natural diuretics

Kemangi | Ocimum basilicum

daun-kemangi

daun-kmangi

KEMANGI adalah tumbuhan tahunan yang tumbuh tegak dengan cabang yang banyak Tanaman ini berbentuk perdu yang tingginya dapat mencapai 100 cm. Bunganya tersusun di tandan yang tegak. Daunnya panjang, tegak, berbentuk taji atau bulat telur, berwarna hijau dan berbau harum. Ujung daun bisa tumpul atau bisa juga tajam, panjangnya mencapai 5 cm. Permukaan bergerigi atau juga rata. Merupakan terna kecil beraroma khas yang berasal dari kandungan sitral yang tinggi pada daun dan bunganya. Biasa dimakan sebagai lalap bersama-sama dengan kubis, irisan ketimun. Di Thailand dikenal sebagai manglak dan juga sering dijumpai dalam menu masakan setempat.

Spesies ini banyak terdapat di Asia dan Amerika. Di Pulau Jawa, kemangi/surawung ditandm di kobun, di pagar, di pinggir jalan, di lapangan, dan di huma. t ditanam sebagai tanaman yang dibudidayakan. Walapun demikian, hasil
tumbuhan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Asalnya belum diketahui secara pasti. Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 500 m dpl. Perkembangbiakan tumbuhan ini dapat dilakukan dengan biji.

CARA MENDAPATKAN KEMANGI
Perkembangbiakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT KEMANGI
Daun kemangi mengandung zat yang mampu merangsang terbentuknya hormon androgen dan estrogen. Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung Zat Flavonoid seperti orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan flavonoid seperti sineole, mycene dan eugenol mempunyai manfaat sebagai antibiotik alami, antiperadangan, sebagai penenang (antidepresan), membantu mengatasi ejakulasi dini, merangsang aktivitas saraf pusat dan melebarkan pembuluh darah kapiler. Dapat dikonsumsi untuk memperbanyak ASI, mengobati encok dan penurun panas. Daun kemangi juga dapat meningkatkan jumlah air seni, menghilangkan masuk angin dan peluruh dahak. Konsumsi daun tanaman ini juga dapat mengatasi masalah bau mulut dan bau badan. Manfaat daun kemangi lainnya adalah sebagai pelawan bakteri yang alami sehingga bisa menangkal penyakit yang diakibatkan virus Basillus subtilis, Salmonella paratyph juga Proteus vulgaris. Getah kemangi dapat digunakan sebagai obat sariawan dan sakit telinga.

RESEP
Ejakulasi dini
Cuci bersih segenggam daun kemangi, seduh dengan air panas. Setelah dingin, minum sekaligus, cukup satu kali sehari. Bila anda suka lalap, maka bisa juga daun kemangi dikonsumsi secukupnya sebagai lalap.

Mengobati panu
Ambil segenggam daun kemangi dan cuci bersih, setelah itu haluskan. Beri sedikit air campuran kapur sirih dan selanjutnya balurkan pada bagian kulit yang terserang panu. Sebaiknya dilakukan dua kali dalam sehari.

Mengobati sariawan
Ambil daun kemangi kira-kira 50 helai dan cuci hingga bersih. Selanjutnya kunyah daun tersebut kurang lebih dua hingga tiga menit. Setelah halus, telah daun kemangi tersebut dan langsung minum air hangat. Untuk hasil maksimal, lakukan maksimal 3 kali dalam sehari.

Mengusir mual juga flu
Keringkan daun kemangi dan kemudian seduh layaknya teh. Minum air teh kemangi tersebut dua kali dalah sehari dan badan Anda akan sembuh dari mual serta menghalau flu datang.

Mengatasi bau mulut yang kurang sedap
Ambil daun kemangi, biji juga akarnya. Bersihkan dan kemudian seduh dengan air yang panas. Air seduhan tersebut bisa Anda tambahkan dengan gula merah atau madu. Minum air tersebut di setiap pagi sebelum beraktifitas.

Perut yang kembung dan masuk angin
Rebus daun kemangi dengan bawang merah yang kemudian dicampur dengan minyak kelapa. Ramuan tersebut segera dioleskan pada perut yang dirasa kembung.

Eceng Gondok | Eichhornia crassipes

eceng-gondok

eceng-gondok

Nama Daerah
Sumatra: Kelipuk, ringgak, keladi bunting, Jawa: Eceng gondok, gendot, gondok, kembang bopong, weweyan, wewehan, bengok, Kalimantan: ilung-ilung, mampau, napong, Sulawesi: Tumpe, takara

Nama Asing
waterhyacinth, waterpest

Uraian Tanaman
Terna air atau rawa, tahunan, tumbuh mengapung di air, kadang berakar pada dasar, tinggi 20-60 cm, mengeluarkan tunas merayap yang keluar dari ketiak daun yang akan menjadi tumbuhan baru. Eceng gondok diimpor oleh Kebun Raya dari Brasil pada tahun 1894 sebagai tanaman hias yang dapat tumbuh dari 1.000-1.600 m di atas permukaan laut. Karena pembiakan vegetatifnya luar biasa cepat, tanaman ini malah menjadi gulma daripada tanaman hias air.

