sakit kuning

Semanggi Gunung | Hydrocotyle sibthorpioides

semanggi-gunung

semanggi-gunung

Nama daerah
Pegagan embun, antanan beurit, antanan lembut (Sunda); Andem, katepan, rendeng, semanggi (Jawa), take cena (Madura), salatun, tikim, patikim

Uraian tanaman
Tumbuhan merayap, ramping, subur di tempat yang lembap, terbuka maupun teduh di pinggir jalan, pinggir selokan, lapangan rumput dan tempat lain sampai setinggi kira-kira 2.500 m dpl. Batang lunak, berongga, panjang 45 cm atau lebih, daun tungal berseling, bertangkai panjang, bentuk bulat atau reniform dengan pinggir terbagi menjadi 5-7 lekukkan dangkal, warna hijau. Bunga majemuk bentuk bongkol, keluar dari ketiak daun, warna kuning.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis sedikit pedas, sejuk. Menghilangkan bengkak (antiswelling), antiradang, peluruh air seni, antibiotika, penurun pans, menetralisir racun, peluruh dahak.

Kandungan kimia
Mengandung minyak menguap, coumarin, hyperin

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman segar atau kering

Kegunaan
Sakit kuning
Pengecilan hati dengan busung
Batuk dan sesak napas
Sariawan, radang tenggorok, infeksi amandel
Infeksi telinga tengah

Pemakaian
10-60 g direbus, minum

Pemakaian luar
Bisul, gumpalan darah (haematoma), koreng di kepala: Lumatkan tumbuhan segar, bubuhkan ke tempat yang sakit

Cara pemakaian
Sesak napas (asma): 10-15 g herba segar direbus, minum, tumbuk, peras, minum airnya
Batu saluran kencing: 30-60 g herba segar direbus, minum
Kencing kurang lancar: 30 g herba segar direbus, kemudian ditambah 30 g gula pasir, minum
Radang tenggorok: 30-60 g herba segar direbus, tambah garam sedikit, minum: atau tumbuk, peras, minum airnya
Sakit kuning: 30-60 g ditambah air dan arak ketan sama banyak secukupnya, ditim, 2x sehari, selama 3-5 hari
Amandel: dipakai sebagai obat kumur

Adverse effect (khasiat yang menyimpang): Walaupun sangat jarang, kadang terjadi leucopenia (penurunan jumlah sel darah putih), selama pemakaian obat ini, yang segera normal kembali setelah obat dihentikan

Anyang-Anyang | Elaeocarpus grandiflorus

anyang-anyang

anyang-anyang

ANYANG-ANYANG memiliki nama latin Elaeocarpus grandiflorus J.E. Smith, di beberapa daerah di Indonesia dikenal dengan Ki ambit (Sunda); Anyang-anyang, kemaitan, maitan, raja sor, dan rejasa (Jawa). Anyang-anyang merupakan tanaman pohon yang tumbuh sepanjang tahun dengan daun berbentuk memanjang, melebar di tengah, mengumpul pada ujung-ujung ranting halus, berukuran 4,5-20 cm x 12,5 cm, dasarnya memanjang ke bawah, ujung tumpul dengan tepi sedikit meruncing, panjang tangkai daun 0,2-4 cm. Bunganya memiliki wangi yang khas, berkembang berjajar sepanjang sumbu (tandan) tidak bercabang di antara daun, menggantung, terpisah dengan 4-6 bunga per tandan. Panjang pedicel 2-5 cm, kelopak bunga memanjang, melebar di tengah berwarna merah terang. Mahkota bunga berbentuk oval telur dengan bentuk agak menyempit di dasar, berwarna putih. Memiliki 25-60 stamen dengan panjang benang sari 2-4 mm dan panjang putik 2,5-6 mm. Bakal buah berambut halus, berkeping dua. Buahnya memiliki biji ber¬bentuk oval, berwarna hijau pucat, dan terlindung oleh duri kecil dan panjang. Daging buahnya tipis berwarna biru/ungu.

