diuretic

Poslen | Talinum triangulare

poslen

poslen

Nama daerah
Jawa: poslen, gelang, krokot blanda (Sunda)

Nama asing
Surinaamse postelein, grand pourpier

Uraian tanaman
Poslen banyak ditemukan sebagai gulma di daerah tropika atau dibudidayakan sebagai tanaman sayur atau tanaman obat. Tanaman asli dari Amerika tropis ini pada tahun 1915 didatangkan ke Jawa dari Suriname dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.000 dpl.

Terna menahun, tumbuh tegak atau pangkalnya berbaring, tinggi 35-60 cm dengan akar yang menggelembung seperti wortel. Batangnya lunak, banyak bercabang, bagian pangkal berwarna cokelat kemerahan, sedangkan batang muda berwarna hijau. Daun bertangkai pendek, letak tersebar, panjang 3-13 cm, lebar 1,5-5 cm, bentuknya bulat telur sungsang, ujung tumpul, pangkal runcing, tepi rata, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk berkumpul dalam malai, keluar dari ujung tangkai. Bunga mekar di waktu siang hari dengan 5 daun mahkota yang warnanya ungu kemerahan. Buahnya bulat memanjang, warnanya hijau kekuningan bergaris merah, berisi banyak biji. Perbanyakan dengan biji atau stek batang yang tua.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Peluruh kencing, menghilangkan pembengkakan.

Bagian yang dipakai
Umbi

Kegunaan
Bisul
Bengkak

Pemakaian
Untuk minum: 9-15 g umbi direbus, minum

Landep | Barleria prionitis

landep

landep

TANAMAN Landep (Barleria prionitis L.) memiliki sinonim nama Latin Prionitis hystrix Miq., termasuk ke dalam famili Acanthacea.Tanaman ini memiliki nama lokal yaitu] Jarong, Kembang Landep (Sunda); Landep (Jawa); Bunga Landak (Sumatera); Landhep (Madura); Katshare’ya, Kurantak (India, Pakistan); Percufine Flower (Inggris). Tanaman ini merupakan tanaman perdu dengan tinggi tanaman mencapai 1,5 – 2 m. Batang tanaman berkayu, segi empat, berbuku- buku, berambut, berduri kuat yang terdapat pada ketiak- ketiak daun. Daun Landep merupakan daun tunggal, daun mudanya berambut, letak berhadapan, panjang tangkai daun sekitar 4-8 mm. Helai daun jorong sampai lanset atau bundar telur memanjang dengan ujung meruncing, pangkal meruncing menyempit sepanjang tangkai, tepi rata agak berombak dan memiliki panjang 2-18 cm serta lebar 2- 6,5 cm. Pertulangan daun menyirip, daunnya berwama hijau. Bunga Landep merupakan bunga tunggal, simetris dua sisi, berbentuk elips memanjang dan berwarna kuning.

Buah Landep berwarna hijau, sedangkan bijinya berwarna cokelat. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau setek batang. Daun memiliki bau yang lemah, rasa agak kelat. Daun Landep mengandung saponin, flavonoida, tanin, garam kalium, dan silikat. Sedangkan akar mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol. Ekstrak etanol tanaman Landep (daun & batang) mengandung senyawa feniletanoid glikosida.

CARA MENDAPATKAN LANDEP
Tanaman Landep banyak tersebar di Afrika, India, Sri Lanka dan daerah tropik Asia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia ditemukan di daerah yang beriklim kering, tumbuh liar atau ditanam untuk pagar, mulai dari dataran rendah sampai 400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun dan akar

KHASIAT LANDEP
Secara tradisional, tanaman ini banyak digunakan si berbagai penyakit. Di India, digunakan untuk mengobati pembengkakan, gout, arthritis dan rheumatik, untuk penenang dan penyakit kulit, sebagai immunorestoratif, batuk rejan dan asma pada bayi & anak-anak. Di Indonesia, tanaman ini biasanya digunakan untuk mengatasi rematik, sakit pinggang, demam, sakit perut, perut busung air, buang air seni kurang lancar, kudis, gusi nyeri, cacingan dan spermatorea (beser mani).

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun landep dan daun kumis kucing berpotensi sebagai diuretik. Infus daun Landep juga berpotensi meningkatkan kelarutan batu ginjal kalsium dan kalium secara in vitro (pengujian di laboratorium). Menurut penelitian tanaman ini memiliki memiliki aktivitas antioksidan, berpotensi sebagai ekspektoran ( pengencer dahak), anti virus pada pernafasan, anti rematik, anti bakteri terhadap Bacillus cereus dan P. aeruginosa, berpotensi sebagai fungistatik (dapat membunuh jamur) dan fungisidal (dapat menghambat pertumbuhan jamur), memiliki aktivitas anti peradangan dan berpotensi sebagai imunostimulan (perangsang kekebalan) dan sebagai penurun gula darah/anti diabetes. Ekstrak akar tanaman Landep berpotensi mengurangi kesuburan laki-laki. Daun dan batang landep memiliki potensi sebagai hepatoprotektif (penjaga fungsi hati).

RESEP
Sakit Gigi
Daun Landep segar dicuci bersih dan dikunyah dengan gigi yang sakit.

Bisul dan Pembengkakan
Akar tanaman dilumatkan menjadi pasta kemudian ditapalkan pada bagian yang sakit.

Demam akibat virus
Daun dan bunga Landep direbus dengan air. Air rebusan diminum.

Luka
Sebanyak 15 g akar Landep dicuci bersih. Tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih. Tumbuk sampai lumat, kemudian tempelkan pada luka.

Kurap, Panu
Akar secukupnya digiling halus. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis, lalu diaduk merata sampai seperti bubur. Balurkan pada kurap, lalu dibalut. Ganti 2 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik, Sakit Pinggang, Sakit Kepala
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk merata sampai menjadi seperti bubur kental. Balurkan ke bagian tubuh yang sakit. Bila sakit kepala, balurkan di kening.

Gusi nyeri dan berdarah
Daun landep segar dicuci lalu digiling halus. Air perasannya ditambahkan sedikit madu. Gunakan untuk memoles gusi yang sakit.

Demam, Sakit Perut, Melancarkan Buang Air Seni
Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu diseduh dengan 1 gelas air panas. Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Kembang Sore | Abutilon indicum

kembang-sore

kembang-sore

Nama daerah
Cemplok (Jawa), jeuleupa (Aceh), barulau, belalang sumpa (Palembang), kembang sore kecil (Maluku), gandera ma cupa (Ternate)

Nama asing
Indian abutilon, indian mallow, country mallow, twelve o’clock flower

Uraian tanaman
Tanaman ini dapat ditemukan dari 1-400 m dpl. Menyukai tempat terbuka seperti di hutan semak, tanah kosong yang telantar, kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias.

Perdu tegak berumur panjang, tinggi 0,5-3, pangkalnya kerapkali berkayu dengan ranting yang keluar dari bawah, berambut pendek dan rapat. Daun letak berseling, bertangkai panjang, bentuknya seperti jantung dengan ujung runcing, tepi bergerigi atau beringgit kasar, tulang daun menjari, panjang 3-11 cm, lebar 2,5-7 cm. Bunga tunggal dengan 5 daun mahkota berwarna kuning diameter 2-2,5 cm, bertangkai yang panjangnya 2-6 cm, keluar dari ketiak daun dan mekar setelah tengah hari. Buah bentuknya seperti bola tertekan dengan tinggi 1,5 cm, penampang 2,5 cm, terdiri dari 15-20 celah yang berisi 3 buah biji berbentuk ginjal. Herba ini merupakan tanaman yang menghasilkan serat berwawrna putih.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Manis, tawar, netral. Membersihkan panas dan lembap di dalam tubuh (antipiretik), melancarkan peredaran darah, antiradang, peluruh dahak dan peluruh kencing (diuretik).

