obat tradisional amandel

Amandel | Tonsilitis

Bahan:
buah kapulaga

Cara membuat:
Buah direbus dan dimakan.

Daun Duduk | Desmodium triguetrum

daun-duduk

daun-duduk

Kandungan
a. tannin
b. alkaloida hipaforin
c. trigonelin
d. bahan penyamak
e. asam silikat
f. saponin
g. flavonoida

Manfaat
a. mengatasi pingsan karena udara panas
b. menyembuhkan radang amandel
c. menyembuhkan gondongan
d. menyembuhkan radang ginjal
e. menyembuhkan infeksi cacing pita
f. mengatasi kurang gizi pada anak
g. menghilangkan muntah dan mual pada ibu hamil
h. mengatasi keracunan
i. menyembuhkan TBC
j. mengatasi rematik
k. menyembuhkan luka

Pengobatan dari luar
daun duduk secukupnya

Cuci bersih dan tumbuk halus. Setelah itu, tempelkan pada bagian yang sakit (rematik, luka). Ikat dengan kain kasa agar tidak terlepas dan ganti tiap jam agar cepat sembuh.

Pengobatan dari dalam
daun duduk secukupnya
air secukupnya

Cuci bersih daun duduk, rebus dengan air hingga mendidih. Saring dan dinginkan. Minum saat masih hangat dan lakukan 2-3 kali setiap hari sampai sembuh. Selain itu, cara ini juga dapat digunakan untuk mandi atau merendam bagian tubuh tertentu bagi mereka yang mengalami pegal-pegal atau capek berlebihan karena kerja keras.

Benalu | Loranthus

benalu

benalu

Deskripsi
Benalu merupakan jenis tumbuhan parasite obligat, menempel pada dahan-dahan pohon kayu lain dan mengisap mineral yang larut. Bunga benalu berkelamin tunggal biji buahnya mengandung getah. Pengembangbiakannya melalui binatang atau burung yang memakan biji buah benalu tersebut.

Nama Daerah
Kemlandean (Jawa)

Kandungan
Dapat ditentukan

Khasiat
Dapat digunakan untuk mengobati tumor, kanker, amandel, dan campak.

Bagian yang digunakan
Batang dan daun.

Saga | Abrus precatorius

saga

daun saga

Tanaman saga berupa perdu merambat, membelit dengan panjang 6-9 m. Batang bulat, berkayu, percabangan simpodial (percabangan tumbuhan antara batang pokok dengan percabangannya sulit dibedakan atau ditentukan), bila masih muda warnanya hijau dan setelah tua berwarna hijau kecokelatan. Daun majemuk, berselang-seling, menyirip ganjil, anak daun 8-18 pasang, bentuk daun bulat telur, ujung meruncing dan pangkalnya bulat, tepi daun rata dengan panjang 6-25 mm dan lebar 3-8 mm, berwarna hijau. Bunga majemuk, berbentuk tandan, bagian bawah berkelamin dua, bagian atas hanya terdiri dari bunga jantan, kelopak bunga bergerigi pendek, berbulu, berwarna hijau, benang sari menyatu pada tabung, panjang tangkai sari ±1 cm, berwarna putih, warna kepala sari kuning, tajuk bunga bersayap, berkuku pendek, lebar ±1 cm, pangkal bunga berlekatan pada tabung sari, berwarna ungu muda hingga kemerah-merahan. Buah polong, panjangnya 2-5 cm, jumlah buah 3-6 buah dan berwarna hijau. Bentuk biji bulat telur, keras, panjangnya 6-7 mm dan tebalnya 4-5 mm, warnanya merah bernoda hitam. Akar tunggang dan berwarna cokelat kotor.

Saga memiliki kandungan kimia seperti abrine, precatorine, chline, trigoneline, squelene dan asam galat. Saga memiliki rasa pedas, pahit dan sangat beracun (biji).

CARA MENDAPATKAN SAGA

Cara budidaya dengan biji vang dipelihara dengan sangat mudah yaitu dengan penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban serta dengan sedikit pemupukan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1-1.000 m dpl, pada berbagai macam tanah, dengan curah hujan 1.500-4.500 mm/tahun.memerlukan sedikit atau sebagian naungan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Biji, akar, daun.

KHASIAT SAGA
Tumbuhan saga berkhasiat sebagai obat sariawan, obat batuk dan obat radang tenggorokan serta epilepsi. Selain itu saga juga memiliki aktivitas sebagai analgesik (obat penahan sakit), anthelmintik (obat untuk menghancurkan cacing atau parasit), anti bakteri, anti diare, anti jamur, anti peradangan, antipasmidik (obat untuk mengobati gejala seperti nyeri dan kejang pada sindrom iritasi usus), anti tumor dan anti virus.

Daun saga berfungsi sebagai penyejuk pada kulit dan selaput lendir, akar sebagai emetikum atau perangsang muntah, akar dan batang berfungsi sebagai anti radang, diuretic (dapat meningkatkan produksi air kencing).