Anyang-anyang dapat ditemukan di hutan terutama di pinggir air (tempat basah), di ketinggian di bawah 500 m dpl. Tanaman ini adalah pohon yang tepat untuk taman hias karena perawatan yang dibutuhkan hanya sedikit, dan dapat bertahan pada kondisi tanah kering yang rendah nutrisi. Namun tanaman ini tumbuh dengan baik jika cukup disirami. Tanaman ini juga dapat tumbuh dengan intensitas cahaya teduh hingga terang (sinar matahari kuat). Di Indonesia, tanaman ini tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Sedangkan di Asia juga terdapat di Myanmar, Indo-China, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Tanaman ini diduga banyak mengandung minyak terbang, zat samak, dan saponin. Beberapa tanaman kelompok Elaeocarpus diketahui mengandung senyawa alkaloid seperti alkaloid indolizidine pada Elaeocarpus grandis, dan alkaloid pyrrolidine pada Elaeocarpus habbemensis. Namun pada jenis tanaman ini, belum terdapat studi khusus mengenai zat alkaloid yang terkandung. Berdasarkan studi ilmiah yang pernah dilakukan, ekstrak metanol tanaman anyang-anyang memiliki aktivitas antifungi terhadap Pythium ultimum, yaitu fungi yang patogen terhadap tanaman.

CARA MENDAPATKAN TANAMAN ANYANG-ANYANG
Perbanyakan tanaman anyang-anyang dapat dilakukan dengan biji dan stek. Perawatannya
dengan cukup disirami dan diberikan pupuk dasar. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan cukup sinar matahari atau teduh.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, kulit kayu, daun, dan biji

KHASIAT ANYANG-ANYANG
Secara empiris, anyang-anyang berkhasiat sebagai penurun panas, antiinflamasi, dan astrigent. Buah anyang-anyang berkhasiat mengobati disentri dan sakit kandung kemih. Kulit kayunya dapat dimanfaatkan untuk mengobati radang ginjal dan sebagai obat luar menyembuhkan luka (borok), dan daunnya untuk menurunkan demam, mengatasi mual, kelesuan, dan sakit kuning. Air rebusan daun jika diminum dapat mengobati gangguan empedu dan sebagai obat tradisional anti-sifilis. Selain itu, bijinya juga dapat dicampurkan pada jamu untuk mengobati penyakit anyang- anyangan (memiliki khasiat diuretik), termasuk mengeluarkan batu kendung kemih dan mengatasi rasa sakit ketika berurin.

Melalui kajian ilmiah, ekstrak air buah anyang-anyang memiliki potensi sebagai inhibitor protease HIV-1, yaitu enzim yang berperan pada proses pendewasaan virus HIV penyebab AIDS. Selain itu, ekstrak etanol daun anyang-anyang memiliki aktivitas antivirus terhadap virus polio dan virus campak.

RESEP
Air kencing sedikit (anyang-anyangen)
Cuci bersih 2-5 g buah anyang-anyang kering, tumbuk, lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa 1/2 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum air rebusannva sekaligus secara rutin 1 gelas sehari.

Borok dan bisul
Cuci bersih daun muda anyang-anyang secukupnya, tumbuk halus, lalu tempelkan pada kulit yang terkena borok dan bisul.

Mencret menahun, sakit kepala sebelah, atau migren
Cuci bersih 250 g kulit batang anyang-anyang lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus 1 gelas sehari.

Sariawan
Cuci bersih 250 g kulit buah anyang-anyang lalu rebus dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan lalu gunakan untuk berkumur. Lakukan secara rutin 1 kali sehari.

Demam
Kulit kayu atau daun anyang-anyang 4 g, air 110 ml, dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml, diulang selama 4 hari.

Kelesuan
Daun anyang-anyang 4 g, daun sembung3 g, herba meniran 2 g, Rimpang temulawak 4 g, air 110 ml, diseduh, dibuat infus.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml. Diulangi selama 14 hari.

Sakit Kandung Kencing
Penderita pada saat buang air seni merasa nyeri, dan air seninya berbuih. Buah anyang-anyang 7 biji, buah adas 1 g, pulosari ½ ruas jari, air 110 ml dibuat infus atau diseduh. Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore tiap kali minum 100 ml. Diulang selama 7 hari.

Untuk Penambah Vitalitas
Daun anyang-anyang 4 g, daun sembung 3 g, herba meniran 2 g, rimpang temulawak 4 g, air 110 ml, seduh dengan air panas, dan biarkan sampai dingin.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi, dan sore. Tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan diulangi selama 14 hari.

Mengkudu | Morinda Citrifolia

mengkudu

mengkudu

MENGKUDU (Morinda Citrifolia) termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh | di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1.500 m dpi. Mengkudu merupakan | tumbuhan asli dari Indonesi. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar | dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong f dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah.

Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun | kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol. Semua bagian tanaman mengkudu memiliki aktivitas antioksidan terutama akar.

