wasir

Ambeien | Hemorrhoid

Ramuan 1

500 g kangkung beserta batang dan akarnya
1 gelas air matang
1 sendok makan madu

Cuci bersih semuanya, kemudian blender dengan 1 gelas air matang. Saring dan tambahkan madu murni.

Sidawayah | Woodfordia floribunda

sidawayah

sidawayah

SIDAWAYAH dengan nama latin Woodfordia floribunda Salisb. Merupakan tanaman tahunan berupa perdu tegak yang tingginya dapat mencapai 4 m. Percabangan sidawayah sangat banyak dengan batang berkayu dan majemuk. Daun sidawayah berbentuk bundar sampai lancet. Bunganya berbentuk tandan yang tumbuh di ketiak daun dengan kelopak berwarna merah, berbulu, dan berbentuk helaian bundar telur.

CARA MENDAPATKAN SIDAWAYAH
Sidawayah biasanya tumbuh dengan baik pada ketinggian 280 m dpi. Perbanyakan bibit sidawayah dapat dilakukan dengan stek batang.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, bunga dan daun

KHASIAT SIDAWAYAH
Buah dan daun sidawayah secara empiris digunakan untuk mengobati disentri, coreng, nyeri ginjal dan encok. Ramuan bunga dan buah sidawayah digunakan untuk nenyembuhkan disentri, sariawan perut, wasir, mempermudah proses persalinan, serta berpotensi sebagai antikanker. Ekstrak tanaman ini pun dilaporkan dapat mengatasi peradangan.

RESEP:
Buah sidawayah dibakar lalu digerus hingga menjadi serbuk dan ditaburkan pada luka.

Daun sidawayah dibakar dan digerus lalu dibalurkan pada luka seperti bekas potongan tali pusat bayi yang baru lahir atau tempat yang terinfeksi bakteri.

Biji sidawayah sebanyak 2 sendok makan direbus dalam air 3 gelas hingga tinggal 2 gelas, lalu disaring dan air rebusan diminum sebanyak 1 gelas untuk mengatasi kencing berdarah.

Sebanyak 100 g sidawayah kering, 100 g daun prasman, 100 g kayu manis cina, dan 100 g akar galling diseduh dalam air mendidih selama 10 menit di atas api kecil. Lalu cairan disaring dan diminum untuk mengobati sariawan.

Sebanyak satu sendok kecil bunga sidawayah direbus dalam 200 ml air. Bila tinggal 50 ml, campuran didinginkan dan diminum untuk penderita demam sulit kencing.

Rincik Bumi | Quamoclit pennata

rincik-bumi

rincik-bumi

RINCIK BUMI dengan nama botani Quamoclit pennata, merupakan terna yang berasa dari benua Amerika bagian tropis yang dapat membelit dan panjangnya dapat mencapa 4 m. Tanaman ini berbatang basah, daun bentuk jorong yang terbagi sangat dalam panjang 4-7 cm. Bunga keluar dari ketiak daun, bertangkai panjang dan berwarna merah.

CARA MENDAPATKAN RINCIK BUMI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT RINCIK BUMI
Selama ini bagian yang digunakan untuk pengobatan adalah daunnya. Daunnya berkhasiat untuk mencegah ataupun mengobati berbagai penyakit seperti obat demam, infeksi saluran kemih, kemih berdarah, bisul, perasaan gelisah, dan penghilang rasa haus, dan ambeien.

RESEP
Menurunkan panas dan mengatasi pendarahan pada wasir.
Sebanyak 6-9 g daun direbus dan kemudian diminum sarinya.

Untuk pemakaian luar, yaitu dengan melumatkan daun, diperas ambil airnya atau direbus, air.

Patikan Cina | Euphorbia thymifolia

patikan-cina

patikan-cina

Nama daerah: Jawa: Gelang pasir, ki mules, nanangkaan gede, useup nana, krokot cina, patikan cina; Maluku: jalu-jalu tona

Uraian tanaman:
Terna kecil merayap, kadang-kadang setengah tegak, berambut, terdapat di mana-mana di antara rumput di halaman, sekeliling tegalan, pinggir jalan pada tempat-tempat yang agak basah sampai ketinggian 1.400 m dari permukaan laut. Batang dan daunnya agak kemerah-merahan, bila dipatahkan mengeluarkan getah. Daunnya bersirip genap, kecil-kecil, bulat telur, berhadapan, baunya wangi. Bunga berwarna merah muda.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa agak asam, astringent, sedikit sejuk, antiinflamasi, peluruh air seni, menghilangkan gatal.

Kandungan kimia
Akar: Myricyl alkohol, taraxerol, tirucalol, kamzuiol, hentriacontane. Batang dan daun: Cosmosiin

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan

Kegunaan
1. disentri basiler, typhus abdominalis, enteritis, diare
2. wasir

Pemakaian
15-30 g kering atau 30-60 g segar, rebus, minum

Pemakaian luar
Eksem, allergic dermatitis (sakit kulit karena alergi), herpes zoster, gatal-gatal di kulit, abses payudara. Patikan cina segar secukupnya direbus untuk cuci. Getahnya diteteskan untuk bintik pada kornea mata (macula)
Abses payudara: herba segar dilumatkan, ditambah gula enau, ditempelkan di tempat yang bengkak.
Herpes zoster: 1 genggam herba segar + 1 buah bawang putih, dilumatkan kemudian ditambah air dingin, ditempelkan ke tempat yang sakit.
Eksem, dermatitis, kulit gatal, wasir: herba segar secukupnya, rebus, cuci

Pemakaian:
Disentri basiler, enteritis: 15-30 g patikan cina direbus, bagi 2 dosis, minum.
Wasir: ⅓ genggam patikan cina, ⅓ genggam patikan kebo, 1 jari rimpang kunyit, 3 jari gula enau, 3 gelas air, rebus menjadi 1½ gelas, saring, setelah dingin. Sehari 3 x ½ gelas.

Lempuyang Gajah | Zingiber zerumbet

lempuyang-gajah

lempuyang-gajah

TUMBUHAN lempuyang gajah merupakan habitus semak, semusim yang tingginya ± 1 m. Lempuyang gajah tumbuh mencapai ketinggian sekitar 1 m. Memiliki bentuk batang tegak, semu dan berimpang. Daun berwarna hijau, kecil memanjang, berukuran panjang rata-rata 17,8 cm dan lebar 5,60 cm. jumlah daun mencapai 14 helai. Di dataran rendah setiap rumpun dapat menghasilkan sekitar 14 anakan, sedangkan di dataran tinggi hanya 5 anakan. Tangkai bunga tumbuh tegak, berambut dan bersisik yang berbentuk lanset. Kuntum bunga berwarna kuning terang, kuning gelap, sampai putih kekuning-kuningan. Rimpang muda maupun rimpang tua berwarna kuning muda dengan warna daging kuning. Rimpang berasa pahit getir dan berbau wangi.

