asthma

Asma | Asthma

Ramuan 1

3 siung bawang putih, tumbuk halus
1 sendok makan madu
gula batu

Minum setiap pagi sampai sembuh.

Amis-amisan | Houttuynia cordata

amis-amisan

amis-amisan

AMIS-AMISAN (Houttuynia cordata thunb) dalam pengobatan tradisional Tiongkok digunakan sebagai bahan jamu. Sedangkan tunas yang muda dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Sesuai namanya, tumbuhan ini memiliki ciri khas berbau amis. Tanaman ini tersebar di Asia Tenggara, Asia Timur dan sebagian wilayah Asia Selatan. Amis-amisan merupakan tumbuhan liar di tepi-tepi rawa, hutan-hutan basah atau di tepi sungai, pada ketinggian 100 m sampai 9(X) m dpl. Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah mulai dari tanah borpasir yang ringan sampai tanah berat berliat. Berbunga pada bulan Juni sampai September. Waktu panen yang tepat bulan September sampai November. Bagian yang digunakan adalah daun atau seluruh tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan. Daun dan batang amis-amisan mengandung saponin, kardenolin dan polifenol.

CARA MENDAPATKAN AMIS-AMISAN
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan, serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT AMIS-AMISAN
Antiasma, anti-bakteri, mengobati influenza dan anti-radang. Memiliki potensi untuk anti-HIV.

RESEP
Asma: seluruh bagian tanaman amis-amisan segar sebanyak 30 g, dicuci dan direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, lalu disaring dan setelah dingin, diminum sekaligus. Hal tersebut dilakukan sehari sebanyak 2-3 kali.

Obat pilek: daun amis-amisan segar sebanyak 30 g, dicuci dan direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, lalu disaring dan setelah dingin, diminum sekaligus. Hal tersebut dilakukan sehari sebanyak 2-3 kali pagi dan sore.

Semanggi Gunung | Hydrocotyle sibthorpioides

semanggi-gunung

semanggi-gunung

Nama daerah
Pegagan embun, antanan beurit, antanan lembut (Sunda); Andem, katepan, rendeng, semanggi (Jawa), take cena (Madura), salatun, tikim, patikim

Uraian tanaman
Tumbuhan merayap, ramping, subur di tempat yang lembap, terbuka maupun teduh di pinggir jalan, pinggir selokan, lapangan rumput dan tempat lain sampai setinggi kira-kira 2.500 m dpl. Batang lunak, berongga, panjang 45 cm atau lebih, daun tungal berseling, bertangkai panjang, bentuk bulat atau reniform dengan pinggir terbagi menjadi 5-7 lekukkan dangkal, warna hijau. Bunga majemuk bentuk bongkol, keluar dari ketiak daun, warna kuning.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis sedikit pedas, sejuk. Menghilangkan bengkak (antiswelling), antiradang, peluruh air seni, antibiotika, penurun pans, menetralisir racun, peluruh dahak.

Kandungan kimia
Mengandung minyak menguap, coumarin, hyperin

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman segar atau kering

Kegunaan
Sakit kuning
Pengecilan hati dengan busung
Batuk dan sesak napas
Sariawan, radang tenggorok, infeksi amandel
Infeksi telinga tengah

Pemakaian
10-60 g direbus, minum

Pemakaian luar
Bisul, gumpalan darah (haematoma), koreng di kepala: Lumatkan tumbuhan segar, bubuhkan ke tempat yang sakit

Cara pemakaian
Sesak napas (asma): 10-15 g herba segar direbus, minum, tumbuk, peras, minum airnya
Batu saluran kencing: 30-60 g herba segar direbus, minum
Kencing kurang lancar: 30 g herba segar direbus, kemudian ditambah 30 g gula pasir, minum
Radang tenggorok: 30-60 g herba segar direbus, tambah garam sedikit, minum: atau tumbuk, peras, minum airnya
Sakit kuning: 30-60 g ditambah air dan arak ketan sama banyak secukupnya, ditim, 2x sehari, selama 3-5 hari
Amandel: dipakai sebagai obat kumur

