whooping cough

Jukut Pendul | Kyllinga brevifolia

jukut-pendul

jukut-pendul

NAMA DAERAH: Jukut pendul, teki (Sunda)

URAIAN TANAMAN:
Terna menahun, tinggi 7-20 cm, wangi. Tumbuh pada tanah lembab di sisi jalan, tanah terlantar. padang rumput. 0ari dataran rendah sampai 2.600 m di atas permukaan laut.

Tumbuh berkumpul, dengan rimpang yang pendek dan merayap, letaknya sedikit dibawah permukaan tanah, mengeluarkan batang tegak bersegi tiga, pejal, berdaun hanya didekat pangkalnya.

Daun pangkal batang, 2-4, bangun garis, panjang menyempit dengan ujung runcing, pujjjdiig 3-10 cm, lebar 1,3-4 mm, warnanya hijau tua, agak kasap.
Bunga bentuknya bundar memanjang mirip bongfcol, warnanya hijau muda panjang 4-8 mm. Buah bulat memanjang; sedikit gepeng, warnanya coklat muda.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS :
Rasa pedas, netral. Penurun panas (anti piretik), anti radang, peluruh kemih (diuretik), menghilangkan batuk (antitusif), mengencerkan dahak.

KANDUNGAN KIMIA:
Minyak terbang

BAGIAN YANG DIPAKAI :
Seluruh tanaman

KEGUNAAN :
Selesma, radang saluran napas (bronchitis), batuk rejan (pertusis).
Malaria, disentri basiler.
Sakit kuning (icteric hepatitis)
Kencing berlemak (chyluria).
Rematik, luka terpukul, luka berdarah
Pemakaian luar untuk: Gigitan ular, gatal-gatal (pruritus), koreng, bisul

PEMAKAIAN :
Untuk minum:
30-60 gr rumput segar digodok. atau ditumbuk halus lalu diperas, airnya diminum.

Pemakaian luar:
Rumput segar dilumatkan, dibubuhkan ketempat yang sakit atau digodok dan air godokan- nya dipakai untuk cuci.

CARA PEMAKAIAN :
Batuk rejan, bronchitis, batuk : 60 gr rumput segar dicuci bersih, lalu digodok dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. dibagi untuk 2 kali minum.

Malaria : 60 gr rumput segar digodok. diminum 4 jam sebelum gejala/serangan timbul.

Air kemih berlemak (chyluria): 60 gr jukut pendul ditambah 60 gr buah Euphoria longan (lengkeng), digodok, minum.

Disentri: 30-45 gr rumput segar setelah dicuci bersih ditambah air dan gula secukup- nya, lalu ditim selama 1 jam, minum.

Gatal-gatal di kulit : Tumbuhan segar digodok, airnya untuk cuci.

Radang mulut pada anak-anak : 30 gr akar dan batang jukut pendul digodok dengan air. Airnya dipakai untuk menyeduh madu secukupnya lalu diminum.

Rematik : 30-60*gr rumput segar digodok, minum.

Tulang patah, luka berdarah : Rumput segar setelah dicuci bersih ditumbuk sampai halus dan dibalur ketempat yang sakit lalu dibalut. Sehari diganti 2 kali.

Sakit kuning : 30-60 gr rumput segar dicuci bersih, lalu digodok , minum.

Sakit perut karena peredaran darah tidak lancar: 30 gr jukut pendul dicuci bersih lalu digodok, minum.

Paria Gunung | Cardiospermum halicacabum

paria-gunung

paria-gunung

NAMA DAERAH: Cenet areuy, paria gunung (Sunda) ketipes, parenan, pulungan (Jawa), pepare kurung (Jakarta), bondot, plentangan, lung genje.

NAMA ASING: Coeur des indes, pois de coeur, herzsame, kerstmisbloem, balloon vine, heart pea.

URAIAN TANAMAN:
Terna setahun, tumbuh liar di lapangan rumput, tepi jalan. di hutan dan di ladang, pada tempat-tempat keri’ng yang terkena sinar matahari dari 1 – 700 m di atas permukaan laut.

Terna berbatang lemas ini tumbuh memanjat dengan sulur/alat pembelit yang keluar dari karangan bunga, berambut halus, panjangnya dapat mencapai 2-3 m.

Daunnya berupa daun majemuk menjari beranak daun tiga ganda dua, letak berseling.dengan anak daun bertangkai, bulat telur memanjang, bercangap menyirip dalam, ujung runcing, tepi bergerigi, dengan panjang 5-9 cm.
Bunga kecil berwarna putih dengan sepasang alat pembelit untuk memanjat,
berkumpul dalam karangan bunga yang keluar dari ketiak daun.
Buah berupa selaput, melembung bersegi tiga, dengan 3 buah biji bentuknya bulat berwarna hitam, di tengahnya berwarna putih.

