Bunga Tasbih | Canna lily

bunga-tasbih

bunga-tasbih

Nama daerah
Ganyong hutan (Indonesia, Melayu), ganyong wana, ganyong alas (Jawa), ganyol leuweung (Sunda), puspanyindra

Uraian tanaman
Terna besar, tahunan, tinggi mencapai 2 m, dalam tanah mempunyai rimpang yang tebal seperti umbi. Daun besar dan lebar, menyirip jelas warna hijau (ada yang berwarna tengguli). Bunga besar dengan warna-warna cerah (merah, kuning), tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan. Buah berupa buah kendaga, biji banyak, bulat.
Hampir selalu ditanam sebagai tanaman hias, tapi tumbuh liar di hutan dan daerah pegunungan sampai ketinggian ± 1.000 m dari permukaan laut.

Jenis lain, Canna edulis Ker. Gawl. (Ganyong) mempunyai kelopak bunga lebih kecil, daun hijau tengguli dengan pinggir lebih tengguli. Ditanam sebagai tanaman hias, rimpangnya dapat dimakan, di Australia sebagai penghasil tepung yang dikenal sebagai arrowroot of Queensland.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa agak manis, sejuk, penurun panas, menurunkan tekanan darah, penenang (tranquilizer).

Kandungan kimia
Rimpang mengandung 6 substansi phenol, 2 terpene dan 4 coumarin, pati, glucose, lemak, alkaloid, dan getah.

Bagian yang dipakai
Akar, rimpang (segar atau kering), bunga (kering)

Kegunaan
Penurun panas (antipiretik), tekanan darah tinggi, disentri kronis, haid banyak, keputihan, sakit kuning, batuk darah

Pemakaian:
15-30 g rimpang kering atau 30-60 g rimpang basah
10-15 g bunga

Pemakaian luar:
Lumatkan rimpang segar, tempelkan ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian:
Hepatitis akut: Minum rebusan akar tasbih: 60-120 g sehari, dibagi 2x minum, selama 20 hari, maksimal 47 hari.

Menghentikan perdarahan: 10-15 g bunga tasbih direbus lalu diminum
Keputihan: 15-30 g akar tasbih + ketan + daging ayam ditim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *