obat herbal diabetes

Diabetes

Ramuan 1

5 g akar adem ati
4 lembar daun salam segar
140 ml air

Rebus hingga mendidih. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore, masing-masing 100 ml.

Ramuan 2

alpukat

Biji alpukat diiris tipis dan dijemur hingga kering. Biji alpukat yang telah kering selanjutnya disangrai lalu diblender. Serbuk biji alpukat yang telah halus dimasukkan ke dalam kapsul. Minum kapsul tersebut 1 kali sehari.

Ramuan 3

1 buah apel
madu murni secukupnya
es batu secukupnya

Konsumsi apel secara langsung atau dijus dengan menambahkan es batu dan madu asli. Bagi penderita diabetes, konsultasikan dengan dokter berapa kadar madu yang boleh dikonsumsi setiap hari.

Ramuan 4

biji asam jawa

Biji asam jawa ditumbuk lalu dicampurkan dengan air dan direbus. Air rebusan ini diminum untuk mengobati diabetes.

Ramuan 5

4 g umbi bawang merah
15 g buncis
10 helai daun salam

Rajang bawang merah, buncis, dan daun salam. Tambahkan 120 ml air. Minum sehari 1 kali 100 ml. Ulang selama 14 hari.

Ramuan 6

20 g bawang putih

Konsumsi bawang putih secara rutin setiap hari. Caranya bisa dengan direbus, digoreng, atau ditambahkan dalam masakan konsumsi. Penurunan gula darah akan terlihat sekurang-kurangnya dalam waktu 4 minggu.

Ramuan 7

bayam merah

Bayam merah juga dikenal luas sebagai sayur. Untuk mendapatkan berbagai manfaat dari bayam merah biasanya cukup dikonsumsi dalam bentuk sayur. Berbagai modifikasi pengolahan bayam sangat diperbolehkan seperti diolah dalam bentuk keripik, jus, maupun campuran makanan. Yang penting, kondisinya baik dan jumlahnya mencukupi.

Ramuan 8

2 buah bengkuang

Kupas, parut, dan peras bengkuang. Air perasan itulah yang diminum setiap pagi dan malam. Lakukan secara rutin selama sebulan.

Ramuan 9

3 sendok makan beras ketan hitam
250 cc air panas

Ketan dimasukkan ke dalam mangkok besar. Tambahkan air panas. Biarkan sampai dingin. Setelah itu, saring airnya dan minum selagi hangat. Lakukan 2 kali sehari. Lakukan secara rutin dan terus-menerus. Dalam waktu 1 minggu sudah terlihat hasilnya.

Ramuan 10

beras merah

Untuk mendapatkan manfaat beras merah yang beragam, cukup konsumsi saja beras merah secara berkala. Sebaiknya bergantian dengan konsumsi beras putih. Selain dibuat nasi, beras merah juga dapat dibuat menjadi berbagai makanan olahan yang lezat, seperti bubur dan kue-kue.

Ramuan 11

100 g umbi bidara upas, cuci bersih, parut, peras dengan sepotong kain

Minum setiap pagi ½ jam sebelum makan.

Ramuan 12

⅓ genggam daun sambiloto
⅓ genggam daun kumis kucing
6 cm batang brotowali, cuci, potong-potong

Rebus semua bahan dengan 3 gelas air hingga menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2x 1 gelas.

Ramuan 13

buah merah

Jika ingin mendapatkan manfaat buah merah, masukkan sari buah merah dalam menu harian kita.

Ramuan 14

250 g buah naga

Konsumsi setiap pagi dan sore selama 8 hari berturut-turut. Pada masa ini sebaiknya penderita diabetes tidak mengonsumsi nasi. Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan makanan pengganti nasi yang sesuai sebagai sumber karbohidrat.

 Ramuan 15

250 g buncis

Potong ujung-ujungnya, cuci bersih, kukus 15 menit. Makan seperti lalapan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Ramuan 16

9-15 g kering atau 15-30 g akar segar kembang pukul empat

Rebus dengan 4 gelas air hingga tersisa setengahnya. Saring air rebusan, minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Ramuan 17

cincau hitam

Cincau hitam sangat dikenal di kalangan masyarakat sebagai minuman segar. Jika ingin mendapatkan manfaat dari cincau hitam, cukup konsumsi cincau hitam setiap hari.

Ramuan 18

ciplukan

Tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan. Tumbuhan dilayukan, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 1 gelas. Saring. Air rebusan diminum 1 kali sehari.

Ramuan 19

7 g daun dandang gendis

Rebus dengan 110 ml air. Minum airnya sebanyak 100 ml untuk mengatasi diabetes.

Ramuan 20

10 lembar daun salam
20 g daun sambiloto
750 cc air

Cuci bersih semua bahan, rebus hingga mendidih dan air tersisa hingga ⅓-nya. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari. Lakukan secara rutin selama 3 bulan.

Ramuan 21

15 biji duwet
1.000 cc air

Duwet dicuci bersih, tumbuk halus dan rebus sampai mendidih. Setelah itu, air dibagi menjadi 3 bagia. Munum dalam kondisi dingin 3 kali sehari. Lakukan setiap hari sampai badan erasa segar dan gula darah akan terkontrol. Konsultasikan dengan dokter bila ingin menggunakannya dalam jangka panjang.

Ramuan 22

ginseng

Di masa kini ginseng dapat ditemukan dengan mudah dalam berbagai bentuk olahan, seperti teh, serbuk, ekstrak, pil, kapsul, madu, dan berbagai jenis produk kesehatan olahan yang berbahan dasar ginseng dengan campuran bahan-bahan alami lainnya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan berbagai manfaat ginseng, cukup konsumsi produk olahan ginseng tersebut secara rutin. Konsultasikan dengan dokter untuk pemakaian jangka panjang agar tidak terjadi kelebihan dosis.

Ramuan 23

Herba iler lengkap (batang, daun, bunga) dan adas pulowaras secukupnya

Rebus dengan 1 liter air sampai mendidih. Minum 2 kali sehari ½ gelas, pagi dan sore.

Ramuan 24

jagung

Jagung sangat mudah ditemukan di mana-mana. Untuk mendapatkan manfaat dari jagung, cukup mengonsumsi jagung setiap hari dalam jumlah secukupnya. Bisa diolah dalam bentuk sayur, makanan ringan, makan pengganti beras sesekali, atau berbagai jenis olahan yang mengundang selera.

