rematik

Rematik dan Kejang Perut

Bahan:
akar dan semua bagian pohon kapulaga

Cara membuat:
Rebus semua bagian tumbuhan ini termasuk akarnya selama lebih kurang 15 menit. Saring, minum airnya.

Mamang Besar | Cleome spinosa

mamang-besar

mamang-besar

NAMA DAERAH:
Indonesia: kumis kucing, mamang besar. Jawa: kutun, mamam, bunga laba-laba.

NAMA ASING:
Spider plant, cats whiskers

URAIAN TANAMAN:
Tanaman ini dapat ditemukan tumbuh liar atau ditanam di pekarangan untuk elemen pengisi kekosohgan di tepi taman, kadang dibudidayakan sebagai bunga potong Asli dari Amerika tropis, banyak ditemukan tum-buh di dataran rendah sampai 1 400 m dpi., pada tempat tempat terbuka yang terkena sinar matahari dengan temperatur udara yang sedang.

Herba tahunan, tumbuh tegak, tinggi 60-160 cm, sering bercabang, gundul atau berambut tidak rapat, berbau keras. Daun bertangkai, letak berseling. Daunnya berupa daun majemuk menjari.beranak daun 3-5. Anak daun letaknya duduk, bentuknya lanset, ujung runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, warnanya hijau. Anak daun yang ditengah. ukurannya lebih besar. Bunganya bunga majemuk, keluar dari ujung tangkai dalam rangkaian berupa tandan. Tiap kuritum bunga terdiri dan 4 kelopak bunga yang menggulung dengan benangsari panjang menjuntai, menyerupai laba-laba Bunga berwarna ungu atau putih. Buahnya berupa buah kotak dengan tangkai yang panjang, panjang 7-11 cm, warnanya hijau. Bijinya banyak, halus-halus.
Perbanyakan dengan biji atau setek.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Pedas, manis, hangat. Melancarkan peredaran darah, melemaskan otot yang tegang.

BAGIAN YANG DIPAKAI
Seluruh tanaman

KEGUNAAN
Rematik
Luka terpukul

PEMAKAIAN
Untuk pemakaian luar: Seluruh tanaman secukupnya dicuci, lalu digiling halus untuk dipakai di tempat yang sakit, bila perlu dibalut. Dapat juga seluruh tanaman dicuci bersih lalu direbus. Air rebusannya hangat-hangat dipakai untuk merendam bagian tubuh yang sakit.

Belerang | Sulphur

belerang

belerang

Kandungan
a. belerang
b. antikuman

Manfaat
a. menyembuhkan penyakit kulit
b. menyembuhkan jerawat
c. menghilangkan rematik
d. menyembuhkan pegal linu

Tampal Besi | Phyllanthus reticulates

tampal-besi

tampal-besi

Kandungan
a. triterpenoids
b. flavonoid
c. tannin
d. alkaloid
e. asam fenol
f. friedelan
g. betulinic acids
h. glochidonol
i. astringent

Manfaat
a. menyembuhkan rematik
b. menyembuhkan bengkak akibat pukulan
c. menyembuhkan disentri
d. menyembuhkan radang usus
e. menyembuhkan radang lever
f. menyembuhkan radang ginjal
g. menyembuhkan cacingan
h. menyembuhkan asma
i. menyembuhkan radang pangkal tenggorok

Sembung Legi | Blummea balsamifera

sembung-legi

sembung-legi

Kandungan
a. zat-zat yang melancarkan peredaran darah
b. zat pereda panas

Manfaat
a. menyembuhkan rematik
b. melancarkan peredaran darah

Karet Kebo | Ficus elastica

karet-kebo

karet-kebo

Kandungan
a. rasa pedas
b. getah lateks

Manfaat
a. melancarkan peredaran darah
b. menghilangkan rasa sakit
c. mengatasi bisul
d. mengembalikan siklus haid yang berhenti saat usia subur
e. menyembuhkan maag
f. menyembuhkan rematik dan sendi

Sidawayah | Woodfordia floribunda

sidawayah

sidawayah

SIDAWAYAH dengan nama latin Woodfordia floribunda Salisb. Merupakan tanaman tahunan berupa perdu tegak yang tingginya dapat mencapai 4 m. Percabangan sidawayah sangat banyak dengan batang berkayu dan majemuk. Daun sidawayah berbentuk bundar sampai lancet. Bunganya berbentuk tandan yang tumbuh di ketiak daun dengan kelopak berwarna merah, berbulu, dan berbentuk helaian bundar telur.

CARA MENDAPATKAN SIDAWAYAH
Sidawayah biasanya tumbuh dengan baik pada ketinggian 280 m dpi. Perbanyakan bibit sidawayah dapat dilakukan dengan stek batang.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, bunga dan daun

KHASIAT SIDAWAYAH
Buah dan daun sidawayah secara empiris digunakan untuk mengobati disentri, coreng, nyeri ginjal dan encok. Ramuan bunga dan buah sidawayah digunakan untuk nenyembuhkan disentri, sariawan perut, wasir, mempermudah proses persalinan, serta berpotensi sebagai antikanker. Ekstrak tanaman ini pun dilaporkan dapat mengatasi peradangan.

RESEP:
Buah sidawayah dibakar lalu digerus hingga menjadi serbuk dan ditaburkan pada luka.

Daun sidawayah dibakar dan digerus lalu dibalurkan pada luka seperti bekas potongan tali pusat bayi yang baru lahir atau tempat yang terinfeksi bakteri.

Biji sidawayah sebanyak 2 sendok makan direbus dalam air 3 gelas hingga tinggal 2 gelas, lalu disaring dan air rebusan diminum sebanyak 1 gelas untuk mengatasi kencing berdarah.

Sebanyak 100 g sidawayah kering, 100 g daun prasman, 100 g kayu manis cina, dan 100 g akar galling diseduh dalam air mendidih selama 10 menit di atas api kecil. Lalu cairan disaring dan diminum untuk mengobati sariawan.

Sebanyak satu sendok kecil bunga sidawayah direbus dalam 200 ml air. Bila tinggal 50 ml, campuran didinginkan dan diminum untuk penderita demam sulit kencing.

Sosor Bebek | Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.

sosor-bebek

sosor-bebek

TANAMAN Sosor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.) memiliki sinonim nama Latin Bryophyllum pinnatum (L.f.) Oken. = B. genninans Blanco. = B.pinna turn. (Lamk.). Kurz. – Cotyledon paniculata Blanco. = C. pinnata Lamk. = C. rhizophylla Roxb. Tanaman ini termasuk dalam famili Crassnlaceae. Nama lokal tanaman Sosor Bebek yiatu Buntiris, Jampe, Jukut Kawasa, Tere, Ceker Itik (Sunda); Suru Bebek, Sosor Bebek, Teres, Tuju Dengen (Jawa); Didingin Beueu (Aceh), Mamala (Halmahera), Rau Kufiri (Ternate); Kabi-Kabi (Tidore), Dau Ancar Bebek, Daun Ghemet (Madura); Lou di sheng gen (China).

Sosor Bebek merupakan terna tahunan yang berasal dari Madagaskar, tersebar di daerah tropik. Tinggi tanaman dapat mencapai ± 1 m. Tanaman ini memiliki berbatang basah, daun tebal dengan pinggir daun beringgit, banyak mengandung air, bentuk daunnya lonjong atau bundar panjang, panjang 5-20 cm, lebar 2,5-15 cm, ujung daun tumpul, pangkal daun membundar, permukaan daun gundul, warna hijau sampai hijau .;eabu-abuan. Tanaman ini dapat dikembangbiakkan melalui daun. Tanaman memiliki sifat kimia agak asam, bau lemah dan dingin, memiliki kandungan senyawa kimia alkana, sterol, triterpen, alkanol, zat asam lemon, zat asam a pel, vitamin C, quercetin-3- diarabinoside, kaempferol-3-glucoside, flavonoid, bufadienolides, terpenoid, polifenol.

CARA MENDAPATKAN SOSOR BEBEK
Tanaman Sosor Bebek banyak terdapat di pekarangan rumah sebagai tanaman hias peliharaan atau tumbuh liar di tepi jurang, pinggir jalan dan tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu, daerah panas dan kering. Perbanyakan tanaman ini pada umumnya dilakukan dengan stek daun. Daun distek kemudian ditanam pada media tanah, dalam beberapa hari akan tumbuh tunas baru. Perawatan tanaman ini cukup mudah, hanya dengan penyiraman yang teratur serta dapat juga diberi pupuk kandang atau urea. Tanaman ini perlu air yang cukup tetapi tidak boleh terlalu berlebih karena akan menyebabkan kebusukan tanaman. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian sampai ± 1.000 m dpl dan cukup sinar matahari.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT SOSOR BEBEK
Tanaman Sosor Bebek memiliki khasiat sebagai antiradang, menghentikan pendarahan, mengurangi pembengkakan, mempercepat penyembuhan. Secara tradisional biasanya digunakan untuk mengobati penyakit sakit panas, sakit kepala, batuk, melancarkan air seni, bisul, koreng, pembengkakan payudara (mastitis), memar, tulang patah, rheumatik, wasir, datang haid tidak teratur, diare, bengkak-bengkak, peluruh dahak, radang amandel (tonsilitis), radang telinga tengah (otitis media acuta), batuk darah, muntah darah, luka berdarah, terbakar, tersiram air panas serta penyakit inflamasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman berpotensi sebagai mencegah penyakit kulit dan selaput lendir yang disebabkan oleh protozoa dengan senyawa bioaktif yaitu quersetin dan quersitrin

RESEP
Bagian tanaman Sosor Bebek yang dapat digunakan yaitu seluruh tanaman dengan pemakaian segar. Pada umumnya untuk pemakaian secara oral adalah dengan merebus tanaman segar sebanyak 30-60 g, sedangkan untuk pemakaian luar dengan cara melumatkan daunnya dan dipakai ditempat yang sakit sebagai tapal.

Disentri, diare dan menurunkan demam
Tapalkan daun sosor bebek yang sudah dilumatkan di perut, sehari diganti 2 kali.

Bisul, koreng, mastitis, memar
30 – 60 g daun Sosor Bebek dilumatkan, kemudian diperas dan diambil airnya. Air perasan ditambah madu, kemudian diminum. Sisa perasan daun, ditempelkan pada tempat kelainan sebagai tapal.

Radang amandel
5-10 lembar daun Sosor Bebek segar dilumatkan, kemudian diperas dan diambil airnya untuk kumur-kumur (gargle).
4. Radang telinga luar (Otitis externa)
Air perasan daun sosor bebek dipakai untuk obat tetes telinga.

Nyeri lambung (Gastritis)
Air perasan dari 5 lembar daun Sosor Bebek ditambah sedikit garam, krmudian diminum.

