demam

Nona Makan Sirih | Clerodendrum thomsonoe

nona-makan-sirih-putih

nona-makan-sirih-putih

Kandungan
a. zat antipanas
b. zat antiradang

Manfaat
a. menyembuhkan radang telinga
b. menyembuhkan demam

Ares Pisang | Musa paradisiaca

ares-pisang

ares-pisang

Kandungan
a. antiseptik
b. zat saponin
c. vitamin A
d. vitamin B
e. vitamin C
f. zat gula
g. air
h. tepung

Manfaat
a. menyembuhkan luka
b. mengatasi gigitan serangga
c. mencegah demam setelah melahirkan
d. mengatasi cacar air
e. mengatasi radang tenggorokan
f. mengatasi disentri
g. mengatasi radang ginjal
h. menyuburkan rambut

Rincik Bumi | Quamoclit pennata

rincik-bumi

rincik-bumi

RINCIK BUMI dengan nama botani Quamoclit pennata, merupakan terna yang berasa dari benua Amerika bagian tropis yang dapat membelit dan panjangnya dapat mencapa 4 m. Tanaman ini berbatang basah, daun bentuk jorong yang terbagi sangat dalam panjang 4-7 cm. Bunga keluar dari ketiak daun, bertangkai panjang dan berwarna merah.

CARA MENDAPATKAN RINCIK BUMI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT RINCIK BUMI
Selama ini bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah daunnya. Daunnya berkhasiat untuk mencegah ataupun mengobati berbagai penyakit seperti obat demam, infeksi saluran kemih, kemih berdarah, bisul, perasaan gelisah, dan penghilang rasa haus, dan ambeien.

RESEP
Menurunkan panas dan mengatasi pendarahan pada wasir.
Sebanyak 6-9 g daun direbus dan kemudian diminum sarinya.

Untuk pemakaian luar, yaitu dengan melumatkan daun, diperas ambil airnya atau direbus, air.

Inggu | Ruta angustifolia [L.] Pers

NAMA Lokal adalah Inggu (Sunda), godong minggu (Jawa). aruda (Sumatera). Anruda busu (Makasar), Raute (Jerman), ruta (Italia), wijnruit (Belanda), Common rue herb, rue, herb of grace (Inggris). Di Eropa dikenal sebagai tumbuhan obat penolak guna-guna. Minyak esensialnya digunakan untuk pembuatan parfum dan kosmetik. Perbanyakan dengan setek batang. Sifat kimiawi dan efek farmakologis antara lain herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak asirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter. Tanaman ini termasuk tanaman langka.

Tanaman ini termasuk terna (tumbuhan yang batangnya lunak karena tidak membentuk kayu), tumbuh tegak, tinggi mencapai 1,5 m, batang berkayu, silindris, ramping. Percabangan banyak, lemah, seluruh bagian bila diremas berbau tidak sedap. Daun majemuk menyirip ganda, letaknya berseling, dengan anak daun lanset atau bulat telur sungsang, pangkal menyempit, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan tidak jelas, panjang 8-20 mm, lebar 2-6 mm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk dalam malai rata, keluar di ujung ranting, dengan mahkota berbentuk rnangkok warna kuning terang. Buah kecil, lonjong, terbagi menjadi 4-5 kotak, warnanya cokelat. Biji kecil berbentuk ginjal, warnanya hitam.

Inggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara. Di Jawa, sering ditanam di kebun pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1000 m dpl.Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herba ini rasanya memualkan.

CARA MENDAPATKAN INGGU
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama  dan gulma, pemupukan, dan penviraman yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

KHASIAT TANAMAN INGGU
Demam, influenza, batuk, radang paru, ayan (epilepsi), hepatitis; kejang pada anak, colik, cacingan, histeri (hysteria), nyeri ulu hati, nyeri dada dan hernia, bisul, haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrrhea), radang kulit bernanah, memar akibat benturan benda keras, gigitan ular berbisa dan serangga, keracunan obat atau racun, pelebaran tembuluh darah balik (vena varikosa), radang vena (flebitis), dan sakit gigi.

