Kepel | Stelechocarpus burahol

kepel

kepel

TUMBUHAN Kepel (Stelechocarpus burahol)atau burahol (Sunda)adalah pohon penghasi buah hidangan meja yang menjadi flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel digemari puteri kraton-kraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringa beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam. Secara taksonomi kepel termasuk dalam famili Annonaceae. Kepel merupakan tanaman yang dilindung mengingat jumlahnya yang cukup terbatas. Lamanya usia berbuah, banyaknya biji pada buah dan beberapa mitos menjadikan masyarakat tidak banyak yang menanam dan melestarikan kepel.

Pohon kepel berbentuk tegak, tidak merontokkan daun secara serentak, tingginya mencapai 25 m. Tajuknya teratur berbentuk kubah meruncing ke atas dengan percabangan mendatar atau agak mendatar. Diameter batang utamanya mencapai 40 cm, berwarna cokelat-kelabu tua sampai hitam, yang secara khas tertutup oleh banyak benjolan yang besar-besar. Daunnya berbentuk lonjong-jorong sampai bundar-telur/bentuk lanset, berwarna hijau gelap, tidak berbulu, tangkai daunnya mencapai 1,5 cm panjangnya. Bunganya berkelamin tunggal, mula-mula berwarna hijau kemudian berubah menjadi keputih-putihan, muncul pada tonjolan-tonjolan di batang, bunga jantan terletak di batang sebelah atas dan di cabang-cabang yang lebih tua, berkumpul sebanyak8-16 kuntum, diameternya mencapai 1 cm, sedangkan bunga betinanya hanya berada di pangkal batang, diameternya mencapai 3 cm. Buahnya dengan 1-13 lembar daun buah bertipe mirip buah buni, daun buah yang matang hampir bulat bentuknya berwarna kecokelat-cokelatan dan dapat dimakan. Bijinya berbentuk menjorong. Pohon Kepel mencapai masa berbuah pada usia 6-8 tahun.

CARA MENDAPATKAN KEPEL
Pohon kepel hidup di daerah kaki pegunungan dengan ketinggian 150-300 m dpl. Pohon ini terdapat di daerah Asia Tenggara seperti Malesia, Solomon, Filipina, Australia. Di Indonesia, terdapat di Pulau Jawa terutama di sekitar keraton Yogyakarta, Taman Nasional Meru Betiri dan Kebun Raya Bogor.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah

KHASIAT KEPEL
Buah Kepel telah dikenal oleh masyarakat Jawa Tengah sebagai deodoran alami. Konsumsi buah yang matang dalam keadaan segar dapat memberikan aroma bunga mawar pada tubuh, mengurangi bau urin yang menyengat dan bau mulut. Khasiat inilah yang menjadikan Kepel telah dikenal sebagai deodoran alamiah. Selain khasiatnya sebagai deodoran, kepel berkhasiat sebagai peluruh urinasi (diuretikum), mencegah radang ginjal dan menyebabkan kemandulan sementara pada wanita.

Beberapa publikasi yang mendukung khasiat kepel tersebut telah dieksplorasi dan dipublikasikan. Kandungan fitoestrogen yang tinggi pada daun kepel memiliki efek antiimplantasi. Daun kepel mengandung senyawa antioksidan dan memiliki efek hipouremia sebagai penurun asam urat. Pemberian serbuk buah kepel pada mencit selama 7 hari dapat menurunkan kadar amonia dalam feses sebesar 75,5%, kadar fenol sebesar 42,4% dan kadar trimetilamin sebesar 75% jika dibandingkan dengan kelompok kontrol, tetapi penurunan kadar trimetilamin tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Penelitian lainnya, menunjukkan bahwa buah kepel juga berpotensi sebagai antijerawat.

RESEP
Deodoran: Buah kepel matang dan segar dicuci dan dapat langsung dimakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *