syphilis treatment

Syphilis

Ramuan 1

1 ruas umbi bidara upas segar
2 sendok makan air matang
1 sendok makan madu murni

Cuci bersih umbi segar, lalu parut. Tambahkan air matang dan madu murni. Peras, saring, dan minum airnya. Lakukan 2 kali sehari.

Tarum | Indigofera tinctoria

tarum

tarum

Kandungan
a. alkaloid
b. flavonoid
c. polifenol
d. saponin
e. tannin

Manfaat
a. menyembuhkan sifilis atau rajasinga
b. menyembuhkan cacingan
c. menyembuhkan epilepsi
d. meredakan depresi akibat banyak pikiran

Ramuan tradisional menyembuhkan berbagai penyakit
daun tarum secukupnya
500 cc air

Cuci bersih, rebus hingga mendidih sampai tinggal 1 gelas (250 cc). Saring airnya dan minum pada waktu masih hangat. Untuk penyakit sifilis diminum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Sedangkan untuk lainnya cukup diminum 1 kali sehari sebanyak 1 gelas.

Puring | Codiaeum variegatum

puring

puring

PURING (Codiaeum variegatuni), puding, atau kroton adalah tanaman hias pekarangan populer berbentuk perdu dengan bentuk dan warna daun yang sangat bervariasi. Tanaman ini merupakan perdu yang dapat hidup hingga 3 m. Batangnya bulat, berkayu, keras, bercabang dan berwarna cokelat kehijauan. Daunnya berbentuk tunggal. Bentuk tanaman berupa bulat telur (ovatus), lonjong (oblongus), jorong (ellipticus). Selain itu berbentuk pita (linear), ujung meruncing dengan panjang kurang lebih 15 cm dan lebar 3 cm. Pertulangan daun menjari dengan warna hijau berbintik dan kuning kehijauan. Bunga merupakan majemuk, bentuk tandan, protandri. Kaliks berupa 5 sepal, korola 5 petal. Buah berbentuk kapsul dengan diameter 2 mm berwarna kuning kehijauan. Stamen berjumlah 15-35. Ovarium berjumlah 3 karpel. Biji berbentuk kecil seperti pasir cokelat. Akar berbentuk tunggang berwarna kuning muda.

CARA MENDAPATKAN TANAMAN PURING
Perbanyakan tanaman puring dapat dilakukan secara vegetatif dengan cangkok maupun secara generatif dengan menggunakan biji. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah yang lembap dan akan tumbuh subur apabila kebutuhan air tercukupi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, ranting muda, akar, dan kulit batang

KHASIAT PURING
Penelitian yang telah dilakukan melaporkan bahwa tanaman Codiaeum variegatuni memiliki aktivitas terhadap antivirus influenza A yang merupakan sianoglukosida.

Puring mempunyai rasa pahit, bersifat dingin dan beracun. Akar dan kulit batangnya berasa pedas. Bahan kimia yang terkandung dalam puring di antaranya adalah getahnya yang mengandung tanin. Efek farmakologis diantaranya melancarkan peredaran darah, peluruh keringat dan pencahar ringan.

RESEP
Cacingan, nafsu makan berkurang, sembelit, kejang lambung, kehilangan selera, dan penyakit kencing pada anak.
Rebus 11 g ranting puring muda dengan 3 gelas air tersisa 1 gelas. Setelah dingin, minum air rebusannya 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Perut mulas
Tumbuk halus 1 jari akar puring dan 3 lembar sesuru (Euphorbia nerifolia L). lalu tambahkan air secukupnya. Saring airnya lalu minum sekaligus 1 kali sehari. Ramuan ini mengakibatkan efek samping seperti diare karena berkhasiat pencahar tetapi perutnya akan hilang.

Sakit perut pada anak
Tumbuk sampai halus daun puring berwarna kuning (Croton varegatum Belvalen) yang masih muda dan segar secukupnya. Tambahkan sedikit air sampai menjadi bubur. Balurkan bubur ini pada perut anak.

Sifilis
Cuci bersih 1 batang puring utuh, lalu rebus dengan 5 gelas air sampai tersisa 2½ gelas. Dinginkan, saring bagi menjadi 3 bagian yang sama. Tambahkan gula secukupnya, lalu minum rebusan 3 kali sehari.

