Monthly Archives: August 2015

Seledri | Apium graveolens

seledri

seledri

 

SELEDRI dengan nama botani Apium graveolens L. merupakan jenis tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di daerah yang berhawa sejuk. Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Daerah yang banyak ditanami seledri di Pulau Jawa antara lain Cipanas, Pangalengan, Bandungan, Pujon, Batu dan di Pulau Sumatra seperti Brastagi. Ciri-ciri seledri yaitu batangnya tidak berkayu, pendek, bersegi, beralur membujur dan berwarna hijau pucat. Daun tersusun majemuk dengan tangkai panjang dan berwarna hijau mengkilat. Bunganya tersusun majemuk berkarang, berukuran kecil, dan berwarna putih kehijauan. Buahnya kecil-kecil berwarna cokelat gelap. Seledri diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu seledri daun (A. gravcolens L var. secalinum Alef.) yang batang dan daunnya relatif kecil, dipanen dengan cara dicabut bersama akarnya atau dipotong tangkainya, seledri potong (A. graveolens L. var sylvestre Alef.) yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen dengan cara memotong batangnya, dan seledri berumbi (A. graveolens L. var rapaceum Alef.), yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen hanya daunnya. Di Indonesia umumnya petani menanam seledri daun dan potongan.

CARA MENDAPAT SELEDRI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 1.000-1400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, tangkai, batang, akar

KHASIAT SELEDRI
Semua bagian dari tanaman seledri memiliki khasiat sebagai obat. Akar seledri khasiat sebagai stomakik dan diuretik, sedangkan buah dan bijinya berkhasiat sebagai antispasmodic menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, diuretik peluruh kencing), karminatif (peluruh kentut atau perut kembung), afrosidisiak (bahan yang bisa berfungsi meningkatkan libido atau seksualitas), dan sedatife (penenang). Herba seledri memiliki rasa manis, berbau aromatik, sedikit pedas, dan sifatnya sejuk berkhasiat sebagai tonik, stomakik (meningkatkan nafsu makan), hipotensif (penurui tekanan darah), penghenti pendarahan (hemostatis), diuretik, peluruh haid, karminatif mengeluarkan asam urat darah yang tinggi, pembersih darah, memperbaiki fungs hormon yang terganggu. Beberapa penelitian menunjukkan seledri memiliki aktivitas seperti hepatoprotektif (penjaga fungsi hati), antioksidan, menurunkan kolesterol. antijamur dsb

RESEP
Mengobati mata kering: daun seledri, daun bayam dan daun kelor disiapkan yanj masih segar, kira-kira ⅓ genggam dan dicuci bersih. Kesemua daun kemudiar ditumbuk sampai halus dengan ditambah sedikit garam dapur Tambahkan dengar sedikit air matang kira-kira ⅓ gelas dan kemudian aduk dan saring. Minum ail perasan tersebut 3 kali sehari.

Tekanan darah tinggi: sebanyak 100 g daun seledri yang masih segar yang masil lengkap dengan batang dan akarnya dicuci bersih. Tumbuk hingga halus lalu tambahkan 1 gelas air dan kemudian direbus. Setelah dingin, sari seledri tersebu dibagi dua untuk diminum pagi dan sore hari.

Obat batuk: daun seledri yang masih segar dan masih utuh lengkap dengan batang dan akarnya dipotong secukupnya. Rebus seledri dengan 3 gelas air hingga mendidib lalu disaring. Biarkan air rebusan hingga dingin dan setelahnya tambahkan madu lebah secukupnya. Bagi dua bagian rebusan tersebut untuk diminum pada pagi dan sore hari.

Menyuburkan Rambut: sebanyak 7-10 tangkai daun seledri yang bersih ditumbuk sampai halus. Setelah melakukan keramas, gosokkan tumbukan daun soledir ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Menurunkan Kolesterol: sebanyak 30 g akar seledri dicuci sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Mengatasi Alergi: sebanyak 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang, dan 1 buah umbi bit ukuran sedang dicuci bersih dan kemudian dibuat jus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan dua kali sehari.

Kolik dan Sakit Perut: sediakan 60 g seledri segar, 1 ruas jari tangan jahe merah, dan sepotong gula aren. Rebus dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa 1A gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Bronkitis: cuci 60 g seledri segar, 10 g kulit jeruk mandarin kering, dan 25 g gula aren hingga bersih. Setelah dipotong-potong, masukkan ke dalam panci email, tambahkan 3 gelas air bersih dan rebus hingga tersisa setengahnya. Setelah 1 dingin, saring dan airnya dibagi untuk dua kali minum, pagi dan sore.

