diarrhea

Paria Gunung | Cardiospermum halicacabum

paria-gunung

paria-gunung

NAMA DAERAH: Cenet areuy, paria gunung (Sunda) ketipes, parenan, pulungan (Jawa), pepare kurung (Jakarta), bondot, plentangan, lung genje.

NAMA ASING: Coeur des indes, pois de coeur, herzsame, kerstmisbloem, balloon vine, heart pea.

URAIAN TANAMAN:
Terna setahun, tumbuh liar di lapangan rumput, tepi jalan. di hutan dan di ladang, pada tempat-tempat keri’ng yang terkena sinar matahari dari 1 – 700 m di atas permukaan laut.

Terna berbatang lemas ini tumbuh memanjat dengan sulur/alat pembelit yang keluar dari karangan bunga, berambut halus, panjangnya dapat mencapai 2-3 m.

Daunnya berupa daun majemuk menjari beranak daun tiga ganda dua, letak berseling.dengan anak daun bertangkai, bulat telur memanjang, bercangap menyirip dalam, ujung runcing, tepi bergerigi, dengan panjang 5-9 cm.
Bunga kecil berwarna putih dengan sepasang alat pembelit untuk memanjat,
berkumpul dalam karangan bunga yang keluar dari ketiak daun.
Buah berupa selaput, melembung bersegi tiga, dengan 3 buah biji bentuknya bulat berwarna hitam, di tengahnya berwarna putih.

Di beberapa daerah paria gunung dimakan sebagai sayuran dan bijinya yang telah tua sering dibuat sebagai perhiasan oleh anak-anak.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Manis, pedas, dingin. Menghilangkan bekuan darah, menghilangkan bengkak, membersihkan darah, menetralkan panas dan racun, anti radang, melancarkan kencing. Herba ini masuk meridian lever dan ginjal.

KANDUNGAN KIMIA:
Biji: Zat lendir, saponin, lemak, calsium, nitrogen, organic phosphate compound. Minyak dari biji: 1 -eicosenoic acid 42%, palmitate acid 3%, linolenic acid 8%, linoleic acid 8%, oleic acid 22%, stearic acid 2%. arachidic acid 10%, dan asam lemak dengan berat molekul rendah 5%.
Batang dan daun: Saponin, tanin, calsium oksalat, sulfur.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:
Flu. demam, badan sakit-sakit (rheumatism).
Radang ginjal (nephritis), infeksi saluran kencing.
Kencing sedikit (Oliguria), bengkak (oedem).
Kencing manis (Diabetes mellitus).
Pertussis (batuk rejan).
Radang telinga tengah (Otitis media).
Sakit kuning.
Menormalkan siklus haid, merangsang haid (emmenagogue).
Diare, disentri.
Obat cacing (anthelmintic).
Merangsang muntah.
Susah buang air besar (sembelit)

PEMAKAIAN LUAR:
Terpukul, radang kulit bernanah, eczema, scabies, bisul, gigitan ular

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-15 gr (segar: 30-60 gr), godok.
Pemakaian luar:Herba segar dilumatkan. balurkan ke tempat yang sakit, atau digodok, airnya untuk cuci

CARA PEMAKAIAN:
Kencing sedikit (oliguria): 15 gr bahan kering digodok, airnya untuk menyeduh arak kuning, minum.
Kencing manis: 60 gr herba segar digodok, minum.
Terpukul: 10-15 gr bahan segar ditumbuk, air perasannya diminum dengan arak kumng. Bisul: Tumbuhan segar ditambah nasi dingin dan garam secukupnya, digiling halus. Tempelkan pada bisul.
Sakit kepala: Daun digiling halus, untuk tapel pada pelipis.
Merangsang haid: Herba segar setelah dicuci bersih ditumbuk, air perasannya diminum.
Diare, disentri:
Air godokan daun kering dipompakan melalui dubur.
Daun dan batang digodok, minum.