RESEP
Kejang-kejang
Kompres, cuci muka atau mandi dengan rebusan daun inggu (sebagai obat penenang). Atau dengan resep lain: Daun inggu secukupnya; Cuka encer secukupnya, Diremas- emas, Untuk kompres di kepala: diperbaharui bila kepala sudah kering.

Kudis
Zuci luka dengan air rebusan daun inggu.

Sakit gigi
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, pakai untuk kumur beberapa tali.

Demam, masuk angin
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, minum. Atau dengan cara lain: )emam, Daun inggu 3-5 helai; Bunga sruni 1 buah; Air hangat secukupnya, Diremas- emas, Dipakai untuk mengusap badan dengan handuk kecil

Pegal-pegal
Daun inggu kering 2-4 gr direbus, airnya disaring, minum.

Sakit Lever
Daun inggu 25 g direbus bersama 15 g brotowali dan 10 g kunyit hingga airnya menjadi ?paronya. Minum secara rutin 3 kali sehari untuk menyembuhkan gangguan lever (sakit kuning) atau, sepertiga genggam daun inggu, direbus, 3 gelas jadi 1,5 gelas. Tambahkan gula batu. Minum sehari 2 x 3/4 gelas.

Ketombe
Daun inggu 3-5 helai; Rimpang kunyit 1 ruas jari; Air sedikit, Dipipis hingga berbentuk pasta, Rambut dibasahi dengan air; kemudian dilumuri dengan pasta dan garuklah ketombe dengan bantuan ujung jari tangan; atau dengan sisir; jika sudah terkelupas; rambut dikeramasi dengan sampo biasa; ulangi selama 4 hari.

Bangle Hantu | Zingiber ottensii

bangle-hantu

bangle-hantu

BANGLE hantu merupakan tanaman semak dari keluarga Zingiberaceae. Tanaman ini tumbuh berumpun-rumpun, berbatang basah dengan tinggi mencapai 200 cm. Rimpangnya berwarna ungu dan berbau kurang sedap. Nama lain tanaman ini ialah panglai hideung, bunglai hantu, lampoyang hitam, atau kunyit hitam. Nama latin dari bangle hantu ialah Zingiber ottensii.

CARA MENDAPATKAN TANAMAN BANGLE HANTU
Perbanyakan tanaman bangle ini dapat dilakukan dengan stek rimpang. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat yang terkena cukup sinar matahari mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.300 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang

KHASIAT BANGLE HANTU
Penelitian yang telah dilakukan melaporkan bahwa bangle hantu memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antifungi. Ekstrak bangle hantu juga dilaporkan memiliki aktivitas anti peradangan yang sangat kuat. Ekstrak bangle hantu berpotensi juga sebagai antiobesitas. Bangle hantu memiliki aktivitas hambatan terhadap pertumbuhan sel yang sangat cepat terhadap antiproliferasi (aktivitas yang menghambat pertumbuhan sel dengan cepat.) Secara empiris bangle hantu digunakan untuk mengobati demam, batuk, kejang pada anak, menghangatkan dan membersihkan darah, dan sebagai obat sakit pinggang

RESEP
Untuk mengatasi batuk, ½ rimpang bangle hantu direbus dengan 5 g daun saga menggunakan air sebanyak 110 ml. Air rebusan diminum pagi dan sore hingga sembuh.

Bandotan | Ageratum conyzoides

bandotan

bandotan

BANDOTAN dengan nama latin Ageratum conyzoides merupakan tanaman yang tergolong sebagai gulma.Tumbuhan ini berbau khas seperti kambing. Batang bandotan tegak atau berbaring dengan cabang yang cukup banyak. Batang bandotan ini memiliki rambung yang jarang. Daun bandotan memiliki tangkai dengan panjang 0.5-5 cm dan terletak berselangselingatau berhadapan. Bentuk daun bandotan ialah bulat telur hingga mirip belah ketupat dengan bagian pangkal yang mirip seperti jantung, membulat atau meruncing dan ujung tumpul atau meruncing dengan tepi yang bergerigi. Permukaan atas dan bawah daun bandotan berambut. Bunga bandotan berkumpul dengan bongkol rata atas, yang selanjutnya 3 bongkol atau lebih terkumpul dalam malai rata terminal. Tiap bongkol berisi 60-70 individu bunga.

