panu

Param Penghilang Panu

Bahan:
1 rimpang lengkuas
bubuk belerang (sulfur) secukupnya

Khasiat:
Lengkuas yang mengandung minyak atsiri, antara lain: galungol, galangin, alpinen, kamfer, methylcinnamate, dan bubuk belerang berkhasiat mematikan jamur.

Cara membuat:
Lengkuas dicuci bersih lalu dibelah. Setelah itu, kulit yang berpanu dibersihkan, diberi bubuk belerang dan digosok dengan lengkuas tadi. Lakukan cara ini 2x sehari sampai panunya hilang.

Landep | Barleria prionitis

landep

landep

TANAMAN Landep (Barleria prionitis L.) memiliki sinonim nama Latin Prionitis hystrix Miq., termasuk ke dalam famili Acanthacea.Tanaman ini memiliki nama lokal yaitu] Jarong, Kembang Landep (Sunda); Landep (Jawa); Bunga Landak (Sumatera); Landhep (Madura); Katshare’ya, Kurantak (India, Pakistan); Percufine Flower (Inggris). Tanaman ini merupakan tanaman perdu dengan tinggi tanaman mencapai 1,5 – 2 m. Batang tanaman berkayu, segi empat, berbuku- buku, berambut, berduri kuat yang terdapat pada ketiak- ketiak daun. Daun Landep merupakan daun tunggal, daun mudanya berambut, letak berhadapan, panjang tangkai daun sekitar 4-8 mm. Helai daun jorong sampai lanset atau bundar telur memanjang dengan ujung meruncing, pangkal meruncing menyempit sepanjang tangkai, tepi rata agak berombak dan memiliki panjang 2-18 cm serta lebar 2- 6,5 cm. Pertulangan daun menyirip, daunnya berwama hijau. Bunga Landep merupakan bunga tunggal, simetris dua sisi, berbentuk elips memanjang dan berwarna kuning.

Buah Landep berwarna hijau, sedangkan bijinya berwarna cokelat. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang. Daun memiliki bau yang lemah, rasa agak kelat. Daun Landep mengandung saponin, flavonoida, tanin, garam kalium, dan silikat. Sedangkan akar mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol. Ekstrak etanol tanaman Landep (daun & batang) mengandung senyawa feniletanoid glikosida.

CARA MENDAPATKAN LANDEP
Tanaman Landep banyak tersebar di Afrika, India, Sri Lanka dan daerah tropik Asia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia ditemukan di daerah yang beriklim kering, tumbuh liar atau ditanam untuk pagar, mulai dari dataran rendah sampai 400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT LANDEP
Secara tradisional, tanaman ini banyak digunakan si berbagai penyakit. Di India, digunakan untuk mengobati pembengkakan, gout, arthritis dan rheumatik, untuk penenang dan penyakit kulit, sebagai immunorestoratif, batuk rejan dan asma pada bayi & anak-anak. Di Indonesia, tanaman ini biasanya digunakan untuk mengatasi rematik, sakit pinggang, demam, sakit perut, perut busung air, buang air seni kurang lancar, kudis, gusi nyeri, cacingan dan spermatorea (beser mani).

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun landep dan daun kumis kucing berpotensi sebagai diuretik. Infus daun Landep juga berpotensi meningkatkan kelarutan batu ginjal kalsium dan kalium secara in vitro (pengujian di laboratorium). Menurut penelitian tanaman ini memiliki memiliki aktivitas antioksidan, berpotensi sebagai ekspektoran ( pengencer dahak), anti virus pada pernafasan, anti rematik, anti bakteri terhadap Bacillus cereus dan P. aeruginosa, berpotensi sebagai fungistatik (dapat membunuh jamur) dan fungisidal (dapat menghambat pertumbuhan jamur), memiliki aktivitas anti peradangan dan berpotensi sebagai imunostimulan (perangsang kekebalan) dan sebagai penurun gula darah/anti diabetes. Ekstrak akar tanaman Landep berpotensi mengurangi kesuburan laki-laki. Daun dan batang landep memiliki potensi sebagai hepatoprotektif (penjaga fungsi hati).

RESEP
Sakit Gigi
Daun Landep segar dicuci bersih dan dikunyah dengan gigi yang sakit.