Mondokaki | Ervatamia divaricata

mondokaki

mondokaki

NAMA DAERAH:
Jawa: mondokaki, bunga wari Nusatenggara: bunga nyingin Mr ku: kembang mantega, kembang susu, bunga manila, bunga susong

NAMA ASING:
Wax flower plant, east mdian rose-bay, nero’s crown, ceylon jasmine, rosa de nielo.

NAMA SIMPLISIA:
Tabernaemontanae radix (akar mondokaki).
Tabernaemontanae cortex (kulit mondokaki).

URAIAN TANAMAN:
Mondokaki biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan dan di taman-taman. Asalnya dari India, tersebar di kawasan Asia Tenggara serta kawasan tropik lainnya, dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 400 m dpi.
Perdu tegak yang banyak bercabang, tinggi 0,5-3 m, batang bulat berkayu, mengandung getah seperti susu. Daun tunggal, tebal seperti kulit, letak berhadapan, bertangkai pendek. Helaian daun bentuknya bulat telur memanjang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan atas licin mengkilap, tulang daun menyirip, panjang 6-15 cm, lebar 2-4 cm, warnanya hijau. Tangkai bunga keluar dari ketiak daun, 1 atau sepasang, pendek dengan beberapa bunga. Bunga biasanya double, warnanya putih dengan bagian tengah berwarna kuning, diameter 5 cm, wangi. Buahnya buah kotak, bulat panjang, berbulu. Biji berdaging, berselaput, warnanya merah. Tanaman ini mempunyai akar tunggang, bentuknya silindrik, diameter 1-5 cm, warnanya kuning, permukaan luar bergabus tipis dan tidak mudah terkelupas.
Perbanyakan dengan stek atau cangkok.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Asam, sejuk. Membersihkan panas dan racun (toksin), menghilangkan sakit (analgetik), menurunkan tekanan darah, peluruh dahak, obat cacing (anthelmintic).

KANDUNGAN KIMIA:
Kulit batang dan akar: Tabernaemontanin, koronarin, koronandin, dregamin, vobasin, korin, kortin, lupeol, tanin.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Akar, daun, bunga dan kulit batang.

KEGUNAAN:
Daun:
Bisul.
Batuk berdahak.
Radang kelenjar payudara.
Digigit anjing gila.
Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Terkilir.

Getah daun:
Radang mata, kekeruhan kornea
Mencegah timbulnya radang pada luka

Akar:
Tenggorok bengkak dan sakit, batuk.
Tulang patah (fraktur), sakit gigi.
Cacing keremi.
Diare.
Gigitan binatang berbisa seperti kalajengking.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 15-25 g, direbus
Pemakaian luar: Daun secukupnya dilumatkan, dipakai untuk menurap radang kulit, radang payudara, luka, dan bisul.

CARA PEMAKAIAN:
Diare:
10-15 g akar dicuci lalu dipotong tipis-tipis, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sedikit-sedikit.
Sakit gigi:
Akar secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah dengan gigi yang sakit.
Sakit mata. radang kulit dan luka:
Daun secukupnya dicuci bersih, bilas dengan air matang lalu ditumbuk halus. Air perasannya dapat menyejukkan bila diteteskan pada mata yang sakit atau dioleskan pada radang kulit dan luka.
Cacing keremi:
4 jari akar mondokaki dicuci dan dipotong-potong seperlunya. rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, habis dalam sehari.
Trachoma (radang mata kronis): ¾
 jari akar mondokaki, ⅓ genggam daun saga, daun sena dan daun tempuh wiyang masing-masing ¼ genggam, ½ jari kayu secang, ¾ jari kulit mesoyi, ¾ jari kulit kayu seriawan, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, airnya untuk merambang mata yang sakit. Lakukan 3 kali sehari.
Batuk:
15 lembar daun dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas Setelah dingin disaring, tambahkan air gula seperlunya. Bagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari.
Radang payudara:
20 lembar daun dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan 2 sendok makan air garam. Ramuan ini dipakai untuk menurap payudara yang sakit, lalu dibebat. Lakukan 2 kali sehari.
Radang kulit bernanah:
Bunga segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, aduk sampai merata. Ramuan ini dipakai untuk menurap kulit yang meradang

