patah tulang

Bungur Kecil | Lagerstroemia indica

bungur-kecil

bungur-kecil

NAMA latinnya adalah Lagerstroemia indica, sedangkan nama daerah sunda, yaitu bungur, di Madura: Bhungor. Deskripsi Tanaman ini termasuk tanaman perdu atau pohon kecil, tinggi 2-7 m, percabangan melengkung, pohon berwarna cokelat, halus dan agak mengilap. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling. Helaian daun bentuknya elips atau memanjang, ujung tumpul, pangkal membaji, tepi rata, berwarna hijau tua, panjang 2-7 cm, lebar 1-4 cm. Bunga majemuk bentuk malai, panjang 10-50 cm, tepi mahkota bunga bergelombang, berwarna merah, putih, atau ungu, keluar dari ujung tangkai atau ketiak daun. Buahnya agak bulat, panjang 9-13 mm, lebar 8-11 mm. Bungur kecil dapat diperbanyak dengan biji.

CARA MENDAPATKAN BUNGUR KECIL
Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Perawatannya dengan cara diberi air dan pupuk secara berkala. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan tinggi kurang dari 800 m dengan tanah yang tidak terlalu basah.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kulit kayu, daun, akar

KHASIAT BUNGUR KECIL
Antikoagulasi (antipengendapan darah), nephroprotective (penjaga kesehatan ginjal), antioksidan (daun, buah), anti-inflamasi (daun), antimikroba (daun), antidiare (kayu)

RESEP
Seduhan dingin kulit kayu ditumbuk, diminum untuk menghentikan murus (diare). Tumbukan daunnya digunakan untuk menyembuhkan luka bakar dan pendarahan. Untuk obat yang diminum: Rebus 15-30 g akar, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar: Rebus bahan segar secukupnya, lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang sakit. Selain itu, giling bahan kering sampai membentuk serbuk. Selanjutnya, bubuhkan serbuk tersebut ke tempat yang sakit, seperti patah tulang (fraktur), bisul, koreng, abses, eksim, dan radang payudara (mastitis).

Disentri
Rebus 20 g daun atau akar dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya diminum, sehari tiga kali, masing-masing ½ gelas.

Disentri akut, hepatitis menular
Cuci 15 g akar dan 15 g daun bungur kecil, lalu rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, dan bagi menjadi dua bagian untuk dua kali minum, pagi, dan sore hari. Setiap kali minum 1/2 gelas, dapat ditambah madu secukupnya.

Bisul, koreng
Keringkan akar atau bunga bungur kecil secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan arak putih secukupnya sampai berbentuk bubur kental, kemudian oleskan ke bagian tubuh yang sakit dan balut dengan perban. Untuk obat yang diminum, rebus 30 g akar dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing ½ gelas.

Eksim
Cuci akar atau daun secukupnya sampai bersih, lalu rebus dalam air sampai mendidih (selama 15 menit). Dalam keadaan hangat, ramuan ini dapat dipakai untuk mencuci bagian tubuh yang terkena eksim.

Catatan: Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini karena dapat mengganggu perkembangan janin.

Greges Otot | Equisetum debile

greges-otot

greges-otot

TANAMAN greges otot memiliki nama ilmiah Equisetum debile Roxb. Tanaman ini termasuk ke dalam family Equisetaceae. Nama daerah dari greges otot antara lain bibifung.in, tata-ropongan (Sunda), lorogan haji, petungan, sempol, tepung balung, tlkei balung, tropongan (Jawa), Sodlisoan (Madura), rumput betung, sendep-sendep (Sumatera). Tanaman ini tumbuh tegak sekitar 1 m. Batang agak lemas, berongga dengan diameter 2-10 mm, bergaris-garis, beruas panjang dengan cabang-cabang berkarang. Daun keluar di atas buku, tersusun berkarang, kecil, lancip, berbentuk sisik dan merupakan sebuah kelopak tipis. Kantong spora terletak di ujung batang, berupa bulir, panjang 1-2,5 cm bentuknya lonjong dengan ujung yang tajam. Daun spora berbentuk perisai segi enam, bertangkai, di tengah-tengah berangkai dan susunannya berkeliling. Perbanyakan dengan spora.

Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman ini antara lain asam kersik 5%-10%, asam oksalat, asam malat, asam akonitat (equisetic acid), asam tanat, kalium, natrium, thiaminase dan saponin. Bagian tanaman yang digunakan untuk obat adalah seluruh bagian tanaman.

CARA MENDAPATKAN GREGES OTOT
Perbanyakan tanaman dengan spora. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma dan penyiraman air yang cukup. Tanaman ini tumbuh ditempat terbuka, berkumpul pada tanah lembah berpasir dan berbatu-batu yang banyak digenangi air, sepanjang aliran air di pegunungan, tepi sungai, selokan atau di rawa-rawa. Tanaman ini dapat ditemukan dari 300-2.700 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT GREGES OTOT
Untuk mengobati radang mata merah (acute conjunctivitis), radang saluran air mata (ductus lacrimalis), menghambat pembentukan selaput pada mata (pterygium), influenza, demam, diare, radang usus, hepatitis, kencing berdarah (hematuria), berak darah, darah haid banyak, kencing kurang lancar, bengkak (edema), tulang patah, rematik, wasir (hemorrhoid):

RESEP
Untuk pemakaian tanaman dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya. Jika ingin disimpan dikeringkan terlebih dahulu.

Tulang patah:
Bila kedudukan tulang baik, ambil 2 batangnya yang segar seutuhnya, dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan air garam secukupnya. Ramuan ini dipakai untuk menurap bagian yang cedera, lalu dibalut. Diganti 2 kali sehari.

Hepatitis dan wasir:
30 g seluruh bagian tanaman, greges otot direbus, minum sebagai teh.

Radang mata (Acute conjunctivitis):
Greges otot, biji boroco (Celosia argen tea L.), bunga chrysant (Chrysanthemum indicum), kulit sejenis jangkrik (Cryptotympana atrata = cicada), masing-masing 10 g, kemudian direbus. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Rematik:
15 g seluruh bagian tanaman kering dan sebutir asam (Tamarindus indica) direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum pagi dan sore hari hingga sembuh.

Wasir
30 g seluruh bagian tanaman segar greges otot dicuci bersih lalu digiling halus. Tempelkan pada wasirnya.

Obat sakit sendi baik dewasa atau anak-anak dan memperkuat anggota badan.

Ambil tanaman greges otot lengkap dari akar sampai daun, bersihkan terlebih dahulu dengan dicuci sampai bersih. Lumatkan atau tumbuk sampai halus dan tempeltaa pada bagian yang sakit. Gunakan secukupnya.

Keterangan: Pemakaian lama, dapat mengganggu fungsi ginjal.

Kompri | Symphytum officinale L. Em.

kompri

kompri

KOMPRI merupakan tumbuhan yang tumbuh di tanah basah seperti di pinggir aliran air (selokan atau sungai). Banyak ditemukan di daerah Eropa barat dan Asia. Di Indonesia kompri biasa ditanam dalam pot atau di kebun sebagai tumbuhan obat. Kompri merupakan tanaman herba yang membentuk rumpun dengan tinggi 20-50 cm. Daun kompri merupakan daun tunggal, berbentuk bulat telur dengan ujung dan i pangkal runcing, tepinya rata. Permukaan daun berambut kasar. Daun berukuran panjang 27-50 cm dan lebar 4,5-14 cm. Pertulangan daun menyirip, pelepah tumbuh berseling pada pangkal membentuk roset akar, warnanya hijau. Bunga majemuk, berbentuk corong berwarna putih kekuningan. Buah kompri berbentuk bulat, tiap buah terdiri atas 4 biji. Biji berbentuk bulat berukuran kecil, keras, dan berwarna hitam. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Bagian tanaman yang digunakan untuk obat ialah bagian daun dan akar.