Bisul dan Pembengkakan
Akar tanaman dilumatkan menjadi pasta kemudian ditapalkan pada bagian yang sakit.

Demam akibat virus
Daun dan bunga Landep direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Luka
Sebanyak 15 g akar Landep dicuci bersih. Tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih. Tumbuk sampai lumat, kemudian tempelkan pada luka.

Kurap, Panu
Akar secukupnya digiling halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis, lalu diaduk merata sampai seperti bubur. Balurkan pada kurap, lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik, Sakit Pinggang, Sakit Kepala
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk merata sampai menjadi seperti bubur kental. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit. Bila sakit kepala, balurkan di kening.

Gusi nyeri dan berdarah
Daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Air perasannya ditambahkan sedikit madu. Gunakan untuk memoles gusi yang sakit.

Demam, Sakit Perut, Melancarkan Buang Air Seni
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Ketepeng Cina | Cassia alata

ketepeng-cina

ketepeng-cina

TUMBUHAN ketepeng cina (Cassia alata L.) termasuk tumbuhan dikotil yang mempunyai sistem perakaran tunggang, yaitu memperlihatkan akar pokoknya yang bercabang-cabang menjadi akar yang lebih kecil dan berbentuk kerucut panjang yang terus tumbuh lurus ke arah bawah. Jika dilihat dari batangnya, tumbuhan ketepeng cina (Cassia alata L) merupakan tumbuhan berkayu dengan ketinggian ± 3 m, benWM batang bulat dan mempunyai sistem percabangan simpodial.

Daun Ketepeng cina ( Cassia alata L) berbentuk jorong sampai bulat telur sungsang, merupakan daun majemuk menyirip genap yang berpasang-pasangan sebanyak 5-12 baris, mempunyai anak daun yang kaku dengan panjang 5-15 cm, lebar 2,5-9 cm, ujung daunnya tumpul dengan pangkal daun runcing sorta tepi daun rata. Pertulangan daunnya menyirip dengan tangkai anak daun yang pendek dengan panjang ± 2 cm dan berwarna hijau.

Bunga Ketepeng cina (Cassia alata L) merupakan bunga majemuk yang tersusun dalam tandan bertangkai panjang dan tegak yang terletak di ujung-ujung cabangnya dengan mahkota bunganya yang berwarna kuning terang.

Buah Ketepeng cina (Cassia alata L) berupa polong-polongan yang gepeng panjang persegi empat dengan panjang ± 18 cm dan lebar ± 2,5 cm berwarna hitam. Di samping itu, buah Ketepeng cina juga mempunyai sayap pada kedua sisinya dengan panjang 10-20 mm dan lebar 12-15 mm. Jika buah tersebut masak, maka pada kedua sisinya) akan membuka atau pecah sehingga biji yang terdapat di dalam polong akan terlempar keluar. Biji yang dimiliki Ketepeng cira (Cassia alata L.) berbentuk segitiga lancip dan berbentuk pipih yang berjumlah 50-70 biji pada setiap polongnya.

CARA MENDAPATKAN KETEPENG CINA
Perbanyakan tanaman dengan biji dan stek batang. Perawatannya dengan pengendalian hama, gulma, pemupukan, dan penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tcmpat dengan ketinggian dari datran rendah hingga 1400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT KETEPENG CINA
Daun Ketepeng cina (Cassia alala L.) dapat digunakan sebagai obat secara tradisional. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan kimia yang terdapat didalamnya seperti rein aloe emodina, rein aloe emodina diantron, rein aloe emodina asam krisofanat (dehidroksimetilantroquinone) dan tannin. Di samping itu alkaloida, flavonoida dan antrakinon juga terdapat di dalamnya.

RESEP
Panu
7 genggam daun ketepeng cina segar direbus kemudian dilumatkan sampai menjadi bubur. Bila sudah menjadi bubur, dioleskan ke kulit yang terkena panu.

Sembelit (susah buang air besar)
7 lembar daun muda ketepeng cina segar direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih sampai menjadi 1 gelas, tunggu hingga dingin kemudian diminum sekaligus.

Sariawan
4 lembar daun ketepeng cina segar dicuci bersih, kemudian dikunyah dengan garam secukupnya (seperti mengunyah sirih) selama beberapa menit, kemudian aimya ditelan dan ampasnya dibuang.

Cacing Keremi pada anak-anak
7 lembar daun ketepeng cina segar direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih sampai menjadi 1 gelas, disaring. Kemudian ditunggu hingga dingin dan

Belimbing | Averhoa carambola

belimbing

belimbing

BELIMBING (Averhoa Carambola L) merupakan pohon kecil yang berbatang keras dengan tinggi 5-12 m ini,berasal dari Jawa dan Kalimantan. Ciri-ciri umum daunnya bersirip ganjil dengan warna kekuningan sampai hijau muda, bunganya kecil dalam untaian yang berwarna putih kemerahan, buahnya seperti buni, bulat memanjang sekitar 4-13 cm, dengan 5 rusuk yang tajam dengan kulit buah yang tipis,warnanya kuning muda dan banyak mengandung air. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang asam dan air yang cukup banyak, terlebih lagi bila hidup ditempat teduh, belimbing termasuk tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Buah belimbing mengandung glukosida, vitamin A, B, dan vitamin C, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, pectin dan niacin. Sifat kimia buah adalah rasa asam, manis, dan netral.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING
Perbanyakan tanaman dengan biji dan cangkok. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 800-2.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah dan daun

KHASIAT BELIMBING
Dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi dan menghilangkan panu pada kulit. Adapun efek farmakologi buah sebagai antiradang, peluruh kemih (diuretik) dan peluruh liur. Buahnya dapat digunakan sebagai obat sakit tenggorokan, tekanan darah tinggi, kencing manis, sakit perut, sakit beguk atau gondong cacar air, dan wasir demam, batuk rejan dan encok, kencing batu dan perbesaran limfe akibat penyakit malaria. Akar belimbing manis juga berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kepala dan nyeri persendian. Sedangkan daunnya dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung, radang kulit bernanah, dan bisul. Daun untuk radang lambung, radang kulit bernanah (obat luar) dan bisul (obat luar). Kandungan vitamin C yang tinggi dapat dijadikan antioksidan untuk mencegah penyebaran sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan. Sedangkan pektin pada dinding sel belimbing mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus hingga mendorong pengeluarannya.

RESEP
Darah tinggi: Makan buah belimbing yang sudah masak 2 x sehari sebanyak 2 atau 3 buah.
Kulit panu: Ambil 2 buah belimbing dan ditumbuk halus,lumaskan sambil digosok- gosok pada bagian kulit yang berpanu, lakukan ini 1 atau 2 x sehari.
Radang lambung: 6 g daun belimbing manis, 8 g rimpang kunyit segar, 7 g rimpang temu kunci dan 110 ml air, diseduh, lalu diminum sehari sekali setiap pagi 100 ml selama 14 hari. Hati-hati penderita ginjal.
Pertolongan pertama penderita cacar: Dengan menumbuk daun belimbing hingga halus untuk diambil airnya. Sari buah belimbing ini, dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit cacar untuk menghilangkan rasa gatal-gatal. Pengobatan cara ini dilakukan sehari sekali sampai tampak sembuh tanpa melakukan gosokan-gosokan pada kulit sekalipun gatal).
Penyakit gondong: Gondong adalah penyakit infeksi virus menular yang akut. Gejala gondong berupa terjadinya pembengkakan atau peradangan pada kelenjar air liur. Ramuan untuk gondong sebagai berikut: potong-potong buah belimbing menjadi beberapa bagian. Kemudian tumbuk sampai halus. Tumbukan buah belimbing tersebut tempelkan pada kelenjar yang membengkak selama 30 menit dan lakukan 3 kali sehari. Akan lebih baik bila yang digunakan adalah belimbing wuluh.
Menenangkan perut setelah muntah-muntah atau mabuk: Dapat diminum perasan buah belimbing manis yang direbus dengan 1/3 bagian gula pasir dan dikentalkan hingga menjadi sirup yang segar.
Wasir: rebuslah daun belimbing wuluh yang telah dirajang dengan perbandingan 3 mangkuk daun dalam 8 liter air selama 30 menit. Kemudian air rebusan tersebut digunakan untuk duduk berendam penderita wasir selam masih hangat.
Demam: Dapat dicoba pengobatan tradisional dengan daun belimbing. Rebuslah cincangan daun belimbing segar sebanyak 2 mangkuk dalam 2 liter air selama 10 menit. Air rebusan tadi didinginkan dan disaring untuk digunakan sebagai kompres dingin pada penderita sakit demam.
Caranya adalah ambil satu buah belimbing yang hampir matang, bersihkan, parut dan parutan tersebut diperas hingga satu gelas airnya.
Panu: Caranya cukup menggosokkan potongan belimbing pada kulit yang terkena panu.
Batuk berat dengan manisan buah belimbing wuluh, batuk rejan yang tidak sembuh-sembuh, ternyata memberikan hasil yang memuaskan setelah memakan 6 kali – masing-masing 8 buah – manisan belimbing wuluh. Selain itu baik untuk penderita sariawan usus (skorbut) dan melancarkan kerja empedu.