Bungur Kecil | Lagerstroemia indica

bungur-kecil

bungur-kecil

NAMA latinnya adalah Lagerstroemia indica, sedangkan nama daerah sunda, yaitu bungur, di Madura: Bhungor. Deskripsi Tanaman ini termasuk tanaman perdu atau pohon kecil, tinggi 2-7 m, percabangan melengkung, pohon berwarna cokelat, halus dan agak mengilap. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling. Helaian daun bentuknya elips atau memanjang, ujung tumpul, pangkal membaji, tepi rata, berwarna hijau tua, panjang 2-7 cm, lebar 1-4 cm. Bunga majemuk bentuk malai, panjang 10-50 cm, tepi mahkota bunga bergelombang, berwarna merah, putih, atau ungu, keluar dari ujung tangkai atau ketiak daun. Buahnya agak bulat, panjang 9-13 mm, lebar 8-11 mm. Bungur kecil dapat diperbanyak dengan biji.

CARA MENDAPATKAN BUNGUR KECIL
Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Perawatannya dengan cara diberi air dan pupuk secara berkala. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan tinggi kurang dari 800 m dengan tanah yang tidak terlalu basah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit kayu, daun, akar

KHASIAT BUNGUR KECIL
Antikoagulasi (antipengendapan darah), nephroprotective (penjaga kesehatan ginjal), antioksidan (daun, buah), anti-inflamasi (daun), antimikroba (daun), antidiare (kayu)

RESEP
Seduhan dingin kulit kayu ditumbuk, diminum untuk menghentikan murus (diare). Tumbukan daunnya digunakan untuk menyembuhkan luka bakar dan pendarahan. Untuk obat yang diminum: Rebus 15-30 g akar, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar: Rebus bahan segar secukupnya, lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang sakit. Selain itu, giling bahan kering sampai membentuk serbuk. Selanjutnya, bubuhkan serbuk tersebut ke tempat yang sakit, seperti patah tulang (fraktur), bisul, koreng, abses, eksim, dan radang payudara (mastitis).

Disentri
Rebus 20 g daun atau akar dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya diminum, sehari tiga kali, masing-masing ½ gelas.

Disentri akut, hepatitis menular
Cuci 15 g akar dan 15 g daun bungur kecil, lalu rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, dan bagi menjadi dua bagian untuk dua kali minum, pagi, dan sore hari. Setiap kali minum 1/2 gelas, dapat ditambah madu secukupnya.

Bisul, koreng
Keringkan akar atau bunga bungur kecil secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan arak putih secukupnya sampai berbentuk bubur kental, kemudian oleskan ke bagian tubuh yang sakit dan balut dengan perban. Untuk obat yang diminum, rebus 30 g akar dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing ½ gelas.

Eksim
Cuci akar atau daun secukupnya sampai bersih, lalu rebus dalam air sampai mendidih (selama 15 menit). Dalam keadaan hangat, ramuan ini dapat dipakai untuk mencuci bagian tubuh yang terkena eksim.

Catatan: Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini karena dapat mengganggu perkembangan janin.

Bakau Bandul | Rhizopora mucronata

bakau-bandul

bakau-bandul

BAKAU BANDUL merupakan jenis bakau dengan nama latin Rhizopora mucronata. Pohon ini memiliki akar panggung yang berfungsi untuk i diri dalam diri dalam kondisi daerah berlumpur. Selain memiliki sistem akar panggung, pohon dewasa kebanyakan memiliki akar menggantung yang tumbuh ke bawah. Akar ini tumbuh dari cabang-cabang besar yang terletak di bagian bawah dan mereka berfungsi secara alami untuk menghentikan pohon dari runtuh saat terkena gelombang dan angin kencang.