CARA MENDAPAT TANAMAN KOMPRI
Tanaman kompri diperbanyak melalui pemisahan akar. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada daerah dengan suhu dingin. Perbanyakan dengan pemisahan akar.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT KOMPRI
Ekstrak akar kompri dilaporkan berkhasiat dalam pengobatan osteoarthritis. Penelitian lain yang dilakukan melaporkan bahwa zat aktif pada kompri bersifat dapat menghambat proliferasi sel kanker hati, namun add juga penelitian yang melaporkan kompri memiliki efek toksik terhadap hati. Kompri dilaporkan dapat mengobati luka bakar.

Secara empiris kompri digunakan untuk mengobati rematik, pegal linu, diare, nyeri ulu hati, kanker payudara, bronkitis, luka memar, diabetes, patah tulang, hipertensi, radang usus, sakit lambung, batuk, amandel, kencing berdarah, dan wasir berdarah.

RESEP
Rematik
15 g daun muda segar yang dicuci, lalu dipotong kecil-kecil, dan dimakan sebagai lalapan. Daun dapat juga dihaluskan, dan dibubuhkan pada bagian yang sakit.

Luka
Akar kompri, sebanyak 1 ibu jari akar kompri segar dipotong, lalu direbus dengan gelas air,
dan airnya diminum.

Payudara bengkak dan patah tulang
Haluskan akar kompri segar lalu bubuhkan pada payudara yang bengkak.

Bronkitis dan batuk berdahak
Rebusan 25 g akar kompri segar.

Catatan: Pemakaian berlebih dapat menyebabkan keracunan dan kerusakan hati.

Kapasan | Abelmoschus moschatus

kapasan

kapasan

Nama daerah
Sumatra: Gandapura, kapas sedeki ; Jawa: kakapasan, kaworo, kapasan, kasturi, regula, rewulow, waron, kastore, bukal; Maluku: kasturi

Uraian tanaman:
Semak berumur panjang, tegak, bercabang sedikit, tinggi ½-2½ m, batang bulat, berambut kasar.

Dapat ditemukan tumbuh liar di tempat-tempat terbuka, semak, tanah kosong atau dipelihara di kebun-kebun sampai ketinggian 650 m di atas permukaan laut.

Daun tunggal, bertangkai panjang, helaian daun berbagi 5 yang sangat dalam, panjang 6-22 cm, kedua permukaan berambut kasar, bertulang menjari, tepi bergerigi, ujung-ujungnya runcing, warnanya hijau.

Bunga besar, keluar dari ketiak daun, daun mahkota 5, warnanya kuning, panjang 3½-10 cm.

Buah lonjong, bersegi, panjang 5-8 cm, berambut seperti sikat, bila sudah masak membuka dengan 5 katup. Biji berbentuk ginjal, warna kelabu, bergaris dari pangkal sampai ujung. Baunya wangi. Bijinya menghasilkan minyak kasturi, yang dipakai sebagai campuran kosmetik, obat gosok rematik, campuran bedak untuk menghaluskan kulit, dan obat ruam kulit.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasanya agak manis, sejuk. Penurun panas (antipiretik), peluruh kemih (diuretik), antiradang, melancarkan pengeluaran nanah.

Kandungan kimia
Daun kering: betasitosterol, beta-D-glycoside
Bunga: betasitosterol, myricetin, glycoside
Biji: alphacephalin, phosphatidylserine, plasmalogen, phosphatidylcholine plasmalogen ambrettolid

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman
Daun dan akar: pemakaian segar
Bunga: direndam dalam minyak

Kegunaan:
Akar: panas tinggi, batuk, susah buang air besar, batu saluran kencing
Biji: sakit kepala
Daun: untuk pemakaian luar pada bisul, koreng, tulang patah
Bunga: luka bakar dan tersiram air panas
Daun, bunga, biji: untuk membasmi serangga

Pamakaian:
Untuk diminum 10-15 g akar digodok
Pemakaian luar: Daun digiling sampai seperti bubur, bunga direndam dalam minyak, untuk dipakaikan pada tempat yang sakit.