KHASIAT MENGKUDU
Mengkudu berkhasiat untuk obat hipertensi, sakit kuning, demam, influenza, batuk, sakit perut; menghilangkan sisik pada kaki, dan anti diabetes.

RESEP
Hipertensi
2 buah mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok makan madu. Buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring. Campuran diminum dan diulangi 2 hari sekali.

Sakit Kuning
2 buah mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong gula batu. Buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring. Campuran diminum dan diulangi 2 hari sekali.

Demam (masuk angin dan infuenza)
1 buah mengkudu dan 1 rimpang kencur. Kedua bahan tersebut direbus dengan gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Hasil rebusan diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

Menghilangkan sisik pada kaki
Bagian kaki yang bersisik digosok dengan buah mengkudu tersebut sampai merata dan dibiarkan selama 5-10 menit, kemudian dibersihkan dengan kain bersih ya dibasahi dengan air hangat.

Bawang Putih | Allium sativum

bawang-putih

bawang-putih

Bawang putih dapat tumbuh dengan tinggi 30-75 cm mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang berjumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih dan berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 m di atas permukaan laut.

Bagian yang digunakan
umbi lapis

Khasiat
Mengobati hipertensi, asma, batuk, masuk angin, sakit kepala, sakit kuning, sesak napas, busung air, ambeien, sembelit, luka memar, abses, luka benda tajam, digigit serangga, cacingan, insomnia.

Bangle | Zingiber purpureum

bangle

bangle

BANGLE mempunyai nama latin Zingiber purpureum roxb dari suku temu-temuan (Zingiberaceae). Tumbuhan ini dikenal di berbagai tempat dengan nama yang bervariasi: mungle (Aceh), bungle (Tapanuli), kunik bolai (Rana Minang), banglee’iy (Rejang), panglai (Pasundan/Sunda), pandhiyang (Madura), bale (Makassar), panini (Bugis), unin makei (Ambon). Tanaman ini tumbuh sekitar 1.5-2 m dari tanah. Ciri-ciri umum dari bangle termasuk herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm.

CARA MENDAPAT BANGLE
Cara budidaya: Menggunakan rimpang, pemeliharaan mudah dan menghendaki sedikit naungan. Perbanyakan dengan stek rimpang. Panen rimpang dilakukan setelah tanaman berumur 1 tahun. Produksi rimpang segar 10-30 ton/ha.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang dan daun.

KHASIAT BANGLE
Bangle dapat mengobati demam, sakit kepala, sakit perut, batuk, masuk angin, rematik, cacingan, sembelit, dan ramuannya ampuh untuk mengecilkan perut setelah melahirkan. Menurunkan panas (antipiretik), meluruhkan kentut (karminatif), mcluruhkan dahak (ekspektoran), efek mukolitik (mengencerkan secret saluran napas), membersihkan darah, pencahar (laksatif), dan r»eluruhkan cacing dan usus (vermifuge). Bagian yang dipakai sebagai obat adalah rimpang dan daunnya.

Rimpang:
1. Sakit kuning
2. Demam, sakit kepala
3. Batuk berdahak
4. Perut nyeri, masuk angin
5. Sembelit
6. Sakit Kuning
7. Cacingan
8. Reumatik
9. Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan
10. Mengecilkan perut
11. Kegemukan

Daun:
1. Kurang nafsu makan
2. Perut terasa penuh

RESEP
1. Cacingan
Cuci dan iris tipis-tipis 20 g rimpang bangle, 15 g temu hitam, serta 3 lembar daun sirih. Tambahkan 5 biji ketumbar yang telah dicuci lalu tumbuk semua bahan ramuan tersebut sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air masak, aduk sampai rata, lalu diperas. Saring air perasannya lalu minum sekaligus 1 kali sehari sekali.

2. Demam dan masuk angin
Cuci bersih 15 g rimpang bangle segar, 15 g lempuyang wangi, 15 g jahe, dan 15 g kencur. Parut semua bahan, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

3. Gangguan mata
Cuci 15 g rimpang bangle lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus 1 kali sehari.

4. Kegemukan atau untuk mengurangi lemak tubuh
Cuci bersih 15 g rimpang bangle, 7 helai daun jati belanda, dan 10 g daun kemuning. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari di pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas.

5. Kepala pusing karena demam dan nyeri sendi
Cuci bersih 2 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Jika pusing, piliskan adonan pada dahi dan di bagian nyeri sendi.

6. Mengecilkan perut setelah melahirkan
Cuci bersih 4 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Oleskan adonan pada bagian perut.