CARA MENDAPAT BAKAU BANDUL
Bakau-bandul tumbuh di daerah di mana air pasang rendah dan tinggi yang terendah dan terdiri dari tanah lunak dan berlumpur. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Perawatannya ialah dengan membiarkan tanaman ini tergenang dalam air. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah rawa.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit batang, daun dan akar

KHASIAT BAKAU BANDUL
Bakau-bandul telah digunakan untuk mengobati diare, hal ini karena kulit batang, daun dan akarnya dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Batang tanaman ini memiliki sifat antioksidan dengan senyawa Chinchonain la, lb, lla, lib, Glabraosida A, B, dan syringol yang dilaporkan bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidannya. Selain itu, batangnya pun dilaporkan mampu mencegah peradangan.

Sosor Bebek | Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.

sosor-bebek

sosor-bebek

TANAMAN Sosor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.) memiliki sinonim nama Latin Bryophyllum pinnatum (L.f.) Oken. = B. genninans Blanco. = B.pinna turn. (Lamk.). Kurz. – Cotyledon paniculata Blanco. = C. pinnata Lamk. = C. rhizophylla Roxb. Tanaman ini termasuk dalam famili Crassnlaceae. Nama lokal tanaman Sosor Bebek yiatu Buntiris, Jampe, Jukut Kawasa, Tere, Ceker Itik (Sunda); Suru Bebek, Sosor Bebek, Teres, Tuju Dengen (Jawa); Didingin Beueu (Aceh), Mamala (Halmahera), Rau Kufiri (Ternate); Kabi-Kabi (Tidore), Dau Ancar Bebek, Daun Ghemet (Madura); Lou di sheng gen (China).

Sosor Bebek merupakan terna tahunan yang berasal dari Madagaskar, tersebar di daerah tropik. Tinggi tanaman dapat mencapai ± 1 m. Tanaman ini memiliki berbatang basah, daun tebal dengan pinggir daun beringgit, banyak mengandung air, bentuk daunnya lonjong atau bundar panjang, panjang 5-20 cm, lebar 2,5-15 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membundar, permukaan daun gundul, warna hijau sampai hijau .;eabu-abuan. Tanaman ini dapat dikembangbiakkan melalui daun. Tanaman memiliki sifat kimia agak asam, bau lemah dan dingin, memiliki kandungan senyawa kimia alkana, sterol, triterpen, alkanol, zat asam lemon, zat asam a pel, vitamin C, quercetin-3- diarabinoside, kaempferol-3-glucoside, flavonoid, bufadienolides, terpenoid, polifenol.

CARA MENDAPATKAN SOSOR BEBEK
Tanaman Sosor Bebek banyak terdapat di pekarangan rumah sebagai tanaman hias peliharaan atau tumbuh liar di tepi jurang, pinggir jalan dan tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu, daerah panas dan kering. Perbanyakan tanaman ini pada umumnya dilakukan dengan stek daun. Daun distek kemudian ditanam pada media tanah, dalam beberapa hari akan tumbuh tunas baru. Perawatan tanaman ini cukup mudah, hanya dengan penyiraman yang teratur serta dapat juga diberi pupuk kandang atau urea. Tanaman ini perlu air yang cukup tetapi tidak boleh terlalu berlebih karena akan menyebabkan kebusukan tanaman. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sampai ± 1.000 m dpl dan cukup sinar matahari.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT SOSOR BEBEK
Tanaman Sosor Bebek memiliki khasiat sebagai antiradang, menghentikan pendarahan, mengurangi pembengkakan, mempercepat penyembuhan. Secara tradisional biasanya digunakan untuk mengobati penyakit sakit panas, sakit kepala, batuk, melancarkan air seni, bisul, koreng, pembengkakan payudara (mastitis), memar, tulang patah, rheumatik, wasir, datang haid tidak teratur, diare, bengkak-bengkak, peluruh dahak, radang amandel (tonsilitis), radang telinga tengah (otitis media acuta), batuk darah, muntah darah, luka berdarah, terbakar, tersiram air panas serta penyakit inflamasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman berpotensi sebagai mencegah penyakit kulit dan selaput lendir yang disebabkan oleh protozoa dengan senyawa bioaktif yaitu quersetin dan quersitrin

RESEP
Bagian tanaman Sosor Bebek yang dapat digunakan yaitu seluruh tanaman dengan pemakaian segar. Pada umumnya untuk pemakaian secara oral adalah dengan merebus tanaman segar sebanyak 30-60 g, sedangkan untuk pemakaian luar dengan cara melumatkan daunnya dan dipakai ditempat yang sakit sebagai tapal.