CARA MENDAPATKAN LEMPUYANG GAJAH
Budidaya atau perbanyakan tanaman ini sangat mudah. Tanaman ini diperbanyak dengan menggunakan rimpangnya. Perawatannya ialah dengan menyiram dan memberikan pupuk kandang. Penyiraman jangan dilakukan terlalu banyak dan pastikan air yang berlebih dapat mengalir ke tempat lain. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada  tempat dengan tanah yang gembur dan dapat tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang

KHASIAT LEMPUYANG GAJAH
Rimpang Lempuyang gajah berkhasiat sebagai obat gatal, obat nyeri perut, obat borok, obat disentri, obat sesak nafas, obat wasir, obat cacing dan penambah nafsu makan. Penelitian melaporkan aktivitas rimpang lempuyang gajah sebagai anti-inflamasi, antioksidan, penurun panas, dan antimikroba. Komponen utama minyak atsirinya yaitu zerumbone diketahui memiliki khasiat sebagai antiinflamasi pada usus juga mampu menekanan pertumbuhan tumor kulit, serta kanker colon, dan servik. Zerumbone juga dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri serta baik untuk osteoartitis dan hepatitis.

Kompri | Symphytum officinale L. Em.

kompri

kompri

KOMPRI merupakan tumbuhan yang tumbuh di tanah basah seperti di pinggir aliran air (selokan atau sungai). Banyak ditemukan di daerah Eropa barat dan Asia. Di Indonesia kompri biasa ditanam dalam pot atau di kebun sebagai tumbuhan obat. Kompri merupakan tanaman herba yang membentuk rumpun dengan tinggi 20-50 cm. Daun kompri merupakan daun tunggal, berbentuk bulat telur dengan ujung dan i pangkal runcing, tepinya rata. Permukaan daun berambut kasar. Daun berukuran panjang 27-50 cm dan lebar 4,5-14 cm. Pertulangan daun menyirip, pelepah tumbuh berseling pada pangkal membentuk roset akar, warnanya hijau. Bunga majemuk, berbentuk corong berwarna putih kekuningan. Buah kompri berbentuk bulat, tiap buah terdiri atas 4 biji. Biji berbentuk bulat berukuran kecil, keras, dan berwarna hitam. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Bagian tanaman yang digunakan untuk obat ialah bagian daun dan akar.

CARA MENDAPAT TANAMAN KOMPRI
Tanaman kompri diperbanyak melalui pemisahan akar. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada daerah dengan suhu dingin. Perbanyakan dengan pemisahan akar.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT KOMPRI
Ekstrak akar kompri dilaporkan berkhasiat dalam pengobatan osteoarthritis. Penelitian lain yang dilakukan melaporkan bahwa zat aktif pada kompri bersifat dapat menghambat proliferasi sel kanker hati, namun add juga penelitian yang melaporkan kompri memiliki efek toksik terhadap hati. Kompri dilaporkan dapat mengobati luka bakar.

Secara empiris kompri digunakan untuk mengobati rematik, pegal linu, diare, nyeri ulu hati, kanker payudara, bronkitis, luka memar, diabetes, patah tulang, hipertensi, radang usus, sakit lambung, batuk, amandel, kencing berdarah, dan wasir berdarah.

RESEP
Rematik
15 g daun muda segar yang dicuci, lalu dipotong kecil-kecil, dan dimakan sebagai lalapan. Daun dapat juga dihaluskan, dan dibubuhkan pada bagian yang sakit.

Luka
Akar kompri, sebanyak 1 ibu jari akar kompri segar dipotong, lalu direbus dengan gelas air,
dan airnya diminum.

Payudara bengkak dan patah tulang
Haluskan akar kompri segar lalu bubuhkan pada payudara yang bengkak.

Bronkitis dan batuk berdahak
Rebusan 25 g akar kompri segar.

Catatan: Pemakaian berlebih dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan hati.

Blustru | Luffa aegyptica

blustru

blustru

Nama daerah
Sumatra: Blustru, hurung jawa, ketola, timpul; Jawa: Blustru, lopang, oyong, bestru, blestru; Maluku: Dodahala, petalo panjang, p. cina

Uraian tanaman
Terna semusim, banyak ditanam orang di ladang, pada pagar halaman sebagai tanaman sayur, atau tumbuh liar di semak, tepi sungai, dan pantai laut. Batangnya bisa mencapai 2-10 m, memanjat, dengan sulur-sulur pembelit yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, bulat telur melebar, berlekuk menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, tulang daun menojol di bawah, panjang 8-25 cm, lebar 15-25 cm, panjang tangkai daun 4-9 cm, letaknya berseling.

Warna daun permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda. Bunga berkelamin tunggal, terdapat dalam 1 pohon, mahkota bunga berwarna kuning.

Buah tergantung atau terletak di atas tanah, bentuknya silindris, bulat memanjang, panjang 10-50 cm, dengan garis tengah 5-10 cm, bila sudah tua berwarna cokelat. Bagian dalam dari buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Bijinya gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, hitam. Buah muda dapat disayur, daun muda dibuat gulai atau botok.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Buah: manis, sejuk, masuk meridian hati, lambung, dan ginjal. Membersihkan panas dan racun, peluruh dahak
Biji: pahit, dingin, beracun, peluruh kemih, menghilangkan panas
Daun: membersihkan darah
Bunga: manis, sedikit pahit, dingin
Sabut: manis, netral, melancarkan sirkulasi peredaran darah dan saraf, menghilangkan panas dan dahak
Akar: manis, netral, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bengkak
Batang: pahit, dingin, beracun, masuk meridian jantung, limpa, ginjal. Melancarkan peredaran darah, mematikan cacing

Kandungan kimia
Buah: saponin, luffein, citrulline, cucurbitacin
Getah: saponin, lendir, lemak, protein, xylan, vitamin C, B
Biji: minyak lemak, squalene, alpha-spinasterol, cucurbitacin B, protein
Daun: saponin
Bunga: glutamine, aspartic acid, arginine, lysine, alamine
Sabut: xylan, cellulose, galaktosa, manitosa
Batang: saponin

Bagian yang dipakai
Buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang, akar

