obat darah tinggi

Hipertensi | High Blood Pressure

Ramuan 1

3 siung bawang putih

Tumbuk halus, peras dengan air secukupnya, saring. Minum setiap hari secara teratur

Ramuan 2

2 siung bawang putih

Panggang, makan setiap pagi selama 7 hari.

Ketepeng Kecil | Cassia tora

ketepeng-kecil

ketepeng-kecil

NAMA DAERAH:
Ketepeng sapi, ketepeng cilik (Jawa), ketepeng lentik (Sunda), pepo (Timor)

URAIAN TANAMAN:
Tanaman berupa perdu kecil yang tumbuh tegak dcngan tinggi sekitar 1 m. Tumbuh liar di pinggir kota, daerah tepi sungai. semak belukar dan kadang-kadang ditanam sebagai tanaman hias. Batangnya lurus. pangkal batang bcrkayu. banyak bercabang, daerah ujung batang berambut jarang. Daun letak berseling, berupa daun majemuk menyirip ganda terdiri dari 3 pasang anak daun yang bentuknya bulat telur sungsang. panjang 2-3 cm, lebar 116 – 3 cm ujung agak membulat dan pangkal daun melancip, warna hijau, permukaan bawah daun berambut halus. Bunganya banyak berwarna kuning tersusun dalam rangkaian tandan yang tumbuh pada ketiak daun. Buahnya buah polong berkulit keras berisi 20-30 biji yang bentuknya lengkung berwarna coklat kuning mengkilat. Tanaman perdu ini berasal dari Amerika tropik dan menyukai tempat terbuka atau agak teduh dapat tumbuh di dataran rendah sampai 800 m di atas permukaan laut.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Terasa manit pahit dan asin. agak dingin. Pengobatan radang mata. peluruh air seni. melancarkan buang air besar. Herba ini masuk meridian liver (Purifies-membersihkan) dan meridian ginjal (Supports-menguatkan)

KANDUNGAN KIMIA:
Biji segar mengandung chryzophanol, emodin. aloe-emodin. rhein.
physcion, obtusin, aurantio-obtusin, rubrobusarin, torachryson, toralactone, vit. A.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Biji. dikeringkan

KEGUNAAN:
Radang mata merah, luka kornea (ulcus cornea), rabun senja, glaucoma.
Tekanan darah tinggi.
3. Hepatitis, cirrhosis, ascites (Perut busung air).
4. Sulit buang air besar

PEMAKAIAN:
5-15 gram direbus. minum atau dijadikan bubuk untuk pemakaian luar.

CARA PEMAKAIAN:
Tekanan darah tinggi: 15 gram biji digongseng (goreng tanpa minyak) sampai kuning. kemudian digiling sampai terasa kesat. ditambah gula secukupnya. seduh dengan air panas atau direbus, minum sebagai pengganti teh.
Radang mata: Bubuk/serbuk ditambah teh secukupnya, tcmpelkan pada kedua pelipis (Pada kedua titik akupunktur Tay Yang / istimewa).
Cacingan pada anak: 9 gram bubuk + 1 pasang hati ayam, dilumatkan dan ditambah sedikit arak putih, diaduk menjadi lempengan, kukus, makan.

Teratai Kerdil | Gynura divaricata

teratai-kerdil

teratai-kerdil

NAMA DAERAH:
Tunjung

NAMA ASING:
Water lily.

URAIAN TANAMAN:
Jenis teratai ini tersebar di benua Asia, Amerika, daratan China, Korea, Jepang dan Indonesia. Tetarai kerdil tergolong dalam Nymphaea alba L. Tanaman air atau rawa, tumbuh liar pada genangan air yang dangkal atau dipelihara di kolam-kolam sebagai hiasan.

Daun dan bunga keluar dari akar rimpang di dasar lumpur, yang tumbuh ke atas pada permukaan air. Daun mengapung pada permukaan air, sedang bunga pada air yang dangkal akan muncul di atas permukaan air. Helaian daun bangun perisai, tepi bergerigi, bagian pangkal bercangap sempit dan dalam, warnanya hijau. Bunga mekar
selama 4 jam saja. Daun mahkota warnanya ungu.

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:
Menurunkan panas, mengaktifkan fungsi limpa.

KANDUNGAN KIMIA:
Akar dan daun mengandung asam amino dan alkaloid.

BAGIAN YANG DIPAKAI:
Bunga, akar Saat bunganya sedang mekar, siap untuk dipetik lalu dijemur sampai kering, dan dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

KEGUNAAN:
Tekanan darah tinggi.
Kejang kronis pada anak.
Kecanduan alkohol.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 7-14 kuntum bunga, direbus Pemakaian luar:

CARA PEMAKAIAN:
Kejang kronis pada anak: 7-14 kuntum bunga direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, minum.

Mondokaki | Ervatamia divaricata

mondokaki

mondokaki

Kandungan
a. alkaloid
b. resin
c. tabernaemontannin
d. koronarin
e. koronandin
f. dregamin
g. vobasin
h. amirin
i. korin
j. lipeol
k. kortin

Manfaat
a. menyembuhkan hipertensi
b. mengobati radang payudara
c. menyembuhkan radang mata dan katarak
d. menyembuhkan batuk
e. menyembuhkan luka gigitan anjing

Boroco | Celosia argentea

boroco

boroco

Nama daerah
Bayam ekor belanda, bayam kucing, kuntha, bayam kasubiki

Tumbuhan tegak, tinggi 30-100 cm. Tumbuh liar di sisi jalan, pinggir selokan, tanah lapang yang telantar. Batang bulat dengan alur kasar memanjang, bercabang banyak, warna hijau atau merah.

Daun ada yang berwarna hijau dan ada yang merah, bentuk bulat telur memanjang, ujung lancip, pinggir bergerigi halus hampir rata.

