Monthly Archives: April 2015

Mahoni | Swietenia mahagoni

mahoni

mahoni

MAHONI adalah anggota suku Meliaceae yang memiliki nama ilmiah Swietenia mahagoni (L.) Jacq. Tumbuhan ini berupa pohon tahunan yang tingginya 5 – 25 m. Batang berkayu, bentuk bulat, mempunyai banyak percabangan. Daun majemuk, menyirip genap, bentuk bundar telur sampai lonjong/elip ujung dan pangkalnya runcing, tepi rata, pertulangan daun menyirip, daun muda wama merah dan setelah tua berwarna hijau. Perbungaan bentuk malai, terdapat di ketiak daun, warna kuning kecoklatan. Buah rata-rata sebesar bola tenis, bulat telur, berlekuk lima, warna cokelat Biji bentuknya pipih, warna hitam atau cokelat.

Mahoni dapat ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai, atau ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung. Tana yang asalnya dari Hindia Barat ini, dapat tumbuh subur bila tumbuh di pasir payau dekat dengan pantai. Syarat lokasi untuk budi daya mahoni diantaranya adal ketinggian lahan maksimum 1.500 m dpi, curah hujan 1.524-5.085 mm/tahun, dan suhu udara 11-36°C. Pohon mahoni termasuk tumbuhan yang cepat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian ± 700 m dpl. di daerah panas. Buah mahoni mengandung flavonoid dan saponin.

CARA MENDAPATKAN
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini terdapat di Jawa’l Tengah, Jawa Timur terutama arah Bondowoso, Nusa Tenggara, Sumatera, Sulawesi Selatan. Pohon mahoni termasuk tumbuhan yang cepat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian ± 700 m dpl. di daerah panas.

BAGIAN TANAMAN YANG D1GUNAKAN
Biji, serbuk biji

KHASIAT
Pohon mahoni bisa mengurangi polusi udara sekitar 47-69 persen, daun-daunnya bertugas menyerap polutan-polutan yang terkandung di sekitarnya. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubel, furnitur, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan seperti di kota Jepara yang menjadikannya sebagai alternatif kayu jati. kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan tidak mudah luntur. Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem, dan daun mahoni untuk pakan ternak

Buahnya dapat melancarkan peredaran darah, mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam, bertindak sebagai antioksidan, mengurangi lemak di badan, membantu meningkatkan sistem kekebalan, mencegah pembekuan darah, dan menguatkan fungsi hati serta memperlambat proses pembekuan darah. Biji digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (diabetes melitus), tidak nafsu makan, rematik, demam, masuk angin, eksim, meningkatkan energi, stamina dan daya tahan, energi revitalisasi, membangun kembali jaringan kulit, meningkatkan produksi sperma yang sehat, agen kecantikan, anti aging, memperkuat jantung dan system pembuluh darah, memperkuat jantung, lambung, paru-paru dan hati. Selain itu tanaman ini memiliki potensi efek farmakologi sebagai anti diabetik, antioksidan, antibakteri, antijamur dan antihiperlipidemik.

RESEP
Hipertensi
Ambil 8 g biji mahoni segar, seduh dengan 2 gelas air panas, dinginkan, saring, bagi menjadi 2. Minum 2 x sehari pagi dan sore atau ambil ½ sdt serbuk biji mahoni, seduh dengan ½ cangkir air panas, beri 1 sdm madu. Minum 2 – 3 x sehari, minum selagi hangat.

Kencing manis
Ambil ½ sdt serbuk biji mahoni, seduh dengan ⅓ cangkir air panas. Minum 2-3 x sehari ½ jam sebelum makan, minum selagi hangat.

Kurang nafsu makan
Ambil ½ sdt serbuk bijh mahoni, seduh dengan ⅓ cangkir air panas, beri 1 sdm madu. Minum 2 – 3 x sehari, minum selagi hangat.

Demam dan masuk angin
Ambil 1/2 sdt serbuk biji mahoni, seduh dengan 1/4 cangkir air panas, tambahkan 1 sdm madu. Minum 2 – 3 x sehari, minum selagi hangat.