Kegunaan
Buah: demam, haus, batuk sesak, perdarahan, keputihan, air kemih berdarah, ASI tidak lancar, bisul
Biji: muka dan tangan kaki bengkak (edema), batu saluran kemih, wasir
Daun: bisul, kurap, digigit ular, luka bakar
Kulit buah: luka, bisul, abses rektum
Bunga: batuk panas, tenggorokan sakit, bisul, wasir, sinusitis
Sabut: sakit dada, sakit perut, sakit pinggang, batuk berdahak, tidak datang haid, produksi ASI sedikit, bisul, wasir. Arang dari sabut dapat menghentikan perdarahan, air kemih berdarah, perdarahan pada wanita.
Akar: migrain, sakit pinggang, payudara bengkak, tenggorokan sakit
Batang: rasa baal, haid tidak teratur, hidung berlendir, edema
Tangkai buah: cacar air pada anak-anak

Pemakaian
Buah:
untuk minum: 10-15 g (segar 100-150 g), digodok atau dibakar menjadi bubuk
Pemakaian: dilumatkan lalu diperas airnya untuk dioleskan atau dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Biji:
untuk minum: 5-10 g digodok atau disangrai lalu digiling dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digiling menjadi bubuk dan dibubuhi
Daun:
untuk minum: 50-150 g daun segar digodok atau digiling dan diperas airnya, atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digodok dan airnya untuk cuci, atau dilumatkan, atau dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Kulit buah:
Pemakaian luar: dipanggang sampai kering, lalu digiling menjadi bubuk dan diaduk rata dengan arak, untuk dioleskan ke tempat yang sakit
Bunga:
untuk minum: 10-15 g digodok
Pemakaian luar: dilumatkan dan dibubuhi ke tempat yang sakit
Sabut:
untuk minum: 10-15 g digodok atau dipanggang lalu digiling menjadi bubuk
Pemakaian luar: dijadikan bubuk, dibubuhi ke tempat yang sakit
Akar:
untuk minum 5-15 g (segar 50-150 g) digodok atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: digodok airnya untuk cuci tempat yang sakit
Batang:
untuk minum: 50-100 g digodok, atau dijadikan bubuk
Pemakaian luar: dijadikan bubuk, dibubuhi pada tempat yang sakit

Cara pemakaian:
Tidak teratur datang haid. Daging buah blustru sebesar 4 jari dicuci bersih lalu diparut, diremas dengan ½ cangkir air masak dan sedikit garam, diperas dan disaring, minum sehari 3x.
Sakit pinggang: bijinya disangrai sampai hangus, lalu digiling sampai halus dan dicampur dengan arak, minum. Ampasnya dibubuhi ke tempat yang sakit.
Perdarahan pada wanita: daun disangrai hingga hitam, lalu digiling menjadi bubuk, setiap kali, 20 g diseduh dengan arak, minum.
Sesak napas: 5 lembar daun muda dicuci bersih lalu diasapkan sebentar, dimakan dengan nasi sebagai lalap. Sehari 2x.
Batuk disertai sesak: 10-15 g bunga digodok, tambahkan madu secukupnya, setelah dingin disaring, lalu diminum.
Migrain: 150 g akar segar ditmbah telur itik 2 butir, digosok, airnya diminum, telurnya dimakan.
Sakit pinggang: akar dibakar dengan alas genting, lalu digiling menjadi bubuk. Setiap kali 10 g diminum dengan arak hangat
Bisul yang tidak mau pecah: akar tua digodok, airnya untuk kompres bisul.

Catatan: wanita hamil dan fungsi limpa lemah dilarang makan

Iler | Coleus atropurpureus

iler

iler

ILER (Coleus atropurpureus Benth) dikenal masyarakat Indonesia dengan nama daerah yaitu si gresing (batak), adang-adang (Palembang), miana, plado (sumbar), jawer kotok (sunda), iler, kentangan (jawa), ati-ati, saru-saru (bugis), majana (Madura). Herba tumbuhan iler memiliki sifat kimiawi harum, berasa agak pahit, dingin, memiliki kandungan kimia sebagai berikut: daun dan batang mengandung minyak atsiri, fenol, tannin, lemak, phytosterol, kalsiuni oksalat, dan peptik substances. Komposisi kandungan kimia yang bermanfaat antara lain juga alkaloid, etil salisilat, metal eugenol, timol karvakrol dan mineral.

Tanaman ini tumbuh liar diladang atau di kebun-kebun dan umunya digunakan sebagai tanaman hias. Berbatang basah yang tingginya mencapai 1 m. Daunnya berbentuk segitiga atau bentuk bulat telur dengan warna yang sangat bervariasi dari hijau hingga merah ungu berbulu, dan tepinya beringgit. Bunganya berwarna merah atau putih, ungu atau kuning.

CARA MENDAPATKAN ILER
Cara perbanyakan tanaman ini sangat mudah yaitu dengan stek batang.

KHASIAT ILER
Tumbuhan iler bermanfaat untuk menyembuhkan hepatitis dan menurunkan demam, batuk dan influenza. Selain itu daun tumbuhan iler ini juga berkhasiat untuk penetralisir racun (antitoksik), menghambat pertumbuhan bakteri (antiseptik), mempercepat pematangan bisul, pembunuh cacing (vermisida), wasir, peluruh haid (emenagog), membuyarkan gumpalan darah, gangguan pencernaan makanan (despepsi), radang paru, gigitan ular berbisa dan serangga. Bagian akar tumbuhan ini berkhasiat untuk mengatasi perut mulas dan diare. Dalimartha juga menyebutkan bahwa tumbuhan iler dapat menyembuhkan radang telinga, mengeluarkan cacing gelang dari perut, Tetapi dengan catatan ibu hamil dilarang meminum rebusan daun iler ini karena dapat menyebabkan keguguran.

RESEP

Habis bersalin

Daun iler segar 12 helai; herba (seluruh tanaman) jung rahab (abunya) sendok teh; asam kawak secukupnya; air secukupnya, herba jung rahab secukupnya dibakar dan diambil abunya. Ramuan dipipis hingga berbentuk pasta, ditapaikan di perut.

Radang usus

Daun iler segar 12 helai; bawang merah (disangrai)l umbi; rimpang kunyit 2 g; herba patikan cina segar 7 g; menyan madu ½ g; air 110 ml, dibuat infus atau dipipis, diminum 2 kali sehari; pagi dan sore; tiap kali minum 100 ml (infus) atau ¼ cangkir (pipisan).

Wasir

Daun iler segar 12 helai; daun wungu segar 7 helai; herba pegagan segar 1 genggam secukupnya; air secukupnya, dipipis, diminum 1 kali sehari ¼ cangkir.

