penyubur rambut

Minyak Kelapa

Bahan:
1 buah kelapa

Khasiat:
Buah kelapa tua yang mengandung lemak, karbohidrat, protein, vitamin B, dan C, diketahui dapat membantu menghilangkan ketombe yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin. Selain itu, santan ini dapat melemaskan rambut hingga mudah disisir.

Cara membuat:
Kelapa diparut lalu diberi air secukupnya dan diperas hingga keluar santannya. Santan lalu dimasak sampai keluar minyak dan minyaknya berpisah dengan endapannya. Saring dan ambil minyaknya. Minyak kelapa ini setelah dingin dioleskan ke kulit kepala dan diamkan selama 1 jam. Setelah itu, keramas rambut dengan sampo.

Cara Membuat Minyak Kemiri

Bahan:
20 biji buah kemiri segar.
kain bersih.
air putih secukupnya
wadah untuk merebus.

Cara membuat:

1. Bersihkan buah kemiri dengan cara dicuci hingga bersih.

2. Lembutkan buah kemiri tersebut, bisa dengan diulek atau dihancurkan dengan cara diblender.

3. Setelah lembut, campurkan air putih secukupnya.

4. Dari saring dengan cara di peras mengunakan kain bersih, ulangi beberapa kali hingga kandungan minyak kemirinya ikut terlarut pada air.

5. Hasil perasan air minyak kemiri tersebut digodok hingga kandungan airnya habis menguap dan yang tersisa adalah minyak kemirinya saja.

6. Selama proses penggodokan, aduk secara terus menerus.

7. Setelah godokan 100% hanyak tersisa minyak kemirinya saja, matikan air dan dinginkan.

8. Tempatkan pada sebuat botol beling dan siap digunakan.

9. Simpan di tempat sejuk dan kering dan siap di gunakan sewaktu waktu, khususnya untuk merawat kesehatan rambut agar kuat dan tidak mudah rontok

Seledri | Apium graveolens

seledri

seledri

 

SELEDRI dengan nama botani Apium graveolens L. merupakan jenis tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di daerah yang berhawa sejuk. Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Daerah yang banyak ditanami seledri di Pulau Jawa antara lain Cipanas, Pangalengan, Bandungan, Pujon, Batu dan di Pulau Sumatra seperti Brastagi. Ciri-ciri seledri yaitu batangnya tidak berkayu, pendek, bersegi, beralur membujur dan berwarna hijau pucat. Daun tersusun majemuk dengan tangkai panjang dan berwarna hijau mengkilat. Bunganya tersusun majemuk berkarang, berukuran kecil, dan berwarna putih kehijauan. Buahnya kecil-kecil berwarna cokelat gelap. Seledri diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu seledri daun (A. gravcolens L var. secalinum Alef.) yang batang dan daunnya relatif kecil, dipanen dengan cara dicabut bersama akarnya atau dipotong tangkainya, seledri potong (A. graveolens L. var sylvestre Alef.) yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen dengan cara memotong batangnya, dan seledri berumbi (A. graveolens L. var rapaceum Alef.), yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen hanya daunnya. Di Indonesia umumnya petani menanam seledri daun dan potongan.

CARA MENDAPAT SELEDRI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 1.000-1400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, tangkai, batang, akar

KHASIAT SELEDRI
Semua bagian dari tanaman seledri memiliki khasiat sebagai obat. Akar seledri khasiat sebagai stomakik dan diuretik, sedangkan buah dan bijinya berkhasiat sebagai antispasmodic menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, diuretik peluruh kencing), karminatif (peluruh kentut atau perut kembung), afrosidisiak (bahan yang bisa berfungsi meningkatkan libido atau seksualitas), dan sedatife (penenang). Herba seledri memiliki rasa manis, berbau aromatik, sedikit pedas, dan sifatnya sejuk berkhasiat sebagai tonik, stomakik (meningkatkan nafsu makan), hipotensif (penurui tekanan darah), penghenti pendarahan (hemostatis), diuretik, peluruh haid, karminatif mengeluarkan asam urat darah yang tinggi, pembersih darah, memperbaiki fungs hormon yang terganggu. Beberapa penelitian menunjukkan seledri memiliki aktivitas seperti hepatoprotektif (penjaga fungsi hati), antioksidan, menurunkan kolesterol. antijamur dsb

RESEP
Mengobati mata kering: daun seledri, daun bayam dan daun kelor disiapkan yanj masih segar, kira-kira ⅓ genggam dan dicuci bersih. Kesemua daun kemudiar ditumbuk sampai halus dengan ditambah sedikit garam dapur Tambahkan dengar sedikit air matang kira-kira ⅓ gelas dan kemudian aduk dan saring. Minum ail perasan tersebut 3 kali sehari.