Disentri, diare dan menurunkan demam
Tapalkan daun sosor bebek yang sudah dilumatkan di perut, sehari diganti 2 kali.

Bisul, koreng, mastitis, memar
30 – 60 g daun Sosor Bebek dilumatkan, kemudian diperas dan diambil airnya. Air perasan ditambah madu, kemudian diminum. Sisa perasan daun, ditempelkan pada tempat kelainan sebagai tapal.

Radang amandel
5-10 lembar daun Sosor Bebek segar dilumatkan, kemudian diperas dan diambil airnya untuk kumur-kumur (gargle).
4. Radang telinga luar (Otitis externa)
Air perasan daun sosor bebek dipakai untuk obat tetes telinga.

Nyeri lambung (Gastritis)
Air perasan dari 5 lembar daun Sosor Bebek ditambah sedikit garam, krmudian diminum.

Sendi-sendi sakit (Rheumatik)
Selurun tanaman sosor bebek seberat 30 g direbus, kemudian air rebusan diminum, atau 4 lembar daun sosor bebek dicampur dengan 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 2 jari gula enau, dan 3 gelas air. Semua bahan direbus sampai airnya tersisa menjadi 3/4-nya, sesudah dingin disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Wasir
Daun sosor bebek dicuci bersih, diangin-anginkan sampai kering, ditumbuk atau digiling menjadi serbuk. 1 sendok makan serbuk kering Sosor Bebek diseduh dengan air panas sebanyak ¾ cangkir, kemudian ditambah madu 1 sendok makan, dan diminum hangat-hangat, sehari 3 kali.

Pada pemakaian tanaman Sosor Bebek ini, perlu diperhatikan bahwa tanaman ini dilarang dimakan bila ada kegagalan fungsi pencernaan (kelenjar pankreas menurun, dingin).

Kayu Manis Cina | Cinnamomum cassia

kayu-manis-cina

kayu-manis-cina

KAYUMANIS CINA disebut Cinnamomum cassia Presl atau Cinnamomum aromaticum Nees. Termasuk ke dalam famili tumbuhan Lauraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah juga kayu manis cina, dan nama asingnya Chinese kaneel, Chinese cinnamomum atau bastardcinnamomum. Kulit kayu manis cina memiliki rasa pedas dan manis sedikit beracun dan bersifat panas.

CARA MENDAPAT KAYU MANIS CINA
Perbanyakan tanaman ini dengan biji. Perawatannya dengan disiram air yang cukup, dipupuk dengan pupuk organik, dijaga kelembapan tanahnya dan ditanam di tempatyang mendapat sinar matahari yang cukup. Tanaman ini cocok hidup pada ketinggian 200-800 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Ranting muda, kulit kayu

KHASIAT KAYU MANIS CINA
Efek farmakologis yang dimiliki kulit kayu manis cina diantaranya menghangatkan limpa dan ginjal, melancarkan peredaran darah, menghilangkan sakit, menambah nafsu makan, dan meluruhkan kentut. Selain itu bagian ranting muda bermanfaat sebagai peluruh keringat, mengendurkan otot menghangatkan dan melancarkan sirkulasi di meridian serta pernafasan. Selain itu, kayu manis cina memiliki aktivitas sebagai antimikroba, antidabetes, perut kembung, otot kejang, mencegah mual dan muntah, diare, infeksi dan kehilangan nafsu makan.

RESEP
Diare, gangguan pencernaan, dan radang lambung:
seduh 1,5 g bubuk kulit kayu manis cina dengan satu cangkir air panas untuk sekali pemakaian, dan minum 2 kali sehari

Jantung koroner: tumbuk halus 3 g kulit kayu manis cina dan 13 daun dewa, seduh dengan 1 cangkir air panas, dan minum seduhan selagi hangat, lakukan satu kali sehari.