Belimbing | Averhoa carambola

belimbing

belimbing

BELIMBING (Averhoa Carambola L) merupakan pohon kecil yang berbatang keras dengan tinggi 5-12 m ini,berasal dari Jawa dan Kalimantan. Ciri-ciri umum daunnya bersirip ganjil dengan warna kekuningan sampai hijau muda, bunganya kecil dalam untaian yang berwarna putih kemerahan, buahnya seperti buni, bulat memanjang sekitar 4-13 cm, dengan 5 rusuk yang tajam dengan kulit buah yang tipis,warnanya kuning muda dan banyak mengandung air. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang asam dan air yang cukup banyak, terlebih lagi bila hidup ditempat teduh, belimbing termasuk tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Buah belimbing mengandung glukosida, vitamin A, B, dan vitamin C, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, pectin dan niacin. Sifat kimia buah adalah rasa asam, manis, dan netral.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING
Perbanyakan tanaman dengan biji dan cangkok. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 800-2.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah dan daun

KHASIAT BELIMBING
Dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi dan menghilangkan panu pada kulit. Adapun efek farmakologi buah sebagai antiradang, peluruh kemih (diuretik) dan peluruh liur. Buahnya dapat digunakan sebagai obat sakit tenggorokan, tekanan darah tinggi, kencing manis, sakit perut, sakit beguk atau gondong cacar air, dan wasir demam, batuk rejan dan encok, kencing batu dan perbesaran limfe akibat penyakit malaria. Akar belimbing manis juga berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kepala dan nyeri persendian. Sedangkan daunnya dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung, radang kulit bernanah, dan bisul. Daun untuk radang lambung, radang kulit bernanah (obat luar) dan bisul (obat luar). Kandungan vitamin C yang tinggi dapat dijadikan antioksidan untuk mencegah penyebaran sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan. Sedangkan pektin pada dinding sel belimbing mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus hingga mendorong pengeluarannya.

RESEP
Darah tinggi: Makan buah belimbing yang sudah masak 2 x sehari sebanyak 2 atau 3 buah.
Kulit panu: Ambil 2 buah belimbing dan ditumbuk halus,lumaskan sambil digosok- gosok pada bagian kulit yang berpanu, lakukan ini 1 atau 2 x sehari.
Radang lambung: 6 g daun belimbing manis, 8 g rimpang kunyit segar, 7 g rimpang temu kunci dan 110 ml air, diseduh, lalu diminum sehari sekali setiap pagi 100 ml selama 14 hari. Hati-hati penderita ginjal.
Pertolongan pertama penderita cacar: Dengan menumbuk daun belimbing hingga halus untuk diambil airnya. Sari buah belimbing ini, dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit cacar untuk menghilangkan rasa gatal-gatal. Pengobatan cara ini dilakukan sehari sekali sampai tampak sembuh tanpa melakukan gosokan-gosokan pada kulit sekalipun gatal).
Penyakit gondong: Gondong adalah penyakit infeksi virus menular yang akut. Gejala gondong berupa terjadinya pembengkakan atau peradangan pada kelenjar air liur. Ramuan untuk gondong sebagai berikut: potong-potong buah belimbing menjadi beberapa bagian. Kemudian tumbuk sampai halus. Tumbukan buah belimbing tersebut tempelkan pada kelenjar yang membengkak selama 30 menit dan lakukan 3 kali sehari. Akan lebih baik bila yang digunakan adalah belimbing wuluh.
Menenangkan perut setelah muntah-muntah atau mabuk: Dapat diminum perasan buah belimbing manis yang direbus dengan 1/3 bagian gula pasir dan dikentalkan hingga menjadi sirup yang segar.
Wasir: rebuslah daun belimbing wuluh yang telah dirajang dengan perbandingan 3 mangkuk daun dalam 8 liter air selama 30 menit. Kemudian air rebusan tersebut digunakan untuk duduk berendam penderita wasir selam masih hangat.
Demam: Dapat dicoba pengobatan tradisional dengan daun belimbing. Rebuslah cincangan daun belimbing segar sebanyak 2 mangkuk dalam 2 liter air selama 10 menit. Air rebusan tadi didinginkan dan disaring untuk digunakan sebagai kompres dingin pada penderita sakit demam.
Caranya adalah ambil satu buah belimbing yang hampir matang, bersihkan, parut dan parutan tersebut diperas hingga satu gelas airnya.
Panu: Caranya cukup menggosokkan potongan belimbing pada kulit yang terkena panu.
Batuk berat dengan manisan buah belimbing wuluh, batuk rejan yang tidak sembuh-sembuh, ternyata memberikan hasil yang memuaskan setelah memakan 6 kali – masing-masing 8 buah – manisan belimbing wuluh. Selain itu baik untuk penderita sariawan usus (skorbut) dan melancarkan kerja empedu.

Andong | Cordyline fruticosa

andong

andong

TANAMAN yang memiliki nama latin Cordyline fruticosa (L) A. Cheval. Sering juga disebut lanjuwang, endong, dan hadwang. Perdu yang merupakan famili Liliaceae memiliki tinggi 2-4 m, ranting dengan bekas daun rontok yang berbentuk cincin, dan Jduit pada ujung ranting berjejal dengan susunan spiral; tangkai bentuk talang, helaian daun bentuk garis atau lanset, 20-60 kali 1-13 cm, dengan pangkal yang berbentuk baji dan ujung runcing, hijau atau merah atau lorek. Malai bunga di ketiak daun, bertangkai panjang, bercabang melebar, dengan daun pelindung yang besar pada pangkal cabang. Anak daun pelindung pada pangkal bunga kecil. Daun tenda bunga 6, memanjang, panjang 1,3 cm, 3 yang luar pada bagian separo bawah melekat, erat dengan yang di dalam, bagian yang teratas lepas dan melengkung ke belakang kembali. Benang sari 6, tertancap pada tenda bunga. Kepala putik pendek 3 taju. Buah buni ± bentuk bola, merah mengkilat. Biji hitam mengkilat.

CARA MENDAPATKAN ANDONG
Perbanyakan tanaman stek batang. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian gulma dan hama serta penyiraman yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sekitar 250 sampai 1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT ANDONG
Khasiat andong di antaranya sebagai hemostatik dan anti bengkak dengan sifat khas yaitu mendinginkan. Andong sering digunakan sebagai obat batuk darah, disentri, haid terlalu banyak dan wasir berdarah.

RESEP
Batuk Darah dan Haid terlalu banyak: seduh 5 helai daun andong dengan air secukupnya. Hasil seduhan kemudian diminum 1 kali untuk 100 ml. Hal ini diulang hingga pasien sembuh.

Obat Wasir: daun andong dicampur dengan adun wungu dan diseduh dengan air secukupnya, air seduhan tersebut kemudian diminumkan 2 kali sehari selama 14 hari.

Pegagan | Centella aquatica

pegagan

pegagan

PEGAGAN juga disebut tapak kuda karena daunnya mirip tapal kaki kuda. Terna menahun bernama latin Centella aquatica itu berlubang lunak, ramping dcngan tunas-tunas panjang berakar. Memiliki rimpang pendek dan stolon-stolon merayap sepanjang 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, dan banyak bercabang. Banyak orang mengenal tanaman asal Asia tropik itu sebagai pegagan. Ada juga yang menyebutnya antanan (Sunda), pacul goang (Jawa Tengah), regedeg (Yogya), gan-ganan (Madura), taidaah (Bali), wisu-wisu (Makasar), cipu balawo (Bugis), Dogauke (Papua), dan sarowati (Halmahera).

Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso- inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang terdapat dalam tanaman ini memberikan efek rasa pahit.

CARA MENDAPAT PEGAGAN
Perbanyakan dengan stolon. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 200-1.400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT PEGAGAN
Khasiat pegagan antara lain sebagai obat antiinfeksi, antitoksik, penurun panas, peluruh kemih, penenang dan tonik.

Tanaman ini digunakan sebagai obat tradisional mengobati demam, bronkhitis, flek paru, asma, batuk darah, meningkatkan daya ingat, pembengkakan liver, hipertensi, asam urat tinggi, infeksi saluran kemih, prostat, wasir, jerawat, campak, dan lepra.

Tanaman ini memiliki efek antiinflamasi, antibiotik, antidemam, antidiuretik, dan leratolitik. Bahkan kemampuan antibiotik dan antiinflamasinya tergolong tinggi hingga berguna pula sebagai antibakteri. Tak heran jika pegagan efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorok, radang lambung, hingga disentri. Karena khasiatnya sebagai antiinflamasi pula sehingga ia mulai dilirik sebagai bahan baku salep untuk mengobati luka, seperti salep Medicazol. Bahkan salep ini kini sangat akrab dikenal para dokter bedah di berbagai rumah sakit.

RESEP
Untuk mengobati radang organ dalam tubuh, diminum sari daun tanamannya Caranya, 1 kg daun segar ditumbuk halus, kemudian ditambah 0,5 liter air mata diperas, lalu disaring. Perasan itulah yang diminum. Meski dapat dibuat simplisia daun kering, namun paling baik menggunakan tanaman segar, sebab jika dikeringkan khasiat tanaman akan berkurang.

Sirsak | Annona muricata

sirsak

sirsak

SIRSAK (Annona muricata) merupakan tanaman yang tingginya dapat mencapai 15 m dan diameter pohon sekitar 15 cm. Daunnya berbentuk bulat telur dengan panjang berkisar 7 hingga 15 cm dan lebar 2,5 hingga 7,5 cm. Daun tanaman sirsak agak tebal dan pada permukaan bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedang pada bagian bawahnya mempunyai warna lebih muda. Bunga sirsak seperti kelopak-kelopak yang berbentuk hati saling menyusun dan agak tebal dengan warna kuning muda hingga kehijauan. Buahnya berbentuk bulat agak lonjong kulitnya berwarna hijau dan berduri tidak tajam. Daging buahnya berwarna putih memiliki banyak biji berwarna cokelat hingga hita. Umumnya buah sirsak digunakan sebagai jus atau sirup. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat, tetapi untuk memperoleh hasil buah yang banyak dan besar-besar sebaiknya ditanam di daerah yang tanahnya cukup mengandung air. Di ndonesia sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang mempuyai ketinggian kurang iari 1.000 m dpl. Nama Sirsak itu sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang kurang lebih berarti kantung yang asam. Buah sirsak yang sudah masak lebih berasa asam daripada manis.

CARA MENDAPAT TANAMAN SIRSAK
Pengembangbiakan sirsak yang paling baik untuk sirsak ialah melalui okulasi dan akan menghasilkan buah pada usia 4 tahunan setelah ditanam.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah dan daun

KHASIAT SIRSAK
Penelitian ilmiah yang dilakukan melaporkan bahwa sirsak memiliki aktivitas menghambat virus herpes, simplex, mengobati leishmaniasis (penyakit kulit dan selaput lendir yang disebabkan oleh protozoa yang berasal dari genus leishmania), memiliki aktivitas anthelmintik (obat atau zat kimia yang digunakan untuk mengobati dan mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh cacing), dan menurunkan kadar bilirubin. Secara empiris sirsak digunakan untuk mengobati sirsak. Selain itu sirsak juga digunakan untuk mengobati ambeien, sakit kandung air seni, sakit pinggang, bisul, mencret, dan anyeng-anyengan.

RESEP
Ambeien: Buah sirsak yang telah matang diperas dan siambil airnya sebanyak 1 gelas. Diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Sakit kandung air seni: Buah sirsak setengah matang di masak dengan gula dari garam hingga menjadi kolak. Dimakan selama satu minggu.

Bayi mencret: Buah sirsak yang sudah matang diperas dan diambil airnya. Diminumkan pada bayi 2-3 sendok.

Anyang-anyangan (sering kecing tetapi sedikit dan terasa sakit): sirsak setengah matang direbus dengan gula pasir secukupnya dan 2 gelas air. Disaring lalu airnya diminum.

Sakit Pinggang: 20 lembar daun sirsak direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas. Hasil rebusan diminum 1 kali sehari ¾ gelas.

Bisul: daun sirsak yang masih muda secukupnya ditumbuk halus dan ditambah ½ sendok air, diaduk sampai merata. Ramuan ditempelkan pada bagian bisul.

Bawang Putih | Allium sativum

bawang-putih

bawang-putih

Bawang putih dapat tumbuh dengan tinggi 30-75 cm mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang berjumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih dan berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 m di atas permukaan laut.

Bagian yang digunakan
umbi lapis

Khasiat
Mengobati hipertensi, asma, batuk, masuk angin, sakit kepala, sakit kuning, sesak napas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka benda tajam, digigit serangga, cacingan, insomnia.

Lidah Buaya | Aloe vera

lidah-buaya

lidah-buaya

LIDAH BUAYA, yang juga dikenal dengan Aloe vera, memiliki nama latin Aloe vera (L.) Burm.f. dengan beberapa sinonim seperti Aloe barbadensis Mill., Aloe indica Royle, Aloe ; perfoliate L. var. vera dan Aloe vulgaris Lam. Nama umum di beberapa negara termasuk Chinese Aloe, Indian Aloe, True Aloe, Barbados Aloe, Burn Aloe, First Aid Plant.

