insektisida

Bintaro | Cerbera odollam

bintaro

bintaro

BINTARO dengan nama latin Cerbera odollam atau nama lain Bintaro, kayu susu, kenyen putih, koyandan, mangga prabu, mangga laut. Bintaro juga juga dikenal dengan sebutan Pong-Pong Tree atau Indian Suicide Tree. Pohon ini mampu tumbuh hingga ketinggian 3-12 m. Daunnya berbentuk panjang simetris dengan ujung yang tumpul dengan panjang sekitar 20-30 cm dan tersusun secara spiral terkadang berkumpul pada ujung roset. Pohon ini juga memiliki bunga berpetal lima (pentamery) yang tumbuh pada ujung pedikel simosa dengan warna kuning pada bagian korola yang berbentuk tabung. Buali Bintaro yang belum masak berwarna hijau muda dengan ukuran sekitar 5-10 cm. Pada umumnya buah akan berwarna merah ketika masak. Buah Bintaro memiliki 3 lapisan yaitu kulit kuar (epikarp), lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa (mesokarp) dan lapitas dalam berupa biji buah (endocarp).

Hampir semua bagian pada tumbuhan ini termasuk ke dalam kategori non pangan (Cerbera). Daun dan buah Bintaro mengandung racun yang disebut Cerberin atau suatu zat glikosida yang dapat menyumbat saluran ion kalsium pada bagian otot jantung manusia sehingga dapat mengakibatkan kematian. Getah dari buah ini sering dioleskan pada mata panah yang digunakan untuk berburu hewan.

CARA MENDAPATKAN BINTARO
Bintaro dimanfaatkan sebagai penaungan di kompleks perumahan, taman kota dan di pinggir jalan raya.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah.

KHASIAT BINTARO
Bintaro dimanfaatkan sebagai insektisida. Untuk kepentingan kesehatan manusia, bintaro berpotensi sebagai antikanker dan juga memiliki aktivitas seperti hormon estrogen. Antioksidan tanaman ini pun telah dilaporkan. Kulit kayu, getah, dan daun digunakan sebagai obat pencahar, dan menginduksi aborsi. Di Thailand kayu menghasilkan arang halus yang digunakan untuk mesiu. Tetapi minyak dari tanaman ini dapat digunakan minyak rambut. penolak serangga, bahan baku biodesel lilin, dan ampas dari hasil pengepresan biji dapat dibuat arang briket dan kompos untuk tanaman. Di Filipina, biji digunakan sebagai racun ikan di sungai kecil. Selain itu buahnya memiliki manfaat unik sebagai pengusir tikus.

RESEP
Untuk dikonsumsi sebagai obat, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut karena tanaman ini memiliki zat racun, walaupun menurut penelitian tanaman ini berpotensi sebagai anti kanker.
Untuk pembuatan minyak: Buah yang sudah tua diambil bijinya, dikeringkan, digoreng tanpa minyak untuk mendapat rendemen minyak yang tinggi, atau biji digiling hasilnya dapat diekstrak menjadi minyak dengan penekan hidrolik sederhana.

Srikaya | Annona squamosa

srikaya

srikaya

SRIKAYA atau Annona squamosa memiliki kulit pohon tipis berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Batangnya (pada dahan) cokelat muda, bagian dalamnya berwarna kuning muda dan agak pahit. Pada bagian ranting berwarna cokelat dengan bintik cokelat muda, lenti sel kecil, oval, berupa bercak bulat pada batang. Daun tunggal, bertangkai, kaku, letaknya berseling. Helai daun berbentuk lonjong hingga jorong menyempit, ujung dan pangkal runcing, dasar lengkung, tepi rata, panjang 5- 17 cm, lebar 2-7,5 cm, permukaan daun berwarna hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Rasanya pahit, sedikit dingin. Tangkai daun 0.4-2,2 cm panjangnya. Bunganya bergerombol pendek menyamping dengan panjang sekitar 2.5 cm, sebanyak 2-4 kuntum bunga kuning kehijauan (berhadapan) pada tangkai kecil panjang berambut dengan panjang ± 2 cm, tumbuh pada ujung tangkai atau ketiak daun. Daun bunga bagian luar berwarna hijau, ungu pada bagian bawah, membujur, panjangnya 1.6-2.5 cm, lebar 0,6-0,75 cm. Daun bunga bagian dalam sedikit kebih kecil atau sama besarnya. Terdapat banyak serbuk sari, bererombol, putih, panjang kurang dari 1.6 cm, putik berwarna hijau muda. Tiap putik membentuk semacam kutil, panjang 1.3-1.9 cm, lebar 0,6-1,3 cm yang tumbuh menjadi kelompok-kelompok buah. Berbunga dengan bantuan kumbang nitidula. Buahnya buah semu, berbentuk bola atau kerucut atau menyerupai jantung, permukaan berbenjol-benjol, warna hijau berbintik (serhtffc bunga) putih, penampang 5-10 cm, menggantung padd tangkai yang cukup tebal. Jika masak, anak buah akan memisahkan diri satu dengan yang lain, berwarna hijau kebiruan. Daging buah berwarna putih semikuning, berasa manis. Biji membujur di setiap karpel, halus, cokelat tua hingga hitam, panjang 1,3-1,6 cm. Biji masak berwarna hitam mengkilap.

