Daun Dewa | Gynura procumbens Lour.(Merr)

daun-dewa

daun-dewa

DAUN DEWA atau [Gynura procumbens Lour.(Merr)] memiliki beberapa nama lain. Daun dewa dikenal dengan sebutan ngokilo di Jawa dan beluntas cinta di Sumatera. Tumbuhan ini berasal dari Birma dan Cina. Masyarakat disana mengkonsumsi sayuran ini sebagai sayuran. Tanaman ini dapat dibudidayakan melalui kultur jaringan terna tahunan, tegak, tinggi ± 50 cm, pada umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5-10 cm. Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm, dengan penampang ± 3 cm. Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman ini antara lain minyak atsiri, flavonoid, Efek farmakologis netral, rasa khas, memiliki anti koagulan (zat yang dapat menghambat pembekuan darah), mencairkan darah beku, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, panas dan membersihkan racun. Bagian tanaman yang dapat digunakan adalah seluruh tanaman.

CARA MENDAPATKAN DAUN DEWA
Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan stek batang, tunas akar (umbi) atau langsung menebarkan umbinya. Untuk perawatan dilakukan penyiraman dan pemberantasan rumput-rumput dan tumbuhan pengganggu setiap hari. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik jika ditanam pada akhir musim hujan terutama di daerah dengan kelembapan tinggi dan air tanah yang memadai. Selain itu tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl  dan di daerah beriklim sedang sampai basah dengan curah hujan 1.500- 3.500 mm/tahun dengan tanah agak lembab hingga subur.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Umbi dan daun.

KHASIAT DAUN DEWA
Khasiat dari daun dewa antara lain dapat digunakan sebagai obat antikanker, penurun panas, obat penyakit kulit, penurun kadar gula dalam darah, luka terpukul, pendarahan, batuk darah, muntah darah, mimisan, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, gigitan hewan berbisa, pembekuan darah, tulang patah, pendarahan setelah melahirkan, kanker, lever, stroke, darah tinggi.

RESEP
Bagian umbi dapat menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (fraktur), perdarahan sehabis melahirkan.
Ramuan: 15-30 g daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, minum.
Untuk pemakaian luar: Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ke tempat yang sakit.

Untuk pengobatan lain:
Digigit ular/digigit binatang lain
Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan di tempat kelainan.

Kutil
5 lembar daun dewa dihaluskan, dan dilumurkan pada tempat berkutil, kemudian dibalut. Dilepas keesokan harinya.

Luka terpukul, tidak datang haid
15-30 g herba direbus atau ditumbuk, diambil airnya, campur dengan arak yang sudah dipanaskan, minum.

Perdarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan muntah darah:

1 batang lengkap (15 g) direbus, minum.
Kejang pada anak: 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, minumkan.

Luka terpukul, masuk angin
6-9 g umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya, kemudian dipanaskan, minum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *