Monthly Archives: June 2015

Lengkuas | Alpinia galanga

lengkuas

lengkuas

LENGKUAS (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering dipakai oleh kaum wanita dikenal sebagai penyedap masakan. Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 m. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang 1.200 m dpi. Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varitas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan varitas berimpang umbi merah. Lengkuas berimpang umbi putih inilah yang dipakai penyedap masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah digunakan sebagai obat. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri dari susunan pelepah-pelepah daun. Daun-daunnya berbentuk bulat panjang dan antara daun yang terdapat pada bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada bagian ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas. Syarat Tumbuh a. Iklim 1. Ketinggian tempat 1.200 m dpl, curah hujan tahunan: 2.500-4.000 mm/tahun. Suhu udara: 29-25°C dengan kelembapan sedang dan penyinaran tinggi Jenis tanah adalah latosol merah cokelat, andosol, aluvial dengan tekstur lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah, lateristik. Drainase baik dengan kedalaman air tanah: 50 – 100 cm dari permukaan tanah. Kedalaman perakaran 10-30 cm dari permukaan tanah dengan kesuburan sedang-tinggi

Senyawa kimia yang terdapat pada Lengkuas galanga antara lain mengandung minyak atsiri, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol dan kristal kuning. Rimpang lengkuas memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur filamentus, meskipun tidak kuat.

CARA MENDAPATKAN LENGKUAS
Perbanyakan tanaman dengan rimpang atau anakan. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian gulma dan hama serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian dari 200-1.000 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang.

KHASIAT LENGKUAS
Lengkuas memiliki aktivitas berbagai terapi, yaitu antiinflamasi, analgesik, antiallergic, antijamur, antidiabetik, antibakteri, antiulcer, imunostimulan, antikanker, antioksidan, antidermatophytic. Lengkuas dipercaya dapat mengobati rematik, sakit limpa, penyakit rematik, gairah seks, nafsu makan, bronkitis, morbili, dan panu.

RESEP
1. Reumatik
a. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam kampung.

Cara membuat:
lengkuas dipan . untuk diambil airnya, telur ayam,
kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya, kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.

Cara menggunakan:
diminum 1 kali sehari.
b. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa.

Cara membuat:
semua bahan direbus bersama-sama hingga airnya tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu.

2. Sakit Limpa
Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

3. Membangkitkan Gairah Seks
Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica, 1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.

Cara membuat:
umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.

Cara menggunakan:
diminum.

4. Membangkitkan Nafsu Makan
a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.

Cara membuat:
Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.

b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit adas pulawaras.

Cara membuat:

Semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari.

5. Bronkhitis
Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing 2 rimpang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.

Cara membuat:

Semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

6. Morbili
Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.

Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai halus. Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar.

7. Panu
Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya.

Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus. Cara menggunakam: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore.
Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus.

Cara membuat:
rimpang lengkuas dipotong-potong. Cara menggunakan: bagian yamg sakit digosok-gosok dengan potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengaan spirtus.

Cokelat | Theobroma cacao L.

cokelat

cokelat

Kandungan
a. flavonoid
b. epicatechin
c. antioksidan
d. vitamin C
e. vitamin D
f. vitamin E
g. magnesium
h. besi
i. kromium
j. seng

Manfaat
a. mengurangi kolesterol buruk
b. menurunkan risiko terkena penyakit jantung
c. mengurangi risiko timbulnya kanker, stroke, dan darah tinggi
d. mengendalikan tekanan darah
e. membersihkan kulit

Ramuan tradisional

Mengurangi Kolesterol Buruk
200 g cokelat yang sudah dikemas dalam bentuk batangan seberat
air matang
1 sdm madu murni

Cara membuat:
Blender semua bahan dan minum setiap malam menjelang tidur. Lakukan sekurang-kurangnya 1 minggu.

Mengurangi Risiko Jantung
200 g cokelat batangan

Konsumsi setiap pagi setelah bangun tidur, sebelum makan bahan makanan lainnya.

Membersihkan Kulit
cokelat batangan secukupnya
susu krim secukupnya
air mawar secukupnya

Cairkan cokelat, tambah dengan susu krim, air mawar, dan campur merata. Setelah itu gunakan sebagai bahan lulur. Saat melulur, sebaiknya seluruh badan dipijat. Setelah itu diamkan 15 menit dan siram dengan air hangat. Setelah itu baru siram dengan air dingin. Lakukan sebulan sekali dan kulit akan terlihat bersih cemerlang.