Gandarusa | Justicia gendarusa

gandarusa

gandarusa

GANDARUSA (Justicia gendamssa, Burm.f.) dikenal juga dengan nama Handarusa (Sunda), Gandarusa, tetean, trus (jawa),; Ghandharusa (Madura), Gandarisa (Bima), Puli (Ternate).; Besi-besi (Aceh), gandarusa (Melayu).; Bo gu dan (China). Tanaman ini berupa semak, pada umumnya ditanam sebagai pasar hidup atau tumbuh liar di hutan, tanggul sungai atau dipelihara sebagai tanaman obat. Di Jawa tumbuh pada ketinggian 1-500 m dpl. Tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 2 m. Tanaman ini batangnya mengandung sedikit racun alkaloid dan pahit.

CARA MENDAPATKAN GANDARUSA
Perbanyakan tanaman dengan stek. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman

KHASIAT GANDARUSA
Tanaman gandarusa dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti luka terpukul (memar), tulang patah, rematik, bisul, penyakit mata, demam, bronchitis, borok, koreng dan sakit kepala. Tanaman ini juga digunakan sebagai bahan kontrasepsi pada pria di masyarakat Sentani Irian Jaya. Selain itu memiliki efek antioksidan, antiinflamator, analgesik, dan hepatoprotektife (penjaga fungsi hati).

RESEP
Pemakaian: 15-30 g, direbus atau ditumbuk kemudian diperas dan diminum airnya Kulit pohon dipakai untuk merangsang muntah, daun dapat digunakan untuk membunuh serangga.

Pemakaian luar: Tanaman segar dilumatkan, tempelkan ke tempat yang sakit. Tanaman segar direbus, airnya untuk cuci.

Daun Dewa | Gynura procumbens Lour.(Merr)

daun-dewa

daun-dewa

DAUN DEWA atau [Gynura procumbens Lour.(Merr)] memiliki beberapa nama lain. Daun dewa dikenal dengan sebutan ngokilo di Jawa dan beluntas cinta di Sumatera. Tumbuhan ini berasal dari Birma dan Cina. Masyarakat disana mengkonsumsi sayuran ini sebagai sayuran. Tanaman ini dapat dibudidayakan melalui kultur jaringan terna tahunan, tegak, tinggi ± 50 cm, pada umumnya ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Batang muda berwarna hijau dengan alur memanjang warna tengguli, bila agak tua bercabang banyak. Daun tunggal, mempunyai tangkai, bentuk bulat telur sampai bulat memanjang. Ujung melancip. Daun tua membagi sangat dalam. Daun banyak berkumpul di bawah, agak jarang pada ujung batang, letak berseling. Kedua permukaan daun berambut lembut, warna putih. Warna permukaan daun hijau tua, bagian bawah berwarna hijau muda. Panjang daun 8-20 cm. lebar 5-10 cm. Bunga terletak di ujung batang, warna kuning berbentuk bonggol (kepala bunga). Mempunyai umbi berwarna ke abu-abuan, panjang 3-6 cm, dengan penampang ± 3 cm. Kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman ini antara lain minyak atsiri, flavonoid, Efek farmakologis netral, rasa khas, memiliki anti koagulan (zat yang dapat menghambat pembekuan darah), mencairkan darah beku, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, panas dan membersihkan racun. Bagian tanaman yang dapat digunakan adalah seluruh tanaman.

CARA MENDAPATKAN DAUN DEWA
Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan dengan stek batang, tunas akar (umbi) atau langsung menebarkan umbinya. Untuk perawatan dilakukan penyiraman dan pemberantasan rumput-rumput dan tumbuhan pengganggu setiap hari. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik jika ditanam pada akhir musim hujan terutama di daerah dengan kelembapan tinggi dan air tanah yang memadai. Selain itu tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl  dan di daerah beriklim sedang sampai basah dengan curah hujan 1.500- 3.500 mm/tahun dengan tanah agak lembab hingga subur.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Umbi dan daun.

KHASIAT DAUN DEWA
Khasiat dari daun dewa antara lain dapat digunakan sebagai obat antikanker, penurun panas, obat penyakit kulit, penurun kadar gula dalam darah, luka terpukul, pendarahan, batuk darah, muntah darah, mimisan, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, gigitan hewan berbisa, pembekuan darah, tulang patah, pendarahan setelah melahirkan, kanker, lever, stroke, darah tinggi.

RESEP
Bagian umbi dapat menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (fraktur), perdarahan sehabis melahirkan.
Ramuan: 15-30 g daun segar, direbus atau ditumbuk kemudian diperas, minum.
Untuk pemakaian luar: Secukupnya tumbuhan ini dilumatkan sampai seperti bubur, ditempelkan ke tempat yang sakit.

Untuk pengobatan lain:
Digigit ular/digigit binatang lain
Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan di tempat kelainan.

Kutil
5 lembar daun dewa dihaluskan, dan dilumurkan pada tempat berkutil, kemudian dibalut. Dilepas keesokan harinya.

Luka terpukul, tidak datang haid
15-30 g herba direbus atau ditumbuk, diambil airnya, campur dengan arak yang sudah dipanaskan, minum.

Perdarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan muntah darah:

1 batang lengkap (15 g) direbus, minum.
Kejang pada anak: 1 batang ditumbuk ambil airnya, dicampur arak, minumkan.

Luka terpukul, masuk angin
6-9 g umbi segar ditambah arak kuning (wong ciu) secukupnya, kemudian dipanaskan, minum.

Pinang | Areca catechu

pinang

pinang

PINANG adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Nama ilmiah dari tanaman ini adalah Areca catechu, famili Arecaceae. Sebutani pinang di beberapa daerah antara lain adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Madura), jambe (Sunda dan Jawa), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku). Batang pinang lurus dan dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter 15 cm. Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi.

Buah pinang berbentuk bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5-7 cm, dengan dinding buah yang berserabut. Biji 1 berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala. Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3-0,6%, alkaloid, seperti arekolin (C8HnN02), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasine. Selain itu juga mengandung red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin. Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid dibandingkan biji yang telah mengalami perlakuan.

KHASIAT PINANG
Biji pinang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), diare dan disentri oleh masyarakat Desa Semayang Kutai-Kalimatan Timur. Selain itu digunakan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, memperkecil pupil mata.

Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat. Pinang muda dapat digunakan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Umbut pinang muda dapat digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang. Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan. Sabut pinang digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema.

RESEP
1. Untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), diare dan disentri, biji pinang direbus. Air hasil rebusannya kemudian diminum

2.Pinang muda dapat dikunyah dengan sirih untuk menguatkan gigi.

Keterangan: Mengingat kandungan kimia tanaman pinang yakni alkaloid arekolin mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjurkan untuk pemakaian dalam jumlah besar.

Patah Tulang | Euphorbia tirucalli

patah-tulang

patah-tulang

TANAMAN patah tulang yang berasal dari Afrika tropis ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung. Di Indonesia ditanam sebagai tanaman pagar, tanaman hias di pot, atau tumbuh liar dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 600 m dpl. Perdu, tumbuh tegak, tinggi 2-6 m, pangkal berkayu, banyak bercabang, bergetah seperti susu yang beracun. Tangkainya setelah tumbuh sekitar 1 jengkal akan segera bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah. Patah tulang mempunyai ranting bulat silindris berbentuk pensil, beralur halus membujur, warnanya hijau. Daunnya jarang, terdapat pada ujung ranting yang masih muda, kecil-kecil, bentuknya lanset, panjang 7-25 mm, cepat rontok. Bunga terdapat di ujung batang, berupa bunga majemuk yang tersusun seperti mangkok, warnanya kuning kehijauan. Buahnya bila masak akan pecah dan melemparkan biji-bijinya.

