Tempuyung | Sonchus arvensis

tempuyung

tempuyung

TEMPUYUNG (Sonchus arvensis) termasuk tanaman obat asli Indonesia dari familia Asteraceae. Tempuyung memiliki nama daerah, diantaranya lempung, gelibuk, rayana (Sunda), dan jombang (Jawa). Tanaman ini tumbuh di tempat terbuka atau sedikit terlindung di tempat yang bertebing, di pematang, dan di pinggir saluran air (Heyne 1987). Tanaman ini merupakan tumbuhan herba tahunan dan tingginya dapat mencapai 2 m. Batang berusuk, berlobang, bergetah putih, percabangan monopodial, dan berwarna hijau keputihan. Daunnya tunggal, berlekuk menjari atau tidak teratur, ujung meruncing, dan berwarna hijau. Bunga majemuk, berbentuk bongol, mahkota bunga berwarna kuning terang, yang lama-kelamaan berwarna merah kecokelatan. Akar tunggang dan kokoh. Berdasarkan ilmu taksonomi tempuyung termasuk suku Asteraceae, marga Sonchus, dan jenis Sonchus arvensis.

Tempuyung mengandung senyawa flavonoid, oc-laktuserol, p-laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, taraksesterol.

CARA MENDAPATKAN TEMPUYUNG
Saat ini Tempuyung belum dibudidayakan, tetapi tempuyung dapat diperoleh secara liar. Perbanvakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama ! dan gulma, pemupukan serta menyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-800 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT TEMPUYUNG
Daun tempuyung di Indonesia dapat digunakan sebagai obat untuk menghancurkan batu ginjal sehingga dapat mcmperbaiki fungsi ginjal. Daun tempuyung mengandung ion-ion mineral cukup tinggi terutama K dan Na yang dapat mengatur keseimbangan elektrolit di dalam tubuh, aehingga nwmpermudah keluarnya air seni. Selain itu daun tempuyung juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi, obat bengkak, menghilangkan rasa lesu dan pegal, obat penenang, dan penyakit asma.

RESEP
Untuk mengobati batu ginjal: diperlukan 3 lembar daun tempuyung yang direbus dalam panci kecil bersama air bersih 2 gelas hingga aimya tinggal setengahnya. Dinginkan, saring dan minum sehari 3x.

Untuk mengobati kelebihan asam urat: Rebus 6,25 gram akar dan 6,25 gram daun tempuyung, satu iris jahe, 0,25 gram cengkih, ditambah gula secukupnya dengan 500 mL air hingga tersisa 250 mL air, kemudian disaring dan diminum pagi dan malam masing-masing 20 mL.

Melancarkan air seni: panggang daun tempuyung di bara api sampai agak layu, kemudian dapat dimakan langsung.

Untuk mengobati wasir dan disentri: rebus 15-60 gram daun tempuyung, saring lalu minum airnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *