Monthly Archives: April 2015

Cempaka Putih | Michelia alba

cempaka-putih

cempaka-putih

DIKENAL juga dengan kantil (Jawa), cempaka bodas (Sunda), campaka (Madura), jeumpa gadeng (Aceh) campaka putieh (Minangkabau), sampaka mopusi (Mongondow), bunga eja kebo (Makasar), bunga eja mapute (Bugis), capaka bobudo (Ternate), capaka bobulo (Tidore).

Pohon cempaka putih (Michelia alba Dc) mempunyai tinggi yang mampu mencapai 30 m dan mempunyai batang yang berkayu. Pada ranting-ranting pohon cempaka putih biasanya ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna keabu-abuan. Daunnya tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Tangkai daun lumayan panjang, mencapai hampir separuh panjang daunnya. Cempaka putih mempunyai bunga berwarna putih yang memiliki bau harum yang khas.

Tanaman yang dimitoskan sebagai rumah kuntilanak ini jarang ditemukan mempunyai buah karena itu perbanyakan dilakukan secara vegetatif.

CARA MENDAPATKAN CEMPAKA PUTIH
Tanaman yang dimitoskan sebagai rumah kuntilanak ini jarang ditemukan mempunyai buah karena itu perbanyakan dilakukan secara vegetatif dengan distek atau dicangkok.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga, daun, batang dan akar

KHASIAT CEMPAKA PUTIH
Cempaka putih memiliki sifat khas manis, pedas, dan menghangatkan. Tumbuhan ini sering digunakan pada pengobatan tradisional sebagai obat maag atau asam lambung, penghilang bau mulut, dan obat gatal yang ditimbulkan oleh mikroba. Bunga berkhasiat sebagai antimikroba , mengobati bronkhitis, batuk, demam prostat dan keputihan. Daun mengandung alkaloid mikelarbina dan liriodenina untuk mengobati bronkhitis, infeksi saluran kemih, diuretik dan sebagai antioksidan. Batangnya digunakan untuk mengobati demam, sipilis, gonorrhea dan malaria. Akar untuk infeksi saluran kemih, mengobati sinusitis, batuk rejan dan berdahak.

RESEP
Cara penyiapan bunga direbus dengan airnya dipakai untuk mandi, pemakaian dalam 15-30 g daun atau bunga kering, direbus lalu airnya diminum

Sinusitis
30 g bunga cempaka putih kering, 30 g daun mint/menthol, 2 batang daun bawang putih direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 o airnya diminum untuk 2 kali sehari masing-masing 200 cc.

Vertigo (kepala pusing)
5-7 kuntum bunga cempaka putih kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Perut kembung
5 kuntum bunga cempaka putih, 5 g kulit jeruk keprok atau jeruk mandarin kering, 3 butir kapulaga, 15 g jahe direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum selagi hangat.

Keputihan
30 g bunga cempaka putih kering, 60 g jali (direndam dahulu hingga lembut), 15 g kulit delima kering direbus dengan air secukupnya dan air rebusannya diminum selagi hangat sedangkan jalinya dimakan.

Radang saluran pernapasan
15 g daun cempaka putih, 15 g pahap (umbi bunga lili), 5 g kulit jeruk mandarin kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc lalu airnya diminum selagi hangat; atau 15 g bunga cempaka putih kering ditambahkan air secukupnya lalu ditim, kemudian airnya ditambahkan madu secukupnya dan diminum selagi hangat. Lakukan secara teratur.

Pembesaran prostat
30 g daun cempaka putih kering, 30 g daun kumis kucing segar, dan 30 g daun sendok segar direbus dengan air 700 cc hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum selagi hangat.

Batuk rejan, batuk berdahak
5-7 kuntum bunga cempaka putih, 10 g jahe, 10 g kulit jeruk mandarin kering direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc,tambahkan madu secukupnya dan diminum Lakukan dua kali sehari masing-masing 150 cc.

Cendana | Santalum album

cendana

cendana

CENDANA dengan nama latin Santalum album merupakan tumbuhan berupa pohon dengan tinggi mencapai 15 m. Kulitnya berkayu kasar dengan warna kelabu. Daunnya sangat mudah gugur. Kayu cendana banyak digunakan karena memiliki wangi yang menyenangkan.

CARA MENDAPATKAN CENDANA
Cendana mudah tumbuh di tanah yang panas dan kering terutama di tanah yang banyak mengandung kapur.