Rematik: sejumlah 1 tangkai seledri dicuci, dilalap mentah setiap kali makan.

Wajah berminyak: sebanyak 3 batang seledri dicuci, diiris kecil-kecil. Seduh danl tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskanj sari seledri ke wajah yang sudah bersih. Setelah kering baru muka dibilas. lakukan dengan teratur.

Asma: sejumlah 3 tangkai seledri, 9 daun randu/kapuk dicuci, dilumatkan. Beri gula aren, sedikit garam dan ½ gelas air. Aduk rata, saring. Diminum sebelum sarapan 3 hari berturut-turut.

Selada | Lactuca sativa

selada

selada

Kandungan
a. vitamin A
b. vitamin C
c. vitamin E
d. betakaroten
e. seng
f. asam folat
g. magnesium
h. kalsium
i. mangaan
j. yodium
k. kobalt
l. fosfor
m. potassium
n. natrium

Manfaat
a. menjaga keseimbangan tubuh
b. mengatasi insomnia
c. menjaga kesehatan paru-paru
d. mencegah penyakit kanker
e. mencegah penyakit hati
f. mencegah terjadinya stroke
g. mengatasi anemia
h. mengatasi bronkitis

Ramuan tradisional mengobati berbagai penyakit
Selada biasanya dikenali sebagai penghias salad dan jarang digunakan secara khusus untuk masakan atau sayur. Oleh karena itu, kalau ingin mendapatkan manfaat selada yang luar biasa, sebaiknya mengonsumsinya secara rutin. Tidak harus dikonsumsi mentah, tetapi dapat disayur, dijus dengan buah dan sayur lainnya, dengan tambahan madu murni dn lain-lain.

Pegagan | Centella aquatica

pegagan

pegagan

PEGAGAN juga disebut tapak kuda karena daunnya mirip tapal kaki kuda. Terna menahun bernama latin Centella aquatica itu berlubang lunak, ramping dcngan tunas-tunas panjang berakar. Memiliki rimpang pendek dan stolon-stolon merayap sepanjang 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, dan banyak bercabang. Banyak orang mengenal tanaman asal Asia tropik itu sebagai pegagan. Ada juga yang menyebutnya antanan (Sunda), pacul goang (Jawa Tengah), regedeg (Yogya), gan-ganan (Madura), taidaah (Bali), wisu-wisu (Makasar), cipu balawo (Bugis), Dogauke (Papua), dan sarowati (Halmahera).

Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso- inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang terdapat dalam tanaman ini memberikan efek rasa pahit.

CARA MENDAPAT PEGAGAN
Perbanyakan dengan stolon. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 200-1.400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT PEGAGAN
Khasiat pegagan antara lain sebagai obat antiinfeksi, antitoksik, penurun panas, peluruh kemih, penenang dan tonik.

Tanaman ini digunakan sebagai obat tradisional mengobati demam, bronkhitis, flek paru, asma, batuk darah, meningkatkan daya ingat, pembengkakan liver, hipertensi, asam urat tinggi, infeksi saluran kemih, prostat, wasir, jerawat, campak, dan lepra.

Tanaman ini memiliki efek antiinflamasi, antibiotik, antidemam, antidiuretik, dan leratolitik. Bahkan kemampuan antibiotik dan antiinflamasinya tergolong tinggi hingga berguna pula sebagai antibakteri. Tak heran jika pegagan efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorok, radang lambung, hingga disentri. Karena khasiatnya sebagai antiinflamasi pula sehingga ia mulai dilirik sebagai bahan baku salep untuk mengobati luka, seperti salep Medicazol. Bahkan salep ini kini sangat akrab dikenal para dokter bedah di berbagai rumah sakit.

RESEP
Untuk mengobati radang organ dalam tubuh, diminum sari daun tanamannya Caranya, 1 kg daun segar ditumbuk halus, kemudian ditambah 0,5 liter air mata diperas, lalu disaring. Perasan itulah yang diminum. Meski dapat dibuat simplisia daun kering, namun paling baik menggunakan tanaman segar, sebab jika dikeringkan khasiat tanaman akan berkurang.