Daun tersusun dalam roset akar, tumbuh tegak, bentuknya bulat telur lebar, tepi rata, panjang 7-25 cm, warnanya hijau mengkilat. Tangkai daun dewasa panjang, tangkai daun yang muda pendek, dan menggelembung.

Bunga letaknya duduk 6-12 kuntum bunga berkumpul dalam bulir yang panjangnya 13-30 cm, warnanya ungu. Buah berbiji banyak, bentuknya bulat panjang bersegi.

Eceng gondok biasa digunakan untuk makanan ternak atau dibuat pupuk.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Meredakan panas, menghilangkan lembap dan racun

Kandungan kimia
Seluruh tumbuhan mengandung SiO2, kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), klorida (Cl), tembaga (Cu), mangaan (Mn), besi (Fe)
Akar: sulfat dan fosfat
Daun: karoten
Bunga: Delphinidin-3-diglucoside

Bagian yang dipakai
Seluruh tumbuhan atau akar

Kegunaan
Tenggorokan terasa panas
Kencing tidak lancar
Biduran
Bisul, abses

Pemakaian:
Untuk minum 15-20 g digodok

Pemakaian luar:
Dilumatkan dan ditempelkan pada bagian yang sakit.

Cara pemakaian:
Kencing tidak lancar, biduran: Batang segar digodok dan diminum
Bisul dan abses: Daun atau akar segar dilumatkan, tambahkan garam secukupnya, tempelkan ke tempat yang sakit.

Labu Siam | Sechium edule

labu-siam

labu-siam

Kandungan
a. asam folat
b. kalium
c. serat

Manfaat
a. menjaga kesehatan jantung
b. menjaga kesehatan pencernaan
c. penangkal kanker
d. pada perempuan hamil, asam folat mencegah terjadinya bayi lahir cacat
e. mengendalikan tekanan darah
f. melancarkan pembuangan air kecil
g. mencegah terjadinya peningkatan kadar gula dalam darah

Berbagai cara memanfaatkan labu siam
Untuk mendapatkan manfaat labu siam yang sangat banyak, masyarakat secara luas telah mengonsumsi labu siam ini sebagai sayuran, lalapan, gulai, dan modifikasi produk sesuai perkembangan zaman.

Karuk | Piper sarmentosum

karuk

karuk

KARUK disebut Piper sarmentosum Roxb. Ex. Hunter atau Chavica sartnentosa Miq. atau Piper diffusum. Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan Piperaceae. Nama daerah tanaman ini dikenal dengan karuk, cabean, kado-kado, sirih tanah, amelun une atau gofu tofere.

Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain buah, daun dan akar mengandung saponin dan polifenol, flavonoida dan minyak atsiri. Bagian yang digunakan untuk pengobatan akar, daun dan buah.

CARA MENDAPATKAN KARUK
Perbanyakan tanaman karuk dapat menggunakan setek batang.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, buah dan akar

KHASIAT KARUK
Tanaman ini memiliki khasiat daunnya pedas sebagai peluruh lendir. Akarnya pedas sebagai peluruh air seni dan batu empedu. Selain itu mengobati asma, susah kencing, sakit perut, malaria, nyeri tulang, nyeri gigi dan panu.

RESEP
Susah kencing (peluruh air seni):
Akar segar 8 g, dicuci, direbus dengan 3 gelas air
selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.

Asma:
Daun segar 5 lembar dicuci bersih, dilumatkan seperti bubur dan disedu dengan air setengah gelas, dinginkan, saring, minum. Sehari dua kali.

Sakit Perut:
Buah 1 – 3 g direbus, disaring lalu diminum airnya.

Malaria:
Akar karuk 60 g direbus dalam anggur dan air, minum.

Batuk, asma, nyeri gigi:
Akar segar 10 g (kering 3 g) ditumbuk halus, sedu dengan air panas satu cangkir, tunggu sampai hangat, minum . Lakukan 1-5 kali sehari tergantung sakitnya.

Nyeri tulang, panu: Daun ditumbuk halus, tempelkan ke tempat sakit.

DOSIS:
Usia 1-5 tahun, daun karuk 1-3 lembar, jinten 0,5 sendok teh, kencur 0,5-1 ruas

Usia 6-13 tahun, daun karuk 3-5 lembar, jinten 1 sendok teh, kencur 1-1,5 ruas

Usia 14-21 tahun, daun karuk 5-7 lembar, jinten 1,5 sendok teh, kencur 1,5-2 ruas

Usia 22- bebas, daun karuk 7-9 lembar, jinten 2 sendok teh, kencur 2-2,5 ruas

WAKTU MINUM: pagi siang dan malam masing-masing satu kali minum setelah makan.

PANTANGAN: Hindari makanan yang mengandung lemak, santan, gorengan, vetsin, sambal, saos, kangkung dan daun singkong. Minuman yang berakohol, yang bersoda, minuman kaleng, yang mengandung bahan pengawet, es dan cuka. Buah-buahan: nangka, durian, semangka, nanas dan pisang ambon.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by