Adverse effect (khasiat yang menyimpang): Walaupun sangat jarang, kadang terjadi leucopenia (penurunan jumlah sel darah putih), selama pemakaian obat ini, yang segera normal kembali setelah obat dihentikan

Kol Banda | Pisonia alba

kol-banda

kol-banda

Nama daerah
Jawa: Kol banda (Sunda, Jawa), Nusatenggara: safe (Roti), hale (Flores), motong (Solor), hali (Alor), sayor bulan (Timor); Sulawesi: kayu wulan, kayu bulan, kayu burang, kayu bulang, kai lolohun, buring, kayu kulo; Maluku: suwe (Tanimbar), sayor putih (Ambon), talang (Banda), air puiro (Seram), ai puti, ail putii (Ulias), kau fulan uta ambulane (Buru), hate bula (Halmahera), hate bulan (Ternate), Irian: kendu (Nufor)

Nama asing
Koolboom

Uraian tanaman
Kol banda merupakan tanaman asli Indonesia, terutama di bagian timur Nusantara dan di Jawa serta tempat-tempat lainnya. Tumbuh dengan baik di hutan, tepi pantai, dan tempat-tempat terbuka lainnya seperti di pekarangan rumah sebagai tanaman pagar di taman-taman sebagai tanaman hias atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari 1-300 m dpl.

Perdu atau pohon kecil, tinggi sekitar 5-13 m, percabangan agak mendatar sehingga tampak rindang. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya jorong sampai memanjang, tepi rata atau bergerigi, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 9-24 cm, lebar 3-16 cm, tulang daun menyirip. Daun muda yang tumbuh di ujung batang warnanya putih sampai kuning pucat, sedang daun tua berwarna hijau muda. Bunganya kecil-kecil berbentuk tabung, merupakan bunga majemuk menggarpu dan jarang ditemukan.

Daun muda dapat dimakan sebagai lalap mentah, direbus, atau sebagai pembungkus buntil.

Perbanyakan dengan cangkok, stek batang atau rantingnya, biasanya dipilih ranting yang cukup besar.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Daun: Bau lemah tidak khas, rasa tawar. Antiradang, pembunuh kuman

Bagian yang dipakai
Daun

Kegunaan
Asma
Bengkak-bengkak, bisul
Penebalan kulit, mata ikan
Sering kencing

Pemakaian
Untuk minum: secukupnya
Pemakaian luar: secukupnya, dipanaskan di atas api sampai lemas atau digodok dengan susu/santan untuk menurap bagian yang sakit.

Cara pemakaian
Kaki bengkak: Daun dicuci bersih lalu dipanaskan di atas api sampai terasa lemas, kemudian diletakkan pada kaki yang bengkak
Bisul: Beberapa lembar daun muda digodok dengan sedikit santan, setelah lunak dilumatkan sampai seperti bubur. Dipakai untuk menurap seluruh permukaan bisul.
Melunakkan kulit yang menebal dan mengeras (clavus): Daun dicuci bersih lalu digodok dengan susu atau santan. Setelah dingin ditempelkan ke bagian kaki yang menebal.
Sesak karena asma: Beberapa lembar daun yang masih muda dicuci lalu diasapkan sebentar, makan sebagai lalap matang. Lakukan 2x sehari.

Daun Jintan | Coleus amboiniscus

daun-jintan

daun-jintan

Kandungan
a. kalium
b. minyak atsiri

Manfaat
a. mengatasi sariawan
b. mengatasi demam
c. mengatasi asma
d. mengatasi batuk rejan
e. mengatasi sakit kepala
f. mengatasi rematik
g. menyembuhkan sakit ayan
h. mengatasi perut kembung

Ramuan tradisional mengatasi berbagai penyakit
daun jintan secukupnya
madu murni secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih daun jintan, rebus dengan air secukupnya hingga mendidih. Saring dan dinginkan. Minum selagi hangat. Tambahkan madu murini kalau tidak tahaun rasanya.