Putri Malu | Mimosa pudica

putri-malu

putri-malu

PUTRI MALU memiliki nama latin Mimosa pudica, termasuk dalam keluarga Fabaceae. Di negara lain beragam nama diketahui untuk tanaman ini. Yang umum seperti sensitive plant, humble plant, shameful plant, sleeping grass, touch-me-not, chuimui, dan ant-plant. Selain itu di Asia Tenggara dikenal dengan makahiya (Filipina), pokok semalu (Malaysia), dan hti ka yoan. Tanaman putri malu merupakan tanaman anual atau perinal, beberapa berkayu pada batang dan membentuk belukar hingga setinggi 1 m. Daun merupakan daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5-26 pasang. Anak daun memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah halus, berukuran 6- 16×1-3 mm, berwana hijau dengan tepi berwarna ungu. Jika disentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap, sirip terkumpul rapat sepanjang 4 – 5,5 cm.Batang putri malu berbentuk bulat, berambut dan berduri halus. Mempunyai akar pena yang sangat kuat, bunganya berbentuk bulat seperti bola dan tidak mempunya mahkota dengan kelopak bunga kecil, tabung mahkota kecil berwarna putih. Buah berbetuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil 1-2 cm, dengan biji berbentuk pipih berukuran 2,5 mm, berwarna cokelat pucat.

Habitat asal tumbuhan putri malu adalah Amerika Tengah dan Amerika Selatan, namun sekarang sudah tersebar sampai ke Asia dan Australia. Di beberapa negara, putri malu dikelompokan sebagai gulma yang menganggu tanaman seperti jagung, kelapa, tomat, kapas, kopi, pisang, kedelai, pepaya, dan tebu. Beberapa senyawa kimia vang dikandung tanaman putri malu di antaranya alkaloid mimosina, flavonoid, tanin, terpenoid, glikosida, kalsium oksalat. asam jasmonat, noradrenaline, turgorina, dan mimopudina.

CARA MENDAPATKAN PUTRI MALU
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatan dengan pemupukan, pengendal hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sekitar 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman.

KHASIAT PUTRI MALU
Secara tradisional, di India, putri malu digunakan sebagai penyembuh luka, air rebusa: akar jika diminum dapat digunakan sebagai obat sakit gigi dan penurun deman pada penyakit malaria. Jus daun putri malu diketahui digunakan untuk mengatas pendarahan, disentri, dan diare, serta untuk pengobatan bronkitis. Manfaat yang lainny; adalah untuk mengatasi insomnia, batuk, cacingan, rematik, dan diuretik. Selain iti berdasarkan penelitian, tanaman putri malu juga berpotensi sebagai antikonvulsan antikejang, antibakteri, dan anti racun ular (antiophidian).

RESEP
Insomnia
– Cuci 30 g seluruh bagian tanaman putri malu segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sebelum tidul
– Sediakan bahan segar heba putri malu dan sawi langit (masing-masing 15 g) dan 30 g calincing segar (oxalis corniculata L.). Cuci bahan-bahan lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sebelum tidur.

Chronic bronchitis
– Sediakan seluruh bagian tanaman segar putri malu dan pegagan (masing-masing 30 g) lalu cuci sampai bersih. Tambahkan 3 gelas air, lalu rebus sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 3 kali masing-j masing ½ gelas.
– Cuci 60 g putri malu segar, lalu potong-potong seperlunya. rebus dalam 3 gelas air dengan api kecil sampai tersisa 1 gelas. Stelah dingin saring dan air saringannya] diminum untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari. Ramuan ini diminum untuk 10 hari.

Batuk dengan dahak banyak
Cuci 15-30 g seluruh bagian tanaman putri malu, alu rebus dengan 3 gelas air samapil tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum malam haril sebelum tidur.

Cacingan/Ascariasis
15 g akar Mimosa pudica direndam dalam arak putih 500 cc selama 2 minggu. Gunakan arak putri malu ini untuk mengompres bagian sendi yang sakit.