Daun: Manis, kelat, hangat
Akar: Manis, tawar, sejuk. Peluruh kencing, menenangkan organ paru (pulmonary sedative), masuk ke dalam meridian ginjal
Biji: Peluruh kencing, laksans, peluruh dahak, aphrodisiak

Kandungan kimia
Asam amino, asam organik, zat gula dan flavonoid yang terdiri dari gossypin, gossypitrin dan cyanidin-3-rutinoside
Biji mengandung minyak raffinose (C18H32O16)

Bagian yang dipakai
Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan, herba setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya, kemudian dijemur sampai kering.

Kegunaan
Daun/seluruh tanaman
Pembengkakan saluran telinga yang menyebabkan rasa sakit, pendengaran menurun atau telinga berdenging
Demam, gondongan (epidemic parotitis)
TB Paru, radang saluran napas (bronchitis)
Kencing sedikit (oliguria), kencing nanah, kencing batu
Radang kandung kencing, radang saluran kencing (urethritis)
Diare
Bisul (furunkel), kaligata (urticaria)
Sakit gigi, gusi bengkak
Rematik

Akar: Batuk, kencing nanah, diare, radang telinga tengah (otitis media), wasir, demam
Biji: Disentri, sembelit, kencing nanah, cystitis kronis, cacing keremi, bisul

Pemakaian
Untuk minum:
Seluruh tanaman 15-30 g (bahan segar: 30-60 g), rebus
Akar 10-15 g, rebus

Pemakaian luar:
Daun dilumatkan sampai halus, untuk bisul dan koreng

Cara pemakaian:
Wasir: 150 g akar direbus dengan air secukup sampai kental. Diminum 100 cc, sisanya diuapkan ke lubang dubur selagi panas
Bisul: 1 buah biji kering digiling menjadi bubuk, lalu diseduh dengan 1 cangkir air panas, hangat-hangat diminum. Daunnya setelah dicuci bersih dilumatkan dan tambahkan madu secukupnya, tempelkan pada bisul.

Sakit telinga, pendengaran menurun: 60 g herba segar atau 20-30 buah dicuci bersih lalu direbus dengan daging tanpa lemak. Setelah dingin disaring lalu diminum. Lakukan setiap hari.

Tuberkulose paru (TB paru) yang masih ringan: 30 g akar kembang sore, 30 g akar Ilex asprella, 15 g Mahonia japonica, direbus. Setelah dingin disaring, dibagi dalam 3 bagian untuk diminum habis dalam 1 hari

Kencing batu: Herba direbus, dipakai untuk merendam tubuh. Untuk tapalnya, ambil daun secukupnya, setelah dicuci bersih lalu digiling sampai halus dan dipakai sebagai tapal pada pinggang dan kandung kemih. Harus sering diganti, karena daunnya berbau busuk.

Rematik: Rebusan herba ini dipakai untuk mandi atau sebagai kompres pada bagian tubuh yang sakit

Cacing keremi pada anak: Biji digiling halus lalu digulung seperti rokok kemudian dibakar. Asapnya ditiupkan ke lubang dubur.

Sakit gigi, gusi bengkak: Daun direbus, hangat-hangat dipakai untuk kumur-kumur

Catatan:
Hati-hati bila pemakai sedang hamil

Bunga Pagoda | Clerodendrum japonicum

bunga-pagoda

bunga-pagoda

Nama daerah:
Senggugu, tumbak raja
Pagoda flower (nama asing)

Uraian tanaman
Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya penuh dengan rambut halus. Biasa ditanam di taman-taman pinggir jalan raya daerah luar kota, atau di pekarangan sebagai tanaman hias.

Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, bentuknya bulat telur lebaqr, pangkal berbetnntuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjang dapat mencapai 30 cm. Bunga majemuk yang terdiri dari bunga kecil-kecil yang berkumpul menjadi bentuk piramid, warnanya merah, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Akar: pahit, dingin, antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak, dan bekuan darah
Daun: manis, asam

Kandungan kimia
Bagian yang dipakai: akar, bunga, dan daun. Akar dikeringkan.

Kegunaan
Akar: sakit pinggang

Bayam Duri | Amaranthus spinousus

bayam-duri

bayam-duri

Kandungan
a. amaranthin
b. rutin
c. spinasterol
d. hentriakontan
e. tannin
f. kalium nitrat
g. kalsium oksalat
h. garam fosfat
i. zat besi
j. vitamin A
k. vitamin C
l. vitamin B6
m. vitamin K
n. air

Manfaat
a. menyembuhkan kencing nanah
b. melancarkan kencing
c. mengatasi bronchitis
d. menyembuhkan demam
e. mengatasi bisul
f. menambah darah
g. meningkatkan produksi ASI
h. memperlancar haid

Kemangi | Ocimum basilicum

daun-kemangi

daun-kmangi

KEMANGI adalah tumbuhan tahunan yang tumbuh tegak dengan cabang yang banyak Tanaman ini berbentuk perdu yang tingginya dapat mencapai 100 cm. Bunganya tersusun di tandan yang tegak. Daunnya panjang, tegak, berbentuk taji atau bulat telur, berwarna hijau dan berbau harum. Ujung daun bisa tumpul atau bisa juga tajam, panjangnya mencapai 5 cm. Permukaan bergerigi atau juga rata. Merupakan terna kecil beraroma khas yang berasal dari kandungan sitral yang tinggi pada daun dan bunganya. Biasa dimakan sebagai lalap bersama-sama dengan kubis, irisan ketimun. Di Thailand dikenal sebagai manglak dan juga sering dijumpai dalam menu masakan setempat.

Spesies ini banyak terdapat di Asia dan Amerika. Di Pulau Jawa, kemangi/surawung ditandm di kobun, di pagar, di pinggir jalan, di lapangan, dan di huma. t ditanam sebagai tanaman yang dibudidayakan. Walapun demikian, hasil
tumbuhan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Asalnya belum diketahui secara pasti. Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 500 m dpl. Perkembangbiakan tumbuhan ini dapat dilakukan dengan biji.

CARA MENDAPATKAN KEMANGI
Perkembangbiakan tanaman ini dapat dilakukan dengan biji. Tumbuhan ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun

KHASIAT KEMANGI
Daun kemangi mengandung zat yang mampu merangsang terbentuknya hormon androgen dan estrogen. Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung Zat Flavonoid seperti orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan flavonoid seperti sineole, mycene dan eugenol mempunyai manfaat sebagai antibiotik alami, antiperadangan, sebagai penenang (antidepresan), membantu mengatasi ejakulasi dini, merangsang aktivitas saraf pusat dan melebarkan pembuluh darah kapiler. Dapat dikonsumsi untuk memperbanyak ASI, mengobati encok dan penurun panas. Daun kemangi juga dapat meningkatkan jumlah air seni, menghilangkan masuk angin dan peluruh dahak. Konsumsi daun tanaman ini juga dapat mengatasi masalah bau mulut dan bau badan. Manfaat daun kemangi lainnya adalah sebagai pelawan bakteri yang alami sehingga bisa menangkal penyakit yang diakibatkan virus Basillus subtilis, Salmonella paratyph juga Proteus vulgaris. Getah kemangi dapat digunakan sebagai obat sariawan dan sakit telinga.

RESEP
Ejakulasi dini
Cuci bersih segenggam daun kemangi, seduh dengan air panas. Setelah dingin, minum sekaligus, cukup satu kali sehari. Bila anda suka lalap, maka bisa juga daun kemangi dikonsumsi secukupnya sebagai lalap.

