Monthly Archives: September 2015

Jamu Galian Remaja Putri

Ramuan 1

2 ruas rimpang temugiring
2 ruas rimpang kunyit
2 ruas rimpang kencur
1 ruas rimpang temulawak
5 biji bunga sidowayah kering
5 butir cengkih
seujung sendok teh adas
seujung sendok teh mungsi
1 ruas kayu manis jangan

Khasiat:
Ramuan ini berfungsi membantu pembentukan tubuh yang ideal dan juga alat reproduksi, meskipun tidak secara langsung. Adas berkhasiat menguatkan massa kelenjar payudara. Ramuan ini juga mencegah infeksi dan tumbuhnya jamur yang menyebabkan keputihan.

Cara membuat:
Kupas semua bahan dan cuci bersih. Lalu, temu giring, kunyit, kencur, dan temu lawak ditumbuk hingga halus. Setelah itu campur semua bahan dan rebus dengan 2 gelas air putih. Setelah mendidih, kecilkan api dan rebus ramuan tersehut hingga airnya tinggal setengah. Saring. Beri sedikit gula aren atau madu dan air perasan jeruk nipis. Minum ramuan ini 1x sehari, pada sore hari. Ramuan ini jangan diminum setiap hari. cukup 2 hari sekali saja.

Catatan: Bagi wanita dewasa, untuk memelihara keindahan tubuh dan wajah berseri-seri, lebih cocok minum Jamu Galian Putri.

Diare | Diarrhea

Ramuan 1

Bahan:
20 g kulit batang kemiri segar
600 cc air

Cara membuat:
Rebus kulit batang kemiri hingga volume air berkurang setengahnya. Minum 2x sehari sebanyak 150 cc. Teruskan hingga diare sembuh benar.

Bau Mulut | Bad Breath

Bahan:
buah kapulaga

Cara membuat:
Buah direbus dan dimakan.

Cara Menghilangkan Bau Badan

Ramuan 1

Bahan:
rimpang kapulaga

Cara membuat:
Rebus rimpang kapulaga secukupnya lalu minum airnya.

Ramuan 2

100 g daging mangga
5 g daun kemangi
100 g papaya

Bersihkan semua bahan dan potong kecil-kecil.
Masukkan semua bahan dan masukkan ke dalam blender. Tambahkan 50 ml air matang. Proses dengan blender sampai halus.
Tempatkan dalam gelas dan siap untuk diminum.
Untuk menambah rasa, dapat ditambahkan madu atau gula merah secukupnya.

Ramuan 3

1 genggam daun beluntas
1 ruas jari kunyit
1 ruas jari temugiring

Khasiat:
Daun beluntas yang memiliki bau enak, bila direbus, baik untuk menghilangkan bau badan. Kunyit yang mengandung kurkumin bermanfaat membunuh bakteri. Temugiring diketahui berkhasiat menghaluskan kulit.

Cara membuat:
Kupas temugiring dan kunyit. Cuci bersih bersama semua bahan. Setelah itu, tumbuk bersama semua ramuan. Peras dan saring. Minum ramuan ini 2x sehari.

Rangga Dipa | Clerodendron indicum

rangga-dipa

rangga-dipa

NAMA DAERAH:
Sumatera: Rangga dipa Jawa: Genje. daun apiun, sekar petak, biduyuk, ganja, memadatan.

URAIAN TANAMAN:
Perdu tegak, tinggi 1-3 m,
tumbuh liar di hutan, ladang,
kadang ditanam di halaman dekat pagar dan dapat ditemukan sampai 1.200 m di atas permukaan laut, pada tempat yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung.

Batangnya berwarna hijau, retak-retak membujur, tengahnya berongga.
Daun bangun garis, panjang 7-15 cm. lebar 1,5-2 cm, letak berkarang, ujung runcing, pangkal menyempit, tepi rata, warnanya hijau tua mengkilap.
Bunga tumbuh berkumpul berbentuk payung di ketiak daun dan ujung tangkai, warnanya kuning. Buahnya bulat.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Pahit, sejuk. Peluruh kencing (diuretik)

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Daun.

KEGUNAAN:
Radang saluran kencing, radang kandung kemih.
Keseleo, rematik.
Asma.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-15 gr, digodok.
Pemakaian luar: dilumatkan dan ditempelkan ke tempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:
Radang saluran kencing, radang kandung kemih: Rangga dipa dan rumput lidah ular secukupnya digodok, minum.
Sesak napas: Daun kering digulung, hisap seperti rokok.

Catatan: Clerodendron sama dengan Clerodendrum.

Ajeran | Bidens pilosa

ajeran

ajeran

NAMA DAERAH:
Hereuga. jaringan, ketul, ketul kebo. ketul sapi, ketulan. lancituwa.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Akar. daun, seluruh tanaman

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Rasa pahit. agak dingin. penurun panas (antipiretik). antiradang (anti-inflamasi). menghentikan pcrdarahan. melancarkan peredaran darah, astringen.

URAIAN TANAMAN:

Tumbuhan liar, kadang-kadang di kebun sebagai tanaman hias. Tinggi 50-150 cm. tumbuh di pinggir jalan dan tanah kosong yang tidak terpelihara, ditempat panas atau agak teduh dan lembap. Batang 4 persegi. warna hijau, dan ujung batang kadang-kadang berbulu kasar. Daun bertiga atau terbagi tiga bentuk bulat telur, pinggir bergerigi, warna hijau mempunyai tangkai daun. Pada pangkal tangkai daun tcrdapat daun kecil-kecil. Bunga bcrtangkai, mahkota bunga berwarna putih. dengan putik bulat bcrwarna kuning.

KANDUNGAN KIMIA:
Phytosterin B

KEGUNAAN:
1. Influenza, demam. sakit tenggorok (penyebab virus).
2. Radang usus buntu (Acute appendixitis).
3. Acute infectious hepatitis.
4. Gastroenteritis (berak-berak/mencret).
5. Rheumatik sendi.
6. Radang selaput otak 7. Wasir (haemorrhoids), gatal-gatal (pruritus).
8. Sakit gigi.

PEMAKAIAN:
15 – 120 gr. direbus.

PEMAKAIAN LUAR:
Radang kulit bernanah (Pyodermi), gigitan ular, memar terpukul. wasir. gatal-gatal, lumatkan bahan segar untuk dipakai ditempat yang sakit, atau rebus dengan air untuk cuci. Untuk koreng, daun dilayukan diatas api, ditempelkan pada tempat kelainan.

CARA PEMAKAIAN:
Appendixitis : * Bidens pilosa 60-120 gr., Allium sativum (bawang putih) 30-60 gr, direbus, dibagi dalam 4 dosis.
Encephalitis epidemica: Bidens pilosa 15-30 gr.
* Murraya paniculata (kemuning) 30-90 gr, rebus dengan 4 gelas air menjadi 1½ gelas, untuk 2 kali minum. Untuk yang berat, untuk 1 kali minum, sehari 2 kali.
Sakit gigi: Daun dikunyah

OBAT PATEN:
Ganmaoching.

Ketepeng Kecil | Cassia tora

ketepeng-kecil

ketepeng-kecil

NAMA DAERAH:
Ketepeng sapi, ketepeng cilik (Jawa), ketepeng lentik (Sunda), pepo (Timor)

URAIAN TANAMAN:
Tanaman berupa perdu kecil yang tumbuh tegak dcngan tinggi sekitar 1 m. Tumbuh liar di pinggir kota, daerah tepi sungai. semak belukar dan kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias. Batangnya lurus. pangkal batang bcrkayu. banyak bercabang, daerah ujung batang berambut jarang. Daun letak berseling, berupa daun majemuk menyirip ganda terdiri dari 3 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang. panjang 2-3 cm, lebar 116 – 3 cm ujung agak membulat dan pangkal daun melancip, warna hijau, permukaan bawah daun berambut halus. Bunganya banyak berwarna kuning tersusun dalam rangkaian tandan yang tumbuh pada ketiak daun. Buahnya buah polong berkulit keras berisi 20-30 biji yang bentuknya lengkung berwarna coklat kuning mengkilat. Tanaman perdu ini berasal dari Amerika tropik dan menyukai tempat terbuka atau agak teduh dapat tumbuh di dataran rendah sampai 800 m di atas permukaan laut.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Terasa manit pahit dan asin. agak dingin. Pengobatan radang mata. peluruh air seni. melancarkan buang air besar. Herba ini masuk meridian liver (Purifies-membersihkan) dan meridian ginjal (Supports-menguatkan)

KANDUNGAN KIMIA:
Biji segar mengandung chryzophanol, emodin. aloe-emodin. rhein.
physcion, obtusin, aurantio-obtusin, rubrobusarin, torachryson, toralactone, vit. A.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Biji. dikeringkan

KEGUNAAN:
Radang mata merah, luka kornea (ulcus cornea), rabun senja, glaucoma.
Tekanan darah tinggi.
3. Hepatitis, cirrhosis, ascites (Perut busung air).
4. Sulit buang air besar

PEMAKAIAN:
5-15 gram direbus. minum atau dijadikan bubuk untuk pemakaian luar.