Di beberapa daerah paria gunung dimakan sebagai sayuran dan bijinya yang telah tua sering dibuat sebagai perhiasan oleh anak-anak.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Manis, pedas, dingin. Menghilangkan bekuan darah, menghilangkan bengkak, membersihkan darah, menetralkan panas dan racun, anti radang, melancarkan kencing. Herba ini masuk meridian lever dan ginjal.

KANDUNGAN KIMIA:
Biji: Zat lendir, saponin, lemak, calsium, nitrogen, organic phosphate compound. Minyak dari biji: 1 -eicosenoic acid 42%, palmitate acid 3%, linolenic acid 8%, linoleic acid 8%, oleic acid 22%, stearic acid 2%. arachidic acid 10%, dan asam lemak dengan berat molekul rendah 5%.
Batang dan daun: Saponin, tanin, calsium oksalat, sulfur.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Seluruh tanaman. pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:
Flu. demam, badan sakit-sakit (rheumatism).
Radang ginjal (nephritis), infeksi saluran kencing.
Kencing sedikit (Oliguria), bengkak (oedem).
Kencing manis (Diabetes mellitus).
Pertussis (batuk rejan).
Radang telinga tengah (Otitis media).
Sakit kuning.
Menormalkan siklus haid, merangsang haid (emmenagogue).
Diare, disentri.
Obat cacing (anthelmintic).
Merangsang muntah.
Susah buang air besar (sembelit)

PEMAKAIAN LUAR:
Terpukul, radang kulit bernanah, eczema, scabies, bisul, gigitan ular

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 10-15 gr (segar: 30-60 gr), godok.
Pemakaian luar:Herba segar dilumatkan. balurkan ke tempat yang sakit, atau digodok, airnya untuk cuci

CARA PEMAKAIAN:
Kencing sedikit (oliguria): 15 gr bahan kering digodok, airnya untuk menyeduh arak kuning, minum.
Kencing manis: 60 gr herba segar digodok, minum.
Terpukul: 10-15 gr bahan segar ditumbuk, air perasannya diminum dengan arak kumng. Bisul: Tumbuhan segar ditambah nasi dingin dan garam secukupnya, digiling halus. Tempelkan pada bisul.
Sakit kepala: Daun digiling halus, untuk tapel pada pelipis.
Merangsang haid: Herba segar setelah dicuci bersih ditumbuk, air perasannya diminum.
Diare, disentri:
Air godokan daun kering dipompakan melalui dubur.
Daun dan batang digodok, minum.

Lenglengan | Leucas lavandulifolia

lenglengan

lenglengan

LENGLENGAN memiliki nama latin Leucas lavandulifolia Smith atau sinonimnya Leucas -linifolia, Spreng. Di beberapa tempat di Indonesia dikenal dengan nama paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura), daun setan, lingko-lingkongan, nienglengan, plengan (Jawa), gofu hairan (Ternate), dan laranga (Tidore). Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran cndah sampai ketinggian kurang dari 1.500 m dpi. Terna semusim, tegak, tinggi 20-60 cm. Batang berkayu, berbuku-buku, bentuknya segi empat, bercabang, berambut halus, warnanya hijau. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai. Helaian daun bcntuknya lanset, ujung dan pangkainya runcing, tepi bergerigi, panjang 1,5-10 cm, lebar 2-10 mm, warnanya hijau muda. Bunga kecil-kecil, warnanya putih berbcntuk lidah, tumbuh tersusun dalam karangan semu yang padat. Buahnya buah batu, warnanya cokelat. Biji bulat, kecil, warnanya hitam. Lenglengan tumbuh liar di tanah kering sepanjang tepi jalan atau tanah telantar.

Senyawa kimia yang terkandung di dalam lenglengan di antaranya adalah citral, citronelal linalool, linail asetat, borneol, dan p-sitosterol. Senyawa (β-sitosterol bermanfaat membantu menjaga kesehatan prostat dan kandung kemih.

CARA MENDAPATKAN LENGLENGAN
Perbanyakan tanaman ini dengan biji. Perawatannya dengan cara penyiraman yang cukup, pemupukan terutama pupukdasar, dan pengendalian gulma. Tanaman ini dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian kurang dari 1.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, batang, akar

KHASIAT LENGLENGAN
Lenglengan diketahui dapat mengobati insomnia, sakit kepala, influenza, batuk, batuk rejan, difteri, jantung berdebar, melancarkan datang bulan, gangguan pencernaan, cacingan, diabetes, kejang, ayan (epilepsi). Berdasarkan penelitian diketahui lenglengan berpotensi sebagai antioksidan, melindungi lambung, dan memiliki aktivitas hipoglikemia (menurunkan kadar gula darah) sehingga dapat dimanfaatkan pada pengobatan diabetes.

RESEP
Sukar tidur
15 g daun segar dicuci bersih lalu direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring dan dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore.

Sukar tidur, rasa gelisah
Bantal kepala untuk tidur diisi dengan daun yang telah dikeringkan.

Epilepsi
¾ genggam daun segar dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula secukupnya. Sehari 3 x ½ gelas.