CARA MENDAPATKAN BANDOTAN
Tumbuhan bandotan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Tumbuhan ini tergolong gulma (tumbuhan pengganggu tanaman budidaya) dan mudah berkembang biak dari bunganya vang berjumlah banyak dan berbunga sepanjang tahun.

KHASIAT BANDOTAN
Secara tradisional, bandotan digunakan untuk mengobati luka, demam, dan sebagai insektisida. Penggunaan tradisional ini sebagian besar telah terbukti secara ilmiah seperti efeknya dalam menyembuhkan luka, memproteksi efek radiasi, antibakteri dan insektisida. Selain itu penelitian juga melaporkan bahwa tanaman ini bermanfaat untuk penderita diabetes, kanker, penyakit gastroinstestinal, analgesik, dan antiinflamasi.

RESEP
Luka: Seluruh bagian tumbuhan bandotan diremas dengan kapur lalu dioleskan pada luka yang masih segar. Akar bandotan ditumbuk dan dioleskan ke badan untuk obat demam.

Arbenan | Duchesnea indica

arbenan

arbenan

ARBENAN (Duchesnea Indica (Andr.) Focke) dikenal juga dengan Indian strawberry, Mock Strawberry, arben leuweung, Arbenan (Sunda) dan Seladren (jawa). Masuk dalam famili Rosaceae dengan ukuran tinggi tanaman sekitar 20-30 cm, batang melata atau merayap di atas tanah yang akan menumbuhkan tunas baru. Daun majemuk, berbagi 3 asimetris, anak daun bentuk oval, ujung dan pangkal runcing tepinya bergerigi, panjang 4-8 cm dan lebar 3-6 cm. Pertulangan daun menyirip tegas dan permukaan berbulu. Bunga majemuk berbentuk tandan terletak di ketiak daun. Buah berbentuk lanset, kecil keras dan berwama putih. Akar serabut, berwarna putih kotor. Buah dan daun mirip dengan tanaman stroberi namun dapat dibedakan dari bunganya yang berwarna kuning sedangkan tanaman buah stroberi memiliki bunga yang berwarna putih. Biji buah arbenan berwarna merah sedangkan biji buah stroberi berwarna emas.

CARA MENDAPAT ARBENAN
Perbanyakan tanaman arbenan dapat dilakukan dengan stek atau potong anakan yang berakar. Perawatannya dapat diberi pupuk standar . Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian datran rendah sampai dataran tinggi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT ARBENAN
Seluruh bagian tanaman arbenan mengandung saponin, flavonoida dan tanin. Bijinya mengandung asam linoleat, asam oleat, dan beta-sitosterol (lemak tumbuhan yang bermanfaat salah satunya untuk menurunkan kolesterol). Arbenan biasa digunakan sebagai obat tradisional di China. Berkhasiat sebagai penurun panas, anti bakteri, anti mutagenic (zat yang bersifat menghambat mutasi atau perubahan gen), antikanker, antiinflamasi, antibiotik, stimulant, untuk menghilangkan panas dan racun, menghentikan pendarahan, dan menghancurkan darah beku. Tumbuhan arbenan ini bersifat manis, pahit, dingin, dan sedikit beracun.
Daun dan seluruh bagian tanaman dapat digunakan baik dalam keadaan segar atau dikeringkan. Untuk pemakain luar seluruh bagian tanaman yang kering ditumbuk kemudian digiling menjadi bubuk.

Seluruh bagian tanaman arbenan mempunyai efek menghambat sarcoma 180 pada tikus. Ekstrak air arbenan pada dosis 5,10,15 mg/mL mempunyai efek menghambat pertumbuhan esophagus cancer strain 109.

RESEP
Obat demam
Seluruh bagian tanaman arbenan segar sebanyak 30 g, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring. setelah dingin diminum sekaligus.