Patikan Cina | Euphorbia thymifolia

patikan-cina

patikan-cina

Nama daerah: Jawa: Gelang pasir, ki mules, nanangkaan gede, useup nana, krokot cina, patikan cina; Maluku: jalu-jalu tona

Uraian tanaman:
Terna kecil merayap, kadang-kadang setengah tegak, berambut, terdapat di mana-mana di antara rumput di halaman, sekeliling tegalan, pinggir jalan pada tempat-tempat yang agak basah sampai ketinggian 1.400 m dari permukaan laut. Batang dan daunnya agak kemerah-merahan, bila dipatahkan mengeluarkan getah. Daunnya bersirip genap, kecil-kecil, bulat telur, berhadapan, baunya wangi. Bunga berwarna merah muda.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa agak asam, astringent, sedikit sejuk, antiinflamasi, peluruh air seni, menghilangkan gatal.

Kandungan kimia
Akar: Myricyl alkohol, taraxerol, tirucalol, kamzuiol, hentriacontane. Batang dan daun: Cosmosiin

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan

Kegunaan
1. disentri basiler, typhus abdominalis, enteritis, diare
2. wasir

Pemakaian
15-30 g kering atau 30-60 g segar, rebus, minum

Pemakaian luar
Eksem, allergic dermatitis (sakit kulit karena alergi), herpes zoster, gatal-gatal di kulit, abses payudara. Patikan cina segar secukupnya direbus untuk cuci. Getahnya diteteskan untuk bintik pada kornea mata (macula)
Abses payudara: herba segar dilumatkan, ditambah gula enau, ditempelkan di tempat yang bengkak.
Herpes zoster: 1 genggam herba segar + 1 buah bawang putih, dilumatkan kemudian ditambah air dingin, ditempelkan ke tempat yang sakit.
Eksem, dermatitis, kulit gatal, wasir: herba segar secukupnya, rebus, cuci

Pemakaian:
Disentri basiler, enteritis: 15-30 g patikan cina direbus, bagi 2 dosis, minum.
Wasir: ⅓ genggam patikan cina, ⅓ genggam patikan kebo, 1 jari rimpang kunyit, 3 jari gula enau, 3 gelas air, rebus menjadi 1½ gelas, saring, setelah dingin. Sehari 3 x ½ gelas.

Gempur Batu | Borreria hispida Schum

gempur-batu

gempur-batu

GEMPUR BATU merupakan tumbuhan liar di hutan-hutan, termasul dalam famil Rubiaceae. Daun berbentuk tombak dan berakar, daun agak kasar. Bunga kecil-ked| warnanya putih. Tanaman Gempur Batu mengandung senyawa golongan flavonoid, saponin, dan polifenol. Perbanyakan Gempur Batu dapat dilakukan dengan anakan Gempur Batu dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanah, sinal matahari yang cukup, dan dipupuk dengan pupuk organik.

CARA MENDAPATKAN TANAMAN GEMPUR BATU
Tanaman ini sering ditemui di hutan, di ladang pada tanah agak lembap pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.

KHASIAT
Tanaman Gempur Batu termasuk tanaman herbal yang banyak khasiatnya. Efek farmakologis Gempur Batu di antaranya peluruh kencing dan mencegah pembentukar batu ginjal. Namun, tanaman ini sebaiknya jangan diberikan pada penderita penyakit yang menyerang perut karena dalam pemakaian yang lama, Gempur Batu dapat melemahkan usus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman Gempur Batu berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami, antimikroba, mengatasi faktor resiko kardiovaskular, serta membantu metabolisme protein dan ekspresi gen PPAR alfa pada penderita diabetes. Selain itu mengobati batu empedu dan obat luar untuk diare.

RESEP
Batu Empedu
Herba gempur batu segar sebanyak 2 genggam ditambah air 110 ml, kemudian dibuat infus atau pipisan. Air infus diminum 2 kali sehari, setiap kali minum sebanyak 100 ml. Jika dibuat pipisan diminum 2 kali sehari, setiap kali minum sebanyak 1/4 cangkir.