CARA PEMAKAIAN:
Tekanan darah tinggi: 15 gram biji digongseng (goreng tanpa minyak) sampai kuning. kemudian digiling sampai terasa kesat. ditambah gula secukupnya. seduh dengan air panas atau direbus, minum sebagai pengganti teh.
Radang mata: Bubuk/serbuk ditambah teh secukupnya, tcmpelkan pada kedua pelipis (Pada kedua titik akupunktur Tay Yang / istimewa).
Cacingan pada anak: 9 gram bubuk + 1 pasang hati ayam, dilumatkan dan ditambah sedikit arak putih, diaduk menjadi lempengan, kukus, makan.

Stepanot Jingga | Pyrostegia venusta

stepanot-jingga

stepanot-jingga

NAMA ASING:
Fire-cracker vine, oranye stephanoot, oranjebloemige stephanotis

URAIAN TANAMAN:
Tumbuhan memanjat, sedikit berkayu, panjang 2-8 m, biasa ditanam di halaman dengan cara dirambatkan pada pergola atau pagar halaman.

Daun majemuk menjari dengan 2-3 helai anak daun yang bentuknya bulat telur sampai lanset, bertangkai, kaku, ujungnya meruncing, tepi rata sedikit melengkung ke atas, warnanya hijau tua, dengan panjang 4-6,5 cm, dan lebar 3-4 cm. Pada pertemuan tangkai anak daun keluar sulur yang digunakan sebagai alat untuk membelit sewaktu memanjat. Bunganya bunga majemuk berwarna oranye, berbentuk tabung.

Tanaman hias yang berasal dari Brazil ini menyukai cahaya matahari langsung. dan dapat ditemukan berbunga banyak bila ditanam terutama di atas 400 m dari permukaan laut.

Perbanyakan dengan stek atau cangkok batang.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Bjnga: Manis,. netral. Menguatkan paru-paru dan menghilangkan batuk.
Daun: Pahit. sedikit astringen, netral. Anti radang. menyejukkan tenggorok.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Bunga dan daun. Setelah dipetik, bunga dan daun dicuci bersih, lalu dijemur sampai kering, untuk penyimpanan.

KEGUNAAN:
Batuk, radang saluran napas (Bronchiolitis).
Sakit tenggorok

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 15-30 gr, digodok atau digiling halus menjadi bubuk, setiap kali pemakaian 3 gr diminum dengan air hangat.

Jukut Pendul | Kyllinga brevifolia

jukut-pendul

jukut-pendul

NAMA DAERAH: Jukut pendul, teki (Sunda)

URAIAN TANAMAN:
Terna menahun, tinggi 7-20 cm, wangi. Tumbuh pada tanah lembab di sisi jalan, tanah terlantar. padang rumput. 0ari dataran rendah sampai 2.600 m di atas permukaan laut.

Tumbuh berkumpul, dengan rimpang yang pendek dan merayap, letaknya sedikit dibawah permukaan tanah, mengeluarkan batang tegak bersegi tiga, pejal, berdaun hanya didekat pangkalnya.

Daun pangkal batang, 2-4, bangun garis, panjang menyempit dengan ujung runcing, pujjjdiig 3-10 cm, lebar 1,3-4 mm, warnanya hijau tua, agak kasap.
Bunga bentuknya bundar memanjang mirip bongfcol, warnanya hijau muda panjang 4-8 mm. Buah bulat memanjang; sedikit gepeng, warnanya coklat muda.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :
Rasa pedas, netral. Penurun panas (anti piretik), anti radang, peluruh kemih (diuretik), menghilangkan batuk (antitusif), mengencerkan dahak.

KANDUNGAN KIMIA:
Minyak terbang

BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tanaman

KEGUNAAN :
Selesma, radang saluran napas (bronchitis), batuk rejan (pertusis).
Malaria, disentri basiler.
Sakit kuning (icteric hepatitis)
Kencing berlemak (chyluria).
Rematik, luka terpukul, luka berdarah
Pemakaian luar untuk: Gigitan ular, gatal-gatal (pruritus), koreng, bisul

PEMAKAIAN :
Untuk minum:
30-60 gr rumput segar digodok. atau ditumbuk halus lalu diperas, airnya diminum.

Pemakaian luar:
Rumput segar dilumatkan, dibubuhkan ketempat yang sakit atau digodok dan air godokan- nya dipakai untuk cuci.

CARA PEMAKAIAN :
Batuk rejan, bronchitis, batuk : 60 gr rumput segar dicuci bersih, lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. dibagi untuk 2 kali minum.

Malaria : 60 gr rumput segar digodok. diminum 4 jam sebelum gejala/serangan timbul.

Air kemih berlemak (chyluria): 60 gr jukut pendul ditambah 60 gr buah Euphoria longan (lengkeng), digodok, minum.