Tekanan darah tinggi: sebanyak 100 g daun seledri yang masih segar yang masil lengkap dengan batang dan akarnya dicuci bersih. Tumbuk hingga halus lalu tambahkan 1 gelas air dan kemudian direbus. Setelah dingin, sari seledri tersebu dibagi dua untuk diminum pagi dan sore hari.

Obat batuk: daun seledri yang masih segar dan masih utuh lengkap dengan batang dan akarnya dipotong secukupnya. Rebus seledri dengan 3 gelas air hingga mendidib lalu disaring. Biarkan air rebusan hingga dingin dan setelahnya tambahkan madu lebah secukupnya. Bagi dua bagian rebusan tersebut untuk diminum pada pagi dan sore hari.

Menyuburkan Rambut: sebanyak 7-10 tangkai daun seledri yang bersih ditumbuk sampai halus. Setelah melakukan keramas, gosokkan tumbukan daun soledir ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Menurunkan Kolesterol: sebanyak 30 g akar seledri dicuci sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Mengatasi Alergi: sebanyak 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang, dan 1 buah umbi bit ukuran sedang dicuci bersih dan kemudian dibuat jus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan dua kali sehari.

Kolik dan Sakit Perut: sediakan 60 g seledri segar, 1 ruas jari tangan jahe merah, dan sepotong gula aren. Rebus dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa 1A gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Bronkitis: cuci 60 g seledri segar, 10 g kulit jeruk mandarin kering, dan 25 g gula aren hingga bersih. Setelah dipotong-potong, masukkan ke dalam panci email, tambahkan 3 gelas air bersih dan rebus hingga tersisa setengahnya. Setelah 1 dingin, saring dan airnya dibagi untuk dua kali minum, pagi dan sore.

Rematik: sejumlah 1 tangkai seledri dicuci, dilalap mentah setiap kali makan.

Wajah berminyak: sebanyak 3 batang seledri dicuci, diiris kecil-kecil. Seduh danl tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskanj sari seledri ke wajah yang sudah bersih. Setelah kering baru muka dibilas. lakukan dengan teratur.

Asma: sejumlah 3 tangkai seledri, 9 daun randu/kapuk dicuci, dilumatkan. Beri gula aren, sedikit garam dan ½ gelas air. Aduk rata, saring. Diminum sebelum sarapan 3 hari berturut-turut.

Lidah Buaya | Aloe vera

lidah-buaya

lidah-buaya

LIDAH BUAYA, yang juga dikenal dengan Aloe vera, memiliki nama latin Aloe vera (L.) Burm.f. dengan beberapa sinonim seperti Aloe barbadensis Mill., Aloe indica Royle, Aloe ; perfoliate L. var. vera dan Aloe vulgaris Lam. Nama umum di beberapa negara termasuk Chinese Aloe, Indian Aloe, True Aloe, Barbados Aloe, Burn Aloe, First Aid Plant.

Tanaman lidah buaya termasuk semak rendah, tergolong tanaman yang bersifat  sukulen dan menyukai hidup di tempat kering. Batang tanaman pendek, mempunyai daun yang bersaf-saf melingkar (roset). Panjang daun 40-90 cm, lebar 6-13 cm, dengan ketebalan lebih kurang 2,5 cm di pangkal daun, serta bunga berbentuk lonceng. Batang tanaman lidah buaya berseratatau berkayu. Pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Daun lidah buaya berbentuk tombak dengan helaian memanjang, berdaging tebal tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai lapisan lilin dipermukaan; serta bersifat sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun. Bagian atas daun rata dan bagian bawahnya membulat (cembung). Di daun lidah buaya muda dan anak (sucker) terdapat bercak berwarna hijau pucat sampai putih. Bercak ini akan hilang saat lidah buaya dewasa. Sepanjang tepi daun berjajar gerigi atau duri yang tumpul dan tidak berwarna. Bunga lidah buaya berbentuk terompet atau tabung kecil sepanjang 2-3 cm, berwarna kuning sampai jingga, tersusun sedikit berjungkai melingkari ujung tangkai yang menjulang ke atas sepanjang sekitar 50-100 cm. Akar lidah buaya mempunyai sistem perakaran yang sangat pendek dengan akar serabut yang panjangnya bisa mencapai 30-40 cm.