Mengobati panu
Ambil segenggam daun kemangi dan cuci bersih, setelah itu haluskan. Beri sedikit air campuran kapur sirih dan selanjutnya balurkan pada bagian kulit yang terserang panu. Sebaiknya dilakukan dua kali dalam sehari.

Mengobati sariawan
Ambil daun kemangi kira-kira 50 helai dan cuci hingga bersih. Selanjutnya kunyah daun tersebut kurang lebih dua hingga tiga menit. Setelah halus, telah daun kemangi tersebut dan langsung minum air hangat. Untuk hasil maksimal, lakukan maksimal 3 kali dalam sehari.

Mengusir mual juga flu
Keringkan daun kemangi dan kemudian seduh layaknya teh. Minum air teh kemangi tersebut dua kali dalah sehari dan badan Anda akan sembuh dari mual serta menghalau flu datang.

Mengatasi bau mulut yang kurang sedap
Ambil daun kemangi, biji juga akarnya. Bersihkan dan kemudian seduh dengan air yang panas. Air seduhan tersebut bisa Anda tambahkan dengan gula merah atau madu. Minum air tersebut di setiap pagi sebelum beraktifitas.

Perut yang kembung dan masuk angin
Rebus daun kemangi dengan bawang merah yang kemudian dicampur dengan minyak kelapa. Ramuan tersebut segera dioleskan pada perut yang dirasa kembung.

Belimbing | Averhoa carambola

belimbing

belimbing

BELIMBING (Averhoa Carambola L) merupakan pohon kecil yang berbatang keras dengan tinggi 5-12 m ini,berasal dari Jawa dan Kalimantan. Ciri-ciri umum daunnya bersirip ganjil dengan warna kekuningan sampai hijau muda, bunganya kecil dalam untaian yang berwarna putih kemerahan, buahnya seperti buni, bulat memanjang sekitar 4-13 cm, dengan 5 rusuk yang tajam dengan kulit buah yang tipis,warnanya kuning muda dan banyak mengandung air. Tanaman ini sangat menyukai tanah yang asam dan air yang cukup banyak, terlebih lagi bila hidup ditempat teduh, belimbing termasuk tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Buah belimbing mengandung glukosida, vitamin A, B, dan vitamin C, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, pectin dan niacin. Sifat kimia buah adalah rasa asam, manis, dan netral.

CARA MENDAPATKAN BELIMBING
Perbanyakan tanaman dengan biji dan cangkok. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 800-2.500 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Buah dan daun

KHASIAT BELIMBING
Dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi dan menghilangkan panu pada kulit. Adapun efek farmakologi buah sebagai antiradang, peluruh kemih (diuretik) dan peluruh liur. Buahnya dapat digunakan sebagai obat sakit tenggorokan, tekanan darah tinggi, kencing manis, sakit perut, sakit beguk atau gondong cacar air, dan wasir demam, batuk rejan dan encok, kencing batu dan perbesaran limfe akibat penyakit malaria. Akar belimbing manis juga berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kepala dan nyeri persendian. Sedangkan daunnya dapat digunakan untuk mengatasi radang lambung, radang kulit bernanah, dan bisul. Daun untuk radang lambung, radang kulit bernanah (obat luar) dan bisul (obat luar). Kandungan vitamin C yang tinggi dapat dijadikan antioksidan untuk mencegah penyebaran sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah sariawan. Sedangkan pektin pada dinding sel belimbing mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus hingga mendorong pengeluarannya.

RESEP
Darah tinggi: Makan buah belimbing yang sudah masak 2 x sehari sebanyak 2 atau 3 buah.
Kulit panu: Ambil 2 buah belimbing dan ditumbuk halus,lumaskan sambil digosok- gosok pada bagian kulit yang berpanu, lakukan ini 1 atau 2 x sehari.
Radang lambung: 6 g daun belimbing manis, 8 g rimpang kunyit segar, 7 g rimpang temu kunci dan 110 ml air, diseduh, lalu diminum sehari sekali setiap pagi 100 ml selama 14 hari. Hati-hati penderita ginjal.
Pertolongan pertama penderita cacar: Dengan menumbuk daun belimbing hingga halus untuk diambil airnya. Sari buah belimbing ini, dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit cacar untuk menghilangkan rasa gatal-gatal. Pengobatan cara ini dilakukan sehari sekali sampai tampak sembuh tanpa melakukan gosokan-gosokan pada kulit sekalipun gatal).
Penyakit gondong: Gondong adalah penyakit infeksi virus menular yang akut. Gejala gondong berupa terjadinya pembengkakan atau peradangan pada kelenjar air liur. Ramuan untuk gondong sebagai berikut: potong-potong buah belimbing menjadi beberapa bagian. Kemudian tumbuk sampai halus. Tumbukan buah belimbing tersebut tempelkan pada kelenjar yang membengkak selama 30 menit dan lakukan 3 kali sehari. Akan lebih baik bila yang digunakan adalah belimbing wuluh.
Menenangkan perut setelah muntah-muntah atau mabuk: Dapat diminum perasan buah belimbing manis yang direbus dengan 1/3 bagian gula pasir dan dikentalkan hingga menjadi sirup yang segar.
Wasir: rebuslah daun belimbing wuluh yang telah dirajang dengan perbandingan 3 mangkuk daun dalam 8 liter air selama 30 menit. Kemudian air rebusan tersebut digunakan untuk duduk berendam penderita wasir selam masih hangat.
Demam: Dapat dicoba pengobatan tradisional dengan daun belimbing. Rebuslah cincangan daun belimbing segar sebanyak 2 mangkuk dalam 2 liter air selama 10 menit. Air rebusan tadi didinginkan dan disaring untuk digunakan sebagai kompres dingin pada penderita sakit demam.
Caranya adalah ambil satu buah belimbing yang hampir matang, bersihkan, parut dan parutan tersebut diperas hingga satu gelas airnya.
Panu: Caranya cukup menggosokkan potongan belimbing pada kulit yang terkena panu.
Batuk berat dengan manisan buah belimbing wuluh, batuk rejan yang tidak sembuh-sembuh, ternyata memberikan hasil yang memuaskan setelah memakan 6 kali – masing-masing 8 buah – manisan belimbing wuluh. Selain itu baik untuk penderita sariawan usus (skorbut) dan melancarkan kerja empedu.

Pegagan | Centella aquatica

pegagan

pegagan

PEGAGAN juga disebut tapak kuda karena daunnya mirip tapal kaki kuda. Terna menahun bernama latin Centella aquatica itu berlubang lunak, ramping dcngan tunas-tunas panjang berakar. Memiliki rimpang pendek dan stolon-stolon merayap sepanjang 80 cm, akar keluar dari setiap bonggol, dan banyak bercabang. Banyak orang mengenal tanaman asal Asia tropik itu sebagai pegagan. Ada juga yang menyebutnya antanan (Sunda), pacul goang (Jawa Tengah), regedeg (Yogya), gan-ganan (Madura), taidaah (Bali), wisu-wisu (Makasar), cipu balawo (Bugis), Dogauke (Papua), dan sarowati (Halmahera).

Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso- inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang terdapat dalam tanaman ini memberikan efek rasa pahit.

CARA MENDAPAT PEGAGAN
Perbanyakan dengan stolon. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 200-1.400 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun.

KHASIAT PEGAGAN
Khasiat pegagan antara lain sebagai obat antiinfeksi, antitoksik, penurun panas, peluruh kemih, penenang dan tonik.

Tanaman ini digunakan sebagai obat tradisional mengobati demam, bronkhitis, flek paru, asma, batuk darah, meningkatkan daya ingat, pembengkakan liver, hipertensi, asam urat tinggi, infeksi saluran kemih, prostat, wasir, jerawat, campak, dan lepra.