Disentri: 30-45 gr rumput segar setelah dicuci bersih ditambah air dan gula secukup- nya, lalu ditim selama 1 jam, minum.

Gatal-gatal di kulit : Tumbuhan segar digodok, airnya untuk cuci.

Radang mulut pada anak-anak : 30 gr akar dan batang jukut pendul digodok dengan air. Airnya dipakai untuk menyeduh madu secukupnya lalu diminum.

Rematik : 30-60*gr rumput segar digodok, minum.

Tulang patah, luka berdarah : Rumput segar setelah dicuci bersih ditumbuk sampai halus dan dibalur ketempat yang sakit lalu dibalut. Sehari diganti 2 kali.

Sakit kuning : 30-60 gr rumput segar dicuci bersih, lalu digodok , minum.

Sakit perut karena peredaran darah tidak lancar: 30 gr jukut pendul dicuci bersih lalu digodok, minum.

Paria Gunung | Cardiospermum halicacabum

paria-gunung

paria-gunung

NAMA DAERAH: Cenet areuy, paria gunung (Sunda) ketipes, parenan, pulungan (Jawa), pepare kurung (Jakarta), bondot, plentangan, lung genje.

NAMA ASING: Coeur des indes, pois de coeur, herzsame, kerstmisbloem, balloon vine, heart pea.

URAIAN TANAMAN:
Terna setahun, tumbuh liar di lapangan rumput, tepi jalan. di hutan dan di ladang, pada tempat-tempat keri’ng yang terkena sinar matahari dari 1 – 700 m di atas permukaan laut.

Terna berbatang lemas ini tumbuh memanjat dengan sulur/alat pembelit yang keluar dari karangan bunga, berambut halus, panjangnya dapat mencapai 2-3 m.

Daunnya berupa daun majemuk menjari beranak daun tiga ganda dua, letak berseling.dengan anak daun bertangkai, bulat telur memanjang, bercangap menyirip dalam, ujung runcing, tepi bergerigi, dengan panjang 5-9 cm.
Bunga kecil berwarna putih dengan sepasang alat pembelit untuk memanjat,
berkumpul dalam karangan bunga yang keluar dari ketiak daun.
Buah berupa selaput, melembung bersegi tiga, dengan 3 buah biji bentuknya bulat berwarna hitam, di tengahnya berwarna putih.

Di beberapa daerah paria gunung dimakan sebagai sayuran dan bijinya yang telah tua sering dibuat sebagai perhiasan oleh anak-anak.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Manis, pedas, dingin. Menghilangkan bekuan darah, menghilangkan bengkak, membersihkan darah, menetralkan panas dan racun, anti radang, melancarkan kencing. Herba ini masuk meridian lever dan ginjal.

KANDUNGAN KIMIA:
Biji: Zat lendir, saponin, lemak, calsium, nitrogen, organic phosphate compound. Minyak dari biji: 1 -eicosenoic acid 42%, palmitate acid 3%, linolenic acid 8%, linoleic acid 8%, oleic acid 22%, stearic acid 2%. arachidic acid 10%, dan asam lemak dengan berat molekul rendah 5%.
Batang dan daun: Saponin, tanin, calsium oksalat, sulfur.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:
Flu. demam, badan sakit-sakit (rheumatism).
Radang ginjal (nephritis), infeksi saluran kencing.
Kencing sedikit (Oliguria), bengkak (oedem).
Kencing manis (Diabetes mellitus).
Pertussis (batuk rejan).
Radang telinga tengah (Otitis media).
Sakit kuning.
Menormalkan siklus haid, merangsang haid (emmenagogue).
Diare, disentri.
Obat cacing (anthelmintic).
Merangsang muntah.
Susah buang air besar (sembelit)

PEMAKAIAN LUAR:
Terpukul, radang kulit bernanah, eczema, scabies, bisul, gigitan ular

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-15 gr (segar: 30-60 gr), godok.
Pemakaian luar:Herba segar dilumatkan. balurkan ke tempat yang sakit, atau digodok, airnya untuk cuci

CARA PEMAKAIAN:
Kencing sedikit (oliguria): 15 gr bahan kering digodok, airnya untuk menyeduh arak kuning, minum.
Kencing manis: 60 gr herba segar digodok, minum.
Terpukul: 10-15 gr bahan segar ditumbuk, air perasannya diminum dengan arak kumng. Bisul: Tumbuhan segar ditambah nasi dingin dan garam secukupnya, digiling halus. Tempelkan pada bisul.
Sakit kepala: Daun digiling halus, untuk tapel pada pelipis.
Merangsang haid: Herba segar setelah dicuci bersih ditumbuk, air perasannya diminum.
Diare, disentri:
Air godokan daun kering dipompakan melalui dubur.
Daun dan batang digodok, minum.