7. Perut mulas
Cuci bersih 10 g rimpang bangle segar, 10 g lempuyang wangi, 10 g jahe, dan 10 g kencur. Parut semua bahan lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus seh sekaligus k id-hari di saat mulas.

8. Sakit kuning
Cuci rimpang Cuci rimpang jari tangan sampai bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan m masak dan mil parutan masing-masing 1 sendok makan. Peras hasil Parutan lalu saring. Minum air yang tersaring sekaligus dan lakukan 2 kali sehari.

Ramuan herbal yang diminum
Bahan:
• 5-7 lembar daun jati belanda
• 1 jempol umbi bangle
• 1,5 gelas air

Cara meramu:
Rebus semua bahan dengan air bersih hingga airnya tinggal 1 gelas, saring, dinginkan. Minum 2 x sehari pagi dan sore sebelum makan.

9. Kegemukan/mengurangi lemak tubuh Resep 1
Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1½ gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.

Resep 2
½ jari rimpang bangle, ½ jari rimpang temu giring, ¾ jari rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, ¼ genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4½ gelas air bersih sampai tersisa ½-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3x ¾ gelas.

Resep 3
Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing ½ jari tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-remas. Peras dan saring, kemudian diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sisik Naga | Drymoglossum piloselloides

sisik-naga

sisik-naga

SISIK NAGA dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di adang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembap mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar impang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul atau berambut jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai hijau kecokelatan. Daunnya ada yang mandul dan ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau duduk, oval memanjang, panjang 1-5 cm, lebar 1-2 cm. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini dinamakan picisan. Sisik naga dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar.

Sisik naga mengandung minyak asiri, sterol/triterpen, fenol, flavonoid, tanin, dan ru\a. Nama lokal adalah Sumatera: picisan, sisik naga (Semenanjung Melayu), sakat riburibu (Pantai Sumatera Barat). Jawa: paku duduwitan (Sunda), pakis duwitan (Jawa).

CARA MENDAPAT TANAMAN SISIK NAGA
Cara mendapatkan sisik naga cukup mudah karena tumbuhan ini merupakan umbuhan parasit yang biasa tumbuh menempel pada tanaman lain.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan seluruh herba segar atau yang telah dikeringkan.

KHASIAT SISIK NAGA
1. Anti jamur atau anti bakteri.
2. Sisik naga tidak mempunyai efek sitotoksik terhadap sel kanker.

RESEP
Daun digunakan untuk pengobatan: gondongan (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), sakit perut, disentri, kencing nanah (gonore), batuk, abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah, perdarahan seperti luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan, rematik.

Untuk obat yang diminum, rebus 15-60 g daun, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, Gunakan air rebusan herba segar untuk mencuci kudis, koreng, atau berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Cara lain, giling herba segar sampai halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit pada penyakit-penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Radang gusi (gingivitis)
Cuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang. Selanjutnya, buang ampasnya Lakukan 3-4 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.

Sakit kuning (jaundice)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing ½ gelas.

Kelor | Moringa oleifera

kelor

kelor

Deskripsi
Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang.

Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal, helai daun saat muda berwarna hijau muda.
Buah kelor berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20-60 cm, buah muda berwarna hijau, setelah tua menjadi cokelat, berbentuk biji bulat. Berbuah setelah berumur 12-18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak. Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (setek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian ± 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau lading.

Nama daerah
Kelor (Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, Lampung), kerol (Buru); marangghi (Madura), molting (Flores), kelo (Gorontalo), keloro (Bugis), kawano (Sumba), ongge (Bima), hau fo (Timor).

Khasiat
Mengobati sakit kuning, rematik, pegal linu, rabun ayam, sakit mata, sukar buang air kecil, alergi, cacingan, luka bernanah.

Bagian yang dipergunakan
Daun dan gagang daun

Meniran | Phyllanthus niruri

meniran

meniran

MENIRAN ialah tanaman semak semusim dengan tinggi sekitar 30 sampai 60 cm. Tanaman ini termasuk famili Euphorbiaceae, banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Tumbuh dengan baik pada daerah yang lembab di dataran rendah hingga daerah dengan ketinggian 1.000 m dpl. Memiliki morfologi tumbuh tegak bercabang, daun tunggal dengan letak berseling, helaian daun bundar telur sampai bundar memanjang dengan ujung tumpul dan pangkal membulat, buahnya berbentuk bulat pipih dan licin dengan biji kecil, keras, berbentuk ginjal, dan berwarna cokelat. Nama latin dari meniran ialah Phyllanthus niruri.

KHASIAT MENIRAN
Meniran memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor (penjaga fungsi hati), antihepatitis, dan antioksidan. Ekstrak metanol meniran dilaporkan memiliki aktivitas antiplasmodia [menghambat patogenisitas atau kemampuan yang dimiliki oleh bibit penyakit untuk membuat orang menjadi sakit dari plasmodium atau genus protozoa parasit), senyawa corilagin (salah satu senyawa polimer dari asam galat) dari meniran memiliki aktivitas antihiperalsesia (peredam rasa nyeri yang hebat). Secara empiris meniran digunakan sebagai obat sakit kuning, malaria, ayan, demam, batuk, disentri, luka, dan jerawat.

RESEP
Sakit Kuning: 16 tanaman meniran (akar, batang, daun) dicuci dan ditumbuk halus lalu direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Rebusan disaring dan diminum setiap hari.

Malaria: 7 batang tanaman meniran, 5 bunga cengkih kering, dan 1 potong kayu manis dicuci lalu ditumbuk hingga halus. Bahan yang telah halus direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Rebusan disaring dan diminum 2 kali sehari.

Ayan: 17-21 batang tanaman meniran dicuci bersih kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas. Rebusan disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/« gelas selama 3 hari berturut-turut.

Demam: 3-7 batang tanaman meniran lengkap dicuci bersih kemudian diseduh dengan 1
gelas air panas. Seduhan disaring kemudian diminum sekaligus.

Batuk: 3-7 batang tanaman meniran lengkap dicuci bersih kemudian ditumbuk hingga halus.
Bahan diberi 3 sendok air masak dan 1 sendok madu lalu dicampur hingga merata. Ramuan
diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari.

Haid berlebihan: 3-7 potong akar meniran kering ditumbuk halus lalu direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Ditambahkan 1 gelas air tajin ke dalamnya dar* diaduk sampai rata. Ramuan disaring dan diminum 2 kali pagi dan sore.

Disentri: 17 batang tanaman direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Rebusan disaring dan aimya diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Luka koreng: 9-15 batang dicuci bersih dan ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 cerek air. Air rebusan dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk mandi

Jerawat: 7 Batang tanaman meniran dan 1 rimpang umbi kunyit (4 cm) dicuci sampai bersih dan ditumbuk sampai halus. Bahan kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Rebusan disaring dan diminum.

Bunga Nusa Indah | Mussaenda pubescens

bunga-nusa-indah

bunga-nusa-indah

BUNGA NUSA INDAH memiliki nama latin Mussaenda philippica yang merupakan tanaman perdu yang berasal dari Filipina. Tanaman ini sering dijumpai di halaman muka rumah sebagai tanaman hias. Bunga nusa indah mudah berkembang dengan waktu yang singkat. Ciri-ciri umumnya memiliki tinggi 3-4 m, akar tunggang berwarna putih kotor, batangnya tegak berkayu memiliki percabangan simpodial dan berwarna putih kotor. Bentuk daunnya lonjong, ujung dan pangkalnya meruncing, panjang 5-10 cm lebar 3-5 cm, berbulu, tangkai panjang. Bunga majemuk, tangkai putih berbentuk silindris, mahkota berbentuk segilima, berwarna putih dan merah.

Tanaman ini selain sebagai tanaman hias yang cantik juga memiliki khasiat sebagai obat, bagian yang dapat digunakan adalah batang, akar, dan daun. Secara umum kandungan kimia yang terkandung dalam bunga nusa indah adalah stigmasterol, arjutwlic acid, b-sitosterol, saponin, dan flavanoid. Bunga nusa indah spesiesnya beragam.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Bunga, akar, daun, batang

KHASIAT BUNGA NUSA INDAH
Secara umum berkhasiat sebagai obat deman, batuk, flu, disentri akut, radang usus, ginjal, bronchitis, sakit tenggorokan, pendarahan kandungan, kencing tidak lancar, dan mencegah dan mengatasi kanker payudara. Kelopak bunga Mussaenda frondosa L juga mengandung senyawa aktif antioksidan yaitu flavonoid isokuercitrin (I).

RESEP
Mencegah dan mengatasi kanker payudara
15 sampai 30 gram batang nusa indah kering atau 30 sampai 60 g yang segar dan 30 g herba tapak dara direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Ramuan kemudian disaring dan airnya diminum.

Mengobati penyakit batuk, kuning, sakit kepala
Minum air rebusan dari bagian bunga, akar, atau daunnya (5,6).

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by