Ramuan 25

1 buah jambu biji mengkal, potong-potong, godok dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 gelas, saring, minum 2 kali sehari.

Ramuan 26

kulit batang dan daun jambu monyet

Rebus dengan air hingga tinggal setengahnya. Minum untuk mengobati diabetes.

Ramuan 27

jamur kuping putih

Jamur kuping putih sangat terkenal sebagai bahan masakan yang enak. Untuk mendapatkan manfaatnya dalam mencegah berbagai penyakit, cukup konsumsi jamur secukupnya, baik sebagai bahan salad, sup, maupun digoreng bersama sayuran dan daging.

 Ramuan 28

jamur lingzhi

Jamur lingzhi sudah dikenal sebagai jamur untuk pengobatan. Oleh karena itu, jamur lingzhi sudah banyak diolah dalam bentuk kapsul yang dapat dibeli di toko-toko herbal. Konsultasikan dengan dokter atau ahli herbal yang terpercaya.

Ramuan 29

jamur shiitake

Jamur shiitake dikenal sebagai jamur makanan. Untuk mendapatkan manfaatnya cukup mengonsumsi secara rutin dalam bentuk sayur, salad, digoreng bersama daging, kripik, dll.

Ramuan 30

jamur tiram

Jamur tiram dikenal sebagai jamur makanan. Untuk mendapatkan manfaatnya, cukup mengonsumsi secara rutin dalam berbagai olahan.

Ramuan 31

jombang

30 g herba jombang segar, dicuci, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.

Ramuan 32

kacang kapri

Secara umum, kacang kapri dikonsumsi sebagai lalapan, baik secara langsung maupun direbus terlebih dahulu. Untuk mendapatkan manfaatnya, sebaiknya biasakan mengonsumsi secara rutin dan dimasukkan ke dalam daftar menu.

Ramuan 33

30 g kacang kedelai hitam
750 cc air

Rebus hingga mendidih hingga air tinggal ⅓-nya. Dinginkan dan saring. Minum airnya setiap hari secara rutin. Hasil baru kelihatan setelah 1 bulan. Cara ini digunakan juga untuk menyembuhkan sakit ginjal.

Ramuan 34

kacang merah

Kacang merah bisa dinikmati sebagai sayur, es, kolak, dan lain-lain. Untuk mendapatkan manfaatnya dalam mencegah berbagai penyakit, cuup membiasakan diri makan kacang merah ini dalam olahan yang disenangi.

Ramuan 35

12 lembar daun kacapiring
2 gelas air

Rebus hingga mendidih hingga tersisa setengahnya. Minum sekaligus. Ulangi setiap hari

Ramuan 36

1 genggam biji kedelai hitam
3 gelas air

Rebus kedelai hingga tinggal 1 gelas. Saring. Minum airnya 1 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Ramuan 37

3 lembar daun kejibeling

Daun kejibeling mentah dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.

Ramuan 38

daun bunga pukul empat secukupnya
bunga secukupnya
4 butir biji kembang pukul empat
air secukupnya

Semua bahan direbus hingga mendidih. Saring dan dinginkan. Setelah itu, minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Ramuan 39

8 butir buah kenari

Konsumsi selama 3 minggu berturut-turut. Ini akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk menghambat pertumbuhan tumor. Konsultasikan dengan dokter bila ingin menggunakan dalam jangka panjang.

Ramuan 40

3 rimpang kunyit
½ sendok teh garam

Rebus kedua bahan tersebut, rebus dengan 1 liter air hingga mendidih. Saring. Minum 2 kali seminggu masing-masing ½ gelas.

Ramuan 41

labu parang

Labu parang atau waluh paling banyak digunakan sebagai makanan pendamping seperti kolak, puding, kue, keripik, dodol, dan lain-lain. Untuk mendapatkan manfaatnya,  cukup konsumsi secara rutin.

Ramuan 42

labu siam

Untuk mendapatkan manfaat labu siam yang sangat banyak, masyarakat secara luas telah mengonsumsi labu siam ini sebagai sayuran, lalapan, gulai, dan modifikasi produk sesuai perkembangan zaman.

Ramuan 43

2 batang daun lidah buaya, cuci, buang durinya, potong-potong

Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

Ramuan 44

5-7 iris daging buah mahkota dewa kering
7 lembar daun sambiloto
3 lembar daun mimba
7 lembar daun sendok

Cuci semua daun kemudian rebus dengan 3 gelas air. Jika air sudah mendidih, angkat, saring. Minum ½ gelas, 3x sehari.

Ramuan 45
½ sdt serbuk biji mahoni, seduh dengan ⅓ cangkir air panas. Minum 2-3x sehari ½ jam sebelum makan, minum selagi hangat.

Ramuan 46

mengkudu

Mengkudu sudah banyak dimanfaatkan dan diolah secara modern dalam bentuk kapsul, ekstrak, jus, jamu gendong, dan lain-lain untuk pengobatan.

Ramuan 46

petai cina

Biji petai cina yang sudah tua dan kering digoreng tanpa minyak dan ditumbuk halus (dibuat bubuk), kemudian ambil 1 sendok dan seduh dengan air panas (seperti membuat kopi) lalu diminum 1 kali sehari 1 gelas.

Ramuan 47

3 sisir pisang
kelapa muda diparut secukupnya

Pisang dihancurkan sampai halus, kedua bahan ini dikukus bersama-sama selama 10 menit. Setelah itu, hasil kukusan dibagi menjadi 3 bagian dan dimakan 3 kali sehari. Lakukan setidaknya 30 hari untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Ramuan 48

Sangrai 5 biji rambutan, giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1-2 kali sehari.

Ramuan 49

7 lembar daun salam

Cuci bersih lalu rebus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, bagi untuk 2 kali minum.

Ramuan 50

½ genggam daun sambiloto segar, rebus dengan 3 gelas air bersih hingga tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin, saring lalu minum setelah makan, 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Ramuan 51

Petik 3 lembar daun sirih merah setengah tua dan daun keenam atau ketujuh dari pucuk. Cuci bersih semua daun, kemudian iris kecil-kecil. Rebus dengan air sebanyak 3 gelas (600 ml) sampai mendidih dan tersisa setengahnya. Minum sehari tiga kali sebelum makan

Ramuan lain, ambil 3 lembar sirih merah ukuran sedang, 40 g kulit kayu gayam yang sudah dibersihkan bagian luarnya, dan 30 g kulit kayu jamblang kering. Bahan-bahan ini diseduh dengan 2 gelas (400 ml) air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Saring, minum sehari dua kali setiap pagi dan sore hari sebelum makan. Sekali minum setengah gelas.

Ramuan 52

stevia

Cara membuat formula pengganti gula bagi penderita diabetes. Gunakan 4-6 lembar daun segar. Seduh dengan 1 gelas air matang panas. Setelah dingin, saring, kemudian dapat diminum secara langsung atau dicampur madu. Sari daun stevia dapat digunakan dalam campuran kopi, teh, atau makanan.

Ramuan 53

tabat barito

Seluruh bagian tanaman direbus kemudian airnya diminum.

Ramuan 54

10-16 lembar daun tapak dara

Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Setelah dingin diminum. Ulangi sampai sembuh.

35-45 g daun tapak dara kering, adas pulawaras

Rebus bahan tersebut dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Setelah dingin, minum. Ulangi sampai sembuh.

3 lembar daun tapak dara
15 kuntum bunga tapak dara

Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Minum pagi dan sore setelah makan.

Ramuan 55

daun tapak liman secukupnya
500 cc air

Cuci bersih dan rebus hingga setengahnya. Saring dan dinginkan. Minum setiap sore atau menjelang tidur. Cara ini dapat pula digunakan untuk memperlancar buang air kecil. Waktu minumnya boleh sembarang.

Ramuan 56

tebu

Tebu dibuat jus lalu diminum. Dapat disaring terlebih dahulu. Jika diminum secara teratur dapat menjaga kadar glukosa darah.

Ramuan 57

100 g ubi jalar, kupas, cuci, potong-potong secukupnya
15 g kulit labu siam, cuci, potong-potong secukupnya
50 g alpukat, kupas, cuci, potong-potong
1000 cc air
madu murni secukupnya

Semua bahan direbus hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Setelah itu, saring dan dinginkan. Minum airnya 2 kali sehari. Boleh ditambahkan madu murni secukupnya agar tidak tawar.

Beras Ketan Hitam | Oryza sativa glutinosa

beras-ketan-hitam

beras-ketan-hitam

Kandungan
a. antosianin
b. antioksidan

Manfaat
a. mengontrol kadar gula dalam darah
b. meredakan stres

Ramuan tradisional mengontrol gula darah
3 sdm beras ketan hitam
248 cc air panas

Masukkan ketan ke dalam mangkok besar, tambahkan air panas. Biarkan sampai dingin. Setelah itu, saring airnya dan minum selagi hangat. Lakukan 2 kali sehari. Lakukan secara rutin dan terus-menerus. Dalam waktu 1 minggu sudah kelihatan sehari.

Dandang Gendis | Clinacanthus burmandii

dandang-gendis

dandang-gendis

DANDANG gendis dengan nama latin Clinacanthus burmannii merupakan tanamar perdu yang tumbuh tegak dan memanjang dengan tinggi 2-3 m. Batangnya berkayu tegak, beruas dan berwarna hijau. Daunnya tunggal berhadapan dengan bentuk lanset yang panjangnya 8-12 mm dan lebar 4-6 mm. Tulang daunnya menyirip berwarna hijau. Bunganya majemuk berbentuk malai terletak di ketiak daun dan di ujung batang. Mahkota bunganya berbentuk tabung dengan panjang 2-3 cm berwarna merah muda. Buahnya berbentuk kotak memanjang berwarna cokelat.

CARA MENDAPATKAN DANDANG GENDIS
Perbanyakan tanaman dengan stek. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl. Tanaman ini dapat di Indonesia, sering ditanam sebagai tanaman pagar.

BAGIAN TAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT DANDANG GENDIS
Daun dandang gendis dimanfaatkan untuk obat buang air berlendir, untuk diabetes dan dilaporkan memiliki aktivitas antiherpes, anti HSV-1F dan anti virus.

RESEP
Sebanyak 7 g daun dandang gendis direbus dengan air 110 ml, airnya diminum sebanyak 100 ml untuk mengatasi diabetes.

Keji Beling | Strobilanthes crispus

kejibeling

kejibeling

TANAMAN keji beling (Strobilanthes crispus) atau Sericocalyx crispus L adalah tanaman erna yang biasa ditanam masyarakat sebagai tanaman pagar, bisa tumbuh hampir iiseluruh wilayah Indonesia. Tanaman ini juga sebagai tanaman herba liar hidup menahun yang banyak manfaatnya bagi kesehatan dalam penyembuhan beberapa penyakit. Dalam bahasa lokal keji beling dikenal dengan sebutan: ngokilo, enyah kilo, k.ecibeling (Jawa), picah beling (Sunda).

Batang pohonnya berdiameter antara 0,2 – 0,7 cm. Kulit luar berwarna ungu dengan bintik-bintik hijau dan apabila menjadi tua berubah menjadi cokelat. Daun ngokilo berbentuk bulat telur, pada tepinya bergerigi dengan jarak agak jarang, berbulu halus lampir tak kelihatan. Panjang helaian daun (tanpa tangkai) berkisar antara 5-8 cm (ukuran normal) dan lebar daun kira-kira 2-5 cm.

Tumbuhan ini mudah berkembang biak pada tanah subur, agak terlindung dan di empat terbuka. Ketinggian tempat: 1 m -1.000 m dpl. Curah hujan tahunan: 2.500 mm • 4.000 mm/tahun. -Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 8 bulan – 9 bulan. -Bulan kering (di bavvah 60 mm/bulan): 3 bulan -4 bulan. -Suhu udara: 20- 25°C,. -Kelembapan: sedang. -Penyinaran: sedang. -Tanah -Tekstur: pasir sampai liat. -Drainase: sedang- baik. -Kedalaman air tanah: 25 cm dari permukaan tanah. -Kedalaman perakaran: 5 cm Jari permukaan tanah. -Kemasaman (pH): 5,5 – 7. -Kesuburan: sedang.