Bunga Kenop | Gomphrena globosa

bunga-kenop

bunga-kenop

Nama daerah
Indonesia: bunga kenop, kembang puter, ratnapakala; Jawa: adas-adasan, gundul; Gorontalo: taimantulu

Uraian tanaman
Herba tahunan tinggi 60 cm atau lebih, berambut. Ditanam di halaman sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari sampai setinggi lebih kurang 1.400 m dpl. Berasal dari Amerika dan Asia. Batang hijau kemerahan, berambut, membesar pada ruas percabangan. Daun duduk berhadapan, bertangkai, bentuk daun bulat telur sungsang sampai memanjang dengan panjang 5-10 cm, lebar 2-5 cm, ujung meruncing warna hijau berambut kasar di bagian atas dan halus di bagian bawah. Warna rambut putih. Bunga bentuk bonggol, warna merah tua keungu-unguan, speerti bola. Ada yang berwarna putih.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, netral, antibatuk, menghilangkan sesak napas, pengobatan radang mata.

Kandungan kimia
Gomphresin I, II, III, IV

Bagian yang dipakai: Bunga atau seluruh tanaman, segar, atau dikeringkan.

Kegunaan
asthma bronchial, radang saluran napas akut dan menahun
batuk rejan
radang mata, sakit kepala
panas pada anak, mimpi buruk
disentri

Pemakaian
9-15 g, rebus

Pemakaian luar
Tanaman segar dilumatkan, dipakai pada bagian tubuh yang sakit atau direbus, untuk cuci. Dipakai untuk luka terpukul atau koreng.

Cara pemakaian
Asthma bronchial
Buang air kecil tidak lancar 3-10 g bunga direbus, minum
Panas pada anak (karena gangguan lever) 7-14 kuntum mawar segar diminum
Disentri: 10 kuntum bunga segar ditambah arak kuning, rebus, minum
Bronkitis kronis: sudah dibuat obat suntik, dimasukkan pada titik akupunktur. 10% penderita timbul rasa kering di tenggorokan setelah mendapat suntikan, tetapi hanya sementara.

Patikan Kebo | Euphorbia horta

patikan-kebo

patikan-kebo

PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tumbuhan ini dapat ditemukan di kebun, pinggir sawah, lapangan, pekarangan rumah. Getah tumbuhan dapat digunakan untuk mengobati mata yang merah karena penyakit belekan atau glaukoma. Di Indonesia tumbuhan ini dikenal scbagai gelang susu, nanangkaan (Sunda), kukon-kukon (Jawa), sosononga (Maluku). Selain itu di Melayu dikenal sebagai gelang susu, Filipina (gatas-gatas) dan Cina (Da fei yang cao).

Tanaman ini memiliki masa tumbuh selama 2-4 bulan, batang tegak atau tegak ujung rebah dengan tinggi 0,06 – 0,6 m, bergetah susu (putih). Penampang batang berbentuk bulat dengan buku membengkak, bergetah putih, ujung batang berambut, memiliki dua helai lembaran daun kecil yang bentuk paku berfungsi melindungi kuncup yang masih muda. Daun berbentuk tunggal berhadapan, bentuk bulat memanjang, runcing atau tumpul, dengan bercak ungu, berambut tersebar, permukaan bawah berambut panjang. Bunga berada di ketiak daun, cyanthium dalam susunan cymes, bentuk kepala, involukurm dengan rambut. Tangkai bunga gundul. Deskripsi benang sari idalah 5 gerombol, dalam susunan tangga seling, putih kekuningan. putik: bakal buah Terambut, biji kecil berwarna cokelat.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT PATIKAN KEBO
Penelitian yang telah dilakukan melaporkan bahwa ekstrak etanol Euphorbia hirta lemiliki aktivitas antimikroba tertinggi terhadap bakteri Salmonella typhi (bakteri enyebab penyakit tifus). Ekstrak daun, batang, bunga dan akar Euphorbia hirta memiliki aktivitas antioksidan dengan urutan aktivitas antioksidan tertinggi adalah daun, bunga, akar, dan batang. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa ekstrak daun Euphorbia hirta memiliki aktivitas larvasida dan pupisida pada vektor nyamuk malaria Anopheh stephensi