Batu ginjal
Herba gempur batu segar sebanyak 2 genggam, ditambah herba meniran segar sebanyak 7 pohon. Semua bahan dicuci bersih kemudian ditambah air sebanya 110 ml dan dibuat infus. Air infus diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap kali minum sebanyak 100 ml.

Obat luar untuk diare
Cuci bersih batang dan daun gempur batu segar, masing-masing secukupnya, lalu giling halus bersama buah adas secukupnya. Tapalkan hasil gilingan yang telah halus pada bagian perut.

Susah kencing
Cuci bersih 15 g daun segar lalu rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit samjvii mendidih. Setelah dingin, kemudian saring, lalu diminum sekaligus 1 kali sehari.

Pule Pandak | Rauvolfia serpentina

pule-pandak

pule-pandak

PULE PANDAK (Rauvolfia serpentina (L.) Benth) adalah tanaman bunga dari famili Apocynaceae yang telah banyak digunakan dalam industri obat. Tanaman ini tersebar di India, Myanmar, Thailand, dan Indonesia (terutama Jawa). Perdu tegak, tahunan, tinggi mencapai 1 m, bergetah, batang silindris, percabangan warna cokelat abu-abu, mengeluarkan cairan jernih bila dipatahkan. Daun tunggal, bertangkai pendek, duduk berkarang atau berhadapan bersilang, bentuk taji atau bulat telur memanjang, ujung ruining, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 3-20 cm, lebar 2-9 cm, permukaan atas hijau, permukaan bawah warnanya lebih muda. Perbungaan majemuk, bentuk payung yang keluar dari ujung tangkai, mahkota bunga warnanya merah. Buahnya buah batu, bulat telur, masih muda hijau bila masak warnanya hitam, berbiji satu. Akar panjang dan besar. Akar keringnya disebut Rau wolfia Serpentina. Bagian yang digunakan akar, batang, dan daun. Sebelum digunakan akar dicuci dan dipotong kecil-kecil lalu dijemur untuk penyimpanan.

Akar mengandung 3 grup alkaloid, yang jenis dan jumlahnya tergantung dari daerah asal tumbuhnya. Grup 1 termasuk alkaline kuat (quarterary ammonium compound): serpentine, serpentinine, sarpagine, dan samatine. Grup II (tertiary amine derivate): yohimbine, ajmaline, ajnntlicine. tetraphylline, dan tetraphyllicine. Grup III termasuk alkaline lemah (secondary amities): reserpine, rescinnamine, deserpidine, raunesine, dan canescine. Reserpine berkhasiat hipotensif, ajmaline, serpentine, dan rescinnamine berkhasiat penenang, yohimbine merangsang pembentukan testosteron yang dapat membangkitkan gairah seks.

CARA MENDAPATKAN PULE PANDAK
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama, gulma, pemupukan, dan penyiraman air yang cukup. Pule pandak kadang ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman hias, namun lebih sering tumbuh liar di ladang, hutan jati, atau tempat lainnya sampai ketinggian 1.000 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar dan daun

KHASIAT PULE LANDAK
Tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit kepala, vertigo, diare, Sakit tenggorokan, sakil pinggang, sakit perut pada disentri, muniah, malaria, influenza, radang kandung empedu, bisul, hepatitis akut, susah tidur (insomnia), gangguan jiwa (mania), kuranj napsu makan, hiperfungsi kelenjar gondok (hipertiroid), kudis (skabies), bidurai (urtikaria), gigitan ular/kalajengking, luka terpukul atau terbentur (memar), hernia.

RESEP
Tekanan darah tinggi
Akar pule pandak sebanyak 50 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas Setelah dingin disaring. Minumlah pagi dan sore hari masing-maoing 1/2 gelas.

Sakit pinggang
Akar pule pandak sebanyak 50 g direndam dalam 1 gelas arak selama 1 malam. Keesokan harinya diminum sekaligus, setelah makan.