Rheumatik
15 g akar Mimosa pudica direndam dalam arak putih 500 cc selama 2 minggu. Gunakan arak putri malu ini untuk mengompres bagian sendi yang sakit.

Batu saluran kencing
Cuci 20 g seluruh bagian tanaman putri malu segar, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Sebaiknya ramuan ini diminum pada malam hari.

Sisik Naga | Drymoglossum piloselloides

sisik-naga

sisik-naga

SISIK NAGA dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di adang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembap mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar impang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul atau berambut jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai hijau kecokelatan. Daunnya ada yang mandul dan ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau duduk, oval memanjang, panjang 1-5 cm, lebar 1-2 cm. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini dinamakan picisan. Sisik naga dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar.

Sisik naga mengandung minyak asiri, sterol/triterpen, fenol, flavonoid, tanin, dan ru\a. Nama lokal adalah Sumatera: picisan, sisik naga (Semenanjung Melayu), sakat riburibu (Pantai Sumatera Barat). Jawa: paku duduwitan (Sunda), pakis duwitan (Jawa).

CARA MENDAPAT TANAMAN SISIK NAGA
Cara mendapatkan sisik naga cukup mudah karena tumbuhan ini merupakan umbuhan parasit yang biasa tumbuh menempel pada tanaman lain.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan seluruh herba segar atau yang telah dikeringkan.

KHASIAT SISIK NAGA
1. Anti jamur atau anti bakteri.
2. Sisik naga tidak mempunyai efek sitotoksik terhadap sel kanker.

RESEP
Daun digunakan untuk pengobatan: gondongan (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), sakit perut, disentri, kencing nanah (gonore), batuk, abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah, perdarahan seperti luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan, rematik.

Untuk obat yang diminum, rebus 15-60 g daun, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, Gunakan air rebusan herba segar untuk mencuci kudis, koreng, atau berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Cara lain, giling herba segar sampai halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit pada penyakit-penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Radang gusi (gingivitis)
Cuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang. Selanjutnya, buang ampasnya Lakukan 3-4 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.

Sakit kuning (jaundice)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing ½ gelas.

Srikaya | Annona squamosa

srikaya

srikaya

SRIKAYA atau Annona squamosa memiliki kulit pohon tipis berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Batangnya (pada dahan) cokelat muda, bagian dalamnya berwarna kuning muda dan agak pahit. Pada bagian ranting berwarna cokelat dengan bintik cokelat muda, lenti sel kecil, oval, berupa bercak bulat pada batang. Daun tunggal, bertangkai, kaku, letaknya berseling. Helai daun berbentuk lonjong hingga jorong menyempit, ujung dan pangkal runcing, dasar lengkung, tepi rata, panjang 5- 17 cm, lebar 2-7,5 cm, permukaan daun berwarna hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Rasanya pahit, sedikit dingin. Tangkai daun 0.4-2,2 cm panjangnya. Bunganya bergerombol pendek menyamping dengan panjang sekitar 2.5 cm, sebanyak 2-4 kuntum bunga kuning kehijauan (berhadapan) pada tangkai kecil panjang berambut dengan panjang ± 2 cm, tumbuh pada ujung tangkai atau ketiak daun. Daun bunga bagian luar berwarna hijau, ungu pada bagian bawah, membujur, panjangnya 1.6-2.5 cm, lebar 0,6-0,75 cm. Daun bunga bagian dalam sedikit kebih kecil atau sama besarnya. Terdapat banyak serbuk sari, bererombol, putih, panjang kurang dari 1.6 cm, putik berwarna hijau muda. Tiap putik membentuk semacam kutil, panjang 1.3-1.9 cm, lebar 0,6-1,3 cm yang tumbuh menjadi kelompok-kelompok buah. Berbunga dengan bantuan kumbang nitidula. Buahnya buah semu, berbentuk bola atau kerucut atau menyerupai jantung, permukaan berbenjol-benjol, warna hijau berbintik (serhtffc bunga) putih, penampang 5-10 cm, menggantung padd tangkai yang cukup tebal. Jika masak, anak buah akan memisahkan diri satu dengan yang lain, berwarna hijau kebiruan. Daging buah berwarna putih semikuning, berasa manis. Biji membujur di setiap karpel, halus, cokelat tua hingga hitam, panjang 1,3-1,6 cm. Biji masak berwarna hitam mengkilap.