Kejang panas pada anak
1 genggam daun segar dicuci lalu digiling halus, tambahkan air garam secukupnya. Aduk sampai menjadi adonan seperti bubur, lalu digunakan untuk menggosok dan melamur badan anak yang sedang kejang.

Sakit kepala
1 genggam daun segar dicuci lalu digiling halus, tambahkan 1 cangkir air bersih. Dipakai untuk mengompres kepala dengan handuk kecil yang dibasahi dengan ramuan tadi, lakukan 3 kali sehari.

Batuk rejan
1 batang tana man berikut akamya dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan air gula seperlunya. Sehari 3x½ gelas.

Difteri
½ genggam daun berikut bunga lenglengan, ⅓ genggam daun jinten, 1 jari asam trengguli, 1 sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, dipakai untuk berkumur dalam mulut dan tenggorokan selama 2-3 menit, lalu dibuang.

Cacing kremi
3/5 genggam daun segar dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring, minum dengan madu seperlunya. Sehari 2 x ¾ gelas.

Jantung berdebar
3 genggam daun dicuci lalu direbus dengan 15 liter air bersih sampai mendidih selama 15 menit, Hangat-hangat dipakai untuk mandi berendam. Lakukan 2 kali sehari.

Luka, koreng, kudis
1 batang tanaman segar dicuci bersih, rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Dipakai untuk mencuci luka, koreng atau kudis.

Nanas Kerang | Rhoeo discolor

nanas-kerang

nanas-kerang

Biasa ditanam orang sebagai tanaman hias, tumbuh subur di tanah yang lembap. Termasuk anggota suku gawar-gawaran, berasal dari Meksiko dan Hindia Barat. Tinggi pohon 40-60 cm, batang kasar, pendek, lurus, tidak bercabang. Daun lebar dan panjang, mudah patah, warna daun di permukaan atas hijau, di bagian bawah merah tengguli. Panjang daun ± 30 cm, lebar 2,5-6 cm. Bunga berwarna putih, berbentuk bunga kerang.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, sejuk, antiradang, memelihara paru, mencairkan dahak, antibatuk, antidiare, membersihkan darah.

Bagian yang dipakai
Bunga dan daun

Pemakaian
Segar atau kering

Kegunaan
Bronkitis akut dan kronis, batuk rejan
TBC
Mimisan
Disentri basiler, berak darah

Pemakaian
Daun: 15-30 g
Bunga 20-30 g, rebus

Pemakaian luar
Jatuh terkilir, terpukul (memar), kemudian dibalut

Cara pemakaian:
Batuk rejan, batuk berdahak, flu, disentri: 20-30 kuntum bunga direbus, minum
TBC kelenjar, mimisan: 15-30 g daun, rebus, minum
Bronkitis akut, muntah darah: 10 helai daun segar atau 20-30 kuntum bunga ditambah gula batu, ditim
Berak darah: 10-15 helai daun segar atau 20-50 kuntum bunga kering ditambah gula enau, direbus

Daun Jintan | Coleus amboiniscus

daun-jintan

daun-jintan

Kandungan
a. kalium
b. minyak atsiri

Manfaat
a. mengatasi sariawan
b. mengatasi demam
c. mengatasi asma
d. mengatasi batuk rejan
e. mengatasi sakit kepala
f. mengatasi rematik
g. menyembuhkan sakit ayan
h. mengatasi perut kembung

Ramuan tradisional mengatasi berbagai penyakit
daun jintan secukupnya
madu murni secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih daun jintan, rebus dengan air secukupnya hingga mendidih. Saring dan dinginkan. Minum selagi hangat. Tambahkan madu murini kalau tidak tahaun rasanya.

Belimbing | Averhoa carambola

belimbing

belimbing

BELIMBING (Averhoa Carambola L) merupakan pohon kecil yang berbatang keras dengan tinggi 5-12 m ini,berasal dari Jawa dan Kalimantan. Ciri-ciri umum daunnya bersirip ganjil dengan warna kekuningan sampai hijau muda, bunganya kecil dalam untaian yang berwarna putih kemerahan, buahnya seperti buni, bulat memanjang sekitar 4-13 cm, dengan 5 rusuk yang tajam dengan kulit buah yang tipis,warnanya kuning muda dan banyak mengandung air. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang asam dan air yang cukup banyak, terlebih lagi bila hidup ditempat teduh, belimbing termasuk tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Buah belimbing mengandung glukosida, vitamin A, B, dan vitamin C, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, pectin dan niacin. Sifat kimia buah adalah rasa asam, manis, dan netral.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING
Perbanyakan tanaman dengan biji dan cangkok. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 800-2.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah dan daun

KHASIAT BELIMBING
Dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi dan menghilangkan panu pada kulit. Adapun efek farmakologi buah sebagai antiradang, peluruh kemih (diuretik) dan peluruh liur. Buahnya dapat digunakan sebagai obat sakit tenggorokan, tekanan darah tinggi, kencing manis, sakit perut, sakit beguk atau gondong cacar air, dan wasir demam, batuk rejan dan encok, kencing batu dan perbesaran limfe akibat penyakit malaria. Akar belimbing manis juga berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kepala dan nyeri persendian. Sedangkan daunnya dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung, radang kulit bernanah, dan bisul. Daun untuk radang lambung, radang kulit bernanah (obat luar) dan bisul (obat luar). Kandungan vitamin C yang tinggi dapat dijadikan antioksidan untuk mencegah penyebaran sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan. Sedangkan pektin pada dinding sel belimbing mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus hingga mendorong pengeluarannya.