Jambu Biji | Psidium guajava

jambu-biji

jambu-biji

JAMBU BIJI (Psidium guajava L) atau sering juga disebut jambu batu, jambu siki, jambu perawas, dan jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brasil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu biji memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis. Secara taksonomi, jambu biji masuk ke dalam tanaman perdu yang tingginya bisa mencapai 10 m.

Di Indonesia ada beberapa daerah yang menjadi sentra produksi buah ini, diantaranya DKI Jakarta, Jabar meliputi Karawang dan Cirebon, Jawa Tengah meliputi Grobogan, Pekalongan, Jepara, Kudus, Purbalingga, Cilacap, Gombong, Wonogiri, Semarang dan Sukoharjo, DIY meliputi Gunung Kidul, Sleman, Kulon Progo, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan dan Sumatera. Bagian dari tanaman ini yang sering dimanfaatkan adalah bagian daun, buah dan kulitnya. Daun jambu biji seringkali dipakai sebagai obat diare, dan berbagai macam penyakit yang banyak berhubungan dengan pencernaan.

CARA MENDAPATKAN JAMBU BIJI
Perbanyakan tanaman jambu biji ini dapat dilakukan dengan stek. Perawatannya bisa dengan diberi pupuk namun mempunyai kelebihan mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kemampuan regenerasinya sangat baik. Sangat mudah tumbuh di segala macam musim, tumbuh baik pada semua jenis tanah (PH 4,5-8,2) dengan ketinggian sekitar 5-1.200 m dpl, dan iklim antara 23-28*C.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, buah, kulit

KHASIAT JAMBU BIJI
Buah Jambu biji mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi terutama vitamin dan mineral. Senyawa-senyawa lainnya yaitu limonene, pinena, bisabolena, humelena, salinena, kadinena dan hapaena. Bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, meningkatkan kesehatan gusi, gigi dan pembuluh kapiler serta membantu penyerapan zat besi dan penyembuhan luka. Buah jambu biji juga dapat dikonsumsi dengan berbagai bentuk seperti pasta, jeli, selai, jus, dan dodol. Daun jambu biji memiliki kandungan flavonoid yang sangat tinggi, terutama quercetin. Senyawa tersebut bermanfaat sebagai antibakteri, untuk mengobati diare, disentri, haid tidak lancar, keputihan, pencernaan tidak baik pada anak, radang usus, sariawan usus, panu, muntaber, maag dan sakit kulit. Bunga, kulit batang dan buah mentah jambu biji juga bermanfaat sebagai antiseptik, penyembuhan diare dan sakit perut. Kandungan polifenolnya bermanfaat sebagai antioksidan. Akar jambu biji mengandung beta sitotosterol yang dapat menurunkan kolesterol darah dan quercetin sebagai anksidan.

Ekstrak daun, kulit akar, air buah jambu biji merah lokal, air jambu jambu biji Bangkok dan air buah jambu biji putih lokal mempunyai efek antihistamin. Sari buah jambu biji dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Senyawa galokatekin dari golongan fenol dalam daun jambu biji mempunyai aktivitas antimutagenik. Tanin dan polifenol mempunyai aktivitas antidiare dan antimikroba. Kandungan minyak atsiri dalam daun jambu biji mempunyai aktivitas antiinflamasi dan analgesik. Ekstrak daun mempunyai aktivitas antioksidan. Kandungan astrinet yang terdapat pada jambu biji mnmpu meningkatkan tekstur kulit serta membuat kulit yang mulai kendur menjadi kencang kembali.

RESEP
Untuk kepraktisan daun jambu biji biasa dikeringkan dan dibuat teh, jadi tinggal seduh saja sudah bisa mendapatkan khasiat yang terkandung di dalamnya. Teh daun jambu biji efektif menurunkan glukosa darah pada penderita diabetes. Meminum seduhannya dapat menghambat kerja enzim alpha-glukosidase yang berperan dalam meningkatkan kadar gula darah.

Diare
Resep 1:30 g daun jambu biji ditambah segenggam tepung beras yang telah digongseng, ditambah air secukupnya, digodok, dan diminum sehari 2 kali.
Resep 2: 3 sendok teh buah adas, 5 lembar daun jambu biji, 10 cm kulit batang pulasari, digodok dengan air selama 30 menit, setelah dingin disaring, dan cairannya diminum pagi dan sore masing-masing ½ gelas.

Disentri
6 g daun jambu biji, 1 g kayu secang, 1 g rasuk angin, 5 g daun patikan cina, 7 g daun pegagan, 2 buah kayu ules, 1 umbi bawang merah, digodok dengan 120 ml air. Airnya diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Sariawan usus
2 ruas kunyit disangrai, 1 buah kayu ules, 3 lembar trawas, 7 lembar daun jambu biji, 3 buah ketumbar, 1 ruas jari kayu pulasari dan 2 buah jinten hitam digodok dengan air secukupnya. Airnya diminum sehari sekali.

Keputihan
2 genggam daun jambu biji, 7 helai daun sirih digodok dengan air 200 ml, diminum 2 kali sehari bagian beningnya.

Kencing manis
1 buah jambu biji mengkal dipotong-potong, digodok dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 gelas, disaring, dan diminum 2 kali sehari

Luka, luka berdarah
Daun segar dilumatkan, dan ditempelkan ke tempat yang sakit.

Sariawan
1 genggam daun dan 1 jari kulit batang jambu biji digodok dengan 1 l air sampai mendidih, disaring, dan diminum 2 kali sehari.

Perut Kembung pada anak
3 lembar daun jambu biji muda dan segar ditambah ½ jari kulit batang pulasari dan 5 butir adas, digodok dengan 2 cangkir air hingga mnejadi 1 cangkir, kemudian disaring, dan diminum.

Muntaber (kolera)
Daun pisang biji dan daun jambu biji ditumbuk, dicampur dengan teh. Seduh dengan satu gelas air, peras dan saring, lalu diminum sekali habis. Lakukan 3-4 kali Sehari selama 4 hari berturut-turut.

Maag
10 g daun jambu biji, 10 g bunga belimbing, 20 g kayu manis dan 10 g jintan, tumbuk sampai halus. 5 g jahe diiris, dan dimasukkan ke dalam bahan yang Sudah ditumbuk. Tuang ke air masak secukupnya. Minum 3 sendok makan tiap pagi dan sore.

Lengkuas | Alpinia galanga

lengkuas

lengkuas

LENGKUAS (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering dipakai oleh kaum wanita dikenal sebagai penyedap masakan. Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 m. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang 1.200 m dpi. Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varitas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan varitas berimpang umbi merah. Lengkuas berimpang umbi putih inilah yang dipakai penyedap masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah digunakan sebagai obat. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri dari susunan pelepah-pelepah daun. Daun-daunnya berbentuk bulat panjang dan antara daun yang terdapat pada bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada bagian ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas. Syarat Tumbuh a. Iklim 1. Ketinggian tempat 1.200 m dpl, curah hujan tahunan: 2.500-4.000 mm/tahun. Suhu udara: 29-25°C dengan kelembapan sedang dan penyinaran tinggi Jenis tanah adalah latosol merah cokelat, andosol, aluvial dengan tekstur lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah, lateristik. Drainase baik dengan kedalaman air tanah: 50 – 100 cm dari permukaan tanah. Kedalaman perakaran 10-30 cm dari permukaan tanah dengan kesuburan sedang-tinggi

Senyawa kimia yang terdapat pada Lengkuas galanga antara lain mengandung minyak atsiri, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol dan kristal kuning. Rimpang lengkuas memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur filamentus, meskipun tidak kuat.

CARA MENDAPATKAN LENGKUAS
Perbanyakan tanaman dengan rimpang atau anakan. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian gulma dan hama serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian dari 200-1.000 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang.

KHASIAT LENGKUAS
Lengkuas memiliki aktivitas berbagai terapi, yaitu antiinflamasi, analgesik, antiallergic, antijamur, antidiabetik, antibakteri, antiulcer, imunostimulan, antikanker, antioksidan, antidermatophytic. Lengkuas dipercaya dapat mengobati rematik, sakit limpa, penyakit rematik, gairah seks, nafsu makan, bronkitis, morbili, dan panu.

RESEP
1. Reumatik
a. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam kampung.

Cara membuat:
lengkuas dipan . untuk diambil airnya, telur ayam,
kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya, kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.

Cara menggunakan:
diminum 1 kali sehari.
b. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa.

Cara membuat:
semua bahan direbus bersama-sama hingga airnya tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu.

2. Sakit Limpa
Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

3. Membangkitkan Gairah Seks
Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica, 1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.

Cara membuat:
umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.

Cara menggunakan:
diminum.

4. Membangkitkan Nafsu Makan
a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.

Cara membuat:
Semua bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.

b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit adas pulawaras.

Cara membuat:

Semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari.

5. Bronkhitis
Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing 2 rimpang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda, 0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.

Cara membuat:

Semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

6. Morbili
Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.

Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur dengan bahan lainnya sampai halus. Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar.

7. Panu
Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya.

Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus. Cara menggunakam: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan sore.
Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus.

Cara membuat:
rimpang lengkuas dipotong-potong. Cara menggunakan: bagian yamg sakit digosok-gosok dengan potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengaan spirtus.

Karuk | Piper sarmentosum

karuk

karuk

KARUK disebut Piper sarmentosum Roxb. Ex. Hunter atau Chavica sartnentosa Miq. atau Piper diffusum. Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan Piperaceae. Nama daerah tanaman ini dikenal dengan karuk, cabean, kado-kado, sirih tanah, amelun une atau gofu tofere.

Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain buah, daun dan akar mengandung saponin dan polifenol, flavonoida dan minyak atsiri. Bagian yang digunakan untuk pengobatan akar, daun dan buah.

CARA MENDAPATKAN KARUK
Perbanyakan tanaman karuk dapat menggunakan setek batang.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, buah dan akar

KHASIAT KARUK
Tanaman ini memiliki khasiat daunnya pedas sebagai peluruh lendir. Akarnya pedas sebagai peluruh air seni dan batu empedu. Selain itu mengobati asma, susah kencing, sakit perut, malaria, nyeri tulang, nyeri gigi dan panu.

RESEP
Susah kencing (peluruh air seni):
Akar segar 8 g, dicuci, direbus dengan 3 gelas air
selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.

Asma:
Daun segar 5 lembar dicuci bersih, dilumatkan seperti bubur dan disedu dengan air setengah gelas, dinginkan, saring, minum. Sehari dua kali.

Sakit Perut:
Buah 1 – 3 g direbus, disaring lalu diminum airnya.

Malaria:
Akar karuk 60 g direbus dalam anggur dan air, minum.

Batuk, asma, nyeri gigi:
Akar segar 10 g (kering 3 g) ditumbuk halus, sedu dengan air panas satu cangkir, tunggu sampai hangat, minum . Lakukan 1-5 kali sehari tergantung sakitnya.

Nyeri tulang, panu: Daun ditumbuk halus, tempelkan ke tempat sakit.

DOSIS:
Usia 1-5 tahun, daun karuk 1-3 lembar, jinten 0,5 sendok teh, kencur 0,5-1 ruas

Usia 6-13 tahun, daun karuk 3-5 lembar, jinten 1 sendok teh, kencur 1-1,5 ruas

Usia 14-21 tahun, daun karuk 5-7 lembar, jinten 1,5 sendok teh, kencur 1,5-2 ruas

Usia 22- bebas, daun karuk 7-9 lembar, jinten 2 sendok teh, kencur 2-2,5 ruas

WAKTU MINUM: pagi siang dan malam masing-masing satu kali minum setelah makan.

PANTANGAN: Hindari makanan yang mengandung lemak, santan, gorengan, vetsin, sambal, saos, kangkung dan daun singkong. Minuman yang berakohol, yang bersoda, minuman kaleng, yang mengandung bahan pengawet, es dan cuka. Buah-buahan: nangka, durian, semangka, nanas dan pisang ambon.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by