Bunga berbentuk bulir panjang 3-10 cm, berwarna merah muda, ungu, biji hitam agak cerah, bunga tumbuh di ujung cabang.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis:
Rasa pahit, sejuk, pengobatan radang mata dan hipertensi

Bagian yang dipakai
Biji bunga dan seluruh tanaman, keringkan di bawah sinar matahari untuk disimpan

Kegunaan
Biji: infeksi mata, radang kornea mata, infeksi dalam mata, hipertensi
Bunga: muntah darah, keputihan, obat cuci mata
Seluruh tanaman: berak lendir, berak darah (disentri)

Pemakaian
Biji: 10-30 g
Bunga 30-60 gr
seluruh tumbuhan 30-60 g

Cara pemakaian
Keratitis: 15 g biji boroco direbus bersama hati ayam secukupnya. Makan.
Hipertensi: 30 g biji boroco, rebus dengan 1 gelas air hingga berkurang setengahnya. Bagi 2 untuk 2x minum.
Muntah darah: 30 g bunga boroco segar ditambah daging secukupnya, rebus menjadi sup, makan.
Bunga direbus, airnya untuk cuci mata setelah disaring dengan kertas saring.
Keputihan: 60 g bunga ditambah 60 g daging rebus, minum air dan dagingnya.

Belimbing | Averhoa carambola

belimbing

belimbing

BELIMBING (Averhoa Carambola L) merupakan pohon kecil yang berbatang keras dengan tinggi 5-12 m ini,berasal dari Jawa dan Kalimantan. Ciri-ciri umum daunnya bersirip ganjil dengan warna kekuningan sampai hijau muda, bunganya kecil dalam untaian yang berwarna putih kemerahan, buahnya seperti buni, bulat memanjang sekitar 4-13 cm, dengan 5 rusuk yang tajam dengan kulit buah yang tipis,warnanya kuning muda dan banyak mengandung air. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang asam dan air yang cukup banyak, terlebih lagi bila hidup ditempat teduh, belimbing termasuk tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Buah belimbing mengandung glukosida, vitamin A, B, dan vitamin C, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, pectin dan niacin. Sifat kimia buah adalah rasa asam, manis, dan netral.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING
Perbanyakan tanaman dengan biji dan cangkok. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 800-2.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah dan daun

KHASIAT BELIMBING
Dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi dan menghilangkan panu pada kulit. Adapun efek farmakologi buah sebagai antiradang, peluruh kemih (diuretik) dan peluruh liur. Buahnya dapat digunakan sebagai obat sakit tenggorokan, tekanan darah tinggi, kencing manis, sakit perut, sakit beguk atau gondong cacar air, dan wasir demam, batuk rejan dan encok, kencing batu dan perbesaran limfe akibat penyakit malaria. Akar belimbing manis juga berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kepala dan nyeri persendian. Sedangkan daunnya dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung, radang kulit bernanah, dan bisul. Daun untuk radang lambung, radang kulit bernanah (obat luar) dan bisul (obat luar). Kandungan vitamin C yang tinggi dapat dijadikan antioksidan untuk mencegah penyebaran sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan. Sedangkan pektin pada dinding sel belimbing mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus hingga mendorong pengeluarannya.

RESEP
Darah tinggi: Makan buah belimbing yang sudah masak 2 x sehari sebanyak 2 atau 3 buah.
Kulit panu: Ambil 2 buah belimbing dan ditumbuk halus,lumaskan sambil digosok- gosok pada bagian kulit yang berpanu, lakukan ini 1 atau 2 x sehari.
Radang lambung: 6 g daun belimbing manis, 8 g rimpang kunyit segar, 7 g rimpang temu kunci dan 110 ml air, diseduh, lalu diminum sehari sekali setiap pagi 100 ml selama 14 hari. Hati-hati penderita ginjal.
Pertolongan pertama penderita cacar: Dengan menumbuk daun belimbing hingga halus untuk diambil airnya. Sari buah belimbing ini, dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit cacar untuk menghilangkan rasa gatal-gatal. Pengobatan cara ini dilakukan sehari sekali sampai tampak sembuh tanpa melakukan gosokan-gosokan pada kulit sekalipun gatal).
Penyakit gondong: Gondong adalah penyakit infeksi virus menular yang akut. Gejala gondong berupa terjadinya pembengkakan atau peradangan pada kelenjar air liur. Ramuan untuk gondong sebagai berikut: potong-potong buah belimbing menjadi beberapa bagian. Kemudian tumbuk sampai halus. Tumbukan buah belimbing tersebut tempelkan pada kelenjar yang membengkak selama 30 menit dan lakukan 3 kali sehari. Akan lebih baik bila yang digunakan adalah belimbing wuluh.
Menenangkan perut setelah muntah-muntah atau mabuk: Dapat diminum perasan buah belimbing manis yang direbus dengan 1/3 bagian gula pasir dan dikentalkan hingga menjadi sirup yang segar.
Wasir: rebuslah daun belimbing wuluh yang telah dirajang dengan perbandingan 3 mangkuk daun dalam 8 liter air selama 30 menit. Kemudian air rebusan tersebut digunakan untuk duduk berendam penderita wasir selam masih hangat.
Demam: Dapat dicoba pengobatan tradisional dengan daun belimbing. Rebuslah cincangan daun belimbing segar sebanyak 2 mangkuk dalam 2 liter air selama 10 menit. Air rebusan tadi didinginkan dan disaring untuk digunakan sebagai kompres dingin pada penderita sakit demam.
Caranya adalah ambil satu buah belimbing yang hampir matang, bersihkan, parut dan parutan tersebut diperas hingga satu gelas airnya.
Panu: Caranya cukup menggosokkan potongan belimbing pada kulit yang terkena panu.
Batuk berat dengan manisan buah belimbing wuluh, batuk rejan yang tidak sembuh-sembuh, ternyata memberikan hasil yang memuaskan setelah memakan 6 kali – masing-masing 8 buah – manisan belimbing wuluh. Selain itu baik untuk penderita sariawan usus (skorbut) dan melancarkan kerja empedu.