Sendi-sendi sakit (Rheumatik)
Selurun tanaman sosor bebek seberat 30 g direbus, kemudian air rebusan diminum, atau 4 lembar daun sosor bebek dicampur dengan 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 2 jari gula enau, dan 3 gelas air. Semua bahan direbus sampai airnya tersisa menjadi 3/4-nya, sesudah dingin disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Wasir
Daun sosor bebek dicuci bersih, diangin-anginkan sampai kering, ditumbuk atau digiling menjadi serbuk. 1 sendok makan serbuk kering Sosor Bebek diseduh dengan air panas sebanyak ¾ cangkir, kemudian ditambah madu 1 sendok makan, dan diminum hangat-hangat, sehari 3 kali.

Pada pemakaian tanaman Sosor Bebek ini, perlu diperhatikan bahwa tanaman ini dilarang dimakan bila ada kegagalan fungsi pencernaan (kelenjar pankreas menurun, dingin).

Paku Simpai | Cibotium barometz

paku-simpai

paku-simpai

Nama daerah
Bar jambe, bulu jambe, penawar jambe, jampi

Nama asing
Lamb of tartary, golden moss, scythian lamb

Uraian tanaman
Paku menahun, tinggi 2,5-3 m, tumbuh liar di tepi tebing, jurang, dan tempat-tempat rindang lainnya atau ditanam sebagai tanaman hias di daerah wisata.

Batangnya kuat, pada batang dan tangkai daun ditumbuhi rambut berwarna kuning emas yang disebut pili cibotii. Tumbuhan paku ini mempunyai rimpang yang tebal dan berdaging.

Daun seperti kulit berkumpul di ujung batang, letak berseling, bertangkai panjang, pangkal berwarna kuning, helaian daunnya besar berupa daun majemuk menyirip ganda tiga, dengan anak daun kecil-kecil, permukaan atas berwarna hijau tua, permukaan bawah abu-abu muda. Andak daun ujungnya runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Pahit, manis, hangat. Masuk meridian hati dan ginjal. Antirematik, menguatkan tulang punggung dan lutut.

Kandungan kimia
Alkaloid, essential oil, vitamin E, aspidinol, kanji dan tanin

Bagian yang dipakai
Rimpang dan rambut kuning yang melapisi batangnya. Akar dan rambut-rambut yang melapisi rimpangnya dibersihkan, kemudian rimpang dipotong tipis-tipis lalu dikukus, jemur samapi kering untuk disimpan. Rambut batang yang berwarna kuning dibersihkan lalu dijemur. Setelah kering, digiling menjadi bubuk.

Kegunaan
Rimpang
Sakit pinggang, tulang nyeri akibat flu, rematik, keseleo, kaki tangan lemah dan sakit, lumpuh setengah lemah dan sakit,
lumpuh setengah badan, baal tangan dan kaki, banyak kencing, keluar sperma malam hari, keputihan

Rambut batang yang berwarna kuning
Perdarahan pada bisul dan luka

Pemakaian
Untuk minum: 5-15 g digodok, rendam dalam anggur, minum
Pemakaian luar: digodok, airnya untuk cuci, atau digiling menjadi bubuk dan dibubuhi ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian
Tangan dan tungkai lemah dan kit, lumpuh setengah badan: 15 g Cibotium barometz, Achyranthes bidentata, Piper kadsura, Chaenomeles legenaria masing-masing 12 g, ranting Morus alba, Dipsagcus asper, Eucommia ulmoides, Angelica sinensis, Gentiana, macrophylla, ranting Cinnamomum cassia masing-masing 10 g.

Greges Otot | Equisetum debile

greges-otot

greges-otot

TANAMAN greges otot memiliki nama ilmiah Equisetum debile Roxb. Tanaman ini termasuk ke dalam family Equisetaceae. Nama daerah dari greges otot antara lain bibifung.in, tata-ropongan (Sunda), lorogan haji, petungan, sempol, tepung balung, tlkei balung, tropongan (Jawa), Sodlisoan (Madura), rumput betung, sendep-sendep (Sumatera). Tanaman ini tumbuh tegak sekitar 1 m. Batang agak lemas, berongga dengan diameter 2-10 mm, bergaris-garis, beruas panjang dengan cabang-cabang berkarang. Daun keluar di atas buku, tersusun berkarang, kecil, lancip, berbentuk sisik dan merupakan sebuah kelopak tipis. Kantong spora terletak di ujung batang, berupa bulir, panjang 1-2,5 cm bentuknya lonjong dengan ujung yang tajam. Daun spora berbentuk perisai segi enam, bertangkai, di tengah-tengah berangkai dan susunannya berkeliling. Perbanyakan dengan spora.

Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman ini antara lain asam kersik 5%-10%, asam oksalat, asam malat, asam akonitat (equisetic acid), asam tanat, kalium, natrium, thiaminase dan saponin. Bagian tanaman yang digunakan untuk obat adalah seluruh bagian tanaman.

CARA MENDAPATKAN GREGES OTOT
Perbanyakan tanaman dengan spora. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma dan penyiraman air yang cukup. Tanaman ini tumbuh ditempat terbuka, berkumpul pada tanah lembah berpasir dan berbatu-batu yang banyak digenangi air, sepanjang aliran air di pegunungan, tepi sungai, selokan atau di rawa-rawa. Tanaman ini dapat ditemukan dari 300-2.700 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT GREGES OTOT
Untuk mengobati radang mata merah (acute conjunctivitis), radang saluran air mata (ductus lacrimalis), menghambat pembentukan selaput pada mata (pterygium), influenza, demam, diare, radang usus, hepatitis, kencing berdarah (hematuria), berak darah, darah haid banyak, kencing kurang lancar, bengkak (edema), tulang patah, rematik, wasir (hemorrhoid):

RESEP
Untuk pemakaian tanaman dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya. Jika ingin disimpan dikeringkan terlebih dahulu.