Mencegah Berbagai Penyakit
cokelat secukupnya

Konsumsi cokelat setiap hari. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui takaran yang pas dan sesuai dengan kondisi kesehatan kita masing-masing.

Buah Naga | Hylocereus polyrhizus

buah-naga

buah-naga

BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) adalah sejenis buah yang tumbuh dari sejenis tanaman kaktus dari marga hylocereus dan selenicereus. Buah naga berasal dari daerah Amerika Tengah, Amerika Selatan dan meksiko kemudian menyebar ke penjuru dunia salah satunya adalah Indonesia. Buah naga banyak di budidayakan di Negara-negara seperti Filipina, Vietnam, Taiwan alaysia Israel, Australia, Okinawa dan Cina. Buah naga dapat tumbuh subur di daerah yang memiliki iklim tropis, sub tropis bahkan iklim kering serta mampu hidup pada cuaca yang agak panas. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40°C.

Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar serabut tumbuh di sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri, akan tumbuh bunga. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga, durinya sangat pendek dan tidak mencolok, sehingga sering dianggap “kaktus tak berduri”. Bunganya mekar pada awal senja jika kuncup bunga sudah berukuran sekitar 30 cm. Mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem, mekar sekitar pukul sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benang sari yang berwarna kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh tengah malam, karena itu buah naga dikenal sebagai night blooming cereus. Saat mekar penuh, buah naga menyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga.

Buah naga memiliki kadar antioksidan yang tinggi Buah naga memiliki rasa sedikit manis, tetapi buah ini memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi, Vitamin B1 dan Vitamin B2 makan. Buah naga juga mengandung berbagai mineral penting seperti potasium, serat, protein, ferum, sodium, fosfor dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu memiliki karoten.

CARA MENDAPATKAN BUAH NAGA
Pada umumnya, buah naga dibudidaya dengan cara stek atau penyemaian biji.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah.

KHASIAT BUAH NAGA
Buah naga dapat menurunkan kolesterol, menurunkan gula darah, mengandung serat yang tinggi sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan, menetralkan racun, menangkal kanker serta mengikat logam berat yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu buah naga juga mampu memperkuat tulang serta gigi, mengatasi tekanan darah tinggi, menyembuhkan penyakit batuk dan asma, mencegah pendarahan dan kanker usus.

RESEP
Buahnya dapat dijus dan diminun langsung secara rutin.

Bangle | Zingiber purpureum

bangle

bangle

BANGLE mempunyai nama latin Zingiber purpureum roxb dari suku temu-temuan (Zingiberaceae). Tumbuhan ini dikenal di berbagai tempat dengan nama yang bervariasi: mungle (Aceh), bungle (Tapanuli), kunik bolai (Rana Minang), banglee’iy (Rejang), panglai (Pasundan/Sunda), pandhiyang (Madura), bale (Makassar), panini (Bugis), unin makei (Ambon). Tanaman ini tumbuh sekitar 1.5-2 m dari tanah. Ciri-ciri umum dari bangle termasuk herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm.

CARA MENDAPAT BANGLE
Cara budidaya: Menggunakan rimpang, pemeliharaan mudah dan menghendaki sedikit naungan. Perbanyakan dengan stek rimpang. Panen rimpang dilakukan setelah tanaman berumur 1 tahun. Produksi rimpang segar 10-30 ton/ha.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang dan daun.

KHASIAT BANGLE
Bangle dapat mengobati demam, sakit kepala, sakit perut, batuk, masuk angin, rematik, cacingan, sembelit, dan ramuannya ampuh untuk mengecilkan perut setelah melahirkan. Menurunkan panas (antipiretik), meluruhkan kentut (karminatif), mcluruhkan dahak (ekspektoran), efek mukolitik (mengencerkan secret saluran napas), membersihkan darah, pencahar (laksatif), dan r»eluruhkan cacing dan usus (vermifuge). Bagian yang dipakai sebagai obat adalah rimpang dan daunnya.

