batuk darah

Rumput Belang | Zebrina pendula

rumput-belang

rumput-belang

Kandungan
a. calcium oxalate
b. gummi
c. saponin
d. polifenol

Manfaat
a. menyembuhkan batuk berdarah
b. mengobati disentri
c. mengobati keputihan
d. mengobati kencing nanah
e. mengobati bisul

Jati Mas | Tectona grandis

jati-mas

jati-mas

JATI EMAS (Tectotia grandis Lf.) disebut juga jati unggul atau jati super yang telah diteliti dan diseleksi secara berulang oleh para pemulia tanaman jati, sehingga menghasilkan produksi kayu berkualitas. Ciri-ciri dari jati emas adalah berbatang lurus, bentuk silindris dcngan batang yang relatif bebas percabangan, mengalami pertumbuhan yang cepat, tumbuh seragam, tahan hama penyakit dan cocok ditanam di daerah tropis terutama pada tanah yang banyak mengandung kapur. Tanah yang ideal adalah tanah jenis aluvial dengan kisaran pH 4,5 sampai 7. Dapat tumbuh dengan baik jika ditanam di daerah dataran rendah (50-80 m dpl) sampai dataran tinggi dengan ketinggian 800 m dpl. Tanaman ini sangat tidak tahan dengan kondisi tergenang air, sehingga area pertanaman jati emas mutlak membutuhkan sistem drainase yang baik.

Tanaman jati emas merupakan bibit unggul hasil budidaya sistem kultur jaringan dikembangkan pertama kali dalam laboratorium, yang tanaman induknya pada mulanya berasal dari negara Myanmar. Jati emas sudah sejak tahun 1980 ditanam secara luas di Myanmar dan Thailand. Sementara Malaysia menyusul penanaman jati emas secara meluas di tahun 1990. Di Indramayu, Jawa Barat sejak tahun 1999 telah dilakukan penanaman jati emas sampai satu juta pohon.Tanaman jati emas sudah bisa dipanen mulai umur 5, 10,15 tahun dan menghasilkan kualitas kayu yang tetap baik yang biasa diterima di pasaran nasional maupun internasional.

Tanaman jati emas termasuk ke dalam tanaman kelas Angiosermae. Kandungan kimia yang terdapat pada jati emas adalah senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, resin, glukosa, asam lemak, asam fenolik, lender (kandungan aktif utama yang berhubungan dengan aktivitas pelangsing tubuh), p-sitosterol, kaffein, friedelin-3a-asetat, friedelin- 3β- ol, terpens/sterol, karotenoid, dan karbohidrat.

CARA MENDAPATKAN JATI MAS
Untuk memperbanyak bibit tanaman jati digunakan cara okulasi (teknik perbanyakan anaman secara vegetatif dengan menempelkan mata tunas dari suatu tanaman kepada anaman lain yang dapat bergabung (kompatibel) dengan tujuan menggabungkan sifat-sifat yang baik dari setiap komponen sehingga diperoleh pertumbuhan dan produksi yang baik). Selain itu dilakukan juga teknik kultur jaringan (teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Dengan cara okulasi dan kultur jaringan, maka akan didapat sifat unggul yang sama dengan indukannya.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar dan daun

KHASIAT JATI MAS
Tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan biasa digunakan untuk rehabilitasi lahan kritis. Kulit jati dapat digunakan sebagai pewarna alami menghasilkan warna cokelat. Namun secara farmakologi tanaman ini memiliki potensi sebagai antioksidan dan mengurangi aktivitas radikal bebas karena memiliki kandungan senyawa flavonoid. Selain itu dapat mengobati radang tenggorokan dan nyeri perut (disentri).

Daun jati juga bisa digunakan untuk ramuan obat batuk darah, haid tidak teratur, kholera dan radang tenggorokan (obat luar). Tetapi kayu atau arang kayunya dapat digunakan sebagai obat demam, kholera, mencret, sakit perut, radang kulit bernanah (obat luar) dan sakit kulit (obat luar).

RESEP
Untuk pengobatan disentri dapat menggunakan beberapa campuran bahan di antaranya:
Bawang merah 3 butir, daun alam 5 lembar, arang kayu jati 1 jari, mesoyi 1 jari, rimpang jahe 1 jati, teh adas 1 sendok, pulosari 1 jari, jinten hitam 1 sendok, gula enau 3 jari, ganti 1 jari. Semua bahan ditumbuk halus, tambah garam sedikit, kemudian diperas, saring, lalu dapat diminum. Ampasnya dapat digunakan untuk menggosok dada, leher dan punggung.