RESEP
Darah tinggi: Makan buah belimbing yang sudah masak 2 x sehari sebanyak 2 atau 3 buah.
Kulit panu: Ambil 2 buah belimbing dan ditumbuk halus,lumaskan sambil digosok- gosok pada bagian kulit yang berpanu, lakukan ini 1 atau 2 x sehari.
Radang lambung: 6 g daun belimbing manis, 8 g rimpang kunyit segar, 7 g rimpang temu kunci dan 110 ml air, diseduh, lalu diminum sehari sekali setiap pagi 100 ml selama 14 hari. Hati-hati penderita ginjal.
Pertolongan pertama penderita cacar: Dengan menumbuk daun belimbing hingga halus untuk diambil airnya. Sari buah belimbing ini, dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit cacar untuk menghilangkan rasa gatal-gatal. Pengobatan cara ini dilakukan sehari sekali sampai tampak sembuh tanpa melakukan gosokan-gosokan pada kulit sekalipun gatal).
Penyakit gondong: Gondong adalah penyakit infeksi virus menular yang akut. Gejala gondong berupa terjadinya pembengkakan atau peradangan pada kelenjar air liur. Ramuan untuk gondong sebagai berikut: potong-potong buah belimbing menjadi beberapa bagian. Kemudian tumbuk sampai halus. Tumbukan buah belimbing tersebut tempelkan pada kelenjar yang membengkak selama 30 menit dan lakukan 3 kali sehari. Akan lebih baik bila yang digunakan adalah belimbing wuluh.
Menenangkan perut setelah muntah-muntah atau mabuk: Dapat diminum perasan buah belimbing manis yang direbus dengan 1/3 bagian gula pasir dan dikentalkan hingga menjadi sirup yang segar.
Wasir: rebuslah daun belimbing wuluh yang telah dirajang dengan perbandingan 3 mangkuk daun dalam 8 liter air selama 30 menit. Kemudian air rebusan tersebut digunakan untuk duduk berendam penderita wasir selam masih hangat.
Demam: Dapat dicoba pengobatan tradisional dengan daun belimbing. Rebuslah cincangan daun belimbing segar sebanyak 2 mangkuk dalam 2 liter air selama 10 menit. Air rebusan tadi didinginkan dan disaring untuk digunakan sebagai kompres dingin pada penderita sakit demam.
Caranya adalah ambil satu buah belimbing yang hampir matang, bersihkan, parut dan parutan tersebut diperas hingga satu gelas airnya.
Panu: Caranya cukup menggosokkan potongan belimbing pada kulit yang terkena panu.
Batuk berat dengan manisan buah belimbing wuluh, batuk rejan yang tidak sembuh-sembuh, ternyata memberikan hasil yang memuaskan setelah memakan 6 kali – masing-masing 8 buah – manisan belimbing wuluh. Selain itu baik untuk penderita sariawan usus (skorbut) dan melancarkan kerja empedu.

Sambiloto | Andrographis paniculata (Ness)

sambiloto

sambiloto

TANAMAN sambiloto (Andrographispaniculata (Ness) merupakan salah satu bahan obat tradisional yang telah dikenal sejak abad 18 dan banyak dijumpai hampir di seluru nusantara. Sambiloto dikenal dengan nama daerah, antara lain ki oray atau ki peura (Jawa Barat), bidara, takilo, sambiloto (Jawa Tengah dan Jawa Timur), atau pepaitan atau ampadu (Sumatera). Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12 didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Selain itu terdapat flavonoid, alka keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Zat ak’ andrografolid berkhasiat sebagai hepatoprotektbr (melindungi sel hati dari zat toksik

CARA MENDAPATKAN SAMBILOTO
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama d gulma, pemupukan serta menyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumb dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan batang.

KHASIAT SAMBILOTO Masyarakat memanfaatkan bagian tajuk (daun dan batang) tumbuhan sambiloto sebagai bahan obat tradisional untuk obat penguat, demam, kolera, diabetes, sakit, influensa dan bronchitis. Selain itu mengobati hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi, malaria, kencing nanah (gonore), IB paru, skrofuloderma, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi kusta, leptospirosis, keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut, kanker, penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.

RESEP
Tifoid
Daun sambiloto segar sebanyak 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
Herba kering sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Disentri
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan selama 3-4 menit, lalu ditumbuk dan diporas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

Influenza, sakit kepala, demam
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3-4 kali sehari.

