asparagus health benefits

Asparagus | Asparagus officinalis

asparagus

asparagus

ASPARAGUS (Asparagus officinalis) adalah tanaman yang berasal dari pantai barat Eropa, tersebar mulai dari bagian utara Spanyol, hingga ke Irlandia, Inggris Raya, dan barat laut Jerman. Di India, dikenal dengan nama shavatari, asparagus juga digunakan dalam pengobatan Ayuverdic. Asparagus juga dikenal di wilayah lain dengan nama Lu Sun atau Lo Sun (China), No Mai Farang (Thailand), dan Mang Tay (Vietnam).

Asparagus merupakan tanaman perenial (dapat tumbuh hingga lebih dari dua tahun). Keseluruhan tanaman berwarna hijau gelap dengan daun cladophyll seperti duri kecil. Batangnya dapat tumbuh hingga setinggi 0-1,5 m dengan banyak cabang samping yang tumbuh menyamping (horizontal) sehingga tanaman terlihat tumbuh berlapi-lapis. Batang-batang panjang yang melilit dapat dipotong untuk menjaganya tetap pendek, dan dapat membantu cabang samping tumbuh lebih banyak. Tanaman ini berbunga pada bulan Agustus dan pematangan biji mulai September hingga Oktober. Bunganya adalah bunga individu, dalam satu tanaman hanya terdapat satu jenis rujung, betina saja atau jantan saja (dioecious).

Habitat asli asparagus adalah pinggir pantai (habitat maritim), sehingga asparagus lebih dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan salinitas tinggi. Asparagus juga dapat tumbuh pada tanah dengan pH sangat asam atu sangat basa. Tekstur tanah yang sesuai adalah tanah berpasir atau tanah liat dan cukup kering, di tempat setengah teduh atau pun tanpa naungan.

Asparagus kaya akan nutrisi karbohidrat, lemak, protein dan vitamin, serta mineral yang terkandung antara lain kalsium, besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, dan seng. Sedangkan senyawaan lain yang dimiliki tanaman ini di antaranya karotenoid yang bermanfaat untuk kesehatan mata, polifenol yang memiliki banyak manfaat di antaranya antioksidan, antiradang, antikanker, dan melancarkan peredaran darah. Senyawaan polifenol yang terdapat pada tanaman asparagus diantaranya kaemferol glikosida, asam kafeat, asam klorogenat, asam sinamat dan rutin. Asparagus juga mengandung steroidal saponin yang memberikan rasa pahit pada batang muda tanaman ini, serta antosianin yang juga bermanfaat antioksidan.

CARA MENDAPAT ASPARAGUS
Daerah budidaya asparagus di antaranya terdapat di banjar Bukian, Desa Pelaga, daerah dataran tinggi bagian utara Bandung, Jawa Barat. Tempat ini juga mulai dikembangkan menjadi tempat agrowisata. Selain itu, terdapat juga pusat budidaya di daerah Teras dan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pusat budidaya di Teras-Boyolali merupakan kelompok tani di bawah CV. Aspakusa.

Jika ingin membudidayakan sendiri, asparagus dapat ditumbuhkan dalam rumah kaca, dan sangat mudah tumbuh pada tanah dengan tekstur berpasir kering. pH terbaik adalah 6,5 atau lebih tinggi, dengan toleransi antara 4,3-8,2. Posisi terbaik adalah di bawah sinar matahari yang cukup terang. Asparagus sangat baik ditanam bersama-sama dengan tomat. Ketika ditanam bersama-sama, tomat membantu melindungi asparagus dari kumbang asparagus, sedangkan asparagus diketahui dapat menolak nematoda yang dapat menginfeksi tomat. Propagasi tanaman ini bisa dilakukan dengan biji, dan dibutuhkan kedua jenis tanaman dengan rujung jantan dan betina. Proses penyerbukan dibantu oleh lebah (tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, batang muda, dan akar.

KHASIAT ASPARAGUS
Asparagus telah dibudidaya sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu sebagai sayuran dan medisinal herbal. Bagian yang berkhasiat adalah bagian akar dan batangnya. Kedua bagian ini diketahui memiliki efek menyegarkan dan membersihkan usus, ginjal, dan hati. Asparagus berkhasiat mencegah keram otot (antispasmodik), melancarkan pencernaan, penghilang rasa sakit, pengeluar keringat (diaforetik), diuretik, sebagai obat penenang (sedatif), dan penguat (tonik). Infusa akar asparagus berkhasiat mengobati penyakit kuning dan memperbaiki kinerja ginjal. Kinerja diuretik yang kuat dari akar asparagus sangat bermanfaat untuk pengobatan bermacam-macam masalah berurin termasuk sistitis. Selain itu juga dimanfaatkan pada pengobatan kanker dan menurunkan tekanan darah tinggi. Di samping akar dan batang, biji asparagus juga memiliki aktivitas antibiotik.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan saponin di asparagus memiliki aktivitas anti jamur. Selain itu, senyawa kimia yang terdapat pada ekstrak etil asetat asparagus diketahui dapat menghambat aktivitas en/.im siklooksigenase-2 (COX-2) dan berpotensi sebagai anti peradangan. Kandungan polifenol yang terdapat pada asparagus berkhasiat antioksidan. Penelitian lain juga membuktikan bahwa polisakarida yang terkandung dalam asparagus memiliki aktivitas antioksidan dan antitumor.

RESEP
Asparagus biasanya disajikan sebagai sayuran. Pengolahan yang terbaik adalah dengan merebusnya 3-4 menit kemudian dibuat sup.