Ophiopogon | Ophiopogon Japonicus

ophiopogon

ophiopogon

Terna menahun, tinggi 15-40 cm, biasa ditanam sebagai tanaman hias. Daun tumbuh berkumpul membentuk roset akar, lurus panjang dengan panjang 15-40 cm, lebar 3-7 mm, ujung lancip dengan pangkal menyempit menjadi tangkai. Warna daun hijau mengkilap dengan kedua bagian tepi bergaris putih.

Bunga tersusun dalam karangan berbentuk malai yang panjangnya 6,5-14 cm, warnanya ungu muda atau putih, kecil-kecil. Buah bulat, warnanya hijau tua, bila masak warnanya biru gelap. Tanaman ini memiliki akar serabut dengan pembesaran di beberapa tempat membentuk umbi kecil-kecil.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis

Manis, agak pahit, dingin. Masuk meridian paru, lambung, dan jantung.

Kandungan kimia

Umbi mengandung:

1. Steroid saponin

2. Isoflavonoid

3. D-glucose

Bagian yang dipakai
Umbi

Kegunaan
batuk kering, abses paru
muntah darah, batuk darah
panas dalam, haus, mulut dan kerongkongan kering
susah buang air besar
melancarkan kencing

Pemakaian
Untuk minum: 7-15 g digodok atau dijadikan pil.

Mindi | Melia azedarach

mindi

mindi

Kandungan
a. toosendanin
b. antelmintik
c. santonin

Manfaat
a. mencegah penyakit cacingan
b. antijamur
c. menyembuhkan gatal-gatal

Langsat | Lansium domesticum

langsat

langsat

Kandungan
a. air
b. antioksidan

Manfaat
a. menyembuhkan demam
b. mengatasi diare
c. mengembalikan kekuatan tubuh bagi ibu melahirkan
d. mengatasi gigitan ulat bulu
e. mengatasi wasir
f. mengatasi buang air besar berdarah
g. mengusir nyamuk

Kumis Kucing | Orthosiphon aristatus (Blume)

kumis-kucing

kumis-kucing

KUMIS KUCING merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris), giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koceng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis, kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia.
Kumis kucing termasuk terna tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku- kukunya dan tingginya mencapai 2 m. Batang bersegi empat agak beralur berbulu pendek atau gundul. Helai daun berbentuk bundar atau lojong, lanset, bundar telur atau belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, ukuran daun panjang 1-10 cm Jan lebarnya 7,5 mm-1,5 cm. Urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul, dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai daun 7-29 cm. Ciri khas tanaman ada pada bagian kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berbulu pendek dan jarang, sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota yang bersifat terminal yakni berupa tandan yang keluar dari ujung cabang dengan panjang 7-29 cm, dengan ukuran panjang 13-27 mm, di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih, panjang tabung 10-18 mm, panjang bibir 4,5-10 mm. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Buah geluk berwarna cokelat gelap, panjang 1,75-2 mm. 2.3. gagang berbulu pendek dan jarang, panjang 1 mm sampai 6 mm. Tanaman ini mengandung ortosifonin, garam kalium, saponin, tanin.

CARA MENDAPATKAN KUMIS KUCING
Perbanyakan tanaman dengan distek dan diberi pupuk. Tanaman ini akan tumbuh iengan baik pada dataran rendah sampai 1.000 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga dan daun

KHASIAT KUMIS KUCING
Daun Kumis kucing basah maupun kering digunakan untuk menanggulangi berbagai penyakit. Di Indonesia daun yang kering (simplisia) dipakai sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobat rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebaga upaya penyembuhan batuk, encok, masuk angin dan sembelit. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untuk pengobatan radang ginjal, batu ginjal, demam, kencing manis, albuminuria ( kelainan ginjal), penyakit syphilis, rematik, hipertensi dan menurunkan kadar glukosa darah. Selain itu, kumis kucing juga digunakan sebagai antiinflamsi, antioksidan dan antibakteri.

RESEP
Nyeri buang air seni
Resep 1: Seduh dan minum sejumput daun kumis kucing yang dikeringkan seperti teh, boleh juga kalau diberi gula aren.
Resep 2: 1 sendok daun kumis kucing yang dilumatkan, 7 batang meniran, rebus dengan dua gelas air sampai air tinggal setengah. Minum air rebusan itu sebanyak 3x sehari.

Batu ginjal
Resep 1: 25 g daun kumis kucing, 25 g daun ngokilo, 25 g daun meniran dengan akarnya, 25 g daun keji beling, dicuci. Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih. Minum semua air rebusan itu dalam sehari.