Seledri | Apium graveolens

seledri

seledri

 

SELEDRI dengan nama botani Apium graveolens L. merupakan jenis tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan di daerah yang berhawa sejuk. Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Daerah yang banyak ditanami seledri di Pulau Jawa antara lain Cipanas, Pangalengan, Bandungan, Pujon, Batu dan di Pulau Sumatra seperti Brastagi. Ciri-ciri seledri yaitu batangnya tidak berkayu, pendek, bersegi, beralur membujur dan berwarna hijau pucat. Daun tersusun majemuk dengan tangkai panjang dan berwarna hijau mengkilat. Bunganya tersusun majemuk berkarang, berukuran kecil, dan berwarna putih kehijauan. Buahnya kecil-kecil berwarna cokelat gelap. Seledri diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu seledri daun (A. gravcolens L var. secalinum Alef.) yang batang dan daunnya relatif kecil, dipanen dengan cara dicabut bersama akarnya atau dipotong tangkainya, seledri potong (A. graveolens L. var sylvestre Alef.) yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen dengan cara memotong batangnya, dan seledri berumbi (A. graveolens L. var rapaceum Alef.), yang batang dan daunnya relatif besar, dipanen hanya daunnya. Di Indonesia umumnya petani menanam seledri daun dan potongan.

CARA MENDAPAT SELEDRI
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 1.000-1400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, tangkai, batang, akar

KHASIAT SELEDRI
Semua bagian dari tanaman seledri memiliki khasiat sebagai obat. Akar seledri khasiat sebagai stomakik dan diuretik, sedangkan buah dan bijinya berkhasiat sebagai antispasmodic menurunkan kadar asam urat darah, antirematik, diuretik peluruh kencing), karminatif (peluruh kentut atau perut kembung), afrosidisiak (bahan yang bisa berfungsi meningkatkan libido atau seksualitas), dan sedatife (penenang). Herba seledri memiliki rasa manis, berbau aromatik, sedikit pedas, dan sifatnya sejuk berkhasiat sebagai tonik, stomakik (meningkatkan nafsu makan), hipotensif (penurui tekanan darah), penghenti pendarahan (hemostatis), diuretik, peluruh haid, karminatif mengeluarkan asam urat darah yang tinggi, pembersih darah, memperbaiki fungs hormon yang terganggu. Beberapa penelitian menunjukkan seledri memiliki aktivitas seperti hepatoprotektif (penjaga fungsi hati), antioksidan, menurunkan kolesterol. antijamur dsb

RESEP
Mengobati mata kering: daun seledri, daun bayam dan daun kelor disiapkan yanj masih segar, kira-kira ⅓ genggam dan dicuci bersih. Kesemua daun kemudiar ditumbuk sampai halus dengan ditambah sedikit garam dapur Tambahkan dengar sedikit air matang kira-kira ⅓ gelas dan kemudian aduk dan saring. Minum ail perasan tersebut 3 kali sehari.

Tekanan darah tinggi: sebanyak 100 g daun seledri yang masih segar yang masil lengkap dengan batang dan akarnya dicuci bersih. Tumbuk hingga halus lalu tambahkan 1 gelas air dan kemudian direbus. Setelah dingin, sari seledri tersebu dibagi dua untuk diminum pagi dan sore hari.

Obat batuk: daun seledri yang masih segar dan masih utuh lengkap dengan batang dan akarnya dipotong secukupnya. Rebus seledri dengan 3 gelas air hingga mendidib lalu disaring. Biarkan air rebusan hingga dingin dan setelahnya tambahkan madu lebah secukupnya. Bagi dua bagian rebusan tersebut untuk diminum pada pagi dan sore hari.

Menyuburkan Rambut: sebanyak 7-10 tangkai daun seledri yang bersih ditumbuk sampai halus. Setelah melakukan keramas, gosokkan tumbukan daun soledir ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebih 1 jam. Bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Menurunkan Kolesterol: sebanyak 30 g akar seledri dicuci sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Mengatasi Alergi: sebanyak 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang, dan 1 buah umbi bit ukuran sedang dicuci bersih dan kemudian dibuat jus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan dua kali sehari.

Kolik dan Sakit Perut: sediakan 60 g seledri segar, 1 ruas jari tangan jahe merah, dan sepotong gula aren. Rebus dalam 2 gelas air bersih hingga tersisa 1A gelas. Setelah dingin kemudian disaring dan sarinya diminum sekaligus.

Bronkitis: cuci 60 g seledri segar, 10 g kulit jeruk mandarin kering, dan 25 g gula aren hingga bersih. Setelah dipotong-potong, masukkan ke dalam panci email, tambahkan 3 gelas air bersih dan rebus hingga tersisa setengahnya. Setelah 1 dingin, saring dan airnya dibagi untuk dua kali minum, pagi dan sore.

Rematik: sejumlah 1 tangkai seledri dicuci, dilalap mentah setiap kali makan.

Wajah berminyak: sebanyak 3 batang seledri dicuci, diiris kecil-kecil. Seduh danl tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskanj sari seledri ke wajah yang sudah bersih. Setelah kering baru muka dibilas. lakukan dengan teratur.

Asma: sejumlah 3 tangkai seledri, 9 daun randu/kapuk dicuci, dilumatkan. Beri gula aren, sedikit garam dan ½ gelas air. Aduk rata, saring. Diminum sebelum sarapan 3 hari berturut-turut.

Sambiloto | Andrographis paniculata (Ness)

sambiloto

sambiloto

TANAMAN sambiloto (Andrographispaniculata (Ness) merupakan salah satu bahan obat tradisional yang telah dikenal sejak abad 18 dan banyak dijumpai hampir di seluru nusantara. Sambiloto dikenal dengan nama daerah, antara lain ki oray atau ki peura (Jawa Barat), bidara, takilo, sambiloto (Jawa Tengah dan Jawa Timur), atau pepaitan atau ampadu (Sumatera). Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12 didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Selain itu terdapat flavonoid, alka keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Zat ak’ andrografolid berkhasiat sebagai hepatoprotektbr (melindungi sel hati dari zat toksik

CARA MENDAPATKAN SAMBILOTO
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pengendalian hama d gulma, pemupukan serta menyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumb dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan batang.

KHASIAT SAMBILOTO Masyarakat memanfaatkan bagian tajuk (daun dan batang) tumbuhan sambiloto sebagai bahan obat tradisional untuk obat penguat, demam, kolera, diabetes, sakit, influensa dan bronchitis. Selain itu mengobati hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi, malaria, kencing nanah (gonore), IB paru, skrofuloderma, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), darah tinggi (hipertensi kusta, leptospirosis, keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut, kanker, penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.

RESEP
Tifoid
Daun sambiloto segar sebanyak 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
Herba kering sebanyak 9 – 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Disentri
Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan selama 3-4 menit, lalu ditumbuk dan diporas. Air perasan yang terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali masing-masing 1/3 bagian.

Influenza, sakit kepala, demam
Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3-4 kali sehari.

Demam
Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan 1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

TB paru
Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5 cm. Pil ini lalu diminum dengan air matang. Sehari 2-3 kali, setiap kali minum 15 – 30 pil.

Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
Daun sambiloto segar sebanyak 5-7 lembar diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk. Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

Radang paru, radang mulut, tonsilitis
Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 – 4,5 g diseduh dengan air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum sekaligus.

Faringitis
Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
Herba sambiloto segar sebanyak 9 -15 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

Kencing manis
Daun sambiloto segar sebanyak ½ genggam dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ ¾ gelas.

Kencing nanah
Sebanyak 3 tangkai sambilo, direbus, disaring, lalu diminum airnya.

Mengkudu | Morinda Citrifolia

mengkudu

mengkudu

MENGKUDU (Morinda Citrifolia) termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh | di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1.500 m dpi. Mengkudu merupakan | tumbuhan asli dari Indonesi. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar | dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong f dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah.

Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun | kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol. Semua bagian tanaman mengkudu memiliki aktivitas antioksidan terutama akar.

KHASIAT MENGKUDU
Mengkudu berkhasiat untuk obat hipertensi, sakit kuning, demam, influenza, batuk, sakit perut; menghilangkan sisik pada kaki, dan anti diabetes.

RESEP
Hipertensi
2 buah mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok makan madu. Buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring. Campuran diminum dan diulangi 2 hari sekali.

Sakit Kuning
2 buah mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong gula batu. Buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring. Campuran diminum dan diulangi 2 hari sekali.

Demam (masuk angin dan infuenza)
1 buah mengkudu dan 1 rimpang kencur. Kedua bahan tersebut direbus dengan gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Hasil rebusan diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

Menghilangkan sisik pada kaki
Bagian kaki yang bersisik digosok dengan buah mengkudu tersebut sampai merata dan dibiarkan selama 5-10 menit, kemudian dibersihkan dengan kain bersih ya dibasahi dengan air hangat.

Nangka | Artocarpus heterophyllus

nangka

nangka

Kandungan
a. energi
b. karbohidrat
c. protein
d. vitamin A
e. vitamin C
f. kalsium
g. zat besi
h. fosfor
i. antioksidan

Manfaat
a. mengatasi hipertensi
b. melancarkan pencernaan
c. menjadi antioksidan alami

Bawang Dayak | Eleutherine palmifolia Merr.

bawang-dayak

bawang-dayak

MERUPAKAN tanaman khas Kalimantan Tengah dan sudah digunakan secara turun temurun sebagai tanaman obat oleh masyarakat Dayak. Umbi tanaman berwarna merah menyala dengan permukaan yang sangat licin. Letak daun berpasangan dengan komposisi daun bersirip ganda. Tipe pertulangan daun sejajar dengan tepi daun licin dan daun berbentuk pita dan garis. Tumbuhan ini memiliki nama jenis Eleutherine palmifblia Merr. dan nama sinonim Eleutherine plicata Herb, dan Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Bawang dayak secara umum dikenal di Indonesia dengan nama bawang kapal dan bawang merah hutan pada Buletin Flora Malesiana.

Selain nama umum tumbuhan bawang dayak juga memiliki beberapa nama daerah yaitu bawang dayak (Palangkaraya, Samarinda); bawang hantu/kambe (Dayak); bawang sabrang, babawangan beureum, bawang siyem (Sunda); brambang sabrang, luluwan sapi, teki sabrang (Jawa); bawang sayup (Melayu) dan bawang lubak (Punan Lisum).

Tanaman ini memiliki adaptasi yang baik, dapat tumbuh dalam berbagai tipe iklim dan jenis tanah. Selain hal tersebut di atas tanaman ini juga dapat diperbanyak dan dipanen dalam waktu yang singkat, yakni ±3-4 bulan sehingga tanaman ini dapat dengan mudah dikembangkan untuk skala industri

CARA MENDAPATKAN BAWANG DAYAK
Perbanyakan dengan umbi. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian dari 200-1.200 m di atas permukaan laut. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Umbi, daun.