Secara empiris patikan kebo biasanya digunakan untuk pengobatan asma dan gangguan penglihatan, obat batuk dan sariawan. Di Nigeria tanaman ini digunakai untuk penyembuhan luka, pengobatan yang disebabkan oleh mikroba antara lain gonorhhoea, disentri.

RESEP
Influenza: Daun patikan kebo Yi genggam dicuci lalu direbus dengan air bersih 2 gelas sehingga hanya tinggal kira-kira ¾-nya, sesudah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya (2 x sehari masing-masing ¾ gelas).

Bronchitis: Daun patikan kebo 1/3 genggam, dicuci bersih lalu digiling halus-halus, diberi air masak ¾ cangkir dan madu 1 sendok makan, diperas dan disaring lalu diminum (2 x sehari).

Batuk: 20 g daun segar direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit (dihitung setela mulai mendidih). Hasil rebusan disaring dan diminum sehari dua kali masing masing setengah gelas.

Disentri. Patikan kebo 15 – 24 g ditambah gula pasir (bila berdarah) atau gula enai (bila berlendir), tambah air secukupnya, ditim, minum.

Melancarkan kencing. Tanaman segar 30- 60 g, tambah air secukupnya, rebus, minum 2 x sehari.

Bronkhitis. Lumatkan herba Patikan Kebo segar yang belum berbunga 10 g ditambah air secukupnya, setelah itu diperas. Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. Lama pengobatan: Konsumsi rutin selama 14 hari.

Abses/Radang payudara. Patikan kebo segar 60 g ditambah 120 g tahu putih, d tim, makan.

Thypus abdominalis. Herba segar 30-150 g direbus dengan air secukupnya diminum 3 kali sehari.

Tinea pedis, eksim. Herba segar 90 g ditambah 1/2 liter alkohol 70 %, direndam 3- hari, untuk cuci.

Radang ginjal ( Pyelitis, nephritis ). Tanaman kering 6-9 g atau segar 30 – 60 g, rebus, minum.

Radang tenggorok. Daun secukupnya, diseduh dengan air panas, pakai untuk kumur-kumur.

Asma. 1 genggam daun patikan kebo kering, direbus dengan 2-3 gelas air hingga mendidih, disaring dan diminum 2 kali sehari ½ gelas, pagi dan sore.

Radang kelenjar susu atau payudara bengkak: Satu genggam daun patikan kebo dan 2 sendok kedelai direbus dengan 3-5 gelas air hingga mendidih. Dinginkan, disaring, dan diminum 2 kali sehari 1 cangkir.

Temu Mangga | Curcuma mangga

temu-mangga

temu-mangga

TEMU MANGGA (Curcuma mangga) merupakan tanaman semak. Ketinggian tumbuhnya mencapai 110 cm. Tanaman ini hanya memiliki batang semu, yang sebenarnya merupakan susunan pelepah daun. Daunnya berbentuk bulat lonjong dengan warna hijau. Panjangnya mencapai 45 cm dan lebarnya 12,5 cm. Sementara itu, bunganya bertandan dan berwarna dominan putih. Tanaman ini memiliki rimpang. Bentuknya bulat telur. Warnanya kuning pucat. Sifatnya renyah dan mudah patah. Aromanya mirip wortel, serta rasanya seperti gabungan mangga dan wortel.