Rimpang:
1. Sakit kuning
2. Demam, sakit kepala
3. Batuk berdahak
4. Perut nyeri, masuk angin
5. Sembelit
6. Sakit Kuning
7. Cacingan
8. Reumatik
9. Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan
10. Mengecilkan perut
11. Kegemukan

Daun:
1. Kurang nafsu makan
2. Perut terasa penuh

RESEP
1. Cacingan
Cuci dan iris tipis-tipis 20 g rimpang bangle, 15 g temu hitam, serta 3 lembar daun sirih. Tambahkan 5 biji ketumbar yang telah dicuci lalu tumbuk semua bahan ramuan tersebut sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air masak, aduk sampai rata, lalu diperas. Saring air perasannya lalu minum sekaligus 1 kali sehari sekali.

2. Demam dan masuk angin
Cuci bersih 15 g rimpang bangle segar, 15 g lempuyang wangi, 15 g jahe, dan 15 g kencur. Parut semua bahan, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

3. Gangguan mata
Cuci 15 g rimpang bangle lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus 1 kali sehari.

4. Kegemukan atau untuk mengurangi lemak tubuh
Cuci bersih 15 g rimpang bangle, 7 helai daun jati belanda, dan 10 g daun kemuning. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari di pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas.

5. Kepala pusing karena demam dan nyeri sendi
Cuci bersih 2 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Jika pusing, piliskan adonan pada dahi dan di bagian nyeri sendi.

6. Mengecilkan perut setelah melahirkan
Cuci bersih 4 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Oleskan adonan pada bagian perut.

7. Perut mulas
Cuci bersih 10 g rimpang bangle segar, 10 g lempuyang wangi, 10 g jahe, dan 10 g kencur. Parut semua bahan lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus seh sekaligus k id-hari di saat mulas.

8. Sakit kuning
Cuci rimpang Cuci rimpang jari tangan sampai bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan m masak dan mil parutan masing-masing 1 sendok makan. Peras hasil Parutan lalu saring. Minum air yang tersaring sekaligus dan lakukan 2 kali sehari.

Ramuan herbal yang diminum
Bahan:
• 5-7 lembar daun jati belanda
• 1 jempol umbi bangle
• 1,5 gelas air

Cara meramu:
Rebus semua bahan dengan air bersih hingga airnya tinggal 1 gelas, saring, dinginkan. Minum 2 x sehari pagi dan sore sebelum makan.

9. Kegemukan/mengurangi lemak tubuh Resep 1
Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1½ gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.

Resep 2
½ jari rimpang bangle, ½ jari rimpang temu giring, ¾ jari rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, ¼ genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4½ gelas air bersih sampai tersisa ½-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3x ¾ gelas.

Resep 3
Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing ½ jari tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-remas. Peras dan saring, kemudian diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Pisang | Musa paradisiaca L.

pisang

pisang

PISANG (musa sp) termasuk ke dalam suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Beberapa nama lokalnya dikenal dengan sebutan banana (Inggris), Tsiu, Cha (Cina), Pisyanga, kila (India); pisang (Indonesia), klue (Thailand), Pyaw, Nget (Burma); gedang (Jawa), Ca” (Sunda), Biu (Bali), puti (Lampung); Wusak Iambi, lutu (Gorontalo), kulo (Ambon), Uk (Timor).

Pisang banyak terletak di daerah Malaysia (Asia Tenggara, Papua dan Australic tropika), tetapi sedikit terdapat di Afrika tropis.Pertumbuhan akar pada buah umumnya berkelompok menuju arah samping di bawah permukaan tanah dan ke arah dalam. Batang pisang dibedakan atas dua macam yaitu batang asli yang disebut bonggol (conn) dan batang semu. Bonggol terletak di bawah permukaan tanah, sedangkan batang, semu tersusun dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi, tumbuh tegak dan kokoh di atas permukaan tanah. Bentuk daun pisang pada umumnya panjang lonjong dengan lebar tidak sama, bagian ujung daun tumpul dan tepinya rata. Bunga pisang atau disebut jantung keluar dari ujung batang. Susunan bunga terdiri atas daun-daun pelindung yang saling menutupi dan bunga-bunganya terletak pada setiap ketiak diantara daun pelindung membentuk sisir. Ukuran buah pisang bervariasi, panjangnya berkisar antara 10-18 cm dengan diameter sekitar 2,5 cm-4 cm. Buah pisang yang ujungnya runcing atau membentuk leher botol, sedangkan daging buah (mesocarpa) tebal dan lunak.