Pedoman Bertanam -Pengolahan Tanah: -Buatkan lubang tanam berukuran 25x25x25 cm. -Persiapan bibit: -Perbanyakan tanaman kejibeling dilakukan dengan stek. -Penanaman -Stek ditanam pada lubang tanah yang telah disiapkan dengan jarak tanam l x l m.

Keji Beling adalah suatu jenis tumbuhan yang berbatang basah dan sepintas lalu nenyerupai rumput berbatang tegak. Di Jawa tanaman ini banyak terdapat di pedesaan /ang tumbuh sebagai semak. Daun kejibeling mengandung unsur-unsur mineral seperti calium, natrium, kalsium dan beberapa unsur lainnya. Selain itu kejibeling mengandung laponin, flavonoid, terpenoid dan fenolik

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT KEJI BELING
Mengobati tumor, diabetes melitus, lever (sakit kuning), ambeien (wasir), kolesterol, maag, kena bisa ulat dan semut hitam, peluruh air seni (diuretik), anti diabetes, tumor, menghancurkan batu dalam empedu, batu ginjal, dan batu pada kandung kemih serta memiliki potensi sebagai antikanker.

RESEP
Tumor
Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
Cara pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.

Diabetes Mellitus
Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur.

Belimbing | Averhoa carambola

belimbing

belimbing

BELIMBING (Averhoa Carambola L) merupakan pohon kecil yang berbatang keras dengan tinggi 5-12 m ini,berasal dari Jawa dan Kalimantan. Ciri-ciri umum daunnya bersirip ganjil dengan warna kekuningan sampai hijau muda, bunganya kecil dalam untaian yang berwarna putih kemerahan, buahnya seperti buni, bulat memanjang sekitar 4-13 cm, dengan 5 rusuk yang tajam dengan kulit buah yang tipis,warnanya kuning muda dan banyak mengandung air. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang asam dan air yang cukup banyak, terlebih lagi bila hidup ditempat teduh, belimbing termasuk tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Buah belimbing mengandung glukosida, vitamin A, B, dan vitamin C, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, pectin dan niacin. Sifat kimia buah adalah rasa asam, manis, dan netral.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING
Perbanyakan tanaman dengan biji dan cangkok. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 800-2.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah dan daun

KHASIAT BELIMBING
Dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi dan menghilangkan panu pada kulit. Adapun efek farmakologi buah sebagai antiradang, peluruh kemih (diuretik) dan peluruh liur. Buahnya dapat digunakan sebagai obat sakit tenggorokan, tekanan darah tinggi, kencing manis, sakit perut, sakit beguk atau gondong cacar air, dan wasir demam, batuk rejan dan encok, kencing batu dan perbesaran limfe akibat penyakit malaria. Akar belimbing manis juga berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kepala dan nyeri persendian. Sedangkan daunnya dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung, radang kulit bernanah, dan bisul. Daun untuk radang lambung, radang kulit bernanah (obat luar) dan bisul (obat luar). Kandungan vitamin C yang tinggi dapat dijadikan antioksidan untuk mencegah penyebaran sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan. Sedangkan pektin pada dinding sel belimbing mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus hingga mendorong pengeluarannya.

RESEP
Darah tinggi: Makan buah belimbing yang sudah masak 2 x sehari sebanyak 2 atau 3 buah.
Kulit panu: Ambil 2 buah belimbing dan ditumbuk halus,lumaskan sambil digosok- gosok pada bagian kulit yang berpanu, lakukan ini 1 atau 2 x sehari.
Radang lambung: 6 g daun belimbing manis, 8 g rimpang kunyit segar, 7 g rimpang temu kunci dan 110 ml air, diseduh, lalu diminum sehari sekali setiap pagi 100 ml selama 14 hari. Hati-hati penderita ginjal.
Pertolongan pertama penderita cacar: Dengan menumbuk daun belimbing hingga halus untuk diambil airnya. Sari buah belimbing ini, dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit cacar untuk menghilangkan rasa gatal-gatal. Pengobatan cara ini dilakukan sehari sekali sampai tampak sembuh tanpa melakukan gosokan-gosokan pada kulit sekalipun gatal).
Penyakit gondong: Gondong adalah penyakit infeksi virus menular yang akut. Gejala gondong berupa terjadinya pembengkakan atau peradangan pada kelenjar air liur. Ramuan untuk gondong sebagai berikut: potong-potong buah belimbing menjadi beberapa bagian. Kemudian tumbuk sampai halus. Tumbukan buah belimbing tersebut tempelkan pada kelenjar yang membengkak selama 30 menit dan lakukan 3 kali sehari. Akan lebih baik bila yang digunakan adalah belimbing wuluh.
Menenangkan perut setelah muntah-muntah atau mabuk: Dapat diminum perasan buah belimbing manis yang direbus dengan 1/3 bagian gula pasir dan dikentalkan hingga menjadi sirup yang segar.
Wasir: rebuslah daun belimbing wuluh yang telah dirajang dengan perbandingan 3 mangkuk daun dalam 8 liter air selama 30 menit. Kemudian air rebusan tersebut digunakan untuk duduk berendam penderita wasir selam masih hangat.
Demam: Dapat dicoba pengobatan tradisional dengan daun belimbing. Rebuslah cincangan daun belimbing segar sebanyak 2 mangkuk dalam 2 liter air selama 10 menit. Air rebusan tadi didinginkan dan disaring untuk digunakan sebagai kompres dingin pada penderita sakit demam.
Caranya adalah ambil satu buah belimbing yang hampir matang, bersihkan, parut dan parutan tersebut diperas hingga satu gelas airnya.
Panu: Caranya cukup menggosokkan potongan belimbing pada kulit yang terkena panu.
Batuk berat dengan manisan buah belimbing wuluh, batuk rejan yang tidak sembuh-sembuh, ternyata memberikan hasil yang memuaskan setelah memakan 6 kali – masing-masing 8 buah – manisan belimbing wuluh. Selain itu baik untuk penderita sariawan usus (skorbut) dan melancarkan kerja empedu.