Bambu Tali | Asparagus cochinchinensis

bambu-tali

bambu-tali

Nama daerah
Asparagus

Uraian tanaman
Terna merambat, menahun, banyak bercabang. Terdapat liar di hutan-hutan terbuka, semak belukar, kadang pada bukit yang berbatu-batu atau ditanam sebagai tanaman hias yang didapat dari dataran rendah sampai lebih kurang 1.150 m dpl.

Akar berumbi kecil, berbentuk kerucut dan berkelompok, panjang umbi sekitar 4-10 cm, berwarna kuning abu-abu. Batangnya kecil, panjang dapat mencapai 2 m. Daunnya pipih, berbentuk garis, panjang 1-2,5 cm, lebar 1 mm, ujung runcing, duduknya tersebar. Bunga berkelompok, keluar dari ketiak daun, warnanya putih atau putih kuning. Buahnya buah buni, diameter 6 mm, bila masak berwarna merah tua sampai hitam.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal. Menyuburkan yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh.

Bagian yang digunakan
Umbi yang dikeringkan

Kegunaan
Batuk, batuk darah, TBC paru, sakit kerongkongan
Muntah darah, rasa haus, berkeringat malam
Diabetes mellitus
Susah buang air besar
Demam disertai gaduh gelisah
Carsinoma, fibroadenoma, hyperplasia kelenjar payudara
lymphosarcoma, leukemia

Siantan | Ixora stricta

siantan

siantan

Biasanya ditanam sebagai tanaman hias dan dipakai untuk bunga sembahyang agama Buddha. Tanaman perdu tegak ini tingginya sekitar 1 m-2,5 m, berbatang cokelat kehitaman, banyak bercabang, cabang muda berwarna cokelat kemerah-merahan. Daun tunggal, letak berhadapat-bersilang, tangkai daun sangat pendek, bulat telur sungsang sampai jorong, tepi rata, warna daun hijau tua, daun muda di ujung tangkai berwarna merah kecokelatan, permukaan daun mengkilat, bagian ujung dan pangkal daun runcing, panjang 6-13 cm, lebar 3-4 cm. Bunga berupa bunga majemuk berbentuk malai rata, warna oranye, tumbuh di ujung tangkai. Buah bulat, penampang 7-8 mm, merah ungu.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Manis, sejuk, hypotensive, mengecilkan bekuan darah, menghilangkan sakit

Bagian yang dipakai
Bunga, akar, tangkai dan daun

Kegunaan
Bunga: haid tidak teratur, tidak datang haid, hipertensi
Pemakaian: 10-15 g, rebus, minum

Akar: TBC Paru, batuk dan batuk darah
Pemakaian: 30-60 g, rebus, minum

Tangkai dan daun: Luka terpukul, badan ngilu-ngilu, terkilir, koreng
Pemakaian:
TBC Paru disertai batuk dan batuk darah: 30-60 g akar siantan + 10 g gancao direbus selama 3 jam, untuk 1x minum atau
30-60 g akar siantan ditambah 60 g daging sapi tanpa lemak dibuat sup.

Andong | Cordyline fruticosa

andong

andong

TANAMAN yang memiliki nama latin Cordyline fruticosa (L) A. Cheval. Sering juga disebut lanjuwang, endong, dan hadwang. Perdu yang merupakan famili Liliaceae memiliki tinggi 2-4 m, ranting dengan bekas daun rontok yang berbentuk cincin, dan Jduit pada ujung ranting berjejal dengan susunan spiral; tangkai bentuk talang, helaian daun bentuk garis atau lanset, 20-60 kali 1-13 cm, dengan pangkal yang berbentuk baji dan ujung runcing, hijau atau merah atau lorek. Malai bunga di ketiak daun, bertangkai panjang, bercabang melebar, dengan daun pelindung yang besar pada pangkal cabang. Anak daun pelindung pada pangkal bunga kecil. Daun tenda bunga 6, memanjang, panjang 1,3 cm, 3 yang luar pada bagian separo bawah melekat, erat dengan yang di dalam, bagian yang teratas lepas dan melengkung ke belakang kembali. Benang sari 6, tertancap pada tenda bunga. Kepala putik pendek 3 taju. Buah buni ± bentuk bola, merah mengkilat. Biji hitam mengkilat.

CARA MENDAPATKAN ANDONG
Perbanyakan tanaman stek batang. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian gulma dan hama serta penyiraman yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sekitar 250 sampai 1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT ANDONG
Khasiat andong di antaranya sebagai hemostatik dan anti bengkak dengan sifat khas yaitu mendinginkan. Andong sering digunakan sebagai obat batuk darah, disentri, haid terlalu banyak dan wasir berdarah.

RESEP
Batuk Darah dan Haid terlalu banyak: seduh 5 helai daun andong dengan air secukupnya. Hasil seduhan kemudian diminum 1 kali untuk 100 ml. Hal ini diulang hingga pasien sembuh.