Tanaman pisang dapat tumbuh baik pada iklim tropis di dataran rendah sampai dataran tinggi 1.000-3.000 mm per tahun dengan curah hujan 200-220 mm dan kelembaban tanah berkisar antara 60-70%. Tanaman pisang lebih senang tumbuh di daerah yang subur dengan pH tanah 4,5 – 7,5. Tanaman pisang dapat tumbuh baik di tanah yang kaya humus, tetapi dapat juga hidup di tanah kapur dengan iklim lembap banyak sinar matahari. Akar pisang tidak tahan kekeringan atau air yang berlebihan.

Tanah yang sedikit sinar matahari pertumbuhan pisang menjadi lambat. Tanah yang paling baik adalah tanah yang mengandung kapur atau tanah alluvial -1 dengan lapisan olah (solum) sedalam 1 m.

Nilai energi pisang untuk setiap 100 g sekitar 136 kalori, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indeks glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa. Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi (2 mg per 100 g) dan seng 0,8 mg/100 g bahan kering. Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 g berat kering. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).

CARA MENDAPAT TANAMAN PISANG
Perbanyakan secara vegetatif.

KHASIAT PISANG
Kandungan vitamin B6 berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolism protein, khususnya serotonin (neurotransmitter pada susunan saraf pusat di otak). Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Buah merupakan hasil utama pisang, yang dapat dimakan langsung atau dimasak terlebih dahulu sebelum dimakan, diproses untuk tepung, keripik, bir, cuka. Bunga jantan beberapa kultivar sering digunakan sebagai sayuran. Daunnya sering dipakai sebagai pembungkus makanan. Serat yang diperoleh dari pelepah daun digunakan untuk membuat baju, sandal, tas. Bagian tanaman seperti daun dan buahnya seringkali dipakai dalam upacara tradisional misalnya dalam perkawinan, membuat bangunan baru. Daunnya yang muda dan masih menggulung dipergunakan untuk obat dalam mengobati sakit dada. Cairan yang dihasilkan dari potongan batangnya digunakan untuk mengobati infeksi saluran kencing, disentri dan diare, selain itu juga digunakan untuk mengobati kebotakan karena gugurnya rambut. Bila dalam bentuk bubuk, digunakan juga untuk mengobati anemia dan kekurangan gizi. Buahnya yang belum masak digunakan untuk makanan orang yang menderita haemoptisi dan diabetes. Tepung yang dibuat dari pisang digunakan untuk mengobati dispepsia

Resep
Pisang buahnya dapat dimakan langsung atau diolah menjadi aneka olahan, dan daun mudanya dapat dibuat sayuran.

Mawar | Rose damacena Mill

mawar

mawar

MAWAR adalah tanaman semak dari genus Rosa. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 m. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 m. Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm, dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah.

Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun. Bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan perkecualian Rosa sericea yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Ovari berada di bagian bawah daun mahkota dan daun kelopak. Bunga menghasilkan buah agregat (berkembang dari satu bunga dengan banyak putik) yang disebut rosehips. Pada beberapa spesies seperti Rosa canina dan Rosa rugosa menghasilkan buah rose hips yang sangat kaya dengan vitamin C bahkan termasuk di antara sumber vitamin C alami yang paling kaya. Buah rosehips disukai burung pemakan buah yang membantu penyebaran biji mawar bersama kotoran yang dikeluarkan. Beberapa jenis burung seperti burung Finch juga memakan biji-biji mawar. Pada umumnya mawar memiliki duri berbentuk seperti pengait yang berfungsi sebagai pegangan sewaktu memanjat tumbuhan lain. Beberapa spesies mawar mempunyai duri yang tidak berkembang dan tidak tajam.

Tanaman yang telah diusahakan secara komersil, terdiri dari 3 macam varietas yaitu:

a. Mawar merah (Rose damacena Mill)
Tanaman ini merupakan perkawinan antara Rose gallica L dan Rose canina L, dan tumbuh liar dipegunungan Kaukasus, Syria, Marko dan Andalusia. Bunga tanaman Rose damascene sangat wangi dan mengandung sejumlah minyak yang dapat dipisahkan dengan cara penyulinga uap, atau dengan cara ekstraksi dengan pelarut menguap. Tanaman mawar ini juga ditanam di Bulgaria, menghasilkan rendemen dan mutu minyak yang tinggi. Tanaman mulai berbunga dan dapat dipetik setelah berumur 10 tahun, dan dapat tumbuh selama 30-40 tahun. Produksi bunga mawar dapat ditingkatkan dengan memotong cabang yang telah tua.

b. Mawar putih (Rose alba L)
Bunganya berwarna putih dan mengandung minyak mawar dalam jumlah lebih kecil dan bermutu lebih rendah, dibandingkan dengan mawar merah. Mawar putih di Bulgaria ditanam sebagai pagar pada perkebunan mawar merah.
c. Mawar merah jambu (Rose centifolia L.)