Tanaman lidah buaya tahan terdapat segala unsur iklim, yaitu suhu, curah hujan, dan sinar matahari. Tanaman ini juga tahan kekeringan, dapat menyimpan air pada daunnya yang tebal, mulut daunnya tertutup rapat sehingga dapat mengurangi penguapan pada musim kering. Meskipun tanaman menghendaki ditanam di tempat terbuka, tetapi di dalam ruangan yang sinar mataharinya kurang pun dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, tanaman ini terdapat di mana-mana, mulai dari Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia. Di daerah yang bersuhu antara 28’C-32°C, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik. Lidah buaya dapat tumbuh mulai dari daerah dataran rendah sampai daerah pegunungan. Daya adaptasinya tinggi sehingga tempat tumbuhnya menyebar di seluruh dunia, mulai daerah tropiica sampai daerah subtropika. Di dataran tinggi tanaman ini dapat menghasilkan bunga. Tanah yang dikehendaki lidah buaya adalah tanah subur, kaya bahan organik, dan gembur.Kesuburan tanah pada lapisan olah sedalam 30 cm sangat diperlukan karena akarnya pendek. Apabila tanaman ditanam di daerah yang bertanah mineral maupun tanah organik, agar dapat tumbuh dengan baik diperlukan tambahan pupuk.

Bagian dari lidah buaya yang banyak dimanfaatkan adalah daging daunnya yang tebal. Kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalamnya antara lain Kandungan senyawa kimia bermanfaat yang terdapat di dalamnya antara lain aloeverose yang berkhasiat untuk menyembuhkan luka, sebagai Antivirus dan antitumor, aloe emodin sebagai antikanker, serta kelompok flavonol yang berkhasiat antioksidana seperti kamferol, quersetin, dan mirisetin. Selain itu, juga diketahui mengandung kromon yang bermanfaat sebagai antioksidan.

CARA MENDAPAT LIDAH BUAYA
Pembibitan lidah buaya dilakukan dengan cara vegetatif, bibit diambil dari tanaman induk berupa anakan dan diusahakan agar akarnya tidak putus. Anakan yang telah di dapatkan ditanam dalam polibag. Lama pembibitan adalah 3-5 bulan. Bibit tanaman lidah buaya ditanam dalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 10 cm. Pada waktu penamanan diusahakan agar tanaman lidah buaya tidak berhimpitan dandaun tidak patah. Pemeliharaan tanaman lidah buaya dilakukan dengan cara memasukan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 2-5 kg pada waktu 1-2 minggu sebelum ditanam. Kemudian setelah pasca tanam dapat diberikan pupuk Urea dan Furadan. Lidah buaya sudah dapat dipanen pada umur 12-8 bulan setelah tanam. Panen berikutnya dilakukan setiap bulan. Daerah budidaya lidah buaya di Indonesia terletak di Pulau Kalimantan, tepatnya di kota Pontianak. Informasi pembelian simplisia/tanaman:

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, pelepah

KHASIAT LIDAH BUAYA
Khasiat dan manfaat lidah buaya terutama dalam bidang kosmetik dan kecantikan di antaranya untuk perawatan rambut dan kulit wajah. Selain itu lidah buaya juga membantu mengatasi gangguan pencernaan dan untuk kesehatan mulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aloe emodin yang dikandung gel lidah buaya berpotensi sebagai antikanker. Selain itu lidah buaya juga dapat dimanfaatkan pada pengobatan diabetes. Manfaat lainnya adalah sebagai antifungi, antioksidan, menyembuhkan luka bakar, dan berpotensi dalam pengobatan sepsies.

RESEP
1. Radang tenggorokan
1 lembar daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

2. Ambeien
Setengah (½) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (½) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

3. Sembelit
Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil- kecil. Seduh dengan setengah (½) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

4. Diabetes melitus
2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

5. Penurun kadar gula darah
1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bavvah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak ½ gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

6. Penyubur rambut
2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

7. Batuk (yang membandel)
20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by