Secara umum, tanaman srikaya mengandung skuamosin, asimicin atlterospermidine lanuginosin, alkaloid tipe asporfin (anonain) dan bisbenziltetrahidroisokinolin (retikulin). Pada organ-organ tumbuhan ditemukan senyawa sianogen. Pulpa buah yang telah masak ditemukan mengandung sitrulin, asam aminobutirat, ornitin, dan arginin. mengandung senyawa poliketida dan suatu senyawa turunan bistetrahidrofuran asetogenin (skuamostatin C, D, anonain, anonasin A, anonin 1, IV, VI, VIII, IX, XV skuamostatin A, bulatasin, bulatasinon, skuamon, ncoanonin B, neo desasetilurarisin, ne retikulasin A, skuamosten A, asmisin, skuamosin, sanonasin, anonastatin, neoanonin).

Srikaya juga mengandung skuamosisnin A, skuamosin B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N; skuamostatin B, asam Iemak, asam amino dan protein. Komposisi asar lemak penyusun minyak Iemak biji srikaya terdiri dari metil palmitat, metil stearai metil linoleat. Daun mengandung alkaloid tetrahidro isokuinolin, p-hidroksibenzil 6,7-dihidroksi-l,2,3,4-tetrahidroisokinolin (demetilkoklaurin=higenamin). Bung, mengandung asam kaur-l,6-ene-l,9-oat diinformasikan sebagai kornponen aktif bung, srikaya. Akarnya mengandung flavonoid, borneol, kamfer, terpen, alkaloid anonair saponin, tanin, dan polifenol. Kulit kayu mengandung flavonoid, borneol, kamfei terpen, dan alkaloid anonain. Buah muda mengandung tanin. Daun rasanya pahit, kelal sifatnya sedikit dingin.

KHASIAT SRIKAYA
Berkhasiat untuk antiradang, antidepresi. Berkhasiat astringen, antiradang, peluruh cacing pada usus (anthelmintik), serta mempercepat pemasakan bisul dan abses. Biji berkhasiat memacu enzim pencernaan, abortivum (pengugur kandungan), peluruh cacing pada usus (anthelmintik), dan pembunuh serangga (insektisida). Kulit kayu berkhasiat sebagai astringen (zat yang menyebabkan jaringan biologis berkontraksi atau mengkerut). dan tonikum ( penambah stamina ketika tubuh lemah dan pemulih setelah sakit). Buah muda dan biji juga berkhasiat antiparasit. Berdasarkan penelitian daun Antiotia squamosa mempunyai efek antifertilitas dan embriotoksik pada tikus betina; serta berpengaruh pada daya reproduksi Sitophillus ori zae. Senyawa insektisida yang terdapat dalam biji Antiona squamosa mempunyai daya bunuh ektoparasit. Tetrahidroisokinolin mempunyai aktivitas kardiotonik. Higenamin (p—hidroksibenzil6,7-dihidroksi- – 1,2,3,4—tetrahidroisokinolin) berinteraksi dengan adrenoreseptor, menghasilkan aktivitas inotropik positif pada otot jantung. Senyawa poliketida dan bistetrahidrofuran mempunyai efek antitumor . toksisitas Dapat mengiritasi mata dan jaringan lunak, serta kemungkinan sebagai penyebab konjungtivitis dan inflamasi.Senyawa-senyawa asetogenin (skuamostanin A, B, C, dan D) serta annotemoyin-1 dan -2, dan glukopiranosid kolesteril pada srikaya memiliki efek sitotoksik, inhibitor agregasi platelet, inhibitor replikasi HIV, agen antidiabetes (antihiperglikemik) dan antioksidan, pestisida, serta dapat digunakan dalam terapi Neisseria gonorrhea. Kandungan skuamosinnya berfungsi sebagai insektisida, sementara kandungan ascimicinnya memiliki efek antileukemia Caryophyllene oxide pada kulit batang memiliki aktivitas analgesik dan antiinflamasi serta cyclosquamosin D pada biji terbukti menunjukkan inhibisi sitokin proinflammatory pada makrofag J774A.1 terinduksi Pam3Cys. Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.

Daun digunakan untuk mengatasi batuk, demam, rematik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare, disentri, rectal prolaps (dubur terlihat keluar dari anusnya atau disebut hernia) pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema. Biji digunakan untuk mengatasi pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga. Buah muda digunakan untuk mengatasi diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia). Akar digunakan untuk mengatasi sembelit, disentri akut, depresi mei dan nyeri tulang punggung. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan luka berdarah.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by