gonorrhea treatment

Bayam Duri | Amaranthus spinousus

bayam-duri

bayam-duri

Kandungan
a. amaranthin
b. rutin
c. spinasterol
d. hentriakontan
e. tannin
f. kalium nitrat
g. kalsium oksalat
h. garam fosfat
i. zat besi
j. vitamin A
k. vitamin C
l. vitamin B6
m. vitamin K
n. air

Manfaat
a. menyembuhkan kencing nanah
b. melancarkan kencing
c. mengatasi bronchitis
d. menyembuhkan demam
e. mengatasi bisul
f. menambah darah
g. meningkatkan produksi ASI
h. memperlancar haid

Suji | Pleomele angustifolia N.E.Brown

suji

suji

SUJI atau Pleomele angustifolia N.E.Brown mempunyai beberapa nama daerah antara lain Jejuang bukit atau Pendusta utan (Ambon); Ngase kolotide (Ternate); Jingkang, Hanjuwang merak atau Suji (Jawa Barat); Semar (Jawa Tengah dan Jawa Timur); Kopoi (Ponos), Popopok im bolai, Rereindeng im bolai, Tawaang im bolai (Minahasa) (Heyne, 1987). Tanaman suji dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian sampai 1.200 m dpi. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6-8 m tersebar dari India, Birma (Myanmar), Indo-Cina, Cina bagian selatan, Thailand, Jawa, Filipina, Sulawesi, Maluku, New Guinea dan Australia bagian utara. Habitat daun suji, yaitu berada dalam daerah yang memiliki kelembaban tinggi dengan intensitas cahaya matahari yang sedang dan sangat cocok hidup di taman dan tanah belakang rumah.

Daun tanaman suji berbentuk lancet-garis, agak kaku, berwarna hijau gelap, meruncing atau sangat runcing dengan panjang 10 sampai 25 cm dan lebar 0,9 sampai 1,5 cm. Jenis bunga termasuk bunga majemuk, berbentuk malai dengan banyak bunga yang panjangnya 8 sampai 30 cm. Pada tiap kelopak terdapat 1-4 bunga, tangkai bunga pendek (2,5-2,7 cm). Mahkota bunga berwarna putih kekuningan, dan kalau malam hari berbau harum. Buah yang matang berwarna jingga dengan diameter 1-2 cm. Kandungan kimia dari daun suji di antaranya adalah adalah saponin dan flavonoid, klorofil. Mengenai efek farmakologis dari daun yang memiliki rasa pahit, berbau harum, dan bersifat dingin.

CARA MENDAPATKAN SUJI
Cara mengembangkannya cukup dengan okulasi, selain akan menghasilkan bibit yang baik juga mudah cara pembibitnya.

KHASIAT SUJI
Senyawa klorofil di dalam daun suji berfungsi sebagai antioksidan, serta memiliki daya hipokolesterolemik (kemampuan menurunkan kadar kolesterol darah) secara in vivo (pengujian menggunaan hewan uji). Kedua aktivitas kimiawi ini sangat baik untuk menekan penyakit Aterosklerosis. Bagian dari batang, akar dan daun juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit di antaranya; kencing nanah, disentri dan beri-beri, nyeri lambung, nyeri haid dan penawar racun. Selain itu daun suji dimanfatkan sebagai Pewama hijau pada makanan, memberikan aroma yang khas pada makanan. Buahnya dapat digunakan untuk mengobati orang yang kurang nafsu makan, dan monurunkan tekanan darah tinggi. Daunnya berkhasiat untuk mengobati sakit kepala, obat luar untuk mengatasi beri-beri. Getah daunnya dapat digunakan untuk menebalkan rambut, dan daunnya digunakan sebagai zat warna untuk mengecat, pucuk tanamannya dapat dimakan sebagai sayuran, tanaman hias dan tanaman pagar.

RESEP
Untuk mengobati batuk berlendir dan berdarah
20 lembar daun suji dicuci sampai bersih, tumbuk sampai lumat, dan tambah air sebanyak Vi gelas. Setelah itu peras dan minum 2 kali sehari pagi dan malam.