Tanaman ini memiliki efek antiinflamasi, antibiotik, antidemam, antidiuretik, dan leratolitik. Bahkan kemampuan antibiotik dan antiinflamasinya tergolong tinggi hingga berguna pula sebagai antibakteri. Tak heran jika pegagan efektif mengatasi peradangan jaringan tubuh. Mulai dari luka, lepra, radang tenggorok, radang lambung, hingga disentri. Karena khasiatnya sebagai antiinflamasi pula sehingga ia mulai dilirik sebagai bahan baku salep untuk mengobati luka, seperti salep Medicazol. Bahkan salep ini kini sangat akrab dikenal para dokter bedah di berbagai rumah sakit.

RESEP
Untuk mengobati radang organ dalam tubuh, diminum sari daun tanamannya Caranya, 1 kg daun segar ditumbuk halus, kemudian ditambah 0,5 liter air mata diperas, lalu disaring. Perasan itulah yang diminum. Meski dapat dibuat simplisia daun kering, namun paling baik menggunakan tanaman segar, sebab jika dikeringkan khasiat tanaman akan berkurang.

Ophiopogon | Ophiopogon Japonicus

ophiopogon

ophiopogon

Terna menahun, tinggi 15-40 cm, biasa ditanam sebagai tanaman hias. Daun tumbuh berkumpul membentuk roset akar, lurus panjang dengan panjang 15-40 cm, lebar 3-7 mm, ujung lancip dengan pangkal menyempit menjadi tangkai. Warna daun hijau mengkilap dengan kedua bagian tepi bergaris putih.

Bunga tersusun dalam karangan berbentuk malai yang panjangnya 6,5-14 cm, warnanya ungu muda atau putih, kecil-kecil. Buah bulat, warnanya hijau tua, bila masak warnanya biru gelap. Tanaman ini memiliki akar serabut dengan pembesaran di beberapa tempat membentuk umbi kecil-kecil.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis

Manis, agak pahit, dingin. Masuk meridian paru, lambung, dan jantung.

Kandungan kimia

Umbi mengandung:

1. Steroid saponin

2. Isoflavonoid

3. D-glucose

Bagian yang dipakai
Umbi

Kegunaan
batuk kering, abses paru
muntah darah, batuk darah
panas dalam, haus, mulut dan kerongkongan kering
susah buang air besar
melancarkan kencing

Pemakaian
Untuk minum: 7-15 g digodok atau dijadikan pil.

Eceng Gondok | Eichhornia crassipes

eceng-gondok

eceng-gondok

Nama Daerah
Sumatra: Kelipuk, ringgak, keladi bunting, Jawa: Eceng gondok, gendot, gondok, kembang bopong, weweyan, wewehan, bengok, Kalimantan: ilung-ilung, mampau, napong, Sulawesi: Tumpe, takara

Nama Asing
waterhyacinth, waterpest

Uraian Tanaman
Terna air atau rawa, tahunan, tumbuh mengapung di air, kadang berakar pada dasar, tinggi 20-60 cm, mengeluarkan tunas merayap yang keluar dari ketiak daun yang akan menjadi tumbuhan baru. Eceng gondok diimpor oleh Kebun Raya dari Brasil pada tahun 1894 sebagai tanaman hias yang dapat tumbuh dari 1.000-1.600 m di atas permukaan laut. Karena pembiakan vegetatifnya luar biasa cepat, tanaman ini malah menjadi gulma daripada tanaman hias air.

Daun tersusun dalam roset akar, tumbuh tegak, bentuknya bulat telur lebar, tepi rata, panjang 7-25 cm, warnanya hijau mengkilat. Tangkai daun dewasa panjang, tangkai daun yang muda pendek, dan menggelembung.

Bunga letaknya duduk 6-12 kuntum bunga berkumpul dalam bulir yang panjangnya 13-30 cm, warnanya ungu. Buah berbiji banyak, bentuknya bulat panjang bersegi.

Eceng gondok biasa digunakan untuk makanan ternak atau dibuat pupuk.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis
Meredakan panas, menghilangkan lembap dan racun

Kandungan kimia
Seluruh tumbuhan mengandung SiO2, kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), klorida (Cl), tembaga (Cu), mangaan (Mn), besi (Fe)
Akar: sulfat dan fosfat
Daun: karoten
Bunga: Delphinidin-3-diglucoside

Bagian yang dipakai
Seluruh tumbuhan atau akar

Kegunaan
Tenggorokan terasa panas
Kencing tidak lancar
Biduran
Bisul, abses

Pemakaian:
Untuk minum 15-20 g digodok

Pemakaian luar:
Dilumatkan dan ditempelkan pada bagian yang sakit.

Cara pemakaian:
Kencing tidak lancar, biduran: Batang segar digodok dan diminum
Bisul dan abses: Daun atau akar segar dilumatkan, tambahkan garam secukupnya, tempelkan ke tempat yang sakit.

Jombang | Taraxacum officinale

jombang

jombang

Deskripsi
Terna menahun, tinggi 10-25 cm, seluruh bagian tumbuhan mengandung cairan, seperti susu. Daun berkumpul membentuk roset akar, bagian pangkal rebah menutup tanah. Daun tunggal, berbentuk lanset sungsang, ujung runcing, pangkal menyempit menyerupai tangkai daun, tepi bergerigi tidak teratur, kadang berbagi sangt dalam, panjang 6-15 cm, lebar 2-3,5 cm, berwarna hijau, dilapisi rambut halus berwarna putih, berkelamin dua. Mahkota bunga berwarna kuning, diameter 2,5-3,5.Buahnya berbentuk tabung, berwarna putih. Akarnya panjang, tunggal, atau bercabang. Daun muda dapat dimakan sebagai lalap atau dibuat salad yang berkhasiat tonik.

Nama daerah
Randa taplak, jombang (Jawa)

Kandungan
Taraxol, taraxicin, taraxasterol, b-amyrin, stigmasterol, b-sitosterol, choline, levulin, pectin, inulin, kalsium, kalium, glukosa, fruktosa, β-sitoserol, 5a-stigmast 7-en-3 β-ol, asam folat dan vitamin C.

Khasiat
Antitoksik, peluruh kencing (diuretic), pereda panas (antipiretik), penguat lambung, meningkatkan nafsu makan (stomakik), melancarkan pengeluaran empedu ke usus (kolagoga), melancarkan pengeluaran ASI (laktagoga), laksatif ringan, dan menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).

Bagian yang digunakan
Herba dan akar segar maupun yang telah dikeringkan.

Angsana | Pterocarpus indicus

angsana

angsana

TANAMAN angsana memiliki nama latin Pterocarpus indicus. Angsana memiliki pohon dengan tinggi sekitar 10-40 m. Ujung ranting berambut. Daun penumpu bentuk lanset, panjang 1-2 cm, berseling, anak daun 5-13, bulat telur memanjang, meruncing, tumpul, mengkilat sekali. Tandan bunga di ujung dan duduk di ketiak, sedikit atau tidak bercabang, berambut cokelat, berbunga banyak, panjang 7-11 cm; anak tangkai 0,5-1,5cm; bunga sangat harum. Kelopak bentuk lonceng sampai bentuk tabung, bergigi 5. Mahkota kuning oranye. Daun mahkota berkuku; bidang bendera bentuk Iingkaran atau bulat telur terbalik, berlipat kuat, melengkung kembali, garis tengah lebih kurang 1 cm, lunas lebih pendek daripada sayap, pucat. Bakal buah berambut lebat, bertangkai pendek, bakal biji 2-6. Polongan bertangkai di atas sisa kelopak, hampir bulat lingkaran, dengan paruh di samping, pipih sekali, sekitarnya bersayap, tidak membuka, pada sisi yang lebar dengan ibu tulang daun yang tebal. Biasanya ditanam pada ketinggian 1-800 m. Bagian yang digunakan untuk obat adalah kulit kayu, getah (resin) dan daun muda. Biji dan daun mengandung saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Getah (Resin) dikenal dengan nama kino mengandung asam kinotanat dan zat warna merah.