Sukar berkeringat dan eksim
Rebus 11 g daun puring dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin minum air rebusannya 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Secang | Caesalpinia sappan

secang

secang

SECANG (Caesalpinia sappan) termasuk ke dalam famili Caesalpiniaceae. Nama lokal tanaman ini yaitu Secang (Sunda); Kayu Secang, Soga Jawa (Jawa); Sappa Wood (Inggris). Secang merupakan tumbuhan perdu atau pohon kecil dengan tinggi pohon mencapai 5-10 m, batang dan percabangannya berduri tempel yang bentuknya bengkok dan letaknya tersebar, batang bulat, berwarna hijau kecokelatan. Daun majemuk menyirip ganda dengan panjang sekitar 25-40 cm, jumlah anak daun 10-20 pasangj yang letaknya berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuknya lonjong, pangkal rompang, ujung bulat, tepi rata dan hampir sejajar, panjang 10-25 mm, lebar 3-11 mm, berwarna hijau. Bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk malai, keluar dari ujung tangkai dengan panjang 10-40 cm, mahkota bentuk tabung, berwarna kuning. Buahnya buah polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh berisi 3-4 biji, bila masak berwarna hitam. Biji bulat memanjang, panjang 15-18 mm, lebar 8-1 1 mm, tebal 5-7 mm, berwarna kuning kecokelatan. Kayu Secang dapat mulai dipanen pada saat berumur 1-2 tahun. Kayu secang bewarna jingga (brazilin) saat awal setelah ditebang dan dengan cepat berubah warna menjadi merah (brazilein) karena terekspos dengan oksigen. Kayunya bila direbus memberi warna merah gading muda, dapat) digunakan untuk pengecatan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman, atau sebagai tinta. Ekstrak kayu secang juga digunakan sebagai indikator asam basal karena pada suasana asam brazilin bewarna kuning (pH 2-5) dan pada suasana basal brazilein bewarna merah (pH 6-7). Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau stek batang.

Secang memiliki rasa sepat tidak berbau. Kandungan senyawa kimia dalam kayu Secang yaitu asam galat, tanin, resin, resorsin, brazilin, brazilein, d-alfa-felandrene,l oscimene, minyak atsiri. Daun Secang mengandung 0,16%-0,20% minyak atsiri yang berbau enak dan hampir tidak berwarna.

CARA MENDAPATKAN SECANG
Secang menyenangi tempat terbuka sampai ketinggian 1.000 m dpl, seperti di daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Secang tumbuh liar dan kadang Ditanam sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun. Perbanyakan tanaman dengan biji.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kayunya yang telah dikeringkan

KHASIAT SECANG
Ekstrak kayu secang secara tradisional digunakan sebagai obat diabetes oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Selain itu, Secang juga banyak digunakan untuk mengatasi penyakit diare, disentri, batu darah (TBC), luka dalam, sifilis, muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah, malaria, tetanus, tumor, radang selaput lendir mata, menghentikan perdarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun dan antiseptik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu Secang memiliki aktivitas farmakologi seperti relaksasi pembuluh darah, antiaterosklerosis (anti penebalan dinding arteri), analgesik (penahan sakit), anti hipoglikemik (antigula darah rendah), antiperadangan, sitotoksik (senyawa yang bersifat toksik yang dapat digunakan sebagai obat untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker dan tumor dalam tubuh), antibakteri, antivirus, dan antioksidan. Senyawa fenol yang terkenal dengan kemampuan antioksidan yang terdapat pada kayu secang umumnya adalah homoisoflavonoid dan komponen turunannya, protosappanin A, protosappanin B, brazilin, dan brazilein. Senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang berbeda-beda. Ekstrak kayu secang, protosappanin A dan protosappanin B menunjukkan inhibisi yang lebih besar terhadap MDA dan hidrogen peroksida sedangkan brazilein menunjukkan kemampuan dalam menangkap radikal hidroksil.

Ekstrak metanol dari kayu secang menunjukkan aktivitas antihiperglikemik dengan metode toleransi glukosa. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai penurun gula darah yaitu brazilin. Selain itu, senyawa kaesalpin P, sappankalkon, 3-deoksisappanon, n-azilin, dan protosappanin A telah diidentifikasi sebagai inhibitor terhadap enzim aldosa reduktase yang dapat menyebabkan komplikasi pada diabetes.

RESEP
Pada umumnya, untuk pemakaian Secang yaitu dengan merebus 3-9 g kayu Secang kemudian diminum. Sedangkan untuk pemakaian luar, kayu direbus dan airnya iigunakan untuk mencuci luka, luka berdarah atau dipakai untuk merambang mata yang meradang.

Pembersih darah
Kayu Secang ditambah ketumbar dan daun trawas, kemudian direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Diare/mencret
5 g kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian. Air rebusan diminum pagi dan sore hari.

Batuk darah pada TBC
1½ jari kayu Secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa menjadi 2¼ gelas. Setelah dingin disaring dan dimum. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Radang selaput lendir mata
2 jari kayuecang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas a bersih sampai tersisa menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit.

Buang air besar berdarah
1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas aisampai tersisa menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 kali ¾ gelas.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by