Penyakit kencing nanah, disentri, beri-beri
Daun suji direbus hingga airnya setengah bagian. Lalu diminum hanya untuk kencing nanah 2 x sehari.

Nyeri saat haid
Daun suji direbus hingga airnya setengah bagian. Lalu diminum hanya untuk kencing nanah 1 x sehari.

Sisik Naga | Drymoglossum piloselloides

sisik-naga

sisik-naga

SISIK NAGA dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropik, merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tetapi bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Sisik naga dapat ditemukan tumbuh liar di hutan, di adang, dan tempat-tempat lainnya pada daerah yang agak lembap mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh di batang dan dahan pohon, akar impang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm, akar melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul atau berambut jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai hijau kecokelatan. Daunnya ada yang mandul dan ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau duduk, oval memanjang, panjang 1-5 cm, lebar 1-2 cm. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini dinamakan picisan. Sisik naga dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar.

Sisik naga mengandung minyak asiri, sterol/triterpen, fenol, flavonoid, tanin, dan ru\a. Nama lokal adalah Sumatera: picisan, sisik naga (Semenanjung Melayu), sakat riburibu (Pantai Sumatera Barat). Jawa: paku duduwitan (Sunda), pakis duwitan (Jawa).

CARA MENDAPAT TANAMAN SISIK NAGA
Cara mendapatkan sisik naga cukup mudah karena tumbuhan ini merupakan umbuhan parasit yang biasa tumbuh menempel pada tanaman lain.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan seluruh herba segar atau yang telah dikeringkan.

KHASIAT SISIK NAGA
1. Anti jamur atau anti bakteri.
2. Sisik naga tidak mempunyai efek sitotoksik terhadap sel kanker.

RESEP
Daun digunakan untuk pengobatan: gondongan (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice), sukar buang air besar (sembelit), sakit perut, disentri, kencing nanah (gonore), batuk, abses paru-paru, TB paru disertai batuk darah, perdarahan seperti luka berdarah, mimisan, berak darah, muntah darah, perdarahan pada perempuan, rematik.

Untuk obat yang diminum, rebus 15-60 g daun, lalu air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, Gunakan air rebusan herba segar untuk mencuci kudis, koreng, atau berkumur bagi penderita sariawan dan radang gusi. Cara lain, giling herba segar sampai halus, lalu bubuhkan ke tempat yang sakit pada penyakit-penyakit kulit, seperti kudis, kurap, radang kulit bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.

Radang gusi (gingivitis)
Cuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang. Selanjutnya, buang ampasnya Lakukan 3-4 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.

Sakit kuning (jaundice)
Cuci 15-30 g daun sisik naga segar sampai bersih, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring, dan air saringannya siap untuk diminum, sehari 3 kali, masing-masing ½ gelas.

Jayanti | Sesbania sesban

jayanti

jayanti

Deskripsi
Janti atau Jayanti tergolong tumbuhan perdu. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang jelek dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai sekitar 800 m dpl. Pohon jayanti kecil, tinggi 2-6 m, banyak bercabang, tumbuhnya cepat. Daun berupa daun majemuk menyirip dengan 7-25 pasang anak daun. Anak daun berbentuk garis sampai memanjang, bertangkai pendek, ujung bulat, tepi rata. Bunga dalam tandan, warnanya kuning. Buahnya buah polong, tumbuh menggantung, berbentuk garis. Daunnya dapat dimasak dan dimakan sebagai sayur. Selain itu, daunnya juga dapat digunakan untuk pupuk hijau dan digunakan sebagai makanan ternak. Perbanyakan dengan biji.