Resep 2: 3 genggam daun kumis kucing, 5 helai daun keji beling dicuci, rebus dengan 2 gelas air. Minum airnya 2x sehari, pagi dan sore, selama 10 hari. Sesudah 10 hari, ganti dengan air rebusan jagung muda, 1 x sehari. Hindari makan daging kambing, durian serta makanan pedas.

Rematik
Sesendok kecil daun kumis kucing yang dilumatkan, 1 sendok makan daun meniran yang sudah dilumatkan juga, direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal 3/4. Saring. Lalu diminum.

Sakit pinggang
7 helai daun dan 2 potong akar kumis kucing dicuci. Rebus dengan 1 gelas air. Biarkan satu malam, baru diminum.

Radang ginjal
40 helai bunga dan daun kumis kucing, 3 belimbing wuluh tua dicuci, dihaluskar Seduh dengan 2 gelas air. Minum 3x sehari. Lakukan selama 1 minggu.

Masuk angin
1 sendok daun kumis kucing dan direbus dengan segelas air sampai air tinggal setengah. Diminum sekaligus.

Demam
100 g akar kumis kucing dicuci, rebus dengan 3 gelas air. Setelah mendidih, sarins dan ambil airnya. Minum air rebusan ini 1 gelas sehari.

Ketapang | Cassia alata

ketapang

ketapang

Kandungan:
a. sifat pedas
b. sifat hangat
c. insecticidal
d. rein aloe-emodina
e. rein aloe-emodina-diantron
f. rein
g. Aloe emodina
h. asam krisofanat
i. dihidrosimetil-anthraquinone

Manfaat
a. menghilangkan gatal-gatal
b. menyembuhkan cacingan
c. sebagai obat pencahar alami
d. menyembuhkan kelainan kulit akibat parasit
e. mengatasi sariawan
f. mengatasi sembelit

Keladi Tikus | Typhonium flagelliforme (Lodd.) Bl.

keladi-tikus

keladi-tikus

TANAMAN Keladi Tikus disebut Typhonium flagelliforme (Lodd.) Bl. atau typhoniumdivaricum (L .) Decne yang termasuk ke dalam famili tumbuhan Araceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah bira kecil, daun panta susu, kalamayong, ileus, kibabi, trenggiling mentik, nama asingnya rodenltuber.

CARA MENDAPATKAN KELADI TIKUS
Keladi Tikus dapat diperbanyak melalui benih, umbi atau anakan. Terdapat 3 jenis benih yaitu benih tunas yang didapat dari tunas-tunas (rimpang) yang keluar dari umbi dewasa, benih potong dari umbi Keladi Tikus dewasa dan benih kulit didapat dari limbah kulit Keladi Tikus saat pengolahan (pengupasan). Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan, dan penyiraman air yang cukup.Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian dari 200-1.000 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Umbi

KHASIAT KELADI TIKUS
Keladi tikus bersifat antivirus, anti bakteri serta memiliki efek farmakologis mampu membunuh/menghambat pertumbuhan sel kanker dan menghilangkan efek buruk kemoterapi.

RESEP
Koreng: Umbi secukupnya ditumbuk halus, tempelkan ke tempat sakit.

Frambusia: Umbi secukupnya ditumbuk halus, tempelkan ke tempat yang sakit.

Menumpas Kanker, seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar, rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu dan pankreas.

Menetralisir racun narkoba: Umbi sebesar ujung jari dicuci bersih dengan air matang, dikeprek dan ditelan. Lakukan beberapa kali sehari. (Cara penggunaan ini berdasarkan informasi lisan dari seorang pemakai).

Kecapi | Sandoricum koetjape

kecapi

kecapi

Kandungan
a. energi
b. air
c. protein
d. lemak
e. karbohidrat
f. serat
g. kalsium
h. fosfor
i. besi
j. kalium
k. vitamin C

Manfaat
a. penurun demam
b. pengobatan penyakit cacing gelang
c. obat kembung, diare, dan sakit perut
d. membantu menguatkan tubuh perempuan setelah melahirkan
e. menambah kekebalan tubuh

Untuk penurun demam
Bahan:
daun kecapi secukupnya
air secukupnya

Cara membuat:
Rebus daun kecapi sampai mendidih. Dinginkan dan saring. Air rebusan diminum 2-3 kali sehari sampai demam sembuh.