Asam Jawa | Tamarindus indicus

asam-jawa

asam-jawa

ASAM JAWA dengan nama latin Tamarindus indica merupakan pohon besar dengan tinggi mencapai 30 m dan diameter batang dapat mencapai 2 m. Kulit batangnya berwarna cokelat keabu-abuan, kasar dan sering pecah dengan alur vertical. Tajuknya rindang dan berdaun lebat, melebar dan membulat. Daun asam jawa mejenuk menyirip genap dengan panjang 5-13 cm yang terletak bersiling. Daun penumpunya seperti pita meruncing berwarna merah jambu keputihan. Anak daun melonjong menyempit, 8-16 pasang dengan tepi rata dan pangkalnya miring membundar serta ujung membundar hingga sedikit berlekuk. Bunga asam jawa tersusun dalam tandan renggang pada ketiak daun atau di ujung ranting dengan panjang mencapai 16 cm. Bunganya berbentuk kupu- kupu dengan kelopak 4 buah dan daun mahkota sebanyak 5. Bunganya berbau harum dengan mahkota berwarna kuning keputihan dengan urat berwarna merah cokelat. Buahnya polong yang menggelembung dengan bentuk hampir silindris, bengkok atau lurus, berbiji hingga 10 biji. Di antara dua biji terdapat penyempitan kulit buah. Kulit buahnya keras berwarna cokelat atau kelabu yang bersisik dengan urat yang mengeras dan liat seperti benang. Daging buahnya berwarna putih kehijauan saat muda dan berwarna merah kecokelatan sampai kehitaman saat masak. Rasa daging buah yang asam manis ini menyebabkan tanaman ini bernama asam. Biji dalam buah berwarna cokelat kehitaman mengkilap dan keras dengan bentuk agak persegi.

CARA MENDAPATKAN ASAM JAWA
Asam jawa dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian hingga 1.000 m dpl pada tanah berpasir atau liat. Tanaman ini dapat tumbuh baik di seluruh daerah Indonesia dengan musim kering yang jelas dan cukup panjang. Perbanyakan tanaman dapat dengan cara stek batang, biji, anakan, cangkok, dan okulasi (menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain). Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, buah dan biji

KHASIAT ASAM JAWA
Biji asam jawa dilaporkan mampu menurunkan kadar gula darah sehingga baik untuk menjaga dan mengobati penderita diabetes. Biji asam jawa juga dilaporkan mailiki aktivitas antioksidan yang baik karena banyak mengandung senyawa golongan fenol.
Biji asam jawa juga memiliki efek anti bisa ular, memperbaiki kerja sel kulit. Selongsong biji asam jawa dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang baik karena mengandung banyak senyawa polipenol dan juga memiliki efek antiperadangan. Buah asam jawa mampu menurunkan kadar lemak dan kolesterol bila dikonsumsi serta memiliki efek pelangsing. Daun, buah dan biji yang tidak dipanggang dari asam jawa mampu menjaga fungsi hati dari kerusakan oleh obat seperti parasetamol.

RESEP
Daging buah asam jawa digunakan untuk aneka bahan masakan dan bumbu seperti bumbu sayur asam atau campuran rujak. Asam ini pun digunakan untuk menghilangkan bau amis ikan. Produk minuman juga banyak menggunakan asam ini seperti produk kunyit asam.

Buah asam jawa dijemur dalam tempat tertutup hingga keluar cairan cokelat kehitaman. Cairan ini digunakan untuk mengobati sariawan.

Biji asam jawa ditumbuk lalu dicampurkan dengan air dan direbus. Air rebusan ini diminum untuk mengobati diabetes.

Kulit batang asam jawa dicampur dengan air digunakan untuk kumur-kumur pada orang yang menderita sariawan.

Kulit batang asam jawa ditumbuk lalu dibalurkan pada luka, borok, bisul atau ruam^ untuk mengobati luka luar.

Daun muda asam jawa direbus lalu diminum untuk mengobati batuk dan demam.

Bawang Dayak | Eleutherine palmifolia Merr.

bawang-dayak

bawang-dayak

MERUPAKAN tanaman khas Kalimantan Tengah dan sudah digunakan secara turun temurun sebagai tanaman obat oleh masyarakat Dayak. Umbi tanaman berwarna merah menyala dengan permukaan yang sangat licin. Letak daun berpasangan dengan komposisi daun bersirip ganda. Tipe pertulangan daun sejajar dengan tepi daun licin dan daun berbentuk pita dan garis. Tumbuhan ini memiliki nama jenis Eleutherine palmifblia Merr. dan nama sinonim Eleutherine plicata Herb, dan Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Bawang dayak secara umum dikenal di Indonesia dengan nama bawang kapal dan bawang merah hutan pada Buletin Flora Malesiana.

Selain nama umum tumbuhan bawang dayak juga memiliki beberapa nama daerah yaitu bawang dayak (Palangkaraya, Samarinda); bawang hantu/kambe (Dayak); bawang sabrang, babawangan beureum, bawang siyem (Sunda); brambang sabrang, luluwan sapi, teki sabrang (Jawa); bawang sayup (Melayu) dan bawang lubak (Punan Lisum).

Tanaman ini memiliki adaptasi yang baik, dapat tumbuh dalam berbagai tipe iklim dan jenis tanah. Selain hal tersebut di atas tanaman ini juga dapat diperbanyak dan dipanen dalam waktu yang singkat, yakni ±3-4 bulan sehingga tanaman ini dapat dengan mudah dikembangkan untuk skala industri

CARA MENDAPATKAN BAWANG DAYAK
Perbanyakan dengan umbi. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian dari 200-1.200 m di atas permukaan laut. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Umbi, daun.

KHASIAT BAWANG DAYAK
Tanaman bawang dayak mengandung zat fitokimia yakni alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin. Tanaman ini digunakan masyarakat lokal sebagai obat untuk penyakit kanker payudara, hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterol, dan pencegah stroke. Khasiat secara tradisional lain: air rebusannya sebagai diuretikum, pencahar, peluruh muntah, sakit kuning dan sakit kelamin. Umbi jika dicampur dengan adas pulasari digunakan untuk mencret darah. Air rebusan Daun bawang dayak dapat digunakan untuk wanita yang sedang nifas. Sebagai obat kanker digunakan umbi yang dikeringkan dan Iangsung dikunyah. Bawang dayak dan jahe merah, berkhasiat untuk meningkatkan stamina/vitalitas, memperkuat daya tahan sperma. Mengobati sakit pinggang, melancarkan air seni serta mengatasi bronchitis dan batuk.