Tulang patah:
Bila kedudukan tulang baik, ambil 2 batangnya yang segar seutuhnya, dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan air garam secukupnya. Ramuan ini dipakai untuk menurap bagian yang cedera, lalu dibalut. Diganti 2 kali sehari.

Hepatitis dan wasir:
30 g seluruh bagian tanaman, greges otot direbus, minum sebagai teh.

Radang mata (Acute conjunctivitis):
Greges otot, biji boroco (Celosia argen tea L.), bunga chrysant (Chrysanthemum indicum), kulit sejenis jangkrik (Cryptotympana atrata = cicada), masing-masing 10 g, kemudian direbus. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Rematik:
15 g seluruh bagian tanaman kering dan sebutir asam (Tamarindus indica) direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum pagi dan sore hari hingga sembuh.

Wasir
30 g seluruh bagian tanaman segar greges otot dicuci bersih lalu digiling halus. Tempelkan pada wasirnya.

Obat sakit sendi baik dewasa atau anak-anak dan memperkuat anggota badan.

Ambil tanaman greges otot lengkap dari akar sampai daun, bersihkan terlebih dahulu dengan dicuci sampai bersih. Lumatkan atau tumbuk sampai halus dan tempeltaa pada bagian yang sakit. Gunakan secukupnya.

Keterangan: Pemakaian lama, dapat mengganggu fungsi ginjal.

Kacang Kedelai Hitam | Glycine max

kacang-kedelai-hitam

kacang-kedelai-hitam

Kandungan
a. protein
b. kalori
c. lemak
d. hidrat arang
e. kalsium
f. fosfor
g. besi
h. air

Manfaat
a. menyembuhkan diabetes
b. menyembuhkan sakit ginjal
c. mengatasi rematik
d. meningkatkan daya tahan tubuh

Sawi Tanah | Nasturtium montanum

sawi-tanah

sawi-tanah

Kandungan
a. zat antiracun
b. rorifone
c. rorifamide

Manfaat
a. mengatasi radang saluran napas
b. mengatasi batuk dan TBC
c. menyembuhkan panas
d. menyembuhkan penyakit campak
e. mengatasi rematik
f. mengatasi sakit tenggorokan
g. menyembuhkan hepatitis
h. menyembuhkan penyakit bisul
i. menyembuhkan memar dan luka
j. mengatasi gigitan serangga

Ramuan tradisional mengobati berbagai penyakit

sawi tanah secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih, rebus sampai mendidih. Saring dan dinginkan. Minum dengan takaran 2 gelas (500 cc) setiap hari hingga sembuh. Dapat juga sawi tanah dijemur sampai kering, kemudian ditumbuk halus dan bila mau digunakan tinggal diseduh dengan air panas seperti menyeduh teh.

Sedangkan untuk pengobatan luar seperti untuk menyembuhkan gigitan serangga, mengatasi luka dan memar, cukup ambil daun sawi tanah secukupnya dan tumbuk halus, setelah itu tempelkan pada bagian yang terkena gigitan serangga atau luka.

Senggugu | Clerodendron serratum

senggugu

senggugu

TANAMAN ini termasuk familia Verbenceae. Tumbuh liar pada tempat-tempat terbuki atau agak terlindung, bisa ditemukan di hutan sekunder, padang alang-alang, pinggi. kampung, tepi jalan atau dekat air yang tanahnya agak lembap dari dataran rendab sampai 1.700 m dpl. Senggugu diduga tumbuhan asli Asia tropik. Perdu tegak, tinggi 1-3 m, batang berongga, berbongkol besar, akar warnanya abu kehitaman. Daun tunggal, tebal dan kaku, bertangkai pendek, letak berhadapan, bentuk bundar telur sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi tajam, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut halus, panjang 8-30 cm, lebar 4 -14 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk bentuk malai yang panjangnya 6-40 cm, warnanya putih keunguan, keluar dari ujung-ujung tangkai. Buah buni, bulat telur, masih muda hijau, setelah tua hitam. Perbanyakan dengan biji.

KHASIAT SENGGUGU
Menjernihkan suara, batuk, sesak napas (asma), memar, rematik, radang saluran napas (bronkhitis), tulang patah (faktur), bisul, perut busung, cacingan, malaria, tenaga setelah melahirkan, digigit ular, anti bakteri dan antiinflamasi.

RESEP
Seluruh tumbuhan sebanyak 10 – 15 g direbus atau digiling menjadi bubuk dan diseduh, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar ditumbuk sampai lumat lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau daun segar direbus, airnya untuk mencuci luka.

Menjernihkan suara: Akar senggugu sebanyak 10 g ditumbuk halus. Tambahkan ½ cangkir air masak sambil diremas morata. Peras dan saring, lalu minum sekaligus.

Asma, bronkitis, sukar kencing: Akar senggugu sebanyak 10 g diiris tipis-tipis lalu diseduh dengan secangkir air panas. Setelah dingin, diminum.

Borok berair: Daun segar secukupnya direbus. Setelah dingin airnya dipakai untuk mencuci borok.

