aktivitas sebagai anti-hipertensi tetapi tidak memiliki efek yang signifikan terhadap hemodinamik kardiovaskular dalam kondisi basal. Ekstrak tanaman Baru Cina juga memiliki potensi sebagai estrogenik, karena mengandung senyawa-senyawa golongan flavonoid terutama eriodictyol dan apigenin

CARA MENDAPATKAN TANAMAN BARU CINA
Tanaman Baru Cina merupakan tanaman yang berasal dari Cina, Eropa, Asia, Afrika Utara dan Alaska. Tanaman ini sering dianggap sebagai gulma. Di Indonesia, umumnya terdapat di daerah dataran tinggi seperti Lembang, Puncak, dan daerah lainnya sampai ketinggian 3.000 m dpl.

KHASIAT TANAMAN BARU CINA
Tanaman Baru Cina memiliki sifat kimiawi dan efek farmakologis rasa pahit, pedas, hangat, menghilangkan rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan perdarahan, melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi, mengobati asma, obat trichinellosis, antimalaria. Tanaman ini juga dapat digunakan sebagai sediaan pemakaian luar untuk mengobati gangguan lambung, nyeri persendian, eksim, gatal- gatal, bisul, kutil.

Minyak atsiri Artemisia dapat digunakan sebagai antimikroba karena mampu menghambatpertumbuhan bakteri (Escherichia coli, Staphylococcus an reus dan Staphylococcus epidermidis), khamir (Candida albicans, Cryptococcus neoformans), dan dermatofit (Trichophyton rubrum, Microsporutn canis dan Microsporutn gypseum), Fonsecaea pedrosoi dan Aspergillus niger. Ekstrak tanaman Baru Cina dapat digunakan sebagai obat malaria karena mengandung senyawa aktif artemisinin dan senyawa-senyawa turunannya.

RESEP
Cara pemakaian tanaman ini pada umumnya dengan merebus seluruh bagian tanaman sebanyak 10-30 g kemudian air rebusannya diminum, dapat juga dibuat dalam bentuk tablet, suntikan, minyak, aerosol (obat semprot mulut).

Memulihkah tenaga akibat perdarahan sehabis melahirkan
Sebanyak 4 buah pohon Baru Cina ditambah 6 gelas air, kemudian direbus sampai tersisa 2 gelas. Air rebusan diminum sehari 2×1 gelas sebelum makan.

Lemah syahwat
Sebanyak 15 – 45 g biji digiling sampai halus, kemudian dimakan.

Ayan (Epilepsi)
Sebanyak 1 genggam akar Baru Cina ditambah 1 ibu jari jahe, 1 ibu jari gula enau dan 4 gelas air, kemudian direbus sampai tersisa 2 gelas. Air rebusan diminum 2×1 gelas setiap hari.

Sakit tenggorokan
Herba tanaman Baru Cina segar ditumbuk halus, kemudian diperas. Air perasan diminum.

Disentri
Tanaman Baru Cina ditambah jahe segar, kemudian direbus sampai kental. Air rebusan diminum sebanyak 3 kali sehari.

Anting-Anting | Acalypha australis

anting-anting

anting-anting

ANTING-ANTING merupakan tanaman yang tumbuh dalam bentuk semak. Memiliki batang tegak, berambut halus, dan berwarna hijau serta memiliki akar tunggang. Daun anting-anting berwarna hijau dengan panjang 3-4 cm dan lebar 2-3 cm. Daun tunggal dengan ujung runcing dan tepi bergerigi. Bunga anting-anting merupakan bunga majemuk berbentuk bulir yang keluar dari ketiak daun dan ujung cabang. Buah anting-anting berbentuk bulat dan berwarna hitam sementara bijinya berbentuk bulat panjang berwarna cokelat. Nama latin dari anting-anting ialah Acalypha australis Linn atau Acalypha itidica.

CARA MENDAPATKAN TANAMAN ANTING-ANTING
Anting-anting dapat diperbanyak dengan menggunakan biji. Tanaman ini membutuhkan tanah yang agak lembap. Tanaman ini dapat tumbuh liar maupun di tanam dalam pot.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Batang, daun

KHASIAT ANTING-ANTING
Seluruh bagian tanaman dapat digunakan baik segar maupun kering. Tanaman yang memiliki zat aktif maksimal adalah tanaman yang minimal sudah berumur 2 hingga 3 bulan. Tanaman anting-anting memiliki aktivitas antibakteri dan efektif menghambat pertumbuhan banteri Escherichia coli, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Penelitian lain menyebutkan bahwa ekstrak anting-anting dapat menghambat pertumbuhan S. aureus, S. epidermidis, B. cereus, dan Streptococcus faecalis. Anting-anting secara empiris digunakan untuk mengobati disentri, diare, batuk, dermatitis, dan diabetes.