KHASIAT ANGSANA
Kayunya mempunyai warna dan kualitas yang baik sekali untuk dipergunakan sebagai bahan bangunan dan kayu mebel. Di Maluku pohon ini menghasilkan kayu akar (worteihout) yang bagus. Tanaman ini memiliki efek farmakologi sebagai adstringen (obat yang dapat mengkerutkan selaput lendir) dan diuretik (peluruh kencing). Kulitnya berguna untuk obat gosok, obat sariawan, mencret, batu ginjal, bisul, dan menurunkan tekanan darah dan obat sifilis sedangkan akarnya diseduh sebagai obat demam. Daun mudanya untuk kencing manis dan bisul (obat luar). Getahnya mengobati luka (obat luar)dan sariawan mulut (obat luar).

RESEP
Batu Ginjal:
Kulit kayu angsana 3 g, daun keji beling 2 g, daun kumis kucing 4 g, air 115 m, kemudian dapat dibuat infus atau diseduh. Diminum 1 kali sehari 100 ml. Bila batu telah keluar, baik berupa kristal maupun air kencing yang keruh atau air kencing yang berbuih maka pemberian jamu dihentikan, kemudian dilanjutkan minum teh daun kumis kucing 6% dalam air 6 g daun kumis kucing diseduh dengan air mendidih sebanyak 100 ml. Selanjutnya dapat diminum seperti teh.

Sariawan Mulut:
Kulit kayu angsana 4 gram, daun saga segar 4 gram, daun sirih segar 3 helai, air 115 ml, kemudian dapat dibuat infus atau diseduh. Bila diperlukan tambahkan 10 gram gips pada beningan, didiamkan beberapa saat, lalu disaring dan diambil bagian beningnya. (Gips dapat dibeli di apotik atau toko kimia).Untuk kumur, tiap 3 jam sekali, tiap kali pakai 50 ml, bila perlu dapat diencerkan dengan air.

Bisul:
Bisul dicuci dengan air bersih atau alkohol 70%, kemudian daun angsana diremas dan ditempelkan pada bisul tersebut. Diperbaharui tiap 3 jam sekali.

Bungli

bungli

bungli

Deskripsi
Pohon bungli tinggi, dapat mencapai ketinggian 10 meter, batang tegak, berkayu, warna hijau kotor. Daun majemuk bentuk lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau. Bunga majemuk, kelopak bentuk tabung, mahkota bentuk terompet buah kotak warna cokelat.

Kandungan
Oroksilin

Khasiat
Mendinginkan, membersihkan darah, antiinflamasi, analgesik, antitusif, dan diuretik

Bahan yang digunakan
Biji, kulit, kayu, akar

Cara Pengobatan

Radang tenggorokan dan bronkitis

1 g biji bungli
5 g akar manis
7 g kencur
110 ml air

Seduh dengan air lalu minum 1 kali sehari 100 ml. Lama pengobatan 4 hari.

Pacing | Costus speciosus

pacing

pacing

Nama ilmiah tanaman Pacing adalah Costus speciosus. Tanaman ini termasuk dalam famili Zingiberaceae (temu-temuan) dan dikenal dengan beberapa nama lain, yaitu tabar-tabar, kelacim, setawar, tubu-tubu (Sumatra), tepung tawar, poncang-pancing, bunto (Jawa), Lingkuwas, tapung tawara (Sulawesi) dan lainnya, sedangkan nama asingnya sering disebut dengan nama Spiral Ginger atau Wenteltrap Plant. Tanaman Pacing memiliki ciri-ciri tegak, tinggi sekitar 0,5-3 m, menyukai tempat-tempat yang lembap dan teduh, tumbuh liar di tepi parit, tepi jurang, tanah kosong yang telantar, atau ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Tumbuh pada taran 1-1.200 m dpl. Batangnya berwarna kuning kecokelatan, berdaun tunggal tersusun seperti spiral dan tangkainya pendek memeluk batang. Daunnya hijau memanjang sampai lanset, ujungnya runcing dan tepinya rata. Pada permukaan bawah daunnya berambut halus. Bunga duduk dalam bentuk bulir, berukuran besar dan warnanya putih. Buahnya kotak berbentuk telur, warnaya merah, berisikan banyak biji.

Pada bagian rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (Sapogeninsteroid), tigogenin, dioscin, gracillin, sitostrol, methyltriacontane, 8-hydroxutriacontan-25-one,5alfa-stimast-9(11)-en3beta,24 hydroxytriacontan-26-onedan24-hydroxyhentriacontan-27-one. Senyawa kimia tersebut digunakan sebagai bahan baku obat kontrasepsi (antihamil). Bagian yang digunakan sebagai obat adalah rimpangnya. Rimpang Pacing sifatnya sejuk, rasanya masam, pedas, dan sedikit beracun (toksik). Selain itu mengandung senyawa antioksidan seperti asam askorbat, betakaroten, alfatecopherol, glutathione, penol, dan flavonoids.

Cara mendapatkan pacing

Perbanyakan tanaman pacing dapat dilakukan dengan biji atau rimpang. Perawatannya dengan pengendalian hama dan gulma, pemupukan serta penyiraman air yang cukup.

Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 250-1.200 m dpl.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang, batang, daun.

KHASIAT PACING
Rimpang Pacing dapat digunakan sebagai peluruh kencing (diuretik), antitoksik, menghilangkan gatal dan peluruh keringat (anti piretik), mencegah kehamilan, untuk pengobatan bengkak-bengkak karena sakit ginjal dan perut busung, pengobatan infeksi saluran kencing, nyeri sewaktu kencing, pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan, bisul dan abses. Selain itu mengobati rematik, gigitan ular, eczema, radang mata, mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut. Tanaman ini juga dapat mnegobati penyakit lepra, penyakit kulit, asma, anemia, perut kembung, afrodisiak. Berdasarkan penelitian tanaman ini memiliki efek farmakologi sebagai antihyperglysemic, aktivitas hypoepidemic, menurunkan kolesterol, trigliserida, antidiabetes, antioksidan, anti-inflammatory, memiliki aktivitas hepatoprotective dan antimicrobial melawan bakteri staphylococus aureus.

RESEP
Rimpang tanaman Pacing dapat digunakan apabila dicuci bersih dipotong tipis- tipis, lalu dikukus dan dikeringkan terlebih dahulu, karena rimpang mentah adalah beracun.
1. Untuk obat rematik: Akarnya digerus dicampur dengan mustard oil kemudian digosokkan kepada yang sakit.
2. Nephriticedema, air kemih sedikit: Pacing 30 g, cynanchumpaniculatum digodok, minum.
3. Mencegah kehamilan: Rimpang kering 10 g ditambah 1 buah pace digodok, minum setelah dingin. Minum setiap hari selama 10 hari setelah haid.
4. Digigit ular: Pacing 1 batang, dicuci bersih lalu ditumbuk halus, beri air garam 2 sendok makan. Air perasannya diminum, ampasnya untuk menurap luka bekas gigitan lalu dibalut, sehari 2 kali.
5. Bengkak karena penyakit ginjal akut: Pacing 15 g direbus, minum.
6. Eczema, gatal-gatal: Godok pacing secukupnya, untuk cuci.
7. Radang mata: Batang pacing 3 jari, dicuci bersih lalu ditumbuk halus kemudian dijHMrtn dan disaring. Airnya untuk diteteskan ke mata yang sakit, 3-4 kali per hari Rebanyak 2 tetes.
8. Mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut: Batang dan daun muda ditumbuk halus sampai menjadi bubur, satu malam diembunkan, pakai untuk mencuci dan memperbaiki pertumbuhan rambut.
9. Perut busung (ascites) dan bengkak (edema): Umbi yang berwarna merah dilumatkan dan dibungkus dengan kain sutera, ikat di pusar. Penyakitnya akan keluar berikutair kemih.
10. Pengerutan hati (cirrhosis), batuk rejan (pertusis) dan infeksi saluran kencing:
Rimpang kering 3 -10 g digodok, minum.