Secara umum, tanaman srikaya mengandung skuamosin, asimicin atlterospermidine lanuginosin, alkaloid tipe asporfin (anonain) dan bisbenziltetrahidroisokinolin (retikulin). Pada organ-organ tumbuhan ditemukan senyawa sianogen. Pulpa buah yang telah masak ditemukan mengandung sitrulin, asam aminobutirat, ornitin, dan arginin. mengandung senyawa poliketida dan suatu senyawa turunan bistetrahidrofuran asetogenin (skuamostatin C, D, anonain, anonasin A, anonin 1, IV, VI, VIII, IX, XV skuamostatin A, bulatasin, bulatasinon, skuamon, ncoanonin B, neo desasetilurarisin, ne retikulasin A, skuamosten A, asmisin, skuamosin, sanonasin, anonastatin, neoanonin).

Srikaya juga mengandung skuamosisnin A, skuamosin B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N; skuamostatin B, asam Iemak, asam amino dan protein. Komposisi asar lemak penyusun minyak Iemak biji srikaya terdiri dari metil palmitat, metil stearai metil linoleat. Daun mengandung alkaloid tetrahidro isokuinolin, p-hidroksibenzil 6,7-dihidroksi-l,2,3,4-tetrahidroisokinolin (demetilkoklaurin=higenamin). Bung, mengandung asam kaur-l,6-ene-l,9-oat diinformasikan sebagai kornponen aktif bung, srikaya. Akarnya mengandung flavonoid, borneol, kamfer, terpen, alkaloid anonair saponin, tanin, dan polifenol. Kulit kayu mengandung flavonoid, borneol, kamfei terpen, dan alkaloid anonain. Buah muda mengandung tanin. Daun rasanya pahit, kelal sifatnya sedikit dingin.

KHASIAT SRIKAYA
Berkhasiat untuk antiradang, antidepresi. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing pada usus (anthelmintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses. Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum (pengugur kandungan), peluruh cacing pada usus (anthelmintik), dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat sebagai astringen (zat yang menyebabkan jaringan biologis berkontraksi atau mengkerut). dan tonikum ( penambah stamina ketika tubuh lemah dan pemulih setelah sakit). Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit. Berdasarkan penelitian daun Antiotia squamosa mempunyai efek antifertilitas dan embriotoksik pada tikus betina; serta berpengaruh pada daya reproduksi Sitophillus ori zae. Senyawa insektisida yang terdapat dalam biji Antiona squamosa mempunyai daya bunuh ektoparasit. Tetrahidroisokinolin mempunyai aktivitas kardiotonik. Higenamin (p—hidroksibenzil6,7-dihidroksi- – 1,2,3,4—tetrahidroisokinolin) berinteraksi dengan adrenoreseptor, menghasilkan aktivitas inotropik positif pada otot jantung. Senyawa poliketida dan bistetrahidrofuran mempunyai efek antitumor . toksisitas Dapat mengiritasi mata dan jaringan lunak, serta kemungkinan sebagai penyebab konjungtivitis dan inflamasi.Senyawa-senyawa asetogenin (skuamostanin A, B, C, dan D) serta annotemoyin-1 dan -2, dan glukopiranosid kolesteril pada srikaya memiliki efek sitotoksik, inhibitor agregasi platelet, inhibitor replikasi HIV, agen antidiabetes (antihiperglikemik) dan antioksidan, pestisida, serta dapat digunakan dalam terapi Neisseria gonorrhea. Kandungan skuamosinnya berfungsi sebagai insektisida, sementara kandungan ascimicinnya memiliki efek antileukemia Caryophyllene oxide pada kulit batang memiliki aktivitas analgesik dan antiinflamasi serta cyclosquamosin D pada biji terbukti menunjukkan inhibisi sitokin proinflammatory pada makrofag J774A.1 terinduksi Pam3Cys. Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

Daun digunakan untuk mengatasi batuk, demam, rematik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps (dubur terlihat keluar dari anusnya atau disebut hernia) pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema. Biji digunakan untuk mengatasi pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga. Buah muda digunakan untuk mengatasi diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia). Akar digunakan untuk mengatasi sembelit, disentri akut, depresi mei dan nyeri tulang punggung. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan luka berdarah.

Sukun | Artocarpus comunis

sukun

sukun

SUKUN dengan nama latih Artocarpus comunis merupakan tumbuhan besar berupa pohon yang ketinggiannya dapat mencapai 30 m. Dilaporkan terdapat dua jenis sukun yaitu sukun yang berbiji dan tanpa biji. Buah sukun berwarna hijau, bersudut, bergores dengan ukuran sebesar kepala anak kecil. Batang sukun besar dan lurus dengan tajuk renggang, bercabang mendatar. Daunnya besar (20-40 x 20-60 cm),tersusun berselang-seling, berbagi menyirip dalam, liat agak keras seperti kulit, hijau tua mengkilap pada bagian sisi atas serta kusam, kasar dan berbulu halus pada bagian bawah. Seluruh bagian tanaman sukun mengeluarkan getah putih bila dilukai. Bunga muncul di ketiak daun dekat ujung ranting. Bunga jantan dalam bulir berbentuk panjang yang menggantung berwarna hijau muda dan menguning bila masak, serbuk sari berwarna kuning dan mudah diterbangkan angin. Bunga majemuk betina berbentuk bulat atau agak silindris berwarna hijau.

CARA MENDAPAT SUKUN
Sukun dengan biji dapat diperbanyak dengan menggunakan bijinya dan setelah 6 tahun akan berbuah. Sukun tanpa biji diperbanyak tidak dari bijinya melainkan secara tanpa kawin misalnya dengan cara mengiris akarnya hingga muncul tunas baru, lalu tunas yang telah tumbuh dapat dipindahkan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit, daun, bunga

KHASIAT SUKUN
Kulit sukun tanpa biji digunakan sebagai bahan minuman untuk wanita nifas untuk mencairkan darah. Daun sukun digunakan untuk mengobati penyakit kulit, sakit pembesaran limfa, dan sakit kuning. Selain itu daun sukun dilaporkan memiliki efek anti-inflamasi (senyawa yang dilaporkan memiliki efek ini ialah arcommunol E, 5′-geranyl-3,4,2′,4′-tetrahydroxychalcone, dan S’-geranyl-3,4,2’,4’-tetrahydroxydihydrochalcone), menghambat iradiasi UV. Sedangkan bunganya digunakan untuk mengobati sakit gigi.

RESEP
Abu daun sukun yang dibakar dicampur dengan sedikit minyak kelapa dan kunyit untuk mengobati penyakit kulit yaitu dengan cara menempelkan pada bagian yang sakit.

Daun tua sukun dipanggang di atas api kemudian diremas dengan air untuk mengobati sakit pembesaran limfa.

Bunga sukun dibakar sampai menjadi arang lalu dioleskan pada gigi yang sakit.

Lima lembar daun sukun yang sudah tua dan segar dicuci lalu direbus dengan 3 gelas ari sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan berwarna merah tua. Setelah dingin air rebusan ini diminum 1 gelas sebanyak dua kali sehari untuk mengobati sakit kuning.

Buah yang masih muda dimasak sebagai sayur atau irisannya dapat digoreng atau dipanggang di atas api.

Biji sukun juga dimakan setelah dibenamkan dalam abu panas atau direbus.

Tanjung | Mimusops elengi

tanjung

tanjung

TANJUNG (Mimusops elengi) adalah sejenis pohon yang berasal dari India, Sri Lanka dan Burma. Telah masuk ke Nusantara semenjak berabad-abad yang silam, pohon ini juga dikenal dengan nama-nama seperti tanjong (Bug., Mak.), tanju (Bim.), angkatan wilaja (Bal.), keupula cange (Aceh), dan kahekis, karikis, kariskis, rekes (aneka bahasa di Sulut). Pohon tanjung berbunga harum semerbak dan bertajuk rindang, biasa ditanamj di taman-taman dan sisi jalan. Pohon berukuran sedang, tumbuh hingga ketinggiani 15 m. Daun-daun tunggal, tersebar, bertangkai panjang; daun yang termuda berambut cokelat, yang segera gugur. Helaian daun bundar telur hingga melonjong, panjang 9-16 cm, seperti jangat, bertepi rata namun menggelombang.