Rematik: Daun senggugu segar ditumbuk dengan adas pulasari atau daun senggugu muda diremas halus dengan sedikit kapur. Baban tersebut lalu dibalurkan di tempat yang sakit.

Perut busung, cacingan: Daun senggugu, temulawak, dan sedikit garam diseduh dengan secangkir air panas. Setelah dingin disaring, lalu minum sekaligus.

Batuk: Buah senggugu dikunyah dengan sirih, airnya ditelan. Atau buahnya sebanyak 2 buah dicuci bersih lalu dikunyah perlahan-Iahan, dan telan. Setelah itu, minumlah air hangat.

Daun Jintan | Coleus amboiniscus

daun-jintan

daun-jintan

Kandungan
a. kalium
b. minyak atsiri

Manfaat
a. mengatasi sariawan
b. mengatasi demam
c. mengatasi asma
d. mengatasi batuk rejan
e. mengatasi sakit kepala
f. mengatasi rematik
g. menyembuhkan sakit ayan
h. mengatasi perut kembung

Ramuan tradisional mengatasi berbagai penyakit
daun jintan secukupnya
madu murni secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih daun jintan, rebus dengan air secukupnya hingga mendidih. Saring dan dinginkan. Minum selagi hangat. Tambahkan madu murini kalau tidak tahaun rasanya.

Daun Duduk | Desmodium triguetrum

daun-duduk

daun-duduk

Kandungan
a. tannin
b. alkaloida hipaforin
c. trigonelin
d. bahan penyamak
e. asam silikat
f. saponin
g. flavonoida

Manfaat
a. mengatasi pingsan karena udara panas
b. menyembuhkan radang amandel
c. menyembuhkan gondongan
d. menyembuhkan radang ginjal
e. menyembuhkan infeksi cacing pita
f. mengatasi kurang gizi pada anak
g. menghilangkan muntah dan mual pada ibu hamil
h. mengatasi keracunan
i. menyembuhkan TBC
j. mengatasi rematik
k. menyembuhkan luka

Pengobatan dari luar
daun duduk secukupnya

Cuci bersih dan tumbuk halus. Setelah itu, tempelkan pada bagian yang sakit (rematik, luka). Ikat dengan kain kasa agar tidak terlepas dan ganti tiap jam agar cepat sembuh.

Pengobatan dari dalam
daun duduk secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih daun duduk, rebus dengan air hingga mendidih. Saring dan dinginkan. Minum saat masih hangat dan lakukan 2-3 kali setiap hari sampai sembuh. Selain itu, cara ini juga dapat digunakan untuk mandi atau merendam bagian tubuh tertentu bagi mereka yang mengalami pegal-pegal atau capek berlebihan karena kerja keras.

Sembung Legi | Baccharis salvia

TANAMAN ini memiliki nama sinonim yaitu Baccharis salvia Lour, Conyza balsamifera L, Pluchea balsamifera (L.) Less, sembung, dan nama lain capo (Sulawesi), capa (Sumatera), capa (Melayu); sebung, sembung utan (Sunda); sembung, sembung gantung, sembung gula, sembung kuwuk, sebung legi, sembung mingsa, sembung langu, sembung lelet (Jawa), kamandhin (Madura), sembung (Bali), ai na xiang (Cina), dai bi, dai ngai (Thailand), ngai champora (Inggris). Tanaman ini memiliki Pohon, tinggi lebih kurang 2 m, batang tegak, bagian atas berbulu, bau aromatis, warna hijau kotor. Daun tunggal, tersebar, helai daun lonjong, pangkal dan ujung meruncing, tepi bergerigi, berbulu. Perbungaan bentuk tandan, tumbuh diketiak daun dan ujung batang, mahkota berwarna putih kekuningan. Buah kotak, bentuk silindris, berambut warna putih kecokelatan. Biji pipih, warna putih. Tumbuhan asal Nepal ini hidup di tempat terbuka sampai agak terlindung di tepi sungai dan tahan pertanian. Dapat tumbuh di tanah berpasir atau tanah yang agak basah pada ketinggian sampai 2.200 m dpl.

Kebanyakan Blumea Sp. (Sembung) memiliki kecenderungan sebagai rumput liar dan ditemukan di berbagai ruderal dan habitat yang paling tidak penting, misalnyapinggir jalan dan tanah lapang. di dataran rendah dan wilayah pegunungan di ketinggian 3.000 m dpi. Kebanyakan dari Blumea Sp. dapat hidup pada masa kekeringan dan ditemukan di daerah dengan musim kering ringan sampai berat.

Asal dan penyebaran geografis Blumae terdiri dari sekitar 50 spesies, yang sebagian besar dibatasi sampai daerah tropis Asia dari Sri lanka sampai Cina dan wilayah Malesia, beberapa meluas sampai ke bagian barat Afrika, bagian selatan Australia, dan Pasific sampai di bagian timur Hawai. Tanaman ini mengandung minyak asiri (ngai kamfer), zat bergetah (kapur barus), borneol, sineol, limonen, asam palmitin, myristin, alkohol sesquiterpen, dimetileter khlorasetofenon, tanin, pirokatechin, glikosida. Sembung bersifat pedas, sedikit pahit, hangat dan baunya seperti rempah. Daun dan kulit batang Blumea balsamifera mengandung alkaloida, disamping itu daunnya juga mengandung tanin dan minyak atsiri, kulit batang dan akarnya mengandung saponin, juga akarnya mengandung polifenol.