Tanaman lidah buaya termasuk semak rendah, tergolong tanaman yang bersifat  sukulen dan menyukai hidup di tempat kering. Batang tanaman pendek, mempunyai daun yang bersaf-saf melingkar (roset). Panjang daun 40-90 cm, lebar 6-13 cm, dengan ketebalan lebih kurang 2,5 cm di pangkal daun, serta bunga berbentuk lonceng. Batang tanaman lidah buaya berseratatau berkayu. Pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Daun lidah buaya berbentuk tombak dengan helaian memanjang, berdaging tebal tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai lapisan lilin dipermukaan; serta bersifat sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian atas daun rata dan bagian bawahnya membulat (cembung). Di daun lidah buaya muda dan anak (sucker) terdapat bercak berwarna hijau pucat sampai putih. Bercak ini akan hilang saat lidah buaya dewasa. Sepanjang tepi daun berjajar gerigi atau duri yang tumpul dan tidak berwarna. Bunga lidah buaya berbentuk terompet atau tabung kecil sepanjang 2-3 cm, berwarna kuning sampai jingga, tersusun sedikit berjungkai melingkari ujung tangkai yang menjulang ke atas sepanjang sekitar 50-100 cm. Akar lidah buaya mempunyai sistem perakaran yang sangat pendek dengan akar serabut yang panjangnya bisa mencapai 30-40 cm.

Tanaman lidah buaya tahan terdapat segala unsur iklim, yaitu suhu, curah hujan, dan sinar matahari. Tanaman ini juga tahan kekeringan, dapat menyimpan air pada daunnya yang tebal, mulut daunnya tertutup rapat sehingga dapat mengurangi penguapan pada musim kering. Meskipun tanaman menghendaki ditanam di tempat terbuka, tetapi di dalam ruangan yang sinar mataharinya kurang pun dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, tanaman ini terdapat di mana-mana, mulai dari Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia. Di daerah yang bersuhu antara 28’C-32°C, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik. Lidah buaya dapat tumbuh mulai dari daerah dataran rendah sampai daerah pegunungan. Daya adaptasinya tinggi sehingga tempat tumbuhnya menyebar di seluruh dunia, mulai daerah tropiica sampai daerah subtropika. Di dataran tinggi tanaman ini dapat menghasilkan bunga. Tanah yang dikehendaki lidah buaya adalah tanah subur, kaya bahan organik, dan gembur.Kesuburan tanah pada lapisan olah sedalam 30 cm sangat diperlukan karena akarnya pendek. Apabila tanaman ditanam di daerah yang bertanah mineral maupun tanah organik, agar dapat tumbuh dengan baik diperlukan tambahan pupuk.

Bagian dari lidah buaya yang banyak dimanfaatkan adalah daging daunnya yang tebal. Kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalamnya antara lain Kandungan senyawa kimia bermanfaat yang terdapat di dalamnya antara lain aloeverose yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka, sebagai Antivirus dan antitumor, aloe emodin sebagai antikanker, serta kelompok flavonol yang berkhasiat antioksidana seperti kamferol, quersetin, dan mirisetin. Selain itu, juga diketahui mengandung kromon yang bermanfaat sebagai antioksidan.

CARA MENDAPAT LIDAH BUAYA
Pembibitan lidah buaya dilakukan dengan cara vegetatif, bibit diambil dari tanaman induk berupa anakan dan diusahakan agar akarnya tidak putus. Anakan yang telah di dapatkan ditanam dalam polibag. Lama pembibitan adalah 3-5 bulan. Bibit tanaman lidah buaya ditanam dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 10 cm. Pada waktu penamanan diusahakan agar tanaman lidah buaya tidak berhimpitan dandaun tidak patah. Pemeliharaan tanaman lidah buaya dilakukan dengan cara memasukan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 2-5 kg pada waktu 1-2 minggu sebelum ditanam. Kemudian setelah pasca tanam dapat diberikan pupuk Urea dan Furadan. Lidah buaya sudah dapat dipanen pada umur 12-8 bulan setelah tanam. Panen berikutnya dilakukan setiap bulan. Daerah budidaya lidah buaya di Indonesia terletak di Pulau Kalimantan, tepatnya di kota Pontianak. Informasi pembelian simplisia/tanaman:

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, pelepah

KHASIAT LIDAH BUAYA
Khasiat dan manfaat lidah buaya terutama dalam bidang kosmetik dan kecantikan di antaranya untuk perawatan rambut dan kulit wajah. Selain itu lidah buaya juga membantu mengatasi gangguan pencernaan dan untuk kesehatan mulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aloe emodin yang dikandung gel lidah buaya berpotensi sebagai antikanker. Selain itu lidah buaya juga dapat dimanfaatkan pada pengobatan diabetes. Manfaat lainnya adalah sebagai antifungi, antioksidan, menyembuhkan luka bakar, dan berpotensi dalam pengobatan sepsies.

RESEP
1. Radang tenggorokan
1 lembar daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

2. Ambeien
Setengah (½) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (½) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

3. Sembelit
Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil- kecil. Seduh dengan setengah (½) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

4. Diabetes melitus
2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

5. Penurun kadar gula darah
1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bavvah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak ½ gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

6. Penyubur rambut
2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

7. Batuk (yang membandel)
20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Buah Tin | Ficus carica L.

buah-tin

buah-tin

TIN (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama ini diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama “Ara” (buah ara/pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig, sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin. Tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Sekarang dibudidayakan pula di Australia, Cile, Argentina, serta Amerika Serikat.

Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10 m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping. Bunga tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya. Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit. Buah tin dapat dimakan segar, dikeringkan, atau dibuat selai. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama (mudah rusak). Di Bengali buah tin diolah sebagai sayuran.

CARA MENDAPATKAN BUAH TIN
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Perawatan dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sekitar 200-500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KANDUNGAN KIMIA DAN KHASIAT
Kandungan Kalium, Omega 3 dan Omega 6 pada buah tin membantu untuk menjaga tekanan darah tinggi dan serangan Jantung koroner. Buah tin kaya serat makanan yang sangat efektif untuk program penurunan berat badan (Obesitas). Rebusan daun dari tanaman tin dapat membantu pasien diabetes sehingga dapat mengurangi jumlah asupan insulin. Mengkonsumsi buah tin dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker kolon. Kandungan coumarin pada buah tin, juga dapat mengurangi resiko kanker prostat. Kandungan kalsium dan kalium dalam buah tin dapat mencegah penipisan tulang (osteoporosis) dan membantu untuk meningkatkan kepadatan tulang. Dalam 100 g buah tin mengandung 241 mg kalsium, 2 x lebih tinggi dari kandungan kalsium pada susu (118 mg per 100 g). Tryptophan dalam buah tin, menginduksi tidur yang baik dan membantu menyingkirkan gangguan tidur seperti insomnia. Mengonsumsi buah tin akan mengurangi kelelahan, meningkatkan daya memori otak dan mencegah anemia. Memiliki efek laksatif, sehngga sangat membantu untuk mengobati sembelit kronis. Konsumsi harian buah tin direndam (2-3 buah) merupakan obat yang efektif untuk terapi penyembuhan wasir. Serat larut yang terdapat pada buah tin (pektin) membantu dalam mengurangi kolesterol darah.