KHASIAT BAWANG DAYAK
Tanaman bawang dayak mengandung zat fitokimia yakni alkaloid, glikosida, flavanoid, fenolik, steroid dan zat tannin. Tanaman ini digunakan masyarakat lokal sebagai obat untuk penyakit kanker payudara, hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterol, dan pencegah stroke. Khasiat secara tradisional lain: air rebusannya sebagai diuretikum, pencahar, peluruh muntah, sakit kuning dan sakit kelamin. Umbi jika dicampur dengan adas pulasari digunakan untuk mencret darah. Air rebusan Daun bawang dayak dapat digunakan untuk wanita yang sedang nifas. Sebagai obat kanker digunakan umbi yang dikeringkan dan Iangsung dikunyah. Bawang dayak dan jahe merah, berkhasiat untuk meningkatkan stamina/vitalitas, memperkuat daya tahan sperma. Mengobati sakit pinggang, melancarkan air seni serta mengatasi bronchitis dan batuk.

RESEP
Pembuatan simplisia: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, dikeringkan dengan oven pada suhu 500°C selama 8 jam, dan didinginkan, lalu dikemas.

Pembuatan bubuk: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, kemudian dikeringkan dengan oven pada suhu 50°C selama 8 jam, didinginkan, dihaluskan dengan blender, diayak, dan dikemas.

Pembuatan instan: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris, ditambah air 1 : 2 b/v (1 kg bawang dayak ditambah dengan 2 1 air), diblender, disaring dengan kain blacu, dimasak sampai mendidih sambil diaduk-aduk, ditambahkan gula 1: 1 b/b (1 kg bawang dayak, ditambah 1 kg gula pasir), aduk terus sampai membentuk kristal (butir-butir halus), dinginkan, jika ukuran butiran besar, haluskan dengan blender dan dikemas.

Pembuatan manisan: Bawang dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya, diiris dengan ketebalan 1-2 mm, kemudian dikukus selama 5 menit, masukkan dalam larutan gula yang telah dibuat (gula ditambah air, perbandingan 1 : 1 dimasak sampai kental sambil diaduk-aduk), dimasak sambil diaduk-aduk sampai kering, yang ditandai dengan adanya kristal gula.

Mahkota Dewa | Phaleriae Fructus

mahkota-dewa

mahkota-dewa

MAHKOTA DEWA atau phaleria papuatta atau Phaleriae Fructus adalah tanaman yang pulasi asalnya dari Papua.Tanaman ini memiliki ciri-ciri: tinggi 1-2,5 m, batang bulat dengan permukaan yang kasar, memiliki getah dan cabang yang simpodial (batang ang berbentuk tunggal dan pertumbuhan bagian ujungnya tidak terbatas). Daun mahkota dewa berwarna hijau tua dengan tangkai yang pendek dan berbentuk jorong dengan ujung yang runcing. Ukurannya sekitar 10 cm. Daun mengandung alkaloid, antihistamin, polifenol dan saponin. Buah mahkota dewa berbentuk bulat agak kecil dengan diameter sekitar 4 cm, berwarna hijau ketika belum masak dan menjadi merah ftetika sudah masak. Kulit buah mengandung saponon, alkaloid, tanin dan flavonoid. Daging buahnya berwarna putih dengan biji berwarna cokelat. Buah mahkota dewa mengandung zat kimia antara lain alkaloid, terpenoid, saponin, dan senyawa resin.

KHASIAT MAHKOTA DEWA
Khasiat buah atau tanaman mahkota dewa bagi kesehatan adalah untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti menghilangkan rasa gatal, pencegah kanker, darah tinggi, diabetes, lever dan jantung. Bagian dari mahkota dewa yang bermanfaat untuk mengobati adalah daun, buah dan kulit buahnya. Senyawa flavonoid yang terdapat pada mahkota dewa memiliki efek imunostimulan dan imunosupresan (obat yang diberikan untuk menekan respon alami sistem kekebalan tubuh).

RESEP
Darah tinggi: Daging buah mahkota dewa kering ; 5-6 iris, daun sambiloto kering; 10 g, daun pegagan kering ; 15 g. Cara pengolahan, cuci semua daun kemudian rebus dengan 3 gelas air. Ketika air sudah mendidih dan tinggal setengahnya angkat rebusan tersebut. Supaya bersih saring air hasil rebusan tadi. Disarankan meminum setengah gelas sebanyak 3 kali sehari.

Lever: Daging buah mahkota dewa kering ; 15 g, daun sambiloto ; 7 lembar, daun dewa : 7 lembar, umbi daun dewa ; 15 g, rimpang temu putih 15 gram. Cara pengolahan, semua dicuci sampai bersih kemudian direbus dengan lima gelas air. Angkat hingga rebusan tinggal 3 gelas. Saring sebelum di minum. Disarankan diminun sehari.

Diabetes melitus: Mahkota dewa kering ; 5 – 7 iris, daun sambiloto kering; 7 lembar, daiembar, daun sendok; 7 lembar. Cara pengolahan, cuci semua daun kemudian rebus dengan 3 gelas air. Ketika air sudah mendidih dan tinggal setengahnya angkat rebusan tersebut. Supaya bersih saring air hasil rebusan tadi. Disarankan meiah gelas sebanyak 3 kali sehari.

Buni | Antidesma bunius

buni

buni

BUNI (Antidesma bunius (L.) Spreng.) adalah pohon penghasil buah yang dapat dimakan. Buah buni kecil-kecil berwarna merah, dan tersusun dalam satu tangkai panjang, menyerupai rantai (ranti). Buni termasuk tumbuhan yang sudah jarang dijumpai di pekarangan. Buahnya dapat dimakan sebagai buah meja, dibuat selai, atau difermentasi menjadi minuman alkohol di Filipina dan Jawa. Nama-nama lainnya ialah Boni, huni (Sunda), wuni (Jawa), bignai (Filipina). Nama Lokal ialah Barune, huni, h. gedeh, h. wera (Sunda), wuni (Jawa); Burneh (Madura), buni, katakuti, kutikata (Maluku); Bune tedong (Makasar); U ye cah (China). Sifat kimia dan farmakologis yaitu rasa asam, peluruh keringat, hilangkan racun, hilangkan haus dan meningkatkan sirkulasi darah.