Ditanam secara luas di Perancis Selatan, dan di Afrika Utara terutama Maroko, yang dikenal dengan nama “Rose de Hai”. Bunga mawar tersebut mangandung minyak dalam jumlah besar, namun tidak dapat diskstraksi dengan cara penyulingan. Ekstraksi minyak mawar dilakukan dengan menggunakan pelarut menguap sehingga menghasilkan “concrete” dan “absolute” mawar.

CARA MENDAPATKAN TANAMAN MAWAR
Mawar tumbuh subur di daerah beriklim sedang walaupun beberapa kultivar yang merupakan hasil metode penyambungan (grafting) dapat tumbuh di daerah beriklim subtropis hingga daerah beriklim tropis. Dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian 200 – 1.800 m dpl.

KHASIAT MAWAR
Bunga Mawar memiliki bau harum, indah, variasi warna yang banyak serta menarik. Manfaat bunga mawar secara umum yaitu sebagai tanaman penghias kebun dan taman, penghias ruangan dan teras rumah, biasanya yang mempunyai ukuran pohon tidak terlalu tinggi dan bisa ditanam dalam pot, atau sebagai sebagai bunga potong. Selain itu Mawar juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum, bahan pembuatan obat, dan bahan tambahan dalam makanan/minuman olahan karena bunga ini mempunyai kandungan Vitamin C yang cukup tinggi.

Beberapa khasiat mawar antara lain digunakan sebagai antidepresan, antiviral, antibakteri, antiperadangan, antioksdan dan sumber vitamin C. Minyak mawar adalah salah satu minyak atsiri hasil penyulingan dan penguapan daun-daun mahkota sehingga dapat dibuat menjadi parfum. Mawar juga dapat dimanfaatkan untuk teh, jelly, dan selai. Bunga mawar dari spesies R. chinensis mengandung senyawa-senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan. Rubanthron A pada daunnya memiliki aktivitas sitotoksik terhadap >el line kanker payudara (MCF-7). Selain itu mengobati batuk kering, kaki bengkak, haid ridak lancer, nyeri haid, dan obat radang sendi.

RESEP
Obat batuk kering
10 gram mawar kering dicuci bersih. Campur dengan 30 g gula batu kemudian ditim sampai setengah masak atau sampai keluar airnya. Air yang diperoleh disaring kemudian diminum pada saat hangat.
. Kaki bengkak disebabkan sirkulasi darah tidak lancar 2-3 bunga mawar dicampur 30 g daun sembung. Semua bahan dicuci bersih kemudian direbus dengan 600 ml air sampai tersisa separuhnya. Air rebusan disaring dan diminum 2 kali 1 hari setelah makan.

Haid tidak teratur
15 g bunga mawar
15 g bunga asoka/siantan dan 90 g daging lidah buaya dicuci bersih lalu direbus dengan 600 ml air sampai tersisa separuhnya.

Nyeri haid
sih direbus dengan 200 ml air mendidih selama 5 menit.
15 g bunga mawar, an diminum.
Air rebusan disaring

Obat radang sendi
Akar mawar sebanyak 60 g dicuci sampai bersih. Rebus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit. Kemudian dinginkan dan saring. Air rebusan diminum sekaligus dan lakukan pengobatan 2 kali sehari, pagi dan sore.

Mangga | Mangifera indica

mangga

mangga

Kandungan
a. karotenoid
b. antioksidan
c. vitamin C
d. vitamin E
e. serat
f. asam galat
g. serat

Manfaat
a. mencegah kanker
b. menjaga kestabilan kolesterol dalam tubuh
c. penyegar dan penambah nafsu makan
d. membersihkan saluran pencernaan
e. membantu memulihkan stamina tubuh setelah sakit
f. mengatasi mabuk perjalanan

Malaka | Phyllanthus emblica

malaka

malaka

Pohon Malaka ini adalah pohon kecil, tumbuhnya lambat, tinggi mencapai 7 m, kadang-kadang bisa sampai 19 m. Tumbuh liar di hutan, padang rumput, belukar, pedesaan, dan tempat-tempat lain yang berhawa panas, pada ketinggian 20-1.200 di atas permukaan laut.