KHASIAT CENDANA
Cendana mengandung senyawa yang bernama α-santalol yang memiliki aktivitas sebagai antikanker. Secara tradisional kayunya dimanfaatkan sebagai antiseptik, disentri, mencret, dan radang usus karena memiliki aktivitas antibakteri. Daunnya digunakan untuk penyakit asma, dan kulit kayunya digunakan untuk mengatasi haid yang tidak teratur.

Cendana juga baik digunakan untuk penderita diabetes karena mampu menurukan kadar gula darah dan menurunkan kadar lemak. Selain itu itu cendana memiliki efek antioksidan, dan mampu menghentikan perbanyakan virus influenza.

RESEP
Sebanyak 2 g kulit kayu cendana, 5 g daun patikan cina ditambah gambir sedikil direbus dengan air sebanyak 100 ml. Air rebusannya diminum untuk mengobati disentri.

Sirih | Piper betle L

TANAMAN sirih hijau (Piper betle L), terutama pada bagian daunnya, mengandung zat yang dapat memberikan beberapa manfaat bagi manusia. Tumbuh merambat dengai ketinggian dapat mencapai 15 m. Batang umumnya berwarna cokelat kehijauan, batanj berbentuk bulat, memiliki ruas, bagian ini merupakan bakal tumbuhnya akar. Daun siril berbentuk jantung, tunggal, bagian ujung daun runcing, tumbuh berselang seling, setiap daun memiliki tangkai, bila daun diremas akan mengeluarkan aroma khas, panjang sekitar 5-8 cm dengan lebar sekitar 2-5 cm. Bunga sirih majemuk berbentuk bulir, memiliki daun pelindung kurang lebih 1 mm dengan bentuk bulat panjang. Bulir betina memiliki panjang antara 1,5-6 cm.Pada bagian bulir betina ini terdapat kepala putik berjumlah antara 3-5 buah dengan warna putih dan hijau kekuningan. Bulir jantan memiliki panjang 1,5-3 cm.Pada bulir jantan terdapat dua benang sari yang pendek. Buah sirih termasuk kedalam buah buni memiliki dinding dengan dua lapisan, bentuk buah bulat dengan warna hijau keabu-abuan. Akar sirih termasuk akar tunggang dengan bentuk bulat serta warna cokelat kekuningan.

Tanaman yang tumbuh merambat pada batang pohon di sekelilingnya ini dnpai tumbuh dengan subur di wilayah tropis terutama pada tanah dengan kandungan bahar organik dan air yang banyak. Dataran tempat tumbuh tanaman sirih yaitu daerah dengan ketinggian sekitar 300-1.000 m dpi. Bagian yang digunakan daun.

Secara umum, daun sirih mengandung minyak asitri yang berisikan senyawa kimia seperti fenol serta senyawa turunannya antara lain kavikol, kavibetol, eugenol, karvacol, dan allipyrocatechol. Kandungan daun sirih lainnya yaitu karoren, asam nikotinat, riboflavin, tiamin, vitamin C, gula, tannin, patin dan asam amino. Daun sirih memiliki rasa dan aroma khas, yaitu rasa pedas dan bau yang tajam. Rasa dan aroma ini disebabkan dari kavikol dan bethelphenol dalam minyak asitri yg terkandung di dalam daun sirih.

CARA MENDAPATKAN SIRIH HIJAU
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama, gulma, pemupukan, dan penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh deng baik pada tempat dengan ketinggian dari dataran rendah hingga 1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT SIRIH HIJAU
Dalam daun sirih terkandung cugenol yang memiliki sifat antijamur. Dengan sifat antifungal ini, daun sirih dapat digunakan untuk menghambat tumbuh dan berkembangnya yeast (sel tunas) dari Candida albicans. Daun sirih juga mengandung zat antiseptik yang berperan dalam membunuh bakteri. Sifat antiseptik yang dimiliki daun sirih disebabkan dari turunan fenol yaitu kavikol, dimana sifat antiseptiknya 5 kali lebih efektif bila dibandingkan fenol biasa. Selain dari dua sifat di atas, Daun sirih juga memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans, Streptococcus viridans, Streptococcus sanguis, Staphylococcus aureus, dan, Actinomyces viscosus( semuanya nama bakteri tidak memiliki nama yang lebih popular). Selain itu daun sirih mengandung antioksidan.

RESEP
Pendarahan pada hidung/mimisan
1 lembar daun sirih agak muda dilumatkan, gulung sambil ditekan sehingga keluar minyaknya. Gunakan untuk menyumbat hidung.