CARA MENDAPATKAN SEMBUNG
Perbanyakan tanaman dengan stek. Perawatannya dengan pengendalian hama dan Gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik. Pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl. Perbanyakan dengan biji atau pemisahan tunas akar.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT SEMBUNG
Berkhasiat sebagai antibakteri, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bekuan darah dan pembengkakan, peluruh kentut (karminatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh dahak (ekspektoran), astrigen, tonikum, antihipertensi, antiradang, memperlancar pengeluaran gas dari saluran pencernaan (karminatif), memperlancar peredaran darah, mematikan pertumbuhan kuman (bakteriostatik), tidak nafsu makan, nyeri dada karena penyempitan pembuluh darah jantung, memperlancar pengeluaran keringat (diaforetik), menghangatkan badan dan obat batuk. Daun berkhasiat mengatasi rematik sendi, nyeri haid dan datang haid tidak teratur, inflenza, demam dan sesak nafas, perut kembung, diare, perut mulas, sariawan dan kencing manis. Akar muda berkhasiat mengatasi haid berlebihan, kurang nafsu makan, sakit perut, diare, cacingan dan rematik sendi.

RESEP
Demam:
10 g daun segar Blumea balsamifera, dicuci, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore. ‘

Untuk pemakaian luar
Daun segar direbus dan airnya dipakai untuk pengobatan wasir, memar, bisul, radang kulit bernanah dan gatal-gatal pada kulit: Daun kering sebanyak 9-18 g atau daun segar sebanyak 15-30 g direbus, minum.

Pilek
Siapkan daun sembung sebanyak 5 helai Daun Sembukan sebanyak 1 genggam Air bersih sebanyak 110 ml Rebus semua bahan sampai mendidih hingga tersisah 100 ml lagi. Saring dan dinginkan

air hasil rebusan tadi diminum sebanyak 2 kali sehari. Teruskan pengobatan sampai benar-benar sembuh

Selesma:
Daun sembung 5 helai; Daun sembukan 1 genggam; Air 110 ml, Dibuat infus atau dipipis, Diminum 2 kali sehari, tiap kali minum 100 ml; apabila dipipis diminum 2 kali sehari; tiap kali minum ¼ cangkir.

Meningkatkan empedu:
Daun sembung 4 helai; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Demam:
Daun sembung secukupnya; Air 1 panci, Direbus sampai mendidih, Basahi handtik kecil dengan ramuan tersebut; kemudian digunakan untuk membasuh badan; niuka; kaki; dan tangan.

Diare:
1 genggam daun sembung direbus dengan 3 gelas menjadi 1½ gelas, disaring lalu diminum. Sehari 3 x ½ gelas.

Haid tidak teratur, tidak nafsu makan:
⅗ genggam daun sembung cuci, rebus dengan 3 gelas hingga sisa ¾ gelas, minum dengan madu sehari 3 x ¾ gelas

Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah jantung:
½ genggam daun sembung cuci, rebus dengan 3 gelas air menjadi ¾ gelas, minum dengan madu sehari 3 x ¾ gelas

Nyeri haid:
5 lembar daun dengan biji kedaung dipanggang dan dihaluskan direbus dengan 2 gelas air hingga sisa ½ gelas lalu minum.

Rematik sendi:
Akar sembung 30 g dan daun gandarusa 60 g dicuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, dinginkan, saring, minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Demam:
Sebanyak 15 g daun sembung segar direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Dinginkan, saring, lalu hasilnya diminum 2 kali sehari.

Catatan:
Merebus daun sembung harus dalam panic tertutup agar minyak atsirinya tidak menguap.

Landep | Barleria prionitis

landep

landep

TANAMAN Landep (Barleria prionitis L.) memiliki sinonim nama Latin Prionitis hystrix Miq., termasuk ke dalam famili Acanthacea.Tanaman ini memiliki nama lokal yaitu] Jarong, Kembang Landep (Sunda); Landep (Jawa); Bunga Landak (Sumatera); Landhep (Madura); Katshare’ya, Kurantak (India, Pakistan); Percufine Flower (Inggris). Tanaman ini merupakan tanaman perdu dengan tinggi tanaman mencapai 1,5 – 2 m. Batang tanaman berkayu, segi empat, berbuku- buku, berambut, berduri kuat yang terdapat pada ketiak- ketiak daun. Daun Landep merupakan daun tunggal, daun mudanya berambut, letak berhadapan, panjang tangkai daun sekitar 4-8 mm. Helai daun jorong sampai lanset atau bundar telur memanjang dengan ujung meruncing, pangkal meruncing menyempit sepanjang tangkai, tepi rata agak berombak dan memiliki panjang 2-18 cm serta lebar 2- 6,5 cm. Pertulangan daun menyirip, daunnya berwama hijau. Bunga Landep merupakan bunga tunggal, simetris dua sisi, berbentuk elips memanjang dan berwarna kuning.

Buah Landep berwarna hijau, sedangkan bijinya berwarna cokelat. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang. Daun memiliki bau yang lemah, rasa agak kelat. Daun Landep mengandung saponin, flavonoida, tanin, garam kalium, dan silikat. Sedangkan akar mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol. Ekstrak etanol tanaman Landep (daun & batang) mengandung senyawa feniletanoid glikosida.