RESEP
Pembuatan simplisia: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, dikeringkan dengan oven pada suhu 500°C selama 8 jam, dan didinginkan, lalu dikemas.

Pembuatan bubuk: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 50°C selama 8 jam, didinginkan, dihaluskan dengan blender, diayak, dan dikemas.

Pembuatan instan: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris, ditambah air 1 : 2 b/v (1 kg bawang dayak ditambah dengan 2 1 air), diblender, disaring dengan kain blacu, dimasak sampai mendidih sambil diaduk-aduk, ditambahkan gula 1: 1 b/b (1 kg bawang dayak, ditambah 1 kg gula pasir), aduk terus sampai membentuk kristal (butir-butir halus), dinginkan, jika ukuran butiran besar, haluskan dengan blender dan dikemas.

Pembuatan manisan: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, kemudian dikukus selama 5 menit, masukkan dalam larutan gula yang telah dibuat (gula ditambah air, perbandingan 1 : 1 dimasak sampai kental sambil diaduk-aduk), dimasak sambil diaduk-aduk sampai kering, yang ditandai dengan adanya kristal gula.

Mahkota Dewa | Phaleriae Fructus

mahkota-dewa

mahkota-dewa

MAHKOTA DEWA atau phaleria papuatta atau Phaleriae Fructus adalah tanaman yang pulasi asalnya dari Papua.Tanaman ini memiliki ciri-ciri: tinggi 1-2,5 m, batang bulat dengan permukaan yang kasar, memiliki getah dan cabang yang simpodial (batang ang berbentuk tunggal dan pertumbuhan bagian ujungnya tidak terbatas). Daun mahkota dewa berwarna hijau tua dengan tangkai yang pendek dan berbentuk jorong dengan ujung yang runcing. Ukurannya sekitar 10 cm. Daun mengandung alkaloid, antihistamin, polifenol dan saponin. Buah mahkota dewa berbentuk bulat agak kecil dengan diameter sekitar 4 cm, berwarna hijau ketika belum masak dan menjadi merah ftetika sudah masak. Kulit buah mengandung saponon, alkaloid, tanin dan flavonoid. Daging buahnya berwarna putih dengan biji berwarna cokelat. Buah mahkota dewa mengandung zat kimia antara lain alkaloid, terpenoid, saponin, dan senyawa resin.

KHASIAT MAHKOTA DEWA
Khasiat buah atau tanaman mahkota dewa bagi kesehatan adalah untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti menghilangkan rasa gatal, pencegah kanker, darah tinggi, diabetes, lever dan jantung. Bagian dari mahkota dewa yang bermanfaat untuk mengobati adalah daun, buah dan kulit buahnya. Senyawa flavonoid yang terdapat pada mahkota dewa memiliki efek imunostimulan dan imunosupresan (obat yang diberikan untuk menekan respon alami sistem kekebalan tubuh).

RESEP
Darah tinggi: Daging buah mahkota dewa kering ; 5-6 iris, daun sambiloto kering; 10 g, daun pegagan kering ; 15 g. Cara pengolahan, cuci semua daun kemudian rebus dengan 3 gelas air. Ketika air sudah mendidih dan tinggal setengahnya angkat rebusan tersebut. Supaya bersih saring air hasil rebusan tadi. Disarankan meminum setengah gelas sebanyak 3 kali sehari.

Lever: Daging buah mahkota dewa kering ; 15 g, daun sambiloto ; 7 lembar, daun dewa : 7 lembar, umbi daun dewa ; 15 g, rimpang temu putih 15 gram. Cara pengolahan, semua dicuci sampai bersih kemudian direbus dengan lima gelas air. Angkat hingga rebusan tinggal 3 gelas. Saring sebelum di minum. Disarankan diminun sehari.

Diabetes melitus: Mahkota dewa kering ; 5 – 7 iris, daun sambiloto kering; 7 lembar, daiembar, daun sendok; 7 lembar. Cara pengolahan, cuci semua daun kemudian rebus dengan 3 gelas air. Ketika air sudah mendidih dan tinggal setengahnya angkat rebusan tersebut. Supaya bersih saring air hasil rebusan tadi. Disarankan meiah gelas sebanyak 3 kali sehari.

Jagung | Zea mays

jagung

jagung

Kandungan:
a. fosfor
b. magnesium
c. mangan
d. seng
e. besi
f. tembaga
g. mineral
h. selenium
i. karbohidrat
j. serat
k. vitamin B
l. Thiamin
m. Niacin
n. Air

Manfaat
a. sebagai sumber energi yang cukup efektif
b. perlindungan terhadap penyakit kronis
c. pengendalian diabetes
d. pencegahan penyakit jantung
e. menurunkan hipertensi
f. pencegahan cacat saraf pada bayi saat lahir

Buncis | Phaseolus vulgaris

buncis

buncis

Kandungan
a. alkaloid
b. flavonoid
c. saponin
d. triterpenoida
e. steroida
f. stigmasterin
g. trigonelin
h. arginin
i. asam amino
j. asparagin
k. kholina
l. tannin
m. fasin (toksalbumin)
n. zat pati
o. vitamin

Manfaat
Selain sebagai sayur dalam berbagai bentuk variasi, buncis dikenal sebagai pengobat diabetes melitus.

Brotowali | Tinospora crispa

brotowali

brotowali

HERBA brotowali (Tinospora crispa) telah lama digunakan sebagai tumbuhan obat oleh warga Asean karena dipercaya memiliki khasiat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik penyakit dalam maupun luar. Secara taksonomi, brotowali diklasifikasikan ke dalam divisi Magnoliophyta, kelas Magtia, ordo Ranuttculales.culales, family Menispermaceae, genus Tinospora, dan spesies Tinosptpa. Brotowali dikenallikenal juga dengan nama Antawali, bratawali, putrawali, daun gauci^ (jAndnw^lldawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen jin teng (China). Brotowali merupakan tumbuhan merambat dengan panjang mencapai 2,5 m atau lebih, biasa tumbuh liar dihutan,ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar dan biasanya ditanam sebagai tumbuhan obat. Batang sebesar jari kelingking, berbintil- bintil rapat, dan rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai dan berbentuk seperti jantung atau agak membundar, berujung lancip dengan panjang 7-12 cm dan lebar 5-10 cm. Bunga kecil, berwarna hijau muda atau putih kehijauan. Brotowali menyebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara dan India. Brotowali tumbuh baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerah tropis.

Brotowali mengandung zat pahit tinokriposid, damar lunak, pati, glikosida, pikroretosid, harsa, kolumbin, kaokulin atau pikrotoksin, dan beberapa alkaloid seperti aporfin, beberin, dan palmatin. Senyawa yang paling penting yang terdapat pada batang brotowali diduga merupakan senyawa tinokrisposid yang memiliki aktivitas sebagai antimalaria, antiinflamasi, dan antidiabetes. Bagian yang digunakan untuk obat adalah batang.

CARA MENDAPATKAN BROTOWALI
Cara perbanyakan tanaman ini sangat mudah yaitu dengan stek batang.

KHASIAT BROTOWALI
Batang herba brotowali secara tradisional digunakan sebagai obat antidiabetes, tekanan darah tinggi, antimalaria, dan penambah nafsu makan. Brotowali dapat memberikan efek farmakologis, yaitu analgesik (obat yang mengurangi atau melenyapkan rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran), antipiretik (obat yang menurunkan suhu tubuh yang tinggi), antiinflamasi (anti peradangan), antikoagulan (zat yang mencegah penggumpalan darah), tonikum (penambah stamina ketika lemah dan pemulih setelah sakit), antiperiodikum (obat pengatur haid), stomatik (penambah nafsu makan) dan diuretik (peluruh air seni). Selain itu dapat mengobati rematik, arthritis, rematik sendi pinggul (sciatica), memar, demam, merangsang nafsu makan, demam kuning, mencuci koreng, kudis, dan luka-luka.

RESEP
Rematik:
1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3x½ gelas.

Demam kuning (icteric):
1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1½ gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x ¾ gelas.

Demam:
2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x½ gelas.

Kencing manis atau diabetes mellitus:
⅓ genggam daun sambiloto, ⅓ genggam daun kumis kucing, ¾ jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 X 1 gelas.

Kudis (scabies):
3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2x.

Luka:
Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.

Ciplukan | Physalis angulata. Linn.

ciplukan

ciplukan

TUMBUHAN Ciplukan termasuk famili Solanaceae, memiliki sinonim Physalis angulata. Linn, atau Physalis minim, Linn. Nama lokal dari tanaman ini yaitu Morel berry (Inggris); Ciplukan (Indonesia); Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda); Yor-yoran (Madura); Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali); Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa).

Tumbuhan Ciplukan (Physalis peruviana) merupakan tumbuhan liar, berupa semak/perdu yang rendah (pada umunya tinggi tumbuhan sampai 1 m) dan mempunyai umur kurang lebih 1 tahun. Bunganya berwama kuning, buahnya berbentuk bulat dan berwama hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna cokelat dengan rasa asam-asam manis. Buah Ciplukan yang muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah).

Daun Ciplukan mengandung senyawa-senyawa steroidal lakton, flavonoid, physalin, withanolida. Buah Ciplukan mengandung provitamin A, mineral, vitamin C, vitamin B kompleks, gula, fruktosa.

CARA MENDAPATKAN CIPLUKAN
Tumbuhan ini tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1.550 m dpL, tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Seluruh bagian tanaman.

KHASIAT CIPLUKAN
Seluruh bagian dari tumbuhan ini dapat digunakan. Tumbuhan Ciplukan secar tradisional banyak digunakan untuk pengobatan penyakit diabetes melitus, paru-paru, ayan, borok/penyakit kulit, kanker, malaria, asma, hepatitis, diuretik dan rematik.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan ini memiliki berbagai efek fungsional bagi kesehatan tubuh.

Ekstrak tumbuhan ini berpotensi sebagai antiinflamasi, analgesik dan antioksidan karena mengandungsenyawa golonganflavonoid dan fenol. Ekstrak tumbuhan Ciplukan juga memiliki potensi sebagai antileishmania (penyakit yang disebabkan oleh parasit, karena mengandung senyawa steroidal & steroidal lakton. Ekstrak tumbuhan Ciplukan juga meiliki aktivitas sebagai antikanker terhadap sel kanker paru-paru, sel kanker payudara dan sel kanker liver karena mengandung senyawa bioaktif physalin F dan senyawa withanolida. Ekstrak tumbuhan Ciplukan memiliki efek immunomodulatory, antibakteri, efek hepatoprotektif (melindungi liver).

Pemakaian ekstrak tumbuhan ini perlu diperhatikan pemakaian pada wanita, karena terdapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa tumbuhan ini berpotensi sebagai antifertilitas atau mempengaruhi kesuburan.

RESEP
Diabetes Mellitus
Tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta dengan akar-akarnya dan dibersihkan. Tumbuhan dilayukan, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 1 gelas, kemudian disaring. Air rebusan diminum 1 kali sehari.

Sakit paru-paru
Seluruh bagian tumbuhan ciplukan yang sudah dibersihkan dan dicuci, direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih kemudian disaring. Air rebusan diminum 3 kali sehari 1 gelas.

Ayan
Buah Ciplukan sebanyak 8-10 butir dimasak dan dimakan setiap hari secara rutin.

Borok
Daun ciplukan sebanyak 1 genggam ditambah dengan 2 sendok air kapur sirih, ditumbuk sampai halus. Tumbukan daun ditempelkan pada bagian yang sakit.

Jambu Monyet | Anacardium occidentale

jambu-monyet

jambu-monyet

JAMBU MONYET dengan nama latin Anacardium occidental Linn merupakan pohon berukuran sedang dengan tinggi mencapai 12 m dengan tajuk melebar dan bercabang. Daunnya terletak pada ujung ranting dengan helai daun bertangkai, bundar telur terbalik. Kebanyakan pangkal daunnya meruncing dengan ujung membundar serta melekuk ke dalam. Bunganya terkumpul dalam malai rata berambut halus dengan kelopak bunga berambut, mahkota runcing berwarna putih dan berubah menjadi merah serta berambut. Buah jambu monyet berwarna cokelat tua dan membengkok.