Temu mangga mengandung senyawa kimia di antaranya alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin tetapi tidak mengandung steroid, triterpenoid maupun kuinon.

CARA MENDAPATKAN TEMUMANGGA
Perbanyakan tanaman dengan rimpang. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 100-600 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang

KHASIAT TEMUMANGGA
Sebagai penurun panas (antipiretik), penangkal racun (antitoksik), pencahar (laksatif), dan antioksidan. mengatasi kanker, sakit perut, mengecilkan rahim setelah melahirkan, mengurangi lemak perut, menambah nafsu makan, menguatkan syahwat, gatal-gatal pada vagina, gatal- gatal (pruiritis), luka, sesak nafas (asma), radang saluran nafas (bronkitis), demam, kembung, dan masuk angin. Selain itu itu memiliki efek farmakologi sebagai antiinflamasi, dan analgesik.

RESEP
Pengecil rahim: cuci bersih 100 g rimpang temu mangga segar, kemudian diparut. Peras hasil parutan, lalu saring airnya. Minum air hasil saringan sekaligus.

Penambah nafsu makan: cuci bersih 25 g rimpang temu mangga. Tumbuk rimpang hingga halus, lalu ditambahkan 2 gelas air matang. Saring ramuan. Minum air hasil saringan sehari 2 kali.

Pencegah kanker: cuci bersih 100 g rimpang temu mangga segar, lalu parut. Peras hasil parutan, lalu saring airnya. Minum air hasil saringan sekaligus.

Bunga Merak | Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.

bunga-merak

bunga-merak

KEMBANG merak merupakan tanaman yang sering tumbuh di pekarangan maupun tumbuh liar disekitar kita, memiliki bunga cerah berwarna merah kekuningan. Habitus berupa perdu yang memiliki tinggi 2-4 m bercabang banyak dengan ranting berduri tempel, batang berwarna putih, padat dan Iiat. Daun majemuk menyiripgenap ganda dua berbentuk sungsang, ujung bulat, pangkal menyempit, berwarna hijau kebiruan. Buah bunga merak berbentuk polong, pipih, panjang, dapat dimakan serta berwarna hitam.

CARA MENDAPATKAN BUNGA MERAK
Perbanyakan tanaman biji. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman iar yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga, daun

KHASIAT BUNGA MERAK
Bunga merak memiliki khasiat melancarkan peredaran darah, abortivum (obat yang digunakan untuk menggugurkan kehamilan) dan peluruh haid. Daun bunga merak dapat digunakan sebagai pencahar, batu ginjal, demam malaria, tumor, asma, penyakit kulit, bronchitis dan anti peradangan. (Wanita hamil dilarang meminum rebusan bunga ini).

Seledri | Apium graveolens

seledri

seledri

 

SELEDRI dengan nama botani Apium graveolens L. merupakan jenis tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di daerah yang berhawa sejuk. Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Daerah yang banyak ditanami seledri di Pulau Jawa antara lain Cipanas, Pangalengan, Bandungan, Pujon, Batu dan di Pulau Sumatra seperti Brastagi. Ciri-ciri seledri yaitu batangnya tidak berkayu, pendek, bersegi, beralur membujur dan berwarna hijau pucat. Daun tersusun majemuk dengan tangkai panjang dan berwarna hijau mengkilat. Bunganya tersusun majemuk berkarang, berukuran kecil, dan berwarna putih kehijauan. Buahnya kecil-kecil berwarna cokelat gelap. Seledri diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu seledri daun (A. gravcolens L var. secalinum Alef.) yang batang dan daunnya relatif kecil, dipanen dengan cara dicabut bersama akarnya atau dipotong tangkainya, seledri potong (A. graveolens L. var sylvestre Alef.) yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen dengan cara memotong batangnya, dan seledri berumbi (A. graveolens L. var rapaceum Alef.), yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen hanya daunnya. Di Indonesia umumnya petani menanam seledri daun dan potongan.

