muntah darah

Bambu Tali | Asparagus cochinchinensis

bambu-tali

bambu-tali

Nama daerah
Asparagus

Uraian tanaman
Terna merambat, menahun, banyak bercabang. Terdapat liar di hutan-hutan terbuka, semak belukar, kadang pada bukit yang berbatu-batu atau ditanam sebagai tanaman hias yang didapat dari dataran rendah sampai lebih kurang 1.150 m dpl.

Akar berumbi kecil, berbentuk kerucut dan berkelompok, panjang umbi sekitar 4-10 cm, berwarna kuning abu-abu. Batangnya kecil, panjang dapat mencapai 2 m. Daunnya pipih, berbentuk garis, panjang 1-2,5 cm, lebar 1 mm, ujung runcing, duduknya tersebar. Bunga berkelompok, keluar dari ketiak daun, warnanya putih atau putih kuning. Buahnya buah buni, diameter 6 mm, bila masak berwarna merah tua sampai hitam.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Rasa manis, pahit, dingin. Masuk meridian paru-paru dan ginjal. Menyuburkan yin, membersihkan paru-paru dan menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh.

Bagian yang digunakan
Umbi yang dikeringkan

Kegunaan
Batuk, batuk darah, TBC paru, sakit kerongkongan
Muntah darah, rasa haus, berkeringat malam
Diabetes mellitus
Susah buang air besar
Demam disertai gaduh gelisah
Carsinoma, fibroadenoma, hyperplasia kelenjar payudara
lymphosarcoma, leukemia

Sambang Darah | Excoecaria cochinchinensis Lour.

sambang-darah

sambang-darah

TANAMAN ini lebih di kenal sebagai tanaman obat. Tumbuh di alam liar atau ditanam sebagai pagar hidup karena tajuknya yang rimbun. Sambang Darah yang nam latinnva adalah Excoecaria cochinchinensis, termasuk dalam keluarga Euphorbiaceae Di Indonesia, Sambang Darah dikenal juga dengan nama Daun Remek Daging/Ki Sambang.

Perdu yang tumbuh tegak ini mempunyai tinggi 0,5-1,5 m, percabangan banyak, getahnya berwarna putih dan beracun. Daun tunggal, bertangkai, helaian daun bentuknya jorong sampai lanset memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan bawah, panjang 4-15 cm, lebar 1,5-4,5 cm, warna daun pada permukaan atas hijau tua, dan permukaan bawah merah gelap. Daun muda warnanya lebih mengilap. Bunga keluar dari ujung percabangan, bentuknya kecil-kecil, warnanya kuning, tersusun dalam rangkaian berupa tandan, bunga jantan lebih banyak daripada bunga betina. Buah tiga keping, bundar, dengan diameter sekitar 1 cm. Mudah diperbanyak dengan setek batang atau cangkokan.

Umumnya, sambang darah ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup atai tanaman obat, di taman-taman sebagai tanaman hias, atau tumbuh liar di hutan dan di ladang pada tempat yang terbuka atau sedikit terlindung. Tanaman yang berasal dan Indocina ini tidak menyukai tanah yang tergenang air. Bagian tanaman yang digunakar. sebagai obat adalah daun, ranting, dan akarnya. Mengandung tanin, asam behenat, triterpenoid eksokarol, sitosterol. Getah mengandung resin dan senyawa yang sangat beracun.

CARA MENDAPATKAN SAMBANG DARAH
Perbanyakan dengan stek batang. Perawatannya dengan pengendali. hama dan gulma, pemupukan dan penyiraman air yang cukun tumbuh pada daerah ketinggian 200-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, ranting, akar

KHASIAT SAMBANG DARAH
Sambang darah rasanya pedas, sifatnya hangat, beracun. Tumbuhan ini berkhasiat membunuh parasit (parasitisid), menghilangkan gatal (antipruritik), dan penghenti perdarahan (hemostatis).

RESEP
Disentri
Cuci daun sambang darah (15 lembar), lalu rebus dcngan tiga gelas air sampai tersisa dua gelas. Setelah dingin, saring airnya untuk dua kali minum, pagi dan sore hari.

Muntah darah
Cuci daun sambang darah (10 lembar), lalu giling halus. Tambahkan garam seujung sendok teh dan air masak sebanyak setengah cangkir. Aduk merata, lalu saring dan peras dengan sepotong kain. Minum sekaligus.