CARA MENDAPATKAN LANDEP
Tanaman Landep banyak tersebar di Afrika, India, Sri Lanka dan daerah tropik Asia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia ditemukan di daerah yang beriklim kering, tumbuh liar atau ditanam untuk pagar, mulai dari dataran rendah sampai 400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT LANDEP
Secara tradisional, tanaman ini banyak digunakan si berbagai penyakit. Di India, digunakan untuk mengobati pembengkakan, gout, arthritis dan rheumatik, untuk penenang dan penyakit kulit, sebagai immunorestoratif, batuk rejan dan asma pada bayi & anak-anak. Di Indonesia, tanaman ini biasanya digunakan untuk mengatasi rematik, sakit pinggang, demam, sakit perut, perut busung air, buang air seni kurang lancar, kudis, gusi nyeri, cacingan dan spermatorea (beser mani).

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun landep dan daun kumis kucing berpotensi sebagai diuretik. Infus daun Landep juga berpotensi meningkatkan kelarutan batu ginjal kalsium dan kalium secara in vitro (pengujian di laboratorium). Menurut penelitian tanaman ini memiliki memiliki aktivitas antioksidan, berpotensi sebagai ekspektoran ( pengencer dahak), anti virus pada pernafasan, anti rematik, anti bakteri terhadap Bacillus cereus dan P. aeruginosa, berpotensi sebagai fungistatik (dapat membunuh jamur) dan fungisidal (dapat menghambat pertumbuhan jamur), memiliki aktivitas anti peradangan dan berpotensi sebagai imunostimulan (perangsang kekebalan) dan sebagai penurun gula darah/anti diabetes. Ekstrak akar tanaman Landep berpotensi mengurangi kesuburan laki-laki. Daun dan batang landep memiliki potensi sebagai hepatoprotektif (penjaga fungsi hati).

RESEP
Sakit Gigi
Daun Landep segar dicuci bersih dan dikunyah dengan gigi yang sakit.

Bisul dan Pembengkakan
Akar tanaman dilumatkan menjadi pasta kemudian ditapalkan pada bagian yang sakit.

Demam akibat virus
Daun dan bunga Landep direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Luka
Sebanyak 15 g akar Landep dicuci bersih. Tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih. Tumbuk sampai lumat, kemudian tempelkan pada luka.

Kurap, Panu
Akar secukupnya digiling halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis, lalu diaduk merata sampai seperti bubur. Balurkan pada kurap, lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik, Sakit Pinggang, Sakit Kepala
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk merata sampai menjadi seperti bubur kental. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit. Bila sakit kepala, balurkan di kening.

Gusi nyeri dan berdarah
Daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Air perasannya ditambahkan sedikit madu. Gunakan untuk memoles gusi yang sakit.

Demam, Sakit Perut, Melancarkan Buang Air Seni
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Kembang Sore | Abutilon indicum

kembang-sore

kembang-sore

Nama daerah
Cemplok (Jawa), jeuleupa (Aceh), barulau, belalang sumpa (Palembang), kembang sore kecil (Maluku), gandera ma cupa (Ternate)

Nama asing
Indian abutilon, indian mallow, country mallow, twelve o’clock flower

Uraian tanaman
Tanaman ini dapat ditemukan dari 1-400 m dpl. Menyukai tempat terbuka seperti di hutan semak, tanah kosong yang telantar, kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias.

Perdu tegak berumur panjang, tinggi 0,5-3, pangkalnya kerapkali berkayu dengan ranting yang keluar dari bawah, berambut pendek dan rapat. Daun letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya seperti jantung dengan ujung runcing, tepi bergerigi atau beringgit kasar, tulang daun menjari, panjang 3-11 cm, lebar 2,5-7 cm. Bunga tunggal dengan 5 daun mahkota berwarna kuning diameter 2-2,5 cm, bertangkai yang panjangnya 2-6 cm, keluar dari ketiak daun dan mekar setelah tengah hari. Buah bentuknya seperti bola tertekan dengan tinggi 1,5 cm, penampang 2,5 cm, terdiri dari 15-20 celah yang berisi 3 buah biji berbentuk ginjal. Herba ini merupakan tanaman yang menghasilkan serat berwawrna putih.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Manis, tawar, netral. Membersihkan panas dan lembap di dalam tubuh (antipiretik), melancarkan peredaran darah, antiradang, peluruh dahak dan peluruh kencing (diuretik).

Daun: Manis, kelat, hangat
Akar: Manis, tawar, sejuk. Peluruh kencing, menenangkan organ paru (pulmonary sedative), masuk ke dalam meridian ginjal
Biji: Peluruh kencing, laksans, peluruh dahak, aphrodisiak

Kandungan kimia
Asam amino, asam organik, zat gula dan flavonoid yang terdiri dari gossypin, gossypitrin dan cyanidin-3-rutinoside
Biji mengandung minyak raffinose (C18H32O16)

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan, herba setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, kemudian dijemur sampai kering.

Kegunaan
Daun/seluruh tanaman
Pembengkakan saluran telinga yang menyebabkan rasa sakit, pendengaran menurun atau telinga berdenging
Demam, gondongan (epidemic parotitis)
TB Paru, radang saluran napas (bronchitis)
Kencing sedikit (oliguria), kencing nanah, kencing batu
Radang kandung kencing, radang saluran kencing (urethritis)
Diare
Bisul (furunkel), kaligata (urticaria)
Sakit gigi, gusi bengkak
Rematik

Akar: Batuk, kencing nanah, diare, radang telinga tengah (otitis media), wasir, demam
Biji: Disentri, sembelit, kencing nanah, cystitis kronis, cacing keremi, bisul

Pemakaian
Untuk minum:
Seluruh tanaman 15-30 g (bahan segar: 30-60 g), rebus
Akar 10-15 g, rebus

Pemakaian luar:
Daun dilumatkan sampai halus, untuk bisul dan koreng

Cara pemakaian:
Wasir: 150 g akar direbus dengan air secukup sampai kental. Diminum 100 cc, sisanya diuapkan ke lubang dubur selagi panas
Bisul: 1 buah biji kering digiling menjadi bubuk, lalu diseduh dengan 1 cangkir air panas, hangat-hangat diminum. Daunnya setelah dicuci bersih dilumatkan dan tambahkan madu secukupnya, tempelkan pada bisul.