CARA MENDAPAT SELEDRI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 1.000-1400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, tangkai, batang, akar

KHASIAT SELEDRI
Semua bagian dari tanaman seledri memiliki khasiat sebagai obat. Akar seledri khasiat sebagai stomakik dan diuretik, sedangkan buah dan bijinya berkhasiat sebagai antispasmodic menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, diuretik peluruh kencing), karminatif (peluruh kentut atau perut kembung), afrosidisiak (bahan yang bisa berfungsi meningkatkan libido atau seksualitas), dan sedatife (penenang). Herba seledri memiliki rasa manis, berbau aromatik, sedikit pedas, dan sifatnya sejuk berkhasiat sebagai tonik, stomakik (meningkatkan nafsu makan), hipotensif (penurui tekanan darah), penghenti pendarahan (hemostatis), diuretik, peluruh haid, karminatif mengeluarkan asam urat darah yang tinggi, pembersih darah, memperbaiki fungs hormon yang terganggu. Beberapa penelitian menunjukkan seledri memiliki aktivitas seperti hepatoprotektif (penjaga fungsi hati), antioksidan, menurunkan kolesterol. antijamur dsb

RESEP
Mengobati mata kering: daun seledri, daun bayam dan daun kelor disiapkan yanj masih segar, kira-kira ⅓ genggam dan dicuci bersih. Kesemua daun kemudiar ditumbuk sampai halus dengan ditambah sedikit garam dapur Tambahkan dengar sedikit air matang kira-kira ⅓ gelas dan kemudian aduk dan saring. Minum ail perasan tersebut 3 kali sehari.

Tekanan darah tinggi: sebanyak 100 g daun seledri yang masih segar yang masil lengkap dengan batang dan akarnya dicuci bersih. Tumbuk hingga halus lalu tambahkan 1 gelas air dan kemudian direbus. Setelah dingin, sari seledri tersebu dibagi dua untuk diminum pagi dan sore hari.

Obat batuk: daun seledri yang masih segar dan masih utuh lengkap dengan batang dan akarnya dipotong secukupnya. Rebus seledri dengan 3 gelas air hingga mendidib lalu disaring. Biarkan air rebusan hingga dingin dan setelahnya tambahkan madu lebah secukupnya. Bagi dua bagian rebusan tersebut untuk diminum pada pagi dan sore hari.

Menyuburkan Rambut: sebanyak 7-10 tangkai daun seledri yang bersih ditumbuk sampai halus. Setelah melakukan keramas, gosokkan tumbukan daun soledir ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Menurunkan Kolesterol: sebanyak 30 g akar seledri dicuci sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Mengatasi Alergi: sebanyak 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang, dan 1 buah umbi bit ukuran sedang dicuci bersih dan kemudian dibuat jus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan dua kali sehari.

Kolik dan Sakit Perut: sediakan 60 g seledri segar, 1 ruas jari tangan jahe merah, dan sepotong gula aren. Rebus dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa 1A gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Bronkitis: cuci 60 g seledri segar, 10 g kulit jeruk mandarin kering, dan 25 g gula aren hingga bersih. Setelah dipotong-potong, masukkan ke dalam panci email, tambahkan 3 gelas air bersih dan rebus hingga tersisa setengahnya. Setelah 1 dingin, saring dan airnya dibagi untuk dua kali minum, pagi dan sore.

Rematik: sejumlah 1 tangkai seledri dicuci, dilalap mentah setiap kali makan.

Wajah berminyak: sebanyak 3 batang seledri dicuci, diiris kecil-kecil. Seduh danl tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskanj sari seledri ke wajah yang sudah bersih. Setelah kering baru muka dibilas. lakukan dengan teratur.

Asma: sejumlah 3 tangkai seledri, 9 daun randu/kapuk dicuci, dilumatkan. Beri gula aren, sedikit garam dan ½ gelas air. Aduk rata, saring. Diminum sebelum sarapan 3 hari berturut-turut.