Sakit tenggorokan
Akar pule pandak secukupnya setelah dicuci bersih lalu diiris tipis-tipis. Bahan tersebut lalu diisap-isap dalam mulut.

Sakit kepala, susah tidur, pusing, demam, radang kandung empedu, memar, digigit ular berbisa, kurang nafsu makan, dan sakit perut
Gunakan akar pule pandak sebanyak 10 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sam tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali, pagi dan sore, masing masing 1/2 gelas.

Nyeri perut
Akar pule pandak dan pinang secukupnya dikunyah, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.

Demam, muntah-muntah
Akar pule pandak kering sebanyak 15 g dipotong kecil-kecil lalu diremas-remas dalam 1 gelas air masak. Airnya ini diminum sekaligus.

Influenza
Daun pule pandak segar sebanyak 25 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus.

Digigit ular, memar
Daun pule pandak segar dicuci bersih lalu digiling halus. Bubuhkan pada tempat yang sakit, lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari.

Luka berdarah
Daun muda pule pandak segar secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus. Bubuhkan pada luka lalu dibalut.

Diare
Akar pule pandak segar sebanyak 2 g diiris tipis-tipis. Tambahkan ¼ sendok teh garam, sambil diaduk merata. Akar ini kemudian dikunyah dan airnya ditelan

Kompri | Symphytum officinale L. Em.

kompri

kompri

KOMPRI merupakan tumbuhan yang tumbuh di tanah basah seperti di pinggir aliran air (selokan atau sungai). Banyak ditemukan di daerah Eropa barat dan Asia. Di Indonesia kompri biasa ditanam dalam pot atau di kebun sebagai tumbuhan obat. Kompri merupakan tanaman herba yang membentuk rumpun dengan tinggi 20-50 cm. Daun kompri merupakan daun tunggal, berbentuk bulat telur dengan ujung dan i pangkal runcing, tepinya rata. Permukaan daun berambut kasar. Daun berukuran panjang 27-50 cm dan lebar 4,5-14 cm. Pertulangan daun menyirip, pelepah tumbuh berseling pada pangkal membentuk roset akar, warnanya hijau. Bunga majemuk, berbentuk corong berwarna putih kekuningan. Buah kompri berbentuk bulat, tiap buah terdiri atas 4 biji. Biji berbentuk bulat berukuran kecil, keras, dan berwarna hitam. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Bagian tanaman yang digunakan untuk obat ialah bagian daun dan akar.

CARA MENDAPAT TANAMAN KOMPRI
Tanaman kompri diperbanyak melalui pemisahan akar. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada daerah dengan suhu dingin. Perbanyakan dengan pemisahan akar.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT KOMPRI
Ekstrak akar kompri dilaporkan berkhasiat dalam pengobatan osteoarthritis. Penelitian lain yang dilakukan melaporkan bahwa zat aktif pada kompri bersifat dapat menghambat proliferasi sel kanker hati, namun add juga penelitian yang melaporkan kompri memiliki efek toksik terhadap hati. Kompri dilaporkan dapat mengobati luka bakar.

Secara empiris kompri digunakan untuk mengobati rematik, pegal linu, diare, nyeri ulu hati, kanker payudara, bronkitis, luka memar, diabetes, patah tulang, hipertensi, radang usus, sakit lambung, batuk, amandel, kencing berdarah, dan wasir berdarah.

RESEP
Rematik
15 g daun muda segar yang dicuci, lalu dipotong kecil-kecil, dan dimakan sebagai lalapan. Daun dapat juga dihaluskan, dan dibubuhkan pada bagian yang sakit.

Luka
Akar kompri, sebanyak 1 ibu jari akar kompri segar dipotong, lalu direbus dengan gelas air,
dan airnya diminum.

Payudara bengkak dan patah tulang
Haluskan akar kompri segar lalu bubuhkan pada payudara yang bengkak.

Bronkitis dan batuk berdahak
Rebusan 25 g akar kompri segar.

Catatan: Pemakaian berlebih dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan hati.