Demam
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

TB paru
Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini lalu diminum dengan air matang. Sehari 2-3 kali, setiap kali minum 15 – 30 pil.

Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
Daun sambiloto segar sebanyak 5-7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

Radang paru, radang mulut, tonsilitis
Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 – 4,5 g diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

Faringitis
Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
Herba sambiloto segar sebanyak 9 -15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

Kencing manis
Daun sambiloto segar sebanyak ½ genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Kencing nanah
Sebanyak 3 tangkai sambilo, direbus, disaring, lalu diminum airnya.

Pacing | Costus speciosus

pacing

pacing

Nama ilmiah tanaman Pacing adalah Costus speciosus. Tanaman ini termasuk dalam famili Zingiberaceae (temu-temuan) dan dikenal dengan beberapa nama lain, yaitu tabar-tabar, kelacim, setawar, tubu-tubu (Sumatra), tepung tawar, poncang-pancing, bunto (Jawa), Lingkuwas, tapung tawara (Sulawesi) dan lainnya, sedangkan nama asingnya sering disebut dengan nama Spiral Ginger atau Wenteltrap Plant. Tanaman Pacing memiliki ciri-ciri tegak, tinggi sekitar 0,5-3 m, menyukai tempat-tempat yang lembap dan teduh, tumbuh liar di tepi parit, tepi jurang, tanah kosong yang telantar, atau ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Tumbuh pada taran 1-1.200 m dpl. Batangnya berwarna kuning kecokelatan, berdaun tunggal tersusun seperti spiral dan tangkainya pendek memeluk batang. Daunnya hijau memanjang sampai lanset, ujungnya runcing dan tepinya rata. Pada permukaan bawah daunnya berambut halus. Bunga duduk dalam bentuk bulir, berukuran besar dan warnanya putih. Buahnya kotak berbentuk telur, warnaya merah, berisikan banyak biji.

Pada bagian rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (Sapogeninsteroid), tigogenin, dioscin, gracillin, sitostrol, methyltriacontane, 8-hydroxutriacontan-25-one,5alfa-stimast-9(11)-en3beta,24 hydroxytriacontan-26-onedan24-hydroxyhentriacontan-27-one. Senyawa kimia tersebut digunakan sebagai bahan baku obat kontrasepsi (antihamil). Bagian yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Rimpang Pacing sifatnya sejuk, rasanya masam, pedas, dan sedikit beracun (toksik). Selain itu mengandung senyawa antioksidan seperti asam askorbat, betakaroten, alfatecopherol, glutathione, penol, dan flavonoids.

Cara mendapatkan pacing

Perbanyakan tanaman pacing dapat dilakukan dengan biji atau rimpang. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup.

Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang, batang, daun.

KHASIAT PACING
Rimpang Pacing dapat digunakan sebagai peluruh kencing (diuretik), antitoksik, menghilangkan gatal dan peluruh keringat (anti piretik), mencegah kehamilan, untuk pengobatan bengkak-bengkak karena sakit ginjal dan perut busung, pengobatan infeksi saluran kencing, nyeri sewaktu kencing, pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan, bisul dan abses. Selain itu mengobati rematik, gigitan ular, eczema, radang mata, mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut. Tanaman ini juga dapat mnegobati penyakit lepra, penyakit kulit, asma, anemia, perut kembung, afrodisiak. Berdasarkan penelitian tanaman ini memiliki efek farmakologi sebagai antihyperglysemic, aktivitas hypoepidemic, menurunkan kolesterol, trigliserida, antidiabetes, antioksidan, anti-inflammatory, memiliki aktivitas hepatoprotective dan antimicrobial melawan bakteri staphylococus aureus.

RESEP
Rimpang tanaman Pacing dapat digunakan apabila dicuci bersih dipotong tipis- tipis, lalu dikukus dan dikeringkan terlebih dahulu, karena rimpang mentah adalah beracun.
1. Untuk obat rematik: Akarnya digerus dicampur dengan mustard oil kemudian digosokkan kepada yang sakit.
2. Nephriticedema, air kemih sedikit: Pacing 30 g, cynanchumpaniculatum digodok, minum.
3. Mencegah kehamilan: Rimpang kering 10 g ditambah 1 buah pace digodok, minum setelah dingin. Minum setiap hari selama 10 hari setelah haid.
4. Digigit ular: Pacing 1 batang, dicuci bersih lalu ditumbuk halus, beri air garam 2 sendok makan. Air perasannya diminum, ampasnya untuk menurap luka bekas gigitan lalu dibalut, sehari 2 kali.
5. Bengkak karena penyakit ginjal akut: Pacing 15 g direbus, minum.
6. Eczema, gatal-gatal: Godok pacing secukupnya, untuk cuci.
7. Radang mata: Batang pacing 3 jari, dicuci bersih lalu ditumbuk halus kemudian dijHMrtn dan disaring. Airnya untuk diteteskan ke mata yang sakit, 3-4 kali per hari Rebanyak 2 tetes.
8. Mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut: Batang dan daun muda ditumbuk halus sampai menjadi bubur, satu malam diembunkan, pakai untuk mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut.
9. Perut busung (ascites) dan bengkak (edema): Umbi yang berwarna merah dilumatkan dan dibungkus dengan kain sutera, ikat di pusar. Penyakitnya akan keluar berikutair kemih.
10. Pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan (pertusis) dan infeksi saluran kencing:
Rimpang kering 3 -10 g digodok, minum.