Pemakaian luar, buah tin panggang bisa menyembuhkan radang seperti abses dan bisul. Karena kadar air yang tinggi, buah tin bertindak sebagai pembersih kulit yang sangat baik dan membantu dalam mencegah dan menyembuhkan jerawat. Buah tin kaya akan kalsium dan kalsium alternatif yang sangat baik untuk terapi pengobatan orang-orang yang alergi terhadap produk susu. Buah tin kaya akan phenol dan benzaldehid alami sebagai zat anti tumor serta dapat membunuh mikro-organisme patogen, jamur dan virus dalam tubuh manusia.

RESEP
Tanaman tin juga sering sekali diolah menjadi minuman hangat yang kaya akan manfaat seperti teh. Caranya juga sangat mudah, rebus daun tanaman tin yang sudah cukup tua. Tiriskan terlebih dahulu getah yang ada pada daun buah tin tersebut, kemudian cuci sampai bersih dan kemudian jemur di bawah sinar matahari penuh. Jemur kira- kira 3 jam dan kemudian cek apakah sudah kering dan bisa diremas dan hancur. Jika belum silahkan anda jemur kembali. Setelah kering ambil dan seduh menggunakan air panas dan sedikit gula.

Salak | Salacca edulis

salak

buah-salak

TANAMAN salak (Salacca edulis Reinw) diduga berasal dari Thailand, Malaysia dan Indonesia. Ada yang mengatakan bahwa tanaman salak (Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei danj Muangthai. Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman), monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yang disebut lidi. Seluruh bagian daunnya berduri tajam Batangnya pendek, lama-kelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yang kecil). Salak mengandung asam klorogenat, (-)4 epikatekin, dan proanthocyanidins

KHASIAT SALAK
Salak juga mengandung vitamin C dan betakaroten sehingga dapat digunakan sebagai obat mata karena kandungan betakaroten pada buah salak 5,5 kali lebih besar daripada, mangga, 3 kali dari jambu dan 5 kali dari semangka. Selain itu mengkonsumsi 20 g | salak muda dapat mengurangi penyakit diare. Selain buahnya, daun salak juga dapat digunakan sebagai obat ambeien. Menurut penelitian salak merupakan sumberj antioksidan alami yang baik, hal ini dikarenakan salak mengandung asam klorogenat, (-)-epikatekin, dan proanthocyanidins yang merupakan senyawa yang sangat berperan sebagai antioksidan dalam buah salak.

RESEP
Sebanyak 3 helai daun salak direbus dengan segelas air dan hasil rebusannya disari dan dicampur dengan gula merah. Rebusan air daun salak tersebut diminum sehari pagi dan malam.

Jeruk Nipis | Citrus Aurantifolia

jeruk-nipis

jeruk-nipis

JERUK NIPIS merupakan tumbuhan perdu yang memiliki banyak dahan dan ranting. Bahan pohonnya berkayu dan keras dengan warna kusam. jeruk nipis tumbuh baik di tempat yang mendapat sinar matahari langsung dengan penyinaran sedang pada ketinggian 200-1.300 m dpi. Tanah yang digunakan memiliki kelembapan sedang hingga tinggi dengan tekstur lempung berpasir dan lempung liat. Daun jeruk nipis bagian atas berwarna hijau tua mengilap sementara permukaan daun bagian bawah berwarna ihijau muda. Helai daun berbentuk bulat telur dengan ujung tumpul dengan panjang 2,5 – 9 cm dan lebar 2,5 cm. Bunga tanaman jeruk nipis berukuran kecil berwarna putih dengan bentuk bintang. Buah jeruk nipis berbentuk bulat sebesar bola pingpong atau berbentuk bulat telur. Ukuran diameternya sekitar 2,5-5 cm dengan warna kulit luar hijau atau kekuningan dan berasa asam. Jeruk nipis dapat dikembangbiakkan dengan cangkok dan okulasi. Tanaman ini akan mulai berbuah setelah berusia 2,5 tahun. Nama latin dari jeruk nipis ialah Citrus aurantifolia.

CARA MENDAPAT TANAMAN JERUK NIPIS
Perbanyakan tanaman jeruk dilakukan melalui cangkok dan okulasi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, akar, rimpang

KHASIAT JERUK NIPIS
Penelitian yang telah dilakukan melaporkan bahwa minyak volatil jeruk nipis dapat mencegah terjadinya kanker kolon dengan menginduksi apoptosis dan berfungsi sebagai antiproliferasi sel kanker kolon. Juga menghambat atau mencegah kanker pankreas. Ekstrak jeruk nipis kental juga mencegah tumor karena memiliki efek antiproliferasi terhadap sel tumor. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa ekstrak daun jeruk nipis memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumonia, Pseudomonas sp, Staphylococcus aureus dan aktivitas antifungi terhadap Aspergillus niger, A. fumigates, serta spesies Mucor.
Secara empiris jeruk nipis digunakan untuk mengobati amandel, malaria, ambeien, sesak napas, influenza, batuk, sakit panas, sembelit, disentri, sakit perut, masalah datang bulan, bau badan, dan menangani keriput pada wajah.

RESEP
1. Amandel
Diobati dengan perasan air jeruk nipis yang dicampur dengan air parutan 1,5 rimpang kunyit, 2 sendok madu, dan 0,5 gelas air putih. Diminum secara teratur 2 kali sehari.

2. Malaria
Air perasan 1 buah jeruk nipis dicampur dengan 1 sendok kecap dan garam secukupnya lalu diminum setiap pagi.

3. Ambeien
Rebus 2-4 potong akar jeruk nipis menggunakan 1,5 L air. Dibiarkan mendidih hingga sisa air tinggal 1 L lalu disaring. Air rebusan diminum setiap sore secara teratur.

4. Sesak nafas
Perasan 1 buah jeruk nipis dicampur dengan parutan 2 siung bawang merah, 1 sendok teh kopi bubuk, dan 1 potong gula batu lalu diseduh dengan air panas dan disaring. Diminum setiap hari setelah sarapan.

5. Influenza
1 buah jeruk nipis, 0,5 sendok minyak kayu putih, dan kapur sirih secukupnya. Jeruk nipis dipanggang sejenak dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan bahan lain, dan diaduk sampai merata, kemudian disaring. Air saringan diminum 1 kali sehari secara teratur.