RESEP
Biji, akar, dan daun saga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, sedangkan biji saga sangat beracun sehingga perlu kehati-hatian dalam penggunaannya.

1. Infeksi cendawan, scabies, radang kulit bernanah, dan eksim
Ambil biji saga secukupnya, cucu bersih, dan tumbuk halus. Setelah halus tambahkan minyak kelapa atau VCO ke dalam biji saga yang sudah ditumbuk, dan aduk hingga rata. Setelah itu oleskan ke bagian tubuh yang sakit.

2. Hepatitis dan sakit tenggorokan
Cuci bersih 17 g akar dan batang setelah dipotong potong menjadi bagian yang kecil, dan rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring rebusan, dan minum 2 kali sehari masing masing ½ gelas.

3. Serak dan amandel
Cuci segar 7 g daun segar dan 4 g daun kering, seduh dengan Vicangkir air mendidih, dan diamkan beberapa saat. Ketika dingin saring seduhan dan minum sekaligus. Gunakan 2 kali sehari dengan dosis yang sama.

4. Bronkitis
Cuci bersih 17 g daun segar dan rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring hasil rebusan, dan minum 1 kali sehari masing masing 1 gelas selama 7 hari.

5. Batuk pada anak
Cuci bersih segenggam penuh daun saga termasuk tangkainya, sebutir bawang merah, 3 butir adas, sepotong kecil kayu pulosari, dan gula batu secukupnya. Tambahkan bahan bahan dengan 2 gelas air, dan rebus selama 15 menit. Setelah dingin saring ramuan, dan minum airnya.

Bunga Pukul Empat | Mirabilis jalapa

bunga-pukul-empat

bunga-pukul-empat

BUNGA PUKUL EMPAT (Mirabilis jalapa L) adalah tanaman yang dapat tumbuh di mana saja. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai pagar pembatas rumah. Bunganya berbentuk terompet, dengan banyak macam warna, antara lain: merah, putih, jingga, kuning, kombinasi/belang-belang. Bunga pukul empat disebut pula bunga sore, disebut demikian karena bunganya mekar saat sore hari dan dapat bertahan hanya sekitar beberapa jam saja. Pada pangkal bunga saat dipetik, akan keluar setitik air yang mempunyai rasa manis.

CARA MENDAPATKAN BUNGA PUKUL EMPAT
Bunga pukul empat tumbuh di dataran rendah yang cukup mendapal sinar matahari maupun di daerah perbukitan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, akar

KHASIAT BUNGA PUKUL EMPAT
Mengobati penyakit bisul, infeksi saluran klencing, diabetes, keputihan.

RESEP
Bisul: cuci bersih 10 lembar daun kembang pukul empat, lumatkan, lalu tambahkan air garam secukupnya. Tempelkan hasil lumatan pada bisul dan daerah sekelilingnya, lalu balut dengan kain atau perban.

Infeksi saluran kencing prostatitis: rebus 9-15 g kering atau 15-30 g akar segar kembang pukul empat dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air rebusan dan minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Radang amandel: rebus 9-15 g kering atau 15-30 g akar segar kembang pukul empat dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air rebusan, dan minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Kencing manis (diabetes melitus): rebus 9-15 g kering atau 15-30 g akar segar kembang pukul empat dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air rebusan, minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Keputihan: rebus 9-15 g kering atau 15-30 g akar segar kembang pukul empat dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring air rebusan, minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Cakar Ayam | Selaginella doederleinii

cakar-ayam

cakar-ayam

TANAMAN cakar ayam memiliki nama latin Selaginella doederleinii Hieron. Di beberapa aerah tanaman yang memang berbentuk seperti cakar ayam ini lebih dikenal dengan imput solo, cemara kipas gunung (Jawa), paku rane (Sunda), menter (Jakarta), tai ntuan (Madura), usia (Ambon), sikili batu dan lingonai (Minangkabau). Sedangkan di hina, tanaman ini juga dikenal dengan nama shi shang be atau juati bai.

Cakar ayam merupakan tanaman paku-pakuan dengan batang bulat dan liat yang tumbuh tegak setinggi 15-35 cm. Batangnya juga bercabang-cabang seperti garpu, tanpa pertumbuhan sekunder dan berwarna putih kecoklatan Daunnya kecil-kecil, alus, berukuran 4-5×2 mm. Bentuknya jorong, dengan ujung meruncing dan pangkal ita. Warna daun bagian atas hijau tua dan bagian bawah hijau muda. Daun tersusun ?rhadapan sampai ke percabangan, di kiri dan kanan sepanjang batang, menyerupai kar ayam dengan sisiknya. Spora berupa 28 sproangium tereduksi berwarna putih, rdapat di ketiak daun. Akarnya berupa akar serabut berwarna cokelat kehitaman ang muncul dari percabangan batang yang berdaun. Tanaman ini bisa terdapat di •pi-tepi sungai, batu-batuan basah, atau di dinding tebing atau jurang basah dengan awa dingin dan tempat yang teduh.

Cakar ayam mengandung alkaloid, saponin, dan fitosterol. Selain itu, cakar ayam juga ketahui mengandung alkaloid glikosida, lignan, fenilpropanon, dan biflavonoid.

CARA MENDAPATKAN CAKAR AYAM
Perbanyakan tanaman menggunakan stump (bibit yang berasal dari semai yang telah hilangkan seluruh daun dan bulu-bulu akarnya sehingga yang tersisa hanya sebagian tang dan sebagian akar utama). Perawatan dengan cara penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar. Cakar ayam tumbuh  di ketinggian 400-750 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT CAKAR AYAM
Cakar ayam diketahui berkhasiat untuk menurunkan panas dan melancarkan aliran darah, antitoksik, menghentikan pendarahan, mengobati koreng dan mengurangi bengkak, serta mengobati penyakit yang berhubungan dengan saluran napas seperti batuk, infeksi saluran nafas, radang paru, dan tonsilitis, bahkan benjbagai sebagai antikanker pada kanker tenggorokan. Selain itu, cakar ayam juga berkhasiat untuk mengobati hepatitis, infeksi saluran kencing, perut busung, keputihan, dan patah tulang. Cakar ayam juga memiliki aktivitas antioksidan. Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan
untuk pengobatan, seperti rematik jika dihaluskan dan dan dioleskan ke bagian tubuh yang rematik, atau jika direbus dan airnva diminum berkhasiat untuk mengobati diare.

RESEP
Kanker
60 g cakar ayam kering direbus 3-4 jam dengan api kecil. Air rebusan diminum setelah dingin.

Batuk, radang paru, radang tenggorokan, radang amandel (tonsilitis)
30 cakar ayam direbus dan air rebusannya diminum.

Patah tulang
15-30 g cakar ayam segar direbus dan air rebusannya diminum. Jika patah tulang tertutup, bisa digunakan untuk pengobatan luar, dengan melumatkan cakar ayam dan ditempelkan pada bagian yang patah.

Nusa Indah Putih | Mussaenda pubescens

nusa-indah-putih

nusa-indah-putih

Nama asing
Splash of white

Perdu dengan ranting yang naik, tinggi 1-2 m, cabang kecil ditumbuhi rambut halus. Tumbuh liar pada lereng bukit, semak-semak, atau dipelihara sebagai tanaman hias.

Daun tunggal, bertangkai, dengan daun penumpu. Bentuk daun bundar telur, letak berhadapan bersilang, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, tulang daun menyirip, berambut halus, panjang 5-8 cm, lebar 2-3,5 cm.

Bunga majemuk di ujung tangkai berbentuk payung, bunganya kecil berbentuk teropet, warnanya kuning, panjang 2 cm, dengan daun pelindung berwarna putih. Buahnya buah buni, bulat memanjang, panjang 8-10 mm, lebar 6-7,5 mm.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Batang: Rasa sedikit manis, agak pahit, sejuk. Penurun panas (antipiretik), membersihkan darah, antiradang, menetralisir racun, melancarkan peredaran darah.

Akar: manis, netral

Kandungan kimia
1. Batang mengandung betasitosterol, arjunolic acid, stigmasterol
2. Daun mengandung betasitosterol

Bagian yang dipakai
Batang, daun, akar

Kegunaan
Batang, daun:
influenza, demam, pingsan karena udara sangat panas (heat stroke), batuk, radang amandel, radang tenggorok (pharyngitis), radang ginjal, bengkak (edema), disentri, diare, keracunan makanan, perdarahan pada wanita, gigitan ular belang, koreng, bisul, luka

Akar:
cacingan pada anak, masuk angin setelah bersalin, sakit pinggang, tumor payudara

Pemakaian
Untuk minum:
Batang: 15-30 g (segar 30-60) digodok atau ditumbuk dan air perasannya diminum.
Akar: 30-60 g digodok atau digiling menjadi bubuk
Pemakaian luar: Lumatkan dan bubuhi ke tempat yang sakit

Cara pemakaian:
Diare akut, disentri: 30-60 batang, daun segar setelah dicuci bersih, digodok dg 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, disaring lalu diminum.

Bisul: Tanaman segar setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus dan dibubuhi ke tempat yang sakit.

Keracunan makanan: Daun segar setelah dicuci bersih, ditumbuk, air perasannya diminum.

Demam, heat stroke: 12 g batang Mussaenda, 10 g daun poko, 3 g Mentha arvensis, seduh dengan air panas, minum.

Air kemih sedikit: 30 batang Mussaenda, 60 g batang segar, Lonicera japonica, 30 g Plantago major (Daun sendok), godok, minum.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by