Selain digunakan sebagai tanaman obat, diketahui juga cabang dan ranting yang telah dikeringkan bila dibakar dapat mengusir nyamuk. Getahnya digunakan untuk meracun ikan sehingga mudah ditangkap, tetapl berbahaya bila mengenai mata karena dapat menyebabkan buta. Di Jawa, tanaman ini jarang berbunga. Perbanyakannya dapat dilakukan dengan stek batang.
Tanaman patah tulang memiliki sifat kimia berbau lemah, rasa mula-mula tawar, lama-lama menimbulkan rasa tebal di lidah, dengan getah beracun (toksik). Kandungan kimia pada getah mengandung senyawaan euphorbone, taraksasterol, alfalaktucerol, euphol, senyawaan euphol, senyawaan damar yang menyebabkan rasa tajam atau pun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit. Selain itu tanaman ini mengandung alkaloid, flavonoid, steroid, flavonoid, hidroquinon dan tanin.

CARA MENDAPATKAN TANAMAN PATAH TULANG
Perbanyakan tanaman dengan stek batang. Tanaman ini dapat tumbuh sebagai tanaman pagar, tanaman hias di pot atau tumbuh liar pada dataran rendah sampai 600 m dpl.

Tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang khusus hanya dengan penyiraman, air dan sinar matahari yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar, batang, kayu, ranting dan getah

KHASIAT TANAMAN PATAH TULANG
Patah tulang ini berkhasiat sebagai obat sakit lambung, rhematik, sifilis, wasir. Tukak rongga hidung, nyeri saraf (untuk bagian akar dan ranting) serta penyakit kulit, kusta, tulang patah, sakit gigi, tahi lalat membesar dan gatan, kutil; tertusuk benda tajam (kaca), kapalan/penebalan kulit, keseleo.

RESEP
Untuk minum
Akar dan ranting dikeringkan, ditumbuk menjadi bubuk. Campur dengan lontong beras sampai merata, lalu dibuat pil kecil-kecil sebesar telur cecak, jemur. Dimakan bila perlu.

Pemakaian luar
Herba ditumbuk halus, diturapkan ke tempat yang sakit seperti bisul, kurap, keseleo terkilir, patah tulang, luka. Herba ditumbuk halus, campur dengan susu untuk penyakit gatal-gatal, penyakit kulit, kurap, tumor, kutil, clavus,

Kulit tertusuk duri, pecahan kaca, dsb
Pada bagian tubuh yang kulitnya tertusuk duri atau pecahan kaca dioleskan getah patah tulang. Getah itu akan mengeluarkan sendiri duri-duri itu dari kulit.

Kapalan (clavus), kutil
½ kg dahan dan ranting patah tulang setelah dicuci bersih direbus dengan 4 liter air sampai tersisa menjadi 2 liter. Bagian tubuh yang kulitnya menebal atau ada kutilnya direndam dalam air godokan tadi sewaktu masih hangat, selama ½ jam. Setelah dikeringkan, oleskan param yang dibuat dari trusi yang telah ditumbuk halus dicampur dengan putih telur, lalu dibalut.

Tulang patah (fraktur)
Pada kulit di atas tulang yang patah digosok dengan getah patah tulang. Kulit luar dahan patah tulang digiling halus, Tempelkan di atas tulang yang patah, lalu dibalut. ¾ genggam tangkai dan daun patah tulang, 1 genggam daun srigi, dicuci lalu digiling halus, Ramas dengan 4 sendok makan air garam, dihangatkan sebentar Dipakai untuk menurap bagian tubuh yang patah, lalu dibalut dengan daun bakung kulit randu. Diganti 2 kali sehari.

Frambusia
½ genggam patah tulang, ½ kepalan tangan gadung cina, dicuci lalu ditumbuk halus. Aduk merata dengan 1 sendok makan getah buah gondang, dan 2 sendok makan getah buah pepaya muda. Ramuan ini dipakai untuk melumas dan menurap kulit yang sakit. Lakukan 2 kali sehari.

Tahi lalat yang membesar dan gatal
Digosok dengan air jeruk nipis, lalu dengan kapas tahi lalatnya dilumaskan getah patah tulang. Lakukan beberapa kali sehari, bila sudah kering diulang. Hati-ha jangan kena mata.