RESEP
Disentri dan diare
Sebanyak 30-60 g tanaman anting-anting kering direbus dan air rebusannya diminum 2 kali sehari selama 5-10 hari.

Dermatitis
Tanaman anting-anting segar direbus, air rebusannya digunakan untuk mencuci kulit yang sakit.

Sambiloto | Andrographis paniculata (Ness)

sambiloto

sambiloto

TANAMAN sambiloto (Andrographispaniculata (Ness) merupakan salah satu bahan obat tradisional yang telah dikenal sejak abad 18 dan banyak dijumpai hampir di seluru nusantara. Sambiloto dikenal dengan nama daerah, antara lain ki oray atau ki peura (Jawa Barat), bidara, takilo, sambiloto (Jawa Tengah dan Jawa Timur), atau pepaitan atau ampadu (Sumatera). Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12 didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Selain itu terdapat flavonoid, alka keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Zat ak’ andrografolid berkhasiat sebagai hepatoprotektbr (melindungi sel hati dari zat toksik

CARA MENDAPATKAN SAMBILOTO
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama d gulma, pemupukan serta menyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumb dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan batang.

KHASIAT SAMBILOTO Masyarakat memanfaatkan bagian tajuk (daun dan batang) tumbuhan sambiloto sebagai bahan obat tradisional untuk obat penguat, demam, kolera, diabetes, sakit, influensa dan bronchitis. Selain itu mengobati hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi, malaria, kencing nanah (gonore), IB paru, skrofuloderma, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi kusta, leptospirosis, keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut, kanker, penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.

RESEP
Tifoid
Daun sambiloto segar sebanyak 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
Herba kering sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Disentri
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan selama 3-4 menit, lalu ditumbuk dan diporas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

Influenza, sakit kepala, demam
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3-4 kali sehari.

Demam
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

TB paru
Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini lalu diminum dengan air matang. Sehari 2-3 kali, setiap kali minum 15 – 30 pil.

Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
Daun sambiloto segar sebanyak 5-7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

Radang paru, radang mulut, tonsilitis
Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 – 4,5 g diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

Faringitis
Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
Herba sambiloto segar sebanyak 9 -15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

Kencing manis
Daun sambiloto segar sebanyak ½ genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Kencing nanah
Sebanyak 3 tangkai sambilo, direbus, disaring, lalu diminum airnya.

Cendana | Santalum album

cendana

cendana

CENDANA dengan nama latin Santalum album merupakan tumbuhan berupa pohon dengan tinggi mencapai 15 m. Kulitnya berkayu kasar dengan warna kelabu. Daunnya sangat mudah gugur. Kayu cendana banyak digunakan karena memiliki wangi yang menyenangkan.

CARA MENDAPATKAN CENDANA
Cendana mudah tumbuh di tanah yang panas dan kering terutama di tanah yang banyak mengandung kapur.

KHASIAT CENDANA
Cendana mengandung senyawa yang bernama α-santalol yang memiliki aktivitas sebagai antikanker. Secara tradisional kayunya dimanfaatkan sebagai antiseptik, disentri, mencret, dan radang usus karena memiliki aktivitas antibakteri. Daunnya digunakan untuk penyakit asma, dan kulit kayunya digunakan untuk mengatasi haid yang tidak teratur.

Cendana juga baik digunakan untuk penderita diabetes karena mampu menurukan kadar gula darah dan menurunkan kadar lemak. Selain itu itu cendana memiliki efek antioksidan, dan mampu menghentikan perbanyakan virus influenza.

RESEP
Sebanyak 2 g kulit kayu cendana, 5 g daun patikan cina ditambah gambir sedikil direbus dengan air sebanyak 100 ml. Air rebusannya diminum untuk mengobati disentri.