Batuk
Rebus 15 lembar daun sirih dengan tiga gelas air sampai tersisa % air. Minum air rebusan tersebut dengan menambahkan satu sendok madu. Lakukan hingga batuk hilang.

Bronchitis
Daun sirih sebanyak 7 lembar, gula batu satu potong direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum 1/3 gelas dengan aturan 3 x sehari.

Luka bakar
Peras daun sirih secukupnya, tambahkan madu sedikit, lalu bubuhkan pada bagian kulit tubuh yang luka akibat terbakar.

Bau badan
Rebus 5 lembar daun sirih dengan 2 gls air sampai menjadi 1 gls, minum secara rutin tiap hari.

Bisul
Cuci daun sirih secukupnya, giling hingga halus, lalu bubuhkan pada bisul dan sekelilingnya. Kemudian dibalut. Lakukan 2 x sehari.

Bau mulut
4 lembar daun sirih,diseduh air panas, tunggu sekitar 1 jam. Gunakan sebagai obat kumur.

Sariawan
2 lembar daun sirih segar dicuci, lalu kunyah sampai lumat oleh mulut anda. Buang ampasnya.

Keputihan
Rebus 10 lembar daun sirih menggunakan 2,5 Itr air, angkat, lalu pada kondisi air hangat gunakan untuk mencuci bagian kemaluan.

Jerawat
Tumbuk 10 lembar daun sirih hingga halus. SEduh dengan dua gelas air panas. Setelah dingin, gunakan air seduhan tersebut untuk mencuci muka. Lakukan sehari 2 sampai 3 kali.

Diare
6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sdm minyak kelapa. Tumbuk semua bahan sampai halus. Gunakan sebagai obat gosok pada bagian perut.

Mengurangi ASI berlebih
Ambil daun sirih secukupnya, lalu olesi dengan minyak kelapa. Panaskan di atas api sampai layu. Hangat-hangat tempelkan di seputar payudara yang bengkak.

Mata merah dan gatal
Rebus 6 lembar daun sirih menggunakan 1 gelas air hingga mendidih. Setelah air rebusan dingin, gunakan untuk mencuci mata. Lakukan 3x sehari sampai mata Anda sembuh.

Cincau Hijau | Cyclea barbata

cincau-hijau

cincau-hijau

TANAMAN cincau hijau memiliki nama ilmiah Cyclea barbata Miers dan termasuk ke dalam famili Menispermaceae. Nama lain cincau hijau antara lain adalah camcauh (Sunda), kepleng, juju (Jawa)’ Daluman (Bali) tarawulu. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga 800 m dpl dan dapat dipanen setiap waktu sepanjang tahun. Batang cincau hijau berkayu, bulat, kulitnya hijau, bentuknva memanjang, berukuran kecil dcngan diameter 1 cm, berbulu halus keputih-putihan. Tanaman tumbuh merayap ke atas dan membelit ke kiri. Bunga tanaman cincau hijau biasanya terdapat di ketiak daun atau kadang-kadang dari batangnya. Bentuk bunga kecil dan berkelompok. Buah tanaman ini berukuran kecil, berbentuk bulat dan agak berbulu. Setiap buah mengandung 1-2 biji yang keras.

Daun cincau berbentuk perisai, bagian tengahnya melebar berbentuk bulat telur, bagian pangkalnya berlekuk dan bagian ujungnya meruncing sehingga keseluruhan bentuknya menyerupai jantung. Permukaan bawah daun berbulu halus dan permukaan atasnya berbulu kasar dan jarang. Panjang daun bervariasi antara 60-150 mm dan memiliki tulang daun menjaring. Daun cincau hijau banyak mengandung karbohidrat yang memiliki sifat menyerap air, sehingga ekstrak daun tersebut dapat membentuk gelatin. Selain itu, daun cincau hijau mengandung polifenol, saponin, flavonoida, kardioplegikum, tentradine, isotentradine, dimetil tentradine dan lemak. Unsur-unsur gizi juga dapat ditemukan, seperti kalsium, fosfor, vitamin A, dan vitamin B. Batang cincau hijau mengandung alkaloid quenine, dan akarnya mengandung bisbenzylisoquinoline.

CARA MENDAPATKAN CINCAU HIJAU
Untuk pengembangbiakannya karena jarang berbuah, tumbuhan ini biasanya diperbanyak dengan akarnya.