Sakit gigi
Beberapa tetes getah patah tulang dengan kapas yang bersih dilumaskan pada gigi yang sakit dan berlubang. Lakukan 1-2 kali sehari, hati-hati jangan sampai mengenai gigi yang sehat.

Catatan:
Getah berbahaya bagi mata, dapat menyebabkan buta. Bila getah masuk ke dalam mata, cepat dibilas dengan air kelapa/santan.

Cakar Ayam | Selaginella doederleinii

cakar-ayam

cakar-ayam

TANAMAN cakar ayam memiliki nama latin Selaginella doederleinii Hieron. Di beberapa aerah tanaman yang memang berbentuk seperti cakar ayam ini lebih dikenal dengan imput solo, cemara kipas gunung (Jawa), paku rane (Sunda), menter (Jakarta), tai ntuan (Madura), usia (Ambon), sikili batu dan lingonai (Minangkabau). Sedangkan di hina, tanaman ini juga dikenal dengan nama shi shang be atau juati bai.

Cakar ayam merupakan tanaman paku-pakuan dengan batang bulat dan liat yang tumbuh tegak setinggi 15-35 cm. Batangnya juga bercabang-cabang seperti garpu, tanpa pertumbuhan sekunder dan berwarna putih kecoklatan Daunnya kecil-kecil, alus, berukuran 4-5×2 mm. Bentuknya jorong, dengan ujung meruncing dan pangkal ita. Warna daun bagian atas hijau tua dan bagian bawah hijau muda. Daun tersusun ?rhadapan sampai ke percabangan, di kiri dan kanan sepanjang batang, menyerupai kar ayam dengan sisiknya. Spora berupa 28 sproangium tereduksi berwarna putih, rdapat di ketiak daun. Akarnya berupa akar serabut berwarna cokelat kehitaman ang muncul dari percabangan batang yang berdaun. Tanaman ini bisa terdapat di •pi-tepi sungai, batu-batuan basah, atau di dinding tebing atau jurang basah dengan awa dingin dan tempat yang teduh.

Cakar ayam mengandung alkaloid, saponin, dan fitosterol. Selain itu, cakar ayam juga ketahui mengandung alkaloid glikosida, lignan, fenilpropanon, dan biflavonoid.

CARA MENDAPATKAN CAKAR AYAM
Perbanyakan tanaman menggunakan stump (bibit yang berasal dari semai yang telah hilangkan seluruh daun dan bulu-bulu akarnya sehingga yang tersisa hanya sebagian tang dan sebagian akar utama). Perawatan dengan cara penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar. Cakar ayam tumbuh  di ketinggian 400-750 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT CAKAR AYAM
Cakar ayam diketahui berkhasiat untuk menurunkan panas dan melancarkan aliran darah, antitoksik, menghentikan pendarahan, mengobati koreng dan mengurangi bengkak, serta mengobati penyakit yang berhubungan dengan saluran napas seperti batuk, infeksi saluran nafas, radang paru, dan tonsilitis, bahkan benjbagai sebagai antikanker pada kanker tenggorokan. Selain itu, cakar ayam juga berkhasiat untuk mengobati hepatitis, infeksi saluran kencing, perut busung, keputihan, dan patah tulang. Cakar ayam juga memiliki aktivitas antioksidan. Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan
untuk pengobatan, seperti rematik jika dihaluskan dan dan dioleskan ke bagian tubuh yang rematik, atau jika direbus dan airnva diminum berkhasiat untuk mengobati diare.

RESEP
Kanker
60 g cakar ayam kering direbus 3-4 jam dengan api kecil. Air rebusan diminum setelah dingin.

Batuk, radang paru, radang tenggorokan, radang amandel (tonsilitis)
30 cakar ayam direbus dan air rebusannya diminum.

Patah tulang
15-30 g cakar ayam segar direbus dan air rebusannya diminum. Jika patah tulang tertutup, bisa digunakan untuk pengobatan luar, dengan melumatkan cakar ayam dan ditempelkan pada bagian yang patah.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by