Perdarahan haid
Cuci ranting kering sambang darah sebesar jari kelingking, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuhnya. Minum air rebusannya 3 tiga kali, masing-masing setengah gelas.

Perdarahan setelah bersalin, keguguran
Cuci akar kering sambang darah sebesar satu setengah jari kelingking, lalu potong- potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air minum sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan minum sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.

Ophiopogon | Ophiopogon Japonicus

ophiopogon

ophiopogon

Terna menahun, tinggi 15-40 cm, biasa ditanam sebagai tanaman hias. Daun tumbuh berkumpul membentuk roset akar, lurus panjang dengan panjang 15-40 cm, lebar 3-7 mm, ujung lancip dengan pangkal menyempit menjadi tangkai. Warna daun hijau mengkilap dengan kedua bagian tepi bergaris putih.

Bunga tersusun dalam karangan berbentuk malai yang panjangnya 6,5-14 cm, warnanya ungu muda atau putih, kecil-kecil. Buah bulat, warnanya hijau tua, bila masak warnanya biru gelap. Tanaman ini memiliki akar serabut dengan pembesaran di beberapa tempat membentuk umbi kecil-kecil.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis

Manis, agak pahit, dingin. Masuk meridian paru, lambung, dan jantung.

Kandungan kimia

Umbi mengandung:

1. Steroid saponin

2. Isoflavonoid

3. D-glucose

Bagian yang dipakai
Umbi

Kegunaan
batuk kering, abses paru
muntah darah, batuk darah
panas dalam, haus, mulut dan kerongkongan kering
susah buang air besar
melancarkan kencing

Pemakaian
Untuk minum: 7-15 g digodok atau dijadikan pil.

Sisik Naga | Drymoglossum piloselloides

sisik-naga

sisik-naga

SISIK NAGA dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di adang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembap mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar impang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul atau berambut jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai hijau kecokelatan. Daunnya ada yang mandul dan ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau duduk, oval memanjang, panjang 1-5 cm, lebar 1-2 cm. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini dinamakan picisan. Sisik naga dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar.

Sisik naga mengandung minyak asiri, sterol/triterpen, fenol, flavonoid, tanin, dan ru\a. Nama lokal adalah Sumatera: picisan, sisik naga (Semenanjung Melayu), sakat riburibu (Pantai Sumatera Barat). Jawa: paku duduwitan (Sunda), pakis duwitan (Jawa).

CARA MENDAPAT TANAMAN SISIK NAGA
Cara mendapatkan sisik naga cukup mudah karena tumbuhan ini merupakan umbuhan parasit yang biasa tumbuh menempel pada tanaman lain.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan seluruh herba segar atau yang telah dikeringkan.

KHASIAT SISIK NAGA
1. Anti jamur atau anti bakteri.
2. Sisik naga tidak mempunyai efek sitotoksik terhadap sel kanker.

RESEP
Daun digunakan untuk pengobatan: gondongan (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), sakit perut, disentri, kencing nanah (gonore), batuk, abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah, perdarahan seperti luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan, rematik.

Untuk obat yang diminum, rebus 15-60 g daun, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, Gunakan air rebusan herba segar untuk mencuci kudis, koreng, atau berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Cara lain, giling herba segar sampai halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit pada penyakit-penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Radang gusi (gingivitis)
Cuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang. Selanjutnya, buang ampasnya Lakukan 3-4 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.

Sakit kuning (jaundice)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing ½ gelas.

Wijaya Kusuma | Epiphyllum anguliger

wijaya-kusuma

wijaya-kusuma

WIJAYAKUSUMA (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis kaktus, divisi anthophiu bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae. Jenis kaktus terdapat sekitar 1.500 jenis (famili). Bunga wijayakusuma hanya merekah beberapa saat saja dan tidak semua tanaman wijayakusuma dapat berbunga dengan mudah, tergantung dari iklim kesuburan tanah dan cara pemeliharaan. Pada umumnya tanaman jenis kaktus sukai untuk ditentukan morfologinya, tetapi wijayakusuma dapat dilihat dengan jelas mana bagian daun dan mana bagian batangnya, setelah tanaman ini berumur tua. Batang pohon wijayakusuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. Helaian daunnya pipih, berwarna hijau dengan permukaan daun halus tidak berduri, Pada setiap tepian daun wijayakusuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga. Kandungan kimia dalam tanaman ini belum diketahui secara pasti karena belum ada penelitian khusus untuk tanaman ini, namun tanaman ini mempunyai daya ampuh meredam rasa sakit dan menetralisir pembekuan darah. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah bunga dan batangnya. Pemakaian dapat dalam bentuk segar atau dikeringkan untuk penyimpanan.