Catatan: Wanita hamil dan pasien dengan pencernakan lemah dilarang mengonsumsi.

Tagetes | Tagetes Erecta L.

tagetes

tagetes

TANAMAN Tagetes merupakan tanaman hias. Tanaman ini menyukai tempat terbuka yang terkena matahari langsung dan udara lembap. Tanaman tagetes atau lebih kenal tanaman tahi kotok ini merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh tegak, memiliki tinggi 1,5-1,3 m, bercabang, dan berbau tidak enak. Daun tunggal, menyirip berbagi sangat dalam sehingga menyerupai daun majemuk menyirip gasal. Taju anak daun pada kedua sisi 5-9, bentuknya memanjang hingga lanset menyempit, dengan bintik kelenjar bulat dekat tepinya, warnanya hijau. Bunga tunggal, berbentuk bongkol, warnanya kuning atau oranye. Buah keras, bentuk garis, dan berwarna hitam.

CARA MENDAPAT TAGETES
Perbanyakan tanaman sangat mudah hanya dengan meyebar bibitnya. Tanaman ini dapat tumbuh hampir di semua jenis tanaman dan dengan sinar matahari yang cukup. Perawatannya hanya dengan memberi air yang cukup dan berada di tempat sinar matahari yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga

KHASIAT TAGETES
Tanaman tagetes mempunyai khasiat yang banyak dengan bagian bunganya yang dipakai. Bunganya memiliki rasa pahit dan berbau khas. Tanaman tagetes berkhasiat sebagai antiradang, mengencerkan dahak, obat batuk, peluruh kencing (diuretic), dan memperbaiki gangguan pencernaan. Hal ini dikarenakan pada bagian bunga mengandung sebesar 0,1% terthienyl, dan 0,74% flavoxanthin. Cara penyimpanan bunga ini sangat mudah, setelah dipetik langsung dikeringkan dan disimpan pada tempat kering.

RESEP
1. Batuk rejan
Rebus bunga tahi kotok yang kering (15 g) dan gula (secukupnya) dengan dua gelas air sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

2. Sakit gigi
Rebus bunga tahi kotok kering (15 g) dengan dua gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali. Masing-masing setengah gelas.

3 Sakit mata
Cuci bunga tahi kotok segar (satu kuntum), lalu rebus. Setelah dingin, saring dan gunakan untuk mencuci mata yang sakit dengan gelas mata.

Cempaka Putih | Michelia alba

cempaka-putih

cempaka-putih

DIKENAL juga dengan kantil (Jawa), cempaka bodas (Sunda), campaka (Madura), jeumpa gadeng (Aceh) campaka putieh (Minangkabau), sampaka mopusi (Mongondow), bunga eja kebo (Makasar), bunga eja mapute (Bugis), capaka bobudo (Ternate), capaka bobulo (Tidore).

Pohon cempaka putih (Michelia alba Dc) mempunyai tinggi yang mampu mencapai 30 m dan mempunyai batang yang berkayu. Pada ranting-ranting pohon cempaka putih biasanya ditumbuhi bulu-bulu halus berwarna keabu-abuan. Daunnya tunggal berbentuk bulat telur dan berwarna hijau. Tangkai daun lumayan panjang, mencapai hampir separuh panjang daunnya. Cempaka putih mempunyai bunga berwarna putih yang memiliki bau harum yang khas.

Tanaman yang dimitoskan sebagai rumah kuntilanak ini jarang ditemukan mempunyai buah karena itu perbanyakan dilakukan secara vegetatif.

CARA MENDAPATKAN CEMPAKA PUTIH
Tanaman yang dimitoskan sebagai rumah kuntilanak ini jarang ditemukan mempunyai buah karena itu perbanyakan dilakukan secara vegetatif dengan distek atau dicangkok.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga, daun, batang dan akar

KHASIAT CEMPAKA PUTIH
Cempaka putih memiliki sifat khas manis, pedas, dan menghangatkan. Tumbuhan ini sering digunakan pada pengobatan tradisional sebagai obat maag atau asam lambung, penghilang bau mulut, dan obat gatal yang ditimbulkan oleh mikroba. Bunga berkhasiat sebagai antimikroba , mengobati bronkhitis, batuk, demam prostat dan keputihan. Daun mengandung alkaloid mikelarbina dan liriodenina untuk mengobati bronkhitis, infeksi saluran kemih, diuretik dan sebagai antioksidan. Batangnya digunakan untuk mengobati demam, sipilis, gonorrhea dan malaria. Akar untuk infeksi saluran kemih, mengobati sinusitis, batuk rejan dan berdahak.