6. Batuk
1 buah jeruk nipis, 1,5 sendok kecap, dan garam secukupnya. Cara membuatnya: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, dan dicampur dengan kecap. Diminum secara teratur 1 kali sehari selama sakit.

7. Sakit panas
1 buah jeruk nipis, 0,5 sendok minyak kelapa, 1 sendok minyak kayu putih, dan 2-4 siung bawang merah, dihaluskan. Jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampurkan dengan bahan lain sampai merata. Ramuan digunakan untuk kompres, atau digosokkan pada dada dan punggung.

8. Terlambat datang bulan
1 buah jeruk nipis, rimpang kunyit sebesar ibu jari, kapur sirih dan garam secukupnya. Jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kunyit diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur merata, dan disaring. Ramuan diminum 1 kali sehari.

9. Perut mulas saat datang bulan
1 buah jeruk nipis, 1,5 rimpang jahe, asam, dan gula kelapa. Jeruk nipis diperas untitk diambil airnya, jahe diparut, kemudian semua bahan tersebut dicampur, dan dibeH 3/4 gelas air masak dan disaring. Ramuan diminum pada hari pertama haid.

10. Disentri
Air rebusan akar jeruk nipis. 2 potong akar jeruk nipis direbus dengan 2.5 L air lalu disaring dan airnya diminum sehari sekali.

Asoka | Ixora paludosa L

asoka

asoka

ASOKA atau dikenal dengan nama latin Ixora paludosa L memiliki ciri-ciri umum tinggi lebih dari 4 m, lingkar pangkal batang mencapai 40 cm, termasuk tumbuhan dikotil yang memiliki kayu relatif keras, bentuk daun lonjong dengan panjang maksimum 24,2 cm dan lebar 9,6 cm, dan bunganya berwarna merah. Asoka memiliki jenis lain yaitu asoka hibrida dimana warna bunganya lebih bervariatif seperti merah, jingga, kuning dan sebagainya.Kandungan kimia dari asoka adalah glikosida antosianin, saponin dan flavonoid.

CARA MENDAPAT ASOKA
Perbanyakan dapat dilakukan dengan stek. Tanaman ini dapat berbunga sepanjang tahun dan tidak memerlukan perawatan yang khusus. Asoka cocok tumbuh pada tanah yang sangat gembur dengan ketinggian 0-400 m dpi. Asoka dapat bertahan sampai suhu 45°C, baik dengan kondisi tempat yang langsung terkena sinar matahari langsung dan kondisi lembap/gelap dengan kelembapan sekitar 70%.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit, bunga.

KHASIAT ASOKA
Tumbuhan asoka dapat berkhasiat mengobati luka, kulitnya digunakan astringent dan penenang rahim, pendarahan internal, wasir, disentri, Bunganya dapat digunakan untukmengobati haid tidak teratur, kram betis, dan luka pukul atau memar.

RESEP
1. Mengobati luka
Batang dan akarnya ditumbuk halus, kemudian dapat dioleskan ke bagian tub”h yang terluka.

2. Untuk rahim
Siapkan kulit tanaman 4 ons, 4 ons susu, 16 ons air, rebus semuanya, dapat diminum dengan susu 2-3 kali sehari

3. Pendarahan, wasir, disentri

Gunakan ekstrak kulit bunga asoka.

4. Haid tidak teratur
Siapkan 15 g bunga asoka, 15 g mawar, 90 g daging lidah buaya, potong-potong lalu rebus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 c. Minum 2 kali sehari sesudah makan.

5. Kram betis
Ambil 2 bunga asoka, 3 bunga mawar, 30 g daun sembung segar, cuci bersih lalu rebus dengan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, saring lalu minum 2 kali sehari sesudah makan.

6. Luka pukul atau memar
Siapkan 30 g daun dan bunga asoka, 10 g bunga mawar kering, 10 g umbi daun dewa, cuci bersih rebus dengan 600 cc hingga tinggal 300 cc, saring kemudian dapat diminum 2 kali sehari sesudah makan.

Bengkuang | Pachyrrhizus erosus

bengkuang

bengkuang

Kandungan
a. pachyrhizon
b. rotenone
c. vitamin B1
d. vitamin C

Manfaat
a. mengatasi penyakit kulit
b. menyembuhkan diabetes
c. menurunkan panas dan demam
d. menyembuhkan eksem atau gangguan bakteri
e. menyembuhkan sariawan
f. menyembuhkan wasir
g. menghaluskan dan mencerahkan kulit

Jengger Ayam | Celosia cristata

jengger-ayam

jengger-ayam

Nama daerah
Sumatra (Celala, banda ulu, bunga tali; Jawa (Jawer hayam, kotok bayem cenggeng, jengger ayam, jhangar ayam, rebha mangsor; Nusatenggara (Janggar siap, ndaer ana sina, bunak manula larit); Sulawesi (Tatara manuk, sapiri manu, bunga api-api, laya, langgelo, kaputi ayam, rangrang jangang, bunga lali manu, puwa ri sawito); Maluku (Wire, kolak, tokko marerede, sule-sule; Melayu (bayam biludu, rara ayam)

Terna semusim, tumbuh tegak, tinggi 60-90 cm, jarang tumbuh liar. Pada umumnya ditanam di taman-taman, halaman, dan tempat-tempat lain sampai setinggi 1.000 m dpl. Batangnya tebal dan kuat. Daun tunggal, tumbuh berseling, bentuknya bulat telur sampai memanjang dengan panjang 5-12 cm, lebar 3,5-6,5 cm, ujung meruncing, pangkal runcing membentuk tangkai, tepi rata, warnanya hijau dengan sedikit garis merah di tengah-tengah daun. Bunganya berbentuk bulir, tebal mendaging, yang bagian atas melebar seperti jengger ayam jago, berlipat-lipat dan bercangap atau bercabang. Bunga keluar di ujung batang atau di ujung percabangan, warnanya ungu, merah, dadu, kuning. Buahnya retak sewaktu dimasak. Terdapat 2 atau beberapa biji kecil.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, sejuk. Msuk meridian lever dan ginjal. Antiradang, menghentikan perdarahan, menghentikan keputihan, menerangkan penglihatan.

Kandungan kimia
Mengandung minyak lemak, kaempferitrin, amaranthin, pinitol

Bagian yang dipakai
Bunga, jemur bila ingin disimpan

Kegunaan
Mimisan, batuk darah, muntah darah, wasir, kencing darah, perdarahan rahim
Disentri
Keputihan
Infeksi saluran kencing

Pemakaian
10-15 g jengger ayam digodok, airnya untuk cuci atau dilumatkan lalu tempelkan di tempat yang sakit.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by