CARA MENDAPATKAN WIJAYA KUSUMA
Perbanyakan tanaman dengan cara anakan. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama dan gulma serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini dapat hidup subur di daerah sedang sampai tropis dan tumbuh baik ditempat yang tidak terlalu panas.

KHASIAT WIJAYA KUSUMA
Bunga Wijayakusuma rasanya manis, sifatnya netral, berkhasiat antiradang, penghenti perdarahan (hemostatis), obat batuk dan peluruh dahak (mukolitik). Batang rasanya asin, asam, sifatnya sejuk, dan berkhasiat antiradang.
Wijaya kusuma dipercaya dapat mengobati:
• TB paru dengan batuk dan dahak berdarah,
• sesak napas (asma),
• radang tenggorok (faringitis),
• nyeri lambung (gastritis), muntah darah, dan
• perdarahan rahim(uterine bleeding).

RESEP
Obat luka
Satu helai daun wijayakusuma ditumbuk halus kemudian dioleskan pada luka dan dibalut verban.

Obat TB paru dengan batuk dan dahak berdarah
Rebus bunga wijayakusuma segar (3-5 kuntum), dengan tiga gelas air sampai tarsisa satu gela? Tambahkan gula aren (15 g). Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Obat perdarahan rahim
Bersihkan bunga wijakusuma segar (2-3 kuntum) dan daging tanpa lemak (50 g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai semua bahan terendam, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya. Isinya dimakan. Lakukan sehari dua kali, masing-masing separuhnya.

Obat sesak napas
Cuci bunga wijayakusuma segar (3-5 kuntum), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula batu dan air sampai permukaannya terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, saring dan minum airnya seharidua kali, masing-masing separuhnya.

Sambung Nyawa | Gynura procumbens

sambung-nyawa

sambung-nyawa

SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour) Merr) merupakan suku asteraceae. Tanaman ini memiliki beberapa nama daerah seperti; daun dewa (Melayu), sambung nyawa dan ngokilo (Jawa). Daun tanaman ini mengandung senyawa flavonoid, sterol tak jenuh, triterpen, polifenol dan minyak atsiri. Hasil penelitian lain juga melaporkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa tanin, saponin, steroid, triterpenoid, asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam para kumarat, asam p-hidroksi benzoat, asparaginase, sterols, glikosida sterol, quercetin, kaempferol- 3-O-neohesperidosida, kaempferol-3-glukosida,quercetin-3-rham- nosyl(16)galaktosida, quercetin-3-0-rhamnosyl(l-6)glukosida. Kandungan flavonoidnya terdiri dari golongan flavon dan flavonol.

CARA MENDAPATKAN SAMBUNG NYAWA
Perbanyakan tanaman dengan stek. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yangcukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.000 m dpl.

BAGIAN TAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, umbi

KHASIAT SAMBUNG NYAWA
Tanaman ini dapat mengobati kanker kandungan, payudara dan kanker darah dengan memakan 3 lembar daun segar sehari selama 7 hari. untuk penyembuhan penyakit ginjal sebagai antikoagulan, mencairkan pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun, khusus bagian daunnya dapat digunakan untuk mengobati pembengkakan payudara, infeksi kerongkongannya, tidak datang haid, luka terpukul, melancarkan sirkulasi.

Manfaat lain dari bagian daun
Tanaman ini dilaporkan dapat mengobati batu ginjal, radang mata, sakit gigi, rematik sendi, perdarahan kandungan, kencing manis (diabetes mellitus), darah tinggi (hipertensi), ganglion, kista, tumor, demam, disentri, infeksi kerongkongan, pendarahan setelah melahirkan, patah tulang, memar. Memiliki potensi sebagai antikanker.

RESEP
Untuk mengatasi gigitan ular/serangga
Daun dan umbi tumbuhan sambung nyawa 1 batang, kunyit sebesar telur ayam 1 biji. Kunyit dikupas, dicuci kemudian ditumbuk bersama bahan lain hingga lembut. Tempelkan pada luka dan dibalut dengan air bersih.

Untuk mengatasi muntah darah/perdarahan rahim
Pohon Sambung nyawa dan umbinya 1 batang, kunyit 1 jari, kayu secang (tua) yang telah diserut ¼ genggam. Kunyit dikupas, diiris tipis, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan air 2 gelas hingga tinggal 1½ gelas. Angkat dan saring, diminum 2 kali sehari ½ gelas.

Untuk penyembuhan bisul
Daun Sambung nyawa segar 8 g dicuci, ditumbuk sampai lumat. Kemudian ditempelkan pada bisul.

Secang | Caesalpinia sappan

secang

secang

SECANG (Caesalpinia sappan) termasuk ke dalam famili Caesalpiniaceae. Nama lokal tanaman ini yaitu Secang (Sunda); Kayu Secang, Soga Jawa (Jawa); Sappa Wood (Inggris). Secang merupakan tumbuhan perdu atau pohon kecil dengan tinggi pohon mencapai 5-10 m, batang dan percabangannya berduri tempel yang bentuknya bengkok dan letaknya tersebar, batang bulat, berwarna hijau kecokelatan. Daun majemuk menyirip ganda dengan panjang sekitar 25-40 cm, jumlah anak daun 10-20 pasangj yang letaknya berhadapan. Anak daun tidak bertangkai, bentuknya lonjong, pangkal rompang, ujung bulat, tepi rata dan hampir sejajar, panjang 10-25 mm, lebar 3-11 mm, berwarna hijau. Bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk malai, keluar dari ujung tangkai dengan panjang 10-40 cm, mahkota bentuk tabung, berwarna kuning. Buahnya buah polong, panjang 8-10 cm, lebar 3-4 cm, ujung seperti paruh berisi 3-4 biji, bila masak berwarna hitam. Biji bulat memanjang, panjang 15-18 mm, lebar 8-1 1 mm, tebal 5-7 mm, berwarna kuning kecokelatan. Kayu Secang dapat mulai dipanen pada saat berumur 1-2 tahun. Kayu secang bewarna jingga (brazilin) saat awal setelah ditebang dan dengan cepat berubah warna menjadi merah (brazilein) karena terekspos dengan oksigen. Kayunya bila direbus memberi warna merah gading muda, dapat) digunakan untuk pengecatan, memberi warna pada bahan anyaman, kue, minuman, atau sebagai tinta. Ekstrak kayu secang juga digunakan sebagai indikator asam basal karena pada suasana asam brazilin bewarna kuning (pH 2-5) dan pada suasana basal brazilein bewarna merah (pH 6-7). Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau stek batang.

Secang memiliki rasa sepat tidak berbau. Kandungan senyawa kimia dalam kayu Secang yaitu asam galat, tanin, resin, resorsin, brazilin, brazilein, d-alfa-felandrene,l oscimene, minyak atsiri. Daun Secang mengandung 0,16%-0,20% minyak atsiri yang berbau enak dan hampir tidak berwarna.

CARA MENDAPATKAN SECANG
Secang menyenangi tempat terbuka sampai ketinggian 1.000 m dpl, seperti di daerah pegunungan yang berbatu tetapi tidak terlalu dingin. Secang tumbuh liar dan kadang Ditanam sebagai tanaman pagar atau pembatas kebun. Perbanyakan tanaman dengan biji.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Kayunya yang telah dikeringkan

KHASIAT SECANG
Ekstrak kayu secang secara tradisional digunakan sebagai obat diabetes oleh masyarakat di Kalimantan Barat. Selain itu, Secang juga banyak digunakan untuk mengatasi penyakit diare, disentri, batu darah (TBC), luka dalam, sifilis, muntah darah, berak darah, luka berdarah, memar berdarah, malaria, tetanus, tumor, radang selaput lendir mata, menghentikan perdarahan, pembersih darah, pengelat, penawar racun dan antiseptik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu Secang memiliki aktivitas farmakologi seperti relaksasi pembuluh darah, antiaterosklerosis (anti penebalan dinding arteri), analgesik (penahan sakit), anti hipoglikemik (antigula darah rendah), antiperadangan, sitotoksik (senyawa yang bersifat toksik yang dapat digunakan sebagai obat untuk menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker dan tumor dalam tubuh), antibakteri, antivirus, dan antioksidan. Senyawa fenol yang terkenal dengan kemampuan antioksidan yang terdapat pada kayu secang umumnya adalah homoisoflavonoid dan komponen turunannya, protosappanin A, protosappanin B, brazilin, dan brazilein. Senyawa tersebut memiliki kemampuan antioksidan yang berbeda-beda. Ekstrak kayu secang, protosappanin A dan protosappanin B menunjukkan inhibisi yang lebih besar terhadap MDA dan hidrogen peroksida sedangkan brazilein menunjukkan kemampuan dalam menangkap radikal hidroksil.