Bunga berkelamin dua, sendiri atau berdua menggantung di ketiak daun, berbilangan-8, berbau enak semerbak. Kelopak dalam dua karangan, bertaju empat-empat; mahkota dengan tabung lebar dan pendek, dalam dua karangan, 8 dan 16, yang terakhir adalah alat tambahan serupa mahkota, putih kekuning-kuningan. Benang sari 8, berseling dengan staminodia yang ujungnya bergigi. Buah seperti buah buni, berbentuk gelendong, bulat telur panjang seperti peluru, 2-3 cm, akhirnya merah jingga, dengan kelopak yang tidak rontok. Biji kebanyakan gepeng, keras mengilat, cokelat kehitaman.

Bunganya yang wangi mudah rontok dan dikumpulkan di pagi hari untuk mengharumkan pakaian, ruangan atau untuk hiasan. Bunga ini, dan aneka bagian tumbuhan lainnya, juga memiliki khasiat obat. Buahnya dapat dimakan.

CARA MENDAPATKAN TANAMAN TANJUNG
Perbanyakan tanaman tanjung dapat dilakukan dengan biji maupun dengan cangkok. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tanah berpasir di Dataran rendah terbuka dengan ketinggian kurang dari 800 dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, bunga, akar, kulit akar.

KHASIAT TANJUNG
Penelitian yang telah dilakukan melaporrkan bahwa ekstrak daun tanaman Mimusops eletigi memiliki aktivitas antioksidan dan, antiinflamasi. Tanaman ini juga memiliki efek neuroprotektif terhadap stroke seperti kerusakan otak pada tikus. Selain itu batang tanaman tanjung juga memiliki potensi untuk mengobati penyakit tukak lambung.

RESEP
Air rebusan kulit kayu tanaman tanjung digunakan sebagai obat penguat dan obat demam. Rebusan kulit kayu tanaman tanjung beserta bunga digunakan untuk mengatasi murus yang disertai demam. Daun segar yang digerus halus digunakan sebagai tapal obat sakit kepala; daun yang dirajang sebagaimana tembakau, dicampur sedikit serutan kayu secang dan dilinting dengan daun pisang, digunakan sebagai rokok untuk mengobati seriawan mulut.

Kulit akarnya mengandung banyak tanin dan sedikit alkaloid yang tidak beracun. Minyak yang diekstrak dari biji tumbuhan ini mengandung beberapa asam lemak. 1 Akarnya yang dicampur dengan cuka dapat digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan.

Alang-Alang | Imperata cylindrical

alang-alang

alang-alang

ALANG-ALANG (Imperata cylindrical) pada umumnya tumbuh liar di hutan, ladang, lapangan berumput, dan pada tepi jalan pada daerah kering yang mendapat sinar matahari. Tanaman alang-alang biasanya tumbuh tegak dengan ketinggian sekitar 30-180 cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang. Daun berbentuk pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Warna daun hijau, panjang 12-80 cm, dan lebar 5-18 mm. Perbungaan berupa bulir majemuk dengan panjang tangkai bulir 6-30 cm. Panjang bulir sekitar 3 mm, berwarna putih, agak menguncup, dan mudah diterbangkan oleh angin. Pada satu tangkai terdapat dua bulir bersusun, yang terletak di atas adalah bunga sempurna, sedang yang di bawah adalah bunga mandul. Pada pangkal bulir terdapat rambut halus yang panjang dan padat berwarna putih. Biji jorong dengan panjang sekitar 1 mm berwarna cokelat tua. Akar kaku berbuku-buku dan menjalar. Tunas muda bisa dimakan dan sangat bermanfaat untuk anak-anak.

CARA MENDAPATKAN ALANG-ALANG
Alang-alang dapat diperoleh di pekarangan atau di semua tempat karena tanaman ini merupakan tanaman liar. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-800 m dpl. Perbanyakan dengan akar.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar, tunas muda.

KHASIAT ALANG-ALANG
Rasa akar alang-alang manis, bersifat sejuk, masuk meridian paru-paru, lambung dan kandung kemih. Simplisia ini bersifat tonik, pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), menyejukkan darah untuk menghentikan perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan rasa haus. Tunas muda berkhasiat untuk peluruh kencing (diuretik).

RESEP
Untuk obat yang diminum: Rebus akar alang-alang kering (15-30 g), bila menggunakan yang masih segar maka jumlahnya kira-kira 30-60 g, sedang untuk bunga sekitar 5-10 mg, dan tunas muda 5-10 g. Bisa juga akar ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk.

Untuk pemakaian luar: Bulir bunga berikut tangkainya digiling halus dan dibubuhi pada luka atau disumbatkan ke hidung untuk menghentikan perdarahan.

Rumput Teki | Cyperus rotundus

rumput-teki

rumput-teki

Terna menahun, tinggi 15-95 cm. Tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung dari sinar matahari pada lapangan rumput, pinggir jalan, tanah telantar, tegalan atau di lahan pertanian yang tumbuh sebagai gulma yang sukar diberantas. Terdapat dari 1-1.000 m di atas permukaan laut, pada bermacam-macam tanah. Batang tumpul segitiga, tajam.

Daun 4-10 helai berjejal pada pangkal batang membentuk rozet akar, dengan pelepah daun tertutup tanah.

Helaian daun berbangun pita, bertulang sejajar, tepi rata, permukaan atas berwarna hijau mengkilap. dengan panjang 10-60 cm, lebar 2-6 mm. Rimpang (umbi) menjalar, berbentuk kerucut yang besar pada pangkalnya, kadang-kadang melekuk, warnanya cokelat, berambut halus berwarna cokelat atau cokelat hitam, keras, wangi, panjang 1,5-4,5 cm dengan diameter 5-10 mm. Bunga berbentuk bulir dengan 3-10 bulir kecil yang mempunyai 8-25 bunga yang berkumpul berbentuk payung, warnanya kuning atau cokelat kuning. Buahnya buah batu, kecil, bentuknya memanjang sampai bulat telur terbalik.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa pedas, sedikit pahit, manis, netral. Masuk meridian hati dan san ciao, Menormalkan siklus haid (regulated menses), melancarkan vital energi dan penyakit-penyakit pada wanita (gynecological diseases).

Kandungan kimia
Berisi 0,3-1% minyak menguap yang isinya bervariasi tergantung daerah asal tumbuhnya. Yang berasal dari Cina berisi cyperene dan patchoulenone. Yang berasal dari Jepang berisi cyperol, cyperene I & II, alfa-cyperene, cyperotundone dan cyperolone. Juga mengandung alkaloid, glikosida jantung dan flavonoid.

Bagian yang dipakai
Rimpang

Kegunaan
Sakit dada, sakit iga
Sakit sewaktu haid, datang haid tidak teratur
Luka terpukul, memar
Gatal-gatal di kulit, bisul
Perdarahan dan keputihan
Bengkak akibat retensi cairan (edema)
Gangguan fungsi pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri lambung dan perut.

Pemakaian
Untuk minum: 5-10 g umbi digodok atau dijadikan bubuk/pil.

Pemakaian luar: Digiling menjadi bubuk, lalu ditaburkan ke tempat sakit atau dijadikan salep, atau diiris tipis-tipis dan ditempelkan ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian
Bisul: Teki segar dicuci bersih lalu digiling halus, dan ditempelkan ke tempat yang sakit.
Busung/bengkak: 3 jari rimpang teki dicui bersih lalu digiling halus, seduh dengan 3/4 cangkir air panas, suam-suam kuku disaring, lalu diminum dengan madu. Sehari 2 kali.
Haid tidak teratur dan sakit: 6-9 g umbi digodok, minum. Akan menyebabkan haid menjadi teratur dan menghentikan perdarahan.

Belimbing Wuluh | Averrhoa bilimbi

belimbing-wuluh

belimbing-wuluh

BELIMBING wuluh memiliki nama latin, yaitu Averrhoa bilimbi L. Tanaman ini juga memiliki beberapa nama lokal diantaranya limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo), Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores), Libi (Sawu), belerang (Sangi). Belimbing wuluh memiliki tinggi pohon 5- 10 m, batangnya tegak, bercabang-cabang, permukaan kasar, banyak tonjolan, berwarna hijau kotor, daunnya majemuk, menyirip, anak daun 25-45 helai, bulat telur, ujung meruncing, pangkal membulat, panjang 7-10 cm, lebar l-3 cm, bertangkai pendek, pertualangan menyirip, hijau muda, hijau. Bunganya majemuk, bentuk malai, pada tonjolan batangdancabang, menggantung, panjang 5-20 cm, kelopak ± 6 cm, merah, daun mahkota bergandengan, bentuk lanset, ungu. Buahnya Buni, bulat, panjang 406 cm, hijau kekuningan. Bijinya segitiga, ketika muda berwarna hijau, tetapi setelah tua kuningan kehijauan. Akarnya tunggang, berwarna cokelat kehitaman.

Ekstrak buah belimbing wuluh. mengandung flavonoida dan triterpene saponin. Daun, buah, dan batangnya mengandung saponin, tannin, flavonoid, sedangkan batangnya mengandung alkalosida dan polifenol. Susunan kimia yang terkandung dalam belimbing wuluh yaitu asam amino, asam sitrat, senyawa glukosida, fenolat, ion kalium, gula, serta vitamin dan mineral, juga terdiri dari serat, abu, dan air.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan tanaman buah asli Indonesia yang mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tanaman ini dapat tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia. Belimbing wuluh dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, ranting muda, bunga dan buah

KHASIAT BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untui obat antihipertensi. Taman in ini juga memiliki potensi dapat menurunkan glukosa darah. Secara farmakologi telah  terbukti bahwa rebusan daun belimbing wuluh dengan pemberian secara oral pada dosis 500 mg/kg tidak memberikan efek hipotermia tetapi memberikan efek antiptik dan in dapat mengurangi efek inflamasi.

Ekstrak khloroform belimbing wuluh sangat efektif membunuh pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus, bacillus cereus dan corney bacterium diphteria karena mengandung senyawa flavonoid tipe luteoin dan apigenin.

Selain itu daun belimbing wuluh secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut, encok, demam gondok, buahnya untuk gejala darah tinggi, sariawan obat batuk, mengobati sakit perut, gondongan (parotitis), gusi berdarah, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, kelumpuhan, memperbaiki sistem pencernaan, dan radang rektum.

RESEP
Pegel linu
Sebanyak 1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkih, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Gondongan
Sebanyak 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih, lalu ditumbuk halus. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Batuk pada anak
Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.

Batuk
Sebanyak 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Batuk rejan
Sebanyak 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum, lakukan 2 kali sehari. Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

Rematik
Sebanyak 100 g daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkih dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ke bagian yang sakit.

Sebanyak 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkih, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sariawan
Segenggam bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai uncuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
Sebanyak ⅔ genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum,
sehari 3 kali ¾ gelas.

Tiga buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, ¾ sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

Jerawat
Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

Sebanyak 6 buah belimbing wuluh dan ½ sendok teh bubuk belerang, digiling halus, lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Panu
Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Darah tinggi
Tiga buah belimbing wuluh dicuci, lalu dipotong potong

Buncis | Phaseolus vulgaris

buncis

buncis

Kandungan
a. alkaloid
b. flavonoid
c. saponin
d. triterpenoida
e. steroida
f. stigmasterin
g. trigonelin
h. arginin
i. asam amino
j. asparagin
k. kholina
l. tannin
m. fasin (toksalbumin)
n. zat pati
o. vitamin

Manfaat
Selain sebagai sayur dalam berbagai bentuk variasi, buncis dikenal sebagai pengobat diabetes melitus.