RESEP
Cara penyiapan bunga direbus dengan airnya dipakai untuk mandi, pemakaian dalam 15-30 g daun atau bunga kering, direbus lalu airnya diminum

Sinusitis
30 g bunga cempaka putih kering, 30 g daun mint/menthol, 2 batang daun bawang putih direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 o airnya diminum untuk 2 kali sehari masing-masing 200 cc.

Vertigo (kepala pusing)
5-7 kuntum bunga cempaka putih kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Perut kembung
5 kuntum bunga cempaka putih, 5 g kulit jeruk keprok atau jeruk mandarin kering, 3 butir kapulaga, 15 g jahe direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian disaring dan diminum selagi hangat.

Keputihan
30 g bunga cempaka putih kering, 60 g jali (direndam dahulu hingga lembut), 15 g kulit delima kering direbus dengan air secukupnya dan air rebusannya diminum selagi hangat sedangkan jalinya dimakan.

Radang saluran pernapasan
15 g daun cempaka putih, 15 g pahap (umbi bunga lili), 5 g kulit jeruk mandarin kering direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc lalu airnya diminum selagi hangat; atau 15 g bunga cempaka putih kering ditambahkan air secukupnya lalu ditim, kemudian airnya ditambahkan madu secukupnya dan diminum selagi hangat. Lakukan secara teratur.

Pembesaran prostat
30 g daun cempaka putih kering, 30 g daun kumis kucing segar, dan 30 g daun sendok segar direbus dengan air 700 cc hingga tersisa 300 cc, lalu airnya diminum selagi hangat.

Batuk rejan, batuk berdahak
5-7 kuntum bunga cempaka putih, 10 g jahe, 10 g kulit jeruk mandarin kering direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc,tambahkan madu secukupnya dan diminum Lakukan dua kali sehari masing-masing 150 cc.

Jamblang | Syzygium cuminii

jamblang

jamblang

TANAMAN jamblang memiliki nama latin Syzygium cuminii dengan beberapa sinonim, yaitu Eugenia cumini (L.) Druce, Eugenia jambolana Lamk., Jambolifera sinensis Spreng., Myrtus cumini L., dan Syzygiunt jambolanum (Lam.) DC. Di Jawa tanaman ini lebih dikenal dengan duwet atau jamblang. Sedangkan nama umum yang lain adalah black plum (Inggris) jambolan (Malaysia). Asal tanaman ini adalah India, Malaysia, Myanmar, Filjpina, Sri Lanka, Thailand.

Jamblang merupakan pohon berukuran medium setinggi 10-30m, batang kekar berdiameter 40-100 cm, memiliki banyak cabang. Kulit batang setebal 2,5 cm, berwarna cokelat atau abu-abu tua, cukup halus. Kulit batang bagian dalam memiliki lapisan lebih luar tipis berwarna hijau belang-belangcokelat muda, dan terasa pahit. Ranting berwarna gradasi hijau terang hingga abu-abu terang, agak tipis dan tidak berambut. Daun berukuran 70-18 cm x 3-9 cm, tersusun berhadapan, tebal, obovat lebar, berbentuk lonjong dengan permukaan atas berwarna hijau tua, dan permukaan bawah kuning kusam. Bunga bergerombol pada ranting yang tua di belakang daun, berukuran panjang dan lebar 5-6 cm. Warnanya putih atau merah muda, sedikit harum, hampir tidak bertangkai, dengan kelopak berbentuk niangkuk, kerucut berwarna hijau muda sepanjang 3 mm. Memiliki benang sari yang banyak, berwarna putih kemerahan, seperti benang sepanjang 5 mm. Putik dengan ovarium rendah. Ovula banyak, kecil dan kuat. Buat berbentuk bulat telur, banyak, bergerombol, hampir tidak bertangkai sepanjang ranting pada bagian belakang daun. Berwarna hijau pertama kali, berubah menjadi merah muda, dan akhirnya ungu kehitaman. Berukuran sepanjang 1-2,5 cm (maksimal 5 cm). Daging buah berwarna kuning keabu-abuan, putih, atau ungu pucat. Biji di setiap buah, terasa sedikit pahit, berukuran panjang 1-2 cm.

Pohon jamblang lebih menyukai tempat yang lembab, basah atau berawam di mana akan menghasilkan tanaman berkelompok. Jamblang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi banjir berkepanjangan atau kekeringan. Pada tempat yang kering, biasanya terdapat di sekitar tempat yang berair. Jamblang dapat tumbuh pada tanah dangkal dan erbatu dengan curah hujan yang cukup. Bibitnya dapat mati oleh api, tetapi pohonnya apat bertahan pada kebakaran tanah.

Jamblang diketahui mengandung antosianin, asam elagat, quercetin, rutin, carotenoid, glukosida, kamferol, miresetin, alkaloid, dan jambosina. Selain itu, Jamblang juga kaya akan vitamin C, protein dan kalsium. Jamblang yang tumbuh di daerah Jawa diketahui memiliki kandungan gula, garam mineral, vitamin C, dan polifenol yang sangat tinggi.