Catatan: Wanita hamil dan pasien dengan pencernakan lemah dilarang mengonsumsi.

Bunga Matahari | Sunflower

bunga-matahari

bunga-matahari

Deskripsi
Herba annual (usia pendek), tegak, berbulu, tinggi 1-3 m. Bunga tumbuhan ini sangat khas, besar, biasanya berwarna kuning terang dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30 cm). Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Bunga matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap ke arah matahari atua heliotropisme.

Nama Daerah
Bungngong matahuroi, bungka matahari, purbanegara; bunga panca matoari, bunga teleng matoari, sungeng; kembang sarengenge, kembhang mataare, bunga ledomata, kembang sangenge, kembhang tempong are.

Kandungan
Quercimeritin, helianthoside, oleanolic, acid echinocystic acid, Beta-sitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin,3,4 benzopyrene

Khasiat
Bunga : menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik)
Biji : antidisentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormone, enzim, dll), merangsang pengeluaran campak (measles)
Daun : antiradang, mengurangi rasa nyeri, antimalarial
Akar : antiradang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri
Sumsum dari batang dan dasar bunga: merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih

Bagian yang digunakan
Seluruh bagian tanaman

Rosella | Hisbiscus sabdariffa

rosella

rosella

ROSELLA atau dikenal dengan asam paya, asam kumbang dan asam susur memiliki nama ilmiah Hisbiscus sabdariffa. Bunga ini berasal dari benua Afrika. Tanaman ini mengandung antosianin, riboflavin, niasin, protein, kalsium, magnesim, kalium, besi, asam askorbat, beta carotene, Omega 3, gossy, peptin , asam protosatekuat, asam askorbat, ekstrak saliks, glikosida cardiac, flavonoid, saponin, alkaloid,sardenoleda, anthocyanins delphinidin-3-O-sambubioside, cyanidin-3-O-sambubioside, Rosella kering mengandung flavonoid gossypetin, hibiscetine dan sabdaretine.

Pigmen utama yang sebelumnya dilaporkan sebagai hibiscin telah diidentiflkasi sebagai daphniphylline. Sejumlah kecil myrtillin (delphinidin 3-monoglucoside), Chrysanthenin (cyanidin 3- monoglucoside), dan delphinidin juga terdapat pada tanaman ini. Kelopak bunga tersebut diketahui mengandung zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh, seperti vitamin C, vitamin A, protein esensial, kalsium, dan 18 jenis asam amino, termasuk arginina dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh serta kandungan antioksidan yang terdiri atas senyawa gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin.

Rosela diketahui memiliki kandungan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan sebanyak 23,10 mg dalam setiap gram bobot kering kelopak rosela. Produk Rosella banyak dikembangkan di Cina, Thailand, Sudan, di Meksiko, Mesir, Senegal, Tanzania, Mali dan Jamaika, dan India. Negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia ikut mengembangkan.

CARA MENDAPAT ROSELLA
Perbanyakan tanaman dengan biji. Perawatannya dengan pemupukan, pengendalian hama da gulma serta penyiraman air yang cukup Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat denpan ketinggian dari 200-500 m dpl.

KHASIAT ROSELLA
Afrika menjadikan rosella sebagai selai atau jeli, sementara di Jamaika, dibuat salad buah yang dimakan mentah. Ada kalanya juga dimakan dengan kacang tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir, rosela diminun dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin. Di Sudan, menjad minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes tebu. Minuman ini juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga dapat dijadikan campuran minuman kopi.

Untuk pengobatan khasiat rosela antara lain untuk menurunkan asam urat, mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah, hipertensi, diabetes mellitus, mengurangi kadar kolesterol jahat yang disebut LDL, trigliserida dan lemak dalam tubuh. memperbaiki metabolisme tubuh, melangsingkan tubuh, menghambat sel kanker, mengurangi resiko jantung, mencegah sariawan dan panas dalam, menambah vitalitas, meredakan batuk, mengurangi pusing (migraine), mencegah flu, demam, antioksidan, antihipertensi, antikanker, antidepresi, antibiotik, aprodisiak, diuretik (peluruh kencing), sedatif, tonik, dan menurunkan absorpsi alkohol, aprodisiak (meningkatkan gairah seksual), diuretik (melancarkan buang air kecil), pelarut, sedativ (penenang), dan tonik. Kandungan antioksidan yang dimiliki oleh kelopak mampu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif (akibat proses penuaan) seperti jantung koroner, kanker, diabetes melitus, dan katarak serta untuk peremajaan kulit.

Berdasarkan penelitian ditemukan kandungan delphinidin 3-sambubioside dan cyanidin 3-sambubioside, antosianin pada rosela yang ampuh mengatasi kanker darah alias leukeimia. Namun hati-hati untuk pender ltd lambung (maag) akan merugikan karena kadar keasaman (pH) seduhan rosela mencapai 3,14 yang akan membuat maag menjadi kambuh. Selain itu rosella memiliki efek farmakologis sebagai bahan antiseptik, antispasmodik (penahan kejang), antihelmintik (anticacing), antibakteri, mencegah penyakit organ hati, mencegah pembentukan batu ginjal, serta memperlambat pertumbuhan jamur, bakteri, dan parasit. Manfaat lainnya menyaring racun tubuh, mampu mengurangi derajat kepekatan/kekentalan darah, melancarkan peredaran darah, mencegah kram/kekejangan otot dan membantu pencernaan/melancarkan buang air besar.

RESEP
1. Sebagai Terapi Hipertensi:
Pemberian 10 g kelopak kering dan 0,52 liter air setiap hari selama 4 minggu.

2. Asam Urat dan Kesehatan Ginjal:
Mengonsumsi jus rosela sebanyak 16-24 g/dl/hari.

3. Minuman yang terbuat dari bunga rosela:
Untuk mendapatkan teh rosela, bunga yang sudah dipetik, dijemur di bawah terik matahari selama 1-2 hari agar memudahkan pemisahan lidah kelopak dengan bijinya. Kemudian cuci air bersih dan jemur kembali selama 3-5 hari. Remas kelopaknya, jika mudah menjadi bubuk artinya kadar air telah mencapai 4-5 %. Seduh 2-3 g teh rosela dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi kemerahan. Untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung. Atau setelah dipisahkan dari bijinya, bunga segar rosela yang telah dicuci dapat langsung diseduh dengan air panas.

Merica | Piper nigrum L.

merica

merica

TANAMAN MERICA atau lada merupakan jenis rempah-rempah yang termasuk ke dalam famili piperaceae. Lada disebut dengan sahang di daerah melayu lokal, dan pedes di daerah sunda. Bagian yang diambil dari tanaman ini adalah bijinya. Tanaman lada memiliki daun tunggal bertangkai yang bentuknya bulat telur dengan pucuk yang meruncing. Daun belahan atas berwarna hijau tua mengkilat, sedangkan pada belahan bawah berwarna hijau pucat dan tak mengkilat. Panjang tangkai daun 2-4 cm, panjang daun 12-18 cm, dan lebarnya 5-10 cm. Daun pada batang bagian atas tanaman tidak sama dengan daun pada bagian bawah. Pada bagian atas, daun memiliki ukuran lebih panjang, sedangkan di bagian bawah lebih bulat.