CARA MENDAPATKAN JAMBU MONYET
Perbanyakan dengan biji dan okulasi (sambung). Tanaman jambu monyet dapat ditemukan di hampir seluruh daerah di Indonesia pada daerah dengan ketinggian 200- 500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar, kulit batang, buah, daun, biji.

KHASIAT JAMBU MONYET
Akar tanaman jambu monyet digunakan untuk mengobati diabetes di Portugis, besarkan hasil penelitian daun jambu monyet pun memiliki aktivitas anti-diabetes. Kulit batang jambu monyet memiliki aktivitas anti peradangan dan juga antibakteri. Buah jambu monyet mampu menjadi obat demam tanpa efek samping pada pencemaan. Daun jambu monyet juga dilaporkan memiliki aktivitas anti bakteri oleh karena itu digunakan secara tradisional untuk obat kulit.

RESEP
Biji jambu monyet biasa dibuat penganan. Daun mudanya dapat digunakan untuk lalap.

Kulit batang atau daun jambu monyet direbus dengan air hingga tinggal setengahnya. Air rebusan ini digunakan untuk mengobati kencing manis

Daun jambu biji ditumbuk hingga halus, tumbukan daun ini dibalurkan pada kulit yang sakit.

Tapak Dara | Catharantus roseus

tapak-dara

tapak-dara

TAPAK DARA memiliki nama latin Catharantus roseus (L.) G. Don, dan sinonimnya adalah Vinca rosea L. Selain nama tapak dara, di Indonesia tanaman ini juga dikenal dengan nama rutu-rutu, kembang serdadu, kembang sari cina (J awa), kembang tembaga beureum (Sunda). Sedangkan beberapa nama asing di antaranya Madagascar periwinkle, rose periwinkle (Inggris), kemunting cina (Melayu), hoa hai dang (Vietnam), tsitsirika (Filipina), chan chun hua (Cina). Tapak dara merupakan tanaman perdu tahunan, tumbuh baik hingga ketinggian 800 m dpl. Tinggi tanaman bisa mencapai 0,2-1 m. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau, tersusun menyirip berselingan, dengan ukuran 2- 6 cm x 1-3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek. Batang dan daunnya mengandung lateks berwarna putih. Bunganya aksial (muncul dari ketiak daun), dengan Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, ujungnya melebar, berwarna putih, biru, merah jambu atau ungu tergantung kultivarnya. Buahnya berbentuk gilig (silinder), ujung lancip, berambut, panjang sekitar 1,5-2,5 cm, dan memiliki banyak biji. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat yang terbuka, namun bisa tumbuh juga di temapat yang agak terlindung.

Tanaman tapak dara dikenal kaya akan kandungan alkaloid. Beberapa senyawa kelompok alkaloid dari tanaman ini telah diisolasi dan dijadikan obat antikanker, yaitu vinblastine dan vincristine. Alkaloid lain yang terdapat dalam tanaman ini adalah vindoline. Selain alkaloid, senyawa lainnya adalah antosianin, dan senyawa-senyawa fenolik seperti flavonoid, juga asam kafequinat, dan juga kelompok triterpena pentasiklik yaitu asam ursolat.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT TAPAK DARA
Tapak dara dikenal dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit di antaranya diabetes, hipertensi, leukimia, asma, bronkhitis, demam; radang perut, disentri, kura darah, gondong, bisul, borok, luka bakar, luka baru, dan bengkak. Penelitian juj membuktikan bahwa tanaman tapak dara dapat menurunkan kadar gula darah, dc juga berkhasiat antikanker dan antioksidan.

RESEP
Diabetes mellitus(sakit gula/kencing manis)
Bahan: 10-16 lembar daun tapakdara. Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.

Bahan: 35-45 g daun tapak dara kering, adas pulawaras.
Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai sembuh.

Bahan: 3 lembar daun tapakdara, 15 kuntum bunga tapak daras. Cara membuat; direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Cara menggunakan: diminum pagi dan sore setelah makan. ‘

Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Bahan: 15-20 g daun tapakdara kering, 10 g bunga krisan. Cara membuat: direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih dan disaring. Cara menggunakan: diminun tiap sore.

Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara. Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring. Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

Leukimia
Bahan: 20-25 g daun tapakdara kering, adas pulawaras. Cara membuat: direbus dengan 1 liter air dan disaring. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Asma dan bronkhitis
Bahan: 1 potong bonggol akar tapakdara Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Demam
Bahan: 1 genggam (12 -20 g) daun tapakdara, 3 potong batang dan akar tapakdara Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1,5 gelas. Cara menggunakan: diminum pagi dan sore ditambah gula kelapa.

Radang Perut dan disentri
Bahan: 15 – 30 g daun tapakdara kering. Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Cara menggunakan: diminum pagi dan sore dan ditambah dengan gula kelapa.

Kurang darah
Bahan: 4 putik bunga tapakdara putih. Cara membuat: direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar rumah semalam. Cara menggunakan: diminum pagi hari dan dilakukan secara teratur.

Tangan gemetar
Bahan: 4-7 lembar daun tapakdara. Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring. Cara menggunakan: diminum biasa.

Gondong, bengkak, bisul dan borok
Bahan: 1 genggam daun tapakdara. Cara membuat: ditumbuk halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka.

Luka bakar
Bahan: beberapa daun tapak dara, 0,5 genggam beras. Cara membuat: direndam dengan air, kemudian ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.

Luka baru
Bahan: 2-5 lembar daun tapakdara. Cara membuat: dikunyah sampai lembut.
Cara menggunakan: ditempelkan pada luka baru

Jamur Tiram Putih | Pleurotus ostreatus

jamur-tiram

jamur-tiram

Kandungan
a. kalori
b. protein
c. fosfor
d. besi
e. kalsium
f. karbohidrat
g. lemak
h. thiamin
i. riboflavin
j. niasin
k. serat

Manfaat
a. meningkatkan sistem kekebalan tubuh
b. menurunkan kolesterol
c. sebagai antibakteri alami
d. mengatasi diabetes
e. menurunkan berat badan
f. sebagai antikanker
g. sebagai antioksidan alami
h. menyehatkan pencernaan

Ramuan tradisional mencegah berbagai penyakit
Jamur tiram putih dikenal sebagai jamur makanan. Untuk mendapatkan manfaatnya cukup mengonsumsi secara rutin dalam olahan jamur.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by