Sakit telinga, pendengaran menurun: 60 g herba segar atau 20-30 buah dicuci bersih lalu direbus dengan daging tanpa lemak. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan setiap hari.

Tuberkulose paru (TB paru) yang masih ringan: 30 g akar kembang sore, 30 g akar Ilex asprella, 15 g Mahonia japonica, direbus. Setelah dingin disaring, dibagi dalam 3 bagian untuk diminum habis dalam 1 hari

Kencing batu: Herba direbus, dipakai untuk merendam tubuh. Untuk tapalnya, ambil daun secukupnya, setelah dicuci bersih lalu digiling sampai halus dan dipakai sebagai tapal pada pinggang dan kandung kemih. Harus sering diganti, karena daunnya berbau busuk.

Rematik: Rebusan herba ini dipakai untuk mandi atau sebagai kompres pada bagian tubuh yang sakit

Cacing keremi pada anak: Biji digiling halus lalu digulung seperti rokok kemudian dibakar. Asapnya ditiupkan ke lubang dubur.

Sakit gigi, gusi bengkak: Daun direbus, hangat-hangat dipakai untuk kumur-kumur

Catatan:
Hati-hati bila pemakai sedang hamil

Beluntas | Plucheacea folium

beluntas

beluntas

BELUNTAS merupakan tumbuhan semak atau setengah semak dari famili Compositae. Tumbuhnya tegak tinggi sampai 2 m, kadang-kadang lebih. Percabangan banyak, berusuk halus, dan berbulu lembut. Tumbuh liar di tanah tandus dan jelek, atau ditanam sebagai pagar sampai ketinggian 1.000 m dpi. Daun bertangkai pendek, letak berseling, bentuk bundar telur sungsang, ujung bundar melancip, bergerigi serta berwarna hijau terang. Bunga keluar di ujung cabang dan di ketiak daun berbentuk bunga bonggol bergagang atau duduk dengan warna ungu. Buah longkah agak berbentuk gasing, warna cokelat dengan sudut putih, lokos.

CARA MENDAPATKAN BELUNTAS
Tumbuhan beluntas merupakan tumbuhan liar yang dapat hidup di sembarang tempat kecuali tempat berair, yang tidak banyak orang kenal dan tahu apa kegunaannya. Tumbuhan beluntas biasa dijadikan sebagai pembatas pagar pekarangan, sebagai pembatas petakan sawah-sawah, bahkan tidak terurus dan hanya sebagai semak belukar yang dapat ditemukan di tempat-tempat lapang dan tanah kosong.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT BELUNTAS
Daun beluntas berbau khas aromatis dan rasanya getir memiliki khasiat untuk meningkatkan nafsu makan (stomatik), membantu pencemaan, peluruh keringat (difoterik), pereda demam (antipiretik), dan penyegar. Daun beluntas mengandung alkaloid, flavonoida, tannin, dan minyak atsiri dimana semuanya berperan sebagai senyawa antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

RESEP
Menghilangkan bau badan, bau mulut, kurang nafsu makan: daun segar secukupnyn dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus, dan dimakan bersama nasi.

Gangguan pencernaan pada anak: daun segar setelah dicud bersih lalu dipipis. Campurkan pada bubur saring atau nasi tim. Lakukan setiap kali rrukan.

Kelenjar TBC: daun berikut tangkai beluntas segar, ekstrak gelatin dari kulit sapi dan rumput laut hai-hai (Laminaria japonica Aresch) masing-masing 10 g, dicuci, lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu ditim sampai lunak. Makan selagi hangat.

Nyeri rematik: akar beluntas 15 g dicuci lalu dipotong-potong. Tambahkan 3 gelas air, rebus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, diminum pagi ian sore sebanyak ½ gelas.

Daun Encok | Plumbago zeylanica

daun-encok

daun-encok

DAUN ENCOK merupakan tanaman perdu tahunan yang menaik, berbatang panjang, tinggi 0,6-2 m. Batang berkayu, bulat, licin, bercabang. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5-2,5 m, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk
batang. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5-11 cm , lebar 2-5 cm, ujung runcing, jangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan menyirip, warnanya hijau. Bunga majemuk lalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, sete;ah tua hitam. Biji kecil, cokelat.

CARA MENDAPATKAN DAUN ENCOK
Daun encok dapat diperbanyak dengan cara biji atau

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT DAUN ENCOK
Daun encok memiliki khasiat sebagai penghilang bengkak (antiinflamasi) dan penghilang nyeri (analgesik).

RESEP
Rematik
Siapkan segenggam daun encok segar, dicuci lalu ditumbuk halus. Tambahan air hangat seperlunya sampai adonan seperti bubur. Gunakan untuk melumas dan menggosok bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2 kali sehari.

Sakit kepala
Siapkan daun encok segar, lalu cuci bersih dan memarkan. Oleskan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan di belakang telinga. Jangan melebihi 30 menit supaya tidak terjadi melepuh.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by