CARA MENDAPATKAN JAMBLANG
Jamblang dibudidayakan sebagai pohon buah di pekarangan, dari dataran rendah ; 500 m dpl. Walaupun demikian, ia dapat tumbuh pada ketinggian 1.800 mdpl. Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang bagus adalah dari 1.000 m per tahun dengan musim kering yang nyata. Jamblang toleran tp kekeringan dc dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah yang tidak subur, lahah dan tanah yang berdrainase bagus (tanah lempung, tanah liat berkapur, tanah lr dan tanah-tanah berkapur). Umumnya, jamblang diperbanyak dengan biji, namuvar-kultivar yan unggul bisa diperbanyak dengan cangkok.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, kulit kayu, daun

KHASIAT JAMBLANG
Jamblang diketahui memiliki banyak khasiat, terutama dalam membantu pengobatai diabetes. Sejak dahulu jamblang telah digunakan secara tradisional di berbagai daeral untuk mengobati penyakit tersebut. Selain itu, secara ilimiah tanaman ini terbukt berpotensi dalam penyembuhan penyakit gula darah. Selain diabetes, penyakit lain yang secara empiris dapat diatasi oleh jamblang di antaranya sariawan, sakit tenggorokar dan saluran pernafasan, diare atau disentri dan penyakit perut lainnya, serta sebaga: obat luka bakar. Khasiat lain adalah sebagai antibakteri, antiinflamasi, antioksidar antifungi, antivirus, antialergi, antipiretik, antineoplastik ( anti kanker). Selain itu jug; sebagai diuretik, kemopreventif, radioprotektif (pelindung dari paparan radioaktif hepatoprotektif, dan kardioprotektif (membantu menjaga fungsi dan kinerja hati dan jantung).

RESEP
Batuk kronis, asma
Cuci buah jamblang segar (15 g) sampai bersih, buah bijinya, lalu makan. I.akukan 3 kali sehari

Sediakan buah jamblang kering (15 g). masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan ai sampai seluruh buah terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, minum airny« dan makan buahnya sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Batuk rejan: siapkan buah jamblang kering (15 g), empedu ayam betina (1 buah), dar. gula pasir secukupnya. Masukkan ke dalam air sampai seluruh bagian terendam, lalu tim sampai matang. Minum airnya dan makan isinya. Lakukan sekali sehari sampa sembuh.

Batuk pada TB Paru disertai nyeri dada: siapkan buah jamblang segar (30 g, jika dipakai buah kering gunakan sebanyak 15 g) dan daun sembung segar (Blumtm balsamifera) (25 g). Cuci semua bahan, lalu potong-potong daun sembung seperlunya Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula pasir (15 g) dan air secukupnya sampai] seluruh bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya. Makan buahnya, tetapi bijinya dibuang. Setiap malam sebelum tidur.

Diare pada anak: siapkan buah jamblang segar yang belum matang dan beras yang sudah disangrai sampai kuning (masing-masing 6 g). masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, makan sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Nyeri Lambung: sangrai buah jamblang kering tanpa biji (30 g) sampai berbau harum. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, makan seluruhnya. Lakukan 3 kali sehari, selama 10 hari.

Sariawan: rebus kulit kayu atau daun secukupnya. Setelah dingin, gunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali dalam sehari.

Sirih Hitam | Piper betel

sirih-hitam

sirih-hitam

SIRIH HITAM (Piper betel var nigra). Sirih sangat kaya dengan kandungan zat berkhasiat di antaranya, minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylpyrokateko cyneole, caryophyllene, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil proparu tanin, diastase, gula, dan pati. Tanaman sirih tumbuh merambat dengan ketinggian dapat mencapai 15 m. Batang umumnya berwarna cokelat kehijauan, batang berbentuk bulat, memiliki ruas, bagian ini merupakan bakal tumbuhnya akar. Daunnya lebih kaku, warna lebih hitam seperti ada jelaga pada permukaan daunnya, bila diremas aroma yang keluar sama dengan sirih hijau, panjang sekitar 5-8 cm dengan lebar sekitar 2-5 cm. Bunga sirih majemuk berbentuk bulir, memiliki daun pelindung kurang lebih 1 mm dengan bentuk bulat panjang. Buah sirih termasuk ke dalam buah buni (memiliki dinding dengan dua lapisan), bentuk buah bulat dengan warna hijau keabu-abuan. Akar sirih termasuk akar tunggang dengan bentuk bulat serta warna cokelat kekuningan.

CARA MENDAPATKAN SIRIH HITAM
Perbanyakan tanaman dengan cangkok dan stek. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT SIRIH HITAM
Sirih hitam ini bisa digunakan untuk cuci darah, asma, bronchitis, batuk rejan, dan darah tinggi.

RESEP
Caranya menggunakannya, tiga helai daun sirih hitam dicuci bersih, diracik lalu direbus dan air rebusannya diminum.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by