Pohon buah, tinggi 15-30 m. Daun tunggal, bertangkai pendek, bentuknya. bulat telur sungsang sampai lanset, panjang 9-25 cm, tepi rata agak bergelombang, ujung meruncing, pangkal tumpul. Daun muda warnanya hijau muda, setelah tua menjadi hijau tua. Buni berumah dua, bunga dalam tandan, keluar dari ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya kecil-kecil panjang sekitar 1 cm, bentuknya elips berwarna hijau, biia masak menjadi ungu kehitaman dan rasanya manis sedikit asam. Biji pipih dengan rusuk berbentuk jala. Daun muda rasanya sedikit asam, dapat disayur atau dimakan mentah sebagai lalab. Buah muda dirujak dengan buah lain, sedang yang masak dapat dimakan langsung, diekstrak dengan brandi, dibuat selai atau sirop. Daunnya oteh pembuat jamu disebut mojar, biasa dipakai untuk campuran ramuan jamu kesehatan. Daun, ranting dan buah adalah bagian yang digunakan. Kulit batang rasanya sepat, mengandung sedikit alkaloida yang beracun. Daun mengandung friedelin.

CARA MENDAPAT BUNI
Perbanyakan dengan biji atau okulasi. Pohon ini tersebar di Asia Tenggara dan Australia, di Jawa tumbuh liar di hutan atau ditanam di halaman dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.400 m dpl. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalina hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, buah

KHASIAT BUNI
Kurang darah, darah kotor, tekanan darah tinggi, jantung berdebar, batuk, gangguan pencernaan, sifilis dan kencing nanah.

RESEP
Untuk diminum: 3-5 buah masak atau 15-30 daun, rebus.
Pemakaian luar: Daun dicuci bersih lalu digiling halus, bubuhkan pada luka sifilis atau bisul pada anak-anak.

Wortel | Daucus carota

wortel

wortel

Kandungan:
a. air
b. protein
c. karbohidrat
d. lemak
e. serat
f. abu
g. gula alamiah
h. pektin
i. glutanion
j. mineral
k. asparagine

Manfaat
a. mencegah rabun senja
b. mencegah penuaan dini
c. menghaluskan kulit
d. menyembuhkan hipertensi
e. menyembuhkan demam pada anak
f. menyembuhkan luka bakar
g. mengatasi nyeri haid
h. menyembuhkan sembelit
i. menyembuhkan batuk

Jagung | Zea mays

jagung

jagung

Kandungan:
a. fosfor
b. magnesium
c. mangan
d. seng
e. besi
f. tembaga
g. mineral
h. selenium
i. karbohidrat
j. serat
k. vitamin B
l. Thiamin
m. Niacin
n. Air

Manfaat
a. sebagai sumber energi yang cukup efektif
b. perlindungan terhadap penyakit kronis
c. pengendalian diabetes
d. pencegahan penyakit jantung
e. menurunkan hipertensi
f. pencegahan cacat saraf pada bayi saat lahir

Rosella | Hisbiscus sabdariffa

rosella

rosella

ROSELLA atau dikenal dengan asam paya, asam kumbang dan asam susur memiliki nama ilmiah Hisbiscus sabdariffa. Bunga ini berasal dari benua Afrika. Tanaman ini mengandung antosianin, riboflavin, niasin, protein, kalsium, magnesim, kalium, besi, asam askorbat, beta carotene, Omega 3, gossy, peptin , asam protosatekuat, asam askorbat, ekstrak saliks, glikosida cardiac, flavonoid, saponin, alkaloid,sardenoleda, anthocyanins delphinidin-3-O-sambubioside, cyanidin-3-O-sambubioside, Rosella kering mengandung flavonoid gossypetin, hibiscetine dan sabdaretine.

Pigmen utama yang sebelumnya dilaporkan sebagai hibiscin telah diidentiflkasi sebagai daphniphylline. Sejumlah kecil myrtillin (delphinidin 3-monoglucoside), Chrysanthenin (cyanidin 3- monoglucoside), dan delphinidin juga terdapat pada tanaman ini. Kelopak bunga tersebut diketahui mengandung zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh, seperti vitamin C, vitamin A, protein esensial, kalsium, dan 18 jenis asam amino, termasuk arginina dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh serta kandungan antioksidan yang terdiri atas senyawa gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin.

Rosela diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan sebanyak 23,10 mg dalam setiap gram bobot kering kelopak rosela. Produk Rosella banyak dikembangkan di Cina, Thailand, Sudan, di Meksiko, Mesir, Senegal, Tanzania, Mali dan Jamaika, dan India. Negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia ikut mengembangkan.

CARA MENDAPAT ROSELLA
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama da gulma serta penyiraman air yang cukup Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat denpan ketinggian dari 200-500 m dpl.

KHASIAT ROSELLA
Afrika menjadikan rosella sebagai selai atau jeli, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminun dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, menjad minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman ini juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi.

Untuk pengobatan khasiat rosela antara lain untuk menurunkan asam urat, mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah, hipertensi, diabetes mellitus, mengurangi kadar kolesterol jahat yang disebut LDL, trigliserida dan lemak dalam tubuh. memperbaiki metabolisme tubuh, melangsingkan tubuh, menghambat sel kanker, mengurangi resiko jantung, mencegah sariawan dan panas dalam, menambah vitalitas, meredakan batuk, mengurangi pusing (migraine), mencegah flu, demam, antioksidan, antihipertensi, antikanker, antidepresi, antibiotik, aprodisiak, diuretik (peluruh kencing), sedatif, tonik, dan menurunkan absorpsi alkohol, aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), diuretik (melancarkan buang air kecil), pelarut, sedativ (penenang), dan tonik. Kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif (akibat proses penuaan) seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak serta untuk peremajaan kulit.