KHASIAT CINCAU HIJAU
Daun cincau hijau yang telah diolah menjadi gel dapat digunakan sebagai makanan diet rendah kalori. Selain itu dapat juga digunakan untuk pengobatan radang lambung, disentri, keracunan udang dan tekanan darah tinggi. Akarnya dapat digunakan untuk mengobati demam dan sakit perut, selain itu juga dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah kanker. Batang cincau daun yang mengandung quenine dapat menurunkan demam dan menghambat perkembangan Plasmodium falcifarum sebagai penyebab penyakit malaria.

RESEP
Demam: Rimpangnya diiris-iris halus kemudian direbus dengan air, perasannya diminum.

Sakit perut, tekanan darah tinggi, keracunan makan udang: Daun diremas-remas dengan air sampai air menjadi hijau, biarkan menjadi seperti agar-agar dan diminum bersama gula jawa.

Aprikot | Prunus armeniaca

aprikot

aprikot

Kandungan
a. carotenoids
b. fiber

Manfaat
a. membantu memperkuat sistem respirasi
b. membantu mencegah terjadinya batuk dan asma
c. membantu menyembuhkan diare
d. meregenerasi cairan dalam tubuh
e. sarana detoksifikasi racun yang paling ampuh
f. digunakan untuk melawan perkembangan tumor dan kanker
g. mengontrol tekanan darah
h. bagus untuk mengatasi mata merah
i. menjaga kesehatan otak
j. memperlambat proses penuaan
k. membantu melancarkan siklus haid
l. membantu mengatasi masalah kewanitaan seperti keputihan, bau tidak sedap, dan lain-lain
m. menghentikan kebiasaan merokok

Lada Hitam | Piper nigrum

lada-hitam

lada-hitam

Kandungan
a. senyawa proton
b. zat pedas dan panas

Manfaat
a. Menyembuhkan nyeri
b. Menghangatkan badan

Ramuan tradisional mengatasi rasa nyeri
20 g lada hitam

Konsumsi lada hitam sekurang-kurangnya 20 g per hari. Lada hitam akan memicu munculnya rasa panas dan pedas, sehingga menyingkirkan rasa nyeri. Penggunaannya telah diujicobakan pada penderita AIDS, kanker, migrain, dan diabetes melitus.

Jamur Kancing | Agaricus bisporus

jamur-kancing

jamur-kancing

Kandungan
a. serat
b. protein
c. kalium
d. vitamin B
e. mineral
f. kalori
g. serat

Manfaat
a. mencegah kanker dan tumor
b. menurunkan berat badan
c. menyembuhkan flu
d. melawan kanker prostat

Ramuan tradisional mencegah berbagai penyakit
Jamur kancing sangat terkenal sebagai bahan masakan yang enak. Untuk mendapatkan manfaatnya dalam mencegah berbagai penyakit, cukup menngonsumsi jamur secukupnya, baik sebagai bahan salad, sup, maupun digoreng bersama sayuran dan daging.

Daun Mint | Mentha cordifolia

daun-mint

daun-mint

DAUN MINT atau dikenal dengan nama ilmiah Mentha piperita adalah sebuah tanaman herbal yang sangat terkenal di seluruh dunia, apalagi semenjak banyak digunakan untuk berbagai produk seperti penyegar napas, permen karet, pasta gigi, obat kumur dan minyak angin. Lahan yang cocok untuk tanaman mint adalah lahan yang memiliki curah hujan sedang. Lebih cocok lagi cari lahan berada di dataran tinggi yang beriklim sejuk. Tanaman ini biasanya ditanam di Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Utara. Daun mint (Mentha Cordifolia) mempunyai aroma wangi dan did raba dingin menyegarkan. Aroma wangi dan semriwing daun mint disebabkan kandungan minyak asiri berupa minyak menthol. Daun ini mengandung vitamin C, provitamin A, fosfor, besi, kalsium dan potasium. Serat, klorofil dan fitonutrien juga banyak terkandung di dalam daun mint.

CARA MENDAPATKAN DAUN MINT
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatan dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sekitar 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT
Sakit kepala, nyeri otot, saraf, sakit gigi, dll. Daun mint dikenal cukup luas karena tanaman ini banyak dipakai untuk menambahkan citarasa mentol dalam produk permen, makanan, kosmetik, pasta gigi, hingga obat-obatan. Rasa mentol dalam mint ternyata mengandung sederet khasiat. Salah satu khasiat mint yang paling terkenal adalah mengatasi penyakit pencernaan seperti irritable bowel syndrome, minyak pepermint sangat baik mengurangi penyakit irritable bowel syndrome yang punya gejala sembelit, diare, kembung, mual, dan mulas.