Obat Wasir: daun andong dicampur dengan adun wungu dan diseduh dengan air secukupnya, air seduhan tersebut kemudian diminumkan 2 kali sehari selama 14 hari.

Ophiopogon | Ophiopogon Japonicus

ophiopogon

ophiopogon

Terna menahun, tinggi 15-40 cm, biasa ditanam sebagai tanaman hias. Daun tumbuh berkumpul membentuk roset akar, lurus panjang dengan panjang 15-40 cm, lebar 3-7 mm, ujung lancip dengan pangkal menyempit menjadi tangkai. Warna daun hijau mengkilap dengan kedua bagian tepi bergaris putih.

Bunga tersusun dalam karangan berbentuk malai yang panjangnya 6,5-14 cm, warnanya ungu muda atau putih, kecil-kecil. Buah bulat, warnanya hijau tua, bila masak warnanya biru gelap. Tanaman ini memiliki akar serabut dengan pembesaran di beberapa tempat membentuk umbi kecil-kecil.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis

Manis, agak pahit, dingin. Masuk meridian paru, lambung, dan jantung.

Kandungan kimia

Umbi mengandung:

1. Steroid saponin

2. Isoflavonoid

3. D-glucose

Bagian yang dipakai
Umbi

Kegunaan
batuk kering, abses paru
muntah darah, batuk darah
panas dalam, haus, mulut dan kerongkongan kering
susah buang air besar
melancarkan kencing

Pemakaian
Untuk minum: 7-15 g digodok atau dijadikan pil.

Teratai | Nymphaea alba

teratai

teratai

Kandungan
a. quercetin
b. luteolin
c. isoquercitrin
d. kaempferol
e. luteolin
f. galuteolin
g. alkaloid
h. protein
i. lemak
j. karbohidrat
k. caroten
l. asam nikotinat
m. vitamin B1
n. vitamin B2
o. vitamin C
p. nelumbine
q. raffinose
r. kalsium
s. fosfor
t. nuciferine
u. oxoushinsunine
v. N-norarmepavine

Manfaat
a. menyembuhkan mimisan
b. menyembuhkan batuk darah
c. menyembuhkan diare
d. menyembuhkan disentri
e. menyembuhkan panas dalam

Suji | Pleomele angustifolia N.E.Brown

suji

suji

SUJI atau Pleomele angustifolia N.E.Brown mempunyai beberapa nama daerah antara lain Jejuang bukit atau Pendusta utan (Ambon); Ngase kolotide (Ternate); Jingkang, Hanjuwang merak atau Suji (Jawa Barat); Semar (Jawa Tengah dan Jawa Timur); Kopoi (Ponos), Popopok im bolai, Rereindeng im bolai, Tawaang im bolai (Minahasa) (Heyne, 1987). Tanaman suji dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian sampai 1.200 m dpi. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6-8 m tersebar dari India, Birma (Myanmar), Indo-Cina, Cina bagian selatan, Thailand, Jawa, Filipina, Sulawesi, Maluku, New Guinea dan Australia bagian utara. Habitat daun suji, yaitu berada dalam daerah yang memiliki kelembaban tinggi dengan intensitas cahaya matahari yang sedang dan sangat cocok hidup di taman dan tanah belakang rumah.

Daun tanaman suji berbentuk lancet-garis, agak kaku, berwarna hijau gelap, meruncing atau sangat runcing dengan panjang 10 sampai 25 cm dan lebar 0,9 sampai 1,5 cm. Jenis bunga termasuk bunga majemuk, berbentuk malai dengan banyak bunga yang panjangnya 8 sampai 30 cm. Pada tiap kelopak terdapat 1-4 bunga, tangkai bunga pendek (2,5-2,7 cm). Mahkota bunga berwarna putih kekuningan, dan kalau malam hari berbau harum. Buah yang matang berwarna jingga dengan diameter 1-2 cm. Kandungan kimia dari daun suji di antaranya adalah adalah saponin dan flavonoid, klorofil. Mengenai efek farmakologis dari daun yang memiliki rasa pahit, berbau harum, dan bersifat dingin.

CARA MENDAPATKAN SUJI
Cara mengembangkannya cukup dengan okulasi, selain akan menghasilkan bibit yang baik juga mudah cara pembibitnya.

KHASIAT SUJI
Senyawa klorofil di dalam daun suji berfungsi sebagai antioksidan, serta memiliki daya hipokolesterolemik (kemampuan menurunkan kadar kolesterol darah) secara in vivo (pengujian menggunaan hewan uji). Kedua aktivitas kimiawi ini sangat baik untuk menekan penyakit Aterosklerosis. Bagian dari batang, akar dan daun juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit di antaranya; kencing nanah, disentri dan beri-beri, nyeri lambung, nyeri haid dan penawar racun. Selain itu daun suji dimanfatkan sebagai Pewama hijau pada makanan, memberikan aroma yang khas pada makanan. Buahnya dapat digunakan untuk mengobati orang yang kurang nafsu makan, dan monurunkan tekanan darah tinggi. Daunnya berkhasiat untuk mengobati sakit kepala, obat luar untuk mengatasi beri-beri. Getah daunnya dapat digunakan untuk menebalkan rambut, dan daunnya digunakan sebagai zat warna untuk mengecat, pucuk tanamannya dapat dimakan sebagai sayuran, tanaman hias dan tanaman pagar.

RESEP
Untuk mengobati batuk berlendir dan berdarah
20 lembar daun suji dicuci sampai bersih, tumbuk sampai lumat, dan tambah air sebanyak Vi gelas. Setelah itu peras dan minum 2 kali sehari pagi dan malam.

Penyakit kencing nanah, disentri, beri-beri
Daun suji direbus hingga airnya setengah bagian. Lalu diminum hanya untuk kencing nanah 2 x sehari.

Nyeri saat haid
Daun suji direbus hingga airnya setengah bagian. Lalu diminum hanya untuk kencing nanah 1 x sehari.

Widuri | Calotropis gigantea

widuri

widuri

Kandungan
a. saponin
b. sapogenin
c. kalotropin
d. kalotoksin
e. uskarin
f. kalaktin
g. gigantin
h. harsa
i. flavonoida
j. polifenol
k. tannin
l. kalsium oksalat

Manfaat
a. menyembuhkan gatal-gatal
b. menyembuhkan penyakit kelamin
c. menyembuhkan bisul dan kudis
d. menyembuhkan sakit gigi akibat gigi berlubang
e. menghentikan batuk berdarah
f. menyembuhkan gigitan binatang berbisa
g. menyembuhkan campak

Wijaya Kusuma | Epiphyllum anguliger

wijaya-kusuma

wijaya-kusuma

WIJAYAKUSUMA (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis kaktus, divisi anthophiu bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae. Jenis kaktus terdapat sekitar 1.500 jenis (famili). Bunga wijayakusuma hanya merekah beberapa saat saja dan tidak semua tanaman wijayakusuma dapat berbunga dengan mudah, tergantung dari iklim kesuburan tanah dan cara pemeliharaan. Pada umumnya tanaman jenis kaktus sukai untuk ditentukan morfologinya, tetapi wijayakusuma dapat dilihat dengan jelas mana bagian daun dan mana bagian batangnya, setelah tanaman ini berumur tua. Batang pohon wijayakusuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. Helaian daunnya pipih, berwarna hijau dengan permukaan daun halus tidak berduri, Pada setiap tepian daun wijayakusuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga. Kandungan kimia dalam tanaman ini belum diketahui secara pasti karena belum ada penelitian khusus untuk tanaman ini, namun tanaman ini mempunyai daya ampuh meredam rasa sakit dan menetralisir pembekuan darah. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah bunga dan batangnya. Pemakaian dapat dalam bentuk segar atau dikeringkan untuk penyimpanan.

CARA MENDAPATKAN WIJAYA KUSUMA
Perbanyakan tanaman dengan cara anakan. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini dapat hidup subur di daerah sedang sampai tropis dan tumbuh baik ditempat yang tidak terlalu panas.

KHASIAT WIJAYA KUSUMA
Bunga Wijayakusuma rasanya manis, sifatnya netral, berkhasiat antiradang, penghenti perdarahan (hemostatis), obat batuk dan peluruh dahak (mukolitik). Batang rasanya asin, asam, sifatnya sejuk, dan berkhasiat antiradang.
Wijaya kusuma dipercaya dapat mengobati:
• TB paru dengan batuk dan dahak berdarah,
• sesak napas (asma),
• radang tenggorok (faringitis),
• nyeri lambung (gastritis), muntah darah, dan
• perdarahan rahim(uterine bleeding).

RESEP
Obat luka
Satu helai daun wijayakusuma ditumbuk halus kemudian dioleskan pada luka dan dibalut verban.

Obat TB paru dengan batuk dan dahak berdarah
Rebus bunga wijayakusuma segar (3-5 kuntum), dengan tiga gelas air sampai tarsisa satu gela? Tambahkan gula aren (15 g). Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Obat perdarahan rahim
Bersihkan bunga wijakusuma segar (2-3 kuntum) dan daging tanpa lemak (50 g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai semua bahan terendam, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya. Isinya dimakan. Lakukan sehari dua kali, masing-masing separuhnya.

Obat sesak napas
Cuci bunga wijayakusuma segar (3-5 kuntum), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula batu dan air sampai permukaannya terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, saring dan minum airnya seharidua kali, masing-masing separuhnya.