Berdasarkan penelitian ditemukan kandungan delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3-sambubioside, antosianin pada rosela yang ampuh mengatasi kanker darah alias leukeimia. Namun hati-hati untuk pender ltd lambung (maag) akan merugikan karena kadar keasaman (pH) seduhan rosela mencapai 3,14 yang akan membuat maag menjadi kambuh. Selain itu rosella memiliki efek farmakologis sebagai bahan antiseptik, antispasmodik (penahan kejang), antihelmintik (anticacing), antibakteri, mencegah penyakit organ hati, mencegah pembentukan batu ginjal, serta memperlambat pertumbuhan jamur, bakteri, dan parasit. Manfaat lainnya menyaring racun tubuh, mampu mengurangi derajat kepekatan/kekentalan darah, melancarkan peredaran darah, mencegah kram/kekejangan otot dan membantu pencernaan/melancarkan buang air besar.

RESEP
1. Sebagai Terapi Hipertensi:
Pemberian 10 g kelopak kering dan 0,52 liter air setiap hari selama 4 minggu.

2. Asam Urat dan Kesehatan Ginjal:
Mengonsumsi jus rosela sebanyak 16-24 g/dl/hari.

3. Minuman yang terbuat dari bunga rosela:
Untuk mendapatkan teh rosela, bunga yang sudah dipetik, dijemur di bawah terik matahari selama 1-2 hari agar memudahkan pemisahan lidah kelopak dengan bijinya. Kemudian cuci air bersih dan jemur kembali selama 3-5 hari. Remas kelopaknya, jika mudah menjadi bubuk artinya kadar air telah mencapai 4-5 %. Seduh 2-3 g teh rosela dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi kemerahan. Untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Atau setelah dipisahkan dari bijinya, bunga segar rosela yang telah dicuci dapat langsung diseduh dengan air panas.

Buah Naga | Hylocereus polyrhizus

buah-naga

buah-naga

BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) adalah sejenis buah yang tumbuh dari sejenis tanaman kaktus dari marga hylocereus dan selenicereus. Buah naga berasal dari daerah Amerika Tengah, Amerika Selatan dan meksiko kemudian menyebar ke penjuru dunia salah satunya adalah Indonesia. Buah naga banyak di budidayakan di Negara-negara seperti Filipina, Vietnam, Taiwan alaysia Israel, Australia, Okinawa dan Cina. Buah naga dapat tumbuh subur di daerah yang memiliki iklim tropis, sub tropis bahkan iklim kering serta mampu hidup pada cuaca yang agak panas. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40°C.

Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar serabut tumbuh di sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada bagian duri, akan tumbuh bunga. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga, durinya sangat pendek dan tidak mencolok, sehingga sering dianggap “kaktus tak berduri”. Bunganya mekar pada awal senja jika kuncup bunga sudah berukuran sekitar 30 cm. Mahkota bunga bagian luar yang berwarna krem, mekar sekitar pukul sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benang sari yang berwarna kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh tengah malam, karena itu buah naga dikenal sebagai night blooming cereus. Saat mekar penuh, buah naga menyebar bau yang harum. Aroma ini untuk memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga.

Buah naga memiliki kadar antioksidan yang tinggi Buah naga memiliki rasa sedikit manis, tetapi buah ini memiliki kandungan Vitamin C yang sangat tinggi, Vitamin B1 dan Vitamin B2 makan. Buah naga juga mengandung berbagai mineral penting seperti potasium, serat, protein, ferum, sodium, fosfor dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu memiliki karoten.

CARA MENDAPATKAN BUAH NAGA
Pada umumnya, buah naga dibudidaya dengan cara stek atau penyemaian biji.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah.

KHASIAT BUAH NAGA
Buah naga dapat menurunkan kolesterol, menurunkan gula darah, mengandung serat yang tinggi sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan, menetralkan racun, menangkal kanker serta mengikat logam berat yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu buah naga juga mampu memperkuat tulang serta gigi, mengatasi tekanan darah tinggi, menyembuhkan penyakit batuk dan asma, mencegah pendarahan dan kanker usus.

RESEP
Buahnya dapat dijus dan diminun langsung secara rutin.

Pear | Pyrus amygdaliformis

pear

pear

Kandungan
a. air
b. vitamin C
c. Provitamin A
d. antioksidan

Manfaat
a. menurunkan demam
b. mengatasi batuk berdahak
c. mengurangi kelebihan asam di perut
d. mengendalikan hipertensi
e. mengatasi gangguan lambung
f. mencegah kanker

Durian | Durio zibethinus

durian

durian

DURIAN dengan nama latin Durio zibethinus merupakan tumbuhan berupa pohon dengan tinggi mencapai 50 m. Kulit batangnya berwarna cokelat kemerahan dan mengelupas dan beraturan. Tajuknya rindang dan renggang. Daunnya berbentuk jorong hingga Ianset dengan letak berseling. Daun durian memiliki tangkai dengan pangkal lancip atau tumpul dan ujung yang lancip melandai. Bagian atas daun durian berwarna hijau terang sedangkan bagian bawahnya tertutup sisik berwarna perak atau keemasan dengan bulu-bulu bintang. Bunga dan buah durian muncul langsung dari batang atau cabang tua di bagian pangkal. Bunga dan buah durian berkelompok. Kuncup bunga membulat, bertangkai dengan kelopak berbentuk tabung, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2-3 cuping berbentuk bundar telur. Mahkotanya berbentuk sudip sebanyak 5 helai berwarna keputihan. Bunga durian memiliki wangi yang khas.

Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong. Kulit buahnya tebal dan permukaannya bersudut tajam seperti duri dengan warna hijau kekuningan, kecokelatan hingga keabu-abuan.

CARA MENDAPAT DURIAN
Durian baik tumbuh di daerah tropis pada ketinggian 50-1.000 m dpl dengan intensitas cahaya matahari 40-50%. Kondisi tanah lempung berpasir subur dengan kandungan bahan organik yang baik adalah tempat tumbuh yang baik untuk durian. Perbanyakan tanaman dengan biji, okulasi (penempelan tunas) dan sambung pucuk. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan penyiraman air yang cukup.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah, kulit batang, biji, akar.

Khasiat Durian

Akar durian digunakan sebagai obat luar dan juga obat dalam terutama untuk mengatasi demam. Di Selangor, Malaysia, akar durian digunakan untuk mengobati hipertensi dan diabetes dengan cara meminum rebusan akarnya. Cairan daun durian dilumatkan bersama dengan jeringau untuk obat cantengan. Biji durian dilaporkan memiliki aktivitas membunuh bakteri. Rebusan kulit batang durian diminum di Mindanao untuk mengobati muntaber. Buah durian juga dipercaya sebagai aphrodisiac (bahan yang bisa berfungsi meningkatkan libido atau gairan seksual) bila dimakan.

Resep
Lumatan akar durian direbus dalam air, kemudian badan diuapi dengan lumatan akar sedang air rebusannya diminum untuk mengatasi demam.

Kulit batang direbus dengan air, saringan airnya diminum dapat mengobati muntaber.
Buahnya dapat langsung dimakan khasiatnya dapat meningkatkan libido.

Belimbing Wuluh | Averrhoa bilimbi

belimbing-wuluh

belimbing-wuluh

BELIMBING wuluh memiliki nama latin, yaitu Averrhoa bilimbi L. Tanaman ini juga memiliki beberapa nama lokal diantaranya limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo), Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores), Libi (Sawu), belerang (Sangi). Belimbing wuluh memiliki tinggi pohon 5- 10 m, batangnya tegak, bercabang-cabang, permukaan kasar, banyak tonjolan, berwarna hijau kotor, daunnya majemuk, menyirip, anak daun 25-45 helai, bulat telur, ujung meruncing, pangkal membulat, panjang 7-10 cm, lebar l-3 cm, bertangkai pendek, pertualangan menyirip, hijau muda, hijau. Bunganya majemuk, bentuk malai, pada tonjolan batangdancabang, menggantung, panjang 5-20 cm, kelopak ± 6 cm, merah, daun mahkota bergandengan, bentuk lanset, ungu. Buahnya Buni, bulat, panjang 406 cm, hijau kekuningan. Bijinya segitiga, ketika muda berwarna hijau, tetapi setelah tua kuningan kehijauan. Akarnya tunggang, berwarna cokelat kehitaman.

Ekstrak buah belimbing wuluh. mengandung flavonoida dan triterpene saponin. Daun, buah, dan batangnya mengandung saponin, tannin, flavonoid, sedangkan batangnya mengandung alkalosida dan polifenol. Susunan kimia yang terkandung dalam belimbing wuluh yaitu asam amino, asam sitrat, senyawa glukosida, fenolat, ion kalium, gula, serta vitamin dan mineral, juga terdiri dari serat, abu, dan air.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan tanaman buah asli Indonesia yang mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Tanaman ini dapat tumbuh hampir di seluruh daerah di Indonesia. Belimbing wuluh dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, ranting muda, bunga dan buah

KHASIAT BELIMBING WULUH
Belimbing wuluh merupakan salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untui obat antihipertensi. Taman in ini juga memiliki potensi dapat menurunkan glukosa darah. Secara farmakologi telah  terbukti bahwa rebusan daun belimbing wuluh dengan pemberian secara oral pada dosis 500 mg/kg tidak memberikan efek hipotermia tetapi memberikan efek antiptik dan in dapat mengurangi efek inflamasi.

Ekstrak khloroform belimbing wuluh sangat efektif membunuh pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus, bacillus cereus dan corney bacterium diphteria karena mengandung senyawa flavonoid tipe luteoin dan apigenin.

Selain itu daun belimbing wuluh secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut, encok, demam gondok, buahnya untuk gejala darah tinggi, sariawan obat batuk, mengobati sakit perut, gondongan (parotitis), gusi berdarah, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, kelumpuhan, memperbaiki sistem pencernaan, dan radang rektum.

RESEP
Pegel linu
Sebanyak 1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkih, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Gondongan
Sebanyak 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daun dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih, lalu ditumbuk halus. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Batuk pada anak
Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan malam sewaktu perut kosong.

Batuk
Sebanyak 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Batuk rejan
Sebanyak 10 buah belimbing wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum, lakukan 2 kali sehari. Buah belimbing wuluh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

Rematik
Sebanyak 100 g daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkih dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ke bagian yang sakit.

Sebanyak 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca L.), 15 biji cengkih, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

Sariawan
Segenggam bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan 1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring, dipakai uncuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.
Sebanyak ⅔ genggam bunga belimbing wuluh, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2¼ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum,
sehari 3 kali ¾ gelas.

Tiga buah belimbing wuluh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, ¾ sendok teh adas, ¾ jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

Jerawat
Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari.

Sebanyak 6 buah belimbing wuluh dan ½ sendok teh bubuk belerang, digiling halus, lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

Panu
Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Darah tinggi
Tiga buah belimbing wuluh dicuci, lalu dipotong potong

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by