Mimba | Azadirachta indica

mimba

mimba

MIMBA (Azadirachta indica) di beberapa daerah dikenal dengan nama imba (Jawa); mwmbha, mempeuh (Madura); intaran (Bali). Nama asin yang diketahui antara lain Margosier, Margosatree, Neem tree (Inggris/Belanda). Pohon mimba tumbuh setinggi 8-15 m, bunga memiliki kedua jenis alat reproduksi. Batang simpodial (tidak memiliki batang utama, tumbuh menyamping), kulit batang mengandung gum, pahit. Daun menyirip gasal berpasangan. Anak daun dengan helaian berbentuk memanjang lanset bengkok, panjang 3-10 cm, lebar 0,5-3,5 cm, pangkal runcing tidak simetri, ujungruncing sampai mendekati meruncing, gundul, tepi daun bergerigi kasar, remasan berasa pahit, warna hijau muda. Bunga memiliki susunan malai, terletak di ketiak daun paling ujung, 5-30 cm, gundul atau berambut halus pada pangkal tangkai karangan, tangkai bunga 1-2 mm. Kelopak kekuningan, bersilia, rata rata 1 mm. Mahkota putih kekuningan, bersilia, panjang 5-7 mm. Benang sari membentuk tabung benang sari, sebelah luar gundul atau berambut pendek halus, sebelah dalam berambut rapat. Putik memiliki panjang rata rata 3 mm, gundul. Buah bulat, hijau kekuningan 1,5-2 cm. Asal usul tanaman tidak diketahui. Waktu berbunga Maret-Desember. Tumbuh di daerah tropis, pada dataran rendah. Tanaman ini tumbuh di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura pada ketinggian sampai dengan 300 m dpl, tumbuh di tempat kering berkala, sering ditemukan di tepi jalan atau di hutan terang. Tanaman mimba mengandung senyawa-senyawa di aototanya golongan triterpenoid glukosamina yang bermanfaat membantu meningkatka” sistem kekebalan tubuh (imunostimulan).

CARA MENDAPATKAN MIMBA
Budidaya mimba sangat mudah. Dapat dilakukan dengan biji atau pencangkokan. Perbanyakan dengan biji merupakan metode pilihan, utamanva dalam memudahkan transportasi dan pengepakan. Pengecambahan biji tidak ditemui esulitan, bahkan buah yang kering dan belum masakpun dapat berkecambah membentuk tanaman bibit. Pengecambahan dalam sekala besar dilakukan dengan media pasir, pemindahan ke polibag setelah berumur satu bulan, kemudian dipindahka; ke lapangan setelah tanaman bibit mencapai tinggi 30 sampai 45 cm. Dengan car, demikian keberhasilannya sangat tinggi. Pohon mimba dapat tumbuh pada berbaga tipe tanah, tetapi yang paling baik adalah yang resapannya baik dan tanah berpasir (ph 6,2 – 7,0). Pohon mimba ini pohon dengan tipe tropis dan subtropis dan tetap hiduf pada suhu tahunan berkisar antara 21- 32 °C. Pohon ini sangat toleran terhadap suht sangat tinggi sampai 49 °C, namun kebanyakan tidak tahan terhadap suhu di bawah 4 °C.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT MIMBA
Di masyarakat mimba digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit, di antaranya daunnya digunakan untuk penambah nafsu makan, untuk menanggulangi disentri, borok, malaria, anti bakteri. Minyaknya untuk mengatasi eksim, kepala yang kotor, kudis, caring, menghambat perkembangan dan pertumbuhan kuman. Kulit batang digunakan untuk mengatasi nyeri lambung, penguat, penurun demam. Buah dan getah digunakan sebagai penguat. Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai ekspektoran, antidiabetes, antihipertensi dan mengatasi gangguan otot dan sendi. Selain itu, hasil penelitian juga membuktikan mimba berkhasiat sebagai antivirus terhadap virus polio, Imunostimulan (meningkatkan sistem kekebalan tubuh), serta kardioprotektor (menjaga fungsi dan kinerja jantung).

RESEP
Disentri
Sepertiga genggam daun mimba, 2 jari batang mimba dicuci dan dipotong-potojjttJ seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas air bersih sampai air tinggal VA nya; setelah dingin, disaring dan diminum dengan gula seperlunya (2 kali sehari 3/« gelas).

Eksem
20 lembar daun mimba dicuci dan digiling halus, diremas dengan air kapur sifih seperlunya, kemudian ditempelkan pada kulit yang terkena eksim dan dibalut (2 kali j sehari sebanyak yang diperlukan).