Obat dipteri
Resep 1: daun arbenan segar sebanyak 10 g, dicuci bersih dan ditumbuk halus tambahkan sedikit madu kemudian diminum dengan 50 ml air matang yang hangat.
Resep 2: Seluruh bagian tanaman yang sudah kering sebanyak 15-30 g atau yang masih segar 30-60 g direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan diminum sekaligus atau dibagi 2-3 bagian hingga habis dalam sehari.
Resep 3: Arbenan, Scutellaria barbata, dan Livistona chinertsis masing-masing 30 g direbus dengan 5 gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum beberapa kali sehari sampai habis. Keesokan harinya ampasnya bisa direbus ulang satu kali lagi.

Untuk pemakaian luar
Seluruh bagian tanaman yang segar ditumbuk sampai lumat atau yang kering digiling menjadi bubuk. Lalu, dibubukan di tempat yang sakit.

Kanker Paru-paru
60 g rumput lidah ular (rumput mutiara kering), 30 g herba arbenan kering, 30 g herba cakar ayam kering, 30 g umbi bunga lili, 60 g bunga waru landak, semua dicuci bersih, rebus dengan 1.000 cc air hingga sisa 400 cc, lalu saring, minum 2 kali sehari

Kanker lambung
30 g arbenan kering, 30 g ban zhi lian (Scutellariae barbatae), 30 g rumput mutiara kering, cuci bersih semua bahan rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc 1 saring, minum 200 cc 2 kali sehari.

Jarak Ulung | Jatropha gossypipolia

jarak-ulung

jarak-ulung

JARAK ULUNG (Jatropha Gossypipolia L.) umumnya tumbuh liar di tepi jalan, lapangan rumput atau di semak terutama tempat terbuka yang terkena sinar matahari di dataran rendah. Jarak ulung berasal dari Amerika Selatan. Ciri-ciri secara umum merupakan tanaman perdu tahunan, tumbuh tegak, tinggi 1-2 m, dengan rambut kelenjar yang kebanyakan berbentuk bintang yang bercabang, getahnya bersabun. Batang berkayu, bulat, warnanya cokelat, banyak bercabang. Daun tunggal, bertangkai panjang, helaian daun bulat telur sungsang sampai bulat, berbagi 3-5, taju runcing, panjang 7-22 cm, lebar 6-20 cm, daun muda berwarna keunguan, daun tua warnanya ungu kecokelatan. Bunga majemuk berbentuk corong, kecil, warnanya keunguan, keluar dari ujung batang. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan dan bunga betina. Buah berkendaga tiga, bulat telur, sedikit berlekuk tiga dengan b alur memanjang, warnanya hijau, bila masak menjadi hitam. Bijinya bulat, cokelat kehitaman. Bijinya mengandung minyak. Bila diperas, minyak tersebut dapat digunakan untuk lampu.

Kandungan kimia yang terkandung di dalamnnya alkaloid, tanin, kalsium oksalat, dan sulfur pectic substans. Selain itu, minyak dan biji jarak ulung mengandung co- carcinogenic esters dan 12-deoxy-16-hydroxyphorboll yang berfungsi sebagai antikanker. Efek farmakologis yang dimiliki oleh jarak ulung diantaranya sebagai pencahar, menghilangkan nafsu makan.

CARA MENDAPATKAN JARAK ULUNG
Perbanyakan jarak ulung dapat dilakukan dengan biji dan anakan. Jarak ulung dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Taruman ini dapat tumbuh pada daerah 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan biji

KHASIAT JARAK ULUNG
Bengkak, penyakit kulit, demam, susah buang air besar, sebagai anti kanker.

RESEP
Daun dan biji jarak ulung dapat dimanfaatkan untuk mcngobati beberapa penyakit sebagai berikut.

Bengkak terpukul dan penyakit kulit
Cuci 3 — 4 helai daun segar jarak ulung sampai bersih, olesi dengan minyak kelapa, lalu panaskan di atas api sampai layu. Tempelkan daun pada perut saat masih hangat.

Demam
Cuci 10—15 helai daun segar jarak ulung sampai bersih, rebus dengan air secukupnya. Setelah mendidih, gunakan air rebusan untuk mandi.