Ekstrak metanol dari kayu secang menunjukkan aktivitas antihiperglikemik dengan metode toleransi glukosa. Senyawa bioaktif yang berperan sebagai penurun gula darah yaitu brazilin. Selain itu, senyawa kaesalpin P, sappankalkon, 3-deoksisappanon, n-azilin, dan protosappanin A telah diidentifikasi sebagai inhibitor terhadap enzim aldosa reduktase yang dapat menyebabkan komplikasi pada diabetes.

RESEP
Pada umumnya, untuk pemakaian Secang yaitu dengan merebus 3-9 g kayu Secang kemudian diminum. Sedangkan untuk pemakaian luar, kayu direbus dan airnya iigunakan untuk mencuci luka, luka berdarah atau dipakai untuk merambang mata yang meradang.

Pembersih darah
Kayu Secang ditambah ketumbar dan daun trawas, kemudian direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Diare/mencret
5 g kayu dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 15 menit. Setelah dingin disaring, dibagi menjadi 2 bagian. Air rebusan diminum pagi dan sore hari.

Batuk darah pada TBC
1½ jari kayu Secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa menjadi 2¼ gelas. Setelah dingin disaring dan dimum. Sehari 3 kali ¾ gelas.

Radang selaput lendir mata
2 jari kayuecang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas a bersih sampai tersisa menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring, airnya dipakai untuk merambang mata yang sakit.

Buang air besar berdarah
1 jari kayu secang dicuci dan dipotong-potong seperlunya, kemudian direbus dengan 3 gelas aisampai tersisa menjadi 1½ gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum dengan madu seperlunya. Sehari 2 kali ¾ gelas.

Urang-Aring | Eclipta alba

urang-aring

urang-aring

TANAMAN liar dengan nama latin Eclipta alba ini memiliki tangkai banyak dengan tinggi mencapai 80 cm. Batang tanaman urang aring berwarna hijau kecokelatan dengar bentuk bulat dan berambut putih agak kasar. Daunnya berwarna hijau berbentuk bulal telur memanjang dengan ujung daun meruncing, dan pinggir daun bergerigi halus hampir rata. Permukaan daun pun berambut agak kasar seperti batangnya. Bunganva majemuk berbentuk bongkol berwarna putih kecil. Buah urang aring memanjang, pipih, keras, dan berbulu.

CARA MENDAPATKAN URANG ARING
Urang aring yang kadang dikenal dengan nama ta-lentayan, daun sipat, keremak janten atau daun tinta dapat ditemukan di seluruh Indonesia. Tanaman ini biasanya tumbuh di tempat terbuka seperti di pinggir jalan, tanah lapang, ataupun pinggir selokan.

BAGIAN TANAMAN YANG D1GUNAKAN
Seluruh bagian tanaman, daun

KHASIAT URANG-ARING
Seluruh bagian tanaman urang-aring sering digunakan untuk berbagai penyakit seperti muntah darah, mimisan, kencing darah, hepatitis, diare, dan keputihan. Tanaman ini pun dikenal dengan nama daun tinta karena dikenal dapat mengobati masalah rambut yang memutih terutama pada usia muda, dan juga sangat terkenal sebagai penyubur rambut.

RESEP
Penyubur rambut
Satu genggam daun urang-aring dilumatkan dan ditambahkan air sebanvak 2 gelas, lalu disaring. Air ini kemudian diembunkan selama satu malam, dan keesokan harinya dapat digunakan di kulit kepala sambil dipijat-pijat.

Diare
Sebanyak 30 g seluruh bagian tanaman urang-aring direbus, lalu diminum.

Batuk darah
Sebanyak 60 g seluruh bagian tanaman urang-aring dilumatkan, lalu diperas. Air perasan diseduh dengan air hangat lalu diminum.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by