Dahan tanaman lada tumbuh vertikal, namun akan tumbuh secara horizontal setelah buah tua dan masak, dan kadang menggantung karena dipengaruhi bobot buah yang masak tersebut. Buah lada berbentuk bulat, berbiji keras dan berkulit buah yang lunak. Kulit buah yang masih muda berwarna hijau, sedangkan yang tua berwarna kuning. Setelah dikeringkan, biji lada akan berwarna hitam. Kandungan dalam biji lada adalah minyak atsiri, pinena, kariofilena, limonena, filandrena, alkaloid piperina, kavisina, piperitina, dan piperidina.

CARA MENDAPATKAN MERICA
Tanaman lada dapat dikembangbiakkan dengan cara vegetatif maupun generatif. Cara vegetatif yang digunakan adalah dengan setek batang, sambungan, maupun okulasi. Namun, para petani lada lebih banyak menggunakan cara setek batang untuk mengembangbiakkannya.

KHASIAT MERICA
Lada memiliki sifat pedas yang berkhasiat untuk menghangatkan tubuh, dan melancarkan peredaran darah. Menurut beberapa penelitian piperin (senyawa organik bahan alam yang termasuk dalam golongan alkaloid turunan piridin) yang terdapat dalam lada juga mampu merangsang produksi endorfin di otak dan karena itu dianggap sebagai zat dengan sifat antidepresan. Salah satu sifat dari lada hitam secara universal diakui bahwa sangat bermanfaat bagi pencernaan dengan stimulasi metabolisme. Manfaat tersebut adalah karena adanya piperin yang meningkatkan produksi cairan di dalam lambung, yang tentunya juga dapat meningkatkan penyerapan nutrisi yang terdapat dalam makanan ke dalam tubuh kita. Khasiat lainnya adalah sebagai senyawa diuretik, antioksidan dan analgesik.

RESEP
Merica dapat digunakan sebagai rempah-rempah pada masakan.

Asparagus | Asparagus officinalis

asparagus

asparagus

ASPARAGUS (Asparagus officinalis) adalah tanaman yang berasal dari pantai barat Eropa, tersebar mulai dari bagian utara Spanyol, hingga ke Irlandia, Inggris Raya, dan barat laut Jerman. Di India, dikenal dengan nama shavatari, asparagus juga digunakan dalam pengobatan Ayuverdic. Asparagus juga dikenal di wilayah lain dengan nama Lu Sun atau Lo Sun (China), No Mai Farang (Thailand), dan Mang Tay (Vietnam).

Asparagus merupakan tanaman perenial (dapat tumbuh hingga lebih dari dua tahun). Keseluruhan tanaman berwarna hijau gelap dengan daun cladophyll seperti duri kecil. Batangnya dapat tumbuh hingga setinggi 0-1,5 m dengan banyak cabang samping yang tumbuh menyamping (horizontal) sehingga tanaman terlihat tumbuh berlapi-lapis. Batang-batang panjang yang melilit dapat dipotong untuk menjaganya tetap pendek, dan dapat membantu cabang samping tumbuh lebih banyak. Tanaman ini berbunga pada bulan Agustus dan pematangan biji mulai September hingga Oktober. Bunganya adalah bunga individu, dalam satu tanaman hanya terdapat satu jenis rujung, betina saja atau jantan saja (dioecious).

Habitat asli asparagus adalah pinggir pantai (habitat maritim), sehingga asparagus lebih dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan salinitas tinggi. Asparagus juga dapat tumbuh pada tanah dengan pH sangat asam atu sangat basa. Tekstur tanah yang sesuai adalah tanah berpasir atau tanah liat dan cukup kering, di tempat setengah teduh atau pun tanpa naungan.

Asparagus kaya akan nutrisi karbohidrat, lemak, protein dan vitamin, serta mineral yang terkandung antara lain kalsium, besi, magnesium, mangan, fosfor, kalium, natrium, dan seng. Sedangkan senyawaan lain yang dimiliki tanaman ini di antaranya karotenoid yang bermanfaat untuk kesehatan mata, polifenol yang memiliki banyak manfaat di antaranya antioksidan, antiradang, antikanker, dan melancarkan peredaran darah. Senyawaan polifenol yang terdapat pada tanaman asparagus diantaranya kaemferol glikosida, asam kafeat, asam klorogenat, asam sinamat dan rutin. Asparagus juga mengandung steroidal saponin yang memberikan rasa pahit pada batang muda tanaman ini, serta antosianin yang juga bermanfaat antioksidan.

CARA MENDAPAT ASPARAGUS
Daerah budidaya asparagus di antaranya terdapat di banjar Bukian, Desa Pelaga, daerah dataran tinggi bagian utara Bandung, Jawa Barat. Tempat ini juga mulai dikembangkan menjadi tempat agrowisata. Selain itu, terdapat juga pusat budidaya di daerah Teras dan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pusat budidaya di Teras-Boyolali merupakan kelompok tani di bawah CV. Aspakusa.

Jika ingin membudidayakan sendiri, asparagus dapat ditumbuhkan dalam rumah kaca, dan sangat mudah tumbuh pada tanah dengan tekstur berpasir kering. pH terbaik adalah 6,5 atau lebih tinggi, dengan toleransi antara 4,3-8,2. Posisi terbaik adalah di bawah sinar matahari yang cukup terang. Asparagus sangat baik ditanam bersama-sama dengan tomat. Ketika ditanam bersama-sama, tomat membantu melindungi asparagus dari kumbang asparagus, sedangkan asparagus diketahui dapat menolak nematoda yang dapat menginfeksi tomat. Propagasi tanaman ini bisa dilakukan dengan biji, dan dibutuhkan kedua jenis tanaman dengan rujung jantan dan betina. Proses penyerbukan dibantu oleh lebah (tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri).

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Daun, batang muda, dan akar.

KHASIAT ASPARAGUS
Asparagus telah dibudidaya sejak lebih dari 2.000 tahun yang lalu sebagai sayuran dan medisinal herbal. Bagian yang berkhasiat adalah bagian akar dan batangnya. Kedua bagian ini diketahui memiliki efek menyegarkan dan membersihkan usus, ginjal, dan hati. Asparagus berkhasiat mencegah keram otot (antispasmodik), melancarkan pencernaan, penghilang rasa sakit, pengeluar keringat (diaforetik), diuretik, sebagai obat penenang (sedatif), dan penguat (tonik). Infusa akar asparagus berkhasiat mengobati penyakit kuning dan memperbaiki kinerja ginjal. Kinerja diuretik yang kuat dari akar asparagus sangat bermanfaat untuk pengobatan bermacam-macam masalah berurin termasuk sistitis. Selain itu juga dimanfaatkan pada pengobatan kanker dan menurunkan tekanan darah tinggi. Di samping akar dan batang, biji asparagus juga memiliki aktivitas antibiotik.

Penelitian menunjukkan bahwa kandungan saponin di asparagus memiliki aktivitas anti jamur. Selain itu, senyawa kimia yang terdapat pada ekstrak etil asetat asparagus diketahui dapat menghambat aktivitas en/.im siklooksigenase-2 (COX-2) dan berpotensi sebagai anti peradangan. Kandungan polifenol yang terdapat pada asparagus berkhasiat antioksidan. Penelitian lain juga membuktikan bahwa polisakarida yang terkandung dalam asparagus memiliki aktivitas antioksidan dan antitumor.