Nama daerah
Jayanti (Sunda), janti, giyanti, kelor wana (Jawa)

Kandungan
Belum diketahui pasti

Khasiat
Mengobati TB Paru (Tuberculosa), kencing nanah, infeksi ginjal, demam

Bagian yang digunakan
Daun, akar, kulit, biji, dan minyak

Daun Sendok | Plantago major L.

daun-sendok

daun-sendok

DAUN SENDOK merupakan tumbuh liar di hutan, ladang, dan halaman berumput yang agak lembap, kadang ditanam dalam pot sebagai tumbuhan obat. Tanaman ini merupakan terna menahun, tumbuh tegak, tinggi 15-20 cm, daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar. Bentuk daun bundar telur sampai lanset melebar, tepi rata atau bergerigi kasar tidak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, pertulangan melengkung, panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm, warnanya hijau. Perbungaan majemuk tersusun dalam bulir yang panjangnya sekitar 30 cm, kecil-kecil, warna putih. Buah lonjong atau bulat telur, berisi 2 – 4 biji berwarna hitam dan keriput.

Kandungan kimia yang terkandung dalam daun sendok adalah plantagin, aukubin, asam ursolik, Beta-si- tosterol, n-hentriakontan, plantagluside yang terdiri dari methyl D-galakturonat, D-galaktosa, L-arabinosa dan L-rhammosa, tanin, kalium dan vitamin (Bl, C, A). Tanaman ini ini bersifat manis dan dingin serta menghilangkan haus. Biji daun sendok mengandung asam planterolik, plantasan, protein, musilago, aucubin, asam suksinat, adenin, cholin, katalpol, syringin, asam lemak (palmitat, stearat, arakidat, oleat, linolenat dan lenoleat), serta flavanone glikosida. Sedangkan bagian akar mengandung naphazolin.

CARA MENDAPATKAN DAUN SENDOK
Perbanyakan tanaman dengan anakan atau biji. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan, dan penyiraman air yang cukup. Tumbuhan dapat ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 3.300 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan batang.

KHASIAT DAUN SENDOK
Daun sendok memiliki aktivitas sebagai antivirus terutama dari senyawa fenolik y asam cafeat dan aktivitas sebagai antiimflamatori, antibakteri, serta penjaga fungs “lati.Zat aktif senyawa aukubin selain berkhasiat melindungi hati terhadap pengaruh zat beracun juga berkhasiat antiseptik. Daun sendok memiliki khasiat dapat digunakan sebagai obat infeksi saluran kencing, kencing berlemak, kencing berdarah, bengkak :arena penyakit ginjal, batu empedu, batu ginjal, radang prostat (prostatitis), kencing edikit, demam, influenza, batuk rejan radang saluran napas (Bronkhitis), diare, disentri, lyeri lambung, radang mata merah (konjungtivitis), kencing manis (diabetes melitus), acingan, gigitan serangga, hepatitis akut disertai kuning (hepatitis ikterik akut), limisan, gangguan pencernaan pada anak, cacingan, perangsang birahi (afrodisiak), eser mani, kencing sakit (disuria), sukar kencing, penglihatan kabur, batuk darah, keputihan (leukore), nyeri otot, mata merah, batuk berdahak, beri-beri, darah tinggi lipertensi), rematik gout, sakit kuning (jaundice), dan asam urat.

RESEP
Ramuan obat untuk obat bisul: Siapkan daun sendok sekitar 3 tanaman lalu rebus dengan air sebanyak 2 gelas, hingga tersisa 1 gelas lagi, kemudian saring sisa air rebusan daun sendok. Air rebusan diminum sebanyak 2 kali sehari 1 gelas.

Untuk hepatitis: Daun sendok sebanyak 60 g, direbus, diminum, warna kuning akan menghilang setelah 14 hari.

Sebanyak 6 ons daun sendok tambah gula batu secukupnya, rebus dengan 3 L air sampai sisa setengahnya, kemudian diminum airnya, habiskan dalam satu hari. Untuk gangguan ginjal, batu empedu, dan kencing nanah: Siapkan 60 g kumis kucing (daun dan batangnya), 30 g daun sendik segar, dan 30 g rumput mutiara segar, rebus semua bahan dengan 600 cc air hingga tersisa 450 cc air. Saring lalu minum 3 kali sehari masing-masing 150 cc.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by