Susah buang air besar
Cuci bersih 20 butir biji jarak ulung, sangrai, lalu tumbuk sampai halus. Seduh hasil tumbukan dengan 1 cangkir air panas, lalu minum sekaligus 1 cangkir sehari.

Jamur Kuping Merah | Auricularia auricula judae

jamur-kuping-merah

jamur-kuping-merah

Kandungan
a. air
b. lemak rendah
c. asam lemak bebas
d. mono ditriglieserida
e. sterol
f. phospolipida
g. karbohidrat
h. zat besi
i. kalium

Manfaat
a. mencegah kanker dan tumor
b. mengatasi keracunan
c. menyembuhkan flu
d. menyembuhkan demam

Ramuan tradisional mencegah berbagai penyakit
Jamur kuping merah sangat terkenal sebagai bahan masakan yang enak. Untuk mendapatkan manfaatnya dalam mencegah berbagai penyakit, cukup konsumsi jamur secukupnya, baik sebagai bahan salad, sup, maupun digoreng bersama sayuran dan daging.

Rumput Bambu | Lophatherum gracile

rumput-bambu

rumput-bambu

Uraian tanaman
Terna menahun, tinggi 40-100 cm, tumbuh liar di tempat-tempat rindang, tidak terlalu kering atau basah, seperti di bawah pohon besar, pinggir jalan yang teduh, di lereng-lereng bukit dan tempat-tempat lainnya dari 200-1.500 m dpl.

Mempunyai rimpang yang menyerupai kayu, akar serabut menyebar dengan penebalan-penebalan yang menyerupai umbi kecil-kecil berbentuk kerucut.

Batang kecil, panjang dan naik ke atas warnanya kuning beralur memanjang, berongga. Daun berbentuk lanset atau lanset melebar yang tumbuh berseling, ujung runcing, tepi rata, pangkal menyempit menjadi tangkai yang memeluk batang, bertulang sejajar dengan tulang induk menonjol di permukaan bawah, kedua permukaan berambut putih, warnanya hijau. Panjang daun 5-20 cm, lebar 2-3,5 cm.

Bunga majemuk berbentuk malai yang bertangkai panjang, keluar dari ujung batang, panjang 10-30 cm, dengan bulir-bulir kecil berbentuk jali, panjang 7-12 mm, lebar 1,5-2,5 mm.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Batang dan daun: rasa manis, hambar, dingin. Membersihkan panas jantung, penurun panas (antipiretik), antiradang, peluruh air kemih. Masuk meridian jantung dan ginjal.
Akar: manis, dingin. Membersihkan panas, peluruh air kemih, abortivum dan mempermudah persalinan (uterotonik)

Kandungan kimia
Akar, batang, dan daun mengandung triterpenoid dan steroid arundoin, cylindrin, friedelin, beta-sitosterol, stigmasterol, campesterol dan taraxerol. Juga mengandung asam amino dan asam lemak.

Bagian yang dipakai
Batang dan daun muda, atau seluruh tanaman, sebelum berbunga. Dijemur untuk pemakaian kering.

Kegunaan:
Demam, rasa haus, mimisan
Sakit tenggorok, sariawan, gusi bengkak
Infeksi saluran kemih, air kemih sedikit dan berwarna kuning, air kemih berdarah
Antikanker: ehrlich carcinoma, sarcoma-180 (pada percobaan binatang)

Pemakaian
Untuk minum: 10-15 g, godok

Cara pemakaian
Air kemih berdarah: daun rumput bambu dan akar alang-alang, masing-masing 15 g dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.

Demam, gelisah, haus: 10-15 g daun atau akar dicuci bersih, lalu digodok. Minum setelah dingin.

Demam, haus, air kemih sedikit, termasuk infeksi akut pada saluran kemih: 3-9 g daun dan batang dicuci bersih lalu digodok dan diminum sebagai teh.

Bisul pada kelopak mata dan luka pada selaput bening mata: Batang dan daun dicuci bersih, dibilas dengan air matang, ditumbuk halus lalu diperas. Air perasannya dipakai sebagai obat tetes. (Sekadar diketahui, tidak dianjurkan bila tersedia obat mata, karena tidak terjamin sterilitasnya).