RESEP
Asparagus biasanya disajikan sebagai sayuran. Pengolahan yang terbaik adalah dengan merebusnya 3-4 menit kemudian dibuat sup.

Saga | Abrus precatorius

saga

daun saga

Tanaman saga berupa perdu merambat, membelit dengan panjang 6-9 m. Batang bulat, berkayu, percabangan simpodial (percabangan tumbuhan antara batang pokok dengan percabangannya sulit dibedakan atau ditentukan), bila masih muda warnanya hijau dan setelah tua berwarna hijau kecokelatan. Daun majemuk, berselang-seling, menyirip ganjil, anak daun 8-18 pasang, bentuk daun bulat telur, ujung meruncing dan pangkalnya bulat, tepi daun rata dengan panjang 6-25 mm dan lebar 3-8 mm, berwarna hijau. Bunga majemuk, berbentuk tandan, bagian bawah berkelamin dua, bagian atas hanya terdiri dari bunga jantan, kelopak bunga bergerigi pendek, berbulu, berwarna hijau, benang sari menyatu pada tabung, panjang tangkai sari ±1 cm, berwarna putih, warna kepala sari kuning, tajuk bunga bersayap, berkuku pendek, lebar ±1 cm, pangkal bunga berlekatan pada tabung sari, berwarna ungu muda hingga kemerah-merahan. Buah polong, panjangnya 2-5 cm, jumlah buah 3-6 buah dan berwarna hijau. Bentuk biji bulat telur, keras, panjangnya 6-7 mm dan tebalnya 4-5 mm, warnanya merah bernoda hitam. Akar tunggang dan berwarna cokelat kotor.

Saga memiliki kandungan kimia seperti abrine, precatorine, chline, trigoneline, squelene dan asam galat. Saga memiliki rasa pedas, pahit dan sangat beracun (biji).

CARA MENDAPATKAN SAGA

Cara budidaya dengan biji vang dipelihara dengan sangat mudah yaitu dengan penyiraman yang cukup, menjaga kelembaban serta dengan sedikit pemupukan. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1-1.000 m dpl, pada berbagai macam tanah, dengan curah hujan 1.500-4.500 mm/tahun.memerlukan sedikit atau sebagian naungan.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Biji, akar, daun.

KHASIAT SAGA
Tumbuhan saga berkhasiat sebagai obat sariawan, obat batuk dan obat radang tenggorokan serta epilepsi. Selain itu saga juga memiliki aktivitas sebagai analgesik (obat penahan sakit), anthelmintik (obat untuk menghancurkan cacing atau parasit), anti bakteri, anti diare, anti jamur, anti peradangan, antipasmidik (obat untuk mengobati gejala seperti nyeri dan kejang pada sindrom iritasi usus), anti tumor dan anti virus.

Daun saga berfungsi sebagai penyejuk pada kulit dan selaput lendir, akar sebagai emetikum atau perangsang muntah, akar dan batang berfungsi sebagai anti radang, diuretic (dapat meningkatkan produksi air kencing).

RESEP
Biji, akar, dan daun saga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat, sedangkan biji saga sangat beracun sehingga perlu kehati-hatian dalam penggunaannya.

1. Infeksi cendawan, scabies, radang kulit bernanah, dan eksim
Ambil biji saga secukupnya, cucu bersih, dan tumbuk halus. Setelah halus tambahkan minyak kelapa atau VCO ke dalam biji saga yang sudah ditumbuk, dan aduk hingga rata. Setelah itu oleskan ke bagian tubuh yang sakit.

2. Hepatitis dan sakit tenggorokan
Cuci bersih 17 g akar dan batang setelah dipotong potong menjadi bagian yang kecil, dan rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring rebusan, dan minum 2 kali sehari masing masing ½ gelas.

3. Serak dan amandel
Cuci segar 7 g daun segar dan 4 g daun kering, seduh dengan Vicangkir air mendidih, dan diamkan beberapa saat. Ketika dingin saring seduhan dan minum sekaligus. Gunakan 2 kali sehari dengan dosis yang sama.

4. Bronkitis
Cuci bersih 17 g daun segar dan rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih dan tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring hasil rebusan, dan minum 1 kali sehari masing masing 1 gelas selama 7 hari.

5. Batuk pada anak
Cuci bersih segenggam penuh daun saga termasuk tangkainya, sebutir bawang merah, 3 butir adas, sepotong kecil kayu pulosari, dan gula batu secukupnya. Tambahkan bahan bahan dengan 2 gelas air, dan rebus selama 15 menit. Setelah dingin saring ramuan, dan minum airnya.

Alang-Alang | Imperata cylindrical

alang-alang

alang-alang

ALANG-ALANG (Imperata cylindrical) pada umumnya tumbuh liar di hutan, ladang, lapangan berumput, dan pada tepi jalan pada daerah kering yang mendapat sinar matahari. Tanaman alang-alang biasanya tumbuh tegak dengan ketinggian sekitar 30-180 cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang. Daun berbentuk pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Warna daun hijau, panjang 12-80 cm, dan lebar 5-18 mm. Perbungaan berupa bulir majemuk dengan panjang tangkai bulir 6-30 cm. Panjang bulir sekitar 3 mm, berwarna putih, agak menguncup, dan mudah diterbangkan oleh angin. Pada satu tangkai terdapat dua bulir bersusun, yang terletak di atas adalah bunga sempurna, sedang yang di bawah adalah bunga mandul. Pada pangkal bulir terdapat rambut halus yang panjang dan padat berwarna putih. Biji jorong dengan panjang sekitar 1 mm berwarna cokelat tua. Akar kaku berbuku-buku dan menjalar. Tunas muda bisa dimakan dan sangat bermanfaat untuk anak-anak.

CARA MENDAPATKAN ALANG-ALANG
Alang-alang dapat diperoleh di pekarangan atau di semua tempat karena tanaman ini merupakan tanaman liar. Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tempat dengan ketinggian 200-800 m dpl. Perbanyakan dengan akar.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN
Akar, tunas muda.

KHASIAT ALANG-ALANG
Rasa akar alang-alang manis, bersifat sejuk, masuk meridian paru-paru, lambung dan kandung kemih. Simplisia ini bersifat tonik, pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), menyejukkan darah untuk menghentikan perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan rasa haus. Tunas muda berkhasiat untuk peluruh kencing (diuretik).

RESEP
Untuk obat yang diminum: Rebus akar alang-alang kering (15-30 g), bila menggunakan yang masih segar maka jumlahnya kira-kira 30-60 g, sedang untuk bunga sekitar 5-10 mg, dan tunas muda 5-10 g. Bisa juga akar ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk.

Untuk pemakaian luar: Bulir bunga berikut tangkainya digiling halus dan dibubuhi pada luka atau disumbatkan ke hidung untuk menghentikan perdarahan.

Share to

Oppo F1 Plus Selfie Expert

MINYAK KEMIRI MURNI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN KARANG GIGI

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

MENGHILANGKAN NGOROK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318 9991

THERMOMETER DIGITAL

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

PEMBERSIH TELINGA ELEKTRIK

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

ALAT CEK GULA DARAH

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TENSIMETER

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TIMBANGAN DIGITAL BAGUS

Klik Gambar
WhatsApp 0812-1318-9991

TEH ASHITABA

Klik Gambar
Hubungi: WhatsApp 0812-1318-9991

BUAH MERAH ASLI PAPUA

Klik Gambar
Hubungi WhatsApp 0812-1318-9991

INGIN CEPAT HAMIL?

Visitor

Sponsored by