Pepermint juga dipakai secara turun-temurun untuk mengatasi gejala flu, peradangan di mulut dan tenggorokan, infeksi sinus, dan infeksi pernapasan. Beberapa orang juga memakai daun mint untuk mengurangi nyeri haid. Sementara itu minyak peppermint (yang diperoleh dari hasil proses penyulingan) bisa dioleskan ke kulit untuk mengurangi sakit kepala, nyeri otot, saraf, sakit gigi, ruam alergi, infeksi bakteri, hingga menyembuhkan gatal akibat gigitan nyamuk. Rasa hangat yang ditimbulkannya bisa meredakan rasa nyeri.

RESEP
Teh Mint
Rebus air sampai mendidih.
Siapkan teko/tempat teh dan masukkan daun teh ke dalam teko/tempat teh.

Setelah air mendidih, masukkan air ke dalam teko/tempat teh.

Masukkan daun mint. Aduk sebentar dan biarkan layu dan tercampur rata bersama dengan daun teh.

Tunggu sampai keluar aroma teh dan mint.

Teh mint siap disajikan hangat dengan campuran gula yang takarannya sesuai selera.

Brotowali | Tinospora crispa

brotowali

brotowali

HERBA brotowali (Tinospora crispa) telah lama digunakan sebagai tumbuhan obat oleh warga Asean karena dipercaya memiliki khasiat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik penyakit dalam maupun luar. Secara taksonomi, brotowali diklasifikasikan ke dalam divisi Magnoliophyta, kelas Magtia, ordo Ranuttculales.culales, family Menispermaceae, genus Tinospora, dan spesies Tinosptpa. Brotowali dikenallikenal juga dengan nama Antawali, bratawali, putrawali, daun gauci^ (jAndnw^lldawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen jin teng (China). Brotowali merupakan tumbuhan merambat dengan panjang mencapai 2,5 m atau lebih, biasa tumbuh liar dihutan,ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar dan biasanya ditanam sebagai tumbuhan obat. Batang sebesar jari kelingking, berbintil- bintil rapat, dan rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai dan berbentuk seperti jantung atau agak membundar, berujung lancip dengan panjang 7-12 cm dan lebar 5-10 cm. Bunga kecil, berwarna hijau muda atau putih kehijauan. Brotowali menyebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara dan India. Brotowali tumbuh baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerah tropis.

Brotowali mengandung zat pahit tinokriposid, damar lunak, pati, glikosida, pikroretosid, harsa, kolumbin, kaokulin atau pikrotoksin, dan beberapa alkaloid seperti aporfin, beberin, dan palmatin. Senyawa yang paling penting yang terdapat pada batang brotowali diduga merupakan senyawa tinokrisposid yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria, antiinflamasi, dan antidiabetes. Bagian yang digunakan untuk obat adalah batang.

CARA MENDAPATKAN BROTOWALI
Cara perbanyakan tanaman ini sangat mudah yaitu dengan stek batang.

KHASIAT BROTOWALI
Batang herba brotowali secara tradisional digunakan sebagai obat antidiabetes, tekanan darah tinggi, antimalaria, dan penambah nafsu makan. Brotowali dapat memberikan efek farmakologis, yaitu analgesik (obat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran), antipiretik (obat yang menurunkan suhu tubuh yang tinggi), antiinflamasi (anti peradangan), antikoagulan (zat yang mencegah penggumpalan darah), tonikum (penambah stamina ketika lemah dan pemulih setelah sakit), antiperiodikum (obat pengatur haid), stomatik (penambah nafsu makan) dan diuretik (peluruh air seni). Selain itu dapat mengobati rematik, arthritis, rematik sendi pinggul (sciatica), memar, demam, merangsang nafsu makan, demam kuning, mencuci koreng, kudis, dan luka-luka.

RESEP
Rematik:
1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3x½ gelas.

Demam kuning (icteric):
1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1½ gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x ¾ gelas.

Demam:
2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x½ gelas.

Kencing manis atau diabetes mellitus:
⅓ genggam daun sambiloto, ⅓ genggam daun kumis kucing, ¾ jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 X 1 gelas.

Kudis (scabies):
3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2x.

Luka:
Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.

Bekatul

bekatul

bekatul

Kandungan
a. protein
b. mineral
c. lemak
d. vitamin B Kompleks
e. serat pencernaan

Manfaat
a. menjaga kesehatan dan stamina
b. campuran bubur untuk orang sakit