Daun tersusun menyirip, kecil-kecil berbentuk bulat panjang, panjang sekitar 1 cm, letak berseling.

Bunga kecil, berwarna kuning, berkelamin tunggal di satu pohon.

Buah berdaging, bulat sebesar kelereng, diameter sekitar 1,5 cm, warnanya kuning hijau, setelah matang warnanya merah kuning.

Buah dapat dimakan mentah atau dibuat manisan. Daun dan kulit pohon mengandung zat samak untuk menyamak kulit, di sampai dapat memberi warna biru pada kain dan anyaman bambu.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Buah: Pahit, manis, sedikit astringent, sejuk. Penurun panas (antipiretik), antiradang, menyejukkan tenggorokan, memelihara paru, obat batu. Herba ini masuk meridian limpa dan lambung.
Daun: pedas, netral, diuretik
Akar: tawar, netral, astringent, hypotensif, membersihkan panas dan racun.

Kandungan kimia:
Buah: vitamin C, tanin, glucogallin, gallic acid, ellagic acid, corilagin, terchebin, chebulagic acid. chebulinic acid, 3,6-digalloylglucose, mucic acid, phyllemblic acid, emblicol

Biji: linolenic, linoleic acid, oleic acid, stearic acid

Daun: Amlaic acid, lupeol, beta-sitosterol, ellagic acid, gallic acid, 3,-digalloyl-glucose, corilagin, chebulagic acid, chebulinic acid, glucogallin

Akar: lupeol, ellagic acid, beta-sitosterol

Bagian yang dipakai
Buah, akar, kulit pohon, daun, pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

Kegunaan:
Buah

Demam, flu, batuk
sakit tenggorok, sakit gigi
sariawan, gusi berdarah dan bernanah
kencing manis
kekurangan vitamin C
menghilangkan dahak dan haus
diphteria

Akar
hipertensi, radang saluran napas
sakit ulu hati, diare
sifilis, chancre, digigit lipan
TBC

Daun:
bengkak (edema) eksem, bisul
digigit lipan, ular berbisa
fistula ani

Delima | Punica granatum L.

delima

delima

Kandungan
a. polyphenols
b. tannin
c. anthocyanin
d. vitamin A
e. vitamin C
f. vitamin E
g. asam folat

Manfaat
a. mencegah terjadinya kanker prostat
b. mencegah adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri karena adanya kolesterol
c. menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke
d. menjaga kesehatan gigi
e. menghilangkan bau tidak sedap pada mulut

Ramuan tradisional mencegah berbagai penyakit
Buah delima sangat enak dikonsumsi secara langsung. Rasanya manis dan segar. Untuk mendapatkan manfaat buah delima, cukup dikonsumsi buah delima secara rutin setiap hari. Buah ini juga sangat enak dijus sebagai variasi konsumsi. Masukkan ke kulkas untuk mendapatkan kesegaran yang lebih terasa.

Menjaga kesehatan gigi dan menghilangkan bau mulut
Bahan:
1 buah delima
250 cc air

Cara membuat:
Kupas dan tambahkan air dan blender sampai halus. Gunakan untuk berkumur setiap pagi. Ini akan membantu untuk menjaga kesehatan gigi dan menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Cara ini sudah digunakan di Mesir sejak lama. Buah delima dihancurkan sampai halus, ditambah air dan kemudian digunakan untuk berkumur-kumur setiap pagi.

Teh | Camellia sinensis

teh

teh

Deskripsi
Teh berasal dari daratan Asia Selatan dan Tenggara. Tumbuhan teh merupakan jenis tumbuhan perdu. Tumbuhan teh memiliki akar tunggang yang kuat. Bunganya kuning-putih berdiameter 2,5-4 cm dengan 7-8 petal.

Daun teh memiliki panjang 4-15 cm dan lebar 2-5 cm. Daun muda yang berwarna hijau muda digunakan untuk produksi teh. Daun teh muda mempunya rambut-rambut pendek putih di bagian bawah daun. Daun tua berwarna lebih gelap.

Nama Daerah
Enteh (Sunda)

Kandungan
Kafein, theobromin, theofilin, tannin, xanthine, adenine, minyak atsiri, kuersetin, naringenin, dan natural fluoride.

Khasiat
Mengobati sakit kepala, diare, penyubur dan menghitamkan rambut, infeksi saluran cerna, kencing manis, mengurangi karang gigi